Serangan Fajar

thumbnail
Tanya: Terus terang hidup saya sangat sibuk. Saya tinggal di kota besar yang waktunya habis untuk kerja, kadang-kadang saya lembur. Istri saya sering ngomel karena capek mengurus rumah tangga yang monoton. Jadwal ngeseks pun jadi banyak liburnya. Istri mengeluh kurang dielus. Sayapun capek berat sehabis kerja langsung molor. Apa mau dikata? Mohon saran.
Dari Sutamo, Surabaya.

Jawab: Tidak ada yang lebih menjemukan dari perkawinan yang monoton. Apalagi jadwal ngeseks yang monoton. Hati-hati! Buat jadwal baru. Serangan fajar...!
Ketika badan capek dan pikiran jenuh, ngeseks jangan dipaksa. Pasti letoi dan mencret di jalan. Biarkan tubuh istirahat. Kalau capek obatnya tidur. Saat subuh karena badan sudah seger, tentu si Naga menggeliat minta jatah. Jangan sia-siakan kesempatan itu. Mumpung lagi on, langsung saja jebret sekalian. Antara mimpi dan sadar, Anda bisa melakukan serangan fajar yang dahsyat, meski baunya masih asem-asem dikit, tapi tidak apa-apa. Yang penting hasilnya bung.....!
KPO/EDISI 149/APRIL 2008

SOKSIOLOGI: Pikiran Yang Terbuka

thumbnail
Suatu hari Tomblos termenung membaca kutipan dari sebuah buku kecil nan lusuh. Kutipan dari Lord Thomas Dewan sangat menyentak hatinya. “Pikiran ibarat parasut, hanya berfungsi jika terbuka”. Sikapnya merasa disindir buku itu karena selama ini pikirannya ibarat parasut yang tertutup. Belum terbuka atau mungkin setengah tertutup. Dia menoleh ke kiri-kanan, siapa tahu ada yang melihat perubahan wajahnya, karena hati dicolek buku lusuh itu. Tapi siapa yang peduli dengan orang yang lagi tunduk membaca di emperan kios buku bekas. Tanpa tawar-menawar buku lusuh itu langsung dibeli. Buku itu terlalu murah, tapi di dalamnya ada banyak guru yang bisa ditemui dengan membaca, yang mengajari berbagai makna hidup. Entah mengapa matanya tertarik untuk melirik buku lusuh itu. Dia langsung membukanya pada halaman yang tepat, membaca kutipan Lord Thomas Dewar tentang pikiran.
Kita adalah apa yang kita pikirkan. Jika kita berpikir kecil maka hasilnya kecil. Sebaliknya, jika pikiran kita besar, maka hasilnya besar. Begitu hebatnya kekuatan pikiran. Untuk itu harus berhati-hati dengan pikiran karena dapat menentukan hasil akhir dari suatu pekerjaan. Dengan pikiran yang baik kita bisa menghasilkan karya dan wacana yang baik. Pikiran adalah embrio perkataan dan perbuatan. Untuk itu kita harus bisa melatih dan mengendalikan pikiran agar tetap fokus, semangat dan penuh cinta kasih. Hanya dengan demikian kita bisa mewujudkan hasil karya yang optimal dan bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat luas.
Pikiran perlu diasah dan diberi makanan dengan ilmu pengetahuan agar tetap tajam dan terbuka. Pikiran yang tajam, -- yang menganalisa dengan logika, bertanya dan mencari jawaban, mencerna untuk memilih dan memilah berbagai permasalahan dan mencari jalan keluar, serta mengambil keputusan yang tepat dari berbagai alternatif pemecahan. Betapa pentingnya ketajaman pikiran, sehingga harus terus diasah agar bermanfaat.
Pikiran yang terbuka, --yang selalu memberi kesempatan untuk diperkaya dengan berbagai disiplin ilmu. Pikiran yang terbuka, --pikiran yang siap menerima berbagai informasi yang diperlukan untuk meningkatkan ketajaman berpikir. Pikiran yang terbuka, --yang terus belajar dan mencari ilmu pengetahuan dan informasi untuk membuka wawasan dan visi, sehingga bisa jelas dan tegas menetapkan tujuan hidup. Dengan begitu kita tetap teguh berprinsip, tekun berkarya dan bisa memetik pelajaran dan manfaat dari setiap kejadian.
Pikiran ibarat parasut, hanya berfungsi jika terbuka. Parasut yang tidak terbuka ibarat benda berat yang harus digendong dan tidak berfungsi karena belum terbuka. Jika parasut terbuka dia bisa berfungsi untuk terjun payung menyelamatkan nyawa sang penerjun. Demikian juga pikiran. Jika pikiran terbuka, sangat berguna untuk kesejahteraan pemiliknya dan masyarakat sekitar. Jika pikiran tidak terbuka, sangat tidak bermanfaat dan bisa menjadi beban pemiliknya, bahkan menyengsarakan kehidupan masyarakat sekitar.
Bagaimana cara membuka pikiran? Dengan belajar dan berkarya, dengan melatih pikiran agar fokus dan melatih hati agar lunak. Pikiran kita bisa terbuka dengan berbagai kemungkinan dan kesempatan baru agar hidup menjadi lebih maju dan bermanfaat. Bila pikiran sudah tertutup, tidak mau belajar dan malas berkarya, berarti kemajuan hidup sudah berhenti. Hati-hati dengan pikiran karena pengaruhnya sangat kuat bagi hidup.
Perlu lebih banyak membaca buku yang tepat dan bermanfaat karena di dalamnya banyak ide dan pikiran. Kita bisa mengenali pikiran orang dari tulisan dan omongan. Tulisan dan omongan yang tidak runut dan kacau menandakan pikiran yang amburadul. Pikiran orang yang tidak jelas juga membuat tulisan dan omongan tidak jelas. Bagaimana kita bisa berkomunikasi dengan orang yang pikirannya tidak jelas? Tentu sulit. Membaca sangat bermanfaat untuk menajam dan memperluas pikiran. Pikiran yang tajam dan luas ibarat parasut terbuka, dan berguna untuk menyelamatkan hidup. Pikiran yang tumpul dan sempit ibarat parasut yang tertutup dan dapat memperpendek hidup bahkan mematikan.
Kebanyakan dari kita belum bisa memilih teman bergaul. Dia terseret dalam kebiasaan buruk akibat salah pergaulan. Mungkin karena tenggang rasa atau kurang tegas dalam bersikap, maka teman yang tidak tepat dan tidak bermanfaat mempengaruhi hidupnya. Pikirannya rusak, sikap hidupnya kacau. Pikirannya menjadi tertutup dari berbagai kemungkinan, ragu dan lemah. Akhirnya kualitas hidupnya luntur, karena pikirannya dipengaruhi oleh teman-temannya yang tidak berkualitas.
Buku yang tepat dan teman yang berkualitas adalah kunci membuka pikiran. Tanpa kunci tersebut, pikiran akan tetap tertutup. Tentu dengan pikiran tertutup akibatnya bisa fatal. Masalah demi masalah rajin datang bertubi-tubi dengan tanpa penyelesaian yang berarti. Karena masalah adalah guru yang datang agar kita bisa lebih banyak belajar. Dengan tidak mau belajar, pikiran kita tertutup, dan guru itu rajin datang membawa berbagai mata pelajaran hidup yang harus dipelajari berupa pil pahit yang harus ditelan, agar pikiran kita sehat.
Buku lusuh tipis itu banyak memberi pelajaran pada Tomblos. Pikirannya sudah sedikit lebih terbuka karena sebuah kutipan yang bermanfaat. Kadang-kadang hidup kita bisa berubah karena kita bisa menangkap makna yang bisa diambil dari berbagai fenomena. Bahkan kejadian kecilpun bisa menyadarkan kita dari keteledoran. Itu tentu jauh lebih baik, daripada berbagai kejadian besar telah merampas hidup kita, tapi kita tidak pernah sadar sampai hidup kita apes berat, karena pikiran kita tertutup.
Bahkan di saat jatuh tertimpa tanggapun, kita belum mau menyalahkan diri sendiri untuk harus belajar. Kita hanya menyalahkan tangganya atau lantainya yang licin. Kadang-kadang, kita masih berani meyalahkan Tuhan. Semua itu karena pikiran kita yang tertutup. Siapkah kita membuka pikiran dengan lebih banyak belajar tentang hal yang bermanfaat dan lebih banyak bergaul dengan teman-teman yang berkualitas. Semua itu tergantung dari sikap kita untuk memutuskan, yang hasilnya bisa kita nikmati sebagai hal yang bermanfaat atau mudarat.

Balita Rentan Alami Gizi Buruk

thumbnail
Oleh: Wayan Nita
Masih minimnya pemahaman para orang tua tentang pemenuhan gizi yang seimbang menyebabkan banyak balita menderita gizi buruk. Pemicu lain, rendahnya tingkat pendidikan dan sosial ekonomi. Pemenuhan gizi yang seimbang pada ibu hamil maupun balita sangat diperlukan untuk menekan bertambahnya penderita gizi buruk.
Mengapa balita yang paling banyak terserang gizi buruk? Menurut dr I Kompiang Gede Suandi, SpA, fenomena ini terjadi karena kurangnya perhatian orang tua. Padahal, seorang balita sangat membutuhkan perhatian orang tua, terutama umur 3-5 tahun sebagai masa aktif pertumbuhan fisik dan mental. Pada usia tersebut, membutuhkan banyak makanan yang bergizi.
Dokter spesialis gizi anak di RSUP Sanglah Denpasar itu menegaskan, gizi buruk (marasmus) dan busung lapar (kwashiorkor) merupakan satu kesatuan. Kedua ’’penyakit’’ tersebut diakibatkan oleh kurangnya kandungan gizi yang dibutuhkan tubuh seseorang. Bedanya, gizi buruk terjadi karena faktor kekurangan kalori atau terserang penyakit, sedangkan busung lapar akibat kekurangan protein.
Pemenuhan gizi seorang balita yang tidak sempurna, jelas mempengaruhi daya tahan tubuh sehingga rentan terserang penyakit. Orang tua kaya yang sibuk atau mereka yang memiliki banyak anak namun diliputi kemiskinan tidak sempat memperhatikan kondisi balitanya.
Jika anak sudah terkena gizi buruk, banyak penyakit siap menyerang, karena daya tahan tubuh yang sudah relatif menurun dan melemah. Biasnya, badan jadi kurus, tulang-tulang menonjol, rambut putih, pantat keriput dan wajah terlihat tua. Sedangkan penderita busung lapar sebagian badan membengkak berisi timbunan air. “Jika bagian itu dipencet akan timbul cekungan. Kembali seperti semula membutuhkan waktu lama,” ujar dokter yang membuka praktek di Apotek Kimia Farma Jl Imam Bonjol 66 Denpasar.
Penderita gizi buruk dan busung lapar sulit untuk disembuhkan, membutuhkan kesabaran dan waktu lama. Bagi orang tua yang sangat miskin, jelas sang anak hanya dibiarkan tanpa perawatan, dan bisa meninggal karena daya tahan tubuh yang sudah semakin lemah. Sebagai tindakan pencegahan, perlu diperhatikan kandungan gizi yang diberikan kepada anak. “Gizi seimbang itu meliputi karbohidrat 55 persen, lemak 35 persen dan protein 15 persen,” tambah dr Suandi.

Kanker Leher Rahim Bisa Diatasi 100 Persen

thumbnail
Oleh: Heni Kurniawati
Kanker leher rahim (kanker servik) merupakan pembunuh perempuan terbanyak. Meski ragam sosialisasi seputar penyakit ini kerap digelar berbagai pihak, namun angka kematian dan jumlah penderita masih sulit dibendung. Selain itu penanganan dini terhadap kanker leher rahim belum menjadi prioritas.
Selama tahun 2007, tercatat 128 penderita kanker leher rahim di Bali. Bahkan pada tahun 1999, RS Sanglah menangani 156 kasus (79,59%). Sedangkan di Indonesia, setiap tahun terdapat 180 ribu kasus. Potret ini terjadi karena kurangnya kepekaan kaum wanita untuk memeriksakan rahim sejak dini, dan akibatnya bisa fatal.
Pada dasarnya, kanker leher rahim bisa diatasi 100% jika terdeteksi lebih awal. Kanker leher rahim stadium dini tidak menampakkan gejala penyakit, karena biasanya hanya keputihan dan pendarahan. Biasanya, para pasien baru mendapat pelayanan medis pada stadium lanjut.
“Pemeriksaan pap smear ataupun colposcopi yang dapat mendeteksi kanker servik pada stadium awal sangat diperlukan. Penyakit ini dapat diobati 100 persen jika dalam stadium awal. Minimnya pengetahuan dan rasa takut kerap membuat pasien datang pada stadium akhir dan sel kanker sudah menyebar sehingga sulit ditanggani. Hampir 75 persen penderita baru memeriksakan diri setelah stadium akhir,” kata dr Wayan Kesumadana, SpOG dalam seminar Deteksi Dini dan Pencegahan Kanker Leher Rahim yang diadakan Koran Tokoh bekerja sama RS Kasih Ibu dan Raffles Hospital Singapore di Hotel Nikki Denpasar, Minggu (16/3).
Penyakit kanker leher rahim lebih banyak menyerang wanita berusia 40 tahun ke atas. Di kalangan rema, karena perubahan prilaku, penyakit ini mengintai mereka yang berusia 20-30 tahun. Penyebab dari penyakit para wanita ini disebabkan pemakaian bahan kimia, virus human paviloma, radiology dan biology agent. Juga disebabkan operasi caesar, keguguran, susah saat melahirkan atau waktu kelahiran diperpanjang sehingga merusak vagina, di samping pemberian gurah.
“Prilaku seks dengan multiplel mitra seks, pemakaian bahan kimia dan virus human paviloma menjadi faktor resiko terjadinya kanker servik. Agar terhindar dari kanker servik harus menjauhi faktor resiko itu. Pemeriksaan kandungan sejak dini justru mencegah tumbuhnya kanker leher rahim,” tandas Kesumadana.
Pemeriksaan pap smear dapat dilakukan oleh semua wanita yang sudah pernah berhubungan seks. Biasanya, dilakukan 10 hari setelah haid dan saat melakukan pap smear 24 jam tidak boleh berhubungan terlebih dahulu. Dengan deteksi dini, harapan hidup penderita kanker leher rahim atau pra kanker (stadium 0) adalah 100%.
“Harapan hidup untuk penderita tingkat satu mencapai 75 persen, tingkat dua 50 persen, tingkat tiga 30 persen dan 7 persen stadium akut. Jika terdeteksi sejak awal ada gangguan di dalam vagina atau rahim maka harapan hidup lima tahun dapat dicapai 100 persen,” urai Direktur RS Kasih Ibu Denpasar itu.

Di Bali, Kasus Gizi Buruk Mulai Menurun

thumbnail
Oleh: Heni Kurniawati
Meski sebagai salah satu daerah bergelimang dolar sebagai bias kunjungan wisatawan asing, namun Bali belum terkategori propinsi yang bebas dari penyakit gizi buruk. Dari Januari 2007 hingga Januari 2008, tercatat 35 kasus gizi buruk yang terjadi di The Island of Paradise ini.
Seperti diungkap Kasubdin Bina Gizi Masyarakat Dinas Kesehatan Bali, dr Ida Ayu Ratnawati, MPH, jumlah kasus gizi buruk tersebut belum menurun secara signifikan. Sebab, pada tahun 2006, ditemukan 43 penderita gizi buruk di Bali.
Kasus gizi buruk terbanyak terjadi di Kabupaten Buleleng, Gianyar dan Denpasar. Pelayanan terhadap para korban gizi buruk, jelas Ratnawati, Dinkes Bali menggelar program Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Tindakan itu dimaksud agar asupan nutrisi anak-anak yang terkena gizi buruk dapat segera diatasi. Karena, jika tidak, gizi buruk dapat menimbulkan ragam penyakit akibat melemahnya sistem imun tubuh.
Ada banyak faktor yang menyebabkan terjadinya gizi buruk. Antara lain minimnya pengetahuan orang tua akan pola asuh anak, kurangnya asupan gizi sebagai biang dari lemahnya ekonomi keluarga
Biasanya, korban gizi buruk berasal dari keluarga yang miskin. Karena itu, untuk pengobatan harus digratiskan kepada para keluarga korban. Makanan tambahan diberikan kepada semua penderita berupa susu, biskuit dan kacang hijau selama 120 hari agar bisa cepat pulih, ujar lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Denpasar itu.

Rendah, Konsumsi Madu Di Indonesia

thumbnail
OLEH: AGUS SALAM
Banyak laporan peneliti menyebut, ada kenaikan produksi tanaman budidaya jika sejumlah koloni lebah diletakkan di sekitar lokasi tanaman. Pemeliharaan lebah madu di lokasi tanaman apel dapat meningkatkan produksi sebesar 30-60%, jeruk (300-400%), anggur (60-100%) dan jagung (100-150%).
Lebah madu memiliki peran terpenting dalam berbagai segi kehidupan. Sebagai hewan pembantu penyerbukan tanaman, khususnya tanaman yang tidak dapat melakukan penyerbukan sendiri, lebah madu sangat optimal meningkatkan produktivitas tanaman budidaya. Untuk maksud tersebut, diperlukan agen sebagai pembantu penyerbukan.
Potensi itu dapat dimanfaatkan dengan meletakkan koloni lebah madu pada areal tanaman budidaya yang daya serbuknya rendah. Seorang ahli pertanian Gojmerac (1983) berpendapat, polinasi bagi tanaman sangat penting demi mempertahankan hidup.
Polinasi merupakan proses kompleks yang dipengaruhi temperatur, kelembaban dan polinator yang bisa dilakukan serangga atau angin. Proses polinasi terdiri dari mekanisme transfer pollen dari anther menuju stigma bunga. Fertilisasi terjadi bila pollen (sel jantan) bertemu ovula (sel betina).
Lebah madu juga membantu proses penyerbukan silang dengan mentransfer pollen dari satu varitas tanaman ke varitas tanaman lain. Untuk penyerbukan, pollen ditransfer dari anther ke stigma pada bunga yang sama. Juga bisa untuk jenis bunga berbeda dari tanaman yang sama atau bunga tanaman lain pada varitas yang sama.
Di negara-negara yang industri perlebahannya sudah maju, budidaya lebah madu bukan untuk menghasilkan madu, tetapi lebih diharapkan sebagai polinator tanaman budidaya. Di AS, sekitar 95% dari total lebah madu budidaya dijadikan polinator dan sisanya untuk madu. Tidak kurang dari 30% produk pangan asal tanaman yang dihasilkan di AS, proses penyerbukannya dibantu lebah madu.
Menurut pengamatan Verma (1986), antara spesies Apis cerana dan Apis mellifera terdapat efektivitas yang sama sebagai polinator tanaman budidaya.
Sebagai negara tropis, Indonesia memiliki puluhan ribu jenis tanaman penghasil nektar dan pollen. Meski begitu, konsumsi madu oleh masyarakat Indonesia masih sangat rendah, sekitar 15 gram per kapita per hari.

Pemasangan SP Untuk Kijang LGX EFI 1800 cc

thumbnail
Spontan Power (SP) adalah produk otomotif yang diciptakan Pak Oles dari butiran EM Keramik untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM). SP juga menjaga kebersihan karburator, memperpanjang umur busi serta meningkatkan performa mesin kendaraan roda dua dan empat.
Ada dua cara pemasangan Spontan Power (SP) pada jenis kendaraan EFI.
Pertama; pemasangan SP langsung pada selang menuju injektor. Cara ini dapat dilakukan pada jenis kendaraan yang memakai selang karet dan pada ujung selang menggunakan klem selang (terdapat pada kendaraan Toyota Avanza, Sedan Timor dan Hyundai).
Kedua; pemasangan SP pada selang menuju tangki (jalur balik). Pemasangan SP dapat dilakukan pada semua kendaraan jenis EFI yang mengunakan selang karet seperti Toyota Kijang LGX 1800 cc & 2000 cc, Inova, Suzuki APV dan Mitsubishi Ts 120 SS EFI, dll.
Berikut langkah pemasangan SP pada selang jalur balik ke tangki pada Kijang LGX 1800 cc. Alat yang perlu disediakan berupa selang ± 30 cm, tali krek plastik 2 buah, klem selang 2 buah dan Spontan Power EFI.
Cara pemasangan. Buka kap mesin dan perhatikan selang balik menuju tangki. Selang balik kendaraan Kijang LGX 1800 cc berada di bagian kanan ruang mesin. Lepaskan ujung selang pada nepel out injektor dan hubungkan dengan nepel in SP dan nepel out SP dihubungkan dengan selang yang telah disediakan. Lalu, pada ujung selang lain hubungkan dengan nepel out injektor. Letakkan SP pada posisi datar dan aman, terlihat pada gambar . SP siap digunakan. Selamat mencoba.
KPO/EDISI 149/APRIL 2008

KONSULTASI: Pemasangan SP Dan Pompa Bensin

thumbnail
Rubrik ini diasuh oleh Drs Yunus Sugianto, staf ahli produk PT Pak Oles & Biotor Technology. Pembaca dapat mengirim pertanyaan soal kinerja dan aplikasi Spontan Power, Hexon dan Kudo ke email yunus_biotor@yahoo.com atau sms ke Tlp 08873852310 atau datang ke Bengkel Pak Oles Jl. Pulau Kawe, Gang II, No 7, Denpasar.

Tanya:
Pak Yunus Yth.
Apakah boleh Spontan Power dipasang sesudah pompa bensin kendaraan, dan apa dampaknya?
Dari: Bapak Ahmad, Pasar Minggu, Jakarta Selatan

Jawab:
Pak Ahmad, pemasangan Spontan Power dapat dilakukan setelah pompa bensin. Tetapi hanya pada kendaraan yang pompa bensin jenis elektrik. Sedangkan pada jenis pompa bensin manual, posisi Spontan Power harus vertikal dengan sirkulasi BBM pada nepel out pompa bensin dihubungkan dengan nepel in Spontan Power yang berada pada posisi bawah. Pada nepel out Spontan Power hubungkan dengan selang bensin menuju nepel in karburator. Terima kasih .

APLIKATOR: Spontan Power Hemat BBM

thumbnail
Nama : Wawan Hermawan
Umur : 51 Tahun
Pekerjaan : PNS
Alamat : Bandung
Kesan :
Sebelumnya motor saya sering boros bensin dan tarikan mesinnya kurang stabil. Saat ada tawaran Spontan Power dari SPG Pak Oles, saya langsung pasang pada motor tersebut. Ada perubahan pada motor saya. Selain irit BBM, tarikannya lebih ringan. Terima kasih Pak Oles.

Macchiato; Esspreso Italia Plus Susu Hangat

thumbnail
Veroland, pentolan Kick Ass Choppers, bisa disebut sebagai builder dengan 1001 ide. Semua karyanya mampu menghentak dunia customized tanah air. Moge bergaya Ol’ Skul, Miss Hot Rod Queen dibangun dengan mengaplikasikan beberapa komponen Hot Rod. Custom Anfibio yang mengedepankan ban super besar dan beberapa karya lainnya kerap tampil nyeleneh, namun memikat dan kaya akan unsur seni.
Seperti moge custom bertitle Macchiato ini. Vero ingin menampilkan sosok motor yang terlihat tua. ‘’Banyak orang yang menginginkan tampilan moge terlihat tua melalui desain HD lawas. Sedangkan part dan kompanen hi tech. Ini yang menjadi trend saat ini,’’ jelas builder berperawakan tinggi besar ini.
Benar saja. Moge ini jauh berbeda dengan karya-karya Vero sebelumnya, yang cenderung tampil dengan rake lebar, suspensi panjang ala chopper. Kali ini, Vero mengacu pada model Flatrack sebagai motor pacu track lurus. Aura lawas Maciatto, dibangkitkan melalui harmonisasi beberapa komponen seperti suspensi mengandalkan model springer dan swingarm rigid. Jok dibalut kulit, kreasi bengkel Kick Ass Chopper. Fender belakang dibuat model dulu dengan besi pengait sebagai pegangan.
Menilik ke tangki, ide brillian Vero berperan. Penampung bahan bakar didesain seolah terbagi dua dan dihubungkan ke pengikat dari kulit ke kerangka utama. Sebagai jantung mekanis digunakan mesin Sporster 1200cc. Untuk tampil mumpuni, beberapa kreasi Vero diaplikasikan pada air filter model Knock off, Shifting, exhaust dan beberapa komponen lain.
Uniknya, pijakan kaki memakai pustep sepeda ontel tempo dulu. Bodi dikelir coklat tua, sedang tangki BBM, fender dan roda coklat muda. Mungkin rona esspreso Macchiato telah menginspirasi Vero. Coraknya yang lembut membawa kesan retro nan klasik. Macchiato sendiri berasal dari Bahasa Italia, yang berarti noda. Sedangkan esspreso macchiato merupakan esspreso yang disajikan dengan sedikit susu hangat.
Sementara pada kaki-kaki, laju ban depan Macchiato dikawal velg KAC dan si hitam bundar berlabel Avon Speed Master. Sedangkan belakang dikawal velg DNA 18 x5.5 dengan ban Fire Stone. ‘’Ban belakang model ulir cacing baru pertama kali disbanding dengan velg DNA yang memiliki ukuran lebar. Posisinya bisa dilihat di sini, bentuk ban Firestone jadi agak melebar, belum ada yang mengaplikasikan seperti ini,’’ ujar Vero. Untuk membuktikan bahwa ban cukup handal, dalam sesi pemotretan di markas KAC, Jl Mampang Prapatan Raya 3 Jakara Selatan, Vero melakukan aksi burn out. Bravo Vero. (DEDI)
Spesikasi Custom Bike
Bike Name : Macchiato
Model/Year : Flatrack/2008
Setting body/Customizer : Kickass Choppers/Veroland
Web : www Kickasschoppers.net
ENGINE
Model/Year : Sportster/2006
Displacement : 1200cc
Air Filter : Knock Off Kick Ass Choppers
Exhaust : Kick Ass Chopper
TRANSMISSION
Shifting : KAC
Clutch : Barnet
PAINTING
Moulding : Veroland
Painter : Felix
FORK & SUSPENSION
Tipe : Springer
Swingarm : Rigid
TIRE, WHEEL & BREAK
Font Wheel : Kick Ass Choppers
Front Tire : Avon Speed Master
Disck Break, Front Break & Rear Break : Stock
Rear Wheel : DNA 18x5,.5
Rear Tire : Firestone.
KPO/EDISI 149/APRIL 2008

Jangan Terobos Duluan

thumbnail
Arik Wijayanti
Gema safety riding di kota Denpasar agaknya sudah melemah. Bahkan kemacetan di kota yang setiap hari terus kebanjiran wisatawan asing itu seakan tak pernah bisa teratasi. Pengaturan lalu lintas yang kacau membuat korban lakalantas terus meningkat. Kondisi itu turut membuat Arik (20) prihatin dan bete. Ia melihat sarana dan prasarana lalu lintas jalan raya kurang memadai. Selain rambu-rambu lalu lintas, traffic light seharusnya memakai timer (pengatur waktu). ‘’Jadi tidak ada yang nerobos duluan,” ujarnya.
Saat terjebak macet itulah gadis bernama lengkap Arik Wijayanti ini selalu menyediakan music handsfree agar rasa kesalnya lenyap saat berkendara sama Mio. Namun, sepotong kisah traumatis meluncur dari bibir mungilnya. Beberapa waktu lalu ia mengalami kecelakaan hingga patah tangan. Sejak itu ia tidak berani ngebut dan menaati aturan lalu lintas. ‘’Sebenarnya program safety riding tujuannya bagus bagi keamanan pengendara motor, sayang pelaksanaannya banyak kendala,” tegas Arik.

Biodata
Nama : Arik Wijayanti
Panggilan : Arik
Tempat/Tanggal Lahir : Denpasar, 3 Mei 1987
Tinggi/Berat Badan : 170 cm/50 kg
Pendidikan Terakhir : Semester V Fakultas Ekonomi UNUD
Orang Tua : Ketut Wija & Made Mawar
Alamat : Perum Dukuh Raya 6, Denpasar Selatan
Agency : Profile Art Entertainment
Lokasi Pemotretan : Jak Resto Handle Bar & Grill, Jl Sunset Road 153 Kuta, Bali
Motor Favorit : Harley Davidson
Fotografer : Gede Sustrawan, Putu Wirnata & Ario Agung.
(INDAH WULANDARI)
KPO/EDISI 149/APRIL 2008

Anak Korban Teror Krisis Air

thumbnail
Oleh: Ratih Indri Hapsari*
*) Sarjana Sosiologi UNEJ; Staf Pengajar Sejarah SMP di Purworejo, Jateng; Aktivis KiPaS (Komite Independen Perempuan dan Anak untuk Aksi Sosial)

Tanggal 22 Maret diperingati sebagai World Water Day atau Hari Air Dunia. Sejarah adanya Hari air dimulai dari kesepakatan pada Sidang Umum ke-47 PBB pada tanggal 22 Desember 1992 di Rio de Janeiro, Brasil.
Sayangnya, Hari Air belum tersosialisasi secara massif pada masyarakat luas, terutama di kalangan kaum miskin. Padahal keberadaan sebuah momentum sangat berguna secara budaya maupun politis sebagai ajang refleksi, kampanye maupun tuntutan-tuntutan mengenai isu seputar air dan lingkungan. Keberadaan air bersih kian langka karena telah dikomersilkan oleh perusahaan korporasi bisnis. Kini yang tersisa adalah air-air kotor akibat pencemaran limbah pabrik yang merusak ekosistem maupun sanitasi yang salah urus hingga sangat mengancam kehidupan umat manusia.
Hari Air sedunia justru dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan besar air minum, seperti Coca-cola, Danone. Mereka mengambil momentum Hari Air Sedunia sebagai ajang kampanye ‘kemanusiaan’ dan sponsor Universitas Terkemuka untuk melakukan penelitian mengenai kadar pencemaran air sungai. Mereka juga mengadakan kampanye konsumsi air bersih, air yang layak minum. Beragam kegiatan pada peringatan Hari Air akhirnya bermuara pada kepentingan-kepentingan pasar.
Logika pemodal adalah meraih keuntungan sebanyak-banyaknya dengan menggunakan berbagai macam cara agitasi dan propagada, bahkan jika perlu dibungkus topeng hingga nampak suci dan humanis. Padahal, privatisasi air dan komersialisasi air bersih yang dilakukan oleh investor perusahaan air minum yang didukung penuh oleh pemerintah mengakibatkan masyarakat miskin semakin sulit untuk mendapatkan akses air bersih.
Bagaimana mungkin persoalan air akan selesai hanya dengan penelitian yang capaiannya adalah mengidentifikasi yang jauh dari solusi konkret. Pada kenyataannya persoalan air bersih tidak akan tuntas hanya dengan melakukan kampanye supaya masyarakat tidak membuang sampah sembarangan, masyarakat tidak diperkenankan membangun rumah-rumah kumuh di sepanjang tepian sungai, sedangkan di sisi lain ribuan pabrik dengan bebas setiap tahunnya masih membuang berton-ton zat beracun ke-sungai. Jelas bukanlah solusi, ketika menuntut masyarakat dengan propaganda berwajah humanis. “Untuk hidup sehat hendaknya konsumsilah air yang bersih dan sehat seperti air produksi perusahaan kami.” Mengapa air yang merupakan hasil alami keseimbangan siklus alam dan keberadaannya menjadi bagian dari alam kini hanya menjadi milik orang-orang berduit dan kemudian mereka memonopoli, menjadi makelar air tanpa malu dan menjualnya dengan mahkota harga pada masyarakat yang bagaimanapun juga adalah kelompok yang paling berhak atas air bersih tersebut.
Krisis air yang mendunia
Dunia menghadapi musibah krisis air. Selain volume air menipis, juga terjadi pencemaran air, komersialisasi air, akses terhadap air yang sulit maupun regulasi dan sanitasi yang rusak. Seluruh persoalan mengenai air dapat diartikan krisis air, yaitu keberadaan air yang secara berhadap-hadapan merusak alam yang disebabkan oleh human error (intervensi manusia).
Di Indonesia krisis air menjadi persoalan besar yang tidak kunjung terselesaikan. Jutaan penduduk telah menjadi korban. Anehnya, pemerintah dan DPR beberapa waktu lalu mengeluarkan kebijakan baru berupa UU Penanaman Modal (UU PM) yang meliberalkan regulasi penanaman modal, yang substansinya justru akan berdampak buruk bagi kepentingan masyarakat luas maupun lingkungan.
Misalnya UU PM, Pasal 8 memperbolehkan suatu perusahaan menutup dan merelokasi industri dan modal (capital flight). Pada pasal tersebut tidak dijelaskan mengenai ganti rugi perusahaan terhadap kerusakan lingkungan yang diakibatkan ketika perusahaan masih beroperasi. Secara vulgar dan sepihak jelas bahwa kebijakan yang dikeluarkan pemerintah telah condong pada kepentingan pemodal dan mengabaikan kondisi kesehatan, sosiologis, maupun ekologis masyarakat luas. Contoh kasus, terjadi pada pencemaran sungai karena luberan lumpur Porong, Sidoarjo. Pemerintah tidak berani mengambil langkah tegas mengadvokasi masyarakat Porong menuntut keadilan dan ganti rugi moril materiil pada perusahaan PT Lapindo Brantas.
Krisis air telah mengakibatkan krisis harapan untuk hidup. Krisis air telah menyumbang angka kematian sebesar 34,6% terhadap anak-anak khususnya pada negara dunia ketiga. Setiap tahunnya 5.000.000 anak meninggal karena terkena penyakit diare. Bekurangnya persediaan air bersih selain dikarenakan privatisasi air, pengalihan sumber air bagi AC hotel-hotel mewah, industri perkotaan, air untuk coolant (cairan untuk pendingin mesin), atau terpolusinya air karena timbunan sampah-sampah industri, hingga tidak terelakkan kebutuhan air bersih bagi masyarakat luas dan anak-anak terperosok menjadi tumbal atas nama pembangunan. Di Jepang, para nelayan mandiri di Teluk Minamata tidak memakan ikan karena air terkontaminasi oleh merkuri yang dibuang oleh pabrik kimia Chissio di teluk tersebut selama lebih dari 30 tahun. Menurut laporan Indian Council of Medical Research, pada tahun 1984 di Bhopal, kebocoran pestisida dari Union Carbide telah menyebabkan ribuan orang tewas secara mendadak dan ribuan perempuan mengalami gangguan reproduksi. Korban terbesar dari pencemaran air adalah anak-anak. Misalnya, penyakit polio, diare, kolera akan semakin mudah menyerang anak yang hidup dalam situasi persediaan air yang tercemar.

Politik Kian Berbiaya Tinggi

thumbnail
Oleh: Nurani Soyomukti*
Politik berbiaya tinggi adalah fakta yang kita jumpai hari-hari ini. Dari hari ke hari biayanya kian meninggi. Bahkan lebih rendah dari harga diri. Dan ia menggambarkan budaya politik yang bukan lagi parokial, tetapi mendekati politik terkomodifikasi yang mencerminkan semakin canggihnya kapitalisme (pasar bebas) beroperasi.
Dulu politik adalah masalah partisipasi dan ideologi. Setiap kekuatan politik (partai dan organisasi masyarakat) menunjukkan eksistensinya dalam politik dengan tujuan ideologis yang tak diremehkan dengan tujuan pragmatis seperti uang dan jabatan. Di jaman pergerakan, masing-masing tokoh yang mewakili berbagai kekuatan politik berdebat soal cita-cita dan ide-ide untuk menciptakan masyarakat yang dianggapnya baik. Debat dalam PPKI dan BPUPKI seputar kemerdekaan tahun 1945 menunjukkan bahwa masing-masing tokoh sama-sama merasionalisasi pemikiran dan ideologinya.
Demikian juga pada pemilu pertama kali pada tahun 1955. Masing-masing partai politik melibatkan massa bukan dengan sogokan kaos partai, uang, atau barang-barang yang menghalangi orang untuk berpikir dalam berpolitik lainnya. Pemilu 1955 adalah pemilu yang paling demokratis dalam sejarah politik di Indonesia. Partisipasinya benar-benar ’sehat’ dan bahkan bersih dari ’konflik’ yang membahayakan.
Masing-masing partai memiliki massa yang militan dan mereka memilih bukan karena sogokan-sogokan material. Artinya kesadaran yang tercipta bukanlah kesadaran ’cekak’ atau sempit. Terlalu mudah untuk mengajak orang untuk memilih atau nyoblos. Biaya yang dikeluarkan untuk politik juga tak banyak, artinya politik diselenggarakan secara irit.
Hal itu jauh berbeda dengan sekarang. Setiap ada pemilu, isu golput pasti muncul. Belakangan, nampaknya tokoh-tokoh politik dan partai politik juga akan kesulitan untuk mengajak orang untuk milih. Banyak yang apatis dengan politik. ”Politik? Ah, tai kucing!” Politik tak ada kaitannya dengan nasib rakyat. Politik hanyalah ajang bagi para elit untuk berebut kekuasaan dan, nyatanya, kekuasaan itu tak pernah nyambung dengan keinginan rakyat untuk melihat perubahan demi kesejahteraan dirinya.
Pada akhirnya, elit juga tahu bahwa rakyat juga kian malas untuk berpolitik karena politik dianggap tak ada kaitan dengan nasibnya. Apatisme dan keacuhan rakyat terhadap momen-momen politik tersebut tentunya akan merepotkan para elit yang menginginkan basa-basi ritualitas politik tiap lima tahun sekali --entah pemilihan umum tingkat nasional (pemilu) ataupun tingkat daerah (pilkadal). Kalau banyak rakyat tak memilih, tak akan ada legitimasi bagi proses pemilihan, artinya tak ada legitimasi bagi proses berebut kekuasaan.
Ibaratnya rakyat sudah bosan dengan politik, mereka akan terus dilibatkan dengan berbagai cara dan upaya, agar rakyat berpartisipasi. Dan makna partisipasi, sayangnya, hanya berupa nyoblos ataupun berkerumun ketika ada kampanye dengan suguhan hiburan musik pop dan dangdut. Partisipasi politik di masa kampanye yang terjadi hanya karena ingin mendapatkan hiburan di depan panggung di mana artis terkenal didatangkan. Partisipasi hanya dengan mencoblos gambar partai atau calon presiden atau kepala daerah.
Dari sinilah asal-muasal terjadinya politik biaya tinggi (high-cost politics): yaitu ketika massa rakyat semakin apatis dan malas berpolitik, maka pada saat itulah para elit yang sedang berebut jabatan/kekuasaan harus mengeluarkan banyak biaya agar mereka mau ikut dalam proyek politik orang-orang elit. Jadi, biaya banyak dikeluarkan untuk membiayai mobilisasi dan partisipasi.
Ibaratnya, meskipun rakyat bersembunyi di lubang semut atau di dalam got-got, para elit akan tetap mencari-cari mereka. Partisipasi politik dirangsang dengan berbagai cara, yang paling efektif adalah dengan memberi imbalan agar mereka terlibat. Hal ini berlaku bukan hanya dalam kasus membayar massa Rp 10 ribu atau 20 ribu agar mau menghadiri calon A atau B, tetapi juga terjadi dalam menyiapkan struktur organisasi atau pembangunan partai.
Ada partai yang didirikan dengan memberikan uang pada siapa saja yang mau menjadi pengurus, dengan dibiayai pula biaya sewa atau beli rumah untuk kantor (sekretariat) partai di tingkat cabang hingga ranting. Ada yang lebih lucu lagi, ada partai politik yang didirikan dengan memberikan jaminan asuransi bagi siapa saja yang mau menjadi pengurusnya.
Membuat kaos partai dan kaos bergambar calon yang akan dipilih dengan jumlah yang besar adalah suatu hal yang sudah biasa. Semakin banyak biaya yang dikeluarkan, semakin banyak pula kaos yang diberikan dan dipakai orang-orang. Tak mungkin kaos itu ditolak oleh kalangan rakyat kecil, karena untuk membeli kaos atau baju mereka kesulitan atau harus mengurangi jatah makan sehari-hari. Makanya, memberi kaos partai atau kaos bergambar calon adalah suatu hal yang harus dilakukan oleh kekuatan politik yang ingin menang. Semakin uang yang dikeluarkan untuk membeli kaos, bendera, banner dan atribut-atribut, maka partainya akan nampak di mana-mana. Dalam situasi kesadaran politik Indonesia yang kosong, yang nampak banyaklah yang biasanya akan diikuti karena politik rakyat miskin yang (di)bodoh(i) adalah politik ”manut grubyuk”.
Mendekati pemilu 2009, nampaknya budaya politik yang sama telah, sedang, dan akan terjadi. Apakah kita akan membiarkan kesadaran rakyat teracuni dengan politik komersialisasi para elit? Ataukah kita akan mengeluarkan sikap golput dan menyerukannya ke orang lain satu demi satu atau mengorganisir kampanye golput seperti aksi demonstrasi tutup mulut dengan membawa poster bertuliskan ”Ayo Kita Golput!” atau dengan merangkul orang-orang membikin press release mengajak golput?
Setiap orang dapat mengambil tindakan dan taktik untuk merespon situasi politik palsu ini. Tapi, tentu saja, kita harus memilih yang terbaik. Jadi harus dipikirkan secara serius tindakan dan kegiatan yang paling efektif, alangkah baik jika didiskusikan bersama untuk menghasilkan keputusan yang baik, bertanggungjawab, dan berguna bagi demokrasi yang berpihak bagi rakyat kita!
*) Pustakawan di Komunitas Teman Katakata (KOTEKA) dan aktivis Jaringan Kaum Muda untuk Kemandirian Nasional (J.A.M.A.N) Jawa Timur; sudah menerbitkan buku “Pendidikan Berperspektif Globalisasi” (Aruzzmedia, Yogyakarta 2008); “Dari Demonstrasi Hingga Seks Bebas: Mahasiswa di Era Kapitalisme dan Hedonisme” (Garasi Book, Yogyakarta 2008); “Revolusi Bolivarian, Hugo Chavez, dan Politik Radikal” (Resist Book, Yogyakarta, 2007)”; “Revolusi Sandinista: Perjuangan Tanpa Akhir Melawan Neoliberalisme” (Garasi Book, Yogyakarta 2008)”; ”Hugo Chavez Vs. Amerika Serikat (Garasi Book, Yogyakarta 2008).

SUARA WARGA

thumbnail
Warung Kecil Terancam Bangkrut
Awalnya hanya kelangkaan minyak tanah saja yang menjadi masalah. Tapi seiring dengan bertambahnya hari, bertambah pula jenis sembako yang harganya melambung. Sebut saja minyak goreng, tepung terigu, bawang merah hingga cabai. Coba bayangkan, kami yang hanya menggantungkan nafkah dari menjual siomay dan mie ayam bakso sangat tergantung dengan bahan sembako.
Jika mengurangi porsi terasa sangat kurang pantas. Tapi kalau menaikan harga, banyak pelanggan yang protes. Apalagi kondisi keuangan masyarakat sekarang ini juga seret sehingga pelanggan sudah banyak berkurang. Keuntungan juga menjadi sangat berkurang dan sangat sulit rasanya untuk memutarkan uang lagi untuk jualan. Untuk memenuhi kebutuhan keluarga saja masih sangat terbatas.
Belum lagi kami harus membiayai sekolah anak-anak yang sedang membutuhkan banyak biaya. Sewa lahan yang turut naik tiap bulannya menjadi penderitaan pelengkap buat kami. Entah apa yang harus kami lakukan jika semua harga terus menerus naik sedangkan pelanggan semakin berkurang. Saya dan istri selama ini hanya mengandalkan pendapatan dari berjualan mie bakso dan siomay. Tak ada keahlian lain yang bisa saya jadikan tambang uang. Usia juga semakin menua dan tenaga tidak sekuat dulu lagi.
Kalau bisa memohon pada pemerintah yang menentukan kebijakan harga di pasar, tolong turunkan harga sembako. Agar kami tetap bisa bertahan menjalankan warung kami yang sangat sederhana ini dan anak-anak tetap bisa melanjutkan sekolahnya.
Komentar: Kartono dan Sulastri, penjual siomay dan mie ayam bakso di Jl Tohpati, tinggal di Jl Drupadi Gg. Dewi Uma No 57A Denpasar.


Megakorupsi & Megakonspirasi BLBI

thumbnail
SUARA REDAKSI

Kenyataan menyedihkan menimpa negeri kita. Apalagi kalau bukan kerugian negara akibat skandal korupsi terbesar penyaluran dana Bantuan Likuiditas Indonesia (BLBI). Para penikmat dana BLBI terbesar tidak pernah tersentuh roh keadilan hukum pidana negeri ini.
Dengan konspirasi sangat sempurna, konglomerat “plat merah” era pemerintahan Soeharto sukses merampok uang negara (sejak 1999) lebih dari Rp 650 triliun plus bunga obligasi rekap yang harus ditanggung negara pertahunnya Rp 60 triliun sampai tahun 2030. Itu berarti kerugian yang harus ditanggung negara mencapai 250.000 triliun, ungkap Ismed Hasan Putro, Ketua Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI).
Keprihatinan berubah menjadi “rasa sakit” bagi generasi muda yang masih peduli dengan nasib negara kepulauan ini. Betapa tidak, meski negara telah dirugikan triliunan rupiah tapi tidak ada tindakan hukum atas kejahatan ekonomi dan megakorupsi yang mereka lakukan. Beban keuangan negara amat berat “menutupi” kerugian yang mencapai triliunan rupiah selama bertahun-tahun. Padahal kita tahu sektor pendidikan, kesehatan dan infrastruktur negeri ini perlu segera dibenahi dan memang membutuhkan modal yang amat besar.
Kasus BLBI secara singkat dapat dibagi menjadi dua. Pertama, para debitur yang telah mengantongi surat keterangan lunas dan debitur yang belum melunasi BLBI, seperti Sudwikatmono (Bank Surya), Ibrahim Risjad (Bank Risjad Salim International), Thee Nan King (Bank Danahutama), Hendra Liem (Bank Budi Internasional) Siti Hardijanti Rukmana (Bank Yakin Makmur), Anthony Salim (BCA). Untuk kelompok kedua aparat penegak hukum harus mengecek aset yang dijaminkan para debitur BLBI apakah sesuai dengan nilai aset yang dilaporkan ke BPPN. Selain itu, langkah pidana penggelapan yang dilakukan debitur, karena sebagian aset diagunkan kepada pihak lain, padahal kepemilikan aset sudah di tangan BPPN. Kita berharap Surat Keterangan Lunas (SKL) yang telah dikeluarkan untuk dibitur bermasalah kembali dikaji ulang.
Kelompok kedua adalah para pemegang saham yang mengemplang dana BLBI. Ada tagihan dari 8 debitur mencapai Rp 9,4 triliun. Mereka adalah Ulung Bursa (Bank Lautan Berlian), Atang Latief (Bank Bira), James Januardy dan Adi Saputra Januardy (Bank Namura Internusa), Lidia Muchtar (bank Tamara), Omar Putirai (Bank Tamara), Marimutu Sinivasan (Bank Putera Multikarsa) dan Agus Anwar (Bank Pelita). Untuk kasus ini, polisi dan jaksa diharapkan memproses secara hukum.
Sebelumnya kita bangga utang luar negeri kita berlahan-lahan bisa dilunasi. Sayang kini muncul utang baru akibat mismanajemen perbankan, campur tangan kekuasaan dan politik. Lagi-lagi rakyat yang menanggung bebannya. Bukankah kerugian negara itu ditutupi dari uang negara yang dipungut dari rakyat?
Terkuaknya kasus dugaan penyuapan Artalyta Suryani alias Ayin kepada jaksa Urip Tri Gunawan dilihat sebagian kalangan yang masih murni hatinya sebagai mukjizat di tengah megakonspirasi konglomerat, pejabat negara dan politisi. Sentuhan “Tangan Tuhan” inilah menjadi momen bagi aparat penegak hukum untuk berkomitmen membongkar berbagai kebusukan seputar penyaluran dana BLBI. Ini berarti kinerja kepolisian dan kejaksaan dipantau pers secara konsisten agar roh hukum yaitu rasa keadilan tegak di negeri ini. Bukan hanya penyalur dana yang mendapat sanksi pidana, sementara pihak penerima tidak tersentuh tangan hukum.
Kita mendukung langkah pemerintah yang menempuh beberapa langkah alternatif di antaranya mempercepat proses pengembalian uang negara melalui instrumen yang tersedia, melakukan tindakan hukum terhadap obligor yang tidak kooperatif dan menempuh langkah-langkah solutif yang harus menjamin keadilan, bebas intervensi dan bebas korupsi tentunya.
Kasus BLBI sesungguhnya merupakan pertaruhan harga diri dan kehormatan eksistensi negeri ini. Penyelesaian lewat jalur hukum yang seadil-adilnya menjadi indikator negeri ini masih dipimpin pemerintahan demokratis atau pemerintahan boneka buatan kaum kapitalis alias pemilik modal.
Ketidakseriusan pemerintah dan aparat penegak hukum menangani kasus ini kian melukai perasaan warga negara yang masih melihat eksistensi negara sebagai penyerahan kedaulatan rakyat.
Nilai yang kita petik dari megakorupsi BLBI adalah membangun usaha dengan semangat entrepreneur sejati tidaklah berarti menghalalkan segal cara. Kehormatan terletak dalam kerja keras yang jujur, tulis Grover Cleveland. Rasanya tepat kita memahat warisan mental
Abraham Lincoln. “Ayahku mengajariku untuk bekerja; ia tidak mengajariku untuk mencintainya”. Kerja keras disertai kejujuran adalah ruang pertumbuhan bagi jiwa-jiwa muda progresif di negeri tercinta ini.

Bodoh Jika Berharap Impor Pangan

thumbnail
OLEH: AGUS SALAM
Kepala Badan Ketahanan Pangan Departemen Pertanian yang juga Sekretaris Dewan Ketahanan Pangan Nasional, Dr. Ir. Kaman Nainggolan MS mengatakan ketahanan pangan nasional sampai saat ini tidak bermasalah. Masyarakat tak perlu khawatir tentang persoalan ini. ‘’Bicara tentang ketahanan pangan nasional itu tidak semata-mata ngomong soal beras. Pangan itu bukan beras saja. Kita punya bermacam-macam umbi-umbian, bahkan sampai puluhan jenis. Kita juga punya thiwul, sagu dan jagung yang merupakan sumber karbohidrat. Ini yang perlu diluruskan agar masyarakat tidak panik,’’ katanya dalam sebuah talkshow di Jakarta.
Jika bicara angka, sentra-sentra padi yang terkena banjir baru-baru ini di seluruh Indonesia mencapai 160 ribu hektar dan yang puso 60 ribu hektar. Jadi masih banyak yang bisa diselamatkan oleh petani secara mandiri. Yang perlu diingat hambatan pertanian bukan hanya banjir. Gangguan juga terjadi saat kemarau. Juga ada serangan hama serta penyakit. Untuk mengantisipasi berbagai hambatan tersebut Departemen Pertanian telah merencanakan luas tanam padi kita sebanyak 12.240.000 hektar. Dengan hambatan banjir, kemarau dan hama penyakit diperkirakan maksimal hanya 12 juta hektar saja yang bisa dipanen bersih. Lalu sisanya dipenuhi dengan impor. ’’Dengan angka-angka tersebut secara umum ketahanan pangan kita baik-baik saja,’’katanya.
Bicara ketahanan pangan, jelas Kaman, jangan dipersempit dengan mengharamkan impor. Memang Indonesia impor beras, tetapi Indonesia juga ekspor bahan pangan lainnya. ‘’Kita ini eksportir minyak sawit, ikan laut, sayur-sayuran untuk Singapura, singkong dalam bentuk gaplek, kopi dan banyak lagi. Indonesia tidak boleh tergantung impor, karena kita mempunyai keunggulan komparatif sebagai negara agraris yang alamnya juga mendukung untuk pertanian. Karena itu, kita dianggap bodoh sekali jika tergantung impor. Jadi yang dianggap swasembada pangan itu bukan berarti tidak ada impor sama sekali,’’ jelasnya.
Dalam rencana pembangunan jangka menengah, maksimal 10 persen impor beras itu sudah termasuk swasembada pangan. Pada tahun 2007 lalu, Indonesia impor 1,3 juta ton yang masuk untuk mengisi stok. Mungkin ini untuk mengamankan 2008 dari berbagai gejolak. ‘’Yang jelas, ketahanan pangan itu meliputi dimensi ketersediaan pangan, dimensi distribusi dan yang ketiga adalah faktor konsumsi yaitu asupan gizi bagi masyarakat. Ketersediaan pangan sebenarnya tidak bermasalah, karena kita impor beras hanya sebagian,’’lanjutnya.
Isu beras sering juga dipolitisasi sehingga masyarakat mendapatkan gambaran yang tak proporsional tentang kondisi pangan di tanah air. Karena itulah, Kaman Nainggolan meminta masyarakat agar tidak terlalu pesimistik mengenai keadaan stok pangan nasional.

Salak Gula Pasir “Melewati” Salak Bali

thumbnail
Oleh: Wayan Nita
Salak Bali menjadi primadona para pelancong dan tak pernah ketinggalan untuk jadi oleh-oleh. Pusat oleh-oleh selain memberikan menu jajanan khas Bali juga tak ketinggalan salak Bali.
Tak banyak masyarakat luar Bali yang mengetahui ada jenis salak lain, yaitu salak gula pasir. Salak yang sangat manis seperti gula pasir, tidak ada rasa asamnya sama sekali. Juga tidak hambar seperti salak pondoh khas Jogjakarta. Masyarakat Bali sendiri sangat mengidolakan salak gula pasir ini. Harganya yang lebih mahal dibanding salak Bali tak menggoyahkan kenikmatan pecinta salak gula pasir.
Harga yang mahal, menurut Ayu Anggraeni, pemilik toko oleh-oleh khas Bali, karena sulitnya membudidayakan salak gula pasir. Dan salak gula pasir di tokonya khusus didatangkan dari Sibetan, Karangasem. Uniknya, salak gula pasir hanya dapat tumbuh di Karangasem dan sudah menjadi ciri khas. Harga salak tidak stabil, satu kilo salak gula pasir jika musimnya seharga Rp 15.000 - Rp 20.000. Tapi jika tidak musim bisa mencapai Rp 30.000 - Rp 40.000. Meskipun mahal tapi tokonya selalu ramai didatangi konsumen pecinta salak gula pasir. Tempat yang jauh di dalam dan jauh dari pusat kota tak membuat pelanggan menjauh.
Kebanyakan pelanggan toko oleh-oleh khas Bali milik Ayu ini adalah pegawai kantor-kantor pemerintahan. Seperti dinas perhubungan, kantor kejaksaan dan kantor samsat. Tak hanya itu, masyarakat di sekitar toko maupun pelanggan dari toko ibunya yang juga menjual salak gula pasir. Bahkan banyak juga wisatawan yang menggunakan travel maupun bis mengunjunginya. Tak di pungkiri, salak gula pasir yang paling dicari. “Mereka biasanya membeli dalam jumlah banyak. Ya minimal mereka membeli lima kilo plus jajanan khas Bali lainnya seperti aneka kacang,” ungkap Ayu yang membuka tokonya di Jl Tukad Musi No 53 Renon, Denpasar ini bangga.
Selain salak gula pasir, masih banyak lagi jenis jajanan khas bali. Seperti kue gambir, dodol, brem Bali, kacang disco, kacang asin, kacang koro, krupuk ceker ayam juga aneka buah-buahan. Ayu juga menerima pesanan oleh-oleh dalam bentuk parcel yang terdiri dari aneka macam buah, kacang dan dodol. Semua produk yang dijual, menurut Ayu tak perlu waktu lama untuk laku. Salak gula pasir sendiri, lanjut Ayu sebanyak 50-70 kg bisa habis dalam waktu seminggu. “Harga di sini lebih murah dibanding pusat oleh-oleh lain. Untuk jajanan anda hanya perlu merogoh kocek dari Rp 11.000-Rp 20.000,” pungkas Ayu yang tinggal di seputaran Kampus Ngurah Rai Gg. Mawar No. 8.

Harga Cabe Menyiksa Pedagang Kecil

thumbnail
Oleh: Heni Kurniawati
Penjual sayur di Pasar Sanglah dan Badung, Denpasar kian hari kian merana. Pasalnya harga semua barang tiap hari naik, khususnya cabe yang kenaikannya sangat meroket. Kenaikan cabe yang mencapai 70% menyisakan kepasrahan. Mata mereka pun mengisyaratkan tidak berdaya membendung kenaikan harga.
Nyoman Sariani, salah satu penjual kelontong di Pasar Sanglah, berkeluh kesah tentang penjualannya yang tambah hari tambah sedikit. Untung yang didapat tidak sepadan dengan pengeluaran. Kenaikan harga yang membumbung terus terjadi membuatnya hanya bisa pasrah menerima nasib. Bajir dan hujan, dianggapnya penyebab kenaikan harga. Untuk sayuran, seperti wortel harga yang dulunya hanya mencapai Rp 3000-Rp. 4000/kg kini naik menjadi Rp 7000/kg. Sementara harga cabe, kenaikannya sangat tinggi. Dulu dengan harga Rp 12.000 sudah dapat membeli satu kilo cabe kecil, kini dengan harga segitu hanya setengahnya. Harga cabe kecil di pasaran saat ini mencapai Rp 25.000/kg, turun sedikit dibanding satu bulan atau dua minggu yang lalu. Satu bulan kemarin harga menggila, untuk satu kilo cabe kecil harga mencapai Rp 30.000-an. Selain cabe kecil, kenaikan harga pun terjadi pada cabe merah dan cabe keriting. Sayangnya di Pasar Sanglah dan Badung tidak ditemukan cabe keriting karena jenis cabe ini kurang diminati. Untuk cabe merah, ibu Sariani menjual dengan harga Rp 18.000. Dari penjualan itu, ia mengaku hanya mendapat keuntungan Rp 250-500 perak. ”Harga semua jenis sayuran kini semakin naik. Tetapi yang paling memberatkan adalah harga cabe yang melangit. Kalau dulu harga hanya 12 ribu kini mencapai Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu untuk cabe kecil. Untuk cabe merah harga masih berkisar di 17-18 ribu. Kalau dulu saya berani menjual 5-10 kilo, tapi sekarang hanya berani 2-5 kilo saja,” jelas wanita yang tinggal di Banyusari ini.
Senada dengan Sariani, Ketut Rami penjual di Pasar Badung, pun merasa sangat susah mendapat keuntungan untuk saat ini. Ibaratnya jika dulu orang tidak berat mengeluarkan uang untuk membeli cabe, kini mereka seakan malas untuk mengeluarkan uang. “Jika dulu orang sering membeli cabe sebanyak 5 ribu kini paling banyak hanya membeli seribu hingga 2 ribu saja. Sebab harga cabe untuk saat ini mencapai Rp 25 ribu. Kalau saya juga begitu, tidak berani membeli cabe banyak-banyak, paling banter hanya 2-5 kilo per hari, takut tidak laku. Di samping itu modal tidak cukup untuk membeli banyak,” ujar nenek empat cucu ini.
Kenaikan harga juga dirasakan oleh penjual nasi, Suhartini di bilangan Jl Pulau Roti, Sesetan, Denpasar. Ia mengaku kenaikan harga ini membuatnya harus menahan nafas dan pasrah. Setiap hari kebutuhan cabe untuk warungnya mencapai 5 kg. “Dengan kenaikan ini saya menjadi pusing. Untuk menyiasati kenaikan harga, saya mengurangi pasokan cabe. Kalau dulu saya sering membeli 5 kilo per hari, kini menjadi 3 kilo per hari. Harus bagaimana lagi, kalau tetap beli 5 kilo dengan harga 25 ribu per kg, berapa duit yang dikeluarkan untuk cabe saja,” ujarnya.

Pengusaha Gengsi Majukan Agroindustri

thumbnail
KIPRAH: Agrinex Expo 2008
OLEH: AGUS SALAM

Pemerintah memberikan tiga macam kredit untuk memancing para investor terjun ke sektor pertanian. Pasalnya, selama ini sektor pertanian dipandang sebelah mata, meski 60 persen penduduk Indonesia masih tergantung hidupnya di sektor ini.
Sekretaris Jenderal Departemen Pertanian, Hasanuddin Ibrahim, mengatakan ketiga kredit tersebut adalah Kredit Usaha Rakyat dengan penjamin dari Askrindo, Kredit Ketahanan Pangan (KKP) senilai Rp 10,8 triliun dengan subsidi bunga dari pemerintah sekitar 7-8 persen per tahun. Kemudian kredit pengembangan dan revitalisasi perkebunan yakni memberikan subsidi 10 persen untuk sektor sawit, karet dan kakao.
Upaya menarik investor sebanyak-banyaknya di sektor pertanian karena sektor ini belum dipandang sebagai sektor yang menjanjikan, baik bagi investornya sendiri maupun pihak perbankan. Padahal, pemerintah telah melakukan pendekatan pada perbankan agar bersedia mengeluarkan kredit untuk pertanian,’’ kata Hasanuddin dalam sebuah talk show di acara Agrinex Expo di Jakarta.
Sejumlah perusahaan besar ambil bagian memberikan dukungan suksesnya Agrinex Ekspo 2008, seperti Sampoerna Agro, Wilmar, Sinar Mas, Heinz ABC dan Provident, serta sejumlah sponsor lain di dunia pertanian. Departemen Pertanian (Deptan), Departemen Kehutanan (Dephut), Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP),
HIPMI, Dekopin, dan IPB juga ikut ambil bagian.
Direktur Utama Performex, penyelenggara pameran, Rifda Ammarina mengatakan, Pameran ini menggagas cetak biru (blue print) agribisnis Indonesia, serta mempertemukan sejumlah investor (buyers) dengan kelompok tani yang dibidani Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) maupun Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).
Menurut Rifda, tujuan acara tersebut membangun paradigma baru pertanian Indonesia dalam konteks agribisnis dan agroindustri. Dengan bangkitnya agribisnis maka ada kemandirian pangan, bioenergi, lapangan kerja, pemerataan ekonomi, kenyamanan sosial dan meningkatnya martabat bangsa karena mampu menggali potensinya secara optimal
Ketua Umum HIPMI, Sandiaga Uno, mengakui, jumlah pengusaha yang terjun di sektor pertanian sangat minim. Dari 25 ribu anggota HIPMI se-Indonesia, pengusaha yang terjun di sektor agrobisnis hanya lima persen. Tahun ini, pihaknya menargetkan jumlah pengusaha yang merambah sektor pertanian bertambah menjadi 10-15 persen.
Menurut Sandiago, masih minimnya sektor pertanian dilirik pengusaha, karena insentif yang diberikan pemerintah masih minim. Selain itu, kata dia, kultur pengusaha yang memandang sektor pertanian bukan lahan bisnis yang menarik. ‘’'Pengusaha umumnya gengsi kalau punya pabrik atau tempat usaha besar, dibanding memiliki sawah atau perkebunan. Tapi dari pertemuan pengusaha beberapa kali, sudah banyak anggota HIPMI yang mulai merambah bisnis agrobisnis, seperti di sawit di Sumatera, karet dan kako di Kalimantan, dan jagung di Sulawesi,’’ katanya.
Ketua Umum BPP HIPMI juga menilai, prospek dunia pertanian Indonesia terus meningkat. Pasalnya, bangsa Indonesia memiliki sumber daya alam serta sumber daya manusia yang sangat besar untuk sektor pertanian.

Terapi Madu Sekar, Berat Badan Turun

thumbnail
Oleh: Heni Kurniawati
Obesitas menjadi salah satu penyakit yang membuat banyak orang merasa kwatir. Meski begitu, ada orang yang tetap cuek dan merasa aman-aman saja dengan bentuk tubuh tambun dan gemuk. Bagi mereka yang lebih menyukai bentuk tubuh gemuk, jelas tidak jadi masalah, dan sebaliknya akan menjadi beban khusus dalam melakoni hidup di dunia ini.
Selain menyebabkan kegemukan, obesitas juga dapat menimbulkan efek samping pada gangguan kesehatan seseorang. Seorang yang menderita obesitas, cenderung tidak mampu untuk stop mengonsumsi karbohidrat. Padahal karbohidarat yang berlebihan akan menimbun lemak.
Salah satu produk alami yang dapat membantu menurunkan berat badan adalah Madu Sekar. Kandungan produk minuman ini terdiri dari betacharotin, flavanoid dan antioksidan. Semua berfungsi untuk merangsang seseorang mengurangi asupan karbohidrat, dan produk ini cocok dikonsumsi oleh para penderita obesitas.
Ir HM Rusli Hanafie, Kepala Produksi Industri Obat Tradisional (IOT) menjelaskan, Madu Sekar juga mengandung ekstrak berbagai bunga yang menghasilkan rasa manis. Seberapa hebatnya orang yang ingin berdiet jika tidak mengubah pola makan ditambah olah raga teratur sulit untuk mengurangi gejala obesitas. ’’Perasaan takut lemas, tidak bergairah dan capek sering menghantui pikiran orang yang memiliki obesitas. Madu Sekar yang memiliki rasa lebih manis daripada madu lain ini dapat membantu mengganti kebutuhan nutrisi dan karbohidrat saat si obesitas sedang diet,’’ kata pria asal Ujungpandang ini.
Biasanya, lanjut Rusli, orang gemuk sering konsumsi gula atau karbohidrat secara berlebihan. Ketika mereka sedang diet, rasa lemah, letih dan kurang bergairah serta capek mudah mendera. Hal ini menjadi alasan, mereka tidak meneruskan program diet. Namun berbeda jika melakukan diet dengan terapi Madu Sekar yang diperoleh dari berbagai ekstrak bunga. Terutama bunga berwarna cerah yang mengandung fluktosa (zat gula) yang manis dan tidak berefek pada kegemukan. Kandungan gula dalam madu akan mengurangi nafsu makan dan mengganti energi serta nutrisi yang dibutuhkan tubuh ketika diet,” tegas jebolan Quensland University Australia itu
Madu Sekar dapat diminum tiga sendok makan per hari sebagai pengganti makan. Namun lebih efektif jika diminum pada malam hari sebelum tidur. Untuk orang yang memiliki obesitas tinggi, terapi Madu Sekar dapat dilakukan lebih dari tiga sendok makan ketika merasa dibutuhkan.
’’Efek sampingnya berat badan akan turun dan menstabilkan berat badan yang ideal. Selain itu tidak ada efek sampingnya. Minum madu disertai perubahan pola makan dan olah raga, saya yakin keluhan obesitas bisa teratasi, apalagi Madu Sekar itu dapat mereduksi penimbunan lemak dalam tubuh seseorang. Untuk orang normal, Madu Sekar dapat dikonsumsi tiga sendok makan dalam seharidan tiga kali lipat bagi mereka yang memiliki tingkat obesitas tinggi. Atau ketika tubuh masih terasa lemas, asupan Madu Sekar dapat ditambah. Akan lebih efektif jika dikonsumsi sebelum tidur,’’ pinta Hanafie.

Obesitas Dapat Memicu Penyakit Lain

thumbnail

Oleh: Wayan Nita
Anggapan anak gemuk identik dengan anak sehat, tidak selamanya benar. Sebab, bisa jadi faktor kegemukan dapat memicu penyakit lain. Kurangnya pengetahuan orang tua tentang asupan makanan bergizi yang seimbang, juga dapat menjadi pemicunya. Karena sibuk, orang tua memberikan makanan cepat saji kepada anak atau dimanja dengan camilan agar anak bisa tenang. Selain itu, kebiasaan anak yang dibiarkan berlama-lama di depan televisi.
Untuk anak balita, obesitas bisa disebabkan oleh banyak factor, antara lain genetik (keturunan) dan pengaruh lingkungan. Dari sekian pemicu, pengaruh genetik menempati urutan teratas terjadinya obesitas.
Menurut dr Kompiang Suandi, SpA, jika salah satu orang tua menderita obesitas, anak yang dilahirkan berpotensi terkena obesitas 40%. Jika keduanya obesitas, anaknya 80% menderita obesitas, sedangkan pengaruh lingkungan hanya 10%. Salah satu penyebabnya, pola makan yang tidak seimbang dan kurang olah raga.
Dokter spesialis gizi dan penyakit metabolik anak itu menegaskan, orang tua wajib mengontrol makanan yang dikonsumsi anak. Sejak usia di atas enam bulan, bayi harus mulai diberikan makanan tambahan pendamping ASI. Karena bayi mulai memiliki banyak aktivitas, maka menimbang anak menjadi pintu untuk mengontrol pertumbuhan.
Berat badan bayi normal dapat dipantau dengan buku KMS (Kartu Menuju Sehat). Kartu itu bisa diperoleh di puskesmas, dinas kesehatan dan rumah sakit yang membantu persalinan. Biasanya, kenaikan berat badan bayi akan mengikuti umur. Contohnya anak berusia satu tahun berat badannya tiga kali berat badan lahir. Setiap bulan, berat dan tinggi badan bayi harus diukur dan ditulis dalam KMS.
‘’Jadi kita dapat memantau bayi dalam keadaan cukup gizi atau tidak. Jika ada ketidakberesan dengan buah hati akan mudah terpantau. Hal itu dapat ditandai naik atau turunnya grafik berat badan bayi. Bila di zona hijau, pertanda aman,” ujar dokter yang bertugas di RSUP Sanglah.
Untuk menyembuhkan obesitas, dibutuhkan kesabaran dalam waktu lama, kerja sama anggota keluarga dan pendampingan dari ahli gizi. Orang tua sendiri wajib mengurangi kebiasaan anak ngemil dan menyantap makanan cepat saji. Perubahan perilaku tersebut berlaku untuk semua anggota keluarga, tegas dr Kompiang, agar tercipta rasa kebersamaan.
Jika tidak diatasi sedini mungkin, obesitas dapat memicu munculnya penyakit lain. “Penyakit yang paling sering menyerang anak-anak obesitas adalah ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas). Penyakit metabolik seperti diabetes, jantung dan asam urat juga sedang mengintai,” tambah dr Kompiang.

Antisipasi Obesitas, Karyawan Rutin Aerobik

thumbnail
OLEH: AGUS SALAM
Selain dituntut disiplin dan tekun menjalankan tugas secara bertanggung jawab, karyawan yang bekerja di perusahaan swasta maupun perusahaan milik negara seakan ’’wajib’’ mengikuti olah raga pada hari tertentu. Kegiatan olah raga tersebut bertujuan untuk hidup sehat, juga bisa menjadi antisipasi dini terhadap gejala obesitas.
Untuk mengantisipasi obesitas, biasanya karyawan/ti dengan senang hati mengikuti kegiatan olah raga yang sudah dijadikan agenda tetap di sebuah perusahaan. Salah seorang Direktris sebuah perusahaan swasta di Jakarta, Ketut Tisnawati mengakui, pihaknya sudah memiliki jadwal tetap untuk menggelar olah raga aerobik dan tenis meja. ’’Tujuannya untuk menjaga tubuh agar tetap sehat sekaligus sebagai langkah antisipatif sejak dini terhadap gejala kegemukan atau obesitas tersebut. Dengan tubuh yang sehat, pikiran jadi jernih dan pekerjaan jadi lebih fokus,’’ kata wanita kelahiran Buleleng, Bali ini.
Lebih dari itu, lanjut Tisna, begitulah sapaan akrabnya, kesehatan merupakan sesuatu yang sangat penting bagi kehidupan kehidupan. Jadi, tidak hanya persoalan obesitas tetapi kesehatan secara keseluruhan. Kalau karyawannya sakit-sakitan bagaimana bisa bekerja dengan target yang ditetapkan sebuah perusahaan.
Selain di perusahaan, sebut Tisna, karyawan juga diminta untuk mengikuti aktivitas olah raga lain di luar lingkungan perusahaan, termasuk di rumah. Untuk menjaga tubuh agar tidak masuk dalam kategori obesitas, mantan instruktur senam itu meminta karyawan untuk konsumsi ramuan alami terkait gejala obesitas tersebut.
‘’Sejak dulu kita sudah menetapkan Program Jumat Sehat. Sebuah program yang bertujuan untuk menjaga kesehatan. Biasanya dilakukan dengan lari, jalan dan senam kebugaran. Setiap hari Jumat juga kita sarapan bersama dengan menu-menu yang sehat buatan para karyawati perusahaan. Jadi untuk hidup sehat, tidak harus mengeluarkan biaya yang mahal-mahal. Yang penting bisa sarapan bersama dan sehat sambil berdiskusi seputar persoalan yang dihadapi perusahaan,’’ tambah wanita pekerja keras ini.

Hipnosliming; Terapi Unik Menguruskan Badan

thumbnail
Oleh: Heni Kurniawati
Banyak jalan menuju Roma. Pepatah ini menggambarkan banyak cara yang dilakukan orang untuk melakukan proses menurunkan berat badan dan mendapatkan berat badan ideal. Bahkan mengkonsumsi obat pelangsing yang tidak aman pun dilakukan. Namun sering gagal lantaran program penurunan berat badan tidak tertanam di pikiran bawah sadar. Penyebab utama seseorang gemuk adalah sikap dan prilaku mereka untuk senantiasa gemuk. Hadirnya terapi hipnosliming yang merupakan rangkaian dari hipnotrapy dapat membantu untuk memberikan pikiran positif ke alam bawah sadar sehingga menguatkan niat untuk diet.
Menurut Lanny Kuswandi, ahli hipnoterapi asal Jakarta, mengatakan banyak orang yang merasa sulit menurunkan berat badan. Padahal semua program diet yang ada bisa menurunkan berat badan asal dilakukan dengan konsisten. Permasalahannya orang obesitas sulit bahkan tidak bisa konsisten untuk diet. Untuk itu harus diberikan sugesti positif. Hipnoterapi khususnya hipnosliming dapat menguatkan niat seseorang untuk berdiet. Sebab dengan hipnoslimming, pikiran dapat diprogram/sugesti agar mengarah ke sikap dan prilaku makan untuk menurunkan berat badan.
“Orang yang memiliki obesitas tinggi merasa kesulitan untuk menurunkan berat badan. Karena program penurunan berat badan tidak ditanamkan dalam diri. Mereka sulit konsisten untuk diet. Terapi hipnoslimming cukup membantu memberikan sugesti positif ke alam bawah sadar seorang penderita obesitas. Terapi itu juga mengubah pola pikir dan tingkah laku dalam hal pola makan yang tetap (memilih makan yang tidak sehat) dan sering konsumsi makanan yang tidak diperlukan. Misalnya, daging merah atau camilan,” tegas Lanny Kuswandi saat ditemui pada sela seminar kesehatan Melahirkan Tanpa Rasa Sakit Melalui Hypnobirthing di Hotel Sanur Paradise Plaza, Denpasar, Minggu (23/3).
Pemberian terapi hipnoslimming lebih efektif dan aman karena tanpa memakai obat pelangsing. Terapi ini hanya mengandalkan sugesti dan keyakinan diri untuk hidup sehat dan melangsingkan tubuh. Proses hipnoslimming tertanam ke dalam pikiran ke dalam otak bawah sadar untuk melepas perasaan negatif tentang obesitas karena pikiran dan perasaan seseorang berperan penting dalam kehidupan. Yang menghambat seseorang untuk maju dan sukses adalah hati dan pikiran sendiri. Apa yang ada dalam pikiran menentukan perilaku seseorang. Hipnoslimming dapat dilakukan kapan dan di mana saja asal konsentarsi. Untuk pemula, sebut Lanny Kuswandi, dibutuhkan tempat yang tenang dengan lama proses sekitar 10-15 menit.
“Sugesti positif ditanamkan untuk melepas perasaan negatif. Setelah tertanam di otak bawah sadar mental pasien akan merasa berbeda dan sudah merasa langsing. Mental langsing terbentuk ketika perhatian, perasaan dan pikiran. Selalu mengara ke langsing. Terapi ini pada awalnya membutuhkan pembimbing. Bagi pemula akan merasa kesulitan konsentrasi itu pasti. Untuk itu, bagi pemula seberapa pun lama waktu untuk dapat konsentrasi itu sudah cukup. Satu menit pun sudah bagus. Asal ada niat dan percaya diri jika mampu melakukan. Sebab kunci utama terapi adalah perasaan dan pikiran,” ujarnya.
(Keterangan foto: Kaum perempuan muda berlomba-lomba mengatur pola makan, diet dan olahraga teratur demi meraih kondisi fisik atletis. Sebab tubuh yang ramping membuat para gadis belia tampil penuh percaya diri dalam berbagai even, seperti dilakoni sekelompok remaja putri di Kuta, Bali beberapa waktu lalu.
Inzet: Lanny Kuswandi, ahli hipnoterapi asal Jakarta)

Bali International Triathlon II Siap Digelar

thumbnail
Oleh: Albert Kin Ose M
bantaleon@yahoo.com
Setelah sukses menggeber Bali International Triahtlon (BIT) pertama di tahun 2007, Bali International Triathlon, LLC yang merupakan gabungan Generic Events (USA) dan Bali Discovery Tours, --sebuah perusahaan perjalanan wisata terkemuka di Bali, kembali menggelar BIT kedua di Pantai Jimbaran, Badung. Event olah raga yang banyak menyedot peserta dari dalam dan luar negeri tersebut dilaksanakan selama tiga hari pada Minggu (29/6).
Dalam siaran persnya, Renato Sagrado mewakili Bali Discovery Tours menjelaskan, Triathlon merupakan salah satu ‘’pesta’’ olah raga yang dirancang unik dengan menghelat tiga aktivitas sekaligus yakni renang (1.5 km), sepeda (40 km) dan lari (10 km).
Tahun ini, sebut Sagrado, BIT akan digelar secara lebih meriah dengan target peserta 300 atlet dan 2.000 pengunjung, Upaya tersebut sekaligus menjadi sumbangsih positif pelaku pariwisata Bali untuk memajukan cabang olah raga yang kian popular di Indonesia terkini. ‘’Tahun ini penyelenggara mengharapkan penambahaan partisipasi peserta dari seluruh Indonesia yang pada tahun pertama sudah mencapai 60 persen dari total peserta. Tahun ini, khusus untuk Kategori Peserta Indonesia disediakan hadiah uang sejumlah Rp 7,5 juta bagi Best Indonesian Time, Rp 5 juta untuk Best Indonesian Time Kedua dan Rp 2,5 juta untuk posisi Ketiga serta hadiah menarik lainnya,’’ kata Sagrado.
Peserta Indonesia (WNI dan KITAS) ditawarkan harga pendaftaran US$ 75 per orang atau US$ 225 untuk tim beregu 3 orang. Harga tersebut sudah termasuk pendaftaran lomba, race T-shirt, race briefing, course tour, race swim cap, cocktail party, hi-carb dinner and pesta di pantai pada hari perlombaan. Sebagai pemanasan, kegiatan renang, sepeda dan lari sudah diadakan dua hari sebelum hari H.
Yang paling menarik, ribuan penonton dipastikan memadati Pantai Jimbaran di depan Four Season Resort sejak pagi hari untuk menyaksikan ratusan atlet, pria maupun wanita melakukan persiapan untuk menceburkan di ke laut Hindia pada pukul 07:00 WITA yang dibarengi dengan hiburan musik. Sebagai atraksi tambahan, panitia juga menggelar Lari Santai 5 km dengan peserta dipungut pendaftaran Rp 200 ribu termasuk T-shirt. Bali Discovery Tours sendiri sudah menawarkan paket akomodasi dengan harga khusus kepada peserta dan anggota keluarga di Four Seasons Resort dan Bali Intercontinental Resort sebagai Official Hotel.
Seperti gelaran pada Juni 2007, Bali International Triathlon diikuti 205 atlet dari 16 negara. Acara tersebut cukup mendapat perhatian luas dari para peserta dan meraih penghargaan Best Destination Triathlon 2007 dari Majalah Competitor (USA). Untuk informasi lebih detail, bisa mengakses via website http://www.balitriathlon.com/.
(Keterangan foto 1: Even perdana Bali International Triathlon (BIT) 2007 lalu digelar di Pantai Jimbaran, Badung dimeriahkan dengan keterlibatan wisatawan mancanegara. Tahun ini diprediksi jumlah peserta bakal meningkat.
Keterangan foto 2: Laut pantai Jimbaran menjadi medan yang menantang ketangguhan para peserta lomba Bali International Triathlon (BIT). )

Olah Raga Teratur, Berat Badan Turun

thumbnail
Oleh: Wayan Nita
Kegemukan (obesitas) menjadi masalah serius bagi kebanyakan kaum wanita, --remaja maupun dewasa. Karena itu, banyak tempat kebugaran tubuh di kota-kota besar menjadi media alternatif bagi ‘’pasien’’ obesitas untuk memperbaiki tubuh agar kembali tampil ideal. Tidak jarang, bila cara instan ditempuh agar badan cepat kurus, termasuk over diet. Meski banyak korban berjatuhan akibat salah diet dan minum obat, tetapi masih ada yang setia melakukan.
Berbeda dengan Ni Komang Rai. Gadis berusia 20 tahun ini tidak akan tergiur untuk menjadi cepat kurus dengan obat pelangsing. Malahan, Komang Rai tetap mempertahankan badannya yang tambun hingga duduk di bangku SMP. Hanya saja, di sekolah dirinya merasa minder dan lebih banyak menutup diri karena diolok-olok teman-teman seperjuangan. Melihat gejala itu, ibunya coba membangkitkan lagi semangat Komang Rai untuk hidup seperti seorang manusia normal. Dan motivasi ibunya berhasil membuat Komang Rai membuka diri dalam pergaulan.
Bahkan saat ini pujianlah yang menjadi santapan saban hari. Komang Rai yang kini sedang menyelesaikan kuliah di PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) Denpasar, bisa kurus tanpa obat. Salah satu cara menguruskan badan, cuma mengatur pola makan dan olah raga. Meski tidak olah raga seperti senam atau fitness tapi Komang Rai sukses membentuk tubuh yang ideal dengan terus melakukan pola hidup sehat.
Belakangan gadis yang suka ngemil ini sudah mulai olah raga seperti lari pagi atau sore hari. Kegiatan itu, menurut Komang Rai dilakukan di lapangan Pegok Denpasar. ‘’Masuk kuliah juga cukup jalan kaki karena kampus hanya di depan kos. Untuk ngemil tetap tak bisa dipisahkan di rutinitasnya setiap hari.
Meski begitu, cewek berambut panjang ini tetap tahu diri. Jika sudah lewat jam enam malam kegiatan ngemil dihentikan. Begitu juga dengan makan malam, tidak boleh lebih dari jam enam. “Kalau lapar cukup makan buah. Tapi jika tidak ada buah bisa diganti roti. Itupun harus dimakan dua jam sebelum tidur,” urai Jegeg sapaan akrab Komang Rai.
Pengecekan kesehatan untuk program diet tidak pernah dijalani. ‘’Bukannya tidak mau, tapi dengan pola hidup sehat saya jalani selama ini cukup berhasil tanpa bantuan ahli gizi. Sakit parah bahkan demam dan influenza saja tidak pernah. Hanya kadang sulit mengendalikan diri untuk ngemil dan jajan makanan di warung seperti bakso dan mie ayam. Kalau tidak punya uang baru saya tidak jajan dan ngemil,” tutup Jegeg mengumbar tawa.
(Keterangan foto: Senam bersama: Kegiatan olahraga bersama rutin setiap minggu menyehatkan jantung dan menjadi sarana refreshing. Tampak karyawan sebuah perusahaan swasta menggelar senam kebugaran bersama di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar.)

MUTIARA KEHIDUPAN

thumbnail
Kesatuan Akal Dan Nurani

“Selama hayat dikandung badan dan selama aku sanggup, aku tidak pernah berhenti berfilsafat dengan kalian, mendesak kalian dan berbicara dengan setiap orang dari kalian sampai memasuki lubuk hati nuraninya yang paling dalam”.
(Sokrates di depan sidang pengadilan Athena. Dalam Apologie, 29 c-e)


“Orang mengira berkat akal budinya, orang bisa menentukan makna kata-katanya. Namun yang sering terjadi sebaliknya. Kata-kata mengacaukan makna sesuatu, sedemikian rupa sehingga filsafat dan ilmu pengetahuan dimerosotkan menjadi omong kosong”.
(Francis Bacon; 1561-1626)