Home » » Di Bali, Kasus Gizi Buruk Mulai Menurun

Di Bali, Kasus Gizi Buruk Mulai Menurun

Oleh: Heni Kurniawati
Meski sebagai salah satu daerah bergelimang dolar sebagai bias kunjungan wisatawan asing, namun Bali belum terkategori propinsi yang bebas dari penyakit gizi buruk. Dari Januari 2007 hingga Januari 2008, tercatat 35 kasus gizi buruk yang terjadi di The Island of Paradise ini.
Seperti diungkap Kasubdin Bina Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Bali, dr Ida Ayu Ratnawati, MPH, jumlah kasus gizi buruk tersebut belum menurun secara signifikan. Sebab, pada tahun 2006, ditemukan 43 penderita gizi buruk di Bali.
Kasus gizi buruk terbanyak terjadi di Kabupaten Buleleng, Gianyar dan Denpasar. Pelayanan terhadap para korban gizi buruk, jelas Ratnawati, Dinkes Bali menggelar program Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Tindakan itu dimaksud agar asupan nutrisi anak-anak yang terkena gizi buruk dapat segera diatasi. Karena, jika tidak, gizi buruk dapat menimbulkan ragam penyakit akibat melemahnya sistem imun tubuh.
Ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya gizi buruk. Antara lain minimnya pengetahuan orang tua akan pola asuh anak, kurangnya asupan gizi sebagai biang dari lemahnya ekonomi keluarga
Biasanya, korban gizi buruk berasal dari keluarga yang miskin. Karena itu, untuk pengobatan harus digratiskan kepada para keluarga korban. Makanan tambahan diberikan kepada semua penderita berupa susu, biskuit dan kacang hijau selama 120 hari agar bisa cepat pulih, ujar lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Denpasar itu.
Thanks for reading Di Bali, Kasus Gizi Buruk Mulai Menurun

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Posting Komentar