Home » » Di Pura Adhitya Jaya Rawamangun Ramuan Pak Oles Jadi Buah Tangan

Di Pura Adhitya Jaya Rawamangun Ramuan Pak Oles Jadi Buah Tangan

OLEH: AGUS SALAM
Umat Hindu yang bersembahyang di Pura Adhitya Jaya Rawamangun Jakarta Timur tidak asing lagi dengan Ramuan Pak Oles. Usai sembahyang, mereka selalu membeli produk obat tradisional asal Bali ini sebagai buah tangan. Menurut Sales Manager & Distributor Jakarta, I. Adi Widjaya, hampir setiap minggu, saat umat Hindu melakukan sembahyang di Pura Adhitya Jaya Rawamangun, Ramuan Pak Oles habis terjual.
Berbagai produk Ramuan Pak Oles seperti Minyak Oles Bokashi, Madu Jamur, Gelang EM Keramik, produk biotor dan lainnya, laris manis bak kacang goring. Pembelinya juga tak mengenal usia, ada yang tua dan ada juga yang masih anak-anak. Memang kebetulan lanjut Adi, di Pura Rawamangun ini sedang berlangsung pameran buku rohani umat Hindu dan lomba mewarnai untuk anak-anak sehingga banyak dikunjungi umat Hindu yang ada di DKI Jakarta ini.
Pura Adhitya Jaya Rawamangun Jakarta Timur, merupakan Pura Agung yang memiliki jemaat yang paling banyak di Jakarta. Dan masyarakat Bali yang tinggal di Jakarta banyak bersembahyang di tempat sakral ini. Proses berdirinya Pura Adhitya Jaya Rawamangun, tidak dapat dilepaskan dari sejarah perjuangan hidup umat Hindu di DKI Jakarta. Ide membangun tempat persembahyangan umat Hindu di DKI Jakarta sudah lama dirintis oleh Suka Duka Hindu Bali (SDHD) atas saran Bapak Direktur Jenderal Bimas Hindu dan Budha, I.B. Mastra.
Awalnya, kiprah dari Suka Duka Hindu Dharma baru terbatas pada perayaan hari-hari suci keagamaan, seperti Hari Raya Galungan dan Kuningan. Kian hari cita-cita untuk pendirian Pura tersebut mulai dipertegas dengan mendirikan yayasan yang khusus untuk maksud pembangunan Pura. Yayasan itu bernama Yayasan Pitha Maha. Pengurus Yayasan tersebut antara lain Ida Bagus Manuaba (alm) anggota Dewan Konstituante, I Gusti Bagus Subamia (alm) yang menjabat Menteri Koordinator, I Nyoman Wiratha (alm) yang menjadi anggota DPRD DKI. Yayasan ini mendapat bantuan dana secara rutin.
Pembangunan Pura mulai menunjukan titik terang ketika Menteri P.U. Ir. Sutami (alm) menerbitkan Surat No.36/KPTS/1976 yang isi pokoknya antara lain, memberi ijin kepada Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat untuk menggunakan tanah yang dikuasai oleh Departemen PU cq. Direktur Jenderal Bina Marga (yakni tempat Pura Adhitya Jaya sekarang) sebagai tempat persembahyangan bagi Umat Hindu di Jakarta dan sekitarnya.
Pemberian ijin oleh Menteri PU tersebut didukung oleh Bapak Gubernur DKI Jakarta (waktu itu) Ali Sadikin. Dukungan tersebut dimuat dalam surat Keputusan No. D.TV-a2/4/24/73. Atas dasar sumber-sumber di atas, maka mulailah umat Hindu merintis pembangunan fisik Pura Adhitya Jaya Rawamangun, yang dalam kenyataannya berbarengan dengan pembangunan Pura Dalem Purna Jati Cilincing di Jakarta Utara, Pura Candra Praba, Jelambar di Jakarta Barat, Pura Raditya Dharma di Cijantung di Jakarta Timur. Kini Pura Adhitya Jaya Rawamangun Jakarta Timur sudah berdiri megah yang menjadi kebanggaan umat Hindu yang ada di Jakarta.
Thanks for reading Di Pura Adhitya Jaya Rawamangun Ramuan Pak Oles Jadi Buah Tangan

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Posting Komentar