Home » » Harga Cabe Menyiksa Pedagang Kecil

Harga Cabe Menyiksa Pedagang Kecil

Oleh: Heni Kurniawati
Penjual sayur di Pasar Sanglah dan Badung, Denpasar kian hari kian merana. Pasalnya harga semua barang tiap hari naik, khususnya cabe yang kenaikannya sangat meroket. Kenaikan cabe yang mencapai 70% menyisakan kepasrahan. Mata mereka pun mengisyaratkan tidak berdaya membendung kenaikan harga.
Nyoman Sariani, salah satu penjual kelontong di Pasar Sanglah, berkeluh kesah tentang penjualannya yang tambah hari tambah sedikit. Untung yang didapat tidak sepadan dengan pengeluaran. Kenaikan harga yang membumbung terus terjadi membuatnya hanya bisa pasrah menerima nasib. Bajir dan hujan, dianggapnya penyebab kenaikan harga. Untuk sayuran, seperti wortel harga yang dulunya hanya mencapai Rp 3000-Rp. 4000/kg kini naik menjadi Rp 7000/kg. Sementara harga cabe, kenaikannya sangat tinggi. Dulu dengan harga Rp 12.000 sudah dapat membeli satu kilo cabe kecil, kini dengan harga segitu hanya setengahnya. Harga cabe kecil di pasaran saat ini mencapai Rp 25.000/kg, turun sedikit dibanding satu bulan atau dua minggu yang lalu. Satu bulan kemarin harga menggila, untuk satu kilo cabe kecil harga mencapai Rp 30.000-an. Selain cabe kecil, kenaikan harga pun terjadi pada cabe merah dan cabe keriting. Sayangnya di Pasar Sanglah dan Badung tidak ditemukan cabe keriting karena jenis cabe ini kurang diminati. Untuk cabe merah, ibu Sariani menjual dengan harga Rp 18.000. Dari penjualan itu, ia mengaku hanya mendapat keuntungan Rp 250-500 perak. ”Harga semua jenis sayuran kini semakin naik. Tetapi yang paling memberatkan adalah harga cabe yang melangit. Kalau dulu harga hanya 12 ribu kini mencapai Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu untuk cabe kecil. Untuk cabe merah harga masih berkisar di 17-18 ribu. Kalau dulu saya berani menjual 5-10 kilo, tapi sekarang hanya berani 2-5 kilo saja,” jelas wanita yang tinggal di Banyusari ini.
Senada dengan Sariani, Ketut Rami penjual di Pasar Badung, pun merasa sangat susah mendapat keuntungan untuk saat ini. Ibaratnya jika dulu orang tidak berat mengeluarkan uang untuk membeli cabe, kini mereka seakan malas untuk mengeluarkan uang. “Jika dulu orang sering membeli cabe sebanyak 5 ribu kini paling banyak hanya membeli seribu hingga 2 ribu saja. Sebab harga cabe untuk saat ini mencapai Rp 25 ribu. Kalau saya juga begitu, tidak berani membeli cabe banyak-banyak, paling banter hanya 2-5 kilo per hari, takut tidak laku. Di samping itu modal tidak cukup untuk membeli banyak,” ujar nenek empat cucu ini.
Kenaikan harga juga dirasakan oleh penjual nasi, Suhartini di bilangan Jl Pulau Roti, Sesetan, Denpasar. Ia mengaku kenaikan harga ini membuatnya harus menahan nafas dan pasrah. Setiap hari kebutuhan cabe untuk warungnya mencapai 5 kg. “Dengan kenaikan ini saya menjadi pusing. Untuk menyiasati kenaikan harga, saya mengurangi pasokan cabe. Kalau dulu saya sering membeli 5 kilo per hari, kini menjadi 3 kilo per hari. Harus bagaimana lagi, kalau tetap beli 5 kilo dengan harga 25 ribu per kg, berapa duit yang dikeluarkan untuk cabe saja,” ujarnya.
Thanks for reading Harga Cabe Menyiksa Pedagang Kecil

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Posting Komentar