Unit Bekasi Jajaki 100 Perusahaan

thumbnail
OLEH: AGUS SALAM
Kepala Cabang Pemasaran Jakarta, Putu Bayu Kartika Yasa menilai, kota Bekasi yang terus menggeliat sebagai kawasan industri menjadi areal potensial untuk pemasaran Ramuan Pak Oles. Pasalnya, di kawasan itu banyak menyerap tenaga kerja yang umumnya sangat membutuhkan ramuan alami untuk menambah stamina guna menunjang aktifitas para karyawan. ‘’Keyakinan saya ini dilihat dari banyaknya karyawan di setiap kawasan industri yang tersebar di kota Bekasi seperti Babeka, MM-2100, Kawasan Industri Tambun, Cibitung, Cikarang, Bantar Gebang dan sebagainya. Bayangkan saja, satu perusahaan bisa memiliki ribuan karyawan. Sedangkan satu kawasan saja terdapat ratusah perusahaan,’’ sebut Bayu.
Karena itu tim pemasaran kota Bekasi sudah menjajaki potensi pasar langsung kepada perusahaan-perusahan untuk memperluas areal pemasaran. ‘’Sebagian besar perusahaan sangat wellcome dengan produk yang kita pasarkan. Banyak perusahaan yang mempersilahkan kita untuk gelar presentasi produk,’’ kata Bayu. Para team leader Unit Bekasi sudah siap melakukan ekspansi pasar dengan target menyasar 100 perusahaan terlebih dahulu. ‘’Kita bisa melakukan gelar produk pada saat jam istirahat karyawan di seputar kawasan industri yang paling elite di kota Bekasi itu,’’ kata Sardi, Team Leader (TL) Unit Bekasi.
Bahkan sebut Sardi, beberapa perusahaan sudah menyatakan wellcome kepada tim pemasar Ramuan Pak Oles yang ingin melakukan display dan demo produk dengan perjanjian keuntungan yang disepakati. Bagi perusahaan yang memiliki koperasi, siap diadakan kerja sama. Muhammad Iman, TL yang pertama menjajaki kerja sama dengan beberapa karyawan di kawasan Industri MM 2100 justru merasa optimis. Jika digarap serius, kata Iman, dapat menghasilkan keuntungan yang lumayan, baik bagi tim pemasaran maupun pihak industri yang diajak dalam kerja sama tersebut. Selama ini, Ramuan Pak Oles sudah cukup terkenal di kawasan industri itu.
Di dalam Kawasan Industri MM 2100 Bekasi, kini berdiri 158 perusahaan. Dari jumlah itu 70% merupakan perusahaan asal Jepang, dan sisanya perusahaan lokal dan perusahaan asal Korea dan Thaiwan. Dari 158 perusahaan itu, hingga kini hanya dua pabrik yang sudah menutup usahanya seperti PT Sony Indonesia. Kawasan Industri MM 2100 merupakan kawasan yang disulap spesifik sebagai lokasi pemusatan segala aktivitas industri, dilengkapi sarana dan prasarana yang memadai.

HUT X Bekasi, Sebuah Sejarah Panjang

thumbnail
OLEH: AGUS SALAM
Tidak terasa, Kota Bekasi sekarang sudah memasuki tahun ke 10. Sebelum jadi kota madya melalui UU 9 Tahun 1996, Bekasi lebih dikenal sebagai kota administratif. Dalam perkembangannya, Kota Administratif Bekasi sangat cepat memacu diri dengan ditandai pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi dan aktivitas perekonomian yang terus menggeliat. Hal tersebut juga menjadi sisi lain yang ikut mendongkrak status Bekasi sebagai Kota Administrasi menjadi Kotamadya.
Kota Bekasi terbentuk pada 10 Maret 1997. Di hari jadinya ini, diharapkan menjadi refleksi untuk menyelesaikan pelbagai persoalan ruwet seperti banjir, revitalisasi Pasar Pondok Gede, peningkatan penularan HIV/AIDS, konflik ganti rugi Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta, gontok-gontokan DPRD Kota Bekasi dengan Pemprop DKI soal TPA Bantargebang, semrawutnya lalu lintas hingga Pilkada yang menyisakan ketidakpuasan. Peningkatan pertumbuhan Kota Bekasi selama lima tahun terakhir terjadi di luar akomodasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW 2000-2010).
Bila menilik pada masa silam, Bekasi memiliki sejarah panjang yang penuh dengan dinamika kehidupan dan pembangunan. Ini dapat dipotret sejak zaman Hindia Belanda, pendudukan militer Jepang, perang kemerdekaan, era RI hingga sekarang. Pada zaman Hindia Belanda, Bekasi masih merupakan Kewedanaan (District), termasuk Regenschap (Kabupaten) Meester Cornelis. Saat itu, kehidupan masyarakat sekitar dikuasai para tuan tanah keturunan Cina. Kondisi ini terus berlanjut hingga pendudukan militer Jepang, meskipun kehadiran serdadu asal negeri Matahari Terbit itu turut merubah kondisi masyarakat.
Setelah proklamasi kemerdekaan RI, 17 Agustus 1945, struktur pemerintahan kembali berubah. Nama Ken menjadi Kabupaten, Gun menjadi Kewedanaan, Son menjadi Kecamatan dan Kun menjadi Desa atau Kelurahan. Saat itu, ibukota Kabupaten Jatinegara selalu berubah-ubah. Mula-mula di Tambun, lalu Cikarang serta Bojong (Kedung Gede). Pada 17 Februari 1950, sekitar 40.000 rakyat Bekasi melakukan demonstrasi di alun-alun kota.
Mereka menuntut agar rakyat Bekasi tetap berdiri di belakang pemerintah RI dan mengusulkan agar Kabupaten Jatinegara diubah menjadi Kabupaten Bekasi. Tuntutan tersebut ditanggapi serius pemerintah pusat. Melalui UU 14 Tahun 1950, terbentuk Kabupaten Bekasi dengan wilayah 4 kewedanaan, 13 kecamatan (termasuk Cibarusah) dan 95 desa. Pada tahun 1960, kantor Kabupaten Bekasi pindah dari Jatinegara ke kota Bekasi yang terletak di Jl H Juanda. Tahun 1982, Gedung Perkantoran Pemkab Bekasi kembali ke Jl A Yani/1 hingga sekarang.

Enam Staf Cabang Latihan Komputer GL

thumbnail
OLEH: INDAH WULANDARI
Perkembangan perusahaan yang kian menanjak perlu diiringi peningkatan SDM dan efektivitas kerja. Sebagai perusahaan jamu yang menasional, PT Karya Pak Oles Tokcer menempah karyawan menjadi kader-kader pemimpin yang tangguh. Akhir pekan lalu, staf administrasi keuangan dari setiap kantor cabang di Indonesia mendapat jatah latihan spesifik seputar laporan keuangan berbasis komputerisasi general ledger (GL).
Pelatihan tiga hari yang berlangsung di Jl P Komodo 38X Denpasar itu diikuti enam orang staf dari Cabang Jakarta, Bali II (Jember), Lombok (NTB), Yogyakarta, Surabaya dan Bandung. Para peserta langsung dipandu tiga instruktur perusahaan yang dipimpin Bromo Gastiantoro, Baidah dan Ketut Martana.
Beragam teori akuntansi dan contoh kasus keuangan langsung diaplikasikan dalam bentuk laporan yang meliputi cash flow, buku besar, neraca dan rugi laba. Setiap peserta difasilitasi satu unit komputer sehingga mereka leluasa bertanya soal laporan riil kondisi keuangan cabang. ‘’Pelatihan ini semakin memudahkan pekerjaan para staf keuangan. Yang tadinya menginput data secara manual, sekarang dengan standar komputerisasi general ledger,‘’ ujar Baidah.
Manajer Keuangan, Ayu Lidyawati yang memantau latihan tersebut menilai, pelatihan yang diberikan itu sebagai upaya dini yang disiasati pihak managemen agar penyajian format laporan keuangan lebih seragam. Keseragaman itu berlaku untuk semua kantor cabang di Indonesia. Dengan format laporan yang seragam, jelas Lidyawati, dapat memudahkan petugas auditing mendapatkan laporan keuangan dari setiap kantor cabang. ‘’Dalam perspektif yang luas, pelatihan ini selain memudahkan kinerja para staf, juga menjadi program tetap karena perusahaan obat tradisional asal Bali ini terus gencar membuka cabang-cabang baru,’’ kata Lidyawati.

Meningkat, Penjualan KUDO Di Malang

thumbnail
OLEH: WURI WIGUNANINGSIH
Sebagai vitamin bahan bakar minyak (BBM), KUDO ternyata mendapat respon positif dari konsumen di Malang, Jawa Timur. Produk otomotif yang diproduksi PT Pak Oles And Biotor Technology Bali itu, selain dipasarkan di Jawa Timur juga Jogjakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Jakarta, Sulawesi Selatan, Bali dan NTB. Sebelumnya, perusahaan ini sudah memasarkan dua produk otomotif yakni Spontan Power dan HEXON (vitamin oli).
Kepala Unit Pemasaran Malang, Dwi Hariyanto menyatakan, permintaan konsumen terhadap KUDO di Malang sudah melebihi HEXON dan Spontan Power. Hal itu hanya disebabkan oleh tempo pemakaian. Untuk pemakaian HEXON sifatnya berkala sedangkan KUDO tidak. Meski begitu, tiga serangkai produk otomotif asal Bali itu tetap dibidik di pasar. ‘’Jika sebuah kendaraan memakai tiga serangkai produk Biotor, dapat dipastikan penghematan BBM jauh lebih maksimal. Karena masing-masing mempunyai fungsi berbeda, sekalipun sama-sama berintikan hemat BBM,’’ tegas Hariyanto.
Sesuai pengakuan konsumen, sebut Hariyanto, mereka yang menggunakan tiga serangkai produk Biotor itu tarikan kendaraan jauh lebih ringan, suara mesin halus dan yang pasti menghemat BBM. Hal ini dikarenakan fungsi masing-masing produk saling mendukung. ‘’Spontan Power adalah alat pemurni bahan bakar bensin atau solar menjadi molekul-molekul yang lebih kecil melalui sistem getar gelombang elektro magnetik dan filter keramik. KUDO berfungsi untuk memurnikan BBM bensin dan solar, menjaga karburator dan injector agar tetap bersih, mencegah pembentukan kerak, koroso dan karat dalam sistem aliran BBM. Sedangkan HEXON sendiri yang disebut sebagai vitamin oli berfungsi untuk meningkatkan vitalitas atau kemampuan oli dalam menetralkan reaksi oksidasi, menjaga kualitas oli agar lebih lama bekerja di dalam mesin, lebih tahan panas, lebih stabil dan mesin menjadi lebih bertenaga,’’ tegasnya.

Menuntut Ilmu Versus Ilmu Menuntut

thumbnail
OLEH: Putu Bayu Kartikayasa, Kepala Cabang Pemasaran Jakarta
Menuntut ilmu artinya belajar, juga perdalam kemampuan diri, pertajam pengetahuan dan mengisi diri dengan aneka pelajaran. Keterbukaan pikiran seseorang yang memiliki kemampuan menuntut ilmu merupakan cerminan kecakapan personal untuk meraih impian. Dia adalah seseorang yang bervisi jelas dan paham terhadap kebutuhan keahlian (competency), ilmu (knowledge) dan sikap (attitude).
Merasa kecil di hadapan ilmu pengetahuan bukan berarti tidak memahami apa-apa, tetapi sebagai bentuk apresiasi terhadap luasnya ilmu pengetahuan, pelita jalan, nur kehidupan, cahaya pembuka pikiran dan hati guna dapat membedakan yang baik buruk, benar salah dan atau hitam putih. Dalam keselarasan pemahaman diri, kemauan belajar yang terus diasah, tanpa dibatasi jenis kelamin, pangkat, kedudukan sosial, kekayaan, bakat dan usia merupakan cermin keikhlasan penerimaan pada keterbatasan diri. Di bilik ini, ilmu yang didapat secara ihklas bisa memberikan pencerahan hati yang lagi berkarat, memupus kemalasan yang menggunung, mengalahkan keengganan yang berakar kuat di hati. Artinya, dengan modal ilmu, seseorang bisa melakukan tugas secara cermat, mampu memilah secara cerdas.
Banyak usaha yang dapat dilakukan dalam menuntut ilmu, antara lain membaca buku, mendengar (audire atau audio = saya mendengar) dan melihat (videre atau video = saya melihat), belajar dari pengalaman hidup atau perusahaan yang berhasil, kisah-kisah epos, sejarah dan yang terpenting, kitab-kitab suci. Perusahaan yang memiliki karyawan yang mau belajar pasti memiliki visi terbuka, memahami kelemahan dan kekurangan sejawat, bawahan, menghargai atasan karena kemampuan manage dan kedewasaan berpikir, meluruskan kesalahan, memecahkan masalah, mencarikan solusi dari setiap tantangan dan saling mengisi demi memanusiakan manusia dalam hubungan kerja. Yang penting dianut adalah, tidak ada manusia yang sempurna dan paling pintar, karena yang ada justru manusia yang lebih dulu tahu dan tahu duluan, serta belakangan memahami sesuatu.
Meminjam istilah Guru Etos Indonesia, Jansen Sinamo (8 Ethos) perasaan benar (feeling right) yang selanjutnya menimbulkan motivasi untuk mengemban pekerjaan. Dengan begini, seseorang berada dalam modus melakukan hal, tujuan, cara dan sikap yang benar serta memakai data dan instrumen yang juga benar. Sudah tentu, tumbuh kewajiban moral, ikatan emosional yang tinggi sebagai sebuah keluarga, mapan menghadapi kendala, termotivasi untuk selalu berbuat lebih baik yang berujung pada sikap mental yang bertanggung jawab.
Biasnya, tersemai harmonisasi, kinerja efektif dan etos kerja setiap orang yang terlibat dalam perusahaan. Keuntungan bagi perusahaan, kesejahteraan bagi karyawan. Semua itu bisa terjadi karena kemampuan dan kemauan orang untuk menuntut ilmu. Tegasnya, menuntut ilmu (belajar) adalah keniscayaan. Bila rangkaian kata menuntut ilmu dibalik, justru jadi Ilmu Menuntut. Maknanya berubah total dengan konotasi sangat negatif, penuh hasutan dan intimidasi. Ilmu Menuntut artinya kemampuan meminta hak atau sesuatu kepada orang lain dengan alasan kuat ataupun tanpa alasan.
Maknanya lebih kasar saat tuntutan tanpa dasar (alasan). Ilmu Menuntut tanpa dasar mengedepankan hak, bukan soal keselarasan hak dan kewajiban. Ia tidak lagi mengedepankan harmonisasi hubungan memberi menerima, ikhlas yang tak berjiwa (Semua soal apa yang didapatkan AKU). Runyamnya Ilmu Menuntut sudah jadi trend membumi di setiap gerak, pikir dan tafsir manusia, apalagi disertai 1001 alasan pembenar bahwa ilmu menuntut sama pentingnya dengan menuntut ilmu, tapi lagi-lagi keduanya sama adalah soal keniscayaan. Alasan normatif, tuntutan hidup, kebutuhan dapur, masalah perut, kekinian, bahkan zaman bisa jadi dalih.
Contoh sederhana, simak apa yang ditanyakan, statemen pelamar kerja dan pekerja di kota-kota besar; Apa yang saya peroleh, berapa besar gaji yang saya terima dari perusahaan, tunjangan apa yang saya dapat? Sepintas, pertanyaan itu manusiawi dan itulah hakikat orang bekerja. Akan jadi over, kala pelamar menerapkan ilmu menuntut tanpa melihat kemampuan diri dan kontribusi yang diberikan ke perusahaan. Ilmu menuntut tanpa alasan dan fakta jelas, lagi-lagi soal keniscayaan nan negatif.
Lalu, ilmu menuntut yang over dari perusahaan kepada karyawan akan kian tidak berdasar kala perusahaan menuntut karyawan menciptakan keuntungan, tanpa memerhatikan investasi yang ditanam, baik berbentuk pelatihan dan peningkatan kualitas SDM, pengayoman, kesejahteraan dan sistem yang terinovasi. Faktanya, tidak ada karyawan yang bekerja tanpa mengharapkan kesejahteraan, sebaliknya tidak ada perusahaan yang eksis bertahan tanpa meraub keuntungan.

Bekasi Ekspo 2007

thumbnail
Gelar Pijat Refleksi Gratis
OLEH: AGUS SALAM
Para pengunjung Bekasi Ekspo 2007, merasa betah berada di stand Pak Oles stadion Kota Bekasi yang berlangsung dari tanggal 10-18 Maret. Selain merasakan khasiat Ramuan Pak Oles, pengunjung juga mendapat pijatan gratis. Kehadiran perusahaan yang mengusung produk ramuan tradisional asal Pulau Dewata itu kian membuka peluang peluang bagi eksistensi produk dan mendekatkan diri kepada konsumen.

Gelar Spanduk Layanan Sosial
Jangan kaget jika melihat mobil polisi Polsek Pasar Minggu yang juga tertera logo dengan tulisan yang berintikan mawas diri kepada setiap pengguna jalan raya seperti ‘’Waspada dengan orang yang menegur anda tentang ban mobil kempes di jalan’’. Kalimat yang sama juga dipasang di beberapa titik keramaian seperti pintu timur Ragunan, Jl Margasatwa dan depan kantor PT Karya Pak Oles Tokcer Perwakilan Jakarta, Jl Kebagusan. Menurut Kapolsek Pasar Minggu, AKP Kasroni, spanduk berisikan layanan masyarakat tentang himbauan keselamatan di jalan raya tersebut sebagai ungkapan rasa prihatin dari PT Karya Pak Oles Tokcer Jakarta dengan jajaran Polsek Pasar Minggu Jakarta Selatan atas maraknya berbagai tindak kriminalitas yang sering terjadi.

Jadi Sponsor Utama, Sumbang 50 Persen
Selain menjadi sponsor utama, Ramuan Pak Oles Cabang Jakarta menyumbangkan 50% hasil penjualan produk ke Yayasan Pasraman Raditya Dharma Cibinong (PRDC), Bogor. Sumbangan 50% hasil penjualan produk Ramuan Pak Oles pada pagelaran Wayang Kulit Cenk Blonk di TMII dua pekan lalu, harap Ketua Yayasan PRDC, Nyoman Tatat bisa lebih memandirikan yayasan.