Arik WijayantiGema safet
y riding di kota Denpasar agaknya sudah melemah. Bahkan kemacetan di kota yang setiap hari terus kebanjiran wisatawan asing itu seakan tak pernah bisa teratasi. Pengaturan lalu lintas yang kacau membuat korban lakalantas terus meningkat. Kondisi itu turut membuat Arik (20) prihatin dan bete. Ia melihat sarana dan prasarana lalu lintas jalan raya kurang memadai. Selain rambu-rambu lalu lint
as, traffic light seharusnya memakai timer (pengatur waktu). ‘’Jadi tidak ada yang nerobos duluan,” ujarnya.Saat terjebak macet itulah gadis bernama lengkap Arik Wijayanti ini selalu menyediakan music handsfree agar rasa kesalnya lenyap saat berkendara sama Mio. Namun, sepotong kisah traumatis meluncur dari bibir mungilnya. Beberapa waktu lalu ia mengalami kecelakaan hingga patah tangan. Sejak itu ia tidak berani ngebut dan menaati aturan lalu lintas. ‘’Sebenarnya program safety riding tujuannya bagus bagi keamanan pengendara motor, sayang pelaksanaannya banyak kendala,” tegas Arik.

Biodata
Nama : Arik Wijayanti
.jpg)
Panggilan : Arik
Tempat/Tanggal Lahir : Denpasar, 3 Mei 1987
Tinggi/Berat Badan : 170 cm/50 kg
Pendidikan Terakhir : Semester V Fakultas Ekonomi UNUD
Orang Tua : Ketut Wija & Made Mawar
Alamat : Perum Dukuh Raya 6, Denpasar Selatan
Agency : Profile Art Entertainment
Lokasi Pemotretan : Jak Resto Handle Bar & Grill, Jl Sunset Road 153 Kuta, Bali
Motor Favorit : Harley Davidson
Fotografer : Gede Sustrawan, Putu Wirnata & Ario Agung.
(INDAH WULANDARI)
KPO/EDISI 149/APRIL 2008


0 komentar:
Posting Komentar