OLEH: AGUS SALAM
Game online begitu marak sekarang ini. Di warnet-warnet banyak anak sekolah, mahasiswa, bahkan juga orang dewasa yang ketagihan dengan permainan game online ini. Bagi mereka diada hari tanpa game online. Inilah jenis permainan yang sedang tren dan digandrungi di abad ini.
Tentu saja permainan ini memberikan dampak psikogis yang sangat besar bagi pelajar. Kadangkala mereka lebih fokus mempelajari berbagai macam fitur yang ada dari sebuah game yang mereka senangi daripada memelototi tugas-tugas dari guru mereka di sekolah.
Game lebih menjadi bahan perbincangan yang enak diobrolkan daripada tugas kelompok yang diberikan guru mereka. Tanpa ada unsur paksaan, apa yang mereka kerjakan benar-benar murni keinginan yang muncul dari hati mereka yang tersalurkan menjadi hoby. Mereka juga rela berlama-lama memainkan game ini daripada beramai-ramai main bola dengan teman sebayanya.
Menurut Psikolog Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Dr. Rose Mini A.P., M.Psi, permainan game sah-sah saja untuk melatih kreativitas, asalkan porsinya harus diatur dengan baik, jangan overdosis. ‘’Berarti peran orangtua sangat penting. Mereka wajib menawarkan berbagai pilihan aktivitas kepada anak-anaknya. Variasi kegiatan ini merupakan cara untuk mengeliminasi keterfokusan terhadap satu aktivitas (bermain game),’’ katanya.
Kalau anak hanya sibuk dengan satu hal, lanjut Rose, maka pengalaman dan wawasannya juga terbatas. Bila anak menghadapi suatu masalah, maka dia tidak punya alternatif lain dalam memecahkan masalah tersebut. ‘’Memang betul, perlu keseimbangan dalam melaksanakan aktivitas. Apapun bentuk kegiatan, termasuk main game, sah-sah saja, asalkan porsinya diatur dengan baik. Anggap sajalah main game itu sebagai hobi, bukan kegiatan utama. “Karena hobi merupakan bagian dari kehidupan yang dapat memberikan kepuasan tertentu dan dapat mensuport hidup agar lebih menyenangkan,’’ jelasnya.
Selain itu, perlu keseimbangan antara yang nyata dan dunia maya. ‘’Kalau kamu suka sama Tamagochi, cobalah pelihara hewan juga di rumah. Atau misalnya suka game sepakbola, dukunglah hobimu itu dengan main sepakbola di lapangan. Karena biar bagaimanapun juga manusia butuh interaksi dengan sesama dan lingkungan secara langsung,’’ sarannya.
Game online begitu marak sekarang ini. Di warnet-warnet banyak anak sekolah, mahasiswa, bahkan juga orang dewasa yang ketagihan dengan permainan game online ini. Bagi mereka diada hari tanpa game online. Inilah jenis permainan yang sedang tren dan digandrungi di abad ini.
Tentu saja permainan ini memberikan dampak psikogis yang sangat besar bagi pelajar. Kadangkala mereka lebih fokus mempelajari berbagai macam fitur yang ada dari sebuah game yang mereka senangi daripada memelototi tugas-tugas dari guru mereka di sekolah.
Game lebih menjadi bahan perbincangan yang enak diobrolkan daripada tugas kelompok yang diberikan guru mereka. Tanpa ada unsur paksaan, apa yang mereka kerjakan benar-benar murni keinginan yang muncul dari hati mereka yang tersalurkan menjadi hoby. Mereka juga rela berlama-lama memainkan game ini daripada beramai-ramai main bola dengan teman sebayanya.
Menurut Psikolog Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Dr. Rose Mini A.P., M.Psi, permainan game sah-sah saja untuk melatih kreativitas, asalkan porsinya harus diatur dengan baik, jangan overdosis. ‘’Berarti peran orangtua sangat penting. Mereka wajib menawarkan berbagai pilihan aktivitas kepada anak-anaknya. Variasi kegiatan ini merupakan cara untuk mengeliminasi keterfokusan terhadap satu aktivitas (bermain game),’’ katanya.
Kalau anak hanya sibuk dengan satu hal, lanjut Rose, maka pengalaman dan wawasannya juga terbatas. Bila anak menghadapi suatu masalah, maka dia tidak punya alternatif lain dalam memecahkan masalah tersebut. ‘’Memang betul, perlu keseimbangan dalam melaksanakan aktivitas. Apapun bentuk kegiatan, termasuk main game, sah-sah saja, asalkan porsinya diatur dengan baik. Anggap sajalah main game itu sebagai hobi, bukan kegiatan utama. “Karena hobi merupakan bagian dari kehidupan yang dapat memberikan kepuasan tertentu dan dapat mensuport hidup agar lebih menyenangkan,’’ jelasnya.
Selain itu, perlu keseimbangan antara yang nyata dan dunia maya. ‘’Kalau kamu suka sama Tamagochi, cobalah pelihara hewan juga di rumah. Atau misalnya suka game sepakbola, dukunglah hobimu itu dengan main sepakbola di lapangan. Karena biar bagaimanapun juga manusia butuh interaksi dengan sesama dan lingkungan secara langsung,’’ sarannya.


0 komentar:
Posting Komentar