Kekar Dan Berotot

thumbnail
Jupiter MX 2008, Denpasar
Kesemsem dengan besutan Moto GP bikin badan Kusuma Heru menjadi panas dingin. Yang terbersit dalam benaknya secepat mungkin mempersunting motor impian untuk nangkring di garase rumahnya. Namun sayang semua itu hanya sekedar mimpi. Mahalnya motor jenis ini menjadi faktor utama yang membuat lajang kelahiran 1981 silam ini mengurungkan niatnya memboyong motor impian.
Namun remaja ini tidaklah kurang akal. Ide ‘gila’ pun menyembul dalam pikirannya. Motor kesayangan Jupiter MX yang baru berapa bulan dibelinya dari dealer menjadi pelampiasan hasratnya untuk menunggang Moge. ‘’Hasil diskusi dengan teman dan browsing lewat internet menjadi ihwal konsep motor sport ini,’’ beber Heru dengan bangga.Yang menjadi masalah selanjutnya adalah menunjuk bengkel rujukan yang terpercaya guna mewujudkan imajinasi seni miliknya. ‘’Setelah melakukan survei akhirnya saya menyerahkan sepenuhnya pengerjaan pada Bengkel Moto 1,’’ ujarnya.
Tanpa berpikir panjang lagi Abah Asep punggawa Moto I langsung menelanjangi baju motor bebek dengan berkapasitas mesin 135cc ini. Sebagai gantinya cukup dipasang baju baru dari bahan fiberglass costum racikan Abah Asep. Basic motor dari pabriknya memang sudah sporty sehingga modifikator tidak terlalu sulit mengubah dudukannya. ‘’Tinggal dicangkokkan tangki dan menyesuaikan buntut belakang biar simple,’’ tegasnya.
Fokus ubahannya berlanjut ke bagian bawah. Agar kelihatan lebih kekar dan berotot Asep menyematkan shock up side down pada baian depan dengan kombinasi pelek Sprint yang dibalut karet ban Swalow ukuran 100/70/17. (Juli Arsana)

Data Modifikasi
Ban : Swalow 100/70/17
Velg : Sprint
Shock : Up Side Down
Rem : Brembo
Koran Pak Oles/Edisi 167/16-31 Januari 2009

Nggak Kalah Gaya

thumbnail
Honda Vario 2006
Di mata sesama teman se-klub Extreme People, Senna Karillo lebih terkenal dengan sifat nyelenehnya. Tidak hanya identik dengan sikap cuek, ide ‘gila’ pun kerap keluar dari benak mahasiswa universitas swasta di Denpasar ini dalam menentukan konsep modifikasi yang hendak diusung. Tak heran ide kreatif yang dihasilkan kerap mendapat aplaus serta pujian dari teman sejawat. ‘’Kalau semua modifikator menerapkan konsep yang sama kan nggak seru dong,’’ tuturnya.
Untuk mewujudkan impiannya Yuddi X-Treme ditunjuk sebagai bengkel rujukan. Sebagai hasil diskusi, lahirlah konsep minimalis dengan menyelipkan aura Hot Rod. ‘’Konsep Hot Rod saya tuangkan pada bagian stang dengan menggusur batok kepala Orsi,’’ urai Senna.
Bagian kaki sebagai penunjang tampilan bagian bawah juga mendapat perhatian lebih. Velg Rossi ukuran 140/14 yang dibalut ban Swalow jadi kunci utama kemolekan kaki dan dipertegas lewat sentuhan Shock Posh Factory Up side Down di bagian depan dan Gazi di belakang kuda besi rakitan 2006 ini. Waktu penggarapan terbilang singkat. Hanya sekitar satu minggu. Bahkan dana yang digelontorkan diakuinya cukup hemat di kantong, sehingga sangat layak diperuntukkan bagi rider yang modal cekak namun tidak mau kalah gaya. (Juli Arsana)
Data Modifikasi
Ban : Swalow
Velg : Rossi 140/14
Shock Dpn : Posh Factory Up Side Down
Shock Blk : Gazi
Rem : Kitaco 6 Piston
Rem Blk : Brembo 2 Piston
Stang : Lowrider
Spion : Costum Independent
Warna Cat : Phantom Chrome
Koran Pak Oles/Edisi 166/1-15 Januari 2009

Manfaatkan Onderdil Limbah

thumbnail
Yamaha Mio 2005
Keranjingan menonton acara impossible matic yang disiarkan saban sore di salah satu televisi swasta membuat Putu Eka Wijaya lupa daratan.
Motor hibah dari ortu yang semula nampak apik dengan tampilan standar dealer dirombak total dengan menyematkan konsep gado-gado. ‘’Saya tidak berpatokan pada satu pakem yang jelas. Semua konsep modifikasi bisa masuk, mulai audio, body work dan low rider,’’ ungkap salah anggota M1 yang bermarkas di seputaran Gunung Mulyawan, Monang-maning, Denpasar.
Motor Yamaha Mio yang semula agak culun dan lugu berubah garang dengan konsep body work sebagai landasan utama. Menyiasati pembengkakan biaya, pria yang diakrabi Eka ini tidak jor-joran menyuplai spare part dengan harga yang selangit. Bahkan, dana yang digelontor tidak terlalu banyak. ‘’Tidak harus dengan spare part baru. Yang bekas lebih oke dan irit ongkos,’’ tuturnya.
Hal pertama dilakukannya, merombak kelir motor dari warna merah menjadi warna hitam chery. Sematan curting stiker grafis yang ditonjolkan lebih memadankan konsep body work yang menjadi titel kuda besi lansiran tahun 2005 ini.
Pada bagian kaki nggak mau kalah keren. Peragaan hubless whell yang dipadukan dengan shock NTC semakin menambah apik bagian kaki besutan ini. Ditambah lagi perpaduan cakram Posh yang diselaraskan dengan kaliper Brembo semakin menambah komplit aksesoris penunjang bagian bawah. ‘’Biarpun tongkrongan agak berantakan tapi nggak malu-maluin deh, kalau diajak mejeng,’’ tegasnya. (Juli Arsana)

Data Modifikasi
Shock : NTC
Velg Dpn : Hubles Wheel
Ban : Misscel
Rem Blk : Multi Kaliper
Warna cat : Hitam cutting stiker
Koran Pak Oles/Edisi 165/16-31 Desember 2008

Hadiah Ayah Usai Bonyok

thumbnail
Suzuki Baleno
Mayeka Maxell (19) dulunya memang dikenal jago balap. Perangai ugal-ugalannya di jalan acapkali membuat pengendara lain melempar umpat. Suatu hari Maxell kena batunya. Sebuah tabrakan tak terhindarkan. Mobilnya penyok, iapun turut bonyok. Ayah Maxell, seorang perwira polisi dan mantan Kepala Sekolah Polisi Negara (SPN) Belanting, Lombok Timur, AKBP Drs Dewa Putu Maningkajaya menjadi geram atas tingkah putranya.

Uniknya, usai kejadian naas tersebut, mobil Suzuki Baleno besutan 1998 itu hadir dengan nuansa baru. Meski tanpa mengoprek bagian mesin, bodi mobil dirias dengan body kit berkelir kuning. ‘’Aku sendiri tak tau menahu body kit seperti ini tiba-tiba dipasang sama Bapak,’’ ungkap Maxell.

Modifikasi kreasi Central Jaya Variasi milik Ryadi bukan asal modif. Basis DTM racing yang biasa dipakai pada mobil-mobil sedan gaya Eropa, kini nangkring pada besutan buatan Jepang miliknya. ‘’Namun perlu juga penyesuaian biar nampak harmonis,’’ sebutnya.

Di bagian kap mesin sengaja dibikin melar 20cm untuk menyesuaikan dengan kontur bumper DTM yang punya ciri khas moncong panjang. Penyesuaian kembali dilakukan khususnya di bumper depan dengan menambahkan sirip-sirip insang mirip ikan pada bagian depan kanan dan kirinya. Makanya tak perlu wide body lantaran hanya mengakomodir velg Domas 17x7,5’’ yang ofsetnya 45mm. ‘’Maunya aku sih diameter velgnya 18’’, namun maunya bokap gitu. Habis mau apalagi, terlebih biayanya sudah Rp60 jutaan. Pernah ada turis Amerika mau beli sampai Rp 250 juta lo, namun saya tolak, karena ini hadiah ayah,” tutur Maxell. (Hernawardi)
Koran Pak Oles/Edisi 164/Desember 2008

Pelek 4 in 2

thumbnail
Honda Vario 2007
Bila melihat tampilan skutik ini, bikers mungkin menyangka inilah skutik yang bakal dirillis Honda untuk menyangi skutik Moge Brugman. Eiit, jangan salah kaprah dulu, matik bodi gambot ini adalah kepunyaan bikers Bandung yang dinobatkan sebagai jawara di kontes modifikasi Gelaran U Mild U Biker Safety Race to Asia 2008 di Kemayoran Jakarta.
Selain bodi bongsor, Honda Vario tahun 2007 ini tampil mempesona melalui aplikasi pelek mobil berdiameter 17 inchi di pijakan, dikombinasi ban mewah Delitire dan Dunlop depan-belakang. Moulding dilakukan 25 cm, di samping pemasangan arm custom sepanjang 90 cm. Alhasil panjang bodi dari depan ke belakang bertambah. Total panjang skutik keseluruhan 2,5 meter. Untuk mengakali putaran roda belakang, penerus daya ke mesin digunakan rantai Ninja RR. Letak suspensi digeser ke center Arm, mengacu model Monosok melalui aplikasi dua Arm sekaligus.
Penahan laju putaran roda belakang dikawal rem orsi Vario. Uniknya rem diletakkan di antara suspensi belakang dan roda. ‘’Untuk roda saya pakai pelek Fabalous Genessis ring 17, 4 pelek di custom jadi 2 pelek yang disatukan satu sama lainnya. Aplikasi pelek ring 17 ini kali pertama di Indonesia lho,’’ terang Soony yang referensi ubahanya banyak dicari melalui browsing internet.
Untuk mengimbang tampilan bawah, bodi dibungkus full fiber. Desainnya dicontek dari Jetsky. Supaya memiliki fungsi sebagai alat transportasi yang aman, headlamp dicomot dari Fog lamp Toyota Innova, kiri kanan bodi ditanam Fog lamp Taruna sebagai sein. Bodi belakang dibuat merucut dengan jok single seater menyerupai model jetsky. Sentuhan teknologi terlihat dari aplikasi webcam CCTV dengan Monitor TV Toshiba tepat berada di bodi tengah bawah stang Grand Dink custom yang dipakai sebagai pengendali matik.
Sebagai proses finishing, permukaan bodi dilabur cat sikken kombinasi warna putih biru melalui grafis dan tulisan U Mild menghiasi swing arm matik. Sonny yang tinggal di Jl. Pungkur, Bandung, membutuhkan waktu 2 bulan untuk proses pengerjaan. ‘’Model skutik bodi gambot dan tapak lebar, bakal menjadi trendsetter modifikasi tahun 2009. Skutik Big foot HotRod saya adalah yang perdana,’’ jelas Sonny bangga. (Dedi Priyono)

Data Modifikasi
Stang : Grand dink custom
Lampu : Fog lampToyota Innova
Lampu sein : Fog lam Taruna
Visior body : Carbon Kevlar
Handgrip : HD
Body : Full fiber custom
Shochbreaker depan : Suzuki Brugman custom
Shockbreaker blkng : Panther custom
Arm : custom + 90 cm
Moulting : 25 cm
Transfer daya : Rantai Ninja RR
Cakram depan : Kitaco
Cakram blkng : Orsi
Ban depan : Delitire 17.70/17”
Ban belakang : Dunlop 190.50/17”
Pelek : Fabalous Genessis ”17 custom 4 in 2
Webcam : CCTV
TV : Toshiba
Knalpot : Custom
Cat : Sikken
Pernis : Sikken
Center Arm : Custom
Standar Cuatom : Stik Golf
Insstaller : Sonny Desain (Bandung) Hp. 085222186456
KPO/EDISI 163/NOVEMBER 2008

Tampil Bahenol Jauhi Kesan Jambret

thumbnail
Yamaha King 1986
L Rahmat Kartolo, pemilik Yamaha King pabrikan 1986 ini rupanya gerah dengan penilaian miring untuk pemilik Yamaha King di Lombok. Setiap kali ngumpul bareng, orang lain pasti menuding negatif bahwa komunitas ini identik dengan kelompok penjambret. Untuk menghindari kesan negatif, Kartolo mendandani tunggangannya agar lebih cantik dan sedap dipandang.
Mengawali aksinya, Kartolo menghadirkan nuansa kinclong dengan crom besutan ke Bangil, Jatim seharga Rp 3 juta guna mematrikan cat dan custom. Semua itu demi merubah image King Jambret yang terlanjur melekat di benak warga kota. ‘’Modifikasi ini dilakukan agar masyarakat bisa membedakan motor club dengan motor liar yang suka bikin resah di jalanan,’’ ungkap Kartolo.
Lukisan pada bodi motor yang bergambar harimau, sebut Kartolo, sebagai lambang karakter motor yang doyan mengaum saat digas atau melakukan gerakan standing. Pada bagian jok sedikit dipepet, namun bagian pantat jok digemukkan ke atas agar tampilan lebih bahenol dan sedikit tomboy. ‘’Di bagian kepala dipasang model shock, guna merubah penampilan lebih beda. Pengerjaan modif baru 60 persen dan sisanya menjadi target yang mesti dirampungkan,’’ ujarnya. (Hernawardi)
KPO/EDISI 162/NOVEMBER 2008

Skutik Rasa Balap

thumbnail
Yamaha Mio 2005
Tampil simple dan elegan, itulah konsep yang ingin ditonjolkan modifikator bernama lengkap I Kadek Agus Ditya ini. Namun rencana awal yang telah lama dirintisnya tiba-tiba ambruk. Penyebabnya adalah keranjingan pria yang menetap di Sanur Kaja ini menonton televisi. Khususnya acara impossible matic yang disiarkan saban sore di salah satu televisi swasta nasional.
Walhasil motor Yamaha Mio yang semula dirancang agar terkesan simple dan elegan berubah garang dengan menerapkan konsep racing look sebagai landasan utama. Menyiasati membengkaknya biaya, Ajuz begitu pria ini akrab disapa, tidaklah terlalu jor-joran meyuplai spare part pendukung yang terbilang harganya selangit. Bahkan, dana yang digelontorkan tidak terlalu banyak menyedot kantong pria yang memiliki hobi turing ini. ‘’Tidak harus dengan spare part baru, yang bekas lebih oke dan irit ongkos,’’ tutur salah satu mekanik dealer Yamaha Kintamani Motor ini.
Hal pertama dilakukannya, merombak kelir motor dari warna merah menjadi warna putih mutiara. Sematan air brush grafis yang ditonjolkan lebih mengentalkan aroma racing yang menjadi titel kuda besi lansiran tahun 2005 ini. ‘’Setelah body, urusan mesin menjadi fokus penggarapan selanjutnya,’’ beber pria yang doyan memakai kaca mata ini.
Pada bagian kaki nggak mau kalah keren. Penggunaan shock Posh Factory yang dikombinasikan dengan shock Gazi tabung pada bagian belakang, semakin menambah kelenturan suspensi besutan ini. Ditambah lagi perpaduan cakram Posh yang diselaraskan dengan kaliper Brembo semakin menambah komplit aura balap yang hendak ditebar. ‘’Biarpun tongkrongan sangat minimalis tapi nggak malu-maluin deh, kalau diajak mejeng,’’ pungkasnya. (Juli Arsana)

Data Modifikasi
Ban : Delitire
Shock Depan : Posh Factory
Pelek : Yamaha Nouvo
Rem depan : Kitaco
Kaliper : Brembo
Karburator : Keihin 28
Koil : Kitaco
Warna : Putih grafis
KPO/EDISI 161/OKTOBER 2008

Honda Prima 1991, Melesat Bagai Petir

thumbnail
Wabah balap liar belakangan telah menjamur merasuki kalangan anak muda. Adu gengsi hingga nyawa pun seakan menjadi taruhan bagi para penggila olahraga maut ini. Walau dilarang tegas aparat, namun keberadaan balap liar bagaikan virus yang sulit dikendalikan dan terus bermunculan di berbagai kota di tanah air.
Hal ini berakibat kian berkibarnya gendre racing di antara pecinta otomotif khususnya kalangan remaja. Dewa Ngurah Adi Sanjaya salah satu korban terjangkit virus ‘ganas’ ini. Mahasiswa semester 4 ini mengaku ikutan latah merombak tunggangannya berkat pengaruh kuat dari teman yang lebih dahulu mengidap demam racing look. ‘’Kesan macho mampu saya dapatkan lewat tunggangan ini,’’ tutur pria ini dengan lugu.
Menghilangkan kesan tanggung, Ngurah tidak hanya berbenah pada konsep luarnya saja. Meski motornya tergolong cukup lawas, namun obsesi menjadi tunggangan tercepat dan tak terkalahkan seakan tak terbendung. Untuk mewujudkannya, bagian jeroan mesin total diaplikasikan sesuai dengan konsep racing yang menjadi impian.’’Buat apa sekedar fashion lebih baik digarap secara menyeluruh biar seperti motor balap sungguhan,’’ ketusnya.
Alhasil, motor yang semula hanya berkasitas 100cc, kini disulap hingga menggelembung menjadi 150cc. Bahkan, di ujung pembicaraan dengan lugas Ngurah berujar siap meladeni tantangan adu kecepatan motor bilamana ada yang ingin menjajal ketangguhan motornya. (Juli Arsana)

Data Modifikasi
Ban : F-MP
Velg : Rossi
Shock : Yoshimura
Rem Dpn : PSM
Swing Arm : Sprint Kompilasi
Piston : Izumi
Karburator : STD
Kabel Busi : Blue Thunder
Knalpot : AHRS
Poot Step : AHRS
KPO/EDISI 160/16-30 SEPTEMBER 2008

Fino Bergaya Jadul

thumbnail
Yamaha Mio 2008
Tampangnya mirip motor jadul (jaman dulu). Tapi di balik itu konsep modifikasi geberan Yamaha Mio besutan Ryan Cahyadi, dilatarbelakangi konsep matik Fino dari Thailand. ‘’Kebetulan geberan matik Fino di Indonesia kan nggak ada. Untuk itu saya coba aplikasikan aksesoris Yamaha Fino ke bodi Mio,‘’ kata pemilik gerai rumah modifikasi Aboben, Denpasar ini.
Karakter Fino ini coba dituangkan dalam modifikasi bergaya retro. ‘’Dari penempatan kaca pelindung dan spion tidak lagi biasa, melainkan model jadul. Biar nggak jauh dari kesan retronya,‘’ ungkap lelaki ramah ini.
Selanjutnya, model jadul juga terlihat dari penempatan 5 Headlamp Custom Live to Ride, 4 Bel Trompet, Cover Chrome Headlamp, Sein, Taillamp hingga Box Fino. ‘’Hadirnya aksesoris ini guna menunjang konsep Fino dan juga gaya retro,‘’ imbuhnya.
Sedangkan beralih pada bagian kaki, Ryan coba mengkolaborasikan Velg berprofil 72 Spokes Wheel Racing Boy dengan karet bunder orsi milik Fino Thailand. Guna menunjang keselamatan saat bepergian, perangkat rem cakram merk Brembo pun dihadirkan. Untuk peredam guncangan, diaplikasikan Shock Custom (F) (Depan) dan shock limbah kepunyaan YSS Big Bike Series (R).
(IGA Mayuni, wartawan Montorku)

Data Modifokasi
Body : Fino Thailand
Velg : 72 Spokes Wheel Racing Boy
Ban Depan : Swallow 100-14(F)
Ban Belakang : Swallow 120-14(R)
Cakram : Brembo
Shock : Shock Custom (F)
Shock : YSS Big Bike Series (R)
Stang : Fino Thailand
Taillamp : Fino LED
Aksesoris : Front Bumper Fino
: 5 Headlamp Custom Live to Ride
: 4 Bel Trompet
: Windshield Fino
: Cover Chrome Headlamp, Sein, Taillamp
: Box Fino
: Rear Seat
KPO/EDISI 158/AGUSTUS 2008

Mio Soul Berjubah Moge Custom

thumbnail
Saat melihat foto motor gede (moge) custom karya salah satu builder tanah air, Ady Putra (24) langsung kepincut. ‘’Tongkrongan sangar. Pastinya mahal bikin moge custom macam itu, jadi mustahil untuk memilikinya‘’ keluh Ady. Iapun punya ide untuk memodif gaberan Garpu Tala Mio Soul 2008 besutannya menyerupai motor idaman. Maklum, anggota rumah variasi Aboben Denpasar ini juga modifikator handal di Pulau Dewata. Bukan hal mustahil, Ady menyulap Mio Soul bergaya moge custom impiannya.
Menyesuaikan dengan tampilan moge custom, rujukan rangka (casis) maupun buritan diperpanjang. Namun bagian jok yang sedianya dapat digunakan pembonceng diamputasi. ‘’Jadi jok tinggal satu saja. Biarlah disebut motor egois yang penting bisa mewujudkan tampang moge custom,‘’ sebutnya.
Kendati tampang moge custom telah diperoleh, karya Ady sedikit nyeleneh dari builder custom sekalipun. Lihat saja bentuk Sorot (Soul Roda Tiga) ini berbeda jauh dari tampilan garang-nya custom. Sebagai penggerak Sorot, mesin tetap menggunakan standar pabrik. ‘’ Memang kalau dipaksakan speed kasihan aksesorisnya,‘’ akunya. Belum puas utak-atik Soul, Ady kembali melakukan eksperimen dengan mengaplikasikan trend beken alias bike entertainment dengan menghadirkan satu unit audio. Dimulai dari Head Unit JVC, Power unit JBL yang diteruskan ke pembangkit suara Subwoofer yang menggamit kepunyaan Kubic menghiasi dek belakang dan samping body. Sedangkan untuk kapasitor bank, Ady manggunakan Intersys.
Guna menjaga aksesoris pada Sorot, pacuannya dilengkapi dengan sistem pengerak gigi mundur dengan menggunakan Custom Electric. ‘’Perangkat ini sebagai penunjang saat posisi motor terhimpit. Apalagi bobotnya bertambah, kan lumayan berat untuk muter sendiri,‘’ tambahnya beralasan.
(Dony Tabelak, Wartawan Montorku)

Data Modifikasi
Body : Full Custom Fiber
Cat : Blue Spies Hecker
Velg : 185-21 (F) Mazda 323-13 (R)
Ban : IRC90-21(F) Good Year -13 (R)
Sok : Dirt Bike
Kaliper : Brembo
Headlamp : Round Live to Ride
Taillamp : Yamaha Fino
Sein & Knalpot : Custom
KPO/EDISI 157/AGUSTUS 2008
Rem : Foot Braking Live to Ride
Jok : Single Seater Custom
Spion, Hanfat & Steering : Live to Ride
Head Unit : JVC
Power Unit : JBL
Subwoofer, Woofer & Tweeter : Kubic
Capasitor Bank : Intersys
Camera : Backside Camera
Gigi Mundur : Custom Electric

Mocin Berwajah Jeep

thumbnail
Jialing 2002, Jakarta Barat
Coba tebak, ini mobil apa motor? Kalau dilihat dari segi penampilan, ini termasuk kendaraan roda empat alias mobil. Lihat saja di bagian kiri-kanannya, terdapat sepasang roda mengapitnya. Cuma di dapur pacu terlihat mesin sepeda motor merek Jialing 100cc. Bingung? Kendaraan roda dua berjubah jeep. Ini adalah kreasi rumah modifikasi Benly Custom di bilangan Jl Sawo, Kelapa 2 Jakarta Barat.
Sabeny atau akrab disapa Beny si empunya, ingin membahagiakan cucu tersayang, maka dia memanfaatkan sebiji mesin lawas Jialing tahun 2002 dan dibentuk mobil jeep. ‘’Ide diambil dari mainan odong-odong. Modif ini khusus buat cucu saya,’’ kata modifikator yang menorehkan singkatan berinisial diri dan cucunya, Benly pada motor Cina (mocin) ini.
Untuk jadi jeep, Beny memangkas habis rangka mocin. Bahan plat dibentuk ulang dan dibuat kap mesin, bemper depan - belakang, bodi samping hingga dudukan kaca depan. Mesin Jialing diletakkan simetris antara dua jok, lalu tangki penampung bahan baker disembunyikan di balik kap mesin. Agar metamorfosis sempurna, spion dipasang pada pilar A kiri-kanan, sepasang head lampu RC dan bagian depan dipatri grille jeep. Pada Untuk kaki-kaki, Beny aplikasikan empat buah velg dan ban kendaraan roda tiga Bajaj. Pipa gas sisa pembakaran disalurkan knalpot asli kuda besi mocin. Beny habiskan sebulan untuk mengubah kuda besi ektrem itu dengan menelan biaya hampir sama dengan satu sepeda motor baru. ‘’Demi cucu. Tapi saya siap buatin bagi yang mau pesan,’’ ujar Beny agak promosi. (Dedi Priyono, wartawan Tabloid Montorku)

Data Modifikasi
Konsep : Dress up
Mesin : Jialing tahun 2002
Sockbreaker Dpn : Modief Ori
Sockbreaker Blk : Sock Kijang
Swing arm : Vega R
Knalpot : Standart
Velg & Ban : Bajaj 8 inchi
Lampu dpn : RC
Lampu blk : Variasi Mobil
Stang : Model racing
Jog : Custom
Instaler : Benly Custom, Jl Sawo Rt 05/01 - 22 elapa 2 Jakarta Barat (08567911873)
KPO/EDISI 156/JULI 2008

King Ekstrim Scorpio

thumbnail
Kymco Metica 2001, Denpasar
Dalam hajatan Automatic Kontes Modifikasi di Denpasar, Mei lalu, Kymco Metica yang memiliki julukan King Street Fighter ini mampu memagnet mata setiap pengunjung. Hingga tak salah si white ekstrem ini mampu menyabet tiga penghargaan sekaligus. Di antaranya jagonya Kymco modifikasi, matic modifikasi dan ceper modifikasi. Adalah Ajus, sang empunya ide mempermak kuda besi lansiran 2001. Ia mampu memadankan konsep street fighter beraksen Scorpio.
Melalui bengkel Moto 1, Ajus menuangkan imajinasi besutannya dengan kelir putih membalut bodi. Kegagahan jubah street fighter dikolaborasikan dengan pernik Scorpio nampak mampu menghadirkan kesan garang. Pria asal Penebel, Tabanan ini juga mematrikan konsep duo capit Scorpio HD custom yang dijejalinya di bagian spion. Tak ketinggalan kemudi versus Strondol Robocop Taiwan terlihat terpadu apik dengan tampilan aplikasi speedo Divot Japan dan mata depan Nouvo.
Merambah bagian kaki, shock breaker Gazi dengan balutan Dely Tire dicomot Moto 1 mencengkram aspal. Mengimbangi konsep, piranti penggeming kuping jadi momen akhir menjejali Metica. Tak asal pilih, aksesoris audio dan visual pun tumplek meramaikan ide dan kreasi Ajus. (Wiliz Zuraidah, wartawati Tabloid Montorku)

Data Modifikasi :
Piston & Silinder : Daytona
Saringan Udara : Ukicine Car Filter
Karburator : Keihin
Aksesoris : IBE Custom, CCTV kamera, Built in Jacffor, DVD, VCD, CD, MP4, MP3, WMA
Shock Breaker : Gazi
Ban : Dely Tire
Rem : Brembo
Muffler : SBR Custom
Warna Cat : Putih
Stang : Strondol Robocop Taiwan
Lampu Depan : Nouvo
Speedo Meter : Divot Japan
Spion : H-D custom

KPO/EDISI 155/JULI 2008

BMW 328 Mille Miglia Touring Coupe

thumbnail
Sensitifnya Jagoan Tua
"Love Me, Trust Me, But Please Don't Touch Me", kata ini menempel di kaca depan BMW 328 Mille Miglia Touring Coupe yang dipajang di salah satu ruang pamer mobil klasik Jakarta. Keberaadaan mobil ini di dunia dapat dihitung dengan jari. Istimewanya, mobil ini hanya dimiliki oleh Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI), dan merupakan salah satu koleksi terbaiknya.
Menilik sejarahnya, mobil BMW 328 Mille Miglia dibuat oleh Bayerische Motor-Werke (Bavarian Motor Works atau BMW), sebuah perusahaan yang berdiri pada 7 Maret 1916 dengan memproduksi mesin pesawat Bayern. Sang pendiri, Karl Rapp dan Gustav Otto mula-mula memberi nama Bayrischen Flugmotorenwerken, setahun kemudian berganti nama menjadi BMW Bayerische Motoren Werke atau dapat diartikan Pabrik Mesin Bayern. Setelah Perang Dunia I (perjanjian Versailles), pabrik pembuat mesin-mesin pesawat dilarang. BMW pun beralih memproduksi mesin dua silinder untuk sepeda motor.
Baru pada tahun 1929, BMW membangun mobil pertamanya, Dixi, di pabrik Eisenach, Jerman. Sebelum pabrik Eisenach dibuka, semua produk dibuat di Muenchen. Tahun 1938, BMW mulai membangun mobil balap model BMW 328. Meskipun menggunakan peralatan-perbengkelan yang masih sederhana, para insinyurnya berhasil memyempurnakan performa engine, chasis, dan desain bodi. Yang menarik, aerodinamis kendaraan pada saat itu cukup diperhitungkan, bahkan sebagian detail bisa meminimalkan gesekan udara. Mobil ini mampu melaju dengan kecepatan hingga 100 mph, sehingga menjadi kendaraan yang terhebat di jamannya. Sejarah mencatat, BMW 328 Mille Miglia Touring Coupe tercepat di ajang balap Original Italian Classic yang diikuti 400 peserta dari 69 perusahaan mobil tahun 1940. Mobil yang disokong mesin Inline Six Cylinder, dengan tenaga 80 Hp, dapat melaju dengan kecepatan rata-rata 103,6 mph. Produksi mobil ini dihentikan akibat pecah Perang Dunia II, dan BMW beralih memproduksi kendaraan perang. Dan, jejak sang legenda berakhir di tahun itu. Hingga sekarang, basis mobil balap BMW Legendaries 328 Mille Miglia Touring Coupe, masih digunakan pada varian mobil dua penumpang BMW terkini.
Kita patut bangga, di negara yang cukup jauh dari asal mobil ini yakni Indonesia, memiliki koleksi mobil balap Legendaries BMW 328 Mille Miglia Touring Coupe. Walaupun sekarang hanya cukup bisa dipandang, mobil ini dapat menceritakan sejarah masa lalu, yang dapat menjadi menjadi perenungan untuk masa depan.(DEDI PRIYONO)

BIODATA:
Model : BMW 328
Production : 1936-1940
Body styles : Two Seater Sport
Construction : Steel Ladder frame With tubular side members
Engine : Inline Six Cylinder, Over head Valve
Power Output : 80 bhp
Transsmision : Four Speed Manual
Suspension : Independent front with transverse leaf springs, live rear axle with semi-
Elliptich leaf springs
Brakes : Drums all round
Maximum Speed : 161 km/h (100 Mph)
KPO/EDISI 154/JUNI 2008

Modifikasi Suzuki Shogun 2005, Jember

thumbnail
Mirip Monster Jalanan
Bagi M Arif Fausa, memiliki motor nyeleneh memberikan suatu kebanggaan yang sulit digambarkan. Lebih-lebih lagi kala membesutnya di jalan raya. Menjadi pusat perhatian dan sering mendapatkan pujian merupakan suatu keistimewaan yang dirasakan mahasiswa semester 4 Universitas Jember ini.
Memanfaatkan tunggangan sebagai kelinci percobaan, pria yang diakrabi Ayiek ini, coba mewujudkan imajinasi seni yang dimiliki. Berdasarkan pengalaman dan rujukan berbagai media otomotif, eksperimen dilakoni. Tahap pertama urusan bodi menjadi pusat perhatian. Desain fiber yang dikerjakan secara bertahap mampu mewujudkan tokoh monster yang hendak ditampilkan. Mulai dari batok hingga sayap depan tunggangan ini dibuat menyerupai taring tajam sang monster imajinasinya. ‘’Bagaimana hasilnya, serem kan?,’’ tanya Arif mengumbar senyum.
Tidak cukup sampai disitu, bertugas sebagai penghibur dalam perjalanan, seabrek piranti audio disematkan pada lansiran tahun 2005 ini. Untuk head unit, modifikator murah senyum ini mempercayakan piranti AVT yang dipararelkan dengan monitor 7 inci sebagai biang suara. Power 4 chanel merek Symbian diberikan mandat sebagai penambah daya gebuk pada dua buah Subwoover merek Venom diameter 12 inci dan sepasang Midle dan Tweter. Lokasinya ditempatkan persis di samping kanan dan kiri. Meski masih pemula, ramuannya cukup ampuh bertugas sebagai pemanja telinga dan cocok dinobatkan sebagai monster jalanan. (JULI)

Data Modifikasi
Ban : Mizzle 50/90-17
Velg : Yoshi
Cakram : 4 unit TZM
Shock Dpn : Up Side Down
Shock Blk : Kitaco
Swing Arm : Posh
Knalpot : Costum 4 lubang
Cat : Biru Grafis Gliter
Body : Monster Costum
Head Unit : AVT
Power : Symbian
Monitor : Liliput
Sub woover, Midle & Twiter : Venom.
KPO/EDISI 153/JUNI 2008

Elegan Nan Minimalis

thumbnail
Honda Jazz 2004, Denpasar
Aura melankolis terlihat dari wajah tampannya. Sosoknya bakal mengundang decak kagum cewek-cewek metropolitan. Adalah I Kadek Rum Sanjaya (27), pria kelahiran Karangasem ini selalu optimis dalam hidupnya. Tak ayal, meski terbilang muda, Kadek, begitu ia biasa diakrabi berhasil meraih cita menjadi bos besar Bimotora Motor (BM) di sekitaran Jl Mertasari, Denpasar. Sukses melebarkan sayap di dunia bisnis penjualan mobil bekas tak membuat cowok berbintang Cancer ini lupa daratan.
Selidik punya selidik, Kadek memang doyan modifikasi alias modif mania. Cowok hitam manis itu pun mengaku sejak duduk di bangku SMU doi keranjingan virus modifikasi. Nggak heran hobi modifnya itu terapresiasi dalam besutN Honda Jazz-nya kini. Menilik jubah si Jazz, siraman warna White Diamond Spice Hacker membalur eksterior. Nuansa elegan pun kental membesut pembatas bodi dengan variasi striping silver-nya. Di balik keeleganannya, konsep minimalis justru jadi rujukan si empunya lansiran 2004 ini. Lihat saja kekompakan fitur-fitur yang menjejali interiornya, rangkaian Fabulous terpatri hampir di seluruh komponen Honda. Tengok saja di Body Kit, GT Wing, Velg, Jog Seat, dan Knalpot. Mendukung variasi Fabulous, sang installer menjejalkan pula rangkaian head unit di buritan kosong mobil. Langkah akhir ditawarkan sang owner “Circuit”, agar kuat menggebuk jalan beraspal. Ban Toyo Proxes pun digaet buat kaki mungil si Honda Jazz. (WILIZ ZURAIDAH)

Data Modifikasi:
Body Kit, GT Wing : Custom Fabulous
Velg : Fabulous Ring 19’
Ban : Toyo Proxes
Cat : White Diamond Spice Hacker
Body Kit Installer : Circuit
Jog Seat : Kulit Fabulous
Pedal Seat : Vail Side
Shift Knop : Vial Saio
Hand Brake : Momo
Karpet : Semi Kulit
Tachometer : Auto Meter
Head Unit : JVC KD-DV5 108
CD Changer : JVC
Sub Woofer : Visionik
Midlle : Plit Soundstream
Tweeter : Visonik Monoblock
Knalpot : Fabulous
KPO/EDISI 152/MEI 2008

Kang Mas Bak HD Choppers

thumbnail
Honda Tiger ‘2003, Jakarta
Modifikasi Honda Tiger, umumnya bergaya Street Fighter atau tampilan motor sport. Namun di tangan Robert, si Tigi dibuat lebih tinggi derajatnya – tampil ala HD Choppers. Walhasil, gubahan builder bengkel Dejavu Cyles ini sengaja dibuat untuk mengikis idiom Tigi yang selalu identik dengan model sport.
Untuk ubahan kali ini Robert tak main-main. Referensi digodok dari berbagai majalah terbitan luar negeri, internet, sampai berdiskusi dengan pakar moge custom tanah air – Bingky Ignatius builder Bikers Station. Hal tersebut terlakon guna menghadirkan hasil yang sempurna, baik dari segi keamanan, kenyamanan serta keindahan motor yang dirakit. ‘’Gue cari referensi dari banyak sumber, agar aman saat digunakan. Gue nggak mau nantinya terjadi apa-apa pada motor yang dibangun,’’ terang Robert dengan nada serius.
Melalui ilmu yang diperoleh, badan si macan dirombak ulang. Mulai dari rangka utama, tangki, jok, stang, sparboart, serta suspensi rigid di belakang dipermak ala chopper. Kesempunaan modifikasi adalah obsesinya. Operan gigi dibuat model tangan dan transmisi menggunakan system Shifter. Buritan tak lupa disentuh. Selain moulding spartboart tampilan buritan diperkuat Exhaust handmade kreasi bengkel Dejavu Cycles. Untuk putaran roda, Robert cukup mengaplikasikan ban Metzler, yang mengawal pelek standart Tigi di depan dan pelek ZX 400 dengan dimensi lebar di belakang. Tampilan depan cukup diperkuat lampu pasing lamp HD.
emas. ‘’Motor ini memiliki nama Kang Mas, karena ada ornamen warna emas. Inilah modifikasi untuk mem Sebagai tahap akhir, seluruh bodi dilabur cat merah maron, sedangkan stang warna gelap dan kaki-kaki disemprot warnaupus Honda Tiger yang imejnya selalu identik tampilan sport,’’ pungkas pentolan Dejavu Cyles ini.
(DEDI PRIYONO)

Data Modifikasi:
Shock blkng : Rigid Hand made “Dejavu Cycles”
Pelek blkng : ZX 400
Ban dpn/blkng : Metzler

Lampu depan : Pasing lamp ko
Lampu blkng : Variasi
Rangka : Hand made “Dejavu Cycles”
Pustep depan : Yoshimura
Knalpot : Hand made “Dejavu Cycles”

Tangki : Hand made “Dejavu Cycles”
Stang : Hand made “Dejavu Cycles”
Rake : 52 derajat
Cakram blkng : Zx 400
Trasmisi : Shifter

Pengerjaan : Bengkel “Dejavu Cycles” Tanggerang 021 98766993
KPO/EDISI 151/MEI 2008

Menor Berpadu Striping

thumbnail
Timor DOHC 1997, Denpasar
Menyulap tunggangan jadi lebih ekstrim dan garang jagonya Central Body Work (CBW). Sentuhan tangan modifikator asal Gatsu 6 E/ VI, Denpasar ini banyak digaet pecinta modif di Denpasar. Lihat tongkrongan Timor DOHC lansiran ‘97 ini. Film Fast and Furious berikan inspirasi konsep sang owner, Andi, yang tinggal di bilangan Jl Pulau Komodo, Denpasar.
Futuristik dan menarik, mobil modif olahan CBW ini kental dengan aura racing. Meski siraman warna menor paduan magenta dan hijau menutupi jubah asli plus striping membuat Timor lebih eye cathing. Sebagai aliran racing, penopang kaki velg merit racing balutan Nankang jadi kekuatan. Ditunjang kapasitas mesin yang diperbesar agar bisa digeber kencang.
Merambah interior, jejalan semi kulit menutupi jog seat. Tak luput piranti lain seperti setir, shift knop, speedo dan tachometer terangkai apik bubuhi DOHC. ‘’Luar dalam terlihat asoy kan,” ujar Andi bangga. Rangkaian pemanja telinga hasil kreatifitas Made Pingky kian menyenangkan si pemilik mobil ini. Merek Kiekers pun dominasi audio, didukung head unit pioneer, power Symbion berkapasitor 1,0 fahrad. Kelar ngurusin modif, Andi keranjingan pamer tunggangan di jalanan kota. (WILIZ ZURAIDAH)

Data Modifikasi
Kapasitas Mesin : 1800 cc
Body Kit : Fiber Glass
Kap Mesin : Fiber
GT Wing : G O
Velg : Merit Racing
Ban : Nankang
Body : Full Body Kit
Cat : Blinken
Warna : Hijau slip Merah Muda
Jog Seat : Semi Kulit
Setir : Racing
Shift Knop : R1
Speedo : PDO
Tachometer : RTM
Head Unit : Pioner
Sub Woofer, Midlle, Tweeter, Crossover : Kiekers
Power : Symbion
Kapasitor : 1,0 fahrad
KPO/EDISI 150/APRIL 2008

Macchiato; Esspreso Italia Plus Susu Hangat

thumbnail
Veroland, pentolan Kick Ass Choppers, bisa disebut sebagai builder dengan 1001 ide. Semua karyanya mampu menghentak dunia customized tanah air. Moge bergaya Ol’ Skul, Miss Hot Rod Queen dibangun dengan mengaplikasikan beberapa komponen Hot Rod. Custom Anfibio yang mengedepankan ban super besar dan beberapa karya lainnya kerap tampil nyeleneh, namun memikat dan kaya akan unsur seni.
Seperti moge custom bertitle Macchiato ini. Vero ingin menampilkan sosok motor yang terlihat tua. ‘’Banyak orang yang menginginkan tampilan moge terlihat tua melalui desain HD lawas. Sedangkan part dan kompanen hi tech. Ini yang menjadi trend saat ini,’’ jelas builder berperawakan tinggi besar ini.
Benar saja. Moge ini jauh berbeda dengan karya-karya Vero sebelumnya, yang cenderung tampil dengan rake lebar, suspensi panjang ala chopper. Kali ini, Vero mengacu pada model Flatrack sebagai motor pacu track lurus. Aura lawas Maciatto, dibangkitkan melalui harmonisasi beberapa komponen seperti suspensi mengandalkan model springer dan swingarm rigid. Jok dibalut kulit, kreasi bengkel Kick Ass Chopper. Fender belakang dibuat model dulu dengan besi pengait sebagai pegangan.
Menilik ke tangki, ide brillian Vero berperan. Penampung bahan bakar didesain seolah terbagi dua dan dihubungkan ke pengikat dari kulit ke kerangka utama. Sebagai jantung mekanis digunakan mesin Sporster 1200cc. Untuk tampil mumpuni, beberapa kreasi Vero diaplikasikan pada air filter model Knock off, Shifting, exhaust dan beberapa komponen lain.
Uniknya, pijakan kaki memakai pustep sepeda ontel tempo dulu. Bodi dikelir coklat tua, sedang tangki BBM, fender dan roda coklat muda. Mungkin rona esspreso Macchiato telah menginspirasi Vero. Coraknya yang lembut membawa kesan retro nan klasik. Macchiato sendiri berasal dari Bahasa Italia, yang berarti noda. Sedangkan esspreso macchiato merupakan esspreso yang disajikan dengan sedikit susu hangat.
Sementara pada kaki-kaki, laju ban depan Macchiato dikawal velg KAC dan si hitam bundar berlabel Avon Speed Master. Sedangkan belakang dikawal velg DNA 18 x5.5 dengan ban Fire Stone. ‘’Ban belakang model ulir cacing baru pertama kali disbanding dengan velg DNA yang memiliki ukuran lebar. Posisinya bisa dilihat di sini, bentuk ban Firestone jadi agak melebar, belum ada yang mengaplikasikan seperti ini,’’ ujar Vero. Untuk membuktikan bahwa ban cukup handal, dalam sesi pemotretan di markas KAC, Jl Mampang Prapatan Raya 3 Jakara Selatan, Vero melakukan aksi burn out. Bravo Vero. (DEDI)
Spesikasi Custom Bike
Bike Name : Macchiato
Model/Year : Flatrack/2008
Setting body/Customizer : Kickass Choppers/Veroland
Web : www Kickasschoppers.net
ENGINE
Model/Year : Sportster/2006
Displacement : 1200cc
Air Filter : Knock Off Kick Ass Choppers
Exhaust : Kick Ass Chopper
TRANSMISSION
Shifting : KAC
Clutch : Barnet
PAINTING
Moulding : Veroland
Painter : Felix
FORK & SUSPENSION
Tipe : Springer
Swingarm : Rigid
TIRE, WHEEL & BREAK
Font Wheel : Kick Ass Choppers
Front Tire : Avon Speed Master
Disck Break, Front Break & Rear Break : Stock
Rear Wheel : DNA 18x5,.5
Rear Tire : Firestone.
KPO/EDISI 149/APRIL 2008