Shahnaz Haque
Selebritis Shahnaz Haque menyerukan kepada orang tua untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada anak-anak karena selain menyehatkan tubuh juga mengurangi kebiasaan lama-lama menonton televisi. Permainan lompat tali, kata Shahnaz di Jakarta, Kamis (13/11), juga sebagai latihan mengelola emosi anak. Shahnaz menyarankan agar anak-anak tidak lebih dari dua jam ada di depan televise, apalagi ditemani makanan bisa berdampak pada obesitas (kegemukan).
Langkah yang bisa dilakukan orang tua, lanjutnya, dengan memberi bacaan buku menarik dan memecah konsentrasi dengan berdiri di depan televisi. ‘’Atau kita sering bolak-balik ke depan televisi sehingga anak yang tadinya sangat konsentrasi menonton bisa buyar karena kehadiran kita di depan televisi itu. Kita harus kritis melihat keadaan. Karena kalau anak dibiarkan berlama-lama di depan televisi apalagi dengan program-program yang lebih banyak tidak memberikan keteladanan akan membahayakan anak-anak kita,’’ katanya
Dari pengalaman ke beberapa daerah, sebut Shahnaz, ada kesamaan problematika mendidik anak. Seperti anak menangis, itu bisa diatasi dengan menggendong. Sebenarnya cara terbaik menggendong anak yang sedang menangis dengan posisi dada anak menghadap ke depan, bukan mendekapkan si anak di dada orang tua.
Untuk mendidik anak zaman sekarang, pinta Shahnaz, orang tua jangan panik. Sebagai suami istri, harus menerapkan ketentuan satu komando. Bagi Shahnaz, kemajuan teknologi seperti internet dan permainan berbasis teknologi informasi, tidak harus dimusuhi. ‘’Yang penting kita melakukan pendampingan kepada anak-anak sehingga anak-anak tahu mana yang boleh mana yang tidak boleh. Buat saya dan keluarga yang penting anak-anak saya kelak tumbuh menjadi anak yang tangguh. Dengan anak yang tangguh mudah-mudahan bisa mengatasi segala persoalan yang dihadapi,’’ ujarnya.
KPO/EDISI 163/NOVEMBER 2008
Selebritis Shahnaz Haque menyerukan kepada orang tua untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional kepada anak-anak karena selain menyehatkan tubuh juga mengurangi kebiasaan lama-lama menonton televisi. Permainan lompat tali, kata Shahnaz di Jakarta, Kamis (13/11), juga sebagai latihan mengelola emosi anak. Shahnaz menyarankan agar anak-anak tidak lebih dari dua jam ada di depan televise, apalagi ditemani makanan bisa berdampak pada obesitas (kegemukan).
Langkah yang bisa dilakukan orang tua, lanjutnya, dengan memberi bacaan buku menarik dan memecah konsentrasi dengan berdiri di depan televisi. ‘’Atau kita sering bolak-balik ke depan televisi sehingga anak yang tadinya sangat konsentrasi menonton bisa buyar karena kehadiran kita di depan televisi itu. Kita harus kritis melihat keadaan. Karena kalau anak dibiarkan berlama-lama di depan televisi apalagi dengan program-program yang lebih banyak tidak memberikan keteladanan akan membahayakan anak-anak kita,’’ katanya
Dari pengalaman ke beberapa daerah, sebut Shahnaz, ada kesamaan problematika mendidik anak. Seperti anak menangis, itu bisa diatasi dengan menggendong. Sebenarnya cara terbaik menggendong anak yang sedang menangis dengan posisi dada anak menghadap ke depan, bukan mendekapkan si anak di dada orang tua.
Untuk mendidik anak zaman sekarang, pinta Shahnaz, orang tua jangan panik. Sebagai suami istri, harus menerapkan ketentuan satu komando. Bagi Shahnaz, kemajuan teknologi seperti internet dan permainan berbasis teknologi informasi, tidak harus dimusuhi. ‘’Yang penting kita melakukan pendampingan kepada anak-anak sehingga anak-anak tahu mana yang boleh mana yang tidak boleh. Buat saya dan keluarga yang penting anak-anak saya kelak tumbuh menjadi anak yang tangguh. Dengan anak yang tangguh mudah-mudahan bisa mengatasi segala persoalan yang dihadapi,’’ ujarnya.
KPO/EDISI 163/NOVEMBER 2008


0 komentar:
Posting Komentar