OLEH: INDAH WULANDARI
Perkembangan perusahaan yang kian menanjak perlu diiringi peningkatan SDM dan efektivitas kerja. Sebagai perusahaan jamu yang menasional, PT Karya Pak Oles Tokcer menempah karyawan menjadi kader-kader pemimpin yang tangguh. Akhir pekan lalu, staf administrasi keuangan dari setiap kantor cabang di Indonesia mendapat jatah latihan spesifik seputar laporan keuangan berbasis komputerisasi general ledger (GL).
Pelatihan tiga hari yang berlangsung di Jl P Komodo 38X Denpasar itu diikuti enam orang staf dari Cabang Jakarta, Bali II (Jember), Lombok (NTB), Yogyakarta, Surabaya dan Bandung. Para peserta langsung dipandu tiga instruktur perusahaan yang dipimpin Bromo Gastiantoro, Baidah dan Ketut Martana.
Beragam teori akuntansi dan contoh kasus keuangan langsung diaplikasikan dalam bentuk laporan yang meliputi cash flow, buku besar, neraca dan rugi laba. Setiap peserta difasilitasi satu unit komputer sehingga mereka leluasa bertanya soal laporan riil kondisi keuangan cabang. ‘’Pelatihan ini semakin memudahkan pekerjaan para staf keuangan. Yang tadinya menginput data secara manual, sekarang dengan standar komputerisasi general ledger,‘’ ujar Baidah.
Manajer Keuangan, Ayu Lidyawati yang memantau latihan tersebut menilai, pelatihan yang diberikan itu sebagai upaya dini yang disiasati pihak managemen agar penyajian format laporan keuangan lebih seragam. Keseragaman itu berlaku untuk semua kantor cabang di Indonesia. Dengan format laporan yang seragam, jelas Lidyawati, dapat memudahkan petugas auditing mendapatkan laporan keuangan dari setiap kantor cabang. ‘’Dalam perspektif yang luas, pelatihan ini selain memudahkan kinerja para staf, juga menjadi program tetap karena perusahaan obat tradisional asal Bali ini terus gencar membuka cabang-cabang baru,’’ kata Lidyawati.
Perkembangan perusahaan yang kian menanjak perlu diiringi peningkatan SDM dan efektivitas kerja. Sebagai perusahaan jamu yang menasional, PT Karya Pak Oles Tokcer menempah karyawan menjadi kader-kader pemimpin yang tangguh. Akhir pekan lalu, staf administrasi keuangan dari setiap kantor cabang di Indonesia mendapat jatah latihan spesifik seputar laporan keuangan berbasis komputerisasi general ledger (GL).
Pelatihan tiga hari yang berlangsung di Jl P Komodo 38X Denpasar itu diikuti enam orang staf dari Cabang Jakarta, Bali II (Jember), Lombok (NTB), Yogyakarta, Surabaya dan Bandung. Para peserta langsung dipandu tiga instruktur perusahaan yang dipimpin Bromo Gastiantoro, Baidah dan Ketut Martana.
Beragam teori akuntansi dan contoh kasus keuangan langsung diaplikasikan dalam bentuk laporan yang meliputi cash flow, buku besar, neraca dan rugi laba. Setiap peserta difasilitasi satu unit komputer sehingga mereka leluasa bertanya soal laporan riil kondisi keuangan cabang. ‘’Pelatihan ini semakin memudahkan pekerjaan para staf keuangan. Yang tadinya menginput data secara manual, sekarang dengan standar komputerisasi general ledger,‘’ ujar Baidah.
Manajer Keuangan, Ayu Lidyawati yang memantau latihan tersebut menilai, pelatihan yang diberikan itu sebagai upaya dini yang disiasati pihak managemen agar penyajian format laporan keuangan lebih seragam. Keseragaman itu berlaku untuk semua kantor cabang di Indonesia. Dengan format laporan yang seragam, jelas Lidyawati, dapat memudahkan petugas auditing mendapatkan laporan keuangan dari setiap kantor cabang. ‘’Dalam perspektif yang luas, pelatihan ini selain memudahkan kinerja para staf, juga menjadi program tetap karena perusahaan obat tradisional asal Bali ini terus gencar membuka cabang-cabang baru,’’ kata Lidyawati.


0 komentar:
Posting Komentar