Tenaga kerja Indonesia asal Bali hanya tertarik bekerja ke luar negeri di bidang kapal pesiar serta perhotelan dan restoran, di luar aktivitas itu tidak diminati. ‘’Generasi muda kita yang bekerja di kapal pesiar dikenal sangat ulet, disiplin, ramah dan kinerjanya dapat diandalkan," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Kependudukan Propinsi Bali, Komang Sujaka di Denpasar, Minggu (9/11).
Animo generasi muda daerahnya bekerja di kapal pesiar dan bidang perhotelan cukup besar, terutama setelah terjadi kelesuan pariwisata dampak tragedi bom Bali 12 Oktober 2002 dan 1 Oktober 2005. TKI asal Bali yang berangkat ke luar negeri selama 2007 sebanyak 3.309 orang dengan perolehan devisa (remitansi) sebesar Rp 9,8 miliar. Sedangkan pendapatan TKI asal Bali di manca negara periode Januari-September 2008 sekitar Rp 6 miliar.
Sujaka menjelaskan, TKI asal daerahnya sebelum diberangkatkan ke luar negeri diberikan pelatihan khusus menyangkut bidang perhotelan dan restoran, sehingga memiliki keahlian sesuai bidang tugas. Bali dan Indonesia umumnya dalam pengiriman tenaga kerja bidang kapal pesiar ke manca negara bersaing ketat dengan sejumlah negara pengirim pekerja. ‘’Keterampilan, keandalan dan kemampuan menguasasi bahasa Inggris dan jenis bahasa asing lainnya merupakan kunci sukses dalam memanangkan persaingan di era global ini,’’ kata Sujaka.
Bali sendiri menerapkan kebijakan khusu soal pengiriman TKI ke luar negeri yakni calon harus memiliki keterampilan khusus dan tidak mengirim tenaga pembantu rumah tangga atau tenaga sektor non formal lain. Upaya tersebut untuk menekan sedini mungkin permasalahan yang bakal dihadapi TKI asal Bali.
KPO/EDISI 163/NOVEMBER 2008
Animo generasi muda daerahnya bekerja di kapal pesiar dan bidang perhotelan cukup besar, terutama setelah terjadi kelesuan pariwisata dampak tragedi bom Bali 12 Oktober 2002 dan 1 Oktober 2005. TKI asal Bali yang berangkat ke luar negeri selama 2007 sebanyak 3.309 orang dengan perolehan devisa (remitansi) sebesar Rp 9,8 miliar. Sedangkan pendapatan TKI asal Bali di manca negara periode Januari-September 2008 sekitar Rp 6 miliar.
Sujaka menjelaskan, TKI asal daerahnya sebelum diberangkatkan ke luar negeri diberikan pelatihan khusus menyangkut bidang perhotelan dan restoran, sehingga memiliki keahlian sesuai bidang tugas. Bali dan Indonesia umumnya dalam pengiriman tenaga kerja bidang kapal pesiar ke manca negara bersaing ketat dengan sejumlah negara pengirim pekerja. ‘’Keterampilan, keandalan dan kemampuan menguasasi bahasa Inggris dan jenis bahasa asing lainnya merupakan kunci sukses dalam memanangkan persaingan di era global ini,’’ kata Sujaka.
Bali sendiri menerapkan kebijakan khusu soal pengiriman TKI ke luar negeri yakni calon harus memiliki keterampilan khusus dan tidak mengirim tenaga pembantu rumah tangga atau tenaga sektor non formal lain. Upaya tersebut untuk menekan sedini mungkin permasalahan yang bakal dihadapi TKI asal Bali.
KPO/EDISI 163/NOVEMBER 2008


0 komentar:
Posting Komentar