Home » » NTB Tetap Jadi Gudang Beras Nasional

NTB Tetap Jadi Gudang Beras Nasional

Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) hingga kini masih ditetapkan sebagai gudang beras nasional karena produksi padi yang melimpah. Kepala Perum Bulog Divisi Regional (Divre) NTB Angky Rito P kepada wartawan di Mataram, Jumat, mengatakan ada lima provinsi yang menjadi gudang beras nasional yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan dan NTB.
Sebelum 1980, NTB dikenal sebagai daerah rawan pangan sehingga sering mendapat bantuan pangan dari daerah lain, namun kemudian provinsi itu mengubah sistem bercocok tanam dengan sistem Gogo Rancah (Gora), sehingga mulai 1985 NTB mampu berswasembada pangan sampai sekarang. Sistem Gora dilakukan dengan menggali sawah dengan cangkul atau linggis sebelum hujan turun di daerah tadah hujan yang sebagian besar terdapat di Kabupaten Lombok Tengah.
Menurut Perhitungan Angka Ramalan I tahun 2009 produksi padi NTB mencapai 1.792.697 ton Gabah Kering Giling (GKG), meningkat sebesar 2,4 persen dari 2008 sebesar 1.750.677 ton GKG. Produksi padi NTB tersebut setara dengan sekitar 900.000 ton beras, dan kebutuhan konsumsi beras NTB 550.000 ton sehingga NTB masih kelebihan beras lebih dari 300.000.
Kelebihan beras NTB digunakan untuk membantu daerah lain seperti Bali sebanyak 40.000 ton dan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebanyak 21.000 ton. "Sementara Bulog NTB pada 2009 merencanakan membeli 170 ton beras petani dan realisasinya hingga Maret 2009 sebanyak 41.000 ton. Pembelian beras petani tersebut jaun meningkat dibandingkan peiode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 4.000 ton," katanya. Sebelumnya Kepala Badan Pusat Statistik NTB Mariadi Mardian mengatakan luas panen padi pada 2008 tercatat 359.714 hektare yang terdiri atas 306.274 hektare padi sawah dan 53.400 hektare padi ladang .
Luas areal panen tersebut mengalami peningkatan baik untuk padi sawah maupun padi ladang, dibanding 2007 seluas 331.916 hektare atau naik 8,4%. Selain karena kenaikan luas panen, peningkatan jumlah produksi padi juga diakibatkan meningkatnya rata-rata produktivitas padi per hektar. Produktivitas padi meningkat dari 45,99 kwintal per hektar pada 2007 jadi 48,67 kwintal per hektare pada 2008. Dilihat dari jenis padi, tampak produktivitas padi sawah meningkat dari 48,71 jadi 50,85 kwintal per haktar, sedangkan padi ladang naik dari 27,40 jadi 36,19 kwintal per hektar.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009
Thanks for reading NTB Tetap Jadi Gudang Beras Nasional

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Posting Komentar