Home » » Senam Body Combat Belum Populer Di Bali

Senam Body Combat Belum Populer Di Bali

Jenis senam baru, "tae bo" dan "body combat", yang lebih cocok untuk kaum laki-laki, belum banyak berkembang di Bali, karena peminatnya masih minim dan belum banyak instruktur yang mengajarkannya. "Di Jakarta sudah begitu familiar, bahkan banyak diminati kaum wanita yang menyenangi gerakan lebih keras, menantang. Kita perlu melatih banyak instruktur untuk bisa cepat memasyarakatkannya," kata Ahmad Ramdany, pengelola pusat kebugaran (fitness center) Hotel Padma Bali di Legian, Jumat (4/7).
Instruktur yang mengantungi sertifikat dan pengakuan dari Life Fitness Academy USA dan Less Mills Australian ini mengakui bahwa berbagai jenis senam, termasuk yang memiliki gerakan cepat/dinamis (aerobik) selama ini lebih dipahami untuk kaum wanita. Seiring kebutuhan olah tubuh bagi kaum pria agar tetap bugar, di Korea muncul jenis senam yang mengadopsi gerakan bela diri "taekwondo" dan "boxing" yang disebut "tae bo" dan telah mendunia. Kemudian di Australia muncul jenis senam yang disebut "body combat", juga mengadopsi sejumlah gerakan bela diri, termasuk dari karate dan capuera, yang juga telah meluas digemari di berbagai negara.
"Kedua jenis senam itu disertai gerakan tendangan, meninju dan lainnya. Bedanya dengan bela diri, di sini kita hanya olah tubuh, tanpa sasaran menyerang," kata Dany, panggilan Ahmad Ramdany.
Ia berharap kedua jenis senam baru tersebut dapat segera berkembang dan diminati masyarakat Pulau Dewata, karena mampu dengan cepat membakar kandungan lemak dalam tubuh sampai 1.500 kalori per 45 menit. "Kedua jenis senam itu mampu dengan cepat menurunkan berat badan atau kelebihan lemak pada pria maupun wanita yang sanggup melakukan gerakan-gerakan keras secara rutin," katanya.Meski belum banyak peminatnya, tae bo dan body combat diikutkan dalam kompetisi aerobik di Hotel Padma yang diikuti lebih dari 500 peserta berbagai kategori, sejak Minggu (6/7) pagi.
"Dengan dilombakan bersama kompetisi aerobik individu, aerobik tim, body language dan jenis senam lainnya, kita harapkan akan lebih cepat memasyarakat. Kami juga ingin mendorong masyarakat menerapkan pola hidup sehat melalui olah raga secara teratur," katanya. Penyelenggaraan kompetisi itu sekaligus menyambut rampungnya renovasi pusat kebugaran hotel berbintang lima yang memiliki 405 kamar tersebut. Pusat kebugaran itu dilengkapi berbagai peralatan, fasilitas sauna terpisah bagi tamu pria dan wanita, menyelenggarakan program pelatihan olah raga pribadi dan berbagai kelas aerobik. (Antara)
Thanks for reading Senam Body Combat Belum Populer Di Bali

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Posting Komentar