OLEH: KETUT SUTIKA
Kemenangan pasangan Made Mangku Pastika-AAN Puspayoga dalam pemilihan langsung gubernur (Pilgub) Bali membawa angin segar bagi kemajuan dan perkembangan pariwisata Bali ke depan. "Mangku Pastika pada saat proses pencalonan Pilgub saja sudah memberikan citra positif terhadap pasaran pariwisata Bali di Australia, Jepang dan sejumlah negara lain," kata Kadis Pariwisata Bali, Drs I Gede Nurjaya di Denpasar, Sabtu.
Dengan dipercayanya pasangan Mangku Pastika-Puspayoga oleh masyarakat Bali mengendalikan Pulau Dewata periode (2008-2013) diharapkan mampu memberikan respon positif terhadap pasar-pasar potensial di mancanegara. "Kepala Polisi Federal Australia (AFP) dalam kunjungannya ke Indonesia menyempatkan diri ke Bali untuk bertemu dengan Mangku Pastika," ujar Nurjaya.
Pemilihan langsung Gubernur Bali 9 Juli lalu mengantarkan Pastika-Puspayoga yang diusung PDIP meraih dukungan hingga 1.070.917 suara atau 55,47% dari total suara yang masuk. Pasangan Cok Budi Suryawan (CBS)-Nyoman Gede Suweta meraih 519.737 suara (26,70%) dan I Gede Winasa- I Gusti Alit Putra 356.561 suara (18,31%). Pesta demokrasi yang melibatkan 2.631.754, laki-laki (1.305.797 orang) dan perempuan (1.325.957 orang) juga sempat menjadi perhatian publik Australia.
Dalam berita sepanjang 17 paragraf berjudul "Charismatic, aspiring Bali governor sends his regards" (Gubernur Bali yang karismatik dan menginspirasi mengirim kabarnya) itu, wartawan "The Age", Mark Forbes, menggambarkan sosok Mangku Pastika dengan sangat positif. Bagi kalangan pemerintah, media dan Polisi Federal Australia (AFP), mantan ketua tim investigasi insiden Bom Bali 2002 ini adalah sosok yang tidak asing lagi.
Bahkan di mata Komisioner AFP, Mick Keelty, Mangku Pastika adalah Jenderal Polri yang mampu membangun kepercayaan masyarakat Bali pada kemampuan Polri menggulung jaringan terorisme pasca insiden Bom Bali 2002. Peraih Adhi Makayasa (lulusan terbaik) Akabri Kepolisian tahun 1974 yang fasih berbahasa Inggris itu adalah sosok yang tak asing bagi investigator AFP saat terjadi insiden serangan kelompok teroris yang menewaskan 88 orang warga Australia itu. "Dia (Mangku Pastika) juga seorang yang religius. Selama investigasi (Bom Bali 2002), dia selalu menyempatkan diri ke pura untuk berdoa...," kata Keelty.
Kepopuleran Mangku Pastika di mata publik Australia memang tak dapat dilepaskan dari peranannya yang sentral dalam mengungkap teka-teki di balik insiden Bom Bali 2002 dan kemampuannya menggulung jaringan para pelaku aksi terorisme tersebut. Bagi Mangku Pastika insiden Bom Bali telah mendekatkan Indonesia dan Australia. "Kita sangat dekat satu sama lain. Saya rasa Australia perlu Bali dan Bali pun perlu Australia," katanya seperti dikutip The Age.
Peraih Adhi Makayasa (lulusan terbaik) Akabri Kepolisian tahun 1974 yang fasih berbahasa Inggris itu adalah sosok yang tak asing bagi investigator AFP saat terjadi serangan kelompok teroris yang menewaskan 88 orang warga Australia dari total korban meninggal 202 orang dan 350 orang mengalami luka-luka.
Kepopuleran Mangku Pastika di mata publik Australia memang tak dapat dilepaskan dari peranannya yang sentral dalam mengungkap teka-teki di balik insiden Bom Bali 2002 dan kemampuannya menggulung jaringan para pelaku aksi terorisme tersebut. Bagi Mangku Pastika yang akan memimpin Bali itu, insiden Bom Bali tersebut telah mendekatkan Indonesia dan Australia. "Kita sangat dekat satu sama lain. Saya rasa Australia perlu Bali dan Bali pun perlu Australia," katanya seperti dikutip "The Age". Pasangan ini siap dilantik 28 Agustus. (Antara/Pumpunan)
Kemenangan pasangan Made Mangku Pastika-AAN Puspayoga dalam pemilihan langsung gubernur (Pilgub) Bali membawa angin segar bagi kemajuan dan perkembangan pariwisata Bali ke depan. "Mangku Pastika pada saat proses pencalonan Pilgub saja sudah memberikan citra positif terhadap pasaran pariwisata Bali di Australia, Jepang dan sejumlah negara lain," kata Kadis Pariwisata Bali, Drs I Gede Nurjaya di Denpasar, Sabtu.
Dengan dipercayanya pasangan Mangku Pastika-Puspayoga oleh masyarakat Bali mengendalikan Pulau Dewata periode (2008-2013) diharapkan mampu memberikan respon positif terhadap pasar-pasar potensial di mancanegara. "Kepala Polisi Federal Australia (AFP) dalam kunjungannya ke Indonesia menyempatkan diri ke Bali untuk bertemu dengan Mangku Pastika," ujar Nurjaya.
Pemilihan langsung Gubernur Bali 9 Juli lalu mengantarkan Pastika-Puspayoga yang diusung PDIP meraih dukungan hingga 1.070.917 suara atau 55,47% dari total suara yang masuk. Pasangan Cok Budi Suryawan (CBS)-Nyoman Gede Suweta meraih 519.737 suara (26,70%) dan I Gede Winasa- I Gusti Alit Putra 356.561 suara (18,31%). Pesta demokrasi yang melibatkan 2.631.754, laki-laki (1.305.797 orang) dan perempuan (1.325.957 orang) juga sempat menjadi perhatian publik Australia.
Dalam berita sepanjang 17 paragraf berjudul "Charismatic, aspiring Bali governor sends his regards" (Gubernur Bali yang karismatik dan menginspirasi mengirim kabarnya) itu, wartawan "The Age", Mark Forbes, menggambarkan sosok Mangku Pastika dengan sangat positif. Bagi kalangan pemerintah, media dan Polisi Federal Australia (AFP), mantan ketua tim investigasi insiden Bom Bali 2002 ini adalah sosok yang tidak asing lagi.
Bahkan di mata Komisioner AFP, Mick Keelty, Mangku Pastika adalah Jenderal Polri yang mampu membangun kepercayaan masyarakat Bali pada kemampuan Polri menggulung jaringan terorisme pasca insiden Bom Bali 2002. Peraih Adhi Makayasa (lulusan terbaik) Akabri Kepolisian tahun 1974 yang fasih berbahasa Inggris itu adalah sosok yang tak asing bagi investigator AFP saat terjadi insiden serangan kelompok teroris yang menewaskan 88 orang warga Australia itu. "Dia (Mangku Pastika) juga seorang yang religius. Selama investigasi (Bom Bali 2002), dia selalu menyempatkan diri ke pura untuk berdoa...," kata Keelty.
Kepopuleran Mangku Pastika di mata publik Australia memang tak dapat dilepaskan dari peranannya yang sentral dalam mengungkap teka-teki di balik insiden Bom Bali 2002 dan kemampuannya menggulung jaringan para pelaku aksi terorisme tersebut. Bagi Mangku Pastika insiden Bom Bali telah mendekatkan Indonesia dan Australia. "Kita sangat dekat satu sama lain. Saya rasa Australia perlu Bali dan Bali pun perlu Australia," katanya seperti dikutip The Age.
Peraih Adhi Makayasa (lulusan terbaik) Akabri Kepolisian tahun 1974 yang fasih berbahasa Inggris itu adalah sosok yang tak asing bagi investigator AFP saat terjadi serangan kelompok teroris yang menewaskan 88 orang warga Australia dari total korban meninggal 202 orang dan 350 orang mengalami luka-luka.
Kepopuleran Mangku Pastika di mata publik Australia memang tak dapat dilepaskan dari peranannya yang sentral dalam mengungkap teka-teki di balik insiden Bom Bali 2002 dan kemampuannya menggulung jaringan para pelaku aksi terorisme tersebut. Bagi Mangku Pastika yang akan memimpin Bali itu, insiden Bom Bali tersebut telah mendekatkan Indonesia dan Australia. "Kita sangat dekat satu sama lain. Saya rasa Australia perlu Bali dan Bali pun perlu Australia," katanya seperti dikutip "The Age". Pasangan ini siap dilantik 28 Agustus. (Antara/Pumpunan)


0 komentar:
Posting Komentar