Home » » Penyanyi Gambang Kromong Tetap Eksis

Penyanyi Gambang Kromong Tetap Eksis

Oleh: Agus Salam
Para seniman Betawi memang cukup unik di tengah derasnya serbuan berbagai aliran jenis musik modern. Grup Gambang Kromong ‘Setia Jaya’ Cimanggis, Depok, misalnya, tetap eksis hingga kini. Kelompok kesenian tradisional Betawi ini sudah lintas generasi sejak abad ke-18.
Menurut Yayat (54), pemilik Grup Gambang Kromong ‘Setia Jaya’, penguasaan teknik olah vokal menjadi kunci kemajuan penyanyi binaannya. Olah napas dan vokal memang tidak secara khusus diajarkan, tetapi terus dilatih sesuai karekter vokal untuk musik Betawi ini. ’’Kita memang menjaga jenis musik ini sekhas mungkin karena jenis musik ini merupakan perbauran yang harmonis antara unsur pribumi dengan unsur Cina, dalam bentuk orkes gambang kromong,’’katanya.
Harmoni orkestra di dunia kesenian Betawi ini lebih kental tampak pada alat-alat musiknya. Seperti gambang, kromong, kemor, kecrek, gendang, kempul dan gong adalah unsur pribumi, sedangkan sebagian lagi berupa alat musik gesek Cina yakni kongahyan, tehyan, dan skong.
Dalam lagu-lagu yang biasa dibawakan orkes tersebut, bukan saja terjadi pengadaptasian, bahkan pula pengadopsian lagu-lagu Cina yang disebut pobin, seperti Pobin Mano Kongjilok, Bankinhwa, Posilitan, Caicusiu dan sebagainya.
‘’Terbentuknya orkes Gambang Kromong tidak dapat dilepaskan dari Nie Hu-kong, seorang pemimpin golongan Cina pada pertengahan abad ke-18 di Jakarta. Pada saat itu ia memang dikenal sebagai penggemar musik. Atas prakarsanyalah terjadi penggabungan alat-alat musik yang biasa terdapat dalam gamelan pelog slendro dengan alat musik tradisional Tiongkok. Orang- orang peranakan Cina, seperti halnya Nie Hu-kong, lebih dapat menikmati tarian dan nyanyian para ciokek, yaitu para penyanyi. Ciokek merangkap penari pribumi yang biasa diberi nama bunga-bunga harum di Tiongkok, seperti Bwee Hoa, Han Siauw, Hoa, Han Siauw dan lain-lain. “Pada masa-masa lalu, orkes gambang kromong hanya dimiliki oleh babah-babah peranakan yang tinggal di sekitar Tangerang dan Bekasi, selain di Jakarta sendiri,’’ kata Yayat mencoba menjelaskan riwayat kesenian Jakarta tersebut.
Saat ini memang kesenian Gambang Kromong sudah banyak ditinggalkan masyarakat di Jakarta. Namun, eksistensi kelompok kesenian tradisional ini bisa menjadi aset wisata budaya Betawi yang harus terus dipertahankan. ‘’Kita tetap eksis, masih banyak yang masih peduli dengan kesenian ini,’’ katanya.
Thanks for reading Penyanyi Gambang Kromong Tetap Eksis

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Posting Komentar