OLEH: DIDIK PURWANTO
Mengantisipasi bergairahnya arus informasi media dan menebarkan teknologi ramah lingkungan di berbagai bidang, Pak Oles Media Group mampu membuat corong tersendiri untuk arus informasi via udara. Salah satunya adalah Radio Hexon 92,8 FM yang berada di desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu, Buleleng, Bali.
Radio yang mengudara sejak pukul enam pagi hingga 11 malam dengan format 60% budaya Bali ini terus mengampanyekan teknologi EM dan Ramuan Pak Oles baik dari obat tradisional sampai produk biotor teknologi. Jangkauan siaran pun sudah bertambah kuat dan dapat didengar dengan baik hingga Situbondo Jawa Timur. Pendengar setia pun dimanjakan dengan alunan tembang pop dan alternatif Bali, tembang Indonesia hingga tembang bagi anak-anak. “Program Kembang Setaman dan Bali Matembang dengan tembang pop Bali ini menjadi acara favorit fans setia radio yang mengusung slogan Pasti Pas Pasti Tokcer ini,” ungkap Kadek Arianto selaku administratur.
Dengan dukungan tujuh penyiar, tiga operator, dua marketing dan satu administratur, peluang Radio Hexon dapat diterima oleh warga Bali utara hingga sebagian kabupaten di Jawa Timur ini semakin besar. Rata-rata request (permintaan lagu) datang melalui sms dengan nomor 081 805 397766. “Per program bisa mencapai 80 sms. Namun kita tetap mengutamakan request pendengar yang datang ke radio dan membeli form request yang kita jual 1000 per lembar,” tambah Mahesa selaku operator.
Kiprah Radio Hexon yang berdiri sejak 11 Desember 2006 ini telah begitu menggema di seantero Buleleng dan sekitarnya. Hal tersebut terbukti dari program acara yang sering dilakukan secara off air seperti Turing Hexon, Utsawa Dharma Gita, lomba bleganjur, hingga acara yang akan digelar menyambut Hari Kartini 21 April nanti yaitu lomba membuat Tamyang dari daun ental dan janur untuk pelajar SMU/SMK se Kabupaten Buleleng secara gratis.
Mengantisipasi bergairahnya arus informasi media dan menebarkan teknologi ramah lingkungan di berbagai bidang, Pak Oles Media Group mampu membuat corong tersendiri untuk arus informasi via udara. Salah satunya adalah Radio Hexon 92,8 FM yang berada di desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu, Buleleng, Bali.
Radio yang mengudara sejak pukul enam pagi hingga 11 malam dengan format 60% budaya Bali ini terus mengampanyekan teknologi EM dan Ramuan Pak Oles baik dari obat tradisional sampai produk biotor teknologi. Jangkauan siaran pun sudah bertambah kuat dan dapat didengar dengan baik hingga Situbondo Jawa Timur. Pendengar setia pun dimanjakan dengan alunan tembang pop dan alternatif Bali, tembang Indonesia hingga tembang bagi anak-anak. “Program Kembang Setaman dan Bali Matembang dengan tembang pop Bali ini menjadi acara favorit fans setia radio yang mengusung slogan Pasti Pas Pasti Tokcer ini,” ungkap Kadek Arianto selaku administratur.
Dengan dukungan tujuh penyiar, tiga operator, dua marketing dan satu administratur, peluang Radio Hexon dapat diterima oleh warga Bali utara hingga sebagian kabupaten di Jawa Timur ini semakin besar. Rata-rata request (permintaan lagu) datang melalui sms dengan nomor 081 805 397766. “Per program bisa mencapai 80 sms. Namun kita tetap mengutamakan request pendengar yang datang ke radio dan membeli form request yang kita jual 1000 per lembar,” tambah Mahesa selaku operator.
Kiprah Radio Hexon yang berdiri sejak 11 Desember 2006 ini telah begitu menggema di seantero Buleleng dan sekitarnya. Hal tersebut terbukti dari program acara yang sering dilakukan secara off air seperti Turing Hexon, Utsawa Dharma Gita, lomba bleganjur, hingga acara yang akan digelar menyambut Hari Kartini 21 April nanti yaitu lomba membuat Tamyang dari daun ental dan janur untuk pelajar SMU/SMK se Kabupaten Buleleng secara gratis.


0 komentar:
Posting Komentar