“Geplak” Ikon Kuliner Bantul

thumbnail
Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) punya potensi wisata kuliner dengan beragam jenis produk makanan seperti "geplak" yang sudah menjadi ikon kuliner di daerah ini.
"Bantul juga punya berbagai jenis makanan khas seperti sate klathak, mi letheg, gudheg manggar, bahkan di Pantai Depok yang terletak di sebelah barat Pantai Parangtritis kini ada sentra masakan makanan hasil laut," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bantul, Suyoto.
Menurut dia, di Desa Canden Kecamatan Jetis ada produk khas minuman herbal tradisional yang tak kalah uniknya, yaitu jamu gendong. "Di sebelah timur Desa Canden, persisnya dekat makam Raja-Raja Mataram di Imogiri, yaitu Desa Pajimatan, ada minuman khas tradisonal wedang uwuh," ujarnya.
Namun sayangnya berbagai potensi kuliner yang cukup luar biasa ini belum dikemas menarik sehingga belum bisa secara optimal mengangkat citra Bantul sebagai tujuan wisata kuliner.
Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Bantul melalui program peningkatan kualitas sumber daya bidang pariwisata berencana mengadakan pelatihan pengemasan makanan kuliner dengan pendekatan kewirausahaan pada tahun anggaran 2009 ini.
Program pelatihan ini merupakan lanjutan dari kegiatan serupa yang telah dilaksanakan tahun-tahun sebelumnya. Hanya saja, pada tahun ini lebih intensif, dan diharapkan dalam waktu tidak terlalu lama Bantul sudah siap menjadi ikon baru wisata kuliner baik di tingkat provinsi maupun nasional.
Sementara itu, Kabid Pemasaran dan Kemitraan Disbudpar Bantul, A. Diah Setiawati menjelaskan pelatihan tersebut diselenggarakan empat kali di berbagai lokasi berbeda di wilayah Kabupaten Bantul, yaitu Dusun Pajimatan Kecamatan Imogiri, Pantai Depok Parangtritis, Desa Lopati Kecamatan Srandakan, dan Desa Canden Kecamatan Jetis.
Pelatihan tersebut diselenggarakan atas kerja sama Disbudpar Bantul dan Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, bertujuan agar masyarakat punya kemampuan yang memadai untuk menggali, mengembangkan dan mengemas potensi wisata kuliner khas lokal, sekaligus melestarikan dan meningkatkan kesejahteraan mereka.
"Melalui kegiatan pelatihan seperti ini diharapkan tercipta pola pikir masyarakat desa di Kabubapten Bantul untuk menyadari arti pentingnya sektor pariwisata dalam meningkatkan kesejahteraan warga," katanya.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

Pulau Wisata NTB Pemikat Turis

thumbnail
Keberadaan sejumlah pulau wisata dan kawasan pantai di Lombok, Nusa Tenggara Barat, menjadi andalan dalam memikat kunjungan wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara yang datang ke Bali.
Karena itu keberadaan pulau-pulau wisata, Gili Air, Gili Meno, Gili Trawangan dan pantai-pantai di Lombok seperti Pantai Kuta hingga Tanjung An yang masih alami, didukung pemandangan bawah laut yang indah, harus dijaga keaslian dan kebersihannya.
Demikian diskusi yang berkembang selama kunjungan "fam trip" Garuda Indonesia bersama kalangan travel agen dari Bali yang menelusuri sejumlah obyek wisata di Nusa Tenggara Barat (NTB), selama empat hari, Rabu-Sabtu (1-4/4) lalu.
Keberangkatan rombongan "fam trip" diikuti 27 orang dari kalangan perusahaan jasa wisata di Bali dan juga didukung keikutsertaan Komandan Lanud Ngurah Rai, Letkol PNB Umar Fathurokhman itu, menandai peresmian penerbangan Garuda Indonesia rute Denpasar - Mataram sejak Rabu (1/4).
GM Garuda Indonesia Denpasar Bagus Y Siregar, berharap pembukaan rute baru dengan tarif promo Rp 245 ribu hingga 12 April dan selanjutnya minimal Rp 300 ribu itu akan mampu mendatangkan lebih banyak lagi wisatawan dari Bali ke NTB. "NTB memiliki sejumlah keunggulan sebagai destinasi baru yang bisa melengkapi Bali. Wisatawan dari Korea, Jepang dan Cina serta dari beberapa negara Eropa dan Australia sudah rutin mewarnai obyek-obyek wisata bahari di NTB," katanya.
GM Satriavi Indonesia Timur, Teddy Rubianto, sangat berharap adanya pengelolaan yang lebih baik pada pulau-pulau wisata Gili Air, Gili Meno dan Gili Trawangan, terutama dari sisi upaya pelestarian dari ancaman kerusakan terumbu karang dan menjaga kebersihan kawasan pantai. "Lihat di seputar Gili Air sudah dipenuhi wisatawan dari berbagai negara. Mereka terlihat `enjoy` menikmati wisata snorkling guna melihat pemandangan bawah laut yang indah, dipenuhi berbagai jenis ikan, selain berenang dan berjemur," komentarnya dikutip Antara.
Makhsan Effendy dari PT HIS Bali Tours & Travel, juga mengaku kagum terhadap kekayaan wisata pulau yang masih alami tersebut. "Ini potensi yang menjadi masa depan pariwisata NTB, sekaligus mendukung daya tarik bagi Bali," ucapnya.
Wisatawan dari Bali hanya memerlukan waktu penerbangan 18 menit dari Bandara Ngurah Rai Bali menuju Bandara Selaparang, Mataram. Kemudian menuju hotel di kawasan Senggigi dan esok paginya menempuh perjalanan ke dermaga penyeberangan di kawasan Bangsal menuju Gili Air selama sekitar 15 menit.
Di pulau-pulau wisata tersebut juga tersedia aneka sarana akomodasi, dari yang ratusan ribu rupiah hingga bertarif dolar AS, selain tersedia beberapa restoran dengan menu utama ikan bakar. Ikannya diperoleh dari para nelayan dalam kondisi masih segar atau hasil tangkapan baru.
Wisatawan domestik maupun dari berbagai negara umumnya menikmati santap siang di pondok-pondok pinggiran pantai di seputar pulau, sehingga bisa sambil menikmati pemandangan laut dan pulau-pulau yang indah.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

Kunjungan Wisatawan Ke Jatim Tumbuh Tipis

thumbnail
Kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara di Jawa Timur tidak terpengaruh krisis ekonomi global yang kini masih terjadi, karena masih memperlihatkan pertumbuhan meskipun tipis.
"Pertumbuhan kunjungan wisatawan saat ini memang belum signifikan. Namun, bisa dibilang ada peningkatan," kata Kepala Dinas Pariwisata Jawa Timur Harun di Surabaya.
Menurut dia, sampai triwulan pertama tahun ini jumlah wisatawan domestik meningkat satu persen dari periode yang sama tahun lalu, sedangkan wisatawan mancanegara naik dua persen dari periode yang sama 2008. "Meski angka kenaikan itu sangat tipis, volume wisatawannya cukup besar. Bahkan, bisa sampai jutaan orang," katanya.
Mengenai lokasi yang diminati wisatawan domestik yang berkunjung ke Jatim selama tiga bulan terakhir, ia mengatakan cukup merata di semua wilayah di provinsi ini. "Khususnya pada liburan panjang 9-12 April, kunjungan wisatawan domestik meningkat 100 persen dari hari normal," katanya.
Ia menambahkan melimpahnya jumlah pengunjung saat itu terlihat merata di semua obyek wisata di Jatim seperti di Gunung Bromo, Wisata Air Wendit dan Jatim Park di Kabupaten Malang.
Di sisi lain, lanjut dia, selama Februari 2009 wisatawan mancanegara banyak berkunjung ke Jatim melalui pintu masuk Bandara Juanda Surabaya. Mereka berasal dari Malaysia sebanyak 2.503 orang, Singapura 730 orang, China 628 orang, Jepang 400 orang, Korea Selatan 170 orang, dan Taiwan 487 orang.
Untuk meningkatkan jumlah wisatawan ke Jatim, kata dia, Disparta akan meningkatkan promosi obyek wisata yang potensial semisal obyek wisata "rafting" di Pasuruan, Bondowoso, Kediri, Malang, Probolinggo.
"Selain itu, kami juga akan mengoptimalkan promosi bagi kawasan wisata untuk menyelam. Daerah yang potensial adalah Kabupaten Sumenep," katanya.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

Desa Klino Bojonegoro Jadi Agrowisata

thumbnail
Desa Klino, Kecamatan Sekar, Bojonegoro, Jawa Timur, yang berada di ketinggian sekitar 150 meter lebih diatas permukaan laut akan dikembangkan dengan tanaman durian untuk menjadikan kawasan agrowisata.
Camat Sekar Bojonegoro, Ali Machmudi, menjelaskan, penanaman pohon durian di kawasan Desa Klino tersebut, sebagai langkah mengembangkan kawasan di wilayah selatan Bojonegoro tersebut untuk kawasan wisata agro sekaligus untuk mendorong perekonomian masyarakat.
Pada tahap awal, tanaman duri yang akan diuji coba berkisar 3.000 pohon dibagikan kepada masyarakat. Menurut dia, konsep pengembangkan kawasan wisata buah tersebut, dilakukan bekerja sama dengan Bank Mandiri dan dijadwalkan pertengahan 2009 ini penanaman tanaman durian sudah mulai dilakukan.
Pola tanamnya, lanjutnya, anakan pohon durian dibagikan kepada masyarakat yang sekaligus merawat pohon itu. Sebelum ini, lanjutnya, di desa setempat sudah ada dua jenis buah pohon durian yang ditanam warga dan ternyata mampu menghasilkan buah dengan kualitas yang cukup bagus.
Ali belum tahu, berapa jumlah warga setempat yang bersedia lahannya ditanami durian. Tetapi, konsep pengembangan kawasan tersebut sudah mulai disosialisasikan kepada masyarakat dan disambut dengan gembira.
Dia menjelaskan, sebagai penunjang kawasan tersebut menjadi kawasan wisata, akses jalan di Desa Klino, yang jaraknya berkisar 70 km dari Kota Bojonegoro, diprogramkan pada 2009 ini diperbaiki.
Karena lokasi yang jauh dengan Bojonegoro, selama ini warga di Desa Klino dan sekitarnya, untuk keperluan sehari-hari termasuk melanjutkan pendidikan memilih ke Ngawi atau Madiun yang jaraknya lebih dekat hanya belasan kilometer. "Desa Klino sebagai daerah wisata seperti puncak Bogor sangat cocok, karena berhawa sejuk,” katanya menjelaskan.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

"Driekleur" Gedung Tua Terbaik Di Bandung

thumbnail
Gedung "Driekleur" di antara bangunan tua peninggalan Belanda yang ada di Kota Bandung berhasil meraih penghargaan sebagai gedung terbaik dalam renovasi bangunan cagar budaya di ibukota Provinsi Jawa Barat.
Penghargaan diberikan "Bandung Development Watch (BDW)" di gedung Indonesia Menggugat Jalan Perintis Kemerdekaan, Bandung, Sabtu(11/4), kata Yulianti Tanyadji perwakilan BDW kepada Antara.
Gedung "Driekleur" berlokasi di pertigaan Dago Jalan Sultan Agung, Bandung saat ini ditempati Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN).
Penilaian dari hasil polling dimana gedung Driekleur BTPN berhasil memperoleh 38,9 persen suara dari total pemilih sebanyak 157 orang. Adapun polling tersebut diadakan melalui website BDW di internet.
Gedung Driekleur masuk ke dalam nominasi gedung terbaik karena dianggap berhasil mengalihfungsikan bangunan bersejarah menjadi bangunan komersil. Gedung BTPN itu merupakan contoh gedung bersejarah yang dimodernisasi, namun masih meninggalkan unsur sejarah dalam bangunannya.
"Gedung Driekleur ini tadinya merupakan bangunan lama yang tidak laku terjual. Kami sangat mengapresiasi pihak BTPN yang berani membeli gedung ini, dan kemudian memordenisasinya dengan sedemikian rupa sehingga tidak menghilangkan unsur sejarahnya," ucap Yulianti.
Selain gedung BTPN, Hotel Concordia dan Cafe Dakken turut masuk dalam daftar nominasi sebagai Gedung Terbaik dalam Renovasi Bangunan Cagar Budaya di Bandung. Hotel Concordia memperoleh 24,2 persen suara, sementara Cafe Dakken berhasil mengumpulkan 22,3 persen suara.
Sementara itu, untuk kategori Gedung Terburuk dalam Renovasi Bangunan Cagar Budaya di Bandung, dinobatkan kepada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Petronas yang terletak di Jl. Dago. SPBU Petronas ini meraup 41,7 persen suara dari total pemilih sebesar 60 orang.
Jalan Dago tidak diperuntukkan bagi SPBU, selain itu keberadaan SPBU itu jelas merusak kawasan rindang jalan Dago yang asri, kata Yulianti saat ditanya mengapa SPBU Petronas masuk ke dalam daftar nominasi bangunan terburuk.
Selain SPBU Petronas, kafe The Palais Dago dan Jet Set Factory Outlet (FO) menempati urutan kedua dan ketiga sebagai gedung terburuk. The Palais Dago memperoleh 20 persen suara, sementara Jetset FO memperoleh 18,3 persen suara.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

31 Benda Budaya Jadi Cagar Budaya

thumbnail
Sejumlah 31 benda budaya yang ada di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kini resmi menjadi benda cagar budaya. Kepastian ini sesuai dengan surat penetapan benda cagar budaya dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BPPP) Mojokerto yang penandatanganan dilakukan oleh Kepala BPPP Mojokerto, I Made Kusumajaya, kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Lamongan, Suwadji.
Penetapan benda budaya menjadi benda cagar budaya itu, setelah melalui penelitian dan riset dari Tim Peneliti dan Penilai Cagar Budaya BPPP Mojokerto.
Benda cagar budaya itu tersebar di delapan kecamatan, yakni Kecamatan Ngimbang, Sambeng, Mantup, Babat, Modo, Sugio, Bluluk, serta Kecamatan Lamongan (kota).
Sebagian besar benda cagar budaya itu, kata Suwadji, berbentuk prasasti, yakni ada 20 benda jenis prasasti. Kemudian lima unit berbentuk "Yoni", dua unit berbentuk Umpak, serta masing-masing satu unit berbentuk "Tempayan", Situs Punden Sentono, Genta, dan Situs Bluluk.
Menurut Suwadji, benda-benda cagar budaya itu merupakan warisan peninggalan nenek moyang dari berbagai zaman. Seperti prasasti yang berada di Desa Drujugurit, Kecamatan Ngimbang.
Prasasti yang terbuat dari batuan kapur (lime stone) ini diperkirakan berasal dari masa pemerintahan Raja Airlangga (awal abad XI). Prasasti ini berada di lahan persawahan milik warga setempat.
Tempayan yang berada di halaman Masjid Agung Lamongan juga ditetapkan sebagai benda cagar budaya. Tempayan yang dibuat dari batuan andesit ini memiliki tinggi 42,5 sentimeter dengan diameter 78 sentimeter, dan memiliki dasar berbentuk silindrik yang ditanam ke dalam sebuah pondasi, katanya.
Sementara genta yang berada di Kantor Dinas Kebudayaan Pariwisata Lamongan yang terbuat dari bahan perunggu, juga dijadikan benda cagar budaya.
Genta ini berbentuk silindrik, melebar di bagian bawah dengan tepian membentuk dua tingkatan. Pada genta ini terdapat tulisan menggunakan aksara Jawa Baru yang menjelaskan tentang pembelian genta tersebut pada bulan Dulhijah, tahun Jimawal, atau tahun 1677.
Selain itu, ada juga prasasti yang oleh masyarakat Desa Sumbersari, Kecamatan Sambeng disebut sebagai "Watu/batu Sabuk". Hal ini karena 60 cm di atas dasar prasasti terdapat tonjolan mendatar dengan ukuran lebar 20 cm, dan tebal 35 cm mengelilingi batu prasasti seperti diikat.
Batu prasasti yang terbuat dari bahan batuan kapur ini berada di tengah perkebunan dekat Waduk, di Dusun Sempur.
Meski sudah ada 31 jenis benda budaya yang kini menjadi benda cagar budaya, namun, Pemkab Lamongan tetap berusaha mendata semua keberadaan benda-benda warisan budaya di Lamongan.
Ini dilakukan, agar keberadaan dan kondisi benda-benda itu dapat terus dipantau. Jumlahnya pun mencapai puluhan unit. Benda-benda itu sebagian besar berbentuk makam dan prasasti, termasuk makam Mbah Lamong, Mbah Sabilan, dan Mbah Punuk yang setiap tahun selalu menjadi bagian perayaan hari jadi Lamongan.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

Sepatu Cibaduyut Bermerek JK

thumbnail
Terinspirasi kunjungan Wakil Presiden Jusuf Kalla ke Cibaduyut, seorang pengrajin Adeng Sigiarto (43) meluncurkan sekaligus memasarkan produk sepatu bermerek JK Collection Shoes.
"Terus terang nama merek ini sebagai penghargaan pengrajin Cibaduyut atas kunjungan Wapres sekaligus memberi spirit bagi pengrajin sepatu di sini," kata Adeng ketika ditemui Antara di bengkelnya di Gg Mekarsari Kelurahan Cibaduyut beberapa waktu lalu.
Peluncuran merek "JK" untuk produknya tanpa dilakukan lewat resepsi namun cukup dengan menempelkan label merek itu pada sepatu pertama yang menggunakan merek itu. Meski dilakukan dengan sederhana, namun merek sepatu JK itu diharapkan pengrajinnya bisa mendongkrak dan meningkatkan pamor produksi sepatu kulit Cibaduyut Kota Bandung yang kini tengah berupaya bangkit lagi. "Khusus merek ini kami hanya akan memproduksi 250 pasang, baik sepatu pria maupun wanita," katanya.
Meski termasuk edisi khusus, kata Adeng, harga sepatu itu tetap dijual dengan harga normal sesuai dengan harga sepatu sekelasnya di sentra produksi sepatu kulit itu.
Ia berharap, penggunaan produksi dalam negeri terus meningkat di masa mendatang dengan adanya gerakan "Cinta Produk dalam Negeri". "Komitmen Pak JK dan Pemerintah yang menghimbau penggunaan merek dalam negeri yang ditindaklanjuti dengan Surat Keputusan Bersama beberapa menteri benar-benar mengdongkrak lagi optimisme kami," kata Adeng yang mengaku selama ini mengerjakan "maklun" atau pesanan sepatu dari para pemegang merek di sana.
Saya yakin dengan komitmen pemerintah mengutamakan pemakaian produk dalam negeri akan meningkatkan kembali produksi dalam negeri dan memperkuat pasaran di dalam negeri.
"Kedepan saya berencana memproduksi khusus lainnya disesuaikan dengan momentnya. Promosi sepatu Cibaduyut harus dilakukan lebih gencar dan menarik, di samping meningkatkan kualitasnya," kata Adeng yang mempekerjakan 15 orang pegawai.
Sementara instruksi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada berbagai kalangan untuk menggunakan produk dalam negeri, mendapat tanggapan positif dari kalangan anak muda. Hal ini terbukti dari pengakuan salah satu perusahaan sepatu dalam negeri yang mengalami peningkatan penjualan khususnya yang didesain untuk remaja dan dewasa.
"Setelah instruksi itu memang dampaknya cukup bagus, paling tidak dilihat dari penjualan produk sepatu Eagle di Indonesia pada 2008 yang sangat bagus, total terjual 1,2 juta pasang, dengan pasar utama yang kita bidik adalah konsumen usia 15 hingga 35 tahun," ujar General Manager Sales Marketing PT GF Indonesia, Bambang Triharto.
Ia menyebutkan dari total penjualan tersebut, sebanyak 800 ribu pasang sepatu merupakan hasil "whole sale", sedangkan 400 ribu pasang merupakan total penjualan dari agen yang ada di berbagai daerah di Indonesia.
PT GF Indonesia adalah pemegang merek Eagle yang lisensinya dari Korea, namun secara keseluruhan dikerjakan di Indonesia.
Merek sepatu ini telah 23 tahun mengisi pasar sepatu di dalam negeri dan pada Februari lalu mendapatkan penghargaan dari Menteri Perindustrian RI, Fahmi Idris sebagai "Produk Sepatu Terbaik" untuk kategori sepatu olah raga.
"Kekuatan kami adalah kombinasi desain dan warna. Dua hal tersebut yang membuat anak muda menggemari sepatu produksi kami," katanya.
Bambang merinci dengan penjualan 1,2 juta pasang sepatu pada 2008, sebanyak 50 persen adalah sepatu yang umumnya digemari anak muda, yakni sneaker dan sepatu kanvas, sepatu lari (running shoes), sepatu sepak bola, futsal, dan sandal.
"Sedangkan 50 persen lagi adalah sepatu badminton," ujarnya menambahkan.
Bambang mengungkapkan untuk mencapai target 1,5 juta pasang sepatu pada 2009, berbagai upaya dilakukan antara lain mendukung jemput bola ke sejumlah sekolah dan universitas, membuka gerai di supermarket, menambah jumlah agen di daerah, dan mendukung berbagai kegiatan olahraga yang bertaraf nasional dan internasional.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

Dendeng Tasikmalaya Tembus Pasar Mancanegara

thumbnail
Penjualan dendeng, daging sapi yang dipotong tipis dan diberi bumbu, yang merupakan buatan Tasikmalaya mampu menembus pasar mancanegara.
Pembuat dan penjual daging Dendeng, di Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya, Rukmana (45), kepada ANTARA, mengaku penjualan dendeng buatannya sudah menembus pasar di Jepang, Malaysia, dan Arab Saudi.
"Banyak yang pesan dendeng ke sini untuk dikirim ke sana, tapi penjualan masih sebatas kepada orang yang saya kenal atau teman dan sanak saudara yang warga Tasikmalaya yang tinggal di daerah tersebut dan hampir setiap bulan meminta untuk dikirim dendeng," katanya.
Terkadang, katanya, ketika sedang pulang ke Tasikmalaya, maka ketika kembali lagi selalu membawa dendeng untuk dijadikan lauk pauk.
Menurut dia, dendeng di Tasikmalaya terjamin kehalalannya, dan cita rasa yang lezat khas Indonesia bila dibandingkan dendeng yang dijual di negara setempat.
Bahkan, kata orang asli negara tersebut ketika mencicipi dendeng buatan Indonesia atau buatan Tasikmalaya menilai rasanya sangat lezat dengan bumbu-bumbu yang memiliki cita rasa berbeda.
Namun, ia mengeluhkan jasa pengiriman dendeng ke luar negeri yang cukup mahal tarifnya, apalagi untuk memasarkan dendeng ke luar negeri itu membutuhkan biaya yang cukup tinggi. "Ya, kami sampai sekarang belum bisa menjual dendeng yang cukup banyak ke luar negeri karena ongkos kirim yang mahal," katanya.
Ia berharap pemerintah bisa membantu untuk memasarkan dendeng buatan Tasikmalaya agar bisa dijual di pasar luar negeri, karena selama ini banyak orang Indonesia yang tinggal di luar negeri dan bahkan orang asli negara itu yang menikmati dendeng buatan Indonesia.
Dendeng yang dijual Rukmana seharga Rp 180.000 per kilogram dengan tingkat penjualan setiap hari mencapai tiga hingga lima kilogram dendeng di Tasikmalaya, sedangkan di bulan Ramadan sampai hari raya Idulfitri mampu menjual dendeng sebanyak 10 kilogram per hari.
Untuk pesanan dari luar negeri dalam satu bulan mencapai sekitar lima sampai 10 kilogram dendeng. "Itu pun dibatasi karena biaya pengiriman yang mahal, tapi yang pesan minta dendeng dengan jumlah lebih dari itu," katanya.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

Kerajinan Kerang Cirebon Tembus Pasar Spanyol

thumbnail
Kerajinan yang menggunakan bahan baku kulit kerang Kabupaten Cirebon kini banyak dipasarkan ke Spanyol karena permintaan barang tersebut di negeri itu cukup tinggi.
Ekspor kerajinanan kulit kerang ke Spanyol antara dua hingga empat kontainer per bulan, kata Kadinas Perindustrian dan Perdagangan Kabuaten Cirebon Drs. Haki MSi didampingi Kabid Perdangan dan Promosi Maman Suparman kepada wartawan di Sumber (Kabupaten Cirebon).
Ia mencontohkan, Januari lalu ekspor kerajinan kulit kerang ke Spanyol sebanyak empat kontainer senilai 34,688,93 dolar AS dan pada Pebruari hanya dua kontainer senilai 43,977.27 dolar.
Ekspor Pebruari tampaknya menurun, tetapi nilainya jauh meningkat. "Itu disebabkan kualitas barang ekspor itu menunjukkan nilai yang tinggi," katanya.
Maman menambahkan, kerajian kulit kerang di Kabupaten Cirebon tersebut bahan bakunya berasal dari Surabaya, Bali dan NTB.
Pengarajinnyapun berasal dari Palembang. "Jadi Kabupaten Cirebon tersebut sangat kondusif untuk mengembangkan kerajinan seperti kulit kerang," katanya.
Berbagai kerajinan kulit kerang yang diekspor tersebut seperti hiasan pintu, gorden dan hiasan lainnya.
Mengenai bahan baku tampaknya tidak mengalami kesulitan karena kulit kerang ada sepanjang tahun, sehingga tiap bulan bisa memenuhi permintaan importir luar negeri.
"Kerajinan kulit kerang itu agaknya bisa dilakukan setiap saat dan tidak bergantung pada musim," tambahnya.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

Galeri Seni, Pintu Pemasaran Produk UKM

thumbnail
Galeri seni dan kerajinan `Kandang Art and Craft` di Kota Yogyakarta menjadi pintu pemasaran bagi produk yang dihasilkan paguyuban Usaha Kecil Menengah (UKM) daerah ini.
Ketua Paguyuban UKM Mitra Binaan PN Gas Nasional Yogyakarta, Budi Sarwono mengatakan galeri seni yang merupakan bantuan hibah dari Perusahaan Negara (PN) Gas Nasional Tbk itu kini mulai dikunjungi banyak pembeli baik dari dalam maupun luar negeri.
Galeri yang berada di kawasan kampung turis `Prawirotaman`, Kota Yogyakarta ini tidak hanya dikunjungi pembeli dari kota Yoyakarta tetapi juga wisatawan mancanegara dan wisatawan domestik.
Ia menyebutkan produk kerajinan UKM yang digelar di galeri itu meliputi barang kerajinan perak, aluminium, kerajinan kayu dan mebel antik.
"Wisatawan yang mengunjungi galeri ini tidak hanya melihat-lihat barang yang dipajang, tetapi juga banyak yang membeli barang kerajinan tersebut, terutama saat libur akhir pekan maupun libur panjang lain," katanya.
Menurut dia, geleri kerajinan senilai Rp 210 juta itu dihibahkan kepada paguyuban UKM binaan perusahaan itu di Yogyakarta pada Juni lalu.
Galeri Kerajinan `Kandang Art and Craft` merupakan wujud dari komitmen PN Gas Nasional sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada kelangsungan hidup UKM, dan bertujuan membantu mengembangkan produk kreatif dari para perajin.
Keberadaan galeri itu mendorong semangat UKM mitra binaan perusahaan tersebut untuk meningkatkan kualitas produk kerajinan inovatif dan memiliki nilai seni. "Galeri ini diharapkan menjadi tempat pengembangan ide kreatif para perajin, sekaligus tempat pemasaran produk mereka," katanya.
Ia mengatakan selain bantuan hibah tersebut, PN Gas Nasional juga memberi bantuan kredit lunak sebesar Rp 1,2 miliar untuk 35 UKM mitra binaan perusahaan itu. "Kredit usaha diberikan dengan bunga empat persen per tahun, dan jangka waktu pengembalian tiga tahun. Ini dimaksudkan untuk membantu penguatan modal, pemasaran dan biaya produksi," katanya.
Ia mengatakan bantuan kredit tersebut membantu kelangsungan hidup UKM anggota paguyuban terutama pada saat kondisi ekonomi tidak menentu seperti sekarang akibat dampak krisis finansial global.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

Inovasi Desain Perhiasan Terus Digeber

thumbnail
Krisis global yang melanda negara Amerika Serikat dan sejumlah negara-negara lainnya tidak membuat pengusaha perhiasan yang berorientasi ekspor menghentikan inovasi dalam menciptakan desain terbaru.
"Di tengah badai krisis ini kami justru mampu menciptakan invasi baru membuat desain perhiasan yang menarik dan indah dengan harga terjangkau," ujar Mieke Sahala, pemilik CV Megrania Putra Nusantara, salah satu Usaha/Industri Kecil Menengah (U/IKM) yang bergerak di bidang perhiasan di Semarang.
Ia mengakui, sejak terjadi krisis global, nilai ekspor perhiasannya mengalami penurunan hingga 20 persen.
Oleh karena itu, dia mencoba mendongkrak omzet penjualan perhiasan dengan mencoba menciptakan desain era krisis global.
Salah satu inovasinya yakni menggabungkan desain yang kental dengan seni dan budaya asli masyarakat Indonesia dengan sentuhan modern yang tidak dimiliki oleh desainer negara luar.
"Selama ini desain perhiasan dari negara luar cenderung mahal. Tetapi saya mencoba memperkenalkan desain menarik dan indah dengan harga terjangkau," ujarnya.
Hasil desain di era krisis global tersebut, katanya, mampu menarik minat pasar domestik dan manca negara.
"Saat ini respon pasar domestik lebih dahulu menunjukkan pertumbuhan. Mudah-mudahan pasar luar negeri juga akan mengalami pertumbuhan serupa," ujarnya.
Berdasarkan data dari Departemen Perindustrian (Depperin), pada tahun 2008 nilai ekspor perhiasan dan permata mencapai 1.075,4 juta dolar AS atau meningkat 19,82 persen dibanding nilai ekspor tahun 2007 sebesar 897,5 juta dolar AS. Kenaikan juga terjadi pada tahun 2007 sebesar 28,57 persen dibanding nilai ekspor tahun 2006 sebesar 698,1 persen.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

Ekonomi Berbasis Syariah Mampu Atasi Krisis

thumbnail
Sistem ekonomi berbasis syariah diyakini mampu mengatasi krisis finansial yang melanda Amerika Serikat (AS) dan berimbas pada negara-negara di Asia, termasuk Indonesia.
Hal tersebut dikatakan oleh pengamat ekonomi syariah, Dwi Condro Triono, usai talkshow "Cara Syariah Atasi Krisis Finansial" di Hotel Grasia Semarang, Senin pekan lalu. "Krisis finansial tidak perlu terjadi, jika sistem ekonomi yang dijalankan berbasis syariah," katanya.
Menurut dia, krisis finansial yang saat ini melanda disebabkan AS yang menggunakan sistem ekonomi kapitalis dengan pihak yang kuat akan terus menekan pihak yang lemah. "Ketika pasar saham jatuh, maka seluruh sektor ekonomi di negara-negara lain ikut terkena dampaknya, termasuk Indonesia yang sangat bergantung pada AS," katanya.
Ia mengatakan, dalam sistem ekonomi berbasis syariah, tingkat kesejahteraan lebih diukur dari tingkat kesejahteraan sosial suatu negara dapat terwujud. "Kalaupun terjadi kesenjangan, tidak ada satu orang penduduk yang sampai tidak dapat memenuhi kebutuhan dasarnya," katanya.
Berdasarkan sistem ekonomi syariah, harta merupakan titipan dari Allah SWT, sehingga di dalamnya kemudian diatur tentang zakat, infaq, dan shadaqah yang harus diberikan kepada mereka berhak mendapatkannya, kata Dwi.
Di sisi lain, Dwi mengkritik kebijakan pemerintah malah menjual sumber daya alam (SDA) yang menjadi kekayaan Indonesia kepada negara-negara lain, yang membuat keadaan menjadi semakin parah.
Padahal, dalam hadist Rasulullah SAW telah disebutkan tentang larangan menjual kekayaan alam yang dimiliki kepada bangsa lain.
"Sayangnya larangan tersebut dilanggar, misalnya tambang emas yang sangat berpotensi, saat ini justru dikelola oleh pihak asing," katanya menyesalkan.
Akibatnya, kata dia, untuk mendapatkannya kembali, rakyat Indonesia harus membayarnya dengan harga yang sangat mahal.
Ketua DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Tengah (Jateng), Djoko Wahyudi, yang juga menjadi pembicara menambahkan, dalam sistem ekonomi berbasis syariah terdapat empat sifat yang lebih diutamakan. "Empat sifat tersebut adalah kesatuan atau kebersamaan, keseimbangan atau keadilan, kebebasan yang berarti tidak ada paksaan, serta tanggung jawab," katanya.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

Pakai Daster

thumbnail
Tanya: Saya seorang ibu rumah tangga yang cukup sibuk mengurus rumah tangga. Kebiasaan saya sangat suka pakai daster. Suami saya cuek saja. Akhir-akhir ini dia semakin sibuk, dan dia terlihat kurang tertarik dengan penampilan saya. Dasar suami saya pendiam. Saya jarang minta gituan. Dia juga diam saja. Mohon saran.
Dari: Dewi, Bogor.

Jawab:
Memang pakai daster terlihat praktis dan ekonomis. Mungkin perlu variasi memakai pakaian seksi di rumah biar nambah setrum suami. Pakaian dan penampilan di rumah harus tetap dijaga dengan baik, walaupun sibuk di rumah tangga. Penampilan pakaian dalam juga penting diperhatikan agar baru dibuka penampilannya seksi dan fresh. Tentu saja kualitas pakaian saja tidak cukup. Bentuk bodi juga harus diservis, baik melalui program diet maupun olah raga yang teratur. Jika semua itu dilakukan, hasilnya pasti mantap. Kalau anda tampil seksi dengan kerlingan mata menantang, pastilah ajakan anda disambut suami. Anda senang, suami puas. Mantap dan sedap…!
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

Batuk Reda Dan Kutu Air Hilang

thumbnail
Nama: Puspitawati, 65 tahun, pensiunan PNS, tinggal di Kel. Setiamanah, Kec. Cimahi Tengah, Bandung.
Pengalaman:
Saya sering sakit tenggorokan dan batuk. Apabila sudah terasa sakit, saya oleskan Minyak Oles Bokashi di leher dan saya minum lima tetes Minyak Oles Bokashi dicampur air hangat. Kerongkongan terasa hangat dan batuk saya sembuh. Penyakit kutu air pada sela-sela kakipun bisa disembuhkan dengan Minyak Oles Bokashi. Kini keluarga saya selalu menyediakan Minyak Oles Bokashi di kotak obat.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

Rasa Kesemutan Berangsur Sembuh

thumbnail
Nama: Ngateho, 38 tahun, guru, tinggal di Semarang.
Pengalaman:
Seorang sales Ramuan Pak Oles memperkenalkan produk obat-obatan tradisional asal Bali itu. Meski awalnya agak ragu, saya cukup tertarik dengan khasiat Madu Jamur untuk menghilangkan toksin dalam tubuh dan dapat mencegah penumpukan kolesterol serta asam urat. Memang khasiatnya terbukti. Setelah saya mengonsumsi Madu Jamur secara rutin, rasa kesemutan pada tangan saya berangsur hilang. Setiap bangun pagi, badan terasa segar.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

Berat Badan Turun, Napaspun Lancar

thumbnail
Nama: Ninik Dwi Hastuti, 43 tahun, PNS, tinggal di Slemang, Yogyakarta.
Pengalaman:
Kami sekeluarga selalu mengonsumsi Ramuan Pak Oles. Saya sendiri rutin minum Madu Sekar untuk menurunkan berat badan. Sementara suami saya yang perokok minum Madu Rocky. Nafas suami saya tetap lancar walaupun merokoknya jalan terus. Dan, Minyak Oles Bokashi dipakai semua anggota keluarga saya, karena manfaatnya sangat banyak.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

Rasa Ngilu Teratasi

thumbnail
Nama: Pupu Marpuah, 56 tahun, PNS, tinggal di Desa Wetan, Garut, Jabar.
Pengalaman:
Saya mempunyai penyakit ngilu-ngilu di seluruh tubuh dan juga menderita diabetes. Menurut dokter saya tidak boleh mengonsumsi obat sembarangan harus dengan resep dokter. Suatu hari saya didatangi oleh SPG Pak Oles dan ditawari Minyak Oles Bokashi. Alhamdulillah setelah saya rutin menggunakan Minyak Oles Bokashi, sakit saya bisa sembuh. Sampai sekarang saya tetap menggunakan Minyak Oles Bokashi.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

Coklat Baik Untuk Pola Makan Sehat

thumbnail
Banyak orang lupa bahwa coklat berasal dari tanaman, persis seperti buah dan sayuran yang disarankan bagi jantung sehat. Biji coklat, bahan utama coklat merupakan sumber alamiah konsentrat tinggi flavanol antioxidant dan berperan dalam perawatan kesehatan.
Coklat berwarna gelap, dengan campuran rasa yang beraneka rasa, nikmat dan lembut, secara khas miliki persentase lebih tinggi cocoa padat --cocoa, cairan coklat dan coklat lembek—disbanding coklat susu. ‘’Lebih dari sekadar layanan istimewa, itu adalah jenis paling sehat karena kandungan cocoa yang lebih tinggi. Coklat yang berwarna gelap dengan kandungan tinggi cocoanya sungguh memiliki dampak positif bagi kesehatan,’’ kata Christian Rast, kepala jurumasak di hotel Hilton Shanghai.
"Antioxidant menghalangi radikal bebas, yang dapat merusak dinding arteri. Selain itu, zat tersebut juga perangsang untuk memiliki suasana hati yang nyaman dan membantu mencegah serangan jantung,’’ kata Rast.
Jika bubuk coklat berasal dari satu tanaman, rasanya secara mengejutkan sangat berbeda dibandingkan dengan yang berasal dari tanaman lain bahkan yang mendekatinya --seperti anggur minuman dari pohon anggur yang berbeda. Tingkat flavanol antioxidant dalam produk coklat hampir secara tepat berhubungan dengan konsentrasi cocoa alamiah dalam berbagai produk. Secara umum, makin tinggi kandungan cocoa alamiah, makin besar tingkat flavanol antioxidant-nya, demikian hasil satu studi Hershey Co, produsen utama coklat di Amerika Utara seperti dilaporkan kantor berita Cina, Xinhua.
Flavanol antioxidant muncul secara alamiah di dalam sebagian makanan yang berbahan dasar tanaman, seperti teh, buah anggur, blueberri, cranberri dan bubuk coklat. Bubuk coklat merupakan bahan dasar dari semua produk coklat. Yang menarik, produk itu menjadi satu sumber flavanol yang paling terkonsentrasi secara alamiah. ‘’Dalam perlindungan mereka terhadap sel tubuh, antioxidant mengirim radikal bebas yang berkembang di dinding pembuluh darah dan dapat mengakibatkan kanker, penuaan dan ostheosclerosis.
Coklat yang berwarna gelap juga memiliki kandungan antioxidant yang lebih baik. Antioxidant merupakan bahan yang membantu menetralkan radikal bebas dan melindungi tubuh terhadap dampak merusak mereka, yang berarti itu dapat melindung jantung dan pembuluh darah dari kerusakan oxidative, serupa denga karat yang berkembang pada metal dari waktu ke waktu.
Layanan standard coklat yang berwarna gelap (40 gram) menyediakan lebih banyak bubuk antioxidant dibandingkan dengan porsi standard banyak makanan lain yang diketahui berisi antioxidant, termasuk blueberri, kenari dan kismis. Banyak ilmuwan masih menyelidiki bagaimana nilai antioxidant di dalam makanan berkaitan dengan kegiatan antioxidant di dalam tubuh, dan penelitian lebih jauh perlu dilakukan guna memahami lebih dalam bagaimana tubuh menyerap dan memanfaatkan antioxidant ini.
Konsumen, ketika memilih coklat yang berwarna gelap di toko, mula-mula dapat menilai dari penampilan. Coklat yang berkualitas tinggi biasanya memilki permukaan yang lembut dan berkilat. Kedua, rasa adalah kuncinya. Coklat yang berwarna gelap asli menimbulkan rasa yang luar biasa saat coklat itu meleleh di dalam mulut. Mengunyah coklat yang berkualitas rendah seperti mengunyah permen karet.
Seperti apa pun juga, terlalu banyak tidak baik, meskipun sedikit coklat yang berwarna gelap baik, lebih banyak bukan berarti lebih baik. Coklat berisi kalori dan mesti dinikmati sekedarnya saja. Ingat lah bahwa makanan yang seimbang --dan banyak olah raga-- tetap menjadi kunci bagi kesehatan yang baik.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

Rasa Kesemutan Berangsur Reda

thumbnail
Nama: Nurbaiki, 45 tahun, guru SD, tinggal di Desa Kuripan, Lobar, NTB.
Pengalaman:
Sudah lama di sekitar pergelangan tangan kiri dan kanan saya terasa kaku dan sering kesemutan. Apabila saya memegang sesuatu hanya beberapa menit, tangan akan terasa sakit sekali. Apalagi pada saat bangun tidur, saya merasa darah di sekitar pergelangan tangan seperti membeku. Tangan saya hampir tidak bisa digerakkan. Alhamdulillah setelah memakai Gelang EM Keramik selama dua minggu, keluhan penyakit yang saya derita berangsur-angsur sembuh dan tidak kesemutan lagi.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

Asam Urat Lenyap, Vitalitas Prima

thumbnail
Nama: M. Munir, 40 tahun, pegawai di UNES, tinggal di Semarang.
Pengalaman:
Sehabis bekerja berat, biasanya badan saya terasa capek dan sangat lelah. Apalagi saya ada gejala asam urat dan kolesterol. Untuk mengatasinya saya selalu mengonsumsi Madu Jamur agar badan tetap segar. Di samping itu saya juga menggunakan Minyak Oles Bokashi untuk meningkatkan vitalitas pria. Caranya hanya dengan mengoleskan di area vital setiap habis mandi sore, selama satu minggu. Hasilnya luar biasa. Vitalitas saya jadi semakin kuat dan prima.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

Kulit Lecet Akhirnya Mengering

thumbnail
Nama: Evi Purwitasari, 39 tahun, tinggal di Sidoarjo, Jatim.
Pengalaman:
Saya sudah lama mengenal Ramuan Pak Oles melalui informasi famili di Jakarta yang mengirimkan dua botol Minyak Oles Bokashi. Saat hamil anak pertama, berat badan saya naik sehingga membuat kulit paha lecet-lecet akibat paha bergeseran sewaktu berjalan. Atas saran famili, saya mengoleskan Mimyak Oles Bokashi. Alhamdulillah, lukanya kering dan tidak ada keluhan lagi. Begitu juga setelah melahirkan lewat operasi caesar secara rutin saya oleskan Banyu Kunto untuk mencegah keloid. Sedangkan garis-garis putih/strectmartk di paha dan perut akibat kegemukan karena kehamilan saya rawat dengan Krim Saribing.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

Tarikan Motor Ringan Berkat SP

thumbnail
Nama: Muhamad Taufik, 20 tahun, mahasiswa, tinggal di Jatingaleh, Semarang.
Pengalaman:
Motor saya sangat boros bensin. Lantas saya mencari produk penghemat BBM. Lalu saya coba mempelajari Spontan Power, produk otomotif racikan PT Pak Oles & Biotor Technology. Saya pun tertarik untuk mencobanya pada sepeda motor saya. Setelah pemakaian selama enam bulan ternyata motor saya mengalami perubahan, tarikan motor menjadi lebih ringan dan juga lebih irit BBM.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

Cegah Kanker, Konsumsi Kacang Kedelai

thumbnail
Kaum wanita di Asia maupun Amerika yang banyak mengonsumsi kacang kedelai sejak usia anak-anak, mempunyai kesempatan lebih besar atau sekitar 58 persen mengurangi risiko berkembangnya kanker payudara, kata para peneliti dari Amerika Serikat seperti dikutip Reuters. Para peneliti menemukan kacang kedelai memiliki efek melindungi.
‘’Di dalam studi yang kami lakukan menunjukkan adanya kaitan yang signifikan dalam mengonsumsi kacang kedelai pada masa anak-anak dengan mengurangi risiko kanker payudara,’’ kata Dr Larrisa Korde dari Lembaga Kanker Nasional yang hasil penelitiannya dipublikasikan di Journal Cancer Epidemiology, Biomakres and Prevention.
Secara historis, penyakit kanker payudara di kalangan wanita Amerika menempati peringkat ke empat sampai tujuh kali lebih tinggi daripada kaum wanita di China atau Jepang, kata Regina Ziegler, kolega Korde dalam pernyataannya di Lembaga Kanker Nasional.
Namun, ketika kaum wanita Asia beremigrasi ke Amerika Serikat, risiko mereka terkena kanker payudara meningkat sampai pada beberapa generasi. Korde dan koleganya melakukan penelitian untuk mengetahui apakah ada faktor pola makan dan gaya hidup yang dapat menjelaskan perbedaan keduanya. Para peneliti itu melakukan interviu hampir kepada 1.600 wanita keturunan China, Jepang dan Filipina yang tinggal di San Fransisco, Oakland atau Los Angeles, California atau Hawaii. Sekitar 600 di antaranya menderita kanker payudara, sementara lainnya dalam kondisi sehat.
Mereka meminta kepada kaum ibu yang tinggal di AS untuk memberi konsumsi kacang kedelai pada putri mereka sejak anak-anak. Kaum wanita yang mengonsumsi kedelai dalam jumlah banyak saat mereka pada masa anak-anak memiliki kesempatan 58 persen terhindar dari risiko terkena penyakit kanker payudara, dibandingkan dengan mereka yang sedikit mengonsumsi kacang kedelai.
Pengaruhnya menjadi lemah jika sudah memasuki usia dewasa baru mengonsumsinya dalam bentuk makanan atau minuman dalam jumlah besar. Tetapi, hasil studi menunjukkan hanya 20-25% mengurangi risiko terserang kanker payudara.
Penelitian untuk mengetahui hubungan antara mengonsumsi kacang kedelai sejak anak-anak dan mengurangi risiko kanker payudara dilakukan pada semua wanita yang terlibat dalam studi tersebut, termasuk keluarga yang miliki keturunan penderita kanker payudara. Terkait penemuan tentang mengonsumsi kacang kedelai sejak dini, peneliti menganjurkan waktu mengonsumsi kacang kedelai mungkin merupakan hal yang penting.
Ia mengatakan secara tepat, mengapa kacang kedelai dapat melindungi, tidak banyak diketahui, padahal mengonsumsi sejak dini dapat berpengaruh pada biologi kanker payudara. Kacang kedelai mengandung isoflavons yang memiliki sifat mirip hormon ekstrogen seks kaum wanita yang dapat melindungi jaringan payudara. Uji coba yang dilakukan pada binatang menunjukkan bahwa kacang kedelai dapat membantu menguatkan jaringan payudara lebih awal dan lebih baik untuk mencegah terhadap adanya penyebab kanker.
Tetapi, Ziegler mengatakan, terlalu awal bagi orang tua untuk mulai menambah kacang kedelai sebagai menu diet tambahan bagi putri-putrinya. ‘’Ini merupakan studi awal untuk mengevaluasi pemberian kacang kedelai bagi anak-anak dan keterkaitan risiko kanker payudara dan hasilnya belum cukup dijadikan untuk sebuah rekomendasi kesehatan publik,’’ kata Ziegler.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

Usia Pergantian Oli

thumbnail
Tanya: Pak Yunus yang terhormat.
Gimana perawatan Spontan Power supaya tetap stabil karena setelah saya memasang SP sampai saat ini masih tetap mantap dan pengiritan BM sangat terasa. Kalau pakai Hexon, berapa bulan baru saya ganti oli lagi?
Dari: Putrawan 0815828XXXX

Jawab:
Terima kasih. Meski pertanyaan via SMS, kami akan tetap menjawab karena pelayanan purna jual sangat kami utamakan. Untuk menjaga kestabilan manfaat dari SP sebaiknya 6 (enam) bulan sekali SP perlu dibersihkan. Caranya; lepas SP dan masukkan bensin, dikocok-kocok lalu dibuang. Lakukan hingga tabung SP bersih. Setelah itu pasang kembali SP seperti semula. Untuk Hexon sebagai vitamin oli, juga diganti. Sesuaikan kilo meter pada spido meter. Contoh, saat penggantian oli km menunjuk angka 5.234, maka untuk ganti oli berikut bila tanpa memakai Hexon pada angka 5.234 + 1500 km = 6734 km. Bila kendaraan sudah memakai Hexon, ganti oli pada km 5.234 + 1500 + 1000 km = km 7.734. Lumayan kan tingkat pengiritan sampai 1000 Km.
Kalau penggantian Oli memakai bulan kalender bisa dilakukan bila spido meter rusak atau rutinitas harian sudah pasti diketahui. Bila memakai Hexon, penggantian oli bisa melebihi ½ bulan kalender.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

Soho Group Siapkan Bahan Baku Obat Herbal

thumbnail
Perusahaan farmasi Soho Grup menyiapkan lahan untuk tanaman obat (apotek hidup) sebagai bahan baku pembuatan produk obat-obatan herbal yang saat ini terus dikembangkan. Head of Corporate Public Relations Soho Group, Widi Nugroho Sahib kepada wartawan di Surabaya mengemukakan, pihaknya sedang melakukan studi kelayakan lahan yang akan dimanfaatkan untuk tanaman obat. ‘’Lokasinya ada di daerah antara perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah. Saya belum bisa ungkapkan detail lokasi dan luas lahannya, karena masih dalam tahap survei,’’ katanya.
Untuk keperluan studi kelayakan dan pencarian lokasi lahan, Soho Grup menggandeng Departemen Pertanian dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Pengembangan budidaya tanaman obat itu bertujuan mengurangi ketergantungan pasokan bahan baku obat herbal yang selama ini berasal dari sejumlah pemasok. ‘’Selain dipakai sendiri, produk tanaman obat, seperti temulawak, kunyit dan lainnya itu diharapkan juga dapat memasok kebutuhan bahan baku perusahaan lain,’’ ujarnya.
Nugroho menyatakan, dari sekitar 140 item obat-obatan yang diproduksi Soho Grup, sebagian di antaranya obat herbal dengan bahan baku alamiah atau nonkimiawi. ‘’Produk obat herbal yang kami kembangkan seperti Laxing dan Diapet sudah diterima masyarakat. Saat ini sudah 60 persen lebih produk kami adalah obat herbal,’’ katanya.
Kualitas obat herbal, tambah Nugroho, tidak jauh berbeda dengan obat-obatan non herbal (kimiawi) dan harganya terjangkau untuk berbagai lapisan masyarakat. Soho Grup merupakan holding company dari beberapa perusahaan farmasi yakni PT Ethica Industri Farmasi, PT Soho Industri Farmasi, PT Parit Padang dan PT Global Harmony Retailindo.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

Terapi Dini Dongkrak Kualitas Hidup Penderita Psoriasis

thumbnail
Terapi dini dapat meningkatkan kualitas dan harapan hidup penderita peradangan kronik pada kulit (psoriasis). Menurut Guru Besar Departemen Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Benny Effendi Wiryadi di Jakarta, terapi yang diberikan secara dini dapat mencegah terjadinya komplikasi penyakit lebih lanjut seperti psoriatric eritroderma atau psoriasis pustulosa generalisata.
Psoriatic eritroderma yang ditandai seluruh kulit tubuh memerah dan psoriasis pustulosa generalisata, yakni psoriasis dengan gelembung-gelembung kecil berisi nanah, dapat membahayakan jiwa penderita. Terapi yang diberikan ditujukan untuk mengurangi keparahan seperti derajat kemerahan, tebal dan sisik serta luas kelainan kulit.
Prof Benny menjelaskan, pemilihan metode pengobatan harus memperhatikan derajat keparahan penyakit, lokasi penyakit, tipe penyakit, usia, jenis kelamin serta riwayat kesehatan penderita. Pengobatan psoriasis bermacam-macam, mulai dari pengobatan luar (topikal), fototerapi hingga pengobatan sistemik.
Pengobatan luar dapat dilakukan terhadap penderita psoriasis ringan dengan luas kelainan kulit kurang dari lima persen sedang fototerapi biasanya dilakukan untuk mengobati psoriasis yang tidak berhasil diobati dengan pengobatan luar. Pengobatan sistemik biasanya ditujukan untuk psoriosis sedang hingga berat.
Psoriasis merupakan peradangan kronis pada kulit kronis dimana penderitanya mengalami proses pergantian kulit terlalu cepat. Proses pergantian kulit pada manusia normalnya berlangsung selama tiga hingga empat minggu sedang pada penderita psoriasis prosesnya hanya berlangsung sekitar dua hingga empat hari sehingga kulit menebal dan bersisik.
Hingga kini, penyebab psoriasis belum diketahui secara pasti namun penyakit ini digolongkan sebagai penyakit autoimun yakni penyakit yang terjadi karena sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel tubuh. Dalam keadaan normal sistem kekebalan tubuh berfungsi melawan zat asing yang masuk ke tubuh sementara pada penderita psoriasis sel-sel kekebalan tubuh (sel-T) secara spesifik teraktifasi dan menghasilkan zat-zat peradangan seperti TNF-alpha.
TNF alpha selanjutnya berinteraksi dengan sel-sel kulit sehingga terjadi proliferasi dan diferensiasi secara abnormal pada kulit. Pemicu terjadinya psoriasis diperkirakan trauma, gesekan dan tekanan berulang pada kulit, obat tertentu seperti antihipertensi dan antibiotik, stres emosional, infeksi tertentu termasuk streptokokus dan HIV, serta gangguan metabolisme.
Gejala penyakit tidak menular ini ditandai dengan adanya bercak merah serta sisik kasar dan tebal pada kulit yang menyebabkan penderita merasa gatal dan nyeri. Psoriasis secara langsung tidak membahayakan penderita namun berpotensi menurunkan kualitas hidup penderita terutama jika kelainan terjadi pada wajah, kepala dan kelamin.
Namun hasil penelitian terkini menunjukkan, penderita psoriosis miliki kemungkinan menderita penyakit berbahaya lain seperti kardiovaskular, hipertensi, diabetes, kanker dan depresi. Data tentang kejadian penyakit ini di Indonesia belum ada namun menurut penelitian Prof Benny di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta selama 2000-2004 insiden psoriasis sekitar 0,32%, dan 28% psoriasis berat, 14% psoriasis sedang dan 58% psoriasis ringan.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

Perlu Percepat Registrasi Obat Dan Makanan

thumbnail
Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mempercepat proses registrasi izin edar produk obat dan makanan. "Registrasi tidak boleh ada yang sampai dua tahun atau empat tahun lagi. Saya ingin dipercepat, tolong birokrasi pelayanan publik dibikin mudah dan cepat," katanya saat memberikan sambutan dalam peresmian operasi gedung pusat layanan publik satu atap BPOM di Jakarta.
Berkenaan dengan hal itu Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin Akib menjelaskan sebelumnya proses registrasi izin edar obat butuh waktu lama karena banyak perusahaan pendaftar yang tidak menyertakan dokumen lengkap. ‘’Saya menemukan 600 dokumen yang tidak lengkap, setelah saya ultimatum kalau dokumen itu tidak diambil dalam dua minggu akan dibakar, baru mereka ambil dan melengkapi sesuai persyaratan,’’ katanya.
Pihak BPOM sudah berusaha mempercepat proses registrasi izin edar obat dan makanan dengan menyediakan fasilitas layanan satu atap. ‘’Sekarang ada batas waktu registrasi untuk setiap produk. Untuk produk sederhana bahkan ada layanan satu hari hingga tiga hari,’’ katanya.
Prosedur registrasi obat, juga telah disederhanakan dan dipercepat namun tidak bisa secepat prosedur registrasi produk makanan dan produk yang lebih sederhana. Soalnya registrasi obat harus terlebih dulu dirapatkan Panitia Penilai Obat Jadi, lalu dibahas lagi Komnas Panitia Penilai Obat Jadi serta dikaji pakar dan klinisi. Untuk itu harus hati-hati, takutnya bermasalah dan membahayakan masyarakat.
Menurut Thamrin, saat ini proses registrasi ijin edar obat baru dan obat yang ditiru dari obat yang telah habis masa paten (copy drug) rata-rata tidak sampai setahun.
Proses registrasi izin edar obat di BPOM berkisar 150-300 hari kerja dengan biaya Rp 15 juta hingga Rp 20 juta untuk obat inovasi baru serta Rp 1 juta hingga Rp 5 juta untuk copy drug. Linda, yang sedang mengurus registrasi obat untuk perusahaannya di Pusat Layanan Publik BPOM, juga mengatakan pelayanan registrasi izin edar sekarang lebih mudah. ‘’Saya mengurus registrasi untuk obat copy, biayanya Rp 1 juta. Sekarang prosedurnya baru. Katanya akan selesai dalam enam bulan,’’ kata Linda.
BPOM juga mengimbau perusahaan makanan, obat dan kosmetika untuk tidak menggunakan calo (biro jasa) saat registrasi produk untuk menghindari tambahan biaya dan waktu. ‘’Kami mengimbau agar tidak menggunakan biro jasa. Dalam melakukan sosialisasi dan fasilitasi kami menggunakan asosiasi,’’ kata Plt. Deputi III Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya BPOM, M Hayatie Amal pada Munas Luar Biasa Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) di Jakarta.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

BPOM Siapkan Layanan Publik Satu Atap

thumbnail
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyediakan sarana pelayanan publik satu atap untuk pendaftaran izin edar, sertifikasi produk dan pengaduan konsumen. Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari didampingi Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin Akib meresmikan gedung layanan publik berlantai lima itu di Jakarta.
Kepala BPOM mengatakan layanan yang diberikan di gedung bercat biru itu antara lain pendaftaran produk sebelum beredar; evaluasi produk sebelum diedarkan; sertifikasi produk obat tradisional, kosmetik dan suplemen makanan serta sertifikasi cara pembuatan obat dan kosmetik yang baik. ‘’Kami juga menyediakan pusat informasi dan pengaduan konsumen karena pada dasarnya fokus kami adalah layanan untuk konsumen,’’ katanya.
Penyediaan fasilitas layanan publik satu atap itu, kata dia, diharapkan bisa mempercepat pelayanan, meningkatkan kualitas layanan dan meningkatkan kepuasan pengguna layanan. ‘’Kecepatan dan ketepatan dilakukan tapi unsur analisis risiko tetap diprioritaskan karena butuh dukungan banyak informasi dan data untuk keperluan pengawasan,’’ katanya.
Penyediaan pusat layanan publik satu atap diharapkan bisa memperbaiki kegiatan pengawasan sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk obat dan makanan. Juga untuk menciptakan transparansi layanan karena dengan demikian prosedur, waktu dan biaya layanan jadi jelas. Menteri Kesehatan juga meminta agar BPOM harus percepat birokrasi pelayanan publik dan menyelaraskan kebijakan dengan kebijakan Depkes. ‘’Harus prorakyat, cepat dan tepat, integritas tinggi dan akuntabel,’’ ujarnya.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

Kemasan Jadi Isu Penting IKM Mamin

thumbnail
Masalah kemasan masih menjadi isu penting bagi upaya peningkatan daya saing produk Industri Kecil Menengah (IKM) makanan dan minuman. "Kemasan bukan hanya sekedar pembungkus, tapi juga informasi penting bagi konsumen," kata Dirjen IKM Departemen Perindustrian, Fauzi Azis, pada pembukaan Pameran Produk Makanan Minuman IKM di Jakarta, Selasa (14/4).
Pengemasan yang baik tidak hanya sekedar cantik sehingga menarik konsumen, tetapi juga harus memberikan informasi lengkap terkait produk. ‘’Jika cantik dan informasinya lengkap tentu akan meningkatkan kepercayaan konsumen,’’ ujar Fauzi. Ini dianggap sebagai persyaratan penting bagi produk IKM makanan dan minuman untuk bersaing di dalam maupun luar negeri.
Banyaknya IKM makanan dan minuman yang berkembang di Indonesia menambah ketatnya persaingan usaha. Pada 2008, ada 18.064 unit usaha dengan nilai produksi Rp 182 miliar. Tenaga kerja yang terserap 57.438 orang yang tersebar di seluruh dunia.
Untuk itu, perlu persiapan, pendidikan, motivasi bagi IKM makanan dan minuman hingga mampu memenuhi standar GMP. Ketua Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Fahrina Fahmi Idris mengatakan akses pemasaran sangat penting bagi IKM setelah proses produksi dan cara mendapat akses permodalan. Pameran IKM makanan minuman yang dilaksanakan selama empat hari di Plaza Perindustrian dipatok menghasilkan Rp 500 juta.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

Pengemis Berhak Atas Jamkesmas

thumbnail
Gelandangan, pengemis dan anak terlantar yang belum memiliki kartu Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan dengan mendapat rekomendasi dari dinas sosial setempat. ‘’Mereka yang belum punya kartu Jamkesmas tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan dengan rekomendasi dari Dinas Sosial dan berkoordinasi dengan PT Askes setempat,’’ kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Departemen Kesehatan, Dr Syafii Ahmad MPh pada Pertemuan Pelaksanaan Program Jamkesmas 2009 Tingkat Nasional di Bandung.
Rekomendasi Dinas Sosial dan PT Askes diperlukan untuk mengeluarkan Surat Keabsahan Peserta (SKP). Sasaran Jamkesmas 2009 sebanyak 76,4 juta jiwa atau lebih besar dari data penduduk miskin yang dikeluarkan BPS sekitar 30 juta. Namun target 76,4 juta jiwa itu, belum seluruhnya mendapat kartu Jamkesmas. Hingga kini kartu Jamkesmas belum dapat didisribusikan ke semua sasaran 76,4 juta jiwa terutama gelandangan, pengemis dan anak terlantar karena sulit didata.
Selain itu, ada double entry, peserta pindah alamat, kelahiran baru dan meninggal dunia. Terkait akan diberlakukan data BPS (by name by address) secara nasional untuk seluruh program pengentasan kemiskinan, akan ada peserta yang tidak masuk dalam data base Jamkesmas. ‘’Problem data masih menjadi kendala dalam pelaksanaan program Jamkesmas. Diharapkan semua bupati/wali kota menelaah kembali kepesertaan yang sudah ditetapkan untuk dilakukan updating data miskin 2009,’’ kata Syafii.
Secara garis besar, kata Ahmad, ada empat kendala dalam pelaksanaan Jamkesmas yakni kepesertaan, pelayanan, pendanaan dan pengorganisasian program.
Ia mencontohkan kendala pengorganisasian yakni kurang optimalnya fungsi tim pengelola dan kordinasi provinsi, kabupaten/ kota.
Selain itu belum semua pemerintah daerah memiliki komitmen dalam pendanaan Jamkesmas di luar kuota, sedangkan yang sudah mempunyai dana, pengelolaanya belum mengikuti mekanisme Jamkesmas. Akibatnya pelaksanaan Jamkesmas yang dibiayai APBN dengan yang didanai APBD kurang harmonis.
Pada 2009 seluruh pemda diharapkan kontribusi dalam Jamkesmas dan mekanisme pengelolaan memperhatikan penyelenggaraan secara nirlaba, terstruktur, transparan dan akuntabel. Pelayanan kesehatan 2009 difokuskan pada peningkatan pelayanan kesehatan baik di puskesmas maupun rumah sakit. Salah satunya dengan menyertakan rumah sakit swasta pada program Jamkesmas. Pada 2009 pemerintah menganggarkan dana pembiayaan pasien rujukan di rumah sakit Rp 3,6 triliun dan Jaminan Kesehatan Dasar (Jamkesdas) di puskesmas Rp 1 triliun.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

Terapi Dini Hepatitis Cegah Kanker Hati

thumbnail
Terapi hepatitis C kronik sejak dini dapat mencegah perkembangan ke arah pengerasan hati (sirosis) dan kanker hati (hepatoseluler karsinoma). ‘’Infeksi hepatitis C bisa diobati dan sebagian besar dapat disembuhkan. Hasil penelitian selama 10 tahun menunjukkan pengobatan dini dapat mencegah sirosis serta menurunkan resiko kanker hati dan kematian. Biaya perawatan juga jadi bisa ditekan,’’ kata Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) Dr Unggul Budihusodo, SpPD, KGEH di Jakarta, pekan pertama April.
Unggul menyatakan, terapi hepatitis C terutama untuk melenyapkan virus, menghentikan perkembangan penyakit dan menghilangkan gejala penyakit yang antara lain ditandai perut buncit, kaki bengkak dan tubuh menguning. Standar emas terapi hepatitis C saat ini merupakan pengobatan dengan kombinasi pegylated interferon alfa dan ribavirin dengan lama terapi tergantung pada genotipe HCV. ‘’Keberhasilan terapi dipengaruhi faktor genotipe virus, jumlah virus, usia penderita, kondisi penyakit, saat memulai terapi dan kepatuhan pasien selama terapi,’’ katanya.
Radang hati kronik akibat infeksi virus hepatitis C (HCV) tidak menunjukkan gejala awal yang bisa dikenali sehingga sekitar 90 persen orang yang mengidap hepatitis C tidak sadar dirinya terinfeksi. ‘’kitar 80-90 persen kasus menunjukkan gejala dan tanda yang minimal. Gejala baru terlihat ketika komplikasi sudah terjadi pada tahap lanjut, saat sudah parah,’’ katanya.
Perkembangan penyakit hati dari infeksi awal HCV hingga menjadi kanker hati, juga cukup lama yakni 20-30 tahun. Karena itu, harus dilakukan pemindaian pada kelompok yang berisiko tinggi terinfeksi hepatitis C untuk menemukan sedini mungkin kasus infeksi hepatitis C dan menanganinya segera.
Pemerintah bersama pemangku kepentingan terkait harus memastikan sistem surveilans penyakit berjalan efektif untuk meningkatkan temuan kasus infeksi yang menular lewat kontak dengan darah dan cairan tubuh terinfeksi antara lain melalui transfusi darah, hubungan seks tidak aman, tato, tindik dan injeksi dengan jarum suntik.
Menurut Ketua Kelompok Kerja Hepatitis Departemen Kesehatan, Dr Ali Sulaiman, sejak Oktober 2007 hingga Maret 2008 pemerintah sudah mengumpul data hepatitis C di 125 fasilitas pelayanan kesehatan di 11 provinsi pada tahap I dan 21 provinsi pada tahap II. "Ada 491.134 sampel yang diperiksa dan 0,8 persen diantaranya positif terinteksi hepatitis C," katanya.
Seperti dilansir Antara, cakupan surveilans hepatitis C belum memadai dan masih harus diperluas untuk mengetahui besaran masalah infeksi hepatitis C di Indonesia yang saat ini diperkirakan sekitar 1-2% dari total penduduk. Kegiatan edukasi diperbanyak untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang bahaya hepatitis C dan mendorong mereka memeriksakan diri secara mandiri. Diagnosis infeksi hepatitis C berdasarkan hasil pemeriksaan virus hepatitis C dalam darah dengan pemindaian anti HCV dan HCV RNA kuantitatif.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

Narkoba Rambah Ibu Rumah Tangga

thumbnail
Kepala Subid Sosial dan Penyakit Konfilkasi dan Badang Narkoa Provinsi (BNP) Jabar, dr Ia Kurnia mengatakan Narkota, psikotrofik dan obat berbahaya (Narkoba) kini semakin merambah kalangan ekonomi lemah dan ibu rumah tangga. ‘’Sehingga kian banyak yang hancur kondisi perekonomian rumah tangganya, malahan ada yang nekad menjual diri untuk membeli narkoba,’’ katanya saat memeriksa urine ratusan PNS Pemkab Garut, di Garut, Senin (13/4).
Para pemakai mengalami medico psikososial, yang berdampak negatif secara medis, mental dan sosial, sedangkan sebelum tahun 1990-an penyalahgunaan narkoba hanya dilakukan kaum The Have, tegas Kurnia. Enam parameter rapid test bagi birokrat Garut terdiri THC (Tetra Hidro canabinol) untuk mengetahui ada atau tidaknya kandungan ganja pada urine, disusul parameter Opiat guna mengetahui kandunghan heroin dan putaw termasuk morphin.
Lalu parameter Gol Benzodeazepin, untuk mengetahui kandungan valium dan pil megadon, sedangkan Ampetamin untuk mengetahui unsur kandungan sabu, parameter ampetamin untuk mengetahui kandungan extasi, juga terdapat parameter kokain, katanya.
Para penyalahguna narkoba juga bisa mengalami anterios mesolimik, --gangguan pada mental organik sebagai penyebab kerusakan pada otak tengah manusia, sehingga bisa menimbulkan ketergantungan yang berkelanjutan dan semakin tinggi dosisnya.
Kepada pihak keluarga pemakai dianjurkan koordinasi dan advokasi dengan BNP, untuk merehabilitasi tanpa dipungut biaya, sedangkan hasil pemeriksaan urine ratusan PNS Garut akan dilaporkan khusus kepada unsur atasan mereka. Generasi muda tidak harus takut dengan Narkoba tapi perlu mempelajari tanpa harus memakai atau mencoba.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

10 Ibu Rumah Tangga Tertular HIV/AIDS

thumbnail
Sebanyak 10 ibu rumah tangga di Banten terindentifikasi tertular positif penyakit HIV/AIDS setelah menjalani pemeriksaan khusus di Klinik Teratai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Serang. Mereka saat ini mendapat perhatian serius agar tidak menularkan virus kepada keluarga maupun orang lain, kata dr Edi Santoso dari RSUD Serang, Minggu (12/4).
Disebutkan, ke 10 ibu rumah tangga itu tertular dari suami yang terlebih dahulu tertular HIV/AIDS. Penularan HIV/AIDS terbukti dengan menyerang siapa saja dan tidak pandang bulu, termasuk ibu rumah tangga yang baik-baik dan rajin ibadah juga tertular HIV/AIDS. Karena itu, pihaknya meminta kepada berbagai elemen masyarakat agar melakukan pencegahan penyakit HIV/AIDS dengan tidak konsumsi narkoba, menggunakan jarum suntik bekas dan hubungan seks yang gonta-ganti pasangan.
Sebagian besar penularan HIV/AIDS disebabkan jarum suntik, narkoba, hubungan seks yang sudah terkena HIV/AIDS dan transfusi darah. Untuk itu, pihaknya menyarankan kepada laki-laki untuk menggunakan kondom karena kondom bisa mencegah risiko penularan HIV/AIDS. ‘’Selama ini penyakit HIV/AIDS di Banten tahun ke tahun di Banten mengalami peningkatan,’’ katanya.
Sejak 1996 penderita HIV/AID di Banten hanya dua orang terkena positif HIV.
Akan tetapi, saat ini penularan HI/AIDS di Banten tercatat sebanyak 1.413 kasus dan 51 dilaporkan meninggal dunia. Dari 1.413 kasus itu, 1.181 kasus menderita HIV dan 232 kasus teridentifikasi AIDS. Artinya, penularan penyakit HIV/AIDS sudah tahap mengerikan. ‘’Saya kira penularan HIV/AIDS akan terus meningkat, apabila masyarakat sendiri tidak membangun paradigma hidup sehat,’’ katanya.
Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Banten, Ariep Mulyawan, Selasa, mengatakan, pasien penderita HIV/AIDS yang meninggal dunia itu terakhir tiga anak usia bawah lima tahun (Balita) yang menjalani perawatan di RSUD Serang dan Cilegon. Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Banten, Arief Mulyawan, mengatakan, pihaknya saat ini terus memonitor 10 ibu rumah tangga yang tertular HIV/AIDS. Penyakit HIV/AIDS merupakan jenis penyakit menular dan mematikan sehingga perlu adanya pencegahan agar tidak menularkan kepada orang lain.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

Pelajar Sasaran Empuk Narkoba

thumbnail
Pengguna narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba) kalangan remaja usia sekolah semakin mengkhawatirkan. ‘’Setiap tahun, pengguna narkoba meningkat sekitar 15 persen,’’ kata Kepala Bidang Pencegahan Badan Narkotika Provinsi (BNP) Jawa Tengah (Jateng), Agus Ali usai semiloka Advokasi Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) bagi Kepala Sekolah di Semarang, Selasa.
Menurut Agus, sebagian besar pengguna narkoba adalah remaja usia sekolah, sehingga pihaknya berencana untuk membahas permasalahan itu dengan pihak sekolah. ‘’Daerah di Jateng yang paling rawan peredaran narkoba adalah Semarang dan kota pelabuhan seperti Tegal dan Cilacap,’’ kata Agus.
‘’Dalam semiloka tahap pertama ini, kami mengundang sebanyak 60 kepala sekolah tingkat SLTP-SMU baik negeri dan swasta se-Kota Semarang, namun jumlah peserta justru melebihi kapasitas undangan,’’ katanya.
Hal tersebut, katanya, membuktikan bahwa penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar sudah sangat meresahkan. "Mereka (para pelajar) adalah sasaran empuk para pengedar narkoba, sebab mereka sedang dalam proses pencarian jatidiri sehingga mudah terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba," katanya.
Semiloka tersebut untuk sosialisasi kepada pihak sekolah terutama para kepala sekolah yang paling bertanggung jawab terhadap proses pendidikan di sekolah. Dengan penyalahgunaan narkoba, tentu proses pembelajaran menjadi terhambat. Kepala Bidang Monitoring dan Pengembangan (Kabid Monbang) Dinas Pendidikan Kota Semarang, Nana Storada mengatakan, sosialisasi pertama yang paling efektif dilakukan di sekolah.
Dalam semiloka tahap pertama, pihak-pihak yang terkait akan bekerja sama dalam merumuskan dan mengusahakan agar materi tentang narkoba masuk dalam kurikulum pendidikan. Materi bisa dimasukkan dalam muatan lokal atau disisipkan dalam mata pelajaran agama atau pendidikan kewarganegaraan (PKN). Selain narkoba, kata Nana, dalam materi tersebut bisa ditambah masalah HIV dan kesehatan reproduksi. Upaya itu melibatkan BNP, Badan Narkotika Kota (BNK) dan Granat.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

NTB Tetap Jadi Gudang Beras Nasional

thumbnail
Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga kini masih ditetapkan sebagai gudang beras nasional karena produksi padi yang melimpah. Kepala Perum Bulog Divisi Regional (Divre) NTB Angky Rito P kepada wartawan di Mataram, Jumat, mengatakan ada lima provinsi yang menjadi gudang beras nasional yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan dan NTB.
Sebelum 1980, NTB dikenal sebagai daerah rawan pangan sehingga sering mendapat bantuan pangan dari daerah lain, namun kemudian provinsi itu mengubah sistem bercocok tanam dengan sistem Gogo Rancah (Gora), sehingga mulai 1985 NTB mampu berswasembada pangan sampai sekarang. Sistem Gora dilakukan dengan menggali sawah dengan cangkul atau linggis sebelum hujan turun di daerah tadah hujan yang sebagian besar terdapat di Kabupaten Lombok Tengah.
Menurut Perhitungan Angka Ramalan I tahun 2009 produksi padi NTB mencapai 1.792.697 ton Gabah Kering Giling (GKG), meningkat sebesar 2,4 persen dari 2008 sebesar 1.750.677 ton GKG. Produksi padi NTB tersebut setara dengan sekitar 900.000 ton beras, dan kebutuhan konsumsi beras NTB 550.000 ton sehingga NTB masih kelebihan beras lebih dari 300.000.
Kelebihan beras NTB digunakan untuk membantu daerah lain seperti Bali sebanyak 40.000 ton dan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 21.000 ton. "Sementara Bulog NTB pada 2009 merencanakan membeli 170 ton beras petani dan realisasinya hingga Maret 2009 sebanyak 41.000 ton. Pembelian beras petani tersebut jaun meningkat dibandingkan peiode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 4.000 ton," katanya. Sebelumnya Kepala Badan Pusat Statistik NTB Mariadi Mardian mengatakan luas panen padi pada 2008 tercatat 359.714 hektare yang terdiri atas 306.274 hektare padi sawah dan 53.400 hektare padi ladang .
Luas areal panen tersebut mengalami peningkatan baik untuk padi sawah maupun padi ladang, dibanding 2007 seluas 331.916 hektare atau naik 8,4%. Selain karena kenaikan luas panen, peningkatan jumlah produksi padi juga diakibatkan meningkatnya rata-rata produktivitas padi per hektar. Produktivitas padi meningkat dari 45,99 kwintal per hektar pada 2007 jadi 48,67 kwintal per hektare pada 2008. Dilihat dari jenis padi, tampak produktivitas padi sawah meningkat dari 48,71 jadi 50,85 kwintal per haktar, sedangkan padi ladang naik dari 27,40 jadi 36,19 kwintal per hektar.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

Pemerintah Harus Berani Proteksi Pertanian

thumbnail
Pengamat Ekonomi Pertanian Sutrisno Iwantono, meminta pemerintah berani memprotreksi produk pertanian sehingga petani Indonesia terlindungi dan sektor pertanian bisa berkembang dengan baik. ‘’Tidak usah takut dengan WTO (Organisasi Perdagangan Dunia),’’ kata Iwantono yang juga Ketua Pusat Penasehat Petani di Jakarta, Rabu (15/4).
Negara maju juga memproteksi produk pertanian mereka agar petani mereka terlindungi dan tidak dibanjiri oleh produk impor. Ia memberi contoh, Jepang memberlakukan bea masuk yang tinggi terhadap komoditas beras. Dengan bea masuk yang tinggi tersebut maka produk pertanian impor menjadi lebih mahal sehingga produk pertanian dalam negeri bisa bersaing. Akibatnya petani akan tetap bergairah menanam produk pertanian.
Mengenai besarnya bea masuk yang perlu diterapkan, katanya, harus yang optimum. Bukan harus besar sekali, tapi yang optimum sehingga produk pertanian terlindungi. Produk pertanian merupakan produk yang penting karena terkait masalah perut. Jika produk pertanian, terutama pangan, terganggu maka kondisi negara tersebut bisa terganggu pula. Untuk itu, Iwantono meminta kepada pemerintah agar benar-benar pertahankan lahan pertanian. ‘’Lahan pertanian tidak boleh berkurang,’’ katanya.
Aturan bahwa lahan pertanian beririgasi tidak boleh dikonversi benar-benar dilaksanakan. Selain itu, jika ada lahan pertanian yang dikonversi menjadi lahan non pertanian maka harus diganti dengan kondisi lahan yang sama. Dengan demikian, lahan pertanian tidak berkurang. Selain itu, sawah irigasi yang rusak perlu segera diperbaiki.
Dari 5,25 juta hektare lahan pertanian berigasi, sekitar 1,39 juga hetare rusak. Dari 1,39 itu, seluas 126.000 hektare rusak berat. Untuk meningkatkan produksi pertanian, katanya, perlu dibangun irigasi baru dan juga memperbaiki yang rusak. Pembangunan irigasi mutlak.
Soal swasembada beras, Iwantono mengharapkan agar diikuti dengan kenaikan pendapatan petani. Pemerintah harus menjaga harga beras petani sehubungan kenaikan produksi tersebut. Bulog harus membeli beras petani dengan harga yang layak. Untuk itu Bulog harus berperan kembali menjadi agen pembangunan dan tidak menjadi perusahaan umum (perum) seperti saat ini. Perubahan status Bulog karena tekanan Dana Moneter Internasional (IMF), dan harus dikembalikan status Bulog seperti semula.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

IPB Diminta Bantu Garap Sampah Organik Bekasi

thumbnail
Institut Pertanian Bogor (IPB) diminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi membantu mengatasi persoalan sampah yang berada di wilayah Kota Bekasi, terutama sampah yang berasal dari pasar, untuk dapat diubah menjadi pupuk organik. Kepala Pusat Penelitian dan Lingkungan Hidup (PPLH) IPB, Prof Dr Ir Dedi Sudarma, di Bogor, Minggu (12/4) menjelaskan, terkait hal itu, sejumlah tim ahli atau tutor telah ditunjuk untuk melatih sumberdaya manusia (SDM) di lingkup Pemkot Bekasi.
Para pakar IPB yang telah memberi pelatihan itu, antara lain, Dr Dwi Andreas S dari Fakultas Pertanian IPB dan Dr Aris Purwanto dari Fakultas Teknologi Pertanian IPB, sementara pakar lainnya telah memberi pelatihan di Kantor Kelurahan Margahayu, Bekasi, pada pertengahan Maret 2009.
Dedi Sudarma mengatakan, saat ini IPB sudah banyak memiliki model-model dalam menangani sampah, dan masih melakukan perbaikan-perbaikan, agar model tersebut bisa secara praktis diaplikasikan di lapangan. Persoalan sampah tidak hanya dihadapi Pemkot Bekasi, tapi persoalan semua elemen masyarakat.
Kepala Dinas Perekonomian Rakyat Kota Bekasi, Ir Saur Tambubolon, mengemukakan, selama ini sampah yang dihasilkan Kota Bekasi bisa mencapai 6-8 ribu ton per hari. Bekasi masih harus menampung sampah berasal dari DKI Jakarta yang mencapai 20-40 ribu ton perhari. Pemkot Bekasi hingga kini masih kekurangan tenaga terampil membuat pupuk kompos dan manajemen.
Selain itu, kondisi pasar di Pemkot Bekasi juga minim fasilitas. Dari 10 pasar, hanya satu yang memiliki armada truk terbanyak yaitu Pasar Baru. Selain untuk membuat kompos, kami juga berharap kepada pakar IPB bagaimana caranya agar sampah organik pasar bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Apalagi saat ini mencari rumput di Bekasi sudah langka.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

Limbah RPH Mataram Miliki Nilai Ekonomis

thumbnail
Limbah tulang dan tanduk di Rumah Potong Hewan (RPH) Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) memiliki nilai ekonomis tinggi terutama bagi para perajin. ‘’Untuk itu, puluhan kilogram limbah tulang dan tanduk produksi RPH Mataram langsung dibeli oleh perajin untuk disulap menjadi berbagai jenis aksesoris menarik,’’ kata Kabid Peternakan, Dinas Pertanian, Kelautan dan Perkikanan Kota Mataram, Diyan Riatmoko di Mataram.
Berbagai kerajinan yang terbuat dari tulang dan tanduk seperti kalung, liontin, gelang, anting dan pernak-pernik disuguhkan bagi wisatawan baik asing maupun nusantara. Perajin mampu mengolah limbah tulang dan tanduk untuk dijadikan uang yang nilainya puluhan juta rupiah, yang sekaligus dapat meningkatkan sekejahteraan masyarakat terutama perajin. ‘’Limbah kulit dijadikan kerupuk kulit dengan harga untuk kulit psapi jantan Rp 20.000 per kg sementara kulit sapi betina lebih murah Rp 10.000 per kg karena lebih tipis," katanya.
Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan setempat, H. Marzuki Sahaz menjelaskan, di daerah ini banyak sentra kerajinan selain sentra kerajinan tanduk dan tulang juga kotak antik. Produksi kotak antik bisa mencapai dua hingga tiga set per minggu jika dikerjakan oleh dua orang, harganya bervariasi antara Rp 300.000 sampai Rp 2 juta per set. ‘’Hasil kerajinan cukli dan kotak antik serta tulang dan tanduk dijual ke luar negeri melalui Bali dan Subayara, karena NTB hingga kini belum memiliki pelabuhan ekspor,’’ katanya.
Dengan diekspornya berbagai jenis kerajinan NTB termasuk Kota Mataram dari Bali dan Surabaya, maka yang mendapat nama bukan NTB tetapi daerah.
"Jumlah usaha formal tercatat 1.235 unit dan non formal 175 sentra sementara potensi seluruhnya mencapai 4.054 unit dan ini masih perlu dikembangkan dengan menyerap 10.432 tenaga kerja. Akhir 2008 sekitar 300 perajin termasuk perajin cukli dan kotak antik diberi bantuan berupa alat produksi modern.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

Petani Lampung Kejar Waktu Tanam Padi

thumbnail
Para petani padi sawah pada sejumlah kabupaten di Provinsi Lampung berpacu menggarap lahan mereka kembali untuk mengejar waktu tanam padi sawah musim gadu (kering) tahun 2009. Hasil pemantauan di sejumlah areal persawahan di Kabupaten Lampung Tengah, Tanggamus, Pringsewu, dan Pesawaran, Provinsi Lampung, menunjukkan, Minggu (12/4), beberapa petani baru saja selesai panen, langsung membuat persemaian benih padi plus membajak lahannya kembali.
Para petani di Desa Maja, Kecamatan Punduh Pedada, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, sekitar 60 km dari Kota Bandarlampung, mengatakan, pihaknya sengaja menggarap lahannya kembali karena airnya masih mencukupi untuk mengolah lahan. ‘’Petani di sini sedang gencar-gencarnya menggarap lahannya kembali setelah panen, karena mengejar waktu tanam agar tidak kesulitan air,’’ kata petani di Desa Maja, Ismail (52).
Hal senada dikemukakan petani di Desa Kampung Baru, Kecamatan Punduh Pedada, Kabupaten Pesawaran, Roni (42), yang baru selesai melaksanakan panen raya padi sawah seluas sekitar tiga hektare (ha). ‘’Kami sedang menghitng-hitung apakah lahan sawah kami cukup air atau tidak untuk menggarap lahan musim gadu, karena tahun lalu di desa sini sebagian besar areal sawahnya tidak bisa ditanami padi gadu, karena setelah lahan diolah, airnya tidak mencukupi,’’ kata ayah dari tiga anak itu.
Luas lahan sawah yang digarap oleh sekitar 100 warga Kampung Baru itu mencapai 150-200 hektar. Kabupaten Pesawaran merupakan salah satu daerah penghasil padi, seperti di Kecamatan Gedung Tataan, Padang Cermin dan Punduh Pedada.
Pemandangan areal sawah yang kembali ramai digarap itu terlihat pada sejumlah areal pertanian, seperi di Gedung Tataan, Kabupaten Pesawaran, Gading Rejio, Kabupaten Pringsewu, Pubian, Kabupaten Lampung Tengah, dan Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Lampung merupakan salah satu lumbung pangan nasional, yang memiliki luas areal tanam padi 530.000 hektar di musim hujan (rendeng) dan sepertiganya di saat musim kemarau (gadu).
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

Merindu Pariwisata Dongkrak Pendapatan Petani Bali

thumbnail
Oleh: I Ketut Sutika
Mata uang dolar yang dibelanjakan wisawatan asing di Bali belum dirasakan ribuan warga provinsi itu. Masih banyak desa pada delapan kabupaten dan kota di Bali yang disebut sebagai kantong kemiskinan. Kantong-kantong kemiskinan sebagian besar dihuni para petani, peternak maupun nelayan yang bermukim di daerah pesisir, meskipun sebagian besar kawasan pantai Bali berkembang menjadi kawasan wisata dengan sarana dan prasarana pendukung yang memadai. Puluhan hotel dan restoran yang berjejer di sepanjang pantai, dengan berbagai atraksi wisata yang menjadi daya tarik pelancong, tidak menyentuh kesejahteraan masyarakat sekitar.
Daerah wisata ternyata menyimpan keluarga miskin yang tidak berdaya dalam bidang ekonomi, tutur Gubernur Bali Made Mangku Pastika. Pria kelahiran Sanggalangit, Buleleng, 58 tahun silam itu mengatakan, hingga kini Bali masih memiliki 147.044 rumah tangga miskin, sebagian besar petani, peternak dan nelayan.
Mantan Kepala Pelaksana Badan Narkotika Nasional (BNN) yang dipercaya mengendalikan Bali sejak 28 Agustus 2008 itu telah melakukan berbagai terobosan dengan sasaran memberdayakan keluarga miskin. Antara lain, merangkul seluruh badan, dinas dan jajaran di Bali. Terobosan yang diambil bisa menuntaskan masalah kemiskinan di Bali, yaitu dengan meningkatkan pendapatan masyarakat dua kali lipat dari 2009.
Pendapatan masyarakat Bali kini rata-rata sebesar Rp 11,18 juta setahun, dapat ditingkatkan menjadi Rp 22,5 juta pada 2013. Terobosan yang dilakukan itu antara lain mengucurkan dana penguatan modal bagi usaha kecil menengah (UKM), membantu kegiatan usaha skala rumah tangga dan koperasi sebesar Rp 8,5 miliar.
Dana dari APBD Bali itu disimpan di Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk disalurkan lima kali lipat kepada mereka yang membutuhkan bantuan modal. Penyaluran kredit berbunga ringan, yakni 6% setahun, tanpa anggunan, itu dibatasi Rp 5 juta per orang untuk mengembangkan usaha yang bergerak dalam bidang pertanian, perikanan, dan peternakan, maupun industri kecil dan kerajinan rumah tangga.
Tidak Sulit
Guru Besar Universitas Udayana Prof Dr Dewa Ngurah Suprapta mendukung tekad Gubernur Bali Made Mangku Pastika meningkatkan pendapatan dua kali lipat masyarakat Bali. Sebenarnya tidak sulit meningkatkan pendapatan dan mensejahterakan petani Bali, kata dia, jika hasil pertanian dalam arti luas dapat diserap secara maksimal oleh restoran dan hotel berbintang yang bertaburan di daerah itu. ‘’Kalau saja restoran dan kalangan hotel berbintang mau menyerap hasil-hasil pertanian dengan harga yang memadai, itu akan mampu meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan petani jauh lebih baik,’’ ujar Direktur Program Pascasarjana Unud.
Meski hasil pertanian Bali, seperti aneka jenis buah, sayur, ikan, dan daging sapi belum memenuhi standard internasional, kalangan pariwisata setempat harus mempunyai kemauan dan keberanian menyajikan hasil petani tersebut kepada wisatawan asing. Keberanian menampilkan Bali apa adanya, termasuk produk pertanian, kata dia, harus dirintis dan diupayakan dalam perkembangan pariwisata ke depan.
Wisatawan yang datang dari berbagai negara ingin melihat Bali seutuhnya, mulai dari alam, aktivitas budaya sampai pada hasil-hasil pertanian sekaligus menikmatinya, bukan menikmati menu makanan dan minuman seperti di negaranya. Hal itu perlu mendapat perioritas mengingat produk pertanian yang dihasilkan petani Bali selama ini sulit menembus restoran dan hotel berbintang, katanya, padahal akomodasi pariwisata itu membutuhkan hasil pertanian untuk memenuhi kebutuhan wisatawan.
Hingga kini, belum banyak hotel berbintang dan restoran yang mempunyai komitmen untuk membantu petani dan pertanian di Bali, dengan alasan mutu dan kesinambungan pasokan tidak memadai. ‘’Hasil pertanian di negara manapun sangat dipengaruhi musim, tidak bisa dikuasai dan diatur sepenuhnya oleh manusia sesuai keinginannya, tetapi manusialah yang menyesuaikan dengan iklim," ujar Prof Dewa Suprapta.
Untuk itu sangat mengada-ada atau berlebihan jika pihak hotel dan restoran minta pasokan mangga dengan mutu yang sama sepanjang tahun, kata dia, padahal musim mangga hanya sekali dalam setahun. Itu menunjukkan, betapa tidak paham dan tidak mengertinya kalangan pengelola hotel dan restoran di Bali tentang pertanian. Seharusnya apapun yang dihasilkan petani, itulah yang disuguhkan kepada wisatawan.
Gubernur Pastika menyatakan keyakinannya mampu meningkatkan pendapatan petani Bali dua kali lipat tahun 2013 karena alam Bali yang subur, SDM yang berani bersaing serta cepat menyerap dan menerapkan teknologi. ‘’Kuncinya hanya mau bekerja keras, tanpa putus asa, sehingga sasaran meningkatkan pendapatan dua kali lipat bukan sebuah impian, namun dapat diwujudkan menjadi sebuah kenyataan,’’ katanya.
Fakta itu dapat terekam di Kelompok Tani Ternak Werdi Gopala Desa Pucak Sari, Subak Abian Eka Manik Merta Desa Sepang Kelod, Busungbiu, serta Kelompok Tani Ternak Niki Sato di Desa Sanggalangit, Gerokgak, Kabupaten Buleleng. Anggota kelompok yang menekuni usaha ternak sapi dengan sistem tumpang sari tanaman kopi mampu meningkatkan pendapatan dari Rp 5,7 juta pada 2005 jadi Rp 15,5 pada 2008. (Anspek)
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

Kecil Gemuk, Besar Mengkhawatirkan

thumbnail
Bayi yang dengan cepat bertambah berat badannya dalam waktu enam bulan pertama kehidupan mereka mungkin menjadi rentan terhadap kegemukan pada masa kanak-kanak. Demikian laporan beberapa peneliti di Harvard.
"Ada bukti yang bertambah kuat bahwa perubahan cepat berat badan selama masa bayi meningkatkan resiko anak-anak untuk menjadi kegemukan belakangan," kata peneliti Elsie Taveras, MD, PhD, dari Harvard Medical School, dalam satu siaran pers. "Bukti yang bertambah banyak menyatakan bahwa masa bayi mungkin merupakan masa kritis guna mencegah kegemukan pada masa kanak-kanak dan konsekuen yang berkaitan dengannya."
Di dalam jurnal yang disiarkan di dalam Pediatrics, beberapa peneliti membagi 559 anak ke dalam empat kelompok berdasarkan pengukuran berat dan panjang tubuh mereka saat dilahirkan, usia enam bulan dan 3 tahun. Hampir satu dari 10 anak menjadi kegemukan pada usia 3 tahun.
Anak yang memiliki tubuh paling berat saat dilahirkan dan bayi yang bertambah berat badannya sampai usia 6 bulan, semuanya, memiliki kemungkinan 40 persen untuk menjadi kegemukan pada usia 3 tahun.
"(Ini) menunjukkan bahwa bertambahnya berat badan secara cepat pada masa bayi lah yang membuat anak-anak menghadapi resiko" lebih dari sekedar tubuh yang sangat berat saat dilahirkan, kata Elsie Taveras dan beberapa peneliti lain.
Kegemukan pada usia 3 tahun tak perlu ditafsirkan menjadi kegemukan nantinya pada masa kanak-kanak atau dewasa, tapi itu meningkatkan resiko, kata mereka.
Menurut National Institutes of Health, hampir sepertiga orang dewasa di Amerika Serikat kegemukan. Orang yang kegemukan 10 persen sampai 50 persen lebih mungkin untuk meninggal oleh semua penyebab kematian. "Petunjuk utama bagi studi ini ialah pentingnya pendidikan yang lebih baik mengenai pemberian makan kepada bayi," kata Connie Diekman, Direktur Bagian Gizi di Washington University di St. Louis.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

Olahraga Solusi Konflik

thumbnail
Olahraga merupakan salah satu solusi untuk meredam konflik. Demikian ungkap Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menpora) Adhyaksa Dault. "Olahraga merupakan kegiatan positif sehingga bisa meredam energi yang sifatnya negatif," kata Adhyaksa di Palu, Sulawesi Tengah.
Beberapa konflik yang terjadi di belahan bumi Nusantara, menurutnya, disebabkan oleh minimnya sarana olahraga yang akhirnya banyak menyebabkan masyarakat melakukan kegiatan yang tidak bermanfaat.
Selain bisa meredam konflik, olahraga juga bisa menjauhkan seseorang terpengaruh penggunaan narkoba.
Penggunaan narkoba berawal dari tindakan coba-coba yang akhirnya membuat pemakainya kecanduan.
"Banyak sudah pengguna narkoba yang juga terkena HIV/AIDS," katanya.
Kekejaman narkoba di Indonesia sendiri telah merenggut korban meninggal dunia sebanyak 15.000 jiwa.
Adhyaksa juga mengatakan kegiatan olahraga jika diberi porsi lebih maka selain menyehatkan juga akan bisa membawa prestasi.
"Seriusilah kegiatan olahraga agar bisa mengharumkan nama bangsa dan negara," kata Adhyaksa.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

Bohong Pesohor Langsing Tanpa Berolahraga

thumbnail
Halle Berry
Halle Berry mengatakan pesohor yang mengaku tetap langsing tanpa berolahraga adalah pembohong. Aktris yang berusia 42 tahun itu-- yang memiliki seorang putri --yang berusia satu tahun, Nahla, dari pasangannya Gabriel Aubrey--harus berusaha keras guna menjaga tubuhnya agar tetap mengesankan, dan berkeras apa yang dilakukannya sama dengan yang dilakukan kebanyakan perempuan.
Ia mengatakan, "Semoga Tuhan memberkati mereka kalau mereka mengatakan yang sebenarnya. Patut dipertanyakan kalau mereka benar. Saya dulu selalu berdiet. Saya penderita diabetes, jadi sudah menjadi gaya hidup buat saya untuk tetap sehat dan tak berakhir di rumah sakit".
Halle harus mengganti makanan dan pola olahraganya setelah melahirkan guna menjamin bahwa ia tidak menambah berat tubuh.
Ia mengungkapkan kepada majalah Bazaar, milik Harper, "Mempunyai bayi menuntut sangat banyak dari anda. Itu adalah tindakan yang paling gemilang yang pernah anda lakukan, tapi akibatnya tidak terlalu gemilang! Jadi sekarang saya harus berolahraga, makan agak berbeda, mengonsumsi lebih banyak vitamin. Apa yang telah saya pelajari, terutama dengan mempunyai bayi, ialah anda tak lagi dapat membawa pulang semua itu.
Halle baru-baru ini mengumumkan ia akan membintangi film baru "Nappily Ever After".
Dalam film itu, ia berperan sebagai seorang perempuan yang berpisah dari pacar lamanya ketika sang pacar tak melamarnya, kemudian perempuan tersebut cemburu ketika si pacar melanjutkan hidupnya tanpa dirinya.
Halle mengaku ia khawatir dengan pengambilan gambar proyek itu karena tokoh yang diperankannya memerlukan perubahan citra yang drastis.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

Tempat Bermain Anak Diabaikan

thumbnail
Pemerintah mesti menyediakan tempat bermain yang layak bagi anak karena bermain merangsang perkembangan emosi dan kecerdasan anak yang selanjutnya akan menentukan kualitas generasi masa depan bangsa, kata pemerhati masalah sosial Imam B Prasodjo, dilansir Antara.
"Anak-anak punya hak untuk bermain. Anak bisa mempelajari banyak hal dengan bermain dan itu akan menentukan kualitas hidupnya ketika dewasa. Sayangnya hal itu belum mendapat perhatian, belum dipertimbangkan dalam pembuatan kebijakan," katanya dalam diskusi tentang penyediaan tempat bermain layak bagi anak.
Menurut Imam hal itu terlihat dari terbatasnya sarana bermain anak yang memadai dan ketiadaan alokasi anggaran pemerintah untuk penyediaan fasilitas bermain layak untuk anak. "Di kota, anak-anak tidak punya lagi ruang yang cukup untuk bermain. Ruang bermain anak tergusur oleh pedagang, pengguna sepeda motor dan keperluan orang dewasa yang lain," katanya.
Padahal menurut psikolog klinik dan perkembangan Ratih Andjayani Ibrahim, kebiasaan bermain secara positif mengajarkan banyak hal kepada anak dan akan menentukan pembentukan karakter anak setelah dewasa.
"Bermain sangat penting untuk mengembangkan potensi dan kemampuan anak secara penuh, meningkatkan kemampuan kognitif dan motorik serta punya nilai terapi yang luar biasa," katanya.
Ratih menjelaskan, anak-anak yang bisa bermain dengan senang akan tumbuh menjadi manusia dewasa yang utuh, sehat jiwa dan bahagia sebaliknya anak yang tidak bisa menikmati kegiatan bermain yang menyenangkan akan tumbuh menjadi manusia yang tegang, stres dan neurotik. "Pada level ekstrim, ketegangan dan stres bisa memicu gangguan jiwa," ujarnya.
Namun sayangnya, kata dia, kebanyakan orang tua dan kelompok masyarakat belum menyadari pentingnya bermain secara positif bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Bahkan, kata dia, orang tua cenderung bersikap negatif terhadap kegiatan bermain anak dan menganggap kegiatan itu tidak penting.
Lebih lanjut dia menjelaskan, seharusnya orang tua, masyarakat dan pemerintah mendukung tumbuh kembang anak dengan menyediakan fasilitas bermain yang aman dan layak bagi anak. "Yang memungkinkan anak untuk mengeksplorasi lingkungan di sekitarnya sehingga ketika dewasa mereka memiliki kepedulian terhadap diri sendiri, orang lain dan lingkungannya," kata Ratih.
Berkenaan dengan hal itu Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta Ery Basworo mengatakan pihaknya berupaya menyediakan sarana bermain anak dengan membangun taman-taman interaktif. "Sejak tahun 2000 hingga sekarang, sudah ada 80 titik yang dibangun menjadi taman interaktif, di sana anak bisa bermain dan orangtua bisa mengawasi. Tahun ini rencananya akan dibangun satu atau dua lagi taman interaktif," jelasnya seraya menambahkan ke depan pemerintah provinsi juga berencana membangun taman-taman serupa di setiap kelurahan.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

Mal Jadi Tujuan Wisata Tengah Kota

thumbnail
Mal-mal yang berada di tengah kota menjadi tujuan wisata baru bagi masyarakat, terutama ibu-ibu dan kalangan mahasiswa di Kota Malang, Jawa Timur, ketika libur panjang.
Wartawan ANTARA di Malang, melaporkan di beberapa mal di Kota Malang, hampir seluruh mal besar seperti Malang Town Square (Matos) yang berlokasi di Jalan Veteran, Malang Olympic Garden (MOG) di kawasan Stadion Gajayana, Mitra I, Malang Plaza, dan Gajahmada Plaza di Jln Agus Salim tampak dipadati pengunjung.
"Setelah mencentang (9/4), banyak yang memilih langsung berlibur keluar kota atau tempat-tempat rekreasi lainnya, tapi saya lebih menikmati `cuci mata` di mal dan makan-makan di pujasera," kata salah seorang pengunjung Matos, Ariani Widianti.
Menurut mahasiswa semester VI Universitas Brawijaya (UB) Malang itu, kalau berlibur atau mudik akan melelahkan, kecuali kalau libur panjang semester atau lebaran baru mudik, tapi kalau kurang dari satu minggu masa liburnya, maka lebih baik "menjelajahi" mal saja.
Berbeda dengan Ariani, salah seorang mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Malang, Wiryawan lebih memilih mal di kawasan Jalan Agus Salim, karena bisa ramai-ramai melepas penat di Alun-alun Merdeka yang lokasinya tak jauh dari lokasi mal atau berjam-jam di warnet Kantor Pos Besar Malang.
"Kami sering jalan-jalan ramai-ramai seperti ini ketika hari libur, termasuk libur panjang empat hari saat ini. Memang sih tidak sedikit yang memilih mudik, tapi saya lebih menikmati libur dengan menghabiskan waktu di warnet atau ke mal," katanya.
Sementara itu, para pelajar SD hingga SMA banyak yang memilih menghabiskan waktu di rental Play Station (PS) atau warnet terdekat untuk main game atau "menjelajahi" dunia maya guna menambah pengetahuan dan mencari berita paling baru tentang hasil pemilu.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

Lilo City, Ramaikan Jejaring Sosial Dunia

thumbnail
Di Indonesia, demam "Social Networking" atau jejaring sosial macam Facebook dan Friendster, makin ramai sejak kehadiran "Lilo City".
Pada dasarnya, Lilo City ini sama seperti situs jejaring sosial lainnya yakni mencari teman sebanyak-banyaknya dan menjalin hubungan komunikasi lewat dunia maya, bedanya Lilo City hadir dalam bentuk 3D, kata Menejer Bisnis M.Star, Sandi Pinata Bahari.
Sebagai representasi diri para "player," bebas mendadani karakternya sesuai keinginan sendiri. Di sana, mereka seolah-olah hidup seperti biasanya namun berwadah dalam dunia maya.
Jika di Facebook atau di Friendster, orang-orang "chatting" dengan untaian kalimat, di Lilo City, orang-orang "chatting" seperti melakukan komunikasi antarpersonal biasa, katanya. Di luar negeri, "social life" macam Lilo City sudah lama populer.
Yang menarik, Lilo City ini adalah permainan "social life" yang pertama kali dibuat oleh orang Indonesia.
Konseptor permainan adalah seorang alumni Institut Teknologi Bandung (ITB) yang pada awalnya menggerakkan perusahaannya yang bernama M.Star, di bidang "content provider". Namun, pada 2006, mereka berani mencoba hal baru, yaitu "3D Social Networking", Lilo City. "Kualitas Lilo City tahun 2006 masih jelek. Karena itu. kami terus mengadakan pengembangan yang signifikan sampai akhirnya tahun 2008, Lilo City ini dipublikasikan ke luar," katanya.
Dikatakannya, ada perbedaan antara Lilo City ini dengan permainan "social life" lain buatan luar negeri. Misalnya, di Lilo City ditampilkan "emoticon" pemain. Sisi lain, permainan ini berbasis "social networking" yang punya daftar teman dan ruang "chatting" pribadi.
Ditambahkannya, penghasilan yang didapat M.Star dari permainan ini adalah melalui pemasangan iklan-iklan oleh perusahaan. "Dalam Lilo City, ada banner-banner iklan yang nantinya akan diisi oleh iklan-iklan asli. Jadi, ini sekaligus adalah wadah promosi berbagai perusahaan," ujarnya dikutip Antara.
Dikatakannya, orang-orang tinggal memberi desainnya pada M.Star, kemudian M.Star yang akan memajangnya dalam Lilo City. Saat ini, perusahaan yang memasang iklannya baru IM3.
M.Star hanya terdiri dari 8 orang, termasuk programmer dan desainer animasi. Merekalah yang memprogram permainan yang ada dalam Lilo City dan yang membuat animasi 3D.
Sampai sekarang, anggota Lilo City ada sekitar 98 ribu orang. Sandi mengatakan, anggotanya diharapkan akan bertambah setelah diadakan pengembangan-pengembangan lebih lanjut dalam permainan tersebut.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

Belajar Dari Caleg Stres

thumbnail
Pasca pemilu legislatif 9 April lalu, calon legislatif (caleg) yang gagal meraih suara menjadi perhatian public. Ada yang kaget lalu jantungan dan meninggal. Ada yang depresi berat, murung dan bertingkah laku aneh. Beberapa di antaranya diantar keluarga ke rumah sakit atau klinik alternatif untuk mendapatkan perawatan intensif.
Rata-rata para caleg yang stres tersebut kecewa karena sudah banyak uang yang mereka keluarkan selama kampanye, membiayai tim sukses, membuat poster atau baliho yang terpampang di setiap sudut kota. Sebuah sinyal bahwa kursi dewan legislatif bukan lagi menjadi kursi pelayanan tetapi kursi basah bergelimang rupiah. Menjadi anggota dewan bagi sebagian caleg berarti: Kesempatan Untuk Mengembalikan Pengeluaran. Mungkin terkesan berlebihan, tapi jawaban ini kita maknai sebagai suatu awasan. Tentang kiprah politisi pasca pemilu ini.
Masih segar dalam ingatan publik, pengakuan pengalaman sekelompok masyarakat (bisa mewakili sebagian besar masyarakat). “…sebelum pemilu, banyak sekali orang dan partai datang kepada kami. Mereka memberi ini dan itu. Mereka begitu murah hati. Tapi setelah pemilu, tidak ada satu pun yang datang, berpapasan pun tidak menegur..?”.
Bagi kita, ini sebuah pengakuan yang tulus dan jujur sekaligus mendefenisikan siapa dan apa kiprah politisi pra dan pasca pemilu. Lebih dari itu, mengekspresikan sebuah harapan tak kunjung henti, kerinduan yang tak bertepi, untuk dikunjungi dan diperhatikan. Sebuah kerinduan yang sebenarnya ironis.
Memang, apa sesungguhnya politik dan politisi serta kiprahnya agak sulit dirumuskan. Hal ini dilatarbelakangi oleh luasnya bidang cakupan politik. Luasnya cakupan politik telah melahirkan aneka ragam deskripsi tentang politik. Politik menjadi diskursus yang hangat di setiap tempat dan waktu, menjelang dan sesudah Pemilu. Sebagian besar orang misalnya, memberi batasan politik sebagai”tipu”. Politik itu tipu. Ini bisa dibenarkan karena pengetahuan dan pengalaman politik konkret mereka lebih diwarnai dengan janji. Politik sama dengan janji, dan janji sering tinggal janji. Makanya mereka melihat politik dengan tipu. Politik juga disamakan dengan tipu karena politik lebih merupakan suatu kebijakan yang tidak dapat dipercaya untuk menggapai tujuan-tujuan tertentu. Suatu kebijaksanaan yang tidak bijaksana. Artinya, politik merupakan kemampuan para politisi untuk menggunakan kesempatan, menangkap peluang dan kemauan berbuat lebih demi memperkaya diri dan golongan.
Terlepas dari beragamnya rumusan politik, stereotip negatif tentang politik tetapi terdapat suatu esensi yang pasti dan sebenarnya akan hakikat politik itu. Politik yang benar harus bisa membebaskan dan memerdekakan. Membebaskan dan memerdekakan manusia dari kesewenangan, kebohongan dan ketidakadilan. Berdasarkan artian ini, politik memiliki makna esensial, mengemban sebuah misi kemanusiaan. Memperjuangkan pemanusiaan manusia. Itulah hakekat politik yang sebenarnya. Karena peran etis dan mulia inilah, maka dituntut politisi yang berwatak, berkepribadian, menjunjung tinggi harkat dan mertabat manusia. Dan ditolak habis-habisan politisi busuk. Tapi apakah benar, politisi busuk benar-benar telah dibebaskan dari arena politik pasca pemilu? Semoga!
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009