Dinas Kesehatan Jawa Barat melatih 1.500 bidan desa untuk disebar ke pelosok Tatar Pasundan demi mendorong program Desa Siaga. ‘’Pelatihan Bidan Desa ini dilakukan hingga Desember 2008 mendatang, dan awal 2009 semua bidan desa itu sudah di posko di desa masing-masing,’’ kata Wakil Kadiskes Jawa Barat, Dr Baniah kepada ANTARA di Bandung, Minggu (9/11).
Bidan desa direkrut dari personil yang sudah ada maupun baru, dan wajib bertugas di desa terkait. Diprioritaskan bidan desa itu merupakan putra daerah desa setempat sehingga lebih mengenal karakter budaya dan adat istiadat masyarakatnya yang diperlukan untuk menyuksekan program Desa Siaga. Mereka diharapkan jadi ujung tombak dalam penanganan kelahiran dan menekan angka kematian ibu dan bayi di Jabar. Saat ini cukup banyak proses kelahiran yang ditangani dukun anak karena keterbatasan jumlah tenaga bidan. (Ant)
KPO/EDISI 163/NOVEMBER 2008
Bidan desa direkrut dari personil yang sudah ada maupun baru, dan wajib bertugas di desa terkait. Diprioritaskan bidan desa itu merupakan putra daerah desa setempat sehingga lebih mengenal karakter budaya dan adat istiadat masyarakatnya yang diperlukan untuk menyuksekan program Desa Siaga. Mereka diharapkan jadi ujung tombak dalam penanganan kelahiran dan menekan angka kematian ibu dan bayi di Jabar. Saat ini cukup banyak proses kelahiran yang ditangani dukun anak karena keterbatasan jumlah tenaga bidan. (Ant)
KPO/EDISI 163/NOVEMBER 2008


0 komentar:
Posting Komentar