Semangat Kebersamaan Raih Target
OLEH: INDAH WULANDARI
Melewati usia satu tahun, kantor cabang PT Karya Pak Oles Tokcer yang terletak di Jl Kaliurang Km 6,3 Gg Pandega Sakti No 3 Jogjakarta ini terus bertekad meningkatkan semangat kebersamaan serta kinerja TL dan SPG. Mereka yakin semangat tersebut membawa keberhasilan pada tingkat penjualan produk Ramuan Pak Oles.
Membawahi 3 kantor unit di Magelang, Muntilan, dan Salatiga, kekompakan tim pemasaran mereka terlihat saat perayaan HUT kantor cabang (24/2) lalu. Beragam kegiatan mulai potong tumpeng, bernyanyi dan joged bersama berlangsung meriah. Para pimpinan, karyawan, TL, maupun SPG membaur dalam acara yang dihadiri Manajer Pemasaran, Gede Ginarka. ‘’Ini salah satu bentuk penghargaan pada prestasi tim pemasaran untuk menyatukan tekad bersama ke depannya,” ujar Yeyen, salah satu staf cabang.
Cabang yang awalnya dirintis Nurkholis kini dilanjutkan Mujianto mantan Kanit Magelang. Mujianto bertekad meneruskan tradisi kerja keras yang telah ditanamkan pendahulunya. “Yang lebih penting mempertahankan tradisi kerja positif sebelumnya,” ujar Mujianto.
OLEH: INDAH WULANDARI
Melewati usia satu tahun, kantor cabang PT Karya Pak Oles Tokcer yang terletak di Jl Kaliurang Km 6,3 Gg Pandega Sakti No 3 Jogjakarta ini terus bertekad meningkatkan semangat kebersamaan serta kinerja TL dan SPG. Mereka yakin semangat tersebut membawa keberhasilan pada tingkat penjualan produk Ramuan Pak Oles.
Membawahi 3 kantor unit di Magelang, Muntilan, dan Salatiga, kekompakan tim pemasaran mereka terlihat saat perayaan HUT kantor cabang (24/2) lalu. Beragam kegiatan mulai potong tumpeng, bernyanyi dan joged bersama berlangsung meriah. Para pimpinan, karyawan, TL, maupun SPG membaur dalam acara yang dihadiri Manajer Pemasaran, Gede Ginarka. ‘’Ini salah satu bentuk penghargaan pada prestasi tim pemasaran untuk menyatukan tekad bersama ke depannya,” ujar Yeyen, salah satu staf cabang.
Cabang yang awalnya dirintis Nurkholis kini dilanjutkan Mujianto mantan Kanit Magelang. Mujianto bertekad meneruskan tradisi kerja keras yang telah ditanamkan pendahulunya. “Yang lebih penting mempertahankan tradisi kerja positif sebelumnya,” ujar Mujianto.


0 komentar:
Posting Komentar