Gubernur Jawa Tengah, Ali Mufiz mendukung program Bupati Purbalingga Triyono Budi Sasongko yang serius menggenjot industri rambut palsu menjadi salah satu sentra produksi nomor satu di dunia. "Kami sangat mendukung program bupati untuk menjadikan sentra produksi rambut palsu Purbalingga nomor satu di dunia," kata Mufiz di Purbalingga, Sabtu (12/7).
Menurut dia, selama ini sentra industri rambut palsu Purbalingga masih menjadi nomor dua setelah Guangzhou, Cina. Karena itu, sudah semestinya ditingkatkan agar menjadi nomor satu di dunia. Jika upaya itu terwujud, lanjut Mufiz, berarti ebih banyak menyerap tenaga kerja. Pemkab Purbalingga diminta untuk meningkatkan kualitas SDM. Terkait upaya meningkatkan kesejahteraan buruh, Mufiz menilai, kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) harus melihat kepentingan pengusaha dan buruh.
Dengan UMK yang memadai berarti kesejahteraan buruh terpenuhi, sehingga kinerja lebih meningkat. "Dengan kinerja yang baik berarti perusahaan akan mendapat keuntungan, karena produk yang dihasilkan kualitasnya meningkat," tegas Mufiz. Sementara Bupati Purbalingga Triyono Budi Sasongko mengatakan, dirinya kian yakin dengan kemampuan Purbalingga untuk menjadi sentra industri rambut palsu nomor satu di dunia setelah mengunjungi Korea Selatan, belum lama ini atas undangan para pengusaha negeri itu.
Di Purbalingga, ada 19 industri penanaman modal asing (PMA), dan 18 di antaranya merupakan industri rambut palsu (wig) dan bulu mata palsu dengan menyerap 30 ribu tenaga kerja. Ke-18 PMA berasal dari Cina dan Korea Selatan. Sedangkan satu PMA dari Jepang bergerak dalam industri kayu olahan yaitu peralatan makan dan sembahyang. Produksi rambut palsu Purbalingga selama ini diekspor ke Eropa dan Amerika. (Antara)
Menurut dia, selama ini sentra industri rambut palsu Purbalingga masih menjadi nomor dua setelah Guangzhou, Cina. Karena itu, sudah semestinya ditingkatkan agar menjadi nomor satu di dunia. Jika upaya itu terwujud, lanjut Mufiz, berarti ebih banyak menyerap tenaga kerja. Pemkab Purbalingga diminta untuk meningkatkan kualitas SDM. Terkait upaya meningkatkan kesejahteraan buruh, Mufiz menilai, kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) harus melihat kepentingan pengusaha dan buruh.
Dengan UMK yang memadai berarti kesejahteraan buruh terpenuhi, sehingga kinerja lebih meningkat. "Dengan kinerja yang baik berarti perusahaan akan mendapat keuntungan, karena produk yang dihasilkan kualitasnya meningkat," tegas Mufiz. Sementara Bupati Purbalingga Triyono Budi Sasongko mengatakan, dirinya kian yakin dengan kemampuan Purbalingga untuk menjadi sentra industri rambut palsu nomor satu di dunia setelah mengunjungi Korea Selatan, belum lama ini atas undangan para pengusaha negeri itu.
Di Purbalingga, ada 19 industri penanaman modal asing (PMA), dan 18 di antaranya merupakan industri rambut palsu (wig) dan bulu mata palsu dengan menyerap 30 ribu tenaga kerja. Ke-18 PMA berasal dari Cina dan Korea Selatan. Sedangkan satu PMA dari Jepang bergerak dalam industri kayu olahan yaitu peralatan makan dan sembahyang. Produksi rambut palsu Purbalingga selama ini diekspor ke Eropa dan Amerika. (Antara)


0 komentar:
Posting Komentar