Suka Dada Berbulu

thumbnail
KONSULTASI SEKS

Tanya: Saya pernah berpacaran dengan bule blasteran. Dadanya berbulu lebat hitam sesuai dengan selera saya. Saya suka mengelus-elusnya saat bermesraan. Semenjak itu saya jadi penggemar berat pria dada berbulu. Memang jodoh berkata lain. Suami saya sekarang dadanya klimis. Saat bercinta saya sering terbayang pria dada berbulu. Saat saya elus dada suami..., saya tersentak, karena licin...! Mohon saran...
Dari: Ernawati, Surabaya.

Jawab: Itulah nasib...! Ingin yang berbulu dapat yang klimis. Kalau kepala botak bisa pakai wig, tapi bulu dada palsu belum ada yang jual, kalaupun ada susah masangnya. Nikmatilah apa yang anda miliki. Kalau dada suami anda licin, anda bisa mengelus-elus bulu keteknya, rambutnya atau bulu anunya. Toh sama-sama bulu..., hanya berbeda tempat saja. Keunggulan seseorang bukan pada bulunya, tapi dari kemantapan gerakan dan jurus silatnya. Selamat mengelus...!

Integritas (Kejujuran)

thumbnail
SOKSIOLOGI
Namanya keren, diadopsi dari bahasa inggris, integrity, yang bisa mengaburkan arti sebenarnya, karena berbau barat. Walaupun kita memiliki istilah dalam Bahasa Indonesia dengan arti yang sama, tapi istilah itu terdengar lugu, kampungan dan kurang keren, maka jarang digunakan, sehingga sering dilupakan, dan akhirnya, arti sebenarnya dari integritas menjadi hilang dari ingatan. Apa itu...? Kejujuran! Saya tidak tahu, sejak kapan kata integritas diadopsi menjadi Bahasa Indonesia, sehingga kita bingung sendiri mencari arti yang sebenarnya. Ataukah kita sendiri sengaja mencari kata-kata baru yang sulit dimengerti, karena kita juga belum mengerti dan menyadari arti sebuah kejujuran. Terlalu banyak buku dan seminar motivasi tentang sukses diobral dan diperdengarkan, tapi hanya sedikit sekali bagian-bagian yang membahas tentang kejujuran secara lebih dalam dan lebih serius, bahwa kesuksesan bukan hanya kumpulan dari kerja keras dan kerja cerdas, tapi juga kejujuran.
Mungkin ada yang hilang dalam sikap bangsa kita untuk menjalani hidup. Tidak perlu kita mencari kambing hitam kenapa kejujuran itu hilang. Biasanya kita persalahkan sebagai penyebabnya adalah pengaruh globalisasi, modernisasi dan liberalisasi, yang membikin kita tambah bingung sendiri, kenapa kejujuran itu telah hilang dalam sikap kita. Apakah kita kehilangan kejujuran karena pengaruh jaman edan ini? Ataukah kita yang membuangnya karena kita anggap dia sebagai penghalang? Munculnya istilah orang jujur masuk kubur, ora edan ora keduman (tidak gila tidak kebagian), menguatkan bukti bahwa kejujuran yang kita miliki telah kita gunakan sebagai tisu toilet, yang telah kita campakkan di kakus, membusuk bersatu dengan tinja.
Buktinya apa..? Mencari orang jujur di jaman gendeng ini sulitnya minta ampun. Ibarat mencari mutiara di laut lepas. Contohnya...? Wah... banyak! Kalau kita susah mencari pembantu rumah tangga, mencari SDM yang berkualitas, itu menandakan kita susah mencari orang jujur. Kalau semakin banyak ada laporan kasus penipuan di kantor polisi, kalau semakin banyak ada kasus gugat-menggugat di pengadilan, kalau semakin tidak terbuka pelayanan pemerintahan, kalau semakin kerepotan auditor mengaudit data, itu berarti semakin sedikit orang yang jujur. Kalau semakin berbelit dan mahal harga sebuah keadilan, itu berarti kejujuran sudah menguap. Terlalu banyak contoh perusahaan yang jatuh karena tidak jujur. Bahkan negara pun bisa runtuh karena ketidak-jujuran.
Maukah kita berbisnis, mempekerjakan orang, memberikan kepercayaan, memberikan rekomendasi, atau berteman dekat dengan orang yang tidak jujur? Saya yakin hampir seratus persen mengatakan tidak, kalau mau selamat. Kalau dia seorang pendeta hebat atau ahli sufi yang ilmunya sangat tinggi yang memiliki visi memberdayakan orang yang tidak jujur menjadi jujur agar hidupnya bisa menjadi subur di alam kubur, mungkin dia adalah orang spesial yang menyalahi aturan main. Ijinkan saya mengutip Badi’uz Zaman an-Nursy, yang mengatakan bahwa, “Satu butir kejujuran akan menghancurkan sekeranjang dusta.....Sesungguhnya, satu realita akan menghancurkan sekian banyak khayalan. Maka kejujuran adalah landasan utama dan mutiara yang berkilau”. Singkatnya dikatakan bahwa, kejujuran adalah sikap yang harus dilakukan oleh seseorang yang ingin sukses. Kejujuran adalah tiket pesawat kesuksesan. Kita tidak pernah bisa menaiki pesawat itu tanpa tiket kejujuran. Tiket itu sangat murah harganya, cukup dengan kejernihan hati nurani, tapi kita terbiasa membeli tiket mahal, tiket bodong yang dijual di pinggir jalan, kebohongan dan kemunafikan, yang justru mengantarkan kita ke jalan gagal.

Kejujuran adalah bahasa hati, bahasa qalbu. Kejujuran adalah bahasa yang tidak dikenal kecuali oleh orang-orang yang jujur. Kejujuran adalah bentuk energi yang bergetar dalam gelombang cahaya yang tidak nampak. Dia muncul dari dalam hati yang bersih, jujur dan penuh cinta kasih. Sebuah penelitian dalam ilmu jiwa menunjukkan bahwa gelombang pikiran bisa dideteksi, demikian juga gelombang hati. Pikiran dan hati memiliki getaran yang berbeda. Pikiran bisa mencerna tergantung logika, norma dan input ilmu yang dimasukkan ke dalam pikiran. Tetapi hati telah memiliki keputusan sendiri, sesuai dengan hati nurani manusia, yaitu kejujuran, kebenaran, ketulusan dan cinta kasih. Setiap manusia memiliki hati nurani yang sama. Jika manusia memiliki nurani yang berbeda, mungkin dia raksasa berwajah manusia.
Kenapa orang jujur di jaman sekarang menjadi manusia langka? Karena orang lebih mengutamakan kepentingannya sendiri daripada kepentingan orang lain atau kepentingan umum. Bukan saja rasa ego yang tinggi untuk mempertahankan hak dan harga dirinya, tapi lebih dari itu, dia termasuk orang serakah, selalu ingin lebih, ingin lebih berkuasa, ingin makan lebih banyak, ingin mengambil lebih banyak, yang tidak sesuai dengan hak dan kewajibannya, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Pada awalnya ketidak-jujuran dilakukan dalam sekala kecil, perlahan-lahan dan sembunyi-sembunyi. Jika ketidak-jujuran sukses dilakukan dan mungkin dia telah menjadi ahli, secara bertahap dan konsisten volume dan intensitasnya diperbesar dan menjadi kebiasaan. Dia akan menjadi rajin tidak jujur, karena untuk menutupi satu ketidak-jujuran diperlukan sepuluh ketidak-jujuran baru. Mungkin dengan wajah memelas, kata-kata halus, atau senyum manis dan tingkah laku sok alim perlu dipamerkan untuk memperlihatkan sebuah kejujuran dan ketulusan dibalik ketidak jujuran dan kelicikannya. Bagi orang yang kurang berpengalaman bisa kena perangkap dan kasihan melihat kejujuran palsunya. Tapi bagi orang yang berpengalaman benar-benar sedih dan dongkol melihat tingkah lakunya, dia bisa melihat dari matanya, karena mata orang yang tidak jujur tidak bisa berbohong. Tentu saja orang yang berpengalaman tersebut menjadi ahli karena terlalu sering dibohongi. Ilmu ini mungkin tidak ada di buku, tetapi ada di masyarakat, yang harus dipelajari dari pengalaman.
Mungkin Setan bohong yang paling pintar (Raja Bohong) ada dalam bentuk narkoba. Narkoba masuk ke dalam tubuh manusia melalui minuman, suntikan atau hirupan gas, yang dapat merusak pikiran dan hati manusia. Pada awalnya dilakukan dengan coba-coba, dicekoki, atau dilakukan untuk menjaga gengsi. Kemudian dia menjadi ketagihan karena keenakan. Pada awalnya dia diberi gratis, kemudian membeli berlangganan, selanjutnya menjadi pengedar. Pada tingkat yang lebih parah, mungkin dia sudah sering keluar masuk “Universitas Lembaga Pemasyarakatan”, dia bisa meningkat statusnya menjadi bandar kecil, bandar menengah dan bandar besar. Tidak banyak orang bisa masuk ke status bandar, karena diperlukan uji kelayakan dan uji kemampuan yang tinggi sekali. Kebanyakan orang hanya sampai pada tingkat pembeli berlangganan dan pengedar saja.
Ciri-ciri orang yang sudah dimasuki tubuhnya oleh Si Raja Bohong adalah dari kerajinannya dan kepintarannya berbohong, kerajinannya ke dunia dugem dan kerajinannya menghabiskan duit, terutama duit orang lain, dengan cara mencuri, mengutil, memalsu kartu kredit, membobol ATM, atau memalsukan data-data keuangan. Bagaimanapun keahlian Si Raja Bohong beraksi, pastilah akan ketahuan juga, karena ibarat pepatah, “tidak ada asap yang bisa ditutupi”, dia pasti keluar secara perlahan-lahan. Dunia ini memang aneh....! Aneh tapi nyata...! Antara ada dan tiada...Boleh percaya atau tidak...Itulah dunia setan...!

Imlek, Etnis Cina Dan Spirit Kebersamaan

thumbnail
Oleh: Christian Wijaya*
Tahun Baru Imlek 2559 yang jatuh hari Kamis, 7 Februari 2008, berlangsung semarak. Selain disertai upacara doa di kelenteng, juga dimeriahkan dengan pertunjukan barongsai. Di jaman Orde Baru komunitas Tionghoa tak bisa leluasa merayakannya. Reformasi yang memompakan semangat pembaruan memang mencanangkan dihormatinya hak-hak asasi manusia, tidak boleh lagi mempraktikkan diskriminasi.
Karena berlangsung selama 15 hari, perayaan Imlek boleh dibilang unik. Berarti penutupan perayaan Imlek tahun ini pada 22 Februari 2008 yang biasa disebut Cap Go Meh. Uniknya lagi, perayaan Imlek di mana pun sebenarnya bukan milik penganut agama tertentu, sebab secara historis tidak bersangkut paut dengan ritual keagamaan.
Nampaknya suka cita Imlek itu bukan hanya dirasakan komunitas Tionghoa, tetapi juga menular ke warga pribumi. Biasanya mereka membagi-bagikan kue dan uang (angpao) untuk masyarakat di lingkungannya. Suatu kondisi yang hampir serupa saat Idul Fitri, di mana penganut Islam membagikan 2,5% dari hartanya (zakat) kepada para
fakir-miskin.
Spirit Kebersamaan
Perayaan Imlek kental dengan nuansa agama Tao, Kong Hu Cu dan Budha. Namun bila dirunut dari sejarahnya, jauh sebelum kemunculan tiga agama tadi, di Tiongkok sudah berlangsung perayaan Imlek. Jadi jelas bahwa Imlek tak bertalian dengan perayaan keagamaan. Aslinya, menurut pengamat budaya Tionghoa, David Kwa, Imlek atau Sin Tjia merupakan perayaan para petani yang biasanya jatuh pada tanggal satu di bulan pertama Tahun Baru Cina itu.
Mereka yang merayakan Imlek umumnya mengenang para leluhur, tetapi bukan untuk menyembah nenek-moyangnya. Di sana bisa dijumpai media perayaan Imlek berupa satu meja ritual yang sekaligus untuk mengingat ajaran luhur orang tua, kakek-nenek yang telah menjadi arwah. Tokoh masyarakat etnis Tionghoa, Suhu Acai, di Jakarta (3/2-08), mengimbau agar komunitas Tionghoa tidak menghambur-hamburkan uang dalam merayakan Imlek. Kalau mereka banyak uang lebih baik disumbangkan kepada warga masyarakat korban bencana seperti banjir dan longsor
Imlek dirayakan oleh beragam etnis Tionghoa yang heterogen dalam banyak hal. Bagi umat Tao, Kong Hu Cu atau Budha, Imlek marak dengan ritual keagamaan. Tapi bagi komunitas Tionghoa Muslim atau Kristen, acara Imlek tidak jadi soal, sebab intinya merayakan Tahun Baru Cina. Bahkan di Masjid Cheng Ho Surabaya atau Masjid Karim Oei di Jakarta, komunitas Tionghoa Muslim dipersilakan berdoa sesuai ajaran Islam dalam rangka Imlek. Menghargai perbedaan dan keragaman sudah mendarah
daging bagi komunitas Tionghoa di mana saja.
Pluralisme pada komunitas Cina ini bisa kita timba kontribusinya yang positif. Saling memberi dan menerima, saling membantu/menolong merupakan sikap kebajikan dasar, yakni kebersamaan. Semakin dipahami dan juga dilaksanakan di banyak negara
bahwa masyarakat, bangsa, dan negara hanya akan mampu melangkah maju bila seluruh komponen masyarakatnya sadar untuk bekerja sama secara sinergis dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Dalam kehadirannya di banyak negara, etnis Tionghoa selalu siap menerima dan menghargai setiap perbedaan. Di Indonesia yang multi-budaya dan multi-etnis ini,
masing-masing warga dari pemeluk agama apa saja seharusnya bisa bekerja sama, saling mengisi dan mengapresiasi dalam semangat kebersamaan. Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.
Pengaruh Kong Hu Cu
Pengaruh Kong Hu Cu sangat kuat dalam perayaan Imlek. Beliau seorang guru bangsa Cina yang lahir tahun 551 SM. Sedangkan hitungan Masehi kini menunjukkan tahun 2008. Dengan menjumlah 551 dan 2008, maka saat ini menjadi Tahun Baru Imlek 2559. Menurut Kong Hu Cu, penetapan Tahun Baru Imlek memiliki arti penting sebagai pedoman bagi masyarakat Cina dalam mempersiapkan semua pekerjaan untuk setahun ke depan. Terutama bagi para petani yang akan mulai bercocok tanam di saat memasuki musim semi. Jadi, di Indonesia, pemaknaan perayaan Imlek ini seharusnya memberikan spirit dan inspirasi karena sangat relevan dengan nasib kaum petani kita yang kini sedang terpuruk.
Kong Hu Cu hidup di daratan Cina sebagai daerah konflik. Konflik sosial begitu kuat akibat adanya perebutan kekuasaan pada kerajaan-kerajaan di masa itu. Karena konflik berkepanjangan, rakyat Cina hidup menderita. Coba bandingkan dengan situasi-kondisi bangsa kita dewasa ini. Konflik sosial akibat semakin banyaknya kasus penggusuran, juga konflik sosial-politik terkait sengketa kasus pilkada, telah menyengsarakan rakyat.
Kong Hu Cu pernah menjabat residen distrik dan menteri pekerjaan umum pada pemerintahan raja Lu. Keterlibatan Konfusius di birokrasi menjadi titik balik kesuksesan
pemerintahan Lu dibanding kondisi pemerintahan sebelumnya yang sarat kekacauan, peperangan dan disintegrasi sosial. Meski banyak peluang untuk memperkaya diri, tetapi Kong Hu Cu memiliki kekayaan batin untuk mencintai rakyatnya yang tengah menderita kemiskinan, sehingga beliau rela hidup sederhana.
Kong Hu Cu konsisten dengan amanat sebagai pejabat publik yang selalu mengedepankan ajaran tentang etika dan moral. Beliau memandang manusia sebagai makhluk sosial yang memiliki tanggung jawab sosial terhadap sesamanya, dan hingga akhir hayatnya selalu menekankan spirit kebersamaan untuk menyatukan masyarakat dan bangsa. Jadi, jika Kong Hu Cu sebagai pejabat publik/pemerintahan memiliki integritas moral yang tinggi dan sukses meredam kemelut sosial-politik, kenapa banyak pejabat kita justru larut dalam konflik dan olok-olokan politik?
Kong Hu Cu begitu concern terhadap masalah kemanusiaan dan perbaikan moral. Pada jamannya, Kong Hu Cu telah melakukan pembaruan peradaban, terutama dalam masalah nilai-nilai kemanusiaan yang universal. Pengaruh ajaran-ajarannya melampaui daratan Cina, yakni sampai ke Vietnam, Korea, Jepang, Singapura, dan lain-lain.
*) Pekerja sosial, alumnus Sekolah Tinggi Teologia Jakarta, tinggal di Kebun Jeruk, Jakarta Barat.

Merajut Kebersamaan Melalui Imlek

thumbnail
Oleh: Abd. Sidiq Notonegoro*
Tidak bisa dipungkiri bahwa perayaan tahun baru Imlek memiliki arti tersendiri bagi etnis Tionghoa di Indonesia. Seperti halnya tahun 2008 ini, perayaan tahun baru Imlek yang menginjak pada bilangan ke 2559 pun mendapatkan sambutan yang sangat meriah. Bahkan beberapa minggu sebelum jatuhnya tahun baru Imlek, warga Tionghoa sudah begitu massif memburu pernak-pernik Imlek. Mereka utamanya mendatangi pusat-pusat perbelanjaan yang sengaja menyediakan segala kebutuhan yang berkaitan dengan tahun baru ini.
Umumnya yang diburu oleh warga Tionghoa yang hendak melaksanakan penyambutan tahun baru Imlek ialah kue keranjang, baju warna merah, pohon rejeki, lampion, amplop merah (angpao), jeruk shantang, bambu Cina hingga hiosua. Utamanya angpao, baju merah dan hiosua yang dipandang sebagai barang utama dalam Imlek. Sehingga ketiga barang tersebut dipastikan tidak akan ditinggalkan, karena seakan sudah menjadi barang wajib.
Terlepas dari pernak-pernik ritual diatas, yang tidak kalah penting adalah bagaimana menempatkan perayaan Imlek sebagai simbol penghargaan terhadap keragaman etnis di Indonesia, selain juga untuk menambah kekayaan budaya bangsa Indonesia. Apapun alasannya, kaum Tionghoa di Indonesia sudah menjadi bagian dari bangsa ini yang tidak mungkin untuk dipisahkan. Karena itu, jangan sampai ada lagi perlakuan-perlakuan diskriminatif yang menyakitkan dan justru merugikan semua pihak. Apa yang pernah torehkan oleh penguasa rejim Orde Baru dengan menjadikan etnis Tionghoa sebagai ‘sapi perahan’ jangan sampai terulang kembali.
Kata Imlek dalam dialek Hokkian yang berarti penanggalan bulan --- atau yinli dalam bahasa Mandarin dikenal dengan sebutan Chunjie (perayaan musim semi) --- di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan konyan. Di Indonesia tahun baru Imlek diperingati sebagai perayaan hari lahirnya Kong Hu Chu yang lahir di tahun 551 SM, Karenanya penanggalan Imlek dan penanggalan masehi memiliki selisih 551 tahun. Jadi jika tahun Masehi saat ini 2008, maka tahun Imleknya adalah 2008 + 551 = 2559.
Drama Etnis yang Ironis
Sejarah dibolehkannya warga etnis Tionghoa untuk melaksanakan perayaan Imlek di Indonesia sarat dengan nuansa politis. Hal ini dikarenakan pada masa kekuasaan rejim Orde Baru, segala hal yang bernuansa Tionghoa dilarang. Akibatnya, kebudayaan dan tradisi Tionghoa kurang berkembang dengan baik, padahal jumlah orang Tionghoa di Indonesia cukup banyak jumlahnya. Orang-orang Tionghoa dikebiri dalam banyak hal, bukan hanya dalam penggunaan bahasa ataupun kesempatan untuk berkiprah dalam sektor sosial yang lebih luas. Dalam persoalan keyakinan (agama) pun rejim Orba sangat membatasinya. Sehingga tidak sedikit etnis Tionghoa yang secara formalitas politik (baca: agama KTP) menganut agama Budha dan sebagian kecil lagi menganut Kristen serta Islam, tetapi secara intrinsik masih memegang teguh kepercayaan nenek moyangnya yaitu Khonghucu. Dengan kata lain mereka memeluk Khonghucu secara sembunyi-sembunyi.
Baru setelah gerakan reformasi berhasil menumbangkan kekuasaan otoriter Orba, etnis Tionghoa bisa bernafas lega. Meskipun sebelumnya mereka pun sempat menjadi tumbal bagi gerakan reformasi itu sendiri, yaitu menjadi kebiadaban orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Puluhan dan bahkan ratusan etnis Tionghoa terbunuh, dibakar ataupun diperkosa serta harta bendanya dijarah. Adalah Presiden Abdurrahman Wahid yang pertamakali menghapuskan peraturan yang bersifat rasis dan diskriminatif terhadap etnis Tionghoa. Dan kemudian dilanjutkan oleh Presiden Megawati dengan menetapkan tahun baru Imlek sebagai hari libur nasional.
Memang sebuah kisah sejarah etnis yang sangat ironis. Hampir dapat dikatakan bahwa selama 32 tahun etnis Tionghoa berada dalam belenggu ketertindasan yang tak terkirakan, meskipun sesungguhnya keberadaan etnis Tionghoa di Indonesia telah ada lebih dari 700 tahun yang lalu. Selama 32 tahun kekuasaan rejim Orba keberadaan etnis Tionghoa di Tanah Air hanya menjadi kambing hitam permainan politik sehingga selalu mendapat perlakuan tidak adil atau diskriminatif.
Mungkin bagi masyarakat awam melihat keberhasilan etnis Tionghoa dalam membangun jaringan bisnis dapat menimbulkan rasa iri tersendiri. Seakan-akan etnis Tionghoa-lah yang mendapat perlakuan istimewa dari rejim Orba. Namun kalau ditelisik lebih dalam, sesungguhnya kesuksesan ekonomi etnis Tionghoa lebih dilatar-belakangi oleh semangat hidup yang tidak menyerah. Bagi mereka, sektor ekonomi adalah jalur satu-satunya yang dapat mereka tempuh ketika jalan yang lain sudah tertutup.
Hancurkan Sekat Diskriminatif
Seiring dengan peringatan Imlek tahun ini, semangat reformasi yang tercetus tahun 1998 lalu sudah semestinya diupayakan untuk terus menjadi habitus bagi bangsa Indonesia. Meskipun telah 18 tahun bangsa ini terbebaskan dari belenggu rejim Orba, tidak bisa dipungkiri bahwa mentalitas diskriminatif --- utamanya terhadap etnis Tionghoa --- masih sulit untuk dibersihkan secara total. Utamanya di kalangan kaum birokrat, masih ada yang memandang etnis Tionghoa sebagai ‘sapi perahan’ yang potensial.
Namun tidak semestinya warga etnis Tionghoa pada khususnya, dan masyarakat nusantara pada umumnya patah arang. Melalui Imlek 2559 ini, perlunya dibangkitkan kembali semangat kebersamaan dalam payung kebangsaan. Sekat-sekat etnis yang mengarah pada perilaku diskriminatif harus dihancurkan. Dan saatnya pula seluruh umat dan elit agama menghidupkan kembali kesadaran akan kebersamaan dengan saling menghargai kepercayaan masing-masing.
Akhirnya, jangan ada lagi kecurigaan-kecurigaan terhadap etnis Tionghoa dengan tanpa dasar. Yakinlah bahwa mereka 100 % juga orang Indonesia, yang banyak berkiprah dan memberikan bau harum dan warna Indonesia nusantara. Semua yang mengaku bagian dari bangsa Indonesia adalah saudara. Bahagia satu bahagia semua, sakit satu sakit semua. Saatnya sendi-sendi multikultural ditegakkan kembali atas nama nasionalisme. Karena itu, Imlek bisa dijadikan momentum untuk mengakui bahwa etnis Tionghoa adalah salah satu pilar integritas Indonesia.
*) Aktivis Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM) dan Dosen Univ Muhammadiyah Gresik.

Politikus Paternalistik

thumbnail
SUARA REDAKSI
Ketika kebohongan dibicarakan setiap hari, maka orang akan menganggapnya sebagai sebuah kebenaran. Demikian pula saat posisi wanita dalam tatanan sosial ditempatkan sebagai makhluk kelas dua, maka eksistensi wanita sebatas menjadi pelayan bagi kaum pria. Serta merta, hak-hak kaum wanita dalam ranah publik dipangkas. Selebihnya, ruang gerak wanita --makhluk yang lemah-lembut-- ada di rumah saja. Paradigma yang telah terbangun ini butuh waktu berabad-abad untuk memperbaikinya. Sampai-sampai Friedrich Nietzsche (1844-1900) mengatakan bahwa wanita adalah kesalahan terbesar Allah yang kedua!
Pada era Winston Churchill (1874-1965), banyak kalangan memprediksikan bahwa para wanita akan menguasai dunia pada tahun 2010. Lantas apa tanggapan Churchil? Ia terhenyak sambil berkata, “Tapi….? Hanya itu kata sanggahan Churchill. Singkat, padat dan jelas kandungan artinya. Meski hanya kata “tapi”, khalayak umum sudah paham kalau Churchill sealiran dengan Sokrates yang berpendapat bahwa sekali disamakan dengan pria, wanita menjadi superiornya. Maklum di daratan Eropa, pandangan filsuf Philo amat dominan, yaitu para isteri harus bekerja untuk suami-suami mereka. Mereka harus bekerja dengan mengembangkan ketaatan dalam segala hal.
Di jaman digital ini, posisi wanita yang layak dan bermartabat menunjukkan kemajuan sosial tertinggi sebuah komunitas. Sebab, wanita adalah manusia istimewa. Di mata Rudyard Kipling dalam Plain Tales from The Hills, tebakan seorang wanita adalah lebih tepat daripada kepastian lelaki. Wanita dengan sejumlah keunggulan adalah teman sepadan bagi pria. Apalagi Joseph Conrad menegaskan bahwa menjadi seorang wanita adalah ketrampilan yang sangat sulit, karena pada dasarnya tugasnya adalah menangani pria. Luar biasa apresiasi yang disematkan Conrad pada kualitas keibuan yang diemban kaum wanita.
Pergumulan menempatkan eksistensi wanita di kancah domestik dan publik tak pernah tuntas. Sinetron komedi “Suami-suami Takut Istri” yang ditayangkan Trans TV memantulkan “kelucuan yang lahir dari ketidakpantasan” sikap para istri terhadap suaminya. Perguliran wacana emansipasi dan demokratisasi peran setara pria dan wanita terus diprodusir dari lembaga agama hingga intelektual kampus. Sayang seribu sayang, saat debat dan perjuangan pengakuan akan kiprah wanita di ruang publik kian gencar, para aktivis hak wanita lupa akan rajutan moral kesehatan reproduksi wanita. Ya, termasuk batasan kewajiban negara menjamin kesehatan ibu dan anak sejak dalam kandungan.
Apalah artinya perjuangan emansipasi wanita, sementara banyak kaum ibu dan anak yang jauh dari pelayanan kesehatan. Perhatian negara terhadap kesehatan ibu dan anak merupakan ekspresi peradaban yang luhur. Sebab, negara dibentuk oleh komunitas pria dan wanita. Aktivitas seksual pria dan wanitalah yang terus menambah daftar penghuni planet bumi ini. Tidak ada kisah mitologi sekalipun yang mengisahkan pria melahirkan anak. Yang ada adalah kisah nenek masih bisa melahirkan anak. Dan, tidak ada cerita rakyat soal seorang manusia yang keluar dari rahim batu.
Perjuangan emansipasi wanita yang sejati terkandung di dalamnya perjuangan menjaga panggilan suci ibu dalam mengandung, melahirkan dan merawat anak. Kita akan menjadi bangsa yang prematur bila terus membiarkan angka kematian ibu dan anak terus meningkat, yakni 307/100.000 kelahiran. Reformasi gagal memperbaiki persoalan perempuan Indonesia. Kasus kekerasan, perdagangan, tekanan budaya dan adat istiadat, rendahnya pendidikan, serta dominasi kaum pria dalam rumah tangga masih terjadi. Dalam hal ini, pemerintah sekarang tidak perlu malu meniru gebrakan posyandu yang dahulu dipopulerkan Presiden Suharto. Bagaimana posyandu masuk sampai di desa-desa pelosok. Ada tenaga medis yang telah dikondisikan untuk mengabdi di daerah terpencil.
Saat gerakan posyandu redup,kita terkejut melihat fakta busung lapar yang menyayat hati. Pada simpul ini kita bisa menggugat bahwa kematian ibu dan anak yang terus bertambah dari tahun ke tahun menjadi tanda bahwa kaum wanita masih dijajah “politikus paternalistik”. Bukankah negara dikelola oleh lembaga-lembaga yang beranggotakan manusia? Jadi kepedulian negara terhadap kesehatan reproduksi wanita menjadi barometer tingkat kepedulian sebuah komunitas sosial.
Pertanyaan terbesar…yang belum dapat kujawab, meskipun aku telah melakukan penelitian selama 30 tahun mengenai jiwa wanita adalah “Apakah yang diinginkan oleh wanita?” Itulah kata Sigmund Freud (1856-1939). Mungkin pertanyaan kegelisahan Freud ini layak pula diajukan kepada kaum wanita Indonesia. Di mana suaramu sebagai mayoritas penduduk Indonesia? Ataukah sebagian besar wanita Indonesia masih dininabobokan petuah Aristoteles bahwa kaum perempuan adalah kaum laki-laki yang tidak sempurna, yang secara tidak sengaja dihasilkan oleh ketidakmampuan seorang ayah atau oleh pengaruh jahat dari angin selatan yang basah! Pada simpul ini kita mengamini bahwa perjuangan demi kesejahteraan kaum ibu dan anak (juga kaum yang lemah) adalah perjuangan peradaban yang menjadi tanggung-jawab setiap individu. Pria dan wanita mengembangkan tugas terberi untuk menyucikan kehidupan ini demi kelanjutan generasi yang berkualitas, sehat rohani dan jasmani.

SUARA WARGA

thumbnail
Bangkitkan Budaya Disiplin Kerja
Sejak masa muda, saya sudah meyakini bahwa kemajuan perekonomian sebuah bangsa ada di tangan sektor swasta. Pertumbuhan sektor swasta menjadi barometer pertumbuhan ekonomi nasional. Dan, dari sanalah pemerintah menagih pajak untuk keuangan negara. Termasuk untuk membiayai gaji pegawai negeri sipil.
Hati saya merasa miris menonton pemberitaan di media televisi bahwa mutu dan disiplin kerja PNS terus merosot. Bahkan ada liputan terkesan banyak PNS tidak mempunyai tingkat kesibukan dan beban kerja yang tinggi. Ya terbukti, saat masuk kerja usai liburan nasional Imlek, banyak yang tidak masuk kerja. Alasannya sangat klise: “hari kejepit” sehingga masa libur diperpanjang.
Kiranya kenyataan di atas menjadi inspirasi bagi kaum muda untuk lebih berani terjun di sektor swasta yang penuh dengan persaingan dan tuntutan kerja berkualitas tinggi pula. Tentu saja sektor swasta yang berkembang baik akan menciptakan pertumbuhan ekonomi, perluasan lapangan pekerjaan dan membuat anak-anak bangsa ini kian berkompetisi dengan negara-negara berkembang lainnya.
Itu berarti para sarjana berani mencari peluang-peluang wirausaha yang belum terjamah. Kalau tidak berani berusaha maka akan semakin memperpanjang barisan antrean calon PNS yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Jadi kunci sukses adalah budaya disiplin kerja yang bisa membuat hidup kita menjadi lebih baik. Salam sukses.
Komentar: Adi S, tinggal di Denpasar.

Menguak Ketokohan Soeharto
Siapa yang tak kenal dengan H.M. Soeharto? Bapak pembangunan yang pernah memimpin bangsa ini hampir 32 tahun. Selama pemerintahannya, banyak kiprah beliau dalam membangun bangsa ini. Indonesia pada waktu itu bisa menjadi negara penghasil beras terbesar, sehingga disebut negara swasembada pangan. Keamanan dan harga-harga bahan pokok stabil, lapangan pekerjaan tercukupi.
Seperti pedang bermata dua, itulah kehidupan Soeharto. Ia punya banyak jasa tetapi sekaligus menjadi pecundang di bidang HAM. Tugas bangsa ini (pemerintah) adalah meluruskan sejarah dengan penelitian dan kajian ilmiah soal sisi baik dan buruknya pemerintahan Soeharto. Mengungkap dengan lugas berbagai pelanggaran HAM yang telah dilakukannya. Sekaligus merekam dan mendokumentasi suara pengakuan para korban Orba agar bisa menjadi pelajaran bagi bangsa ini. Di samping itu, pemerintahan SBY sebelum “lengser keprabon” harus punya keputusan politik soal penyelesaian kasus-kasus hukum Soeharto. Keadilan harus tetap ditegakkan karena kita adalah negara hukum, meskipun banyak jasa beliau dalam pembangunan negara ini.
Komentar: Ni Wyn Nita, tinggal di Denpasar.

Fren Pencari Fakta Telepon Murah

thumbnail
OLEH: DIDIK PURWANTO
PT Mobile-8 Telecom Tbk yang menanungi produk telekomunikasi CDMA, Fren menggelar roadshow “Fren Pencari Fakta” di Bali. Kegiatan ini bermaksud untuk memberikan informasi kepada masyarakat pengguna seluler di Indonesia terutama Bali mengenai tarif telekomunikasi yang berlaku saat ini.
Jusuf Kurniawan, Vice President Region Timur Fren mengatakan bahwa kegiatan Fren Pencari Fakta merupakan bagian dari program promosi tarif baru Fren. Tarif yang diberlakukan adalah Rp 700 per menit (lokal) dan Rp 1400 (non-lokal) dari menit pertama ke semua panggilan GSM di seluruh Indonesia. “Tarif tersebut merupakan tarif termurah untuk panggilan ke semua nomor GSM. Kita tidak ingin banyak syarat apapun kepada pelanggan,” ungkap Jusuf Kurniawan yang juga meluncurkan tagline baru Fren, Murah Ngga Repot di Ramayana Bali Mall, Sabtu (26/1).
Jumlah pelanggan Fren hingga saat ini telah mencapai tiga juta pelanggan. Di tahun 2008, target pun akan ditingkatkan. “Minimal bisa double (dua kali lipat) dari sekarang,” jelas Jusuf yang juga meluncurkan Fren Pencari Fakta di kota Malang, Medan, Palembang, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya dan Banjarmasin.
Kegiatan tersebut juga satu rangkaian dengan penunjukan Mike Indonesian Idol sebagai brand icon Fren terbaru. Pemilihan Mike Idol didasari karena Jawara Indonesian Idol 3 ini lebih mewakili pilihan kaum muda. Prestasi Mike yang berhasil menjadi wakil Indonesia di Asian Idol baru-baru ini patut diperhitungkan.
Layanan operator CDMA, Fren memiliki kelebihan yaitu mendapatkan mobilitas yang sama dengan layanan telekomunikasi operator GSM selular lain di Indonesia. Pelanggan tidak perlu melakukan registrasi nomor saat ingin berpindah ke wilayah berbeda. Tarif antar Fren pun cuma Rp 38/menit. Jaringan di Bali telah mencakup seluruh area Bali. “Di antaranya Denpasar, Kuta, Nusa Dua, Tabanan, Klungkung, Gianyar (Ubud) bahkan Kintamani (Bangli),” tambah Yudi Waskito, Area Sales Manajer Bali.
Untuk menyemarakkan kegiatan Fren Pencari Fakta turut hadir Nobo Idol (Indonesian Idol 3). Sedangkan artis lokal ada Dek Ulik, Tissue, Muska dan band pelajar lainnya. Acara juga dimeriahkan dengan happening art Fren dan doorprize.

Bangun RSH Untuk Masyarakat Miskin

thumbnail
Pemerintah Anggarkan 800 M
OLEH: AGUS SALAM
Menteri Negara Perumahan Rakyat Yusuf Asy`ari mengatakan, pemerintah menganggarkan subsidi untuk perumahan rakyat pada 2008 sebesar Rp 800 miliar. Selama 2007, terdapat hampir 4.000 unit KPRS mikro bersubsidi yang telah dikucurkan lembaga keuangan nonbank atau koperasi syariah.
Menurut Yusuf, pemerintah menargetkan penyerapan kredit pemilikan rumah (KPR) melalui perbankan syariah tahun ini mencapai 10 ribu unit rumah. Target ini naik signifikan dibandingkan realisasi penyerapan KPR syariah pada 2007 yang hampir mencapai 4.000 unit rumah.
‘’Penyerapan KPR syariah tahun lalu juga naik signifikan dibandingkan 2006 yang hanya mencapai 490 unit rumah,” kata Yusuf Asy'ari dalam konferensi pers Festival Ekonomi Syariah di Jakarta beberapa waktu lalu.
Di luar target itu, tahun ini juga ada usulan penyerapan KPR syariah sebanyak 15 ribu unit rumah dari Baitul Mal wa Tamwil (BMT). ‘’Tapi kalau bisa tercapai 10 ribu unit rumah saja sudah bagus,’’ kata Yusuf.
Pada tahun 2008 ini, ada peluang bagi lembaga keuangan syariah untuk lebih agresif lagi turut serta dalam menerbitkan KPR/KPRS Mikro Syariah bersubsidi. Pemerintah telah menganggarkan dana APBN untuk subsidi perumahan sebesar Rp 800 miliar (tahun 2007 dialokasikan Rp 300 miliar atau meningkat sebesar 266,67 %).
Menurut data BI tentang statistik Perbankan Syariah (status November 2007) selama kurun waktu Desember 2006 – November 2007 total aset perbankan syariah mengalami kenaikan yang cukup signifikan yaitu sebesar 24, 72% dengan perkembangan jaringan yang semakin luas.
Walau saat ini, market share perbankan syariah baru sebesar 1.77% (tahun 2006 sebesar 1,5%) namun sejalan dengan semakin banyaknya nasabah yang mulai memahami dan tertarik dengan produk-produk yang ditawarkan, maka untuk tahun-tahun mendatang diyakini perkembangan perbankan syariah akan meningkat.
Memang menurut Menpera, Kebutuhan rumah masih cukup besar. Apalagi luas kawasan pemukiman kumuh yang mencapai 54.000 ha yang dihuni sekitar 17,2 juta jiwa tersebar tidak kurang dari 10.000 lokasi. Dan daya beli masyarakat semakin menurun (91% rumah tangga berstatus masyarakat berpenghasilan rendah/MBR). Sementara harga rumah meningkat mengikuti mekanisme harga pasar.
Karena itulah Kementerian Negara Perumahan Rakyat telah memberikan dukungan fasilitas subsidi perumahan untuk pembiayaan pemilikan, pembangunan dan perbaikan rumah sederhana sehat (RSH) bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Makelar Lebih Dipercaya Daripada Agen Properti

thumbnail
OLEH: DIDIK PURWANTO
Bali sudah menjadi surga bagi peminat bisnis properti. Tak hanya kaum lokal, bule dan pendatang dari daerah lain juga mulai mengembangkan bisnis villa dan perumahan.
Lokasi yang sering disukai adalah dekat pantai, pasar (mall), sekolah dan airport. Properti masih banyak dijumpai di daerah sekitar Kuta Selatan seperti Legian, Canggu, Kuta, Seminyak, Kerobokan hingga Jimbaran. Terlebih pada jalan by pass yang baru dibuat untuk memperlancar arus lalu lintas di Kuta dan Denpasar.
Untuk membuat harga jual properti lebih mahal, agen (terutama agen penjualan) sangat bergantung terhadap lokasi, luas lahan dan bangunan, bentuk rumah, kualitas, fasilitas dan keamanan. Daerah tersebut banyak dipilih oleh peminat properti karena memiliki nilai strategis lebih. Apalagi jika memiliki pemandangan (view value) entah pantai, sungai, dan sebagainya. “Semakin bagus pemandangan, maka harga semakin mahal,” ungkap Sherly Nayoan, supervisor agen properti Roy Weston Bali.
Wanita yang telah bekerja selama empat tahun di agen properti “Roy Weston” ini juga masih meraba tentang pasar properti di Bali. Jenis properti seperti villa banyak diminati oleh bule ekspatriat dari Australia. Terutama pada daerah pinggir pantai dan jauh dari keramaian kota. Mereka lebih menginginkan privasi baik untuk berlibur, tempat tinggal atau hanya disewakan.
Konsep villa yang sebenarnya hanya untuk disewakan, kini sudah semakin bergeser seiring dengan konsep rumah biasa yang sudah menyerupai bentuk villa. “Masyarakat sudah latah menyebut rumah biasa dengan villa. Hal tersebut yang bisa mengatrol harga rumah biasa yang setaraf dengan villa,” tambah Sherly.
Masyarakat Bali terutama dalam pembelian maupun penjualan properti lebih percaya kepada makelar biasa daripada agen properti. Mereka menganggap kedekatan karena kesukuan maupun keterbukaan telah membuat bisnis tersebut berjalan atas dasar saling percaya satu dengan yang lain.
Padahal agen properti dalam menerima komisi pun tidak pernah melebihi dari 5%. “Untuk properti seharga kurang dari satu milyar kami cuma mendapat komisi maksimal 5%. Jika lebih dari satu milyar, kami akan kurang dari 3% dari harga jual,” keluh Sherly yang tetap berusaha menjalin keterbukaan dengan kliennya.

Mengayam Ketak, Meraup Rupiah

thumbnail
OLEH: HERNAWARDI
Sejumlah tas cantik mungil berderet di showroom milik pengusaha muda Gufran (35) warga, Nyiurbaye, Karang Bayan, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat. Tidak hanya tas cantik yang berderet di situ, ada juga pernak-pernik lainnya seperti gantungan kunci, kotak perhiasan, keranjang serba guna hingga hiasan dinding yang artistik.
Ternyata tas dan aksesoris itu merupakan hasil kerajinan tangan masyarakat yang tinggal di daerah pegunungan yang sejuk tersebut. Mereka memproduksi kerajinan dari bahan tanaman ketak yang bisa didapat dari hutan belantara yang ada di wilayah Nyiurbaye.
Gupran yang begitu lihai mengayam ketak helai demi helai menggeluti usaha ini sejak tahun 1996 lalu. Ia mengerjakan beragam bentuk permintaan dan selera konsumen yang datang ke showroomnya. Ada yang memborong hasil kerajinannya dalam jumlah partai besar. Adapula yang berupa partai kecil (retail). Gufran memahami alasan masyarakat tidak lagi membeli hasil kerajinannya dalam jumlah besar. “Semuanya itu semata-mata karena faktor ekonomi saja,” ujarnya.
Namun dalam kondisi apapun, ia tetap memiliki prinsip untuk bisa bertahan di usaha ini. Bahkan dia optimis usaha kerajinan semacam ini pasti akan mendapatkan pasar yang lebih baik ke depannya. Selain membuka berbagai artshop dan showroom hasil kerajinan di berbagai pasar tradisonal yang ada di Lombok, pengrajin Nyiurbaye ini juga aktif mengikuti berbagai pameran kerajinan yang dilakukan di dalam daerah maupun luar daerah.
Ia bersyukur anyaman ketak ini tidak saja digemari masyarakat lokal, namun juga turis mancanegara. Ia mencontohkan wisatawan asal Jepang paling suka dengan anyaman ketak tradisional tersebut. Bahkan sejumlah warga Jepang secara rutin minta dikirimi anyaman ini. Beragam harga yang ditawarkan untuk anyaman ketak ini. Mulai dari Rp 5 ribu hingga jutaan rupiah. “Usaha kerajinan memang banyak saingan, apalagi usaha-usaha serupa juga tidak sedikit. Yang penting sekarang bagaimana dari waktu ke waktu kita tetap komit untuk memperbaiki dan memrtahankan kualitas yang ada. Kategori inilah yang harus dilalui, agar hasil kerajinan kita bisa dihargai seseorang,” demikian Gufran.

Sepeda Motor 2 Tak Makin Naik Daun

thumbnail
OLEH: DIDIK PURWANTO
Meski tidak diproduksi lagi, sepeda motor 2 Tak juga masih beredar di pasaran. Harga bekas yang makin turun drastis membuat trauma masyarakat untuk menjual ke pasar. Karena sepada motor tersebut cukup banyak mengonsumsi bahan bakar, tak jarang menjual murah atau menukar dengan sepeda motor empat tak.
Namun tidak berlaku bagi pemakai sepeda motor Suzuki. Beberapa merek seperti Suzuki Satria dan Suzuki Tornado yang masih memakai teknologi dua tak makin naik daun digemari masyarakat. Kejadian tersebut tak lepas dari tangan-tangan handal yang senang modifikasi ataupun untuk balapan. Tak pelak, harga motor yang turun drastis tersebut mulai melonjak setelah dimodif ataupun digunakan untuk balapan. “Suzuki dengan tipe tersebut makin naik daun seiring dengan kontes modif atau event balapan. Karena orientasinya bukan untuk fashion atau gaya, jadi sah-sah saja mereka memodifikasi barang murah menjadi lebih berharga,” ujar Agus Setiawan, promosi Suzuki Bali Nusra.
Selain itu, tipe-tipe sepeda motor dua tak juga mudah dalam hal perawatan. Spare part atau suku cadang pun masih banyak tersedia di bengkel biasa atau bengkel resmi. Meski sepeda motor dua tak memiliki kebisingan tinggi, tingkat emisi yang dikeluarkan pun masih dalam batas ketentuan pemerintah yakni standar Euro 2000.
Hal tersebut juga berlaku pada produsen sepeda motor merek Yamaha. Meski produsen asal Jepang ini sudah tidak memproduksi sepeda dengan teknologi dua tak sejak tahun 2005, produsen pun tidak menarik motor lama dan menggantikan dengan motor teknologi empat tak. “Itu hak konsumen, apakah tetap memakai motor dua tak atau empat tak. Terus terang untuk konsumen di Bali sudah tidak minat lagi dengan motor dua tak. Tapi kami juga tidak melarang masyarakat yang membeli motor dua tak,” papar Gregorius Kayun, pimpinan Yamaha Bali.
Selama ini masyarakat Bali sangat menerima produk empat tak yang ditawarkan Yamaha. Terutama produk matic, penjualannya bisa menyumbang 48% dari total penjualan. “Kita mengikuti selera konsumen saja. Saat masyarakat senang dengan matic, kita keluarkan skuter matic baik untuk cewek (Mio) maupun cowok (Mio Soul),” tambahnya.

Dukun Anak Penyumbang AKIM Terbanyak

thumbnail
Oleh: Hernawardi & Wuri Wigunaningsih
Angka Kematian Ibu Melahirkan (AKIM) masih sering terjadi karena terjadi pendarahan saat persalinan. AKIM terbanyak terjadi di desa-desa yang dibantu dukun tanpa bekerja sama dengan petugas medis seperti bidan desa. Padahal, lebih aman jika proses persalinan ditangani seorang bidan.
“Bukan zamannya lagi, persalinan ditangani para dukun anak. Lebih baik ditangani petugas kesehatan atau bidan yang tersebar di Puskesmas atau Pos Persalinan Desa (Polindes). Akan lebih baik bila menghadapi sebuah proses persalinan, dukun anak di desa-desa menjalin kerja sama dengan bidan desa (Bides),’’ kata Kasie Kesehatan Ibu dan Anak Dinas Kesehatan NTB, dr I Nyoman Wijaya Kusuma.
Menurut dr Kusuma, seorang Bides berperan sangat strategis karena sedini mungkin menekan AKIM dan maupun Angka Kematian Bayi (AKB). AKIM yang sering terjadi itu karena pertolongan persalinan dilakukan seorang dukun anak. Bila pendarahan terus-menerus dan terlambat dibawa ke Bides, justru lebih beresiko tinggi terhadap keselamatan seorang ibu. Karena itu, saran dr Kusuma, hendaknya dua jam sebelum seorang ibu melahirkan, segera dibawa ke bidan agar bisa cepat ditangani.
Karena begitu penting perannya, maka seorang Bides patut memiliki keterampilan yang memadai, baik itu menempah diri dengan pelatihan dan tidak cepat merasa bosan untuk belajar. Selain itu, dari segi SDM Bides, mayoritas baru D1. ’’Jadi pendidikan bides yang bertugas di NTB masih tergolong rendah. Seharusnya standar pendidikan kebidanan D3. Untuk itu, bagi Bides yang kualifikasi pendidikan D1 diharapkan bisa melanjutkan pendidikan sampai D3. Setiap tahun pemerintah daerah membantu 40 bidan untuk menyelesaikan pendidikan D3 kebidanan,” jelasnya.
Selain menangani proses persalinan, seorang Bides ikut berperan merawat kehamilan, melakukan pemeriksaan dini para ibu hamil terkait kemungkinan terjadi komplikasi dan kekurangan gizi. Bides juga memberikan penyuluhan langsung kepada ibu hamil di desa-desa tentang menjaga asupan gizi saat hamil, kebersihan makanan dan menjaga kehamilan agar bayi dalam kandungan tetap sehat. “Jadi tugas bidan cukup besar. Seorang bidan dari awal merawat kehamilan ibu, membantu persalinan sampai merawat bayi yang baru lahir,” jelas Nyoman.
Terkait pelayanan kesehatan bagi kaum ibu hamil maupun bayi di NTB, diakui dr Kusuma, masih belum merata. Karena hingga kini baru sekitar 80%. Artinya 80% proses persalinan ibu hamil sudah ditangani Bides.
Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Jawa Timur, Hj Sukaimi Sukir menegaskan, seorang bidan bertugas menangani persalinan secara normal dan melakukan pemeriksaan sebelum dan sesudah persalinan. Hj Sukir mengakui, AKIM dan AKB di Jatim masih tergolong tinggi karena rendahnya pendidikan masyarakat tentang kehamilan dan persalinan. ‘’Jika terjadi gangguan kehamilan, jelas seorang bidan merujuk ke dokter kandungan. Meski sudah maksimal untuk melancarkan proses persalinan, bila sampai merujuk ke dokter kandungan berarti bayi yang bakal lahir terkategori tidak normal. Karena penyebaran tenaga bidan yang tidak merata, hingga kini seorang bidan harus menangani lebih dari 1000 pasien.
Dibalik fenomena ini, tingkat kesadaran masyarakat tentang pentingnya hidup sehat, khusus di INTB masih tetap menjadi momok sosial. Wajar bila secara nasional, AKIM NTB masih berada di nomor urut buntut akibat mayoritas masyarakat didera kemiskinan. Selain itu, ada banyak tradisi (mistis) yang dijadikan andalan, rendahnya pendidikan wanita, di samping perlu ada pembenahan akses dan kualitas pelayanan para medis.
Data yang diperoleh dari Diskes NTB, AKIM pada tahun 2002 tercatat 74 orang per 1000 kelahiran penduduk (SDKI 2002), namun data BPS justru lebih tinggi yakni 78 per 1000 kelahiran penduduk. Masih terlalu tinggi bila dibanding AKIM tingkat nasional yakni 35 orang per 1000 kelahiran penduduk. Sedangkan per tahun 2005, AKIM NTB tercatat 72 orang, dengan rincian, Kematian Ibu Hamil (9 orang), kematian ibu bersalin (57 orang) dan 6 orang ibu meninggal karena nifas.

Peran Posyandu Masih Dibutuhkan

thumbnail
Oleh: Hernawardi
Salah satu pos kesehatan yang dianggap dapat menekan AKIM dan AKB di NTB, justru Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Karena hampir setiap dusun sudah dibangun fasilitas pelayanan, maka Posyandu harus menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan kepada masyarakat miskin di desa dan dusun-dusun. Untuk itu, Ketua Tim Penggerak Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK) NTB, Dra Hj Baiq Adnin Serinata meminta agar aktivitas Posyandu harus tetap digiatkan.
Istri Gubernur NTB, HL Serinata itu mengaku, dirinya bersama pengurus PKK tetap mendukung eksistensi Posyandu dengan secara berkala memberikan sosialisasi, penyuluhan termasuk di Pelayanan Keluarga Berencana (KB) dan kesehatan bagi para ibu hamil dan anak-anak balita.
Gerakan itu digiatkan bekerja sama BKKBN dan Dinas Kesehatan. Selama 2007, PKK NTB dua kali road show KB-PKK ke seluruh kabupaten untuk evaluasi plus pemberian pelayanan KB kepada masyarakat. Kader PKK dan Posyandu, dinilai tetap menjadi ujung tombak pelayanan KB dan kesehatan ibu hamil serta tumbuh kembang seorang anak. Untuk maksud itu, seorang kader, harus memeiliki wawasan luas dan siap melayani masyarakat kecil.
Menyoal kunjungan masyarakat ke Posyandu, Ny Serinata menilai, sudah cukup tinggi. Hal itu diamini Kepala Puskesmas Gerung, Lombok Barat, dr AAN Putu Suryanata. Hanya, dokter asal Bali itu tidak setuju bila ada yang meminta posyandu dihilangkan saja karena tidak pernah aktif. Karena keberadaan Posyandu, kesehatan masyarakat di pedesaan dan dusun-dusun lebih cepat ditangani.
Menurut mantan Puskesmas Meninting, Batulayar ini, Posyandu merupakan sarana pembinaan pendidikan kesehatan masyarakat. Di Posyandu bisa diketahui secara cepat perkembangan kesehatan seorang ibu hamil, bayi dan balita terkait asupan gizi yang cukup dan berimbang. “Di Posyandu kita bisa mendeteksi kebutuhan gizi janin dalam kandungan ibu maupun asupan gizi bayi dan balita, dan penimbangan berat badan anak sesuai usia, serta pencegahan dini penyakit menular melalui imunisasi,” tegas Suryanata.
Disebutkan, setiap kader Posyandu yang ditempatkan di dusun-dusun, dibekali pelatihan untuk menggerakkan pelayanan. Untuk mengetahui kinerja dan kemampuan kader, Puskesmas Gerung bekerja sama PKK Kecamatan menggelar lomba cerdas cermat Posyandu. Semua itu untuk menguji kemampuan kader. Di kecamatan Gerung, tercatat 72 Posyandu dengan empat tenaga juru imunisasi. Selama ini pihaknya sudah melatih 360 orang, dan 265 kader masih aktif menjalankan tugas.

Maudy Koesnadi Hamil Lewat Teknik Akupuntur

thumbnail
Oleh: Heni Kurniawati
Teknik pengobatan akupuntur tidak hanya membantu menyembuhkan berbagai penyakit, tapi juga membantu seorang wanita untuk bisa hamil. American Society for Reproductive Medicine menyebut, terapi akupuntur yang ditopang konsumsi obat tradisional atau sudah banyak membantu wanita menjadi hamil. Bahkan, sudah 42% wanita yang rajin dan rutin terapi akupuntur bisa hamil dibanding 26% yang tidak mendapatkan terapi akupuntur.
Kehamilan merupakan suatu hal yang membahagiakan dan ditunggu-tunggu oleh seorang ibu. Salah satunya Maudy Koesnadi, artis Jakarta saat membagi pengalaman seputar kehamilan pada Seminar Kesehatan di RSIA Puri Bunda.
Suami Erik Mejer ini mengaku, dirinya baru diberi momongan setelah menunggu 5 tahun. ‘’Berbagai cara ditempuh agar bisa cepat hamil. Namun tidak hamil sampai akhirnya menemukan metode akupuntur. Kehamilan saya tidak disangka-sangka. Karena memang saya saat itu sudah pasrah. Tapi karena metode akupuntur itulah saya dapat hamil,” tegas pemain sinetron Janji Hati ini.
Metode akupuntur, kata Maudy, membuat para wanita lebih rileks dan sirkulasi produktivitas hormon jadi lancer. Dengan begitu, aliran ke uterus, tempat sang bayi berada, bisa lebih terjaga. Dengan relaksasi secara teratur, ketenangan bisa didapat dan itu berpengaruh langsung pada perkembangan janin dan ibu.
Dengan metode akupuntur, dapat membantu wanita hamil untuk mengurangi rasa mual, sakit dan nyeri. Rasa sakit dan nyeri terjadi karena kurang seimbangnya aliran energi dalam tubuh. Keseimbangan dikendalikan dengan menusukkan jarum-jarum kecil atau menggunakan tekanan jari tangan ke titik tertentu di tubuh.
‘’Lewat relaksasi saya belajar ilmu ikhlas. Juga belajar bahwa hidup tidak selalu bahagia dan positif. Kadang ada cobaan yang merintangi. Namun jangan menjadikan masalah bertambah besar dan terpendam. Komunikasi dengan sang bayi. Hal ini akan menstimulasi perkembangan bayi dan membuat ibu tenang dan rileks. Relaksasi juga membantu saya tidak merasa mual selama 37 minggu masa hamil. Metode ini meringankan nyeri dan sakit pada persalinan,” ungkap mantan None Jakarta ini.

Senam Hamil Melancarkan Proses Persalinan

thumbnail
OLEH: DIDIK PURWANTO
Senam tidak hanya untuk menjaga kesehatan, tetapi juga membantu proses persalinan. Senam yang bagi ibu hamil hanya boleh diikuti ibu dengan usia kehamilan minimal empat bulan. Pada usia ini, janin bayi diyakini sudah cukup kuat dengan tali plasenta yang sempurna. Tujuan senam hamil untuk memperkuat dan mempertahankan kelenturan otot-otot dinding perut, dasar panggul dan otot-otot tubuh .
Selama senam, dilatih sikap tubuh untuk menghindari atau memperingan keluhan seperti sakit pinggang dan punggung, merilekskan tubuh serta melatih berbagai tehnik pernafasan agar saat persalinan bisa berjalan lancar.
Gerakan yang dilatih terletak pada bagian tubuh kepala, bahu, dada, perut, punggung belakang, paha dalam, paha luar, lingkar paha, kaki dan betis. Yang mengikuti senam ini, lebih pada ibu hamil dengan kondisi sehat secara fisik dan mental atau atas rekomendasi dokter (bidan). “Agar tidak lekas capek atau letih, senam kehamilan hanya disarankan tiga kali seminggu selama 15 hingga 30 menit,” ujar dr Nyoman Netty Santyari Mega.
Dokter yang juga trainer Senam Hamil di RS Puri Bunda Denpasar ini menjelaskan, dalam senam kehamilan harus ada persiapan kesehatan. Ibu hamil dengan penyakit kronis seperti jantung, plasenta previa (letak plasenta di bawah dan menutupi jalan rahim), paru, ginjal dan penyakit dalam lainnya dilarang mengikuti senam tersebut.
Selain itu, pakaian yang dikenakan harus longgar dan menyerap keringat karena kondisi gerah yang dialami pasca senam akan mengganggu. Lazimnya, senam hamil dilakukan di rumah sakit, rumah bersalin atau tempat-tempat tertentu dengan bimbingan guru senam kehamilan. Bila kaum ibu tidak sempat atau tidak memiliki akses ke tempat senam bisa senam sendiri di rumah.
Hanya saja, bila janin sudah mendekati usia 9 bulan atau lebih dari 30 minggu, maka senam hamil harus dengan pengawasan dokter, terutama untuk melatih otot dasar panggul. Otot ini sangat rawan karena dekat posisi rahim ibu. Jika salah maka akan fatal,” tambah alumni Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang ini. Duduk bersila merupakan posisi ideal melakukan senam hamil. Namun ada juga senam dengan teknik tidur terlentang bahkan tidur dengan posisi miring terutama saat relaksasi

Ibu Sehat, Bayi Cerdas

thumbnail
OLEH: AGUS SALAM
Bagi organisasi kesehatan dunia (WHO), angka kematian bayi (AKB) dan angka kematian ibu (AKI) merupakan dua indikator terpenting untuk menilai derajat kesehatan masyarakat suatu negara. Belum lama ini, WHO mencatat, jumlah wanita hamil yang menderita komplikasi infeksi menular seksual (IMS) mencapai 8 juta orang. Dari jumlah itu, sekitar 529.000 orang hidup di negara-negara berkembang. Dan konon, banyak yang meninggal akibat minimnya pelayanan medis.
Di Indonesia, pembangunan sektor kesehatan masih tetap menjadi perhatian serius karena AKI dan AKB masih rentan terjadi pada ibu hamil, ibu bersalin dan bayi pada masa perinatal. Hal itu juga diakui Menkes Siti Fadillah Supari. Depkes sendiri terus berjuang keras untuk menekan AKB di Indonesia hingga 20 orang per 1000 kelahiran hidup, yang sekarang masih bertengger pada 35 orang per 1000 seribu kelahiran hidup.
Selain itu, pelayanan kesehatan kepada masyarakat miskin, penanggulangan penyakit menular, gizi buruk dan krisis kesehatan akibat bencana, peningkatan pelayanan kesehatan di daerah terpencil, daerah tertinggal, daerah perbatasan dan pulau terluar harus lebih ditinggkatkan.
Untuk menekan tingginya AKI dan AKB, Depkes menerapkan empat langkah strategis. Seperti diungkap Dirjen Bina Kesehatan Masyarakat Depkes, Sri Astuti S Suparmanto, ke-4 strategi itu adalah menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat, meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, meningkatkan sistem surveilans, pemantauan dan informasi kesehatan, serta meningkatkan pembiayaan kesehatan.
Hal itu didukung lagi dengan 17 sasaran, antara lain semua desa menjadi desa siaga, setiap orang miskin mendapat pelayanan kesehatan, setiap bayi, anak, ibu hamil dan kelompok masyarakat resiko tinggi terlindungi dari penyakit, serta setiap desa tersedia tenaga kesehatan yang kompeten. Pembentukan desa siaga untuk menunjang upaya penurunan AKI dan AKB, dengan menempatkan bidan dan melatih kader.
Direktur Maternal and Neonatal Health (MNH), Dr Abdulah Cholil, MPH pada sebuah seminar di Jakarta mengakui tingginya AKI dan AKB disebabkan oleh minimnya sarana dan prasarana kesehatan di daerah, terutama daerah pelosok dengan kondisi perekonomian relatif kecil. Akibat ibu yang sedang hamil cukup sulit untuk memeriksa dan merawat kehamilan.
‘’Hampir setengah dari jumlah persalinan yang terjadi, yakni sekitar 40 persen, tak punya akses ke bidan. Selain itu penekanan angka kematian ibu harus dimulai dari pemberian layanan kesehatan yang prima. Kualitas penolong persalinan dan fasilitas pelayanan kesehatan harus sesuai standar yang mengutamakan keselamatan pasien,’’ katanya.
Abdulah Cholil juga mengatakan tingginya kematian ibu dan anak ini, merupakan tantangan dan juga gambaran bahwa kesadaran masyarakat terhadap kesehatan ibu hamil dan bayi masih rendah. Karena itu Depkes harus bergerak untuk meningkatkan kesadaran dengan berbagai program yang mereka prioritaskan.

Ibu Hamil, Rajin Jalan Kaki

thumbnail
Oleh: Wayan Nita
Perasaan takut berbaur cemas selalu menghantui seorang ibu yang sedang hamil. Secara medis, kondisi demikian berpengaruh terhadap pertumbuhan janin dalam kandungan, sampai terjadi perubahan gen dalam tubuh. Sebaliknya, bila selama hamil, seorang ibu merasa senang maka bayi dalam kandungan akan tumbuh secara optimal.
Dr Ivan R Sini, MD FRANZCOG GDRM SpOG berpendapat, para tenaga medis dapat membantu mengetahui kesehatan kehamilan seorang ibu yang hamil guna mengurangi rasa cemas. Bagi ibu hamil, penting melakukan kontrol dan rajin konsultasi seputar kehamilan. Pertumbuhan janin di dalam perut seorang ibu dipengaruhi faktor genetik dan ras, asupan nutrisi, lingkungan, gaya hidup ibu dan kesehatan ibu. Faktor psychological bond sering membuat ibu cenderung marah sehingga dapat mempengaruhi tumbuh kembang janin.
”Psychological bond merupakan ikatan jiwa orang tua dan bayi. Ikatan jiwa ini terbentuk melalui sentuhan, musik maupun stimulasi saraf. Sebaiknya jangan hanya ibu tetapi sang ayah pun harus berinteraksi pada sang bayi,” kata dokter RSIA Puri Bunda Denpasar.
Bantuan medis diperlukan agar para ibu hamil dapat kontrol kehamilan, menyediakan konsultasi kehamilan dan permasalahan, mengevaluasi hasil diagnosa, pemeriksaan kelainan kogential dan memberi motivasi kepada ibu hamil agar bisa melewati masa kehamilan dengan rasa nyaman dan bahagia. Ibu hamil, lanjut dr Ivan, membutuhkan nutrisi yang mengandung kaborhidrat, protein, lemak, mineral, vitamin dan suplemen. Karbohidrat diperlukan 300 Kcal per hari terutama tri semester kedua dan ketiga. Suplemen asam folat 300-400 mcg per hari pada 12 minggu tri semester I agar terhindar dari kecacatan.
”Ibu hamil cenderung mengalami anemia. Oleh sebab itu, ibu hamil harus mencukupi kebutuhan nutrisi. Zat besi harian sebesar 30 mg yang dapat diperoleh dari daging, kacangan, sayur hijau dan telur. Ibu hamil perlu hindari diri dari rokok, alkohol dan obat-obatan rekreasi (narkoba) karena dapat menimbulkan masalah pada perkembangan janin. Sebaiknya jalan kaki, renang serta tidur yang cukup,” jelas Vice President PT Bundamedik.
Informasi persalinan tentang metode dan cara mengatasi rasa sakit juga sedini mungkin perlu diketahui setiap ibu hamil agar dapat memilih metode yang baik. Persalinan sendiri melewati 12-15 jam yang terdiri atas fase latent (jarang mual) dan aktif, pembukaan leher rahim selebar 4 cm, pembukaan leher rahim selebar 10 cm ditandai munculnya kepala bayi dan fase bayi lahir sampai ari-ari keluar.
Bagi ibu hamil yang mau bebas dari rasa sakit dan nyaman saat bersalin, bedah caesar juga bisa menjadi jalur alternatif. Bedah Caesar berarti bayi keluar melalui rahim atau tidak melewati jalan lahir dengan insisi (torehan) kulit dan uterus (kandungan ibu hamil.
Menurut Prof Dr dr Ketut Suwiyoga, SpOG (K), dengan cara ini, perut dan rahim seorang ibu hamil dibedah. Meski sudah ada jaminan keamanan dan kenyamanan bagi ibu yang melakukan bedah caesar tetapi bukan tanpa resiko. Melahirkan normal pun penuh resiko tapi semua itu tergantung peralatan dan kesiapan tim medis yang menangani proses itu.
Bagi dokter spesialis kadungan, ada banyak alasan yang memvonis seorang ibu untuk melahirkan secara caesar. Antara lain bayi terlalu besar, posisi bayi melintang, plasenta pecah, jalan lahir sempit, kekuatan mengejan ibu lemah, ibu berpenyakit jantung atau penyakit menahun lain yang membuat kekuatan ibu melemah. Ada juga dokter mengalami dilematis karena banyaknya permintaan ibu untuk melahirkan secara caesar.
Sebelum ibu hamil memutuskan untuk bedah caesar, dokter kandungan yang mendampingi akan menjelaskan resiko bedah caesar jika tanpa ada alasan medis. Karena, menurut Prof. Suwiyoga, dokter spesialis kandungan hanya akan melakukan tindakan bedah caesar jika keselamatan ibu dan janin terancam. “Meski banyak ibu hamil meminta melahirkan dengan cara bedah caesar tapi dokter spesialis kandungan tak akan gampang memenuhi keinginan itu,” tegas Prof Suwiyoga.
Akibat kemajuan teknologi, penanganan ibu hamil saat melahirkan tetap tercipta rasa nyaman. Selain didampingi empat dokter spesialis (kandungan, anestesi, penyakit dalam dan kebidanan), juga dilengkapi peralatan canggih dan teknik pembedahan yang modern. Karena itu, tidak ada lagi batasan berapa kali ibu hamil boleh operasi caesar, apalagi cara melahirkan demikian berimbas positif pada rekonstruksi rahim. Rekonstruksi rahim berfungsi untuk merapikan jahitan dan jaringan dalam rahim seperti semula sehingga siap untuk hamil dan dibedah lagi.
“Ibu yang telah dua kali melakukan bedah caesar kemungkinan untuk melahirkan normal pada kehamilan berikutnya sangat kecil. Karena kekuatan otot-otot dinding rahim telah berkurang,” tegas Prof Suwiyoga.

48 Jam Pertama, Waktu Adaptasi

thumbnail
Oleh: Wayan Nita
Banyak hal yang perlu diperhatikan seorang ibu hamil saat memasuki masa persalinan. Makanan bernutrisi, kebutuhan bayi, rumah sakit hingga kesiapan mental ibu. Dampingan suami dan keluarga sangat dibutuhkan jelang detik-detik melahirkan. Rasa sakit hilang begitu sang bayi lahir dan tangisan pertama mampu mengobati rasa sakit itu.
Begitu bayi lahir, --persalinan normal atau bedah caesar, langsung dibersihkan dan diberikan kepada ibunya untuk disusui (laktasi). Sebab air susu ibu (ASI) yang pertama kali keluar mengandung antibodi yang dibutuhkan bayi agar tubuhnya tetap kuat. ASI pertama merupakan endapan nutrisi dari makanan selama ibu hamil. Setelah melahirkan, dengan spontan ASI keluar begitu sang bayi mulai menyusu. “Produksi ASI akan semakin banyak seiring semakin seringnya bayi menyusu,” ungkap Prof Dr dr Ketut Suwiyoga, SpOG (K).
Bayi yang baru lahir membutuhkan waktu untuk beradaptasi, karena itu 48 jam pertama merupakan waktu vital. Bayi belajar bernafas, mengatasi keadaan sekitarnya yang tidak sehangat dalam kandungan ibu. Selain itu, bayi yang baru lahir belum bisa buang air besar dan kecil, termasuk belum bisa menerima makanan berupa ASI. Sering, bayi muntah karena menolak ASI yang diminumnya. Pada saat itu, butuh perhatian ekstra dari ibu maupun petugas kesehatan agar bayi dapat melewati masa vitalnya.
Bayi yang baru lahir dan tidak menangis akan rawan mengalami kegagalan bernafas dan bisa menyebabkan kematian. Kedinginan juga menjadi faktor utama bayi mengalami trauma lahir karena suhu ruangan tidak sehangat suhu dalam rahim. Hipotermi (kedinginan) yang dialami bayi dapat menyulitkan pernapasan akibat minimnya oksigen yang masuk. Kematian dapat mengancam jiwa bayi, jika Asfiksia (gagal) bernapas, apalagi pada bayi yang lahir premature.
Untuk mengatasi hal itu, petugas kesehatan memasukkan bayi dalam incubator dan diinfus untuk mendapatkan nutrisi. Ruangan bayi yang baru lahir dan ibu harus disatukan agar ibu mudah mengontrol dan mendekati bayinya, namun tetap dalam sebuah ruangan yang steril agar tidak semua tamu yang berkunjung langsung mencium bayi tersebut. “Untuk menghindarinya, sebisa mungkin jangan mencium atau menggendong bayi tanpa mencuci tangan dan membersihkan diri,” pesan Prof Suwiyoga.

Water Birth Kurangi Rasa Sakit

thumbnail
Oleh: Heni Kurniawati
Kehamilan merupakan sesuatu yang ditunggu dan menggembirakan bagi seorang wanita, meski proses melahirkan seakan jadi momok bagi setiap ibu yang hamil. Rasa sakit dan nyeri saat melahirkan sudah menjadi kodrat wanita. Tak jarang, kekhawatiran akan lamanya proses kelahiran dan rasa sakit, sering menghantui pikiran calon ibu sehingga jalan pintas diambil melalui proses cesar. Akan tetapi hampir setiap ibu menginginkan proses kelahiran berjalan normal. Di era modern ini, ada banyak cara yang ditawarkan kepada seorang ibu yang hendak melahirkan, antara lain metode water birth.
Dr I Nyoman Hariyasa Sanjaya, SpOG, dokter spesialis kandungan RS Harapan Bunda Denpasar mengatakan, metode persalinan water birth diyakini sebagai cara melahirkan dengan tingkat kesakitan yang minim. Proses melahirkan dengan metode ini sangat sederhana dan tidak jauh beda dengan persalinan normal.
Perbedaan terletak pada mediasi yang memakai kolam air (bath up) berdiameter 1,5-2 m berisi air hangat dengan 34-37oC atau kurang lebih sama dengan suhu di dalam rahim. Hal itu membantu seorang ibu mengurangi rasa sakit selama kontraksi, sekaligus melancarkan proses persalinan.
“Air hangat membuat kulit vagina menjadi elastis sehingga proses kelahiran lebih mudah dan cepat serta mengurangi rasa sakit 40-60% dari persalinan biasa. Suhu air hangat membuat sirkulasi pembuluh darah lebih baik sehingga kontraksi lebih mudah dan mulut rahim menjadi lembek dan mudah dibuka. Bahkan untuk beberapa kasus, mulut rahim tidak perlu dijahit lagi karena tidak robek,” ujar lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.
Proses persalinan water birth memakan waktu 1,5 hingga 2 jam seperti layaknya persalinan di ranjang dan ibu berada di dalam kolam ketika masuk pembukaan 8. Air yang digunakan telah disteriliskan dengan ultraviolet sehingga aman bagi bayi. “Bayi tidak akan tersedak air karena mereka baru bernafas setelah diangkat dari air dan diusahakan bayi diangkat secepatnya dari air setelah dilahirkan kurang lebih 8-10 detik,” tambahnya.
Mengenai resiko melahirkan di air hampir sama dengan melahirkan normal. Namun, bagi mereka yang memiliki pinggul kecil, bayi sungsang atau ibu yang menderita herpes dilarang melahirkan di dalam air. “Kuman herpes tidak mati di dalam air dan penularan dapat terjadi melalui mata lewat selaput lendir dan tenggorokan bayi. Karena itu, mereka yang punya penyakit herpes tidak disarankan menjalani proses water birth,” ujarnya.
Selain itu, ibu yang ingin melakukan water birth, harus menjalani senam hamil sebelumnya untuk pernafasan dan kelenturan lubang vagina agar memudahkan kelahiran bayi.
Keuntungan melahirkan di air, sang ibu merasa rileks dan nyaman, mengurangi rasa sakit, lebih bebas bergerak dan pindah posisi serta mengurangi perobekan perineum (daerah antara vagina sampai anus) sehingga tidak perlu dilakukan episiotomi (penjahitan). Bagi bayi, mencegah trauma atau risiko cedera kepala, kulit lebih bersih dan menurunkan risiko bayi keracunan ketuban.
Ket. foto: Dr I Nyoman Hariyasa Sanjaya, SpOG

Salak Organik Sleman Tembus Swalayan

thumbnail
OLEH: AGUS SALAM
Salak pondoh asal Sleman, sudah lama dikenal luas oleh sebagian besar warga di berbagai daerah. Salak pondoh dibudidaya para petani di sekitar Kabupaten Sleman. Selain di Sleman, salak sudah pondoh sudah dikembangkan di Desa Serumbung, Magelang Jawa Tengah. Uniknya, petani Serumbung mengembangkan tanaman buah ini secara organik dengan memakai EM4.
Suwito (45) merupakan salah satu petani yang cukup berhasil dalam usaha budidaya salak organik. Budidaya salak menjadi usaha serius yang dilakukan keluarga Suwito secara turun menurun. Sejak kecil Suwito sudah akrab dengan salak. Pada awalnya, para petani membudidayakan jenis salak lokal, atau biasa disebut salak Jawa, yang rasanya agak kecut dan tumbuh liar. Namun, sejalan dengan waktu, varietas salak pondoh, yang merupakan varietas asli asal Turi mulai dikembangkan, termasuk oleh ayahnya Suwito.
Salak pondoh asal Sleman memiliki kekhasan karena rasanya yang manis dan renyah. Kondisi inilah yang membedakan salak Pondoh Sleman dengan salak dari daerah lain. Apalagi salak pondoh organik dengan teknologi EM4, memiliki keawetan dan kesegaran yang lebih lama, dan warna buah yang lebih cerah.
Usaha Kebun Wisata Salak Pondoh Suwito yang pertama dibuka adalah kebun milik keluarga seluas 3 hektar. ‘’Sekarang saya memiliki perkebunan salak seluas 1 hektar, mulai dari tanam sampai penyuburan media tanam, saya pakai bokashi pupuk kandang tanpa campur bahan kimia. Hasilnya cukup memuaskan. Selain manis dan daya tahan buah lebih lama, juga terjadi peningkatan produksi setiap tahun. Untuk pemasaran, Suwito tidak pernah kesulitan memasarkan. Apalagi salaknya sudah terkenal sebagai salak organik. ‘’Banyak konsumen memetik sendiri salak yang ada di kebun,’’ katanya.
Bahkan beberapa swalayan di Semarang tertarik menjalin kerja sama. Selain melayani orderan salak organik, Suwito juga menerima orderan bibit salak pondoh, konsultasi dan lain-lain. ‘’Untuk penggunaan bokashi sendiri, setiap tahun semakin irit, karena kondisi tanah untuk salak semakin subur. Dengan memanfaatkan limbah-limbah yang ada yang difermentasi dengan EM4, kondisi kesuburan tanah semakin terjaga dan produksipun semakin meningkat,’’ katanya.

Tanaman Perlu Nutrisi Setelah Panen

thumbnail
Oleh: Wayan Nita
Selain bercocok tanam di sawah, sebagian besar masyarakat di Indonesia menanam tanaman tahunan. Tanaman tahunan yang menjadi idola seperti cengkeh, manggis, durian, mangga, kakao, kopi, jeruk, anggur, bahkan jati hingga albisia. Selama ini dari macam tanaman tahunan tersebut bisa menjadi andalan ekspor Indonesia. Sehingga banyak petani yang membuka lahan untuk perkebunan tanaman tahunan tersebut. Atau sengaja membuat pekarangan yang ditanami dengan tanaman buah sebagai perindang sekaligus bisa dinikmati hasilnya.
Staf ahli teknologi EM dan instruktur pelatihan IPSA, Nyoman Darma menyatakan, perhatian pada tanaman tahunan perlu dilakukan demi menjaga agar tanaman tetap produktif dengan hasil yang memuaskan. Perawatan dengan pemberian pupuk Bokashi Kotaku dan larutan EM perlu diberikan baik saat hendak menanam tanaman, pada saat tanaman dalam proses pertumbuhan atau masa belum menghasilkan buah dan saat tanaman itu berbuah.
Yang kadang kurang diperhatikan oleh petani adalah lupa memupuk tanaman ketika tanaman tersebut hendak dipanen. Padahal, tanaman membutuhkan banya nutrisi setelah panen. Sehingga bila lupa dipupuk maka daun akan berguguran dan tanaman layu, bahkan dapat menurunkan produksi berikutnya.
“Sebaiknya tanaman dipupuk seminggu sebelum panen, agar setelah panen nutrisi yang dibutuhkan tanaman memulihkan kondisinya sudah tersedia dalam tanah. Dosis yang digunakan untuk tiap jenis tanaman tahunan dan waktu pemberiannya berbeda, lebih kanjut dapat dilihat pada brosur,” kata Darma.
Memang lama proses perawatan dengan pupuk organik tapi dampak jangka panjang akan memberikan hasil yang lebih baik dibanding pupuk kimia. Dengan pupuk Bokashi Kotaku mengandung hara makro dan mikro yang dibutuhkan tanah dan tanaman, bentuknya halus sehingga mudah diserap tanaman. Selain itu dapat meningkatkan kegemburan tanah, efisiensi penggunaan pupuk anorganik, menekan pertumbuhan pathogen (penyakit) dan mampu meningkatkan produksi tanaman.
Agar lebih efektif dalam penggunaan pupuk Bokashi perlu ditambah larutan EM untuk menyemprot tanaman dan menyiram tanah saat pemberian pupuk.
Cara pemberian pupuk pada tanaman baik saat tanam, tanaman belum menghasilkan dan saat tanaman menghasilkan sama. Yaitu mengemburkan tanah dan dibuat lubang dibawah tajuk tanaman kemudian taburkan pupuk Bokashi Kotaku. Setelah pupuk Bokashi ditaburkan diatas lubang yang dibuat di sekitar tanaman selebar tajuk tanaman, lubang kemudian ditutup dengan tanah dan daun-daunan terakhir disiram dengan larutan EM.
Penyemprotan larutan EM dilakukan sebulan sekali atau jika tanaman layu dan kering dapat disiram seminggu sekali. “Tujuannya untuk menyediakan nutrisi pada tanaman dan menghindarkan tanaman dari serangan hama dan penyakit,” urai Darma.

Terobosan Baru Mengatasi Gizi Buruk

thumbnail
Oleh: Wayan Nita
Melambungnya harga bahan pokok semakin membuat anak-anak kekurangan gizi. Ditambah lagi hilangnya kedelai dari peredaran menyebabkan mahalnya harga tahu dan tempe. Dimana makanan tersebut menjadi lauk andalan keluarga Indonesia sebagai sumber protein pengganti daging yang tak terbeli. Jika kondisi ini terus melanda masyarakat kecil maka generasi penerus tidak akan bisa bersaing dengan teknologi.
Adi Kharisma, orang yang peduli dengan perkembangan kecerdasan tunas bangsa yang akan menjadi tulang punggung keluarga dan bangsa. Untuk itu Adi mulai mengenalkan terobosan baru pada masyarakat, khususnya ibu-ibu dan anak usia sekolah dasar. Dimulai dengan mengenalkan cara penanaman tanaman kacang-kacangan dalam pot dengan teknologi baru. Hal itu ditujukan untuk masyarakat perkotan yang sudah tak punya lagi lahan kosong juga bertujuan untuk menghijaukan kota yang panas.
Sedangkan pengenalan pada ibu-ibu lewat kelompok wanita tani dan menyasar sekolah-sekolah dasar untuk mengajarkan guru-guru agar memberikan ekstrakulikuler menanam tanaman kacang-kacangan dalam pot.
Menurut Adi, yang juga pemilik warung Sela Boga, tujuan dari dikenalkannya metode ini adalah untuk membantu mengembalikan gizi anak dengan asupan kacang-kacangan yang mereka tanam sendiri dan mengajarkan wirausaha pada anak sedini mungkin. Usaha awal Adi dengan memberikan anak-anak susu kedelai dan mengenalkan pada anak-anak dan ibu-ibu akan pentingnya asupan protein dari kacang-kacangan.
Mulanya Adi membekali mereka dengan cara menanam tanaman kacang-kacangan seperti undis, kedelai dan kecipir dalam pot juga dilahan untuk yang punya lahan. Setelah tanamannya berbuah maka buah itu diolah mereka sendiri menjadi tempe atau susu kedelai dan dimanfaatkan sendiri. Untuk mendapatkan alat-alat pemroduksi tempe dan susu mereka harus menjual susu kedelai yang dijual Adi pada mereka. “Dengan cara tersebut kebutuhan gizi keluarga terpenuhi dan wanita tani dapat membantu suaminya dalam keuangannya,” urai Adi.
Media yang digunakan Adi untuk menanam tanaman kacang-kacangan berbeda dengan metode yang selama ini ada. Adi mencampurkan pupuk kandang, pasir kali dengan serabut kelapa kemudian dimasukkan dalam pot sebagai media. Setelah tanaman kacang ditanam maka diatasnya ditaburi dengan sekam padi.
Menurut Adi, tujuan pemberian sekam padi adalah utnuk menjaga kelembaban tanaman dan sebagai filter untuk air yang masuk dalam tanah. Sehingga saat musim hujan pot tidak terlalu becek dan musim kemarau pot tidak terlalu kering. “Tanah dalam pot kandungan nutrisinya bisa setiap hari diproduksi oleh cacing yang tumbuh subur dalam tanah. ehingga selain tanamannya subur, kondisi tanah juga subur,” jelas Adi.
Metode ini diperolehnya dari internet dan telah dicobakannya pada tanaman di rumahnya. Telah tujuh desa di Bali ini yang dikunjunginya seperti, Abang (Karangasem), Belimbing (Pupuan), Jimbaran, Seririt (Buleleng), Pelage (Badung), Ungasan dan Kintamani (Bangli) diberi penyuluhan pemanfaatan lahan untuk ditanami tanaman kacang-kacangan. Dan telah bekerjasama dengan Dinas Pertanian untuk menggunakan metode menanam tanaman kacang-kacangan dalam pot sebagai paru-paru kota dan perbaikan gizi masyarakat.

EM4 Tambak, Penetral Bakteri

thumbnail
Kolam Lobster
OLEH: INDAH WULANDARI

hadni_wulan@yahoo.co.id

Bila hobi bisa menjadi sebuah pilihan bisnis alternatif, maka perlu keseriusan lebih untuk menjajal level profesional. Ide Putu Sukrada membeli 1 set bibit lobster air tawar (Red Crawl) September tahun lalu jadi titik awal lakoni bisnis menggiurkan ini.
Permintaan para pemilik restoran seafood Pulau Dewata sangat tinggi pada komoditi lobster ini. Setelah panen perdana pada Februari ini Sukrada baru bisa memasok 3 kg lobster dengan bandrol harga Rp 150 ribu/kg. ‘’Padahal permintaannya sebanyak 10 kg, sayang jumlahnya belum terpenuhi karena bibitnya masih terbatas,” jelasnya. Pria yang juga bekerja di perusahaan asuransi ini berencana menambah bibit lagi sekitar 2000 ekor.
Selain kuantitas bibit, ia menekankan pula pemilihan bibit yang baik dan kualitas air tempat hidup lobster. Agar produktivitas lobsternya meningkat, Sukrada membuat tempat pembibitan dan pembesaran secara terpisah. Kolam pembibitan dari semen berukuran 1,5 X 2,5 meter ditempatkan di kediamannya, Perum Sri Dewi Br Bernasi, Buduk, Denpasar. Ia pun menggandeng rekannya, Ketut Gunakaya untuk menangani kolam pembesaran berukuran 4 X 8 meter diatas sepetak sawah produktif di Br Tabang, Ds Bebetin Subak Manuksesa, Singaraja seluas 0,5 are
Berbekal pengetahuan tentang efektivitas teknlogi EM (effective microorganisms) dari staf PT Songgolangit Persada, ia mempercayakan perawatan higienitas kolam dan tambaknya dengan produk EM4. Sebulan ia menghabiskan kurang lebih 1 liter EM4 dengan dosis 2 sloki kecil yang diberikan tiap 3-7 hari sekali setelah pembersihan kolam. Hasilnya, sisa pakan yang mengendap jadi butiran pasir kecil sehingga air ternetralisir dari bakteri dan biang penyakit lain.
Proses pembusukan yang umumnya sering terjadi pada bagian tubuh dan kulit lobster bisa dihindari. Bahkan warna kulit lobster lebih cerah. Saat ini pria energik ini mulai berbagi pengalaman saat mengelola bisnis lobster dengan EM4 pada para petani di sekitar areal tambaknya. Penghasilan petani tidak harus tergantung tanaman utama saja, sebut Sukrada, namun harus ada pendapatan tambahan untuk kesejahteraan hidup.

Hidupi Keluarga Dari Limbah

thumbnail
Oleh: Ir Kadek Suiartana
Limbah sering menjadi sumber masalah bagi umat manusia, baik lingkungan, kesehatan maupun masalah sosial. Namun lahirnya orang-orang kreatif membuat limbah tidak lagi menjadi biang masalah. Sebaliknya, barang bekas hasil samping aktivitas manusia bisa menjadi sumber berkah. Itulah yang kini dialami Nyoman Sukaada (36), warga Desa Mekar Buana, Badung. Dengan limbah, Sukaada mampu menghidupi kebutuhan keluarga yang terdiri dari istri, empat anak dan seorang ibu tersebut.
Sejak tahun 2000, jebolan sebuah SMA swasta di Denpasar ini berbisnis limbah. Tidak seperti pemulung yang umumnya mencari limbah anorganik seperti besi, plastik dan kaleng. Sukaada memilih limbah yang bersifat organik. Dengan tekun dia mengumpulkan sisa-sisa tumbuhan dan hewan untuk menopang perekonomian keluarga.
Hambatan paling berat yang harus dilewatinya adalah pada musim hujan karena kotoran hewan ikut tercebur dalam lumpur yang membecek. Untuk mengatasinya, Sukaada menutup dengan dedaunan. Limbah tumbuhan didapat dari industri kayu dan penyosohan beras sedangkan limbah hewan dikumpulkan dari para peternak tradisional.
Limbah yang terkumpul dikirim dengan sebuah truk buatan 1990 ke Denpasar. Limbah organik itulah yang digunakan sebagai bahan baku pupuk organik Bokashi Kotaku. Sebagai pemasok bahan baku sebuah produk yang telah mendapat kepercayaan tinggi dari konsumen dia dituntut untuk selalu siap menyediakannya berapapun dan kapanpun dibutuhkan sehingga tidak sampai stockout. Tidak hanya jumlah dan waktu, soal kualitas tidak luput dari perhatian.
Menurut Ir Koentjoro Adjijanto, Kepala Produksi pupuk Bokashi Kotaku pihaknya menetapkan standar bahan baku yang ketat agar kualitas produk tetap terjaga. “Kotoran kandang sudah matang, kadar air tidak lebih dari 17 persen dan lebih bagus lagi bila peternak telah menggunakan EM4,” jelas Koentjoro.
Sukaada merasa senang bisa bisa membantu meningkatkan perekonomian empat orang tenaga kerjanya yang semua perempuan. Selain itu dia juga mampu memberikan penghasilan tambahan kepada peternak tradisional. Sebelumnya para peternak membuangnya begitu saja ke kali. Kini dia membina kerjasama dengan ratusan peternak kecil yang tersebar di berbagai desa. Banyaknya peternak yang dibina karena limbah dibutuhkan setiap hari. Sementara seorang peternak kecil hanya mampu menghasilkan tidak lebih dari satu truk.
Penghasilan yang didapat suami Puspawati ini sangat bergantung pada pemasaran pupuk Bokashi Kotaku. “Di musim pemupukan dia bisa mengantongi uang 3-4 juta per minggu”, kata lelaki yang sebelumnya bisnis material bangunan. Di luar musim pemupukan, pendapatan bisa Rp 1,3 – Rp 1,5 juta per minggu. Gaji empat tenaga kerja, Rp 25 ribu per orang sehari.
Ketut Suartini, salah seorang tenaga kerja mengatakan, upah yang didapat lebih tinggi dibanding yang diterima bila bekerja di sawah. Sukaada menggantungkan hidupnya pada limbah dan secara tidak langsung ikut melancarkan pemasaran pupuk Bokashi Kotaku yang diproduksi Pak Oles. Dia kini merasa bersyukur dan berharap agar pupuk Bokashi Kotaku terus dipercaya konsumen. Selain itu dengan tulus Sukaada berharap agar Pak Oles bisa segera memliki lahan baru untuk tempat produksi.

EM4 Usir Bau Amis Kotoran Babi

thumbnail
OLEH: HERNAWARDI
Sebelum memakai EM4, kotoran babi yang dipelihara Wayan Wirtha di sekitar lereng Gunung Sasak, Gerung sering membuat warga sekitar tidak betah bertamu lama-lama. Sebab, begitu memasuki halaman rumah Wirtha, tericum bau amis yang tidak sedap buat pernapasan.
Warga Teluk Gedang, Banyu Urif, Gerung, Lombok Barat ini cukup terpukul melihat reaksi para tamu yang hanya sesaat bertandang ke rumahnya. Siapapun orangnya pasti terganggu pernapasan jika ke rumah. Kotoran babi yang berserakan di kandang cukup menebar bau yang tidak sedap dan menyengat bahkan sampai memusingkan kepala. Tetangga sekitar sering menyindir karena baunya bisa tercium hingga radius satu kilo meter.
Halaman rumah yang terkesan tidak terurus dengan aroma cukup mengganggu hidung itu kini sirna. Wirtha berhasil meredam keluhan warga dengan menyemprotkan EM4 ke kandang ternak babi maupun itik yang dibangun di sekitar rumah. “Tidak hanya menghilangkan bauk kotoran ternak, EM4 juga bisa diminumkan pada ternak babi untuk mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan kegurihan daging dari segi cita rasa,” ungkap guru SDN 3 Banyu Urif itu.
Ada beberapa pengalaman mengesankan bagi Wirtha sejak dirinya memakai EM4. Semula hanya memelihara 8 ekor indukan babi, namun seiring prospek pasar yang menggiurkan kini sudah menjadi 80 ekor. Perkembangan populasi yang demikian pesat, tidak terlepas dari pemanfaatan EM4 yang mampu meningkatkan selera makan dan mempercepat pertumbuhan.
Pertumbuhan ternak babi sebelum dan sesudah memakai EM4 terjadi perbedaan yang sangat menyolok. ’’Jika sebelum memakai EM4 pertumbuhan ternak lamban, selera makan berkurang dan kotoran sangat tidak ramah lingkungan, maka sejak diterapkan EM4 semuanya menjadi lebih baik. Pertumbuhan, selera makan, ramah lingkungan dan tidak menimbulkan bau. Lebih-lebih soal bau ini sangat mengganggu ketika tiba musim hujan. Kalau musim kering baunya bisa berkurang,’’ ungkap Wirtha.
Selama pemakaian EM4, Wirtha mengaku ternaknya tak pernah sakit. Beda dengan sebelum pemakaian EM4 dan bekas kotoran ternaknya yang diolah menggunakan EM4 digunakan untuk pupuk tanaman. Bahkan resep yang diterapkan Wirtha, sudah diikuti sebagian warga sekitar.

Jual Produk, Gratis Pijat Refleksi

thumbnail
OLEH: WURI WIGUNANINGSIH
Sebagai seorang marketing harus mampu menciptakan kreativitas agar produk yang ditawarkan lebih cepat dibeli konsumen. Ahman, salah seorang marketing asal Unit Gresik, punya kiat khusus. Ia memberi bonus pijat refleksi bagi mereka yang membeli Ramuan Pak Oles yang ditawarkan terutama Minyak Oles Bokashi, Balsem dan Parem Lantik.
“Untuk membuktikan kalau produk yang kita jual memang bermanfaat, konsumen butuh sekali praktek. Misalnya apa keluhan konsumen kita. Kita perlu beri rujukan menggunakan beberapa produk. Kalau ada yang mengeluh sakit punggung, saya lihat dulu. Biasanya mereka saya pijit dulu dengan Minyak Oles Bokashi, Balsem atau Parem Lantik. Kebetulan saya punya sedikit pengetahuan tentang ilmu memijit,” katanya.
Konsumen baru percaya bila sudah membuktikan khasiat barang yang dibawa. Biasanya, untuk satu penyakit, dikombinasi beberapa produk. ’’Untuk gatal-gatal, alergi, saya gabung Minyak Oles Bokashi dengan Madu Jamur. Untuk perawatan wajah, saya gabung Saribing dan masker Madu Hitam. Dengan cara membeli produk dan diberi bonus pijit refleksi, sangat membantu peningkatan penjualan saya,’’ tambah Ahman

Suport BMN, Cabang Jakarta Buka Stan Pameran

thumbnail
OLEH: AGUS SALAM
Untuk mendukung Bulan Mutu Nasional (BMN) di lingkungan Deptan per 2007 yang digelar Badan Standarisasi Nasional (BSN), PT Karya Pak Oles Tokcer mengikuti pameran dan seminar ’’Jaminan Mutu Produk Pertanian Nasional untuk Mendukung Keamanan Pangan, Kesehatan dan Kesejahtraan Masyarakat. Sekjen Deptan dan Dirjen PPHP meninjau peserta pameran termasuk stand PT. Karya Pak Oles Tokcer dan PT Songgolangit Persada. ’’Ini Minyak Oles Bokashi yang paling manjur itu, ya,’’ kata Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Departemen Pertanian, Prof Dr Djoko Said Damardjati, MS.
Prof Damardjati juga sempat membaca informasi tentang EM4. ’’Sudah lama produk ini saya kenal,’’ kata Joko.
Di kalangan dunia pertanian dan kesehatan, Ramuan Pak Oles sudah sangat dikenal baik itu Minyak Oles Bokashi, Gelang Keramik, Madu Jamur, Saribing dan sebagainya terus diincar masyarakat. ‘Tidak perlu menjelaskan, rata-rata yang membeli sudah banyak yang kenal ramuan asal Bali ini. Kita ingin, produk lebih akrab dikenal oleh masyarakat,’’ kata Sigit, Salesmen Jakarta.
Selain Minyak Oles Bokashi, Gelang Keramik dan Madu Jamur merupakan produk yang paling laris dibeli masyarakat. Linda (55), salah satu penggemar berat Madu Jamur. Dia berhasil sembuh dari penyakit asam urat yang dideritanya setelah rutin konsumsi Madu Jamur. ’’Cukup sehari dua kali minum pada pagi hari dan jelang tidur,’’ katanya.
Khusus melancarkan peredaran darah, Linda konsumsi Minyak Oles Bokashi dan memakai Gelang Keramik ’’Kebetuan Minyak Oles Bokashi sudah habis di rumah, ada pameran begini, saya langsung beli dua botol,’’ ujarnya.