Oleh: Wayan Nita
Secara prinsip, kehadiran Radio Hexon cukup bermanfaat bagi masyarakat luas di Kecamatan Busungbiu, Buleleng. Hal tersebut terdengar dari berbagai masukan elemen masyarakat saat Evaluasi Dengar Pendapat yang dihadiri anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali di Gedung IPSA (Institut Pelatihan Sumber Daya Alam) Bengkel, Buleleng, Kamis (13/11). Selaku pemilik PT Radio Hexon Agrocity, Gede Ngurah Wididana alias Pak Oles turut hadir didampingi Dewa Komang Merta selaku Administrator Radio Hexon serta seluruh kru penyiar.
Seperti disampaikan Komang Merta, KPID Bali diwakili 5 orang, antara lain Suryawan (Koordinator Perizinan), Sumadiasa (Pemberitaan), IB Mahendra dan Putu Gede Suardika. ‘’Pada intinya Radio Hexon yang langsung dibangun di kawasan pedesaan itu, KPID Bali meminta harus lebih spesifik dalam menggarap segmen-segmen siaran,’’ kata Komang Merta.
Radio yang didirikan di desa Bengkel itu untuk memberi informasi kepada masyarakat, baik berupa hiburan, pendidikan, pertanian, politik, sosial dan budaya. Khusus pertanian, media yang cukup intensif menyiarkan informasi tentang kesehatan, pertanian dan teknologi tersebut diharapkan bisa menggugah kaum muda untuk bangkit membangun desanya sendiri. Pada kesempatan tersebut, Ketua Majelis Madya Pakraman Buleleng, Made Rimbawa dan Ketua PHDI Pakraman Buleleng, Putu Wilase didaulat menjadi panelis.
Selain informasi, materi budaya daerah dan keagamaan menjadi salah satu fokus program siaran. Seperti Pesantian disiarkan setiap Rabu dan Sabtu selalu mendapat respon sangat banyak dari para pendengar, Dharma Wacana yang selalu ditunggu karena membuka wawasan masyarakat desa tentang agama. ‘’Dari siaran ini, sudah dilombakan Utsawa Dharma Gita untuk masyarakat Busung Biu,’’ tambahnya.
KPO/EDISI 163/NOVEMBER 2008
Secara prinsip, kehadiran Radio Hexon cukup bermanfaat bagi masyarakat luas di Kecamatan Busungbiu, Buleleng. Hal tersebut terdengar dari berbagai masukan elemen masyarakat saat Evaluasi Dengar Pendapat yang dihadiri anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali di Gedung IPSA (Institut Pelatihan Sumber Daya Alam) Bengkel, Buleleng, Kamis (13/11). Selaku pemilik PT Radio Hexon Agrocity, Gede Ngurah Wididana alias Pak Oles turut hadir didampingi Dewa Komang Merta selaku Administrator Radio Hexon serta seluruh kru penyiar.
Seperti disampaikan Komang Merta, KPID Bali diwakili 5 orang, antara lain Suryawan (Koordinator Perizinan), Sumadiasa (Pemberitaan), IB Mahendra dan Putu Gede Suardika. ‘’Pada intinya Radio Hexon yang langsung dibangun di kawasan pedesaan itu, KPID Bali meminta harus lebih spesifik dalam menggarap segmen-segmen siaran,’’ kata Komang Merta.
Radio yang didirikan di desa Bengkel itu untuk memberi informasi kepada masyarakat, baik berupa hiburan, pendidikan, pertanian, politik, sosial dan budaya. Khusus pertanian, media yang cukup intensif menyiarkan informasi tentang kesehatan, pertanian dan teknologi tersebut diharapkan bisa menggugah kaum muda untuk bangkit membangun desanya sendiri. Pada kesempatan tersebut, Ketua Majelis Madya Pakraman Buleleng, Made Rimbawa dan Ketua PHDI Pakraman Buleleng, Putu Wilase didaulat menjadi panelis.
Selain informasi, materi budaya daerah dan keagamaan menjadi salah satu fokus program siaran. Seperti Pesantian disiarkan setiap Rabu dan Sabtu selalu mendapat respon sangat banyak dari para pendengar, Dharma Wacana yang selalu ditunggu karena membuka wawasan masyarakat desa tentang agama. ‘’Dari siaran ini, sudah dilombakan Utsawa Dharma Gita untuk masyarakat Busung Biu,’’ tambahnya.
KPO/EDISI 163/NOVEMBER 2008


0 komentar:
Posting Komentar