Daya saing Indonesia berdasarkan Global Competitiveness Index 2008 yang diterbitkan oleh World Economics Forum menurun dengan menempati peringkat 54 dari sebelumnya di peringkat 51 pada tahun 2007. Kondisi itu tercerminkan juga pada masih dominannya penempatan tenaga kerja Indonesia di sektor informal dan masih banyaknya peluang kerja di dalam negeri yang diisi orang asing. Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Dr. Tjepy F Aloewie, MSc di Jakarta, Selasa (2/7), mengatakan bahwa hal itu harus dihadapi dengan peningkatan kompetensi SDM. "Peningkatan kompetensi SDM akan meningkatkan daya saing perusahaan dan pekerja Indonesia serta menghasilkan nilai tambah yang akan berkontribusi nyata pada perekonomian nasional," kata Tjepy. Berkaitan dengan itu BNSP mengadakan Pencanangan Bulan Juli sebagai Bulan Kompetensi BNSP 2008 yang juga dikaitkan dengan perayaan HUT BNSP ke-3. Dijelaskannya, keterpurukan perekonomian nasional merupakan keprihatianan bersama. Inflasi year-on-year sudah menembus 2 digit, dan sudah mencapai angka 11.03 persen pada periode juni 2007-2008, yang semakin memperlemah daya saing dan daya beli masyarakat. Angka pengangguran juga diprediksi akan meningkat seiring dengan kenaikan harga BBM dan memperlemahnya perekonomian nasional. Oleh karena itu, kata Tjepy, diperlukan berbagai langkah nyata, salah satunya pelaksanaan kompetensi ketrampilan pekerja untuk meningkatkan daya saing nasional yang diharapkan berimbas pada peningkatan daya beli dan kesejahteraan rakyat. Dalam kaitannya dengan upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan manfaat sertifikasi profesi dan kompetensi SDM, maka sepanjang bulan Juli 2008 akan dijadikan sebagai Bulan kompetensi BNSP 2008. Diharapkan kegiatan Bulan Kompetensi akan mengoptimalkan sertifikasi profesi sebagai strategi peningkatan kompetensi SDM dan daya saing. Kegiatan pada Bulan Kompetensi BNSP 2008, antara lain, Kompetensi Award, berupa pemberian penghargaan bagi individu, perusahaan, lembaga swadaya masyarakat dan instansi pemerintah yang berkontribusi besar pada peningkatan kompetensi SDM. Kegiatan lain, koordinasi kerjasama sertifikasi profesi dengan berbagai lembaga pemerintah seperti Departemen Pertanian, Departemen Perindustrian, Departemen Pendidikan Nasional, Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan lain-lain. Panitia juga mengadakan seminar kompetensi di 10 Kota bekerja sama dengan DPP HIPKI (Himpunan Penyelenggara Pelatihan dan Kursus Indonesia), penyerahan sertifikat lisensi kepada peserta yang lulus uji kompetensi, bekerjasama dengan Badan Koordinasi Sertifikasi Profesi di daerah dan Kadin Provinsi dan Kadin Indonesia. (Antara/Pumpunan)
Home »
KPO/EDISI 156/JULI 2008
» Daya Saing Indonesia Turun Ke Peringkat 54
Daya Saing Indonesia Turun Ke Peringkat 54
KORAN PAK OLES
Jumat, Juli 18, 2008
Thanks for reading Daya Saing Indonesia Turun Ke Peringkat 54
Label: KPO/EDISI 156/JULI 2008
« Previous
« Prev Post
« Prev Post
Next »
Next Post »
Next Post »


0 komentar:
Posting Komentar