OLEH: AGUS SALAM
Banyak laporan peneliti menyebut, ada kenaikan produksi tanaman budidaya jika sejumlah koloni lebah diletakkan di sekitar lokasi tanaman. Pemeliharaan lebah madu di lokasi tanaman apel dapat meningkatkan produksi sebesar 30-60%, jeruk (300-400%), anggur (60-100%) dan jagung (100-150%).
Lebah madu memiliki peran terpenting dalam berbagai segi kehidupan. Sebagai hewan pembantu penyerbukan tanaman, khususnya tanaman yang tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri, lebah madu sangat optimal meningkatkan produktivitas tanaman budidaya. Untuk maksud tersebut, diperlukan agen sebagai pembantu penyerbukan.
Potensi itu dapat dimanfaatkan dengan meletakkan koloni lebah madu pada areal tanaman budidaya yang daya serbuknya rendah. Seorang ahli pertanian Gojmerac (1983) berpendapat, polinasi bagi tanaman sangat penting demi mempertahankan hidup.
Polinasi merupakan proses kompleks yang dipengaruhi temperatur, kelembaban dan polinator yang bisa dilakukan serangga atau angin. Proses polinasi terdiri dari mekanisme transfer pollen dari anther menuju stigma bunga. Fertilisasi terjadi bila pollen (sel jantan) bertemu ovula (sel betina).
Lebah madu juga membantu proses penyerbukan silang dengan mentransfer pollen dari satu varitas tanaman ke varitas tanaman lain. Untuk penyerbukan, pollen ditransfer dari anther ke stigma pada bunga yang sama. Juga bisa untuk jenis bunga berbeda dari tanaman yang sama atau bunga tanaman lain pada varitas yang sama.
Di negara-negara yang industri perlebahannya sudah maju, budidaya lebah madu bukan untuk menghasilkan madu, tetapi lebih diharapkan sebagai polinator tanaman budidaya. Di AS, sekitar 95% dari total lebah madu budidaya dijadikan polinator dan sisanya untuk madu. Tidak kurang dari 30% produk pangan asal tanaman yang dihasilkan di AS, proses penyerbukannya dibantu lebah madu.
Menurut pengamatan Verma (1986), antara spesies Apis cerana dan Apis mellifera terdapat efektivitas yang sama sebagai polinator tanaman budidaya.
Sebagai negara tropis, Indonesia memiliki puluhan ribu jenis tanaman penghasil nektar dan pollen. Meski begitu, konsumsi madu oleh masyarakat Indonesia masih sangat rendah, sekitar 15 gram per kapita per hari.
Banyak laporan peneliti menyebut, ada kenaikan produksi tanaman budidaya jika sejumlah koloni lebah diletakkan di sekitar lokasi tanaman. Pemeliharaan lebah madu di lokasi tanaman apel dapat meningkatkan produksi sebesar 30-60%, jeruk (300-400%), anggur (60-100%) dan jagung (100-150%).
Lebah madu memiliki peran terpenting dalam berbagai segi kehidupan. Sebagai hewan pembantu penyerbukan tanaman, khususnya tanaman yang tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri, lebah madu sangat optimal meningkatkan produktivitas tanaman budidaya. Untuk maksud tersebut, diperlukan agen sebagai pembantu penyerbukan.
Potensi itu dapat dimanfaatkan dengan meletakkan koloni lebah madu pada areal tanaman budidaya yang daya serbuknya rendah. Seorang ahli pertanian Gojmerac (1983) berpendapat, polinasi bagi tanaman sangat penting demi mempertahankan hidup.
Polinasi merupakan proses kompleks yang dipengaruhi temperatur, kelembaban dan polinator yang bisa dilakukan serangga atau angin. Proses polinasi terdiri dari mekanisme transfer pollen dari anther menuju stigma bunga. Fertilisasi terjadi bila pollen (sel jantan) bertemu ovula (sel betina).
Lebah madu juga membantu proses penyerbukan silang dengan mentransfer pollen dari satu varitas tanaman ke varitas tanaman lain. Untuk penyerbukan, pollen ditransfer dari anther ke stigma pada bunga yang sama. Juga bisa untuk jenis bunga berbeda dari tanaman yang sama atau bunga tanaman lain pada varitas yang sama.
Di negara-negara yang industri perlebahannya sudah maju, budidaya lebah madu bukan untuk menghasilkan madu, tetapi lebih diharapkan sebagai polinator tanaman budidaya. Di AS, sekitar 95% dari total lebah madu budidaya dijadikan polinator dan sisanya untuk madu. Tidak kurang dari 30% produk pangan asal tanaman yang dihasilkan di AS, proses penyerbukannya dibantu lebah madu.
Menurut pengamatan Verma (1986), antara spesies Apis cerana dan Apis mellifera terdapat efektivitas yang sama sebagai polinator tanaman budidaya.
Sebagai negara tropis, Indonesia memiliki puluhan ribu jenis tanaman penghasil nektar dan pollen. Meski begitu, konsumsi madu oleh masyarakat Indonesia masih sangat rendah, sekitar 15 gram per kapita per hari.


0 komentar:
Posting Komentar