Home » » Rakernas Kacab se-Indonesia

Rakernas Kacab se-Indonesia

Distributor Tetap Dibidik Serius
OLEH: INDAH WULANDARI

Penduduk Indonesia yang berjumlah 250 juta menjadi pasar potensial pemasaran berbagai produk. Tinggal tiga tahun lagi, Indonesia masuk dalam kancah perdagangan pasar bebas lintas Negara. Tentu saja berbagai produk asing akan menyerbu pasar Indonesia. Sebagai produsen obat tradisional asal Bali, PT Karya Pak Oles Tokcer memantapkan tekad untuk menggarap serius potensi pasar lokal.
Komitmen ‘go local’ ini tersarikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2007 di Hotel Inna Sindhu Beach Sanur, Minggu (6/5). Rakernas dihadiri Dirut Dr Ir GN Wididana, M.Agr, Direktur Ir Agus Urson HP, Direktris Dra K Tisnawati, Manajer Keuangan, Ayu Lidyawati, Manajer Produksi Ir Rusli Hanafie, Konsultan manajemen H Wawan Dharmawan dan kepala cabang pemasaran se-Indonesia.
Pemasaran Ramuan Pak Oles yang dirintis sejak tahun 1997 ini sudah berkembang di beberapa propinsi di Indonesia. Sistem direct seling yang diadopsi perusahaan jamu terbesar di Bali ini diikuti dengan pembukaan kantor cabang dan unit serta perekrutan tim SPG di suatu daerah. Dalam membedah Business Plan 2007-2008, penetrasi pasar lokal mulai digarap lewat pengembangan sistem distributor di seluruh Indonesia. Diharapkan, sistem distributor ini, Ramuan Pak Oles bisa tersebar di 33 propinsi di Indonesia. “Saat ini kita perlu menekankan terselenggaranya sistem yang cocok untuk mendongkrak penjualan Ramuan Pak Oles di berbagai wilayah di Indonesia,” ujar Putu Bayu Kartika Yasa, Kacab Jakarta.
Di sisi lain, beragam kondisi dan tantangan pemasaran di setiap cabang harus dihadapi dengan penerapan manajemen modern. Apalagi ada kecendrungan peningkatan penggunaaan obat tradisional di kalangan masyarakat luas disertai informasi tentang khasiat produk obat alami. Karena itu persaingan dalam kualitas dan market share memacu para produsen obat tradisional dalam negeri untuk terus berinovasi. Hal ini sesuai komitmen pemerintah Indonesia dalam draft pembangunan tahun 2004-2009 bahwa pengembangan bidang Iptek difokuskan pada bidang kesehatan dan obat tradisional. ‘’Kepercayaan diri sebagai modal utama disertai pemberdayaan informasi dan dukungan pemerintah diperlukan produsen obat tradisional dalam negeri. Dan, kuncinya kuasai pasar lokal terlebih dulu,’’ tandas Pak Oles.
Thanks for reading Rakernas Kacab se-Indonesia

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Posting Komentar