Anggur Dogler Rambah Dunia Surfing

thumbnail
Oleh: Wayan Nita
Majunya dunia surfing di Indonesia dan Bali khususnya tidak terlepas dari peran penting Kim Bradley. Bradley adalah pahlawan yang memperkenalkan surfing di Indonesia. Dalam rangka menghormati jasanya yang jatuh setiap tanggal 9 Mei, komunitas Magic Wave Surving Camphionship menggelar acara di pantai Kuta. Acara yang dihadiri ratusan peserta ini didukung Dogler, anggur kesehatan yang diproduksi PT Karya Pak Oles Tokcer.
Pande Putu Astana, Kepala Unit Pemaran Bali menyebut, para surfer merespon positif dengan hadirnya Dogler. Antusias peserta terlihat ketika menikmati Dogler sebelum surfing. Dogler ini sebenarnya minuman yang berkhasiat untuk menghangatkan tubuh. Karena Dogler diramu dengan bahan baku anggur hitam asli yang difermentasi dengan teknologi EM. Selain buah anggur organik, minuman kesehatan ini dicampur dengan rempah-rempah seperti jahe, cengkeh dan kayu manis. “Minuman kesehatan ini diproses secara higienis sehingga aman untuk dikonsumsi masyarakat,’’ kata Astana.
Anggapan minuman beralkohol mengganggu kesehatan tidak berlaku untuk penikmat Dogler. Dengan kadar alkohol di bawah 5%, anggur kesehatan ini juga aman dikonsumsi wanita. Karena dapat melancarkan haid, mengurangi bau tak sedap, mengurangi keluhan keputihan dan membantu menghaluskan kulit. Tapi pantangan untuk wanita hamil. Di bawah perusahaan yang dipimpin Ir Gede Ngurah Wididana, banyak manfaat yang bisa dirasakan dengan konsumsi anggur ini adalah meningkatkan stamina, sebagai antioksidan, menghilangkan pegal, nyeri sendi dan merangsang proses regenerasi kulit. Konsumsi harus sesuai takaran (tiga kali sehari setelah makan cukup satu sloki).
KORAN PAK OLES/EDISI 177/15-30 JUNI 2009

Mahasiswa Poltekes Belajar Teknik Olah Sampah

thumbnail
Oleh: Wayan Nita
Kesehatan lingkungan akhir-akhir ini menjadi perbincangan serius. Semua pihak berlomba untuk menyulap lingkungan sekitar agar tetap bersih dan hijau dengan menerapkan sistem pemupukan secara organik.
Pengolahan sampah dan lingkungan serba organik, kini menjadi agenda penting bagi setiap sekolah dan bahkan banyak sekolah yang sudah memasukan ke dalam mata pelajaran khusus di sekolah. Salah satu perguruan tinggi swasta di Denpasar, Politeknik Kesehatan (Poltekes) misalnya, menaruh perhatian serius pada bidang kesehatan lingkungan sudah sejak tahun 2000, termasuk teori dan praktek pengolahan sampah. Adapun teori tersebut berupa teknologi EM, -- yang dikenal ramah lingkungan. Untuk praktek, mahasiswa diajak ke kebun percontohan organik dan pembuatan pupuk organik. Buktinya, mahasiswa semester IV jurusan kesehatan lingkungan belum lama ini berkunjung ke kebun percontohan Pak Oles di Jl P Roti.
Kebun yang didirikan Dr Ir Gede Ngurah Wididana, M.Agr tersebut menjadi salah satu kebun alternatif yang sering dikunjungi berbagai kalangan, baik murid TK, SD, SMP dan SMU di Bali dan Jawa Timur, PT dari dalam dan luar negeri, pebisnis dan pemerhati lingkungan dari dalam dan luar negeri. Lokasi yang mudah dijangkau dan terletak di dalam kota tersebut menjadi kebun tanaman obat dan pembuatan pupuk Bokashi Kotaku. Banyak tanaman obat tumbuh subur di dalam kebun itu.
“Kunjungan ini bertujuan untuk mengajarkan langsung cara pembuatan pupuk organik. Dan pengolahan sampah dan limbah yang ramah lingkungan. Ini sebagai bekal untuk mereka setelah lulus nanti,” jelas I Gede Wayan Darmadi, SKM, dosen pengampu mata kuliah kesehatan lingkungan.
Sebenarnya, lanjut Wayan Darmadi, selama ini belajarnya langsung ke desa Bengkel di Buleleng, tempat pelatihan IPSA (Institut Pelatihan Sumberdaya Alam). Di desa Bengkel menjadi pusat pembuatan pupuk dan produk kesehatan. Setelah mengikuti pelatihan sehari, mahasiswa diberikan tugas untuk membuat pupuk sendiri.
Pupuk organik yang dibuat dengan teknologi EM diterapkan untuk pemupukan tanaman di sekitar kampus. Meski hasilnya belum sempurna, tapi semangat mahasiswa untuk menciptakan lingkungan sehat dan lestari perlu diacungi jempol. Pada sisi lain, harus diakui bahwa masih ada anak muda yang mau memperhatikan lingkungan, pengolahan limbah dan sampah. “Kami sebagai dosen juga ingin belajar langsung ke IPSA agar lebih mendalami,’’ tegas harap Wayan Darmadi.
KORAN PAK OLES/EDISI 177/15-30 JUNI 2009

HUT Kota Bogor: Songgolangit Persada Buka Stand

thumbnail
Berlokasi di Kota Mandiri Sentul International Convention Center (SICC) Kecamatan Babakan Madang, Bogor, Hari Jadi Kota Bogor diadakan. Pameran bertajuk Bogor Tourism Mart and Expo itu banyak menyita perhatian warga sekitar. Pameran yang digagas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tersebut sengaja digeber di Sentul City sebagai salah satu tempat perumahan yang nyaman dengan suasana alam pegunungan hijau dan bersih. Semua potensi UKM hadir termasuk PT Songgolangit Persada yang memiliki pabrik di kota hujan itu.
Memang salah satu upaya dalam melestarikan lingkungan dan menjaga lingkungan yang bersih dan asri, kota bogor mulai berbenah diri termasuk memangani sambah kota karena masalah sampah kota tidak bisa dianggap enteng. Persoalan sampah yang dihasilkan setiap harinya begitu banyak.
Data dari Dinas Kebersihan Kota Bogor, setiap harinya Kota Bogor menghasilkan sampah terutama dari kebutuhan rumah tangga, hotel, rumah makan, toko, perkantoran , pasar dan lain-lain cukup banyak.
Untuk itu PT Songgolangit memperkenalkan teknologi yang ramah lingkungan EM4 kepada masyarakat. Di pameran Bogor Tourism Mart and Expo’ inilah sebagai sarana yang tepat memperkenalkan teknologi EM kepada masyarakat. Karena ajang pameran ini sangat ramai dikunjungi masyarakat khususnya dari Jakarta dan masyarakat Bogor sendiri
Memang Bogor yang berada di selatan Kota Jakarta, perlu diupayakan pemanfaatan sampah secara intensif. Dengan membuat bokashi sendiri (pupuk limbah rumah tangga dengan teknologi EM4) masyarakat memanfaatkan pupuk tersebut utnuk lahan pertaniah atau untuk memupuk lahan pekarangan sendiri. Dan ini memberikan hasil tambah, apalagi dijadikan usaha sehingga dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga.
Seperti dilakukan kelompok Tani Mekar Tajurhalang Bogor, memanfaatkan sampah kota untuk dijadikan pupuk bokashi. Dan pupuk ini sangat diminati masyarakat Bogor dan sekitarnya. ‘’Kami memproduksi ini masih skala kecil tapi sudah banyak permintaan, apalagi pupuk bokashi ini sangat cocok untuk tanaman palawija dan sayuran yang banyak ditanam di kota Bogor ini, ‘kata dadang salah satu anggota kelompik tani Mekar, Tajurhalang Bogor tersebut. Fermentatornya EM4 juga menjadi perhatian pengunjung pameran. (Agus Salam)
KORAN PAK OLES/EDISI 177/15-30 JUNI 2009

Biotor Garap Bengkel Variasi

thumbnail
Daya siar Radio Dunia Bokashi Raya 100,5 FM, Pak Oles 89,8 FM dan Hexon 92,8 FM serta tabloid otomotif MONTORKU dan Koran Pak Oles memang sudah menjangkau seantero Bali. Bahkan informasi tentang penetrasi pasar seputar produk keluaran PT Karya Pak Oles Tokcer, PT Pak Oles & Biotor Technology dan PT Songgolangit Persada tak pernah luput dari bidikan para awak media. Informasi yang diterima masyarakat pun disambut positif.
Biasnya, permintaan Ramuan Pak Oles dan Tri Biotor: Spontan Power (penghemat BBM), Hexon (vitamin oli), dan Kudo (vitamin BBM) kian meningkat, apalagi per 2009 ini didongkrak dengan sistem Gebyar Hadiah Biotor.
Guna memudah tuntutan konsumen, tim biotor menggandeng 1000 bengkel di Bali, toko-toko onderdil dan bengkel variasi motor mobil. ‘’Kami ingin konsumen secara mudah mendapat produk biotor yang dipasarkan oleh perusahaan Pak Oles Group. Mereka bisa mencari Hexon, Kudo dan Spontan Power di bengkel-bengkel rekanan PT Pak Oles & Biotor Technology atau toko onderdil dan aksesoris,’’ ungkap staf Biotor Yunus Sugianto.
Menurutnya, rekanan biotor telah menyebar di setiap kabupaten dan kecamatan di Bali. Saat ini tercatat 50 toko onderdil dan variasi yang telah menjalin kerja sama dengan biotor. Antara lain di Negara, Karangasem, Bangli, Gianyar, Klungkung dan Tabanan. Setiap kabupaten dan kecamatan ada 5 rekanan biotor yang bisa dijadi rujukan customer untuk mencari dan menggali informasi produk otomotif biotor technology. (LIZ)
KORAN PAK OLES/EDISI 177/15-30 JUNI 2009

Pemasangan Spontan Power Pada Toyota Hartop Diesel

thumbnail
Spontan Powerm (SP) diciptakan Dr Ir GN Wididana, M.Agr untuk menghemat BBM kendaraan roda dua dan empat, termasuk mesin genset maupun speedboat. Pemasangan SP pada Toyota Hartop Diesel mirip dengan aplikasi di mobil Mitsubishi L300 diesel, Daihatsu Taft dan Cevrolet Diesel.
Berikut cara pemasangan;
Perhatikan sirkulasi BBM dari tangki ke Bosch Pump. Instalasi BBM pada Hartop, biasa dari tangki ke pompa solar (menyatu dengan bosch pump) dan dari pompa solar ke filter solar serta ke bosch pump (Gbr I).
Pemasangan SP dilakukan pada selang dari tangki menuju pompa solar. Lepas selang solar pada ujung pipa yang menuju pompa solar. Hubungkan dengan salah satu nepel SP. Pada nepel SP yang satunya tambah selang solar kira-kira 30 cm untuk dihubungkan ke pipa solar (Gbr II 2). Setiap sambungan selang dikancing dengan klem. Ikatkan SP pada sasis kendaraan secara horisontal (posisi datar). Hidupkan mobil selama 10 menit tanpa gas.
KORAN PAK OLES/EDISI 177/15-30 JUNI 2009

Sebar Spanduk Biotor

thumbnail
PT Pak Oles & Biotor Technology Cabang NTB terus melakukan terobosan demi mendongkrak pemasaran Spontan Power (SP), Hexon dan Kudo. Terobosan yang siap digeber adalah menyebar spanduk untuk dipasang di sejumlah bengkel yang sudah dijadikan mitra perusahaan ini.
Kacab Pemasaran Biotor NTB, Gde Ngurah mengaku, pihaknya sudah minta 20 spanduk biotor yang siap disebar ke sejumlah bengkel di Lombok. ’’Bahkan kita mengupayakan bisa dikirim ke Sumbawa, Bima maupun desa-desa terpencil seperti Tanjung, Lombok Utara,’’ kata Ngurah.
Kecuali promosi produk-produk biotor yang selama ini intensif dilakukan baik melalui Koran Pak Oles maupun MONTORKU, upaya promosi lain seperti pemasangan spanduk dengan menggandeng bengkel-bengkel otomotif, cukup punya andil untuk meningkatkan pemasaran produk asal Bali itu, ungkap Ngurah. (ARDI)
KORAN PAK OLES/EDISI 177/15-30 JUNI 2009

Beda SP Solar, Bensin & Injeksi

thumbnail
Tanya:
Pak Yunus Yth
Di pasaran ada 3 macam Spontan Power untuk mobil yaitu SP solar, bensin dan injeksi. Apa perbedaan dari ketiga produk di atas dan apakah SP solar bisa dipasang pada mobil bensin? Terima kasih.
Dari: Ahmad di Kediri, Jatim.

Jawab:
Perbedaan ketiga jenis SP itu hanya ada pada diameter nepel SP. Untuk butiran EM Keramik yang ada dalam tabung SP jumlahnya sama. Artinya ketiga jenis SP ini bisa digunakan untuk mobil bensin, solar maupun injeksi. Semua tergantung besar diameter selang setiap mobil.
KORAN PAK OLES/EDISI 177/15-30 JUNI 2009

Krim Saribing: Kulit Sehat Tanpa Obat Kimia

thumbnail
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan "public warning" terhadap kosmetika palsu dan mengandung bahan obat kimia yang marak beredar di pasaran.
Produk-produk yang beredar itu diantaranya banyak yang bermerk terkenal seperti OLAY 4 in 1 complete make up, OLAY Total White, POND`s Detox Complete, POND`s Age miracle, Salsa Hair Colorant, CR UV Whitening, dan lainnya.
Produk berbahaya tersebut antara lain mengandung Mercuri, Hidroquinon, Asam Retionoat, dan bahan pewarna yang dapat merusak organ tubuh, iritasi kulit, dan juga kanker. Masyarakat pun mulai hati-hati dalam memilih maupun membeli produk kosmetika.
Yang paling aman adalah membeli produk-produk kecantikan herbal yang telah terbukti khasiatnya dan bebas bahan kimia. Salah satunya adalah Krim Saribing, produk kecantikan kulit terbaik karya anak negeri dari Pulau Bali, Dr. Ir. G.N. Wididana, M.Agr atau yang biasa dikenal sebagai Pak Oles.
Ibu Yuli Widihastuti (29) seorang guru TK di Boyolali, Jateng awalnya ragu untuk memakai produk kecantikan Pak Oles. Maklum kulit wajahnya pernah rusak karena memakai kosmetik tertentu. “Setelah membaca informasi di Koran Pak Oles, saya akhirnya mencoba Krim Saribing dan Masker Madu Hitam. Alhamdulillah dengan keyakinan hati, dalam dua minggu, muka saya lebih bersih dan kerutan muka memudar. Saya menjadi lebih PD dan wajah tetap bersih alami walaupun tanpa bedak,” ungkapnya.
Saribing adalah krim kecantikan alami yang terbuat dari hasil fermentasi beberapa tanaman yang berkhasiat melembutkan dan meremajakan sel kulit. Saribing terbuat dari ekstrak lidah buaya, daun pepaya dan daun sirih yang diikat dengan lilin lebah madu (wax).
Pemakaian Krim Saribing yang rutin dapat melembutkan dan menghaluskan kulit, menghilangkan noda hitam atau flek pada kulit, mengurangi atau mencegah keriput pada kulit dan wajah serta melindungi kulit dari efek negatif sinar matahari.
Untuk melembutkan dan menghaluskan kulit di telapak tangan, siku, lutut atau kulit wajah, Krim Saribing diusapkan secara tipis dan merata sambil ditekan-tekan.
Krim ini juga efektif mengurangi noda hitam atau flek dan keriput di wajah dengan cara mengusapkannya tipis-tipis pada kulit wajah yang mengalami pigmentasi pada malam hari. Sebelumnya, kulit wajah dibersihkan terlebih dahulu untuk perawatan yang intensif, usapkan Saribing secara kontinyu setiap malam.
Bagi kaum wanita yang sering bepergian atau kerap terkena sinar matahari langsung dapat melindungi kulit dari efek negatif sinar matahari dengan Krim Saribing. Usapkan Saribing secara tipis dan merata pada kulit yang banyak terpapar sinar matahari.(Nia)
KORAN PAK OLES/EDISI 177/15-30 JUNI 2009

Tur Perdana Ke Bukit Hexon

thumbnail
Treking Hingga Mandi Air Terjun
Hari itu Sabtu, 23 Mei 2009. Desiran angin pegunungan menyiram aroma kesejukan di sekujur tubuh. Udara pagi nan segar berhembus lembut. Canda dan tawa riang menghiasi wajah rombongan peserta Agrotour Perdana Bukit Hexon saat tiba di perkebunan stroberi Desa Pancasari, Bedugul. Dirut GN Wididana didampingi Direktur Agus Urson, Manajer Keuangan Made Ayu Lidyawati dan staf dari berbagai divisi berloncatan turun dari bus mitsubishi yang membawa mereka dari Denpasar.
Bambang H, General Manajer Bali Meru Holidays Tours & Travel Pak Oles Group didampingi Komang Abdi (43) yang menjadi tour guide berkeliling melihat budidaya tanaman stroberi milik I Made Suastika dan I Wayan Seriadi seluas 88 are. Buah stroberi tumbuh segar di atas lahan seluas 10 are yang dikelola khusus Made Suastika dengan menggunakan pupuk Bokashi Kotaku dan EM4. Sedangkan Wayan Seria menanam 7600 pohon stroberi dengan pemupukan organik EM4 yang diperkenalkan Pak Oles di atas lahan seluas 18 are. “Setelah 3 bulan memakai pupuk Bokashi dan EM4, baru terlihat hasilnya. Tanaman stroberi yang pakai pupuk Bokashi lebih subur, buah lebih banyak dan bisa dibuat perbandingan buahnya dari segi rasa. Beda jauh dengan tanaman stroberi di sebelah yang belum pakai pupuk Bokashi,” ungkap Suastika kepada peserta tur yang diizinkan mencicipi buah stroberi miliknya.
Setelah berpamitan, bus tur kembali bergerak menuju areal agrowisata Bukit Hexon, sebuah bukit hijau di ketinggian 1320 m (dpl), 60 km arah barat Denpasar, tepatnya di Desa Lemukih, Sawan, Buleleng. Jalan berkelok penuh tanjakan dihiasi pepohonan hijau di sisi jalan membawakan sensasi tersendiri. Akhirnya rombongan tiba di dusun Tempek Lobong, sebuah dusun yang terletak di kaki Bukit Hexon. Bus terus merangkak naik menuju bukit yang dulu bernama asli Bukit Sandeh.
Di Bukit Hexon yang berudara sejuk, rombongan seakan tak sabar bergegas turun menghirup udara segar sepuas-puasnya. Dengan ramah rombongan disambut koordinator pembangunan Bukit Hexon Gede Eddy Sukawiratha (30) dan kepala kampung Tempek Lobong, Made Yasa (48). Tak lama berselang, pengelola Bukit Hexon menghidangkan teh panas dan kopi hangat. Peserta tur yang duduk lesehan di bale bengong menyeruput minuman dengan penuh rasa terima kasih sambil mencicipi ubi rebus.
Gede Eddy Sukawiratha pun mulai berceritera awal pembangunan Bukit Hexon, upaya warga secara swadaya membuka akses jalan hingga budidaya berbagai tanaman obat, garden tracking dan lintasan gasstrack otomotif yang membalut Bukit Hexon sepanjang 2,4 km.
Ajang treking pun dimulai. Rombongan tur menapak jalan setapak menuju puncak Bukit Hexon. Mata menjadi segar melihat berbagai tanaman obat dan markisa tumbuh subur. Di puncak bukit, terdapat pura serta pohon beringin tua yang besar dan teduh. Rasa lelah dan capek hilang seketika. Rombongan pun duduk bersila di hamparan rumput hijau sambil meditasi napas yang dipimpin langsung Pak Oles. Semua rutinitas hidup seperti dikubur, kecemasan lenyap, kekhawatiran sirna…Ya itulah sebabnya nabi, para rahib dan pertapa selalu mendaki bukit untuk bertemu Sang Pencipta.
Usai makan siang, rombongan berangkat menuju objek wisata air terjun kembar lima di Desa Sekumpul, 30 menit dari Bukit Hexon. Sungguh sebuah pemandangan yang menakjubkan. Ada lima sumber air terjun. Untuk sampai ke sumber air terjun, rombongan harus menuruni tangga yang bertepikan jurang menganga. Bukannya rasa takut, justru kian 'memancing' adrenalin para peserta tur untuk menguji ketangkasan pribadi dan ketangguhan otot kaki. Decak kagum dan aroma kengerian bersatu lekat dengan tekad untuk merasakan langsung butir-butir air terjun. Sedikit kesalahan saja bisa berakibat fatal. Beruntung sepanjang tangga ada pegangan besi yang kokoh.
Setelah puas menikmati percikan air terjun yang mengandung mineral berenergi, rombongan pun kembali ke Denpasar membawa segudang pengalaman dan sensasi keindahan alam yang ditawarkan dalam paket wisata Agrotour Bukit Hexon. (Nia)

Paket Wisata Agrotour
1. Denpasar – Pupuan – IPSA – Bukit Hexon – Bedugul – Denpasar / Tidur 1 malam di guest house Bukit Hexon.
2. Denpasar – Bedugul – Bukit Hexon – IPSA – Pupuan – Denpasar / Tidur 1 malam di villa IPSA Desa Bengkel.
3. Denpasar – Bedugul – Bukit Hexon – Denpasar / One Day Tour.
4. Denpasar – Pupuan – IPSA – Bedugul – Denpasar / One Day Tour.

Jadwal Bukit Hexon Tour
07:40 AM = Berangkat dari Denpasar
09:00 AM = Kebun Strawberry Bedugul
09:40 AM = Menuju Bukit Hexon
10:15 AM = Coffe break di Bukit Hexon
10:40 AM = Treking di areal Bukit Hexon
12:00 AM = Makan siang di Bukit Hexon
01:00 PM = Berangkat ke Air Terjun Sekumpul
04:00 PM = Pulang ke Denpasar mampir di Pasar Bedugul
06:00 PM = Tiba di Denpasar

NB: Harga termasuk:
- Mobil + BBM + Driver + parkir fee
- Coffe break
- Tiket obyek wisata
- Guide
- Makan siang

Harga tidak termasuk:
- Asuransi
- Obat-obatan pribadi
- Tip kepada tour guide
- Pengeluaran bersifat pribadi
Reservation: Bali Meru Holydays, Jl Letda Kajeng No 21B, Denpasar, Tlp/faks (0361-263862)

KORAN PAK OLES/EDISI 176/1-15 JUNI 2009

Pak Oles: 3 Tahun Lagi Agrotour Dicari Orang

thumbnail
Paket Wisata Bukit Hexon Agrotour
Pasar wisata di Bali amat beragam. Maklum Bali menjadi destinasi wisata paling favorit di Indonesia. Bahkan, Bali bisa kita juluki sebagai “Kampung Global Mini.” Manusia dari berbagai belahan dunia dengan beragam budaya, etnis, bahasa dan agama ada di Bali. Tak heran bila praktisi wisata di Bali aktif menawarkan berbagai paket wisata kreatif kepada wisatawan nusantara maupun mancanegara.
Dengan visi pemberdayaan potensi daerah terpencil, Dr Ir GN Wididana, M.Agr menggagas “proyek wisata” agrotour. Perintis pertanian organik berbasis teknologi effective microorganisms (EM) di Indonesia itu berkeinginan menawarkan paket wisata alam berbasis pertanian organik. Wisatawan selain menikmati pemandangan alam, juga dapat melihat langsung sentra-sentra pengembangan pertanian organik yang digagas Pak Oles.
Tempat-tempat wisata yang dirintis Pak Oles, julukan pria kelahiran Singaraja itu, jauh dari glamoritas dan hiruk pikuk. Seperti Bukit Hexon yang jauh terpencil di Desa Lemukih, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng Bali utara. Amat kontras dengan Garuda Wisnu Kencana di Bukit Pecatu, Bali selatan yang sudah biasa dikunjungi wisatawan. Demikian pula areal pertanian organik stroberi di kawasan Desa Pancasari Bedugul yang tidak seglamor pantai Kuta.
Ada juga Institut Pengembangan Sumber Daya Alam (IPSA) di Desa Bengkel, Busungbiu, Singaraja. Tempat ini telah menjadi rujukan para petani dari Sabang - Merauke, pelajar dan akademisi kampus dalam dan luar negeri untuk mempelajari teknik dan aplikasi teknologi EM di bidang pertanian, peternakan, dan pengolahan limbah. Desa Bengkel sendiri merupakan sentra industri obat-obatan tradisional dan produsen pupuk organik Bokashi Kotaku.
Sedangkan pengembangan areal Bukit Hexon sebagai kawasan agrowisata dirintis Pak Oles dengan visi kerakyatan. Upaya pengembangan agrotour itu semata-mata untuk pengembangan dan pemberdayaan potensi daerah-daerah terpencil yang selama ini jauh dari sentuhan akses pembangunan. “Kegiatan agrotour ini belum banyak berkembang di Bali. Saya yakin dua atau tiga tahun lagi paket wisata agrotour akan dicari banyak orang. Untuk sementara kami menawarkan paket wisata agrotour ini kepada para pegawai kantoran,” urai Pak Oles.
Bukit Hexon yang dulunya dikenal sebagai bukit Sandeh perlahan-lahan disulap menjadi areal agrowisata yang puncaknya diresmikan oleh Mantan Menham/Pangab Jend. TNI (Purn) H Wiranto. Siapa sangka, penduduk di kaki bukit yang jauh dari lalu lintas informasi kini mulai memasuki era keterbukaan. Hampir setiap pekan, ada tamu yang berkunjung ke bukit seluas 8 hektar tersebut.
Perlahan namun pasti, pembangunan sarana agrowisata mulai berjalan. Setelah akses jalan terbuka dan diaspal, pendirian bangunan fisik mulai dilakukan. Di antaranya pembangunan bale bengong, rumah panggung untuk penginapan (guest house) dari gelebek dan fasilitas MCK. Sebelumnya bersama warga setempat, Pak Oles berhasil mengalirkan air dari mata air di sisi Bukit Hexon yang kini dikonsumsi masyarakat sekitar.
Kehidupan penduduk desa yang miskin menurut Pak Oles bukan karena ketiadaan potensi. Sebaliknya desa-desa di kawasan Bukit Hexon memiliki potensi pertanian yang belum digarap optimal. Di antaranya peternakan sapi, budidaya tanaman kopi dan stroberi. Saat ini yang paling dirasakan masyarakat setempat adalah kehadiran produk Kopi Bubuk Bukit Hexon. Hasil kopi mereka sudah bisa dipasarkan berkat kerjasama dengan Pak Oles. (Nia)
KORAN PAK OLES/EDISI 176/1-15 JUNI 2009

Biotor Gandeng 1000 Bengkel

thumbnail
Beragam program terus digempur Tim Pemasaran Biotor demi menggebrak gebyar hadiah. Selama Mei lalu, di Tim Biotor Bali menggandeng 1000 bengkel rekanan. ‘’Program ini efektif dan positif dalam gelaran gebyar hadiah karena banyak peminat produk Biotor terutama Spontan Power,’’ buka Pande Putu Astana, kepala unit pemasaran PT Pak Oles & Biotor Technology cabang Bali.
Tim Biotor sepakat untuk menjalin kerja sama dengan bengkel di seantero Bali. Pasalnya, selama ini hanya mengandalkan bengkel Pak Oles di Jl Pulau Kawe Denpasar. Dengan 1000 bengkel dipastikan relasi lebih mudah mendapat produk. Dengan begitu, diharapkan mendongkrak penjualan baik untuk bengkel maupun perusahaan. ‘’Sebagai bentuk demonstrasi, pemilik bengkel memasang SP untuk sepeda motor pribadi. Kerja sama sistem cash order menuai respon positif dari bengkel rekanan yang sudah didatangi Tim Biotor. Citra tiga produk Biotor: Spontan Power, Hexon (vitamin oli) dan Kudo (vitamin BBM) produksi PT Pak Oles & Biotor Technology sudah melekat di hati masyarakat Bali.
Lebih jauh Pande Putu Astana berharap melalui kerja sama ini, selain mengangkat nama bengkel dengan kenaikan grade penjualan juga melambungkan citra tri produk otomotif: Hexon, Kudo dan Spontan Power. Rencananya, Tim Biotor fokus pada presentasi, penjualan, pemasangan poster, pendistribusian tabloid MONTORKU, Koran Pak Oles dan pemasarangan stiker Biotor di bengkel-bengkel rekanan. (LIZ)
KORAN PAK OLES/EDISI 176/1-15 JUNI 2009

Spontan Power Plus

thumbnail
Harga kebutuhan pokok terus melambung seiring terjadinya peningkatan kebutuhan tranportasi. Itulah yang memacu seseorang untuk kreatif menyiasati keadaan, termasuk pemasangan Spontan Power baik untuk mobil maupun sepeda motor. Kondisi itulah yang dimanfaatkan Herluinus Mafranenda, pelajar kelas II di sebuah SMA Swasta di Kota Jogja.
Untuk menyiasati mepetnya uang saku, Nenda memasang hingga dua penghemat sekaligus. Spontan Power dan hasil kreasi teknologi tepat guna karya sebuah bengkel di Jogja. Apa fungsi keduanya tidak bertabrakan? ‘’Keduanya bisa diaplikasikan dengan aman. Spontan Power bekerja untuk memurnikan bahan bakar, sementara penghemat ini bikin efektif pembakaran di ruang silinder,’’ kata Nenda.
Nenda sendiri sempat menjadikan kombinasi dua penghemat bahan bakar itu sebagai bahan penelitian di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan dengan SP, 1 liter bensin bisa dipakai 50-55 km. Ketika ditambah penghemat lain 1 liter BBM bisa menempuh jarak tempuh 60-70 km. Soal tarikan diakuinya dengan SP, motor lebih spontan digeber. Dalam sebuah test drive antara Jogja-Solo, kendaraan kesayangannya dapat melaju kencang di jalan raya. Selain itu, SP terbukti awet. Sejak tahun 2005, dia belum pernah mengganti perangkat SP di motor miliknya dengan kinerja SP pada sepeda motor masih tetap oke.
Penambahan penghemat lain, justru punya efek samping. ‘’Karena penghemat ini (selain SP) memakai tenaga listrik dalam jumlah besar, sekring jadi sering jebol. Tapi itu bukan masalah. Bisa diganti dengan sekring yang kapasitasnya lebih besar,’’ tegas Nenda. (YUNAS)
KORAN PAK OLES/EDISI 176/1-15 JUNI 2009

Kesembuhan Bukan Monopoli Medis

thumbnail
Terapi Johrei
Selama ini, praktek penyembuhan berbagai penyakit selalu berorientasi pada penyembuhan medis. Pengobatan penyakit berporos pada praktek kedokteran modern atau “dunia barat. Padahal ada berbagai tingkatan terapi alternatif penyembuhan penyakit warisan “dunia timur”. Salah satunya dengan terapi Johrei.
Johrei merupakan manifestasi energi ilahi yang dapat ditularkan melalui orang lain untuk penyembuhan rohani. Selain tubuh fisik, manusia juga memiliki “tubuh bioplasma” atau yang dikenal sebagai tubuh energi atau tubuh spiritual. Seseorang yang menderita sakit bisa “diobati” dengan terapi Johrei. Dalam hal ini, tubuh rohani sebenarnya yang “sakit” sehingga bermanifestasi dalam bentuk sakit fisik.
Lewat terapi Johrei, tubuh rohani disucikan. Manusia adalah mahluk yang paling sempurna di antara semua makhluk yang diciptakan Allah. Karena itu manusia sangat dipercaya menjadi wakil Tuhan di muka bumi ini, termasuk menjadi media penyembuhan bagi umat manusia. Baik itu penyakit jasmani maupun rohani.
Johrei adalah manifestasi tenaga luar biasa yang bisa diteruskan lewat satu orang individu kepada lain untuk penyembuhan penyakit rohani dan jasmani. Sewaktu badan rohani dicuci, sakit fisik disembuhkan. Pikiran dan batin manusia seakan “tenggelam” dalam kebenaran rohani. Kesembuhan tidak hanya monopoli tindakan medis. Kesembuhan juga bisa datang bila pasien memiliki kemauan untuk sembuh, penyerahan diri dan pasrah kepada kekuatan ilahi. Karena sesungguhnya Allah adalah Sang Maha Penyembuh dan Sang Pemberi Kehidupan.
Pengobatan Johrei dipopulerkan di Jepang oleh Mokichi Okada pada tahun 1920. Mokichi Okada adalah seorang seniman, filsuf, dan rohaniawan. Johrei ini terbukti memberikan efek perilaku positif dan mampu meningkatkan kualitas hidup manusia termasuk penyembuhan dalam dunia pengobatan. ‘’Ibarat gelas yang terisi kopi, kalau selalu diisi dengan air yang jernih lambat laun gelas yang berisi kopi menjadi bersih. Itulah gembaran hati manusia, jika selalu di-Johrei akan bersih dari sifat iri, dengki, tamak, sombong dan lain-lain,’’ kata suhu Johrei asal Jepang, Motoyoshi Suzuki ketika memberikan pelatihan Johrei kepada karyawan PT Karya Pak Oles Tokcer Cabang Jakarta.
Menurut Suzuki, terapi Johrei lebih mengutamakan keikhlasan dan kepasrahan kepada Tuhan. Melalui Johrei kesembuhan bisa diraih.’’Saya sudah beberapa kali melakukan terapi Johrei kepada masyarakat dan banyak di antaranya yang dapat sembuh. Di Bali, ada penderita struk bisa berjalan kembali,’’ katanya.
Terapi Johrei mulai dikembangkan dan dipopulerkan di Indonesia oleh Dr Ir GN Wididana, MAgr alias Pak Oles. Awalnya, Pak Oles mengajak karyawan PT Karya Pak Oles Tokcer untuk mendalami terapi Johrei. Pada bulan Mei, Motoyoshi Suzuki guru Johrei dan salah satu guru spiritual Pak Oles berkunjung ke Indonesia. Kunjungan Motoyoshi Suzuki itu sekaligus diisi dengan pelatihan Johrei kepada para karyawan baik di Bali maupun Jakarta. Motoyoshi Suzuki sendiri merupakan suhu Johrei untuk wilayah Indonesia. Tiap tiga bulan sekali, ia datang ke Indonesia untuk menyembuhkan penyakit yang diderita masyarakat.
Diharapkan Pak Oles, dengan belajar terapi Johrei, setiap karyawan mampu untuk menyembuhkan diri sendiri, menolong orang lain yang sakit dan seseorang biasanya menjadi lebih sabar dan bersemangat dalam menjalani kehidupannya. (Agus Salam)
KORAN PAK OLES/EDISI 176/1-15 JUNI 2009

Gebyar Hadiah Gairahkan Pasar Biotor

thumbnail
Secara umum perkembangan produk Biotor di NTB mengalami fluktuasi. Penjualan Maret 2009 misalnya tercatat untuk unit Tanjung: Spontan Power (SP) 4, Kudo 38 dan Hexon 103. Unit Pajang: (Hexon 63, Kudo 14, SP 1), Cakranegara I: (Hexon 22, Kudo 1), Cakranegera II: (Hexon 45, Kudo 11, SP 0). Unit Lombok Timur: (Hexon 28, Kudo 5), Sumbawa: Hexon 89, Kudo 19, SP 6), Bima: (Hexon 74, Kudo 12 SP 1).
Dibanding Maret, penjualan April 2009 terjadi peningkatan. Cakranegara I (Hexon 86, Kudo 33, SP 1), Cakrenegara II: (Hexon 69, Kudo 11), Pajang: (SP 1, Hexon 75, Kudo 8), Praya (SP 1, Hexon 79, Kudo 13), Tanjung (Hexon 209, SP 3, Kudo 39), Lombok Timur(SP 4, Hexon 82, Kudo 23), Sumbawa: (SP 11, Hexon 106, Kudo 21) dan Bima (Hexon 72, SP 6, Kudo 26).
Kacab PT Karya Pak Oles Tokcer NTB, Gde Ngurah mengaku, peningkatan penjualan cukup terbantu dengan gebyar hadiah biotor. Dengan adanya kupon berhadiah setidaknya bisa menarik perhatian masyarakat untuk lebih memanfaatkan produk biotor produksi PT Pak Oles & Biotor Technology buat perawatan kendaraan. Penjualan produk biotor diakui cukup fluktuatif, meski pada Maret dan April sempat meningkat. “Kita tetap yakin dan optimis penjualan bisa lebih baik pada bulan berikut dengan tetap didukung tenaga SPG,” kata Gde. (ARDI)
KORAN PAK OLES/EDISI 175/16-31 MEI 2009

Pemasangan SP Pada Kijang Rover

thumbnail
Spontan Power (SP) adalah alat otomotif produksi PT Pak Oles & Biotor Technology untuk meningkatkan performa mesin (mobil, sepeda motor, mesin genset, speedboat), irit BBM, serta memperkecil polusi pada emisi gas buang kendaraan bermotor.
Berikut langkah pemasangan SP pada kendaraan Kijang Rover.
Posisi Spontan Power vertikal. Pemasangan SP secara vertikal memberikan dampak penghematan/pengiritan BBM yang optimal, karena butiran EM Keramik pada tabung SP terendam penuh oleh BBM.
Cara pemasangan:
Perhatikan instalasi BBM pada Kijang Rover. Selang bensin dari tangki menuju filter bensin, dari filter bensin ke pompa bensin. Selanjutnya menuju ke karburator (gambar 1). Lepas selang bensin dari pompa bensin menuju karburator, karena selang bensin tersebut sangat pendek, maka harus ada tambahan selang.
Posisikan SP tegak lurus, hubungkan selang dari nepel pompa bensin out ke nepel SP bagian bawah. Selanjutnya pada nepel SP bagian atas hubungkan selang menuju karburator (gambar 2).
Setiap sambungan selang dikeraskan dengan klem bensin, usahakan slang tidak tertekuk. SP siap digunakan.
KORAN PAK OLES/EDISI 175/16-31 MEI 2009

Kupon Gebyar Hadiah Biotor

thumbnail
Tanya:
Pak Yunus yang terhormat, pada periode tahun 2009 ini PT Pak Oles & Biotor Technology mengadakan gebyar hadiah. Saya ingin menanyakan, kalau saya mengirim beberapa kupon dan semua kupon tersebut setelah terundi mendapat hadiah, apakah saya akan memperoleh semua hadiah tersebut?
Dari: Yudi, Semarang.
Jawab:
Pada periode Februari-November 2009 PT Pak Oles & Biotor Technology mengadakan gebyar hadiah sebagai wujud perhatian terhadap konsumen, pemakai produk biotor. Dengan ketentuan tiap pembelian produk biotor seharga Rp 50.000 dan kelipatannya, konsumen akan mendapat satu kupon biotor.
Jadi saudara Yudi di Semarang jangan khawatir. Setiap kupon mempunyai hak yang sama terhadap hadiah undian. Sehingga memungkinkan jika satu orang memenangkan hadiah lebih dari satu.
Berapapun jumlah kupon yang saudara kirimkan dan bila semuanya menang, hadiah tersebut menjadi hak saudara. Pemenang akan kami umumkan pada Tabloid MONTORKU dan Koran Pak Oles. Jadi kirim kupon sebanyak mungkin dan dapatkan hadiah sebanyak mungkin. Terima kasih.
KORAN PAK OLES/EDISI 175/16-31 MEI 2009



Trubus & PT Songgolangit Persada Gelar Kursus Kelola Sampah

thumbnail
OLEH: AGUS SALAM
Untuk mendukung Program Bintaroku Peduli, Majalah Trubus bersama PT Songgolangit Persada Cabang Jakarta mengadakan kursus gratis pengolahan sampah rumah tangga kepada masyarakat pada pameran Bursa Flora & Fauna Fruitvaganza. Selain kusrus mengolah sampah juga diadakan pameran tanaman hias, kursus gratis Tabulampot agar rajin berbuah, kursus gratis hidup sehat dengan buah dan lomba tanaman hias.
Seperti yang dikatakan Nurliya F Adji, Ketua Pelaksana Bintaroku Peduli, program itu merupakan salah satu upaya manajemen Bintaro Jaya mengajak seluruh warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan tempat tinggal dan menjadikan Bintaro Jaya sebagai kawasan hunian yang asri, nyaman dan sehat.
Selama ini, banyak masyarakat menganggap sampah sebagai bahan buangan yang tak berharga. Padahal, sampah sangat berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai bahan pupuk tanaman dan memiliki nilai ekonomis jika di kelola secara baik. Persoalan lain dengan mengolah sampah tersebut, akan mengurangi permasalahan yang terus meningkat seiring perjalanan waktu, terutama disebabkan oleh terus meningkatnya populasi dan kebutuhan manusia secara langsung maupun secara tidak langsung, tentu memacu terjadi peningkatan volume sampah (limbah) dan jelas menjadi beban bagi lingkungan.
Untuk mendaur ulang sampah jadi bahan-bahan lain yang bernilai ekomonis, perlu perencanaan konseptual, menyeluruh dan penanganan dengan menggunakan teknologi yang memadai misalnya menggunakan bioaktivator seperti efektive mikroorganism (EM).
PT Songgolangit Persada sebagai agen tunggal EM4 menyambut positif kegiatan cinta lingkungan tersebut. ‘’Untuk menjadikan sampah menjadi kompos merupakan langkah yang paling positif, dengan menggunakan pengurai aktif (EM4) sehingga proses membuat kompos atau bokashi jadi lebih cepat,’’ kata Djamaluddin, salah seorang peserta kursus.
KORAN PAK OLES/EDISI 175/16-31 MEI 2009

EM4 Tekan 50 Persen Pupuk Kimia

thumbnail
OLEH: AGUS SALAM
Tidak sia-sia menggunakan EM4 di lahan pertanian dan perkebunan. Selain hasil pertanian lebih sehat dan bisa mengirit biaya pupuk kimia yang kian mahal, Yandi Kuntho dari desa Lundengan, Wuluan Jember, Jawa Timur. salah satu petani jagung yang justru sudah merasakan tingginya harga pupuk kimia. Bayangkan untuk pemupukan jagung 1 hektar diperlukan 350 kg urea/ha + 150 kg SP 36/ha + 100 kg KCL/ha. Pupuk diberikan dua tahap. Pertama; 7-10 hst (200 kg urea/ha+150 kg SP 36/ha+100 kg KCL/ha). Kedua; 30-35 hst (250 kg urea/ha).
Setelah EM4, komposisi pemupukan melalui urea, SP dan KCL bisa ditekan hingga 50% dan hasilnya tetap sama sekitar 12 ton-13 ton/hektar. ’’Manfaat penggunaan EM4 sangat dirasakan, selain irit, lahan bisa kembali subur dan produksi lebih sehat,’’ kata Khunto
Tanaman jagung memang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia dan hewan. Di Indonesia, jagung merupakan komoditi tanaman pangan kedua terpenting setelah padi. Di Daerah Madura, jagung banyak dimanfaatkan sebagai makanan pokok. ‘’Tanaman jagung banyak sekali gunanya, sebab hampir seluruh bagian tanaman dapat dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan antara lain, batang dan daun muda bisa untuk pakan ternak Batang dan daun tua (setelah panen) bisa menjadi pupuk hijau atau kompos. Batang dan daun kering bisa jadi kayu bakar, buahnya bisa buat sayurl,’’ jelas Kuntho
Untuk masyarakat Jawa Timur, menerima teknologi baru harus menunjukan hasil terlebih dahulu. Kalau belum ada hasil, para petani enggan menerapkan teknologi itu. ‘’Biasanya para petani melihat hasil lebih dahulu, kalau untung baru mereka mau memakai,’’ kata Ali, salah seorang staf marketing EM4 Jawa Timur.
Padahal, EM4 sudah dikenal petani di Jember tetapi karena kurang demplot atau hasilnya belum dirasakan dan disaksikan langsung, mereka masih enggan menerapkan. ’’Sekarang para petani jadi yakin dengan pertanian organik berteknologi EM apalagi sekarang ini harga pupuk semakin mahal di pasaran. Cara pemeliharaan tanaman jagung yang perlu diperhatikan adalah pengolahan tanah dengan pupuk bokashi. Saat pengolahan, keadaan tanah hendaknya tidak terlampau basah tetapi harus cukup lembab sehingga mudah dikerjakan dan tidak lengket sampai tanah jadi cukup gembur.
KORAN PAK OLES/EDISI 175/16-31 MEI 2009

EM4 Genjot Produksi Ikan Lele

thumbnail
OLEH: AGUS SALAM
Untuk menghasilkan produksi ikan lele secara cepat dan maksimal, selain pemberian pakan agak maksimal, juga penting menjaga kesehatan ikan. Untuk itu perlu teknologi pengurai berbagai lemak dan kotoran pada kolam ikan sehingga oksigen tetap banyak, gas-gas beracun terurai dan ikan terhindar dari penyakit dan stress. ‘’Cara tepat mengurai kotoran ikan yang menjadi penghambat pertumbuhan ikan dengan perlakukan EM4 Perikanan pada kolan ikan secara rutin,’’ kata Sueng, pemilik budidaya ikan lele di Desa Cogreg, Ciseeng, Parung, Jawa Barat.
Menurut Sueng, dengan EM4 Perikanan, produksi ikan lele bisa lebih terawat. Apalagi untuk anakan lele, dengan EM4 Perikanan air tetap terjaga. Menjaga anakan ikan lele boleh dibilang gampang-gampang susah. Sulit karena anakan sangat sensitif terutama kondisi air. ‘’Saya dulu kesulitan memelihara anakan ikan lele. Hampir 5000 ribu dari 10 ribu anakan ikan lele mati karena kondisi air yang buruk. Namun dengan EM4 saya sudah merasa aman karena tingkat kematian bisa ditekan,’’ jelas Sueng.
Kepala Cabang Pemasaran EM4 Jakarta, Ir Agoes Wibisana yang secara marathon terus menggelar sosialisasi mengakui, banyak keliru perlakuan EM4 kepada anakan ele. Penggunaan EM4 Perikanan pada anakan ikan lele sebenarnya sangat mudah, namun terlebih dahulu, perlu diperhatikan kondisi air termasuk pH, suhu air. Bahkan pemberian pakan buatan mengakibatkan menumpuknya kotoran yang menimbulkan zat-zat berbahaya seperti amoniak, H2S dan lain-lain.
Karena itu Sueng secara khusus mengundang staf ahli PT Songgolangit Persada Jakarta untuk terjun langsung ke lokasi kolam ikan miliknya. Agus menyatakan, pada analisa awal, ada pH yang tidak seimbang. Kemungkinan kedua, ikan lele milik Sueng mengalami keracunan air yang mengandung amoniak, CO2, H2S dan gas berbahaya lain sehingga harus diberikan EM4. EM4 dapat mengatasi pencemaran air akibat akumulasi limbah organik.
EM4 memanfaatkan mikroorganisme yang berdampak positif untuk diinokulasikan dalam dasar kolam. Untuk meningkatkan kualitas air kolam, EM4 merubah proses pembusukan jadi proses fermentasi, dan juga meningkatkan oksigen terlarut (DO) sehingga air jadi bersih serta tidak diperlukan penggantian berulang-ulang. Dengan EM4, kualitas air di dalam kolam ikan lele tetap terjaga dan aman bagi lingkungan sekitar. Untuk mendongkrak produksi lele, air harus bersih dan terhindar dari pencemaran.
KORAN PAK OLES/EDISI 175/16-31 MEI 2009

Usai Pengajian Unit Bogor Gelar Konsultasi Kesehatan Gratis

thumbnail
OLEH: AGUS SALAM
Siang itu, Minggu 10 Mei. tak seperti biasanya Radio Wadi dipenuhi kaum muslimin dari seluruh kota Bogor dan sekitarnya. Jamaah yang umumnya menggunakan baju koko putih, tampak begitu antusias mengikuti pengajian akbar yang diadakan Radio Wadi FM 106,4 MHz Jl Veteran III Loji Tapos Desa Cilengsi, Ciawi Bogor.
Hanya saja, acara religius itu agak berbeda dengan hari-hari biasanya. Seusai pengajian para jamaah dipersilahkan untuk konsultasi kesehatan gratis ala Ramuan Pak Oles oleh kru marketing yang dipimpin Kepala Unit Bogor, Ari Wibowo. ’’Moment ini jarang terjadi, PT Karya Pak Oles Tokcer diberikan kesempatan mengisi acara konsultasi kesehatan ala Pak Oles di acara sakral tersebut. Para jamaah pun begitu antusias merespon tawaran kami,’’ kata Wibowo.
Banyak jamaah yang mengajukan pertanyaan seputar penyakit yang selalu menyerang masyarakat seperti rematik, sakit paru-paru, darah tinggi, kolesterol, disfungsi ereksi dan lain-lain. ’’Semua penyakit itu bisa diterapi dengan Ramuan Pak Oles tanpa efek samping,’’ jelas Wibowo menjawab pertanyaan seorang jamaah.
Menurut Ari, berpromosi melalui radio di kota yang terkenal dengan kota hujan ini sangat efektif karena sifatnya yang sangat segmented, mempunyai karakteristik tersendiri untuk menjangkau audiences yang mobile dan cenderung life style yang sama. Ini merupakan pertimbangan tersendiri bagi efektifitas promosi sebuah produk.
KORAN PAK OLES/EDISI 175/16-31 MEI 2009