Oleh: Wayan Nita
Cara masing-masing orang menghilangkan rasa lelahnya tentu berbeda-beda. Banyak alternatif yang bisa dilakukan, salah satunya dengan cara main game. Ada banyak macam game yang biasa dipakai melepas lelah atau mengisi waktu luang. Tapi kini ada game yang bisa diakses lewat internet. Berbeda dengan game yang yang dimainkan dengan playstation. Kini permainan itu telah dianggap ketinggalan jaman oleh anak muda dan remaja.
Sama seperti yang dialami Deni Satria Negara, salah satu siswa SMU Katolik Santo Yoseph. Sepulang sekolah bersama-sama temannya langsung menuju ke game centre. Tapi Deni, begitu cowok ini diakrabi, tidak setiap hari menghabiskan waktu sambil main game. Deni mengaku hanya jika suntuk belajar atau tidak ada kerjaan sepulang sekolah baru main game. Itu pun, Deni harus terlebih dulu meminta ijin dari orangtua karena pulang telat.
Deni, siswa kelas satu SMA ini tertarik dengan online game sejak kelas satu SMP. Permainan online game ini, menurut Deni lebih menarik dan menantang dibanding dengan playstation. Karena selain bisa puas memainkan game, juga bisa dapat banyak teman. Jenis game yang sering Deni mainkan adalah yang berupa petualangan. Deni tak membutuhkan waktu lama untuk bisa menghilangkan rasa lelahnya dengan bermain game. “Paling lama hanya tiga jam, dengan biaya per-jam Rp 3000. Kalau lama-lama rasanya kenikmatan bermain jadi hilang, karena jenuh,” ungkap Deni sambil meneruskan permainannya.
Cowok yang gemar main online game ini mengaku mendapat banyak teman dari kegiatannya ini. Selain bisa bermain berkelompok dengan satu timnya, online game juga dimainkan gamer seluruh dunia. Meskipun senang bermain online game tetapi Deni tetap mendapatkan peringkat kedua di kelasnya. “Belajar tetap menjadi perioritas utama. Online game kan hanya penyegar aja, kalau suntuk main game biasanya main badminton,” ungkap Deni semangat. Karena prestasinya di sekolah yang menonjol, Deni pernah mengikuti Olimpiade Fisika. Olimpiade yang hanya bisa diikuti oleh anak-anak cerdas ini, diikuti oleh seluruh perwakilan SMU seluruh Bali. “Meskipun hanya bisa masuk sampai babak penyisihan saja, tapi saya sudah merasa senang. Dapat banyak teman baru dan menambah pengalaman,” pungkas Deni yang tinggal di Jl. Gatot Subroto Barat Blok F No. 4, Denpasar.
Cara masing-masing orang menghilangkan rasa lelahnya tentu berbeda-beda. Banyak alternatif yang bisa dilakukan, salah satunya dengan cara main game. Ada banyak macam game yang biasa dipakai melepas lelah atau mengisi waktu luang. Tapi kini ada game yang bisa diakses lewat internet. Berbeda dengan game yang yang dimainkan dengan playstation. Kini permainan itu telah dianggap ketinggalan jaman oleh anak muda dan remaja.
Sama seperti yang dialami Deni Satria Negara, salah satu siswa SMU Katolik Santo Yoseph. Sepulang sekolah bersama-sama temannya langsung menuju ke game centre. Tapi Deni, begitu cowok ini diakrabi, tidak setiap hari menghabiskan waktu sambil main game. Deni mengaku hanya jika suntuk belajar atau tidak ada kerjaan sepulang sekolah baru main game. Itu pun, Deni harus terlebih dulu meminta ijin dari orangtua karena pulang telat.
Deni, siswa kelas satu SMA ini tertarik dengan online game sejak kelas satu SMP. Permainan online game ini, menurut Deni lebih menarik dan menantang dibanding dengan playstation. Karena selain bisa puas memainkan game, juga bisa dapat banyak teman. Jenis game yang sering Deni mainkan adalah yang berupa petualangan. Deni tak membutuhkan waktu lama untuk bisa menghilangkan rasa lelahnya dengan bermain game. “Paling lama hanya tiga jam, dengan biaya per-jam Rp 3000. Kalau lama-lama rasanya kenikmatan bermain jadi hilang, karena jenuh,” ungkap Deni sambil meneruskan permainannya.
Cowok yang gemar main online game ini mengaku mendapat banyak teman dari kegiatannya ini. Selain bisa bermain berkelompok dengan satu timnya, online game juga dimainkan gamer seluruh dunia. Meskipun senang bermain online game tetapi Deni tetap mendapatkan peringkat kedua di kelasnya. “Belajar tetap menjadi perioritas utama. Online game kan hanya penyegar aja, kalau suntuk main game biasanya main badminton,” ungkap Deni semangat. Karena prestasinya di sekolah yang menonjol, Deni pernah mengikuti Olimpiade Fisika. Olimpiade yang hanya bisa diikuti oleh anak-anak cerdas ini, diikuti oleh seluruh perwakilan SMU seluruh Bali. “Meskipun hanya bisa masuk sampai babak penyisihan saja, tapi saya sudah merasa senang. Dapat banyak teman baru dan menambah pengalaman,” pungkas Deni yang tinggal di Jl. Gatot Subroto Barat Blok F No. 4, Denpasar.


0 komentar:
Posting Komentar