2% Obat Tradisional Ada Bahan Kimia

thumbnail
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Husniah Rubiana Thamrin Akib mengatakan bahwa sekitar dua persen obat tradisional yang beredar di pasaran mengandung bahan kimia obat (BKO) yang jika digunakan tanpa petunjuk dokter dapat membahayakan kesehatan. "Dari sekitar tujuh ribu sampel yang diperiksa setiap tahun, dua persen di antaranya mengandung BKO," katanya dilansir ANTARA.
BPOM selalu menarik peredaran dan mencabut ijin edar obat tradisional yang menurut hasil pemeriksaan mengandung bahan kimia obat. "Kami juga menginstruksikan Balai POM di daerah untuk menindaklanjuti setiap temuan dengan melakukan penelusuran dan mengumpulkan bukti supaya produsen produk yang bersangkutan bisa diproses secara hukum," tambah Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik, dan Produk Komplemen BPOM Ruslan Aspan.
Proses penelusuran dan pengumpulan barang bukti terkait penambahan bahan kimia obat pada obat tradisional cukup sulit dilakukan karena nama dan alamat produsen, nomor pendaftaran dan nomor ijin edar yang tertera dalam kemasan obat tradisional seringkali fiktif. "Tapi pada beberapa kasus sudah dilakukan proses proyustisia dan masuk pengadilan," kata Ruslan.
Menurut UU No 23 Tahun 1992 tentang kesehatan, orang yang memproduksi dan atau mengedarkan obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat diancam pidana penjara paling lama lima tahun dan atau pidana denda paling banyak Rp 100 juta.
Tindakan pelanggaran itu, menurut UU No 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, juga diancam hukuman pidana penjara selama lima tahun dan atau denda paling banyak Rp2 miliar.
Sayangnya, kata Ruslan, sanksi yang diberikan pengadilan kepada produsen obat tradisional yang menambahkan bahan kimia obat selama ini sangat ringan. "Cuma pidana penjara empat bulan atau denda Rp10 juta," katanya.
Sanksi tersebut, kata dia, tidak membuat pelaku jera sehingga kembali mengulang pelanggaran tersebut. Apalagi keuntungan yang didapat dengan menambahkan bahan kimia obat pada produk obat tradisional mendatangkan keuntungan besar bagi mereka. "Penambahan BKO membuat obat tradisional terkesan cespleng, karena langsung bereaksi tak lama setelah dikonsumsi, sehingga banyak yang membeli dan mereka dapat untung besar," jelas Husniah.
KORAN PAK OLES/EDISI 177/15-30 JUNI 2009

Krim Saribing: Kulit Sehat Tanpa Obat Kimia

thumbnail
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengeluarkan "public warning" terhadap kosmetika palsu dan mengandung bahan obat kimia yang marak beredar di pasaran.
Produk-produk yang beredar itu diantaranya banyak yang bermerk terkenal seperti OLAY 4 in 1 complete make up, OLAY Total White, POND`s Detox Complete, POND`s Age miracle, Salsa Hair Colorant, CR UV Whitening, dan lainnya.
Produk berbahaya tersebut antara lain mengandung Mercuri, Hidroquinon, Asam Retionoat, dan bahan pewarna yang dapat merusak organ tubuh, iritasi kulit, dan juga kanker. Masyarakat pun mulai hati-hati dalam memilih maupun membeli produk kosmetika.
Yang paling aman adalah membeli produk-produk kecantikan herbal yang telah terbukti khasiatnya dan bebas bahan kimia. Salah satunya adalah Krim Saribing, produk kecantikan kulit terbaik karya anak negeri dari Pulau Bali, Dr. Ir. G.N. Wididana, M.Agr atau yang biasa dikenal sebagai Pak Oles.
Ibu Yuli Widihastuti (29) seorang guru TK di Boyolali, Jateng awalnya ragu untuk memakai produk kecantikan Pak Oles. Maklum kulit wajahnya pernah rusak karena memakai kosmetik tertentu. “Setelah membaca informasi di Koran Pak Oles, saya akhirnya mencoba Krim Saribing dan Masker Madu Hitam. Alhamdulillah dengan keyakinan hati, dalam dua minggu, muka saya lebih bersih dan kerutan muka memudar. Saya menjadi lebih PD dan wajah tetap bersih alami walaupun tanpa bedak,” ungkapnya.
Saribing adalah krim kecantikan alami yang terbuat dari hasil fermentasi beberapa tanaman yang berkhasiat melembutkan dan meremajakan sel kulit. Saribing terbuat dari ekstrak lidah buaya, daun pepaya dan daun sirih yang diikat dengan lilin lebah madu (wax).
Pemakaian Krim Saribing yang rutin dapat melembutkan dan menghaluskan kulit, menghilangkan noda hitam atau flek pada kulit, mengurangi atau mencegah keriput pada kulit dan wajah serta melindungi kulit dari efek negatif sinar matahari.
Untuk melembutkan dan menghaluskan kulit di telapak tangan, siku, lutut atau kulit wajah, Krim Saribing diusapkan secara tipis dan merata sambil ditekan-tekan.
Krim ini juga efektif mengurangi noda hitam atau flek dan keriput di wajah dengan cara mengusapkannya tipis-tipis pada kulit wajah yang mengalami pigmentasi pada malam hari. Sebelumnya, kulit wajah dibersihkan terlebih dahulu untuk perawatan yang intensif, usapkan Saribing secara kontinyu setiap malam.
Bagi kaum wanita yang sering bepergian atau kerap terkena sinar matahari langsung dapat melindungi kulit dari efek negatif sinar matahari dengan Krim Saribing. Usapkan Saribing secara tipis dan merata pada kulit yang banyak terpapar sinar matahari.(Nia)
KORAN PAK OLES/EDISI 177/15-30 JUNI 2009

Saatnya Pelajar Pahami Toga

thumbnail
Fungsi dan khasiat tanaman obat keluarga (Toga) sebaiknya diperkenalkan kepada remaja sejak dini. Wakil Gubernur Provinsi Banten HM Masduki, misalnya, meminta kepada pelajar Kabupaten Tangerang untuk mengerti dan mengetahui fungsi Toga sebagai bagian dari hidup sehat.
"Jangan lupa kita ini bangsa Indonesia yang rakyatnya setia mengunakan obat keluarga, maka dari itu siswa harus mencintai dan belajar bagaimana memahami tanaman toga," ungkap Masduki ketika meninjau persiapan SMPN II Balaraja, di Desa Saga, Kecamatan Balaraja Kabupaten Tangerang yang akan mengikuti lomba sekolah sehat, Selasa, (9/6).
Masduki mengatakan, calon penerus bangsa tidak harus selalu mengikuti perkembangan dan kemajuan teknologi, siswa harus berpaling kebelakang untuk mempelajari kegunaan tanaman bagi kesehatan. "Tanaman obat harus dikembangkan terutama di sekolah sehat, siswa harus dididik soal kesehatan oleh gurunya bagaimana meramu dan ahli belajar soal Toga," tuturnya.
Sementara kebun percontohan tanaman obat milik Pak Oles di Pulau Roti, Denpasar, menjadi langganan murid TK, pelajar hingga mahasiswa mempelajari secara langsung aneka khasiat Toga. Misalnya, murid SD Tunas Daud Denpasar diajak para gurunya bertamasya ke kebun percontohan tanaman obat dan produksi pupuk Bokashi tersebut.
Di kebun tersebut, mereka belajar tentang ragam tananan obat. Pelajaran yang diberikan pada murid itu berkisar tentang Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dengan materi SDA yang dapat diperbaharui, pengolahan bahan baku menjadi nilai ekonomi dan tumbuhan.
Menurut Ir Kadek Suiartana, Kepala Pemasaran Pupuk Bokashi Kotaku, cara pembuatan Pupuk Bokashi Kotaku juga menyita perhatian anak-anak. Mereka banyak bertanya tentang bahan baku yang digunakan dan manfaat pupuk organik tersebut, ungkap, Kadek Suiartana. (Ant/Nia)
KORAN PAK OLES/EDISI 177/15-30 JUNI 2009

"Home Schooling" Buat Anak Senang Belajar

thumbnail
Sekolah di rumah (home schooling) menjadikan anak lebih senang belajar, mengingat pola belajar dilakukan dengan pendekatan dan kasih sayang dari keluarga.
"Bahkan, proses penyerapan ilmu dengan sekolah di rumah juga lebih baik, mengingat dalam suasana lebih menyenangkan dan dapat dilakukan sambil bermain," kata salah satu pembicara pada seminar "Home Schooling", Seto Mulyadi (Kak Seto) di salah satu hotel berbintang di Semarang, Rabu pekan lalu.
Sekolah di rumah, kata Kak Seto, merupakan konsep pendidikan yang dilandasi pemikiran bahwa setiap anak mempunyai bakat berbeda dan unik. "Hasilnya, anak akan lebih kreatif dan mempunyai kemandirian," ujar Kak Seto yang juga Ketua Komnas Perlindungan Anak.
Terlebih lagi, kata dia, sekolah formal melakukan penyeragaman materi pendidikan, sehingga tidak memberi ruang bebas bagi murid untuk berkembang berdasarkan potensi dan keunikan individu. "Konsep pendidikan sekolah saat ini justru banyak yang mematikan potensi anak, sehingga menimbulkan stres dan fobia sekolah, karena tidak ada pendampingan dalam belajar. Bahkan, anak dipaksa menerima pelajaran yang dibakukan dalam bentuk kurikulum," ujarnya dilansir ANTARA.
Sementara itu, Kresno Mulyadi adik kandung Kak Seto mengatakan, anak di Indonesia banyak yang mendapatkan pengalaman tidak menyenangkan dalam proses pendidikan di sekolah, seperti kasus kekerasan, bentakan, kekerasan dari guru, hingga pemasungan kreativitas anak. "Sungguh kurang beruntung anak-anak kita di sekolah. Padahal tujuan pendidikan untuk membentuk manusia seutuhnya yang mempunyai nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, serta keadilan," katanya mengutip butir-butir Pancasila.
Listya, salah seorang peserta seminar menyatakan setuju dengan pendidikan alternatif di dalam rumah (home schooling). Ibu dua anak itu mengaku, lebih memaksimalkan mendidik kedua anaknya di rumah. "Bahkan, saya pernah membiarkan anak pertama saya, Dika (9) bolos sekolah, karena ingin menyelesaikan bacaannya hingga tuntas," ujarnya.
Meskipun anaknya sering bolos hanya karena ingin belajar di rumah, kata Listya, anaknya justru mampu menguasai sejumlah pelajaran di sekolahnya, bahkan lebih cepat daripada diterangkan gurunya. "Pendidikan sejati itu dari ibu dan keluarga, sehingga mendorong saya mendampingi anak belajar di rumah secara total," tambahnya.
KORAN PAK OLES/EDISI 177/15-30 JUNI 2009

TV Hambat Perkembangan Bahasa Bayi

thumbnail
Bayi yang selalu terbiasa pada suara televisi lebih mungkin menderita penundaan perkembangan bahasa dan tertinggal dalam perkembangan otak karena mereka mendengar lebih sedikit kata dari orang-tua mereka dan kurang "berbicara".
"Kita telah mengetahui bahwa pajanan terhadap televisi selama kehamilan berkaitan dengan penundaan bahasa dan gangguan perhatian, tapi sejauh ini kondisi tersebut tetap belum jelas mengapa," kata pemimpin tim peneliti AS Dimitri Christakis, profesor di "University of Washington".
"Televisi yang bersuara jelas mengurangi kata-kata bayi dan perawat mereka di dalam rumah dan ini mengandung potensi yang merugikan bagi perkembangan bayi," kata Christakis, sebagaimana dilaporkan kantor berita resmi Cina, Xinhua.
"Studi ini adalah yang pertama yang memperlihatkan bahwa ketika televisi menyala ada pengurangan kata-kata di dalam rumah. Bayi kurang mengeluarkan kata-kata dan perawat mereka juga lebih jarang berbicara dengan mereka," katanya.
Studi tersebut, yang melibatkan 329 anak, meneliti bayi yang berusia dua bulan sampai empat tahun. Anak-anak itu memakai perekam kecil digital seberat dua ons yang seukuran kartu bisnis pada hari yang diacak per bulan sampai selama dua tahun.
Rompi yang dirancang khusus dengan kantung di dada menjadi tempat penyimpanan alat perekam tersebut dengan jarak tertentu dari mulut, dan merekam semua yang dikatakan anak itu dan juga terdengar selama waktu 12 sampai 16 jam terus-menerus.
Alat perekam itu hanya dipindahkan saat bayi tidur siang, mandi, tidur malam dan naik mobil. Program piranti lunak pengenal ucapan memproses fail rekaman dan untuk menganalisis suara anak terpajan pada lingkungan hidup mereka, serta suara dan ucapan yang mereka sampaikan.
Pengukuran dalam studi itu meliputi hitungan kata orang dewasa, ucapan anak, dan perubahan percakapan anak, yang didefinisikan sebagai interaksi verbal ketika seorang anak mengucapkan dan orang dewasa menanggapi mereka secara lisan --atau sebaliknya-- dalam waktu lima detik.
Studi tersebut mendapati bahwa setiap jam suara televisi berkaitan dengan pengurangan mencolok pengucapan oleh anak, rentang ucapan, dan perubahan percakapan. Rata-rata, setiap jam pajanan televisi juga berhubungan dengan penurunan 770 kata yang didengar anak dari orang dewasa selama kegiatan rekaman.
Itu mewakili penurunan tujuh persen kata-kata yang terdengar, secara rata-rata. Ada pengurangan besar dalam hitungan kata orang dewasa laki-laki dan perempuan. Dari 500 sampai 1.000 lebih sedikit kata diucapkan per jam oleh televisi. "Hasil ini mungkin menjelaskan hubungan antara pajanan bayi terhadap televisi dan terhambatnya perkembangan bahasa," kata Christakis.
Studi tersebut disiarkan di dalam jurnal "Archives of Pediatrics and Adolescent Medicine". Sebanyak 30 persen rumah tangga di Amerika kini melaporkan menghadapi televisi setiap waktu, bahkan ketika tak ada orang yang menonton. "Americian Academy of Pediatrics" menyarankan agar anak-anak yang berusia di bawah dua tahun tak diperkenankan nonton televisi dan pada saat yang sama mendesak diupayakannya permainan yang lebih interaktif.
KORAN PAK OLES/EDISI 177/15-30 JUNI 2009

Mendongeng Tumbuhkan Gagasan Anak

thumbnail
Mendongeng adalah cara paling efektif untuk menanamkan gagasan atau pemikiran, juga nilai moral, budi pekerti serta konsep sebab akibat terutama pada anak. "Pilihannya pada anak-anak karena memang lebih mudah memahami aturan yang kompleks melalui dongeng sederhana daripada membawa begitu banyak larangan dan aturan," kata Editor Penerbit Erlangga Dani Widyoputranto pada acara Grand Final lomba Duta Read a Story, di Jakarta, pekan lalu.
Menurut Dani, bercerita atau membacakan buku cerita untuk anak memiliki banyak manfaat, selain meningkatkan kemampuan konseptual, mendengar, berbahasa, berkomunikasi verbal dan memecahkan masalah. Aktivitas ini juga mampu meningkatkan daya imajinasi dan kreativitas, pengetahuan serta kecerdasan emosial anak, kata Dani Widyoputranto.
Secara psikologis, papar Dani, rutinitas mendongeng ini juga memperat hubungan emosional antara para orang tua dan anak-anak. Namun saat ini mayoritas anak Indonesia belum dibesarkan dengan suasana yang kondusif untuk mendongeng. Demikian pula kesadaran orang tua akan pentingnya membacakan cerita masih sangat minim.
Melalui program Read a Story ini, Penerbit Erlangga yang telah berpengalaman di dunia pendidikan, mengajak semua elemen masyarakat untuk mengembalikan budaya membacakan cerita sebagai landasan pendidikan dini bagi anak-anak.
Sementara Ketua Sanggar Kukuruyuk Denpasar Drs I Made Taro berharap mendongeng di kalangan anak-anak mampu menanamkan dan menumbuhkan kesadaran akan arti penting terhadap konservasi alam.
Sedikitnya ada 225 judul lagu anak-anak, 120 buah di antaranya dongeng yang menceritakan sifat-sifat baik dan buruk aneka jenis binatang dan tumbuh-tumbuhan, kata I Made Taro.
Selain lagu dan dongeng masih ada sekitar 200 permainan anak-anak. Jika semua itu diajarkan kepada anak-anak sejak dini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran mereka untuk menjaga kelestarian lingkungan dan kesinambungan aneka jenis binatang.
Dongeng maupun permainan itu sebenarnya sangat diminati oleh anak-anak, sekaligus bermanfaat untuk mendekatkan anak-anak dengan kehidupan flora dan fauna di sekitarnya.
Selain itu akan menjadi cikal bakal dalam mengajak dan mengarahkan generasi mendatang dalam menjaga kelestarian lingkungan dan kehidupan aneka jenis satwa, ujar Made Taro. (Ant)
KORAN PAK OLES/EDISI 177/15-30 JUNI 2009

Kesembuhan Bukan Monopoli Medis

thumbnail
Terapi Johrei
Selama ini, praktek penyembuhan berbagai penyakit selalu berorientasi pada penyembuhan medis. Pengobatan penyakit berporos pada praktek kedokteran modern atau “dunia barat. Padahal ada berbagai tingkatan terapi alternatif penyembuhan penyakit warisan “dunia timur”. Salah satunya dengan terapi Johrei.
Johrei merupakan manifestasi energi ilahi yang dapat ditularkan melalui orang lain untuk penyembuhan rohani. Selain tubuh fisik, manusia juga memiliki “tubuh bioplasma” atau yang dikenal sebagai tubuh energi atau tubuh spiritual. Seseorang yang menderita sakit bisa “diobati” dengan terapi Johrei. Dalam hal ini, tubuh rohani sebenarnya yang “sakit” sehingga bermanifestasi dalam bentuk sakit fisik.
Lewat terapi Johrei, tubuh rohani disucikan. Manusia adalah mahluk yang paling sempurna di antara semua makhluk yang diciptakan Allah. Karena itu manusia sangat dipercaya menjadi wakil Tuhan di muka bumi ini, termasuk menjadi media penyembuhan bagi umat manusia. Baik itu penyakit jasmani maupun rohani.
Johrei adalah manifestasi tenaga luar biasa yang bisa diteruskan lewat satu orang individu kepada lain untuk penyembuhan penyakit rohani dan jasmani. Sewaktu badan rohani dicuci, sakit fisik disembuhkan. Pikiran dan batin manusia seakan “tenggelam” dalam kebenaran rohani. Kesembuhan tidak hanya monopoli tindakan medis. Kesembuhan juga bisa datang bila pasien memiliki kemauan untuk sembuh, penyerahan diri dan pasrah kepada kekuatan ilahi. Karena sesungguhnya Allah adalah Sang Maha Penyembuh dan Sang Pemberi Kehidupan.
Pengobatan Johrei dipopulerkan di Jepang oleh Mokichi Okada pada tahun 1920. Mokichi Okada adalah seorang seniman, filsuf, dan rohaniawan. Johrei ini terbukti memberikan efek perilaku positif dan mampu meningkatkan kualitas hidup manusia termasuk penyembuhan dalam dunia pengobatan. ‘’Ibarat gelas yang terisi kopi, kalau selalu diisi dengan air yang jernih lambat laun gelas yang berisi kopi menjadi bersih. Itulah gembaran hati manusia, jika selalu di-Johrei akan bersih dari sifat iri, dengki, tamak, sombong dan lain-lain,’’ kata suhu Johrei asal Jepang, Motoyoshi Suzuki ketika memberikan pelatihan Johrei kepada karyawan PT Karya Pak Oles Tokcer Cabang Jakarta.
Menurut Suzuki, terapi Johrei lebih mengutamakan keikhlasan dan kepasrahan kepada Tuhan. Melalui Johrei kesembuhan bisa diraih.’’Saya sudah beberapa kali melakukan terapi Johrei kepada masyarakat dan banyak di antaranya yang dapat sembuh. Di Bali, ada penderita struk bisa berjalan kembali,’’ katanya.
Terapi Johrei mulai dikembangkan dan dipopulerkan di Indonesia oleh Dr Ir GN Wididana, MAgr alias Pak Oles. Awalnya, Pak Oles mengajak karyawan PT Karya Pak Oles Tokcer untuk mendalami terapi Johrei. Pada bulan Mei, Motoyoshi Suzuki guru Johrei dan salah satu guru spiritual Pak Oles berkunjung ke Indonesia. Kunjungan Motoyoshi Suzuki itu sekaligus diisi dengan pelatihan Johrei kepada para karyawan baik di Bali maupun Jakarta. Motoyoshi Suzuki sendiri merupakan suhu Johrei untuk wilayah Indonesia. Tiap tiga bulan sekali, ia datang ke Indonesia untuk menyembuhkan penyakit yang diderita masyarakat.
Diharapkan Pak Oles, dengan belajar terapi Johrei, setiap karyawan mampu untuk menyembuhkan diri sendiri, menolong orang lain yang sakit dan seseorang biasanya menjadi lebih sabar dan bersemangat dalam menjalani kehidupannya. (Agus Salam)
KORAN PAK OLES/EDISI 176/1-15 JUNI 2009

Makanan Berserat Cegah Serangan Jantung

thumbnail
Bahan makanan yang mengandung serat yang tinggi dan rendah lemak jenuh seperti sayuran dan buah-buahan sangat efektif untuk mencegah penyakit jantung koroner atau serangan jantung.
Pakar kesehatan gizi klinis dari Rumah Sakit Fatmawati, Dr Pauline Endang Praptini MS mengatakan dewasa ini penyakit jantung koroner merupakan penyebab utama kematian manusia di dunia termasuk di Indonesia. Penyakit jantung koroner disebabkan oleh tingginya kadar kolesterol dalam tubuh, diabetes, hipertensi, merokok, obesitas serta kebiasaan mengonsumsi makanan dengan kadar lemak tinggi," kata Pauline kepada ANTARA.
Menurut Pauline, kasus penyakit jantung koroner di Indonesia saat ini tidak lagi terbatas pada orang usia lanjut di atas 50 tahun, namun juga menimpa kalangan usia produktif.
Hal itu terjadi lantaran pola hidup yang tidak sehat seperti kebiasaan mengonsumsi makanan cepat saji (fast food) di warung-warung pinggir jalan, restoran dan lain-lain yang mengandung kadar lemak jenuh yang tinggi.
"Makanan cepat saji pada umumnya bukan makanan pilihan dan biasanya digoreng dengan minyak yang digunakan berulang-ulang. Meski rasanya enak, tetapi kadar kolesterolnya sangat tinggi," kata Pauline.
Dikatakan, orang yang tinggal di kota dengan tingkat kesibukan yang padat rentan mengalami risiko serangan jantung karena mengkonsumsi makanan yang mengandung kolesterol tinggi.
Bahan makanan yang berkadar kolesterol tinggi umumnya dari hewan seperti daging sapi, daging ayam, telur, susu, udang, kepiting, dan cumi. Sedangkan bahan makanan yang tidak memiliki kandungan koleterol yakni dari tumbuh-tumbuhan berupa sayuran dan buah-buahan termasuk tahu dan tempe yang merupakan makanan asli Indonesia dan juga ikan laut yang mengandung Omega Tiga.
Selain mengonsumsi bahan makanan yang berserat, risiko serangan jantung juga dapat dicegah dengan rajin berolahraga dan istirahat yang cukup.
KORAN PAK OLES/EDISI 176/1-15 JUNI 2009

Hindari Suntikan Jadi Sumber Kalsium

thumbnail
Ahli kesehatan anak dan gizi menyatakan seharusnya para orangtua tidak membiarkan buah hati mereka tumbuh dengan kekurangan asupan kalsium karena bisa menyebabkan perkembangan anak menjadi tidak optimal. "Jika asupan kalsium pada tubuh anak berkurang, maka akan mempengaruhi proses tumbuh kembang si anak," ujar dr Rifan Fauzie SpA dalam diskusi berjudul "Bersama Moo Active, Jadikan Ibu Sahabat Anak Aktif" di Jakarta, Jumat (22/5).
Jika pemenuhan asupan kalsium terganggu, papar Rifan Fauzie, maka muncul gejala awal pada anak seperti lesu, lemah, berkeringat, mengalami gangguan tidur, pembentukan tulang tidak normal hingga tulang anak menjadi keropos.
Pertumbuhan tulang pada tubuh anak menjadi amat sensitif dan bergantung kepada kalsium di dalam tubuh karena sekitar 99 persen kandungan kalsium berada pada tulang.
Kalsium juga berperan dalam proses pertumbuhan gigi, kemudian proses pembekuan darah, fungsi kerja otot-otot tubuh termasuk otot jantung, metabolisme sel tubuh dan sebagainya.
Lajut Rifan Fauzie, jika anak kekurangan asupan kalsium maka jangan memperoleh kalsium dengan cara suntikan atau infus karena bisa menyebabkan kejang dan keram otot serta gangguan pada bagian otak, namun jika berlebihan maka secara alami tubuh yang akan menetralisir.
Asupan kalsium sebaiknya diperoleh secara alami dari nabati dengan mengkonsumsi sayuran daun hijau, biji-bijian, kacang-kacangan serta dari hewan seperti daging, telur, susu dan produk susu seperti yougurt, keju, es krim dan lain-lain. "Untuk mendapatkan asupan kalsium sebaiknya diperoleh dengan cara yang alami dan bersumber dari nabati serta hewani. Dengan begitu perkembangan anak baik di kota atau pun desa bisa tumbuh secara optimal," jelasnya dilansir ANTARA.
KORAN PAK OLES/EDISI 176/1-15 JUNI 2009

Anak Hiperaktif = Bandel?

thumbnail
Banyak orang tua salah paham tentang perilaku anaknya, termasuk dalam cara mendidik anaknya untuk bisa tumbuh berkembang menjadi anak yang cerdas.
Seringkali anak yang hiperaktif, suka mengganggu teman, dicap sebagai anak bandel. Anak yang tidak suka membaca dikatakan anak malas belajar. Bahkan ada orangtua memaksa sedemikian rupa anaknya supaya rajin belajar tetapi hasilnya tidak seperti yang diharapkan.
Ini karena banyak orang tua belum menyadari berbagai aspek tentang hal-hal yang mempengaruhi kemampuan atau kecerdasan anak-anaknya. Hal itu dikemukakan Motivator Pendidikan, Yusef J. Hilmi pada seminar "Cara cerdas menjadikan anak cerdas" di Sulsel, Sabtu pekan lalu.
Dalam seminar tersebut Yusef J. Hilmi membawakan materi mulai dari makanan yang merangsang pertumbuhan otak, cara berpikir otak kanan dan otak kiri, peranan musik dalam belajar, kecerdasan majemuk, hingga bentuk komunikasi dengan anak.
Otak kiri menunjukkan kemampuan yang berkaitan dengan analitik, seperti rasional, analisis, matematis, dan bahasa verbal. Sedangkan otak kanan berkaitan dengan kemampuan kreatif seperti intuitif, lagu dan musik, bahasa gambar, simbol, dan imajinasi. Maka orang tua sebisa mungkin memberikan sebuah lingkungan yang merangsang aktivitas dan fungsi belahan otak kiri dan juga kanan, ujarnya.
Menurut dia, sedikitnya tujuh potensi kecerdasan utama pada manusia. Ada kecerdasan linguistik atau verbal, kecerdasan numeris atau logis, kecerdasan visual atau spasial, kecerdasan kinestetik, kecerdasan musikal, kecerdesan interpersonal atau sosial, kecerdasan intrapersonal, dan kecerdasan natural.
Hal-hal yang dapat dilakukan orang tua untuk membangun kecerdasan ini antara lain berikan anak sebuah kehidupan yang lebih nyaman dengan banyak memberi senyuman.
Biarkan anak menangis atau bersedih pada saat dirinya terluka secara emosional atau fisik, menyendiri ketika dia perlu mengerjakan sesuatu. Dan bersemangat serta membiarkannya ketika sedang sangat gembira, urainya.
Yusef menganjurkan agar komunikasi dengan anak sebaiknya dalam konteks membangun percaya diri anak. Anggaplah benar segala omongan anak. Tugas pendengar adalah membiarkan anak menyelesaikan pembicaraannya. Tugas pendengar adalah mengkondisikan agar keluar semua yang ingin dibicarakan.
KORAN PAK OLES/EDISI 176/1-15 JUNI 2009

Hati-hati Dengan Minat Sesaat

thumbnail
Kalangan orangtua diingatkan untuk lebih berhati-hati dalam membantu menentukan pilihan program studi di perguruan tinggi pada anak-anak yang lulus SLTA, agar tidak sampai salah hingga kemudian terjadi penyesalan.
Hal itu mengingat pilihan terbaik program studi adalah yang sesuai dengan potensi bakat anak, namun banyak terjadi salah pada minat anak-anak atau bahkan keinginan orangtua, yang sifatnya sesaat dan berubah-ubah, demikian terungkap dari seminar psikologi dan pendidikan di Denpasar, Minggu (24/5).
Pada acara bertema "Mencetak Anak Juara Dari Rumah" yang pesertanya melimpah sampai sekitar 1.000 orang sehingga harus dibagi dalam dua sesi itu, menampilkan pembicara, Instruktur Smart Primagama, Drs H Supriyadi dan psikolog dari Yogyakarta, Nurmey Nuruly, SPsi.
Supriyadi mengingatkan, pentingnya pihak sekolah maupun orangtua/walimurid membantu menemukan potensi bakat pada anak-anak melalui berbagai metode, misalnya dengan mengajukan berbagai pertanyaan guna mengetahui mereka siap dan mudah atau kesulitan dalam menjawabnya.
"Jika beberapa pertanyaan dari salah satu bidang studi dapat dengan mudah dijawab, maka bidang studi itulah salah satu indikasi potensi bakatnya. Tetapi akan lebih akurat apabila melalui cara ilmiah seperti tes psikologi, metode sidik jari dan lainnya," katanya.
Sementara Rully menekankan pentingnya membangun suasana senang pada anak-anak, agar mampu dengan mudah mempelajari hal-hal yang sesuai dengan potensi maupun minatnya.
"Kenapa anak-anak suka sulit disuruh belajar, karena mereka berada dalam suasana yang tidak mendukung. Coba mereka senang, tidak disuruh pun akan rajin belajar," ucapnya seraya mengingatkan bahwa anak-anak bukan "orangtua kecil".
Penciptaan suasana senang, gembira, baik di rumah maupun di sekolah, akan mampu menggali potensi bakat yang bersangkutan, sehingga dapat memudahkan proses penjurusan di SLTA maupun pemilihan program studi ke jenjang perguruan tinggi.
Ia mengingatkan, bahwa selama ini banyak terjadi anak-anak menempuh studi yang sebenarnya tidak sesuai dengan potensi bakatnya, hanya karena menuruti keinginan orangtua atau minat sesaat yang didasarkan ajakan teman atau bahkan sekedar gengsi.
"Janganlah kita memaksakan anak-anak menempuh studi pada bidang yang tidak sesuai potensi, apalagi tidak diminati. Hal itu sama saja kita `memenjarakan` mereka selama masa studi. Tetapi kalau belajar sesuai potensi bakat, maka mereka akan enjoy dan hasilnya bisa memuaskan," tambahnya.
KORAN PAK OLES/EDISI 176/1-15 JUNI 2009

Film Virgin 2 Ajarkan Bahaya Penyakit Sosial

thumbnail
Film Virgin 2 (Bukan Film Porno) produksi PT. Kharisma Starvision Plus mengajarkan bahaya penyakit sosial yang sedang melanda para remaja Indonesia.
Produser film Virgin 2, Chand Parwez Servia dalam konferensi pers di Restoran Planet Hollywood, Jakarta, mengatakan bahwa film ini dibuat agar Indonesia waspada terhadap banyaknya penyakit sosial yang hinggap di masyarakat khususnya para remaja. "Kita mengharapkan para orang tua dan anaknya yang beranjak dewasa dapat menonton film ini," ujarnya dilansir ANTARA.
Ia menambahkan, film ini dapat menambah pengetahuan tentang permasalahan remaja sehingga orang tua dapat berdialog dengan anaknya agar dapat terhindar dari bahaya masalah sosial yang identik dengan kehidupan malam.
Parwez mengatakan, penekanan kata "bukan film porno" juga perlu disampaikan agar tidak terlalu cepat untuk menafsirkan pesan. "Ini untuk menunjukkan bahwa film ini dibuat untuk pendidikan," lanjutnya.
Produksi film yang dibuat pada awal Januari 2009 ini menceritakan tentang realita kehidupan empat remaja putri yang beranjak dewasa.
Tokoh Utama Nadya (Joanna Alexandra) memiliki masalah pelik ketika dia hamil sedangkan pacarnya ditahan polisi akibat memiliki narkoba.
Sahabat Nadya, Mitha (Smitha Anjani) justru bermasalah dengan narkoba dan harus mengalami penganiayaan akibat mempunyai hutang kepada bandar narkoba.
Di tempat lain, Tina (Christina Santika) diusir dari rumah oleh sang ibu karena dianggap mengganggu pacar ibunya dan bertemu Steffi (Wichita Satari) yang justru menjerumuskannya kepada germo.
Keempatnya kemudian bertemu dalam ketidakberdayaan terhadap kenyataan hidup dan bertahan di tengah permasalahan yang selalu menimpa mereka.
Film yang berdurasi selama 90 menit ini akan tayang di bioskop-bioskop pada 28 Mei 2009.
Film ini disutradarai oleh Nayato Fio Nuala serta dibintangi oleh Joanna Alexandra, Christina Santika, Wichita Satari, Smitha Anjani, Yama Carlos dan Ramon Tungka.
Soundtrack film ini dibawakan oleh artis pendatang baru asal Bandung Budi yang menyanyikan lagu "Dia", Sixx Band yang membawakan lagu "Kuingin" dan "Rock n Roll" dan Bintang yang menyanyikan lagu "Terlantar".
KORAN PAK OLES/EDISI 176/1-15 JUNI 2009

Sexy Dancer Jadi Profesi

thumbnail
Dwi Rahmi Hanifa
Berprofesi sebagai sexy dancer ternyata bisa menjadi pilihan bagi siapa saja. Asal ada bakat, minat dan ketekunan untuk berlatih agar tetap eksis di tengah persaingan. Itulah jalan hidup yang diretas gadis manis Dwi Rahmi Hanifa (25).
Bersama adiknya Moh. Firman Yuliansa, Hani sapaan akrabnya, malang melintang di berbagai acara membawakan beragam tarian kontemporer, dancer, modern dance, hiphop, belly dances (tarian perut), R&B, cabaret dan cheerleaders.
“Sejak tahun 2004, saya belajar tarian modern di Bali. Karena sudah merupakan bakat saya, ya orangtua merestui pilihan saya menjadi penari,” ungkap dara kelahiran Bangkalan, Madura, 21 Maret 1984.
Kini Hani menjadi anggota sexy dancer Belby Enterprise. “Selain di Belby, saya juga menjadi penari freelance. Kami sudah punya grup yang sudah biasa tampil di berbagai event seperti launching produk, acara asuransi, peresmian sebuah tempat atau ulang tahun,” ungkapnya.
Hani mengaku, grupnya tak pernah sepi order. Job manggung dijalani setiap hari, kecuali hari Senin untuk istirahat. Jadwal paling padat pada hari Jumat dan Sabtu. “Kadang kami bisa tampil di dua tempat berbeda. Kalo hari Senin saya isi dengan olahraga senam,” ungkapnya.
Putri pasangan Abdul Rahim (alm) dan Ely Yusdiani itu mengaku mantap dengan pilihannya menjadi sexy dancer. Dia merasa senang dan menikmati pekerjaannya. “Saya sudah merasa terbiasa tampil dengan teman-teman. Soal jenis-jenis gerakan kami sudah hafal tinggal dijalani saja,” ungkap Hani.
Ditanya resepnya bisa tampil energik saat menari, Hani hanya bilang biasa minum redoxon dan air putih sebanyak-banyaknya. “Kalo untuk olahraga cuma senam saja. Tapi fitness di gim saya tidak mau takut kekar,” celotehnya.(Nia)
KORAN PAK OLES/EDISI 175/16-31 MEI 2009

Tolak Tawaran Syuting

thumbnail




Tjok Istri Trisnatari Pemayun
Tampil penuh percaya diri dengan gaun merah yang cerah, gadis belia Tjok Istri Trisnatari Pemayun (7) mengayun langkah gemulai di atas catwalk balai pertemuan Hotel Nirmala, Denpasar, Minggu siang (10/5).
Dengan ekspresi yang matang, Trisna demikian sapaannya, membawakan karakter busana bebas. Senyum lugas terpancar dari wajahnya.
Meski di usia yang tergolong muda, Trisna sudah mengukir prestasi mengkilap. Padahal baru empat bulan Trisna bergabung dengan sekolah modeling Belby Enterprise Bali. Dalam ajang Bali Model Award 2009, gadis cilik kelahiran kelahiran Denpasar 17 Februari 2002 itu masuk dalam kategori model berprestasi Belby Enterprise.
Berbagai trofi dan kejuaraan telah direngkuhnya. Putri ketiga pasangan Tjok Agung Putra Pemayun dan Titik Lestari itu pernah juara I The Best Model 2008, juara II Casual Batik 2008, juara harapan III Fotogenic Chinese News Year Festival 2008, juara harapan III Lomba Casual Valentine dan terpilih sebagai top model iklan anak dan sinetron.
Tak heran bila Trisna ditawari job syuting sinetron anak “Kecil-kecil Jadi Nganten” dan sebuah acara reality show di stasiun swasta “Gak Boleh Begini, Gak Boleh Begitu”. “Tapi semua tawaran itu kami tolak karena tiap hari tayang. Berarti syuting harus setiap hari dan di Jakarta lagi. Kami pun menolak tawaran itu,” ungkap sang ibu Titik Lestari.
Minat Trisna menekuni dunia modeling berawal saat ia menyaksikan lomba modeling di sebuah hotel. Saat itulah, Trisna tertarik mengikuti jejak kakaknya yang sudah terlebih dahulu berkecimpung di bidang model. “Awalnya saya kasih liat dia acara model di Hotel Puri Ayu. Dari situlah, dia tertarik untuk menjadi model,” papar ibunya. (Nia)
KORAN PAK OLES/EDISI 175/16-31 MEI 2009

The Next Luna Maya

thumbnail
Putu Devi Sandra Dewi
Remaja metropolis mengarahkan kiblat masa depan mereka di dunia entertainment. Selain terkenal, punya banyak uang dan memiliki fans, dunia selebritis masih terbuka lebar bagi kehadiran pendatang baru.
Binar-binar tekad tumbuh dari rahim hati Putu Devi Sandra Dewi untuk menapaki tangga entertainment dengan persiapan yang matang. Tidak sekedar cantik. Tapi harus punya skil dan pengetahuan yang luas. “Saya tidak sekedar berkarir di dunia model tapi saya ingin mengikuti jejak Luna Maya. Dia kan awalnya dari model, lalu menjadi MC, acting dan kini penyanyi. Saya juga ingin mulai dari dunia model dan akting dulu,” ujar Sandra, sapaan karibnya, yang baru saja menggondol penghargaan Model Terbaik Belby Enterprise Kategori C2 dalam ajang Bali Model Award 2009 di Hotel Nirmala, Minggu (10/5).
Di dunia model dan akting, putri pertama pasangan Putu Artha Suardana dan I Wayan Manik Astri ini sudah mengantongi berbagai penghargaan prestisius. Di antaranya Juara I Miss Suzuki 2007, Juara I Busana Pesta 2008, The Best Casual Jeans, Model Iklan Sandal Ardiles, Bintang Sinetron FTV, “Cinta 10 Hari” di SCTV dan Juara I Pemeran Terbaik untuk Sinetron.
Gadis kelahiran Denpasar 18 Juni 1994 ini terjun di ranah modeling sejak kelas 1 SMP pada tahun 2006 silam. Sejak mendapat juara di berbagai event, kedua orangtuanya mulai mendukung kiprah Sandra di dunia entertainment. “Setiap kali ada lomba, dia pasti jadi juara. Kami pun terus mendukung kemauan Sandra,” ujar ibunya Wayan Manik Astari.
Menyinggung persaingan yang makin ketat di dunia model, Sandra menanggapi dengan santai. “Setiap model punya kelebihan tersendiri. Saya bisa menang karena penilaian dari segi rambut, cara berdandan, kosmetika, busana dan penampilan di catwalk,” ujar pemilik tinggi badan 170 cm dan berat 48 kg yang duduk di kelas 3 SMP Harapan Denpasar.(Nia)
KORAN PAK OLES/EDISI 175/16-31 MEI 2009

Inspirasi Keibuan Pipiet Fitria

thumbnail




HUT VII Belby Enterprise
Kiprah Belby Enterprise (BE) sebagai event organizer papan atas di Bali tak lepas dari tangan dingin Pipiet Fitria, wanita berdarah Bandung kelahiran Surabaya. Wanita pekerja keras ini merintis BE dari sebuah inspirasi sederhana seorang ibu pada tahun 2002.
“Saya saat itu tertarik sekali membangun sebuah sebuah EO yang lengkap. Ada modelnya sendiri, dancer sendiri, dan peralatan sendiri. Lalu nama Belby itu berasal dari nama kedua anak saya Bela dan Bily. Saat itu ada sejuta harapan untuk anak. Semoga dari EO ini bisa menjadi pegangan untuk masa depan anak,” kenangnya.
Setelah tujuh tahun berkiprah BE, fokus menggarap bidang modelling, sexy dancer, cheerleaders, aerobic, management artis, party organizer dan costum. Pada tahun 2004, berdiri Agency Belby Enterprise yang membuka sekolah kepribadian khusus mendidik calon model professional. Selain itu, BE mebuka sekolah dancer yang mendidik secara profesional kaum muda yang menyukai tarian kontemporer. Mereka diajarkan tari kontemporer, dancer, modern dance, hiphop, belly dances (tarian perut), R&B, cabaret dan cheerleaders. “Saya punya impian yang setara baik untuk model maupun dancer. Suatu saat mereka dapat go international,” sebut Pipiet.
Karena itu, Pipiet menyadari kiprah BE makin berat dan penuh tantangan ke depan. Ia berharap anak-anak didiknya bisa mempertahankan performance dan nama baik BE ke manapun mereka berkiprah. Agar mereka bisa terus bersaing dengan model dan dancer lain. “Memang kami tidak takut bersaing atau ditiru pihak lain. Kami tidak ragu untuk bersaing, apalagi plagiat. Karena Belby tetaplah Belby yang punya ciri khas khusus,” ungkapnya.
HUT VII BE dimeriahkan dengan ajang Bali Model Award 2009 yang dipadukan dengan Wisuda Modeling School Belby Enterprise Angkatan IV di Hotel Nirmala, Minggu (10/5). Acara kian semarak dengan tarian Brazilian Dance, beragam kompetisi di antaranya lomba Busana Pesta, Casual Bebas, Casual Jeans, Fotogenic dari anak-anak hingga remaja serta aksi akrobatik cheerleaders dan goyangan sexy dancer batucada dance. (Nia)
KORAN PAK OLES/EDISI 175/16-31 MEI 2009

Penting Makanan Berlemak Buat Anak

thumbnail
Orangtua tidak perlu takut memberikan asupan lemak kepada anak selama masih pada porsi yang dianjurkan, kata dokter spesialis gizi klinik pada Departemen Radioterapi Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Dr. Fiastuti Witjaksono, MS, SpGK.
"Jangan sampai anak tidak mendapatkan makanan yang mengandung lemak, karena khawatir kegemukan. Lemak diperlukan untuk pertumbuhan anak, termasuk pertumbuhan otak," kata Fiastuti yang juga staf luar biasa Departemen Ilmu Gizi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.
Ia mengatakan, asupan nutrisi yang tepat sangat diperlukan untuk pertumbuhan anak menjadi optimal. Setiap hari anak membutuhkan gizi seimbang yang terdiri atas asupan karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral.
Asupan kandungan nutrisi tersebut dapat diperoleh dari variasi makanan yang dikonsumsi. Konsumsi lemak hingga 30 persen dari total energi setiap hari diperlukan untuk menyerap vitamin penting seperti A, D, E, dan K secara maksimal. "Masalah gizi anak sebaiknya mendapatkan perhatian khusus melihat masih sering munculnya kesalahpahaman orang tua terhadap hal ini," katanya dilansir Antara.
Ia menyebutkan, ada tiga masalah gizi, yakni kurang gizi, kelebihan gizi, dan salah gizi yang masing-masing memiliki indikasi dan akibat yang berbeda.
Untuk menghindarinya, katanya perlu komposisi seimbang antara karbohidrat (45-65 persen), protein (10-25 persen), lemak sedikitnya 30 persen, dan bermacam vitamin lain mutlak diberikan kepada anak untuk membantu mengoptimalkan pertumbuhan fisik, perkembangan otak, kepandaian, dan kematangan sosial.
Menurut dia, perencanaan makan yang cerdas oleh orang tua diperlukan demi menciptakan pola makan yang sehat, terkontrol, dan menyenangkan. Kuncinya adalah jumlah kalori sesuai kebutuhan, jadwal makan teratur, dan jenis makanan dengan komposisi karbohidrat, protein, dan lemak seimbang, di samping nutrien spesifik yang terpenuhi.
KORAN PAK OLES/EDISI 175/16-31 MEI 2009

Makan Daging Tingkatkan Pemanasan Global

thumbnail
Masyarakat perkotaan dan pedesaan dapat berpartisipasi mengatasi pemanasan global dengan cara mengurangi makan daging. "Kurangi makan daging, karena dengan mengurangi makan daging berarti mengurangi peternakan,` kata praktisi pemanasan global dari Supreme Master Television, Kontribusi Jakarta, Murniati Kamarga sebelum pelaksanaan seminar "Global Warming Mengancam Keselamatan Planet Bumi", di Cirebon, Selasa (12/5).
Peternakan sapi, kambing, kerbau, domba maupun unggas sangat berperan dalam pemanasan global. Dengan mengurangi makan daging, yang berarti pula mengurangi peternakan, maka akan berdampak kepada lahan untuk dihijaukan yang berfungsi sebagai hutan.
Di pihak lain, pemanasan global bisa dikurangi dengan menggalakkan pola pemupukan organik yang diyakini bisa memperkaya oksigen. Selain itu, bisa menjadi orang tidak makan daging sama sekali (vegetarian) berarti secara individu telah ikut mengurangi gas rumah kaca yang menyebabkan pemanasan global, katanya.
Vegetarian sangat dianjurkan guna mengurangi pemanasan global. Vegetarian, di samping menjaga kesehatan tubuh, juga berarti mengurani konsumsi daging, tambahnya.
Semua masyarakat terkena dampak pemanasan global, baik di perkoataan maupun di pedesaan. "Karena itu, semua perlu berpartisipasi untuk menguranginya," katanya dikutip Antara.
KORAN PAK OLES/EDISI 175/16-31 MEI 2009

Perempuan Inggris Doyan Miras

thumbnail
Kini makin banyak perempuan Inggris yang doyan menyelenggarakan pesta minuman keras. Padahal makin sedikit anak meminum minuman beralkohol. Mereka yang minum melakukannya dengan rakus lebih daripada yang terjadi pada masa lalu. Demikian hasil penelitian "Oxford Brookes University”.
Namun, barangkali yang mengejutkan ialah pria muda malah mengonsumsi minuman beralkohol lebih sedikit daripada yang mereka lakukan pada masa lalu. "Kebanyakan keprihatinan telah disampaikan dalam beberapa tahun belakangan mengenai pemuda yang berpesta minuman keras," kata Lerley Smith, penulis utama laporan oleh "Oxford Brookes University".
"Banyak orang akan terkejut saat mengetahui bahwa pria muda yang minum, termasuk pesta minuman keras, telah turun dalam beberapa tahun belakangan, sementara jumlah orang setengah baya dan orang tua yang minum meningkat," kata Smith sebagaimana dikutip Reuters Life.
Inggris telah lama menghadapi masalah warga yang mengonsumsi alkohol secara berlebihan, sementara pesta minuman keras diduga menjadi penyebab naiknya kekerasan dan prilaku anti-sosial.
Pemerintah memperkirakan bahwa penyakit dan cedera yang berkaitan dengan konsumsi alkohol membuat sistem kesehatan negeri itu menderita kerugian sebesar 2,7 miliar pounds per tahun. Laporan yang disusun oleh Joseph Rowntree Foundation itu, mengkaji bukti terdahulu mengenai kecenderungan orang minum minuman beralkohol dari 20 sampai 30 tahun belakangan.
Studi tersebut mendapati bahwa kini terjadi kecenderungan minum yang lebih parah di kalangan kelompok orang yang berusia setengah baya atau lebih tua lagi, terutama mereka yang memang lebih kaya, sementara konsumsi alkohol di kalangan mereka yang berusia 16 sampai 24 tahun telah turun.
Namun jumlah perempuan yang berpesta minuman beralkohol nyaris berlipat dua menjadi 15 persen antara 1998 dan 2006, kendati banyak perempuan masih lebih kurang mungkin untuk minum dibandingkan dengan pria, dan tampaknya juga lebih mungkin untuk mengonsumsi lebih sedikit.
Pemerintah telah melancarkan serangkaian aksi penyebaran informasi guna memperingatkan warga mengenai bahayanya mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan. Sementara jumlah resmi memperlihatkan 37 persen orang dewasa secara rutin mengonsumsi minuman beralkohol lebih banyak dari jumlah alkohol maksimum harian yang disarankan.
Banyak ahli medis menyerukan penetapan harga minimum bagi alkohol guna menghapuskan penjualan minuman keras murah, tapi meskipun para menteri telah menjanjikan tindakan atas penawaran potongan harga, mereka menyatakan mereka takkan mendukung harga minimum.
Namun, pemerintah tetap menaikkan pajak atas alkohol dalam anggaran bulan lalu, dan menambahkan sebesar enam pence bagi satu pint (takaran sebanyak 0,568 liter di Inggris), sehingga membuat geram pemilik industri minuman, yang menyatakan konsumsi memang sudah turun.(Ant)
KORAN PAK OLES/EDISI 175/16-31 MEI 2009

Urusan Makan, Orang Perancis Terbaik

thumbnail
Sesuai dengan reputasi mereka sebagai ahli pencicip makanan yang sangat menyukai waktu luang, orang Prancis menghabiskan lebih banyak waktu untuk tidur dan makan dibandingkan siapapun di dunia. Demikian hasil satu studi yang disiarkan pekan ini. Rata-rata orang Perancis tidur hampir 9 jam setiap malam, satu jam lebih lama dibanding rata-rata orang Jepang dan Korea Selatan, yang tidur paling sedikit dalam survei di 18 anggota organisasi bagi Pembangunan dan Kerja Sama Ekonomi (OECD).
Kendati memiliki kebiasaan tidur singkat setelah makan siang, orang Spanyol hanya menempati posisi ketiga dalam jajak pendapat itu, setelah orang Amerika --yang tidur lebih dari 8,5 jam. Meski makin banyak orang Prancis menikmati rangkaian makanan cepat saji belakangan ini atau dengan rakus melahap roti lapis di tempat kerja mereka, mereka masih menghabiskan dua jam lagi sehari hanya untuk makan.
Itu berarti pola makan mereka dua kali lebih lama dibandingkan dengan rata-rata orang Meksiko, yang hanya meluangkan waktu satu jam untuk menikmati makanan, demikian laporan Society at a Glance OECD tentang pekerjaan, kesehatan dan waktu luang di Asia, Eropa, Amerika Selatan dan Utara. Orang Jepang, yang hemat dalam hal tidur dan menyibukkan diri dalam kegiatan bolak-balik dan jam kerja serta dengan susah-payah masih berhasil menghabiskan waktu dua jam per hari untuk makan dan minum, sehingga mereka berada di belakang orang Selandia Baru.
Orang Jepang suka menghabiskan sisa waktu mereka, yang langka, untuk nonton televisi atau mendengarkan radio. Itu menyita sampai 47% waktu luas di Jepang. Sebaliknya orang Turki menghabiskan lebih dari sepertiga waktu luang untuk cengkerama dengan teman.
Survei perlihatkan bahwa pemisahan kerja dan waktu luang di beberapa negara tertentu cukup mencolok. ‘’Pria Italia miliki waktu luang hampir 80 menit sehari dibanding kaum perempuan. Kebanyakan pekerjaan tambahan bagi perempuan Italia tampaknya dihabiskan dengan membersihkan rumah,’’ kata OECD seperti dikutip kantor berita Cina, Xinhua. OECD miliki 30 anggota. Jajak pendapat itu hanya mencakup beberapa negara yang memiliki data memadai.
KORAN PAK OLES/EDISI 175/16-31 MEI 2009