Home » » IPB Diminta Bantu Garap Sampah Organik Bekasi

IPB Diminta Bantu Garap Sampah Organik Bekasi

Institut Pertanian Bogor (IPB) diminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi membantu mengatasi persoalan sampah yang berada di wilayah Kota Bekasi, terutama sampah yang berasal dari pasar, untuk dapat diubah menjadi pupuk organik. Kepala Pusat Penelitian dan Lingkungan Hidup (PPLH) IPB, Prof Dr Ir Dedi Sudarma, di Bogor, Minggu (12/4) menjelaskan, terkait hal itu, sejumlah tim ahli atau tutor telah ditunjuk untuk melatih sumberdaya manusia (SDM) di lingkup Pemkot Bekasi.
Para pakar IPB yang telah memberi pelatihan itu, antara lain, Dr Dwi Andreas S dari Fakultas Pertanian IPB dan Dr Aris Purwanto dari Fakultas Teknologi Pertanian IPB, sementara pakar lainnya telah memberi pelatihan di Kantor Kelurahan Margahayu, Bekasi, pada pertengahan Maret 2009.
Dedi Sudarma mengatakan, saat ini IPB sudah banyak memiliki model-model dalam menangani sampah, dan masih melakukan perbaikan-perbaikan, agar model tersebut bisa secara praktis diaplikasikan di lapangan. Persoalan sampah tidak hanya dihadapi Pemkot Bekasi, tapi persoalan semua elemen masyarakat.
Kepala Dinas Perekonomian Rakyat Kota Bekasi, Ir Saur Tambubolon, mengemukakan, selama ini sampah yang dihasilkan Kota Bekasi bisa mencapai 6-8 ribu ton per hari. Bekasi masih harus menampung sampah berasal dari DKI Jakarta yang mencapai 20-40 ribu ton perhari. Pemkot Bekasi hingga kini masih kekurangan tenaga terampil membuat pupuk kompos dan manajemen.
Selain itu, kondisi pasar di Pemkot Bekasi juga minim fasilitas. Dari 10 pasar, hanya satu yang memiliki armada truk terbanyak yaitu Pasar Baru. Selain untuk membuat kompos, kami juga berharap kepada pakar IPB bagaimana caranya agar sampah organik pasar bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak. Apalagi saat ini mencari rumput di Bekasi sudah langka.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

Thanks for reading IPB Diminta Bantu Garap Sampah Organik Bekasi

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Posting Komentar