Elegan Nan Minimalis

thumbnail
Honda Jazz 2004, Denpasar
Aura melankolis terlihat dari wajah tampannya. Sosoknya bakal mengundang decak kagum cewek-cewek metropolitan. Adalah I Kadek Rum Sanjaya (27), pria kelahiran Karangasem ini selalu optimis dalam hidupnya. Tak ayal, meski terbilang muda, Kadek, begitu ia biasa diakrabi berhasil meraih cita menjadi bos besar Bimotora Motor (BM) di sekitaran Jl Mertasari, Denpasar. Sukses melebarkan sayap di dunia bisnis penjualan mobil bekas tak membuat cowok berbintang Cancer ini lupa daratan.
Selidik punya selidik, Kadek memang doyan modifikasi alias modif mania. Cowok hitam manis itu pun mengaku sejak duduk di bangku SMU doi keranjingan virus modifikasi. Nggak heran hobi modifnya itu terapresiasi dalam besutN Honda Jazz-nya kini. Menilik jubah si Jazz, siraman warna White Diamond Spice Hacker membalur eksterior. Nuansa elegan pun kental membesut pembatas bodi dengan variasi striping silver-nya. Di balik keeleganannya, konsep minimalis justru jadi rujukan si empunya lansiran 2004 ini. Lihat saja kekompakan fitur-fitur yang menjejali interiornya, rangkaian Fabulous terpatri hampir di seluruh komponen Honda. Tengok saja di Body Kit, GT Wing, Velg, Jog Seat, dan Knalpot. Mendukung variasi Fabulous, sang installer menjejalkan pula rangkaian head unit di buritan kosong mobil. Langkah akhir ditawarkan sang owner “Circuit”, agar kuat menggebuk jalan beraspal. Ban Toyo Proxes pun digaet buat kaki mungil si Honda Jazz. (WILIZ ZURAIDAH)

Data Modifikasi:
Body Kit, GT Wing : Custom Fabulous
Velg : Fabulous Ring 19’
Ban : Toyo Proxes
Cat : White Diamond Spice Hacker
Body Kit Installer : Circuit
Jog Seat : Kulit Fabulous
Pedal Seat : Vail Side
Shift Knop : Vial Saio
Hand Brake : Momo
Karpet : Semi Kulit
Tachometer : Auto Meter
Head Unit : JVC KD-DV5 108
CD Changer : JVC
Sub Woofer : Visionik
Midlle : Plit Soundstream
Tweeter : Visonik Monoblock
Knalpot : Fabulous
KPO/EDISI 152/MEI 2008

APLIKASI: Instalasi Spontan Power Pada Thunder 250 cc

thumbnail
Spontan Power (SP) adalah produk otomotif yang diproduksi Pak Oles & Biotor Technology dari butiran EM Keramik untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM). SP juga menjaga kebersihan karburator, memperpanjang umur busi serta meningkatkan performa mesin kendaraan roda dua dan empat.
Pemasangan SP pada jenis sepeda motor berbasis sport sedikit berbeda dengan pemasangan SP untuk kendaraan jenis bebek. Pasalnya, letak tangki BBM dan karburator sangat dekat sehingga perlu adanya tambahan selang agar posisi SP datar serta sirkulasi BBM tetap lancar. Peralatan yang perlu disiapkan saat instalasi SP pada Suzuki Thunder 250 cc: selang bensin 30 cm, tali krek plastik 2 buah dan satu unit SP motor.
Berikut langkah pemasangannya. Buka dek samping kiri, lepas selang bensin dari tangki menuju karburator, (Gambar I). Hubungkan selang dari tangki bensin ke nepel in SP. Lalu ujung selang yang telah disediakan dari nepel out SP masukkan ke nepel in karburator, (Gambar II). Ikatkan SP pada rangka sepeda motor sebelah kiri pada posisi datar dan hidupkan kendaraan dengan posisi gas stasioner. Spontan Power siap digunakan.
KPO/EDISI 152/MEI 2008

KONSULTASI BIOTOR: Manfaat Hexon

thumbnail
Rubrik ini diasuh oleh Drs Yunus Sugianto, staf ahli produk PT Pak Oles & Biotor Technology. Pembaca dapat mengirim pertanyaan soal kinerja dan aplikasi Spontan Power, Hexon dan Kudo ke email yunus_biotor@yahoo.com atau sms ke HP 081353232731 atau datang ke Bengkel Pak Oles Jl. Pulau Kawe, Gang II, No 7, Denpasar.

Tanya:
Pak Yunus Yth
Apakah Hexon (vitamin oli) dapat juga digunakan pada oli atas kendaraan 2-Tak dan apakah pemakaian Hexon harus rutin?
Dari: Bapak Nolet, Jl Simogunung, Surabaya

Jawab:
Hexon sebagai vitamin oli berperan untuk meningkatkan vitalitas (kemampuan oli) dalam menetralkan reaksi oksidasi. Proses oksidasi terjadi karena reaksi panas dan gesekan di dalam ruang mesin. Pada kendaraan 2-tak, oli berfungsi sebagai pelindung (pelumas) gesekan antara piston dan dinding blok. Disini penambahan Hexon sangat bermanfaat. Caranya, campurkan secara merata 10 ml Hexon dengan 1 liter oli 2-tak pada tangki oli atas dan bisa digunakan juga untuk oli bawah.
Pemakaian Hexon secara rutin sangat berguna untuk kendaraan 2-tak dan 4-tak, terutama agar mesin tidak mudah berkarat dan mencegah penimbunan lapisan kerak pada ruang mesin. Hexon tidak menimbulkan ketergantungan bila sewaktu-waktu tidak digunakan. Terima kasih!


APLIKATOR: Vespa Kian Sip Pakai Spontan Power
Nama : A Rochman Suhanda
Umur : 44 Tahun
Pekerjaan : Guru
Alamat : Langonsari, Pameungpeuk, Bandung
Kesan :
Kendaraan harian yang saya pakai sepeda motor Vespa P-150X tahun 1983. Namanya saja motor tua tentu banyak kerusakan yang terjadi. Setelah memakai Spontan Power jalan kendaraan saya semakin nyaman dan tarikannya semakin sip. Khususnya kendaraan keluaran lama kalau tidak pakai Spontan Power pasti rugi. Pendek kata, Spontan Power OK. Makanya yang belum pakai Spontan Power cepat pakai, jangan ketinggalan!
thumbnail

BBM, (B)enar-(B)enar (M)emiskinkan!

thumbnail
OLEH: SULIS STYAWAN*
Benteng pertahanan ekonomi pemerintah akhirnya jebol juga. Tak kuat menahan derasnya laju kenaikan harga minyak mentah dunia yang menyentuh level hingga di atas USD120 per barel, pemerintah akhirnya memberikan sinyal kepastian untuk menaikkan harga BBM bersubsidi (bensin, solar, dan minyak tanah). Rencananya, kalkulasi besaran kenaikan harga BBM bersubsidi itu maksimal 30 persen, dan akan diumumkan selambat-lambatnya awal Juni 2008.
Memiskinkan
Celakanya, belum lagi harga BBM benar-benar dinaikkan, alias baru berupa sinyal kenaikan harga —yang oleh pemerintah disebut sebagai “pemanasan” jelang kenaikan harga BBM— telah memunculkan fenomena multiflier effect (efek berganda), dan multiaksi kriminalitas di tengah-tengah masyarakat. Selain harga BBM yang telah lebih dulu merambat naik, juga diikuti dengan maraknya aksi borong BBM. Di beberapa kota besar di Indonesia, banyak SPBU yang kehabisan stok BBM.
Fakta lainnya, harga bensin eceran di sejumlah daerah bahkan telah mencapai level Rp7000 per liter! Di Bangka, Jambi, Jakarta, Bogor, Serang, Cilacap, Semarang, Solo, Surabaya, dan kota-kota besar lain, misalnya, marak terjadi aksi penimbunan BBM.
Juga terjadi pergerakan harga-harga berbagai bahan kebutuhan pokok (sembako) di pasaran. Kenaikan harga sembako seakan ingin menertawai jutaan warga miskin di negeri ini dengan nada ejekan nan menyakitkan, “kejarlah daku, maka kau kutinggal”!
Semua tentu telah merasakan, betapa fakta kenaikan harga sembako kuasa menelikung dan bahkan membuat dada kita kian sesak. Jadi, bagaimana mungkin rakyat akan sanggup mengejar atau menjangkau harga-harga sembako yang terus melejit, sementara tingkat pendapatan mereka selalu stagnan, bahkan cenderung menurun, di samping fakta nilai tukar uang yang saat ini seakan kian tak bernilai? Sungguh miris. Belum lagi nasib mereka-mereka yang sama sekali tak berpenghasilan.
Seperti tak mau ketinggalan, awak dari berbagai jenis moda transportasi juga sudah berancang-ancang mematok tarif baru —bahkan di beberapa daerah sudah ada yang menaikkan tarif transportasi.
Intinya, kenaikan harga BBM membuat beban hidup wong cilik di negeri berpenghuni 227 juta jiwa ini makin berat. Tak berlebihan jika para ekonom mengestimasikan tingkat kemiskinan di negeri ini akan melonjak mencapai angka 41,5 juta jiwa (dari sebelumnya 37,1 juta jiwa) jika harga BBM jadi dinaikkan. Tak pelak, menaikkan harga BBM memang akan menjadi kebijakan yang “benar-benar memiskinkan”.
Ekses lanjutan dari naiknya harga BBM bakal lebih krusial. Belakangan multifenomena bunuh diri di kalangan keluarga miskin karena tak kuat menanggung beban hidup yang kian berat, senyatanya juga kian marak saja.
Selain itu, tingkat banalitas kekerasan, multiaksi anarkis, dan kriminalitas yang terjadi di tengah-tengah kehidupan masyarakat kita juga kian membuncah. Faktor utama penyebab intensnya aksi-aksi kriminalitas itu adalah lebih karena fakta jerat kemiskinan.
Cupet Akal
Jika dicermati, keputusan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi lebih merupakan kebijakan yang “cupet akal”, grusa-grusu, dan sak kepenake dhewe. Teramat sulit untuk menampik fakta betapa pemerintah negeri ini sepertinya memang ingin lepas dari tanggungjawabnya sebagai decision maker dalam hal memenuhi hak-hak dasar warga negara berikut kesejahteraan rakyat secara luas.
Padahal, untuk tujuan itulah mereka dulu dipilih dan diberi amanat via Pemilu. Perlu dicamkan, bahwa tak hanya pemerintah (yang katanya pintar-pintar), kalau sekadar menaikkan harga BBM ketika harga minyak dunia meroket, tanpa mengupayakan solusi lain yang lebih berkeadilan, orang yang tak sekolah pun juga bisa!
Tak dimungkiri, pemerintah memang “pintar”. Pasalnya, menaikkan harga BBM merupakan opsi, yang meski sebenarnya bukan terakhir, namun memiliki risiko terkecil dari beberapa kemungkinan opsi lain dalam mengantisipasi kenaikan harga minyak dunia.
Betapa tidak, dengan menaikkan harga BBM, paling-paling pemerintah hanya akan menghadapi risiko didemo mahasiswa dan masyarakat. Itu pun cuma sebentar, tak akan lebih dari sepekan. Setelah itu, rencana “memaksa” rakyat untuk mau menerima keputusan kenaikan harga BBM akan berjalan sukses.
Terlebih, kenaikan harga BBM kali ini juga ditunjang dengan digulirkannya kebijakan “kembang gula” via program “Bantuan Langsung Tunai (BLT) Plus” (baca: plus antre, plus adu jotos, plus korupsi, dan plus “bikin lama tangis”!).
Pemerintah Tak Bekerja
Galibnya, fakta ngenes naiknya harga BBM dalam waktu dekat ini, secara gamblang menunjukkan kepada kita betapa proses “pengabaian” rakyat oleh negara (state neglect) memang masih berlangsung di negeri ini. Sekaligus membuktikan bahwa kinerja pemerintah dalam menjalankan roda pemerintahan, khususnya dalam hal pemenuhan kebutuhan energi masih nihil alias nol besar! Setelah tiga tahun berjalan, semua janji pemerintahan SBY-JK tak lebih dari sekadar pepesan kosong belaka! Selama tiga tahun itu pula, pemerintah kita hanya berpangku tangan. Hingga akhirnya, bangsa ini tak ubahnya seekor keledai: selalu terperosok ke dalam lubang yang sama untuk yang kesekian kalinya. Celakanya, kali ini, lubang tempat terperosoknya bangsa ini tidaklah main-main. Selain sangat dalam, juga akan sangat mengenaskan!
*) Pegiat Center for Education Urgency Studies (CEUS) FKIP Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

BLT Plus Kesengsaraan

thumbnail
Oleh: Lukman Santoso Az*
Tidak ada satu pihak pun yang dulu meramalkan bahwa harga minyak dunia akan menembus level diatas 100 dolar AS per barel sehingga pemerintah terkesan tidak siap mengantisipasinya. Sehingga, ketika harga minyak dunia melampaui 100 dolar AS per barel, beban subsidi yang ditanggung pemerintah makin membesar. Menaikkan harga BBM bersubsidi sebagai salah satu dari 86 opsi yang tersedia dianggap paling efektif oleh pemerintah dibanding opsi-opsi lain untuk menyehatkan APBN 2008. Karena hitung-hitungannya jelas dan dapat dipertanggungjawabkan. Masalahnya, kebijakan menaikkan harga BBM bersubsidi berpotensi menurunkan popularitas pemerintah, lebih-lebih saat pesta demokrasi sudah mengahadang di depan mata. Ini sebenarnya sudah ditengarai sejak beberapa waktu lalu, yakni sejak pemerintah mulai melakukan imbauan kepada seluruh masyarakat dan dunia usaha untuk terus menerus meningkatkan efisiensi terutama dalam penggunaan BBM dan energi.
Jika kita mau menengok pengalaman kenaikan BBM pada Oktober 2005, bahwa inflasi pada bulan itu mencapai 8,7 persen sehingga mendorong laju inflasi tahun kalender (Januari-Oktober 2005) sebesar 15,65 persen. Inflasi setahunnya (Oktober 2005 terhadap Oktober 2004) mencapai 17,89 persen. Itu merupakan laju inflasi tertinggi dalam empat tahun sebelumnya. Inflasi mencerminkan kenaikan harga kebutuhan pokok, menekan daya beli masyarakat, jauh di luar perkiraan. Dari realitas itu, tentu kita bisa mengambil kesimpulan bahwa kenaikan BBM merupakan problem yang sangat berat, sehingga pertama-tama dan lebih dini selayaknya kita mengingatkan pemerintah terhadap pentingnya perhitungan yang benar-benar akurat dan matang mengenai dampak ekonomi kebijakan menaikkan harga, terutama bagi golongan masyarakat yang paling rentan.
Pendataan dan pemetaan yang akurat tentang penerima bantuan (BLT Plus) juga tak kalah pentingnya supaya bantuan benar-benar efektif. Efektif dalam arti tepat sasaran, tepat waktu, dan tepat jumlah. Berapa banyak orang miskin, di mana saja mereka, bagaimana menyalurkan dan mengawasinya, merupakan sederet persoalan yang selama ini tidak begitu mudah dijawab. Apalagi data rakyat miskin yang digunakan untuk pemberian bantuan itu adalah data dari BPS tahun 2005 yang sejatinya tidak sesuai dengan jumlah rakyat miskin saat ini yang sudah tiga lali lipatnya dari jumlah itu. Selain juga, selama ini tentu kita tahu bahwa banyak program pemerintah yang telah dijalankan sebelumnya masih bermasalah dalam pelaksanaannya. Misalnya, jaminan kesehatan, bantuan sekolah, dan terakhir bantuan paket kompor dan tabung gas terkait program konversi minyak tanah ke gas, yang hingga kini masih menuai begitu banyak persoalan, amburadul dan menyusahkan masyarakat.
Semua itu terjadi antara lain karena lemahnya data sehingga asumsi meleset, perencanaan yang tidak matang, implementasi yang kacau, plus lemahnya pengawasan. Ditambah mentalitas aparat pelaksana yang enggan bekerja keras, tak mau menanggung risiko, asal program jalan di atas kertas, tanpa memikirkan efektivitas di lapangan. Peringatan ini dalam pandangan penulis sangat penting untuk digulirkan kembali. Jangan sampai kita berulang terjerembab pada lubang yang sama. Jangan sampai BLT plus itu kelak akan menjadi ”plus kesengsaraan” bagi rakyat. Jangan sampai maksud baik itu justru menimbulkan masalah baru yang semakin runyam. Sehingga, tekanan psikologis masyarakat akibat beban ekonomi yang kian berat ini bisa menimbulkan tindakan yang di luar batas kewajaran dan tidak manusiawi.
Berdasarkan realitas tersebut, alternatif dari empat skenario opsi kebijakan yang bisa ditempuh pemerintah, yakni dengan menaikkan lifting minyak di atas 927.000 barel/hari, memperbesar defisit menjadi 2,5% (tambahan Rp 20 triliun), menyetop BBM bersubsidi di batas 35,5 juta kiloliter/tahun (hemat Rp 4,1 triliun), dan/atau menaikkan harga BBM bersubsidi sebesar rata-rata 20%-30% (hemat Rp 20 triliun-Rp 25 triliun), setidaknya benar-benar ditempuh secara cermat dan penuh pertimbangan. Karena jika tidak memilih alternatif yang benar-benar bijak, maka resiko inflasi bisa mencapai 13,2% (APBNP 2008 6,5%) dan angka kemiskinan mencapai 19,5% (target Bappenas 14%) benar-benar terjadi. Sehingga, menjadi penting kiranya ketika apa pun kebijakannya, pemerintah wajib menurunkan angka kemiskinan di bawah 14% dan pengangguran di bawah 8%, agar kesengsaraan masyarakat tidak semakin meningkat. Karena hingga detik ini, tidak ada anggaran tambahan yang disiapkan pemerintah dalam rangka menekan angka kemiskinan dan pengangguran, menjaga stabilitas makro ekonomi dan memperbaiki level kesejahtaraan rakyat.
Akhirnya, di sinilah sebenarnya kecerdikan dan kejelian pemerintahan SBY diuji. Lebih memilih menyelamatkan keuangan negara dan rakyat banyak dengan langkah yang solutif atau lebih memilih menyelamatkan karir politiknya dengan menempuh kebijakan populis. Memang keputusan yang serba sulit. Serba sulit bagi pemerintahan SBY, juga semakin sengsara bagi rakyat. Namun, sangat ideal bila pilihannya adalah bagaimana keuangan negara tidak babak belur, tapi rakyat juga tidak semakin sengsara karena kenaikan BBM. Bagaimana itu bisa terjadi? Tidak lain, harus ada terobosan luar biasa yang dilakukan pemerintah. Tapi, terobosan tersebut tentu bukanlah perkara mudah. Namun yang harus tetap menjadi catatan adalah, mampu meminimalisir dampak global yang lebih nyata, yakni pengangguran dan kemiskinan. Misalnya saja dengan program-program sosial dari pemerintah untuk membantu masyarakat bawah harus ditingkatkan dan diefektifkan sebagai kompensasinya. Jika kita benar-benar berharap ingin menjadi bangsa yang sejahtera ke depan.
*) Ketua Tanfidziyah pada PPM Hasyim Asy’arie Yogyakarta dan general Chief pada Lembaga Studi Agama dan Negara (LeSAN) Yogyakarta.

PENA REDAKSI: Lumbung Padi Dunia

thumbnail
James Simpson, penemu Chloroform, ketika ditanya apakah penemuan terbesarnya? Ia memberikan jawaban yang mengguncang kepongahan manusia. “Penemuan terbesar yang pernah kubuat adalah bahwa aku adalah orang berdosa yang tersesat,” ujarnya mantap. Secuil kisah pengakuan Simpson memberikan gambaran faktual bahwa manusia adalah pribadi-pribadi yang menghidupi tiang-tiang peradaban. Kerapuhan, kebodohan dan kesombonganlah yang membuat manusia jauh tersesat dari rahasia kekayaan alam.
Kemampuan manusia mengekplorasi alam dan tatanan sosial tidak lahir dari kipasan mimpi, tapi dari pencarian nilai-nilai abadi. Tentu saja, rasa rindu imanen tertanam rapi dalam lubuk jiwa. Ya rindu akan perdamaian abadi, kesejahteraan dan kerukunan hidup membuat kita tetap bertahan sebagai satu bangsa dan negara. Meski hidup makin sulit, tapi optimisme bahwa kesejahteraan itu benar-benar ada di muka bumi ini. Kemakmuran bukanlah ideologi “pepesan kosong”.
Dalam ranah kegelisahan melihat situasi sosial politik Indonesia, kita dapat mengambil sketsa tubuh sebagai penjara jiwa versi Plato. Komponen tubuh merujuk pada kebijakan politik artifisial yang mengikat dan mengatur kehidupan rakyat. Sedangkan “ruang jiwa” berisi daya hidup dan daya cita pendirian bangsa ini yaitu: masyarakat adil makmur dan terciptanya perdamaian dunia.
Potret riil konstelasi politik saat ini mengingatkan kita bahwa sejarah tengah berulang. Ya, pemerintah dan elite politik tanpa kita sadari telah menjelma menjadi raja-raja feodal klasik. Rakyat jelata terus diberi beban membayar upeti yang terus meningkat. Tapi apa yang terjadi? Upeti itu bukan untuk meringankan biaya pendidikan, membantu pengobatan gratis atau memperbaiki fasilitas publik! Dana publik bergulir ke mana? Kenapa anak jalanan terus meningkat? Jiwa muda mereka laksana embun yang mongering di pagi hari tanpa merasakan kasih sayang. Kenapa gelandangan dan fakir miskin terlunta-lunta di pinggir jalan? Padahal kita punya departemen sosial? Dan, konstitusi kita –barisan tulisan ayat dan bab- mengatakan bahwa negaralah yang akan menjamin dan memelihara hidup mereka.
Rasa syukur dan bangga kembali terpatri saat kita melihat sederet anak bangsa dengan hati suci membuat berbagai gerakan pemberdayaan bagi kaum papa. Suatu pertanda bahwa di tengah bangsa yang bebal hatinya masih ada orang-orang yang mengaktualisir rindu rasa hati nan abadi.
Selama gairah menumpuk harta menjadi hawa kompetisi di bidang politik, ekonomi, pendidikan dan kebudayaan, maka semakin jauhlah bangsa ini dari peradaban modern. Di bidang ekonomi terasa sekali berbagai bantuan untuk orang miskin justru jatuh ke tangan orang kaya. Memang wajar bantuan “kembang gula” selalu direbut semut-semut yang rakus untuk ditimbun sebagai persiapan di musim hujan.
Hal yang menggelikan melanda dunia pendidikan kita. Saat musim ujian nasional tiba, siswa-siswa “bebas dari tekanan mental”. Sebaliknya para guru dan orangtua yang cemas dan bingung bagaimana meluluskan anak-anak mereka. Memang lucu kita menyaksikan sekarang sebuah ujian sekolah dikawal polisi. Lebih tragis lagi, ada guru dan kepala sekolah yang digiring ke kantor polisi karena membocorkan soal ujian.
Bangsa ini membutuhkan “sumber air” yang mengaliri sungai peradaban. Dan, sumber air itu adalah kemampuan untuk menerima perbedaan. Itulah sumber kecerdasan sejati yaitu menempatkan keragaman sebagai mosaik peradaban. Selama berbagai perbedaan pendapat, pandangan hidup, budaya dan suku dilihat sebagai ancaman, maka sendi-sendi kebangsaan yang kita bangun selama ini penuh guratan kepalsuan.
Itulah sebabnya kita berharap pemerintahan SBY-JK tidak tumpul hati. Bahwa bantuan tunai langsung kepada orang miskin adalah bantuan yang sia-sia. Kenaikan BBM otomatis harga barang dan jasa turut naik. Toh hidup makin sulit. Janganlah rakyat disiksa terus-menerus dengan upeti-upeti demi kelanggengan kursi kekuasaan. Padahal garong besar dan lintah darat di tubuh Pertamina dibiarkan saja menggelapkan distribusi BBM bersubsidi.
Bantuan Rp 100 ribu per bulan selama ini belum dievaluasi total. Lebih baik dana yang besar itu digunakan untuk membuka lembaga-lembaga kursus yang mengasah ketrampilan putra-putri Indonesia. Kelak di tanah rantau –entah di Malaysia atau Arab Saudi- mereka dihargai sebagai orang-orang yang “berilmu”. Para majikan pun segan untuk menyiksa atau memperkosanya karena ada rasa hormat. Jarang kita dengar ada tenaga kerja asal Filipina yang diperlakukan kurang ajar. Karena mereka rata-rata dikirim sebagai tenaga perawat atau dokter dengan kualifikasi pendidikan yang baik.
Kunci perbaikan DNA manusia Indonesia ada pada akar “peradaban Shindu”. Kita lahir dari satu rumpun, tentu saja kita memiliki konstruksi budaya yang satu dan sama. Inilah sebenarnya “ikatan tersembunyi” yang jarang dieksplorasi demi penyegaran kontrak sosial budaya kita sebagai satu bangsa. Memang dari luar dunia internasional terkagum-kagum. Bangsa yang besar dengan keanekaragaman budaya, suku dan agama selalu kompak mendukung tim kesayangan entah timnas sepak bola maupun tim merah putih Thomas & Uber Cup.
Perbaikan konstruksi budaya adalah agenda besar yang tidak bisa ditawar lagi. Tapi itu adalah syarat utama membuat mimpi kita menjadi kenyataan. Kita bermimpi menjadikan Indonesia sebagai LUMBUNG PANGAN DUNIA! Laut dan daratan kita memiliki potensi tersebut. Kita tinggal perlu kemauan dan kemampuan mengerahkan kerja keras dan kerja cerdas kita di semua lini --iptek, sosial, ekonomi dan politik. Semoga seperti James Simpson, elit politik, garong besar dan lintah darat di negeri ini sadar bahwa mereka telah tersesat.

SUARA WARGA: Prospek Industri Jamu

thumbnail
Wajah industri jamu Indonesia saat ini tidak ada korelasi yang positif antara kondisi mikro dengan yang terjadi pada kondisi makro. Dengan dihadapkan pada Harmonisasi Asia untuk produk jamu, ternyata Indonesia hanya mencatatkan diri dengan prosentase 2% untuk produk jamu lokal yang memenuhi standar Asia. Namun kondisi ini sangat bertolak belakang 180 derajat ketika kita melihat fenomena kian menjamurnya jamu gendong yang malah menjadi primadona dalam pengembangan terapi alternatif bagi masyarakat. Bagaimana sejatinya wajah industri jamu Indonesia saat ini? Bagaimana seharusnya kita menanggapi kondisi jamu saat ini?
Komentar: Fuad Pribadi, Koordinator Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia (Ismafarsi), Wilayah Jatim – Bali, Jl PB Soedirman No.147, Jember.

Potensi Dana Zakat Bali Rp 51 M

thumbnail
OLEH: INDAH WULANDARI
hadni_wulan@yahoo.co.id
Jika selama ini perbincangan mengenai zakat belum menjangkau ranah politik, ternyata Erie Sudewo berpendapat lain. Dalam roadshow dan bedah buku karyanya Politik ZISWAF, mantan wartawan Republika ini konsisten menggugat ketertinggalan berpikir dan bergerak dalam pengelolaan zakat, infak, sadaqoh dan wakaf (Ziswaf) di Indonesia terutama kisaran waktu 2004-2007 karena terhambat oleh beberapa kebijakan. Diskusi berlangsung selaras dengan tema Trend Global Masa Depan Zakat: Antara Pengelolaan di Gedung Keluarga Besar Putra-Putri Polri, Renon, Denpasar (3/5).
Buku yang terdiri dari kumpulan essai Erie Sudewo yang pernah dimuat di Harian Republika dan Kontan serta makalah yang pernah disampaikan di seminar-seminar ini ditulis dengan bahasa lugas khas jurnalistik. Dua judul pertama ‘’Kemiskinan Adalah Tradisi Indonesia” dan “Budaya Kemiskinan” seolah membuka pintu persoalan kemiskinan di tanah air. Menurutnya persoalan kemiskinan di tanah air berkaitan erat dengan produk feodal dan kolonial. Tradisi ini dimanfaatkan para penguasa untuk mengukuhkan hegemoni. Efek lanjut jejak sejarah ini hadir sistematis diperkuat dengan kebijakan implementasinya. Produk kemiskinan pun diseting sedemikian rupa. Ia pun banyak meneropong tradisi berzakat yang hanya marak di bulan Ramadhan. Zakat belum bisa diimplementasikan berupa tanggung jawab sosial perusahaan melalui CSR (corporate social responsibility), kebijakan pemerintah, dan lainnya. Pria yang telah berkecimpung di Dompet Dhuafa (DD) sebagai Dewan Wali Amanah dan konsultan berbagi organisasi nirlaba ini menawarkan beberapa opsi agar dibentuk kementrian Ziswaf dan Dirjen Zakat. Namun, ia menyadari prosesnya akan terbentur lobi politik panjang hingga 10 tahun mendatang. ‘’Maka BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) harus bekerja profesional sebagai regulator dan pengontrol independen terhadap LAZ-LAZ (lembaga amil zakat),” ujarnya. Nyatanya, dalam draft UU baru tentang pengelolaan zakat, LAZ hanya menjadi Unit Pengumpul Zakat (UPZ). Tentu saja kondisi ini membuat pengelola LAZ menghadapi kebingungan. Erie juga memberi pertimbangan berkaitan strategi filantropi, di mana besaran zakat tidak lagi ditentukan tapi tergantung keikhlasan. Strategi fiskal juga mulai dipertimbangkan bersama penyediaan gerai pajak yang bergabung dengan gerai zakat yang pengelolaannya diatur Departemen Keuangan. Erie menilai bila usulannya benar-benar dijalankan, angka kemiskinan di Indonesia bisa ditekan. Karena itu secara langsung diperlukan kebijakan-kebijakan politik pemerintah yang mendukung.
Pembahas pertama dosen FE UNUD Drs H. Abd. Jawas, M.M. melihat buku ini bisa mengedukasi LAZ dalam pengelolaan zakat serta menggagas sinergi komponen umat Islam membangun Bali. Berdasarkan survei DSM Bali tahun 2006 jumlah umat muslim Bali mencapai 144 ribu orang dan masyarakat miskinnya berjumlah 558 ribu orang. Diperhitungkan potensi dana yang dikumpulkan LAZ mencapai Rp 51 miliar/tahun. ‘’Dengan adanya zakat telah terbukti mampu menghidupi umat sejak ratusan tahun lalu,” imbuh Fauzi Hamid, ketua Yayasan Anak Emas yang bertindak sebagai pembahas kedua. Pada intinya strategi filantropi dibutuhkan untuk mengurangi kemiskinan dan inti fiskal juga digunakan sebagai kebijakan untuk meringankan beban masyarakat.

Jakarta Tong Sampah Telur

thumbnail
Kiprah Ricky Bangsaratoe
OLEH: BENY ULEANDER

Bersyukur dalam situasi apapun. Itulah filosofi yang menjadi pedoman hidup Ricky Bangsaratoe SH, peternak layer (ayam petelur) asal Tangerang, Jabar. Di tengah tata niaga telur yang gonjang-ganjing, suami Estherina ini tetap berkomitmen membesarkan peternakan Eden Farm seluas 5 hektar yang terletak di daerah Ciputat, Jabar. Pria kelahiran Jakarta 10 Mei 1960 itu sudah menjadi generasi ke-3 dari era pendiri Kakek Cek Momo. “Saya bukan anak kandung dari keluarga Cek Momo, tapi saya nikah dengan cucunya. Kebetulan bakat dan pembawaan saya dibilang sama persis dengan Cek Momo,” ujar ayah dua anak itu.
Kini pria yang pernah malang-melintang di Indomobil dan bisnis properti itu telah mempekerjakan 60-an karyawan. Di tangan Ricky produksi telur Eden Farm terus meningkat. Per hari bisa mencapai 8.500 butir. Padahal latar belakang pendidikannya adalah lulusan fakultas hukum UKI tahun 1987. Akhir 1995, ia pun belajar secara otodidak masalah peternakan ayam. Bahkan rumahnya pun berada dekat dengan lokasi peternakan. “Saya mulai belajar adaptasi. Soalnya saya tidak suka hewan, tapi saya penyuka tanaman. Setiap hari saya belajar pada technical service dan dokter hewan di lokasi peternakan. Kalau ada virus AI (avian influenza) saya orang pertama yang kena,” ujarnya setengah bercanda.
Untuk jalur pemasaran, papar Ricky, pihaknya menjalin kerja sama dengan agen-agen besar melayani kebutuhan konsumen di daerah Jabodetabek. Tentu saja patokan harga masih bergantung pada mekanisme pasar. Wilayah Jabodetabek juga menerima pasokan telur dari Blitar, Jateng dan Sumatera (Palembang dan Lampung) yang membuat harga telur fluktuatif. Hal inilah yang membuat Jakarta menjadi tong sampah produksi telur. Ricky berharap pemerintah bisa membuat regulasi pasar demi kelanjutan usaha peternakan ayam. “Kami hanya fokus pada masalah peternakan layer saja. Kalau untuk pemasaran kami bekerja sama dengan enam agen utama. Merekalah yang mendistribusikan telur ke agen-agen kecil,” ungkapnya.
Tantangan terbesar yang pernah dialami Ricky Bangsaratoe saat wabah flu burung melanda beberapa daerah di Indonesia tahun 2002-2003 lalu. Sebagian besar masyarakat memilih tidak mengonsumsi daging dan telur ayam. “Ya saat itu produksi ayam sempat anjlok dan harga telur turun. Tapi syukurlah sekarang sudah kembali pulih,” ujarnya.
Karena itulah Ricky yang menjabat Ketua Bidang Usaha Layer Nasional berencana menggelar roadshow di beberapa daerah. Isinya adalah kampanye peningkatan kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi ayam dan telur. “Sebab saya melihat angka konsumsi ayam dan telur masih rendah di kalangan masyarakat. Kami saat roadshow akan membagi-bagikan telur ayam,” ujarnya.
Saat ini harga bibit DOC layer (anak ayam) Rp 7 ribu per ekor. Pihaknya sekali mengorder DOC layer bisa mencapai 10 ribu ekor. Masa rawan pemeliharaan saat anak ayam petelur berusia 1 hari – 13 minggu. Setelah itu dipindahkan ke kandang komersil (13-18 minggu). Setelah 18 minggu, ada yang sudah bisa memproduksi telur. Dari 10 ribu ekor layer, rata-rata ada yang mulai bertelur 20 butir, tergantung kematangan, makanan, vitamin dan vaksin. “Tidak semua ayam dari fase awal jadi ayam petelur. Ada yang mati karena penyakit dan ada yang diseleksi tidak produktif, bisa mencapai tiga persen yang gagal,” jelas Ricky yang juga pengurus Pinsar Unggas Nasional.

Bisnis Komputer Kian Kondusif

thumbnail
OLEH: AGUS SALAM
Bisnis komputer akan semakin kondusif sejalan dengan kebutuhan perangkat teknologi di masyarakat. Penjualan komputer di Indonesia setiap tahun tumbuh di kisaran 30%-40%. Pada tahun 2008 ini, Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (Apkomindo) menargetkan penjualan komputer (PC, note book dan server) bisa tembus 2,4 juta unit.
‘’Jadi target di 2008 lebih tinggi dibandingkan realisasi penjualan komputer tahun 2007 yang mencapai 1,8 juta unit. Sementara tahun 2006, penjualan komputer sebanyak 1,4 juta unit,’’ kata Ketua Apkomindo Pusat, Henkyanto Tjokro Adiguno dalam menyinggung prospek pertumbuhan komputer di tanah air.
Apkomindo adalah wadah kesatuan komunitas perusahaan komputer di Indonesia. Asosiasi ini mengedepankan layanan dan kemudahan bagi para anggotanya. Pameran komputer NIX (National IT Expo) ini menambah daftar pameran komputer berkelas nasional yang sudah lebih dulu diprakarasai Apkomindo seperti Mega Bazaar, Festival Komputer Indonesia dan Indocomtech. Seperti halnya pameran lainnya, rencananya pameran NIX yang baru pertama kali diadakan ini juga akan diadakan secara tahunan.
Menurut Henky, dari pasar komputer, penjualan PC melambat meskipun secara kuantiti PC lebih besar daripada penjualan notebook. ‘’Misalnya penjualan notebook 2 unit sebulan tapi kenaikannya mencapai 300%, sedangkan penjualan PC sebulan 100 unit tapi naiknya 1%,’’ katanya.
Sedangkan dari merek lokal dan luar terutama di notebook, merek lokal di tahun ini belum bisa meraih market leader dibandingkan merek luar. Meskipun dari sisi fitur antara merek satu dan lainnya, tidak jauh beda.
Henky juga menilai penjualan komputer di Indonesia akan terus mengikuti perkembangan prosesor. Dengan tingkat penjualan unit yang ada sampai saat ini, jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia. Bahkan secara unit penjuala komputer di Indonesia paling kecil dibandingkan negara kawasan Asean.
‘’Ada beberapa faktor yang membuat kondisi seperti itu. Pengetahuan masyakat akan pentingnya teknologi informasi untuk bisnis dan kehidupan sehari-hari masih rendah, masalah daya beli. Tidak kalah pentingnya, peraturan yang tidak membuat barang-barang IT tumbuh dengan pesat,’’ katanya.
Sedang aturan itu membuat bisnis komputer tidak kondusif lanjut Henky misalnya perakit PC nasional harus ada ijin industri. Padahal mendapatkan ijin industri tidak mudah. Intruksi manual harus berbahasa Indonesia, dan produk printer berwarna harus didaftar.
Menyikapi kendala dari sisi regulasi tersebut, jelas Henky, Apkomindo meminta pemerintah kalau menjalankan aturan hendaknya birokrasi dipermudah dan ada kepastian biaya.

MLM Pandu Gebrak Jakarta Dan Bandung

thumbnail
Setelah Bali dan Surabaya, akhirnya MLM (multi level marketing) Pandu Business Network (PBN) menggebrak Jakarta dan Bandung. Ajang sosialisasi dan launching MLM terbesar asal Bali berlangsung di dua tempat. Di Jakarta digelar di Hotel Kaisar dan di Kota Kembang mengambil tempat di Hotel Nyland Jl Dr Djunjunan 125, Rabu (7/5). Acara tersebut diikuti oleh Kacab Jakarta Bayu Kartika Yasa, Kacab Bandung Ipin Sarjono, staf dan karyawan Cabang Jakarta maupun Bandung. Hadir langsung Eko Budiyanto, S.Si, Kepala Operasional MLM Pandu Business Network.
Di hadapan puluhan peserta sosialisasi MLM PBN, Eko Budiyanto mengatakan, Pandu Bussiness Network adalah pengembangan bisnis karier berjenjang yang memberikan berbagai keuntungan bagi anggotanya. Antara lain, mendapat keuntungan langsung, keuntungan berjenjang, bonus basic sales, bonus pembelanjaan perdana, insentif kepemimpinan, insentif manager dan beberapa keuntungan lainnya. Bisnis MLM juga telah mengantarkan ribuan orang sukses ke jenjang yang lebih baik.
Lanjut, Eko, pilihan untuk menjadi member MLM Pandu harus memperhatikan kualitas produk, manajemen perusahaan yang kuat, suport perusahaan yang bagus dan terakhir adalah suport dari up line atau suport dari sponsor anda.
Lanjut Eko Budianto, Jakarta adalah areal potensial pengembangan bisnis MLM Pandu. Ajang sosialisasi tersebut merupakan tuntutan para agen dan downline yang sudah menjaring anggota di Jakarta. ‘’Saya melihat antusias masyarakat untuk mengikuti program ini cukup besar. Terbukti sudah ada stockist di Jakarta ini dan saya yakin di Jakarta bisnis MLM Pandu ini akan terus berkembang,’’ katanya.
Kehadiran MLM Pandu disambut hangat konsumen dan kru marketing cabang Jakarta maupun Bandung. Pasalnya, bisnis MLM PBN menjanjikan penghasilan besar kalau ditekuni dengan serius. ’’Saya tertarik dengan MLM Pandu karena saya tahu persis keuntungan yang diperoleh. Selain sudah cocok dengan produknya untuk kesehatan keluarga, produk-produk tersebut bisa dipasarkan,’’ kata Mudas pegawai sebuah kantor kelurahan yang ikut dalam sosilasasi MLM Pandu di Hotel Kaisar.
Menurut Bayu Kartika Yasa dan Ipin Sarjono, program MLM Pandu Bussiness Network membantu memasarkan Ramuan Pak Oles. Keduanya berharap tim SPG dan salesman Ramuan Pak Oles terus bekerja keras di bidang penjualan langsung produk obat tradisional asal Bali.
Pandu Business Network, anak perusahaan PT Balok Emas Wididana yang bernaung di bawah bendera PT Karya Pak Oles Tokcer menawarkan delapan produk andalan, yaitu, Madu Putih Pandu, Madu Malen, Massker Madu Hitam, Minyak Wayang Pandu, Minyak Kayu Putih Boma, Minyak Anget Rare, Minyak Anget Lingsir, dan EM Spa. Sejak diresmikan 18 September 2007 silam, MLM PBN telah memiliki 230 member dan jaringan di pulau Jawa, Bali, Kalimantan dan NTT. ”Tiga tahun mendatang, Pandu Business Network akan memiliki jaringan di seluruh Indonesia,” target Eko. (Agus Salam & Dedi Priyono)

Keturunan, Faktor Utama Penyebab Glaukoma

thumbnail
Oleh: Wayan Nita
Mata sebagai salah satu organ tubuh terpenting dan memberi andil terbesar bagi seorang untuk mengerjakan sesuatu. Untuk itu, menjaga mata agar tetap sehat mutlak dilakukan. Caranya, konsumsi makanan bergizi dan rutin periksa kondisi mata, meski tidak ada keluhan karena sebagian besar penyakit mata adalah keturunan.
Glaukoma, --penyakit yang menyerang bola mata akibat gangguan syaraf mata merupakan penyebab kebutaan kedua selain katarak. Secara progresif, perlahan-lahan akan menimbulkan gangguan lapangan pandang. Pada tingkat lanjut terjadi gangguan penglihatan.
Menurut dr, I Made Agus Kusumadjaja, Sp.M, spesialis penyakit mata RS Sanglah, keturunan menjadi faktor utama penyebab glaukoma. Gangguan saraf mata dipicu oleh tekanan bola mata yang melebihi angka normal yang berkisar 10-20. Tekanan bola mata yang terlalu kuat inilah yang beresiko menimbulkan gangguan saraf. Selama ini, pengobatan dilakukan hanya untuk mengurangi tekanan bola mata bagi penderita glaukoma akut. Antisipasi dini, pesan dr Agus, masyarka wajib memeriksa mata secara rutin agar mudah diketahui gejala awal.
Pada stadium awal (glaukoma kronis), belum diketahui gejala. Biasanya, sebut dr Agus, pasien hanya mengeluh pusing. Tapi dibiarkan tanpa pengobatan, pasien tidak sadar saat di jalan bisa menabrak benda-benda di sekitarnya. Pada glaukoma akut, muncul gejala; mata merah, bengkak, sakit kepala, muntah, keluar keringat dingin dan penglihatan tiba-tiba kabur. Pengobatan pada stadium kronis dilakukan dengan memberikan obat untuk minum. Bila masih belum sembuh, dilakukan terapi laser (bedah).
Sekarang, bagi penderita glaukoma tidak perlu takut karena sudah ada operasi pembuatan katup mata dengan teknik Ahmed Valve. Operasi itu lebih sering dilakukan bagi penderita glaukoma akut. Teknik itu dapat juga dijalani penderita yang mengalami trauma pada mata.
Bahan katup dipilih dari silicon agar mudah diterima tubuh. Katup berguna untuk mengeluarkan tumpukan cairan di bola mata. Caranya, membuat hubungan saluran dari bilik mata depan di bawah konjungtiva dengan alat katup. Teknik ini dilakukan pada penderita dengan tekanan bola mata lebih dari 30 dengan tingkat kesembuhan lebih besar dibanding tekanan bola mata lebih dari 50. Bila pasien rajin mengontrol mata, bisa cepat sembuh.

Penderita Glaukoma Mudah Berubah Emosi

thumbnail
Oleh: Wayan Nita
Selain menderita secara fisik, glaukoma juga menyebabkan seorang pasien bisa menderita tekanan mental. Apalagi hingga kini belum ditemukan obat glaukoma yang tidak bisa disembuhkan itu. Karena itu, penderita jelas hidup bersama glaukoma seumur hidup.
Menurut Dra Retno IG Kusuma, konsultan psikologi RS Sanglah Denpasar, perubahan emosi akan menyertai penderita ketika mengetahui dirinya terserang penyakit glaukoma. Karena itu, Retno meminta anggota keluarga wajib memberi dukungan moril sembari mendampingi penderita berobat ke dokter mata.
Keluarga, sebut Retno, tidak perlu menakut-nakuti penderita karena justru kian menambah beban mental penderita. Hal itu penting karena si penderita mudah digerogoti perubahan emosi sehingga bisa berdampak lebih negatif yakni minder dan menyendiri. “Akibat dari perubahan ini, nafsu makan akan menurun. Otomatis imunitas menurun dan penderita semakin terpuruk,” ujar Retno.
Anggota keluarga juga penting memberi motivasi agar si pasien dapat menerima kondisi fisik tersebut. Selain itu, baik penderita maupun anggota keluarga wajib menabur ide-ide yang bersifat positif. Bagi si penderita, diberikan pekerjaan sesuai hobi atau group sesame penderita sehingga terhindar dari stres. Selain itu, perlu juga memasukkan penderita ke support group.

Dibiarkan, Justru Lebih Parah

thumbnail
Kisah Sudaryanto, Penderita Glaukoma
Oleh: Heni Kurniawati

Jumat pagi, jam dinding ruang poliklinik mata RSUP Sanglah menunjukkan angka sebelas. Tampak seorang pria berkaca mata sedang memeriksa mata pasien. Sekilas, tidak ada yang salah dengan jendela dunia milik pria tersebut. Cara jalannya tegap. Siapa yang menyangka jika pria asal Sempidi, Badung ini sedang menderita penyakit glaukoma.
Itulah Sudaryanto. Berawal dari kecelakaan yang dialami pada tahun 2004 kian melemakan fisiknya. Akibat tabrakan itu, kedua Sudaryanto harus dipasang pen. Dari sanalah keluhan glaukoma mulai dirasakan seperti rasa nyeri pada bola mata. Untuk mengetahui sebabnya, Sudaryanto cek ke dokter mata. Dan dokter menyarankan agar matanya dioperasi. Tetapi, saran dokter tampaknya kurang digubris sampai berjalan setahun. Selama itu, daya pandang mata pria ini kian menyempit dan buram.
“Pada tahun 2004, saya kecelakaan motor yang akibatnya cukup parah saya alami. Kedua kaki saya harus dioperasi. Setelah sembuh sepertinya ada yang salah dengan mata. Saya merasa nyeri di mata dan bola mata seakan mau lepas. Waktu itu saya periksa ke RS Sanglah dan dokter menyuruh saya untuk operasi mata. Tetapi dokter spesialis sedang keluar kota sehingga tidak jadi operasi. Keadaan itu saya biarkan selama satu tahun, hasilnya memang semakin parah,” jelas Sudaryanto.
Sekitar tahun 2005, akhirnya bagian mata sebelah kanan Sudaryanto dioperasi. Untuk mata sebelah kiri dioperasi pada tahun 2007. Sialnya, operasi terakhir tergolong terlambat karena kerusakan pada bola mata sudah parah.
Sudaryanto mengaku jarang kontrol kondisi bola matanya. Hal tersebut membuat matanya kian tidak dapat melihat terutama kena sinar matahari atau lampu. Jarak pandang semakin rendah. Untuk mata kanan, ia mampu melihat dengan jarak maksimal 3 meter dan 1 meter untuk mata sebelah kiri. “Sudah dua kali mata saya di operasi, yang pertma tahun 2005 untuk mata kanan saya dan 2007 untuk yang sebelah kiri. Tetapi mungkin karena terlambat dan karena saya bandel ketika disuruh untuk periksa mata secara rutin tidak saya lalukan, mata saya belum membaik,” ungkapnya.
Dengan rajin kontrol setiap minggu dan minum obat dari dokter, pria berdarah Jawa-Bali ini merasa optimis matanya bisa sembuh. “Dengan pemeriksaan rutin, minum obat dari dokter dan berdoa, saya percaya akan lebih baik,” tuturnya.

Adrian Alexandra Siregar: ‘’Lindungi Mata Sejak Usia Lahir’’

thumbnail
Oleh: Heni Kurniawati
Banyak stimulasi yang mempengaruhi kecerdasan seorang, termasuk faktor penglihatan. Sebab mata bekerja sama dengan otak, otot dan sistem saraf. Melalui mata, gambar yang tertangkap, diolah dan diubah jadi suatu informasi yang berharga bagi si kecil. Mata memberikan informasi tentang segala hal yang ada di sekitar lingkungan bermain anak. Setiap waktu, mata dapat memberikan pesan yang membantu si kecil memahami dunia sejak dini.
District Manager Etika PT Wyeth Bali Nusra, Adrian Alexandra Siregar menjelaskan, mata anak-anak merupakan mata yang sedang tumbuh. Masa kritis perkembangan penglihatan terjadi sejak lahir hingga usia 6 bulan. Mata anak tidak sama dengan orang dewasa. Bayi yang baru lahir hanya dapat melihat benda secara buram. Namun setelah tambah usia, penglihatan jadi lebih baik dan sempurna.
”Bayi lahir tidak dapat langsung melihat dengan jelas. Mereka hanya menangkap gambar secara buram, ketajaman penglihatan, koordinasi penglihatan dan penglihatan warna berkembang pesat pada awal kehidupannya. Sebab masa kritis penglihatan ditentukan sejak lahir hingga usia enam bulan,” katanya.
Pada masa kritis, pertumbuhan penglihatan bayi kerap terjadi bahaya yang mengintai retina anak. Lensa mata bayi dan anak masih relatif jernih sehingga kemampuan menghambat sinar biru belum berkembang. Sinar biru merupakan sinar dengan gelombang 400-500 nm seperti di matahari, layar TV, komputer dan lampu neon.
Sinar tidak dapat dirasakan dan disadari, tetapi sangat berbahaya karena dapat menimbulkan kematian sel dan penyakit pada retina. Bahkan, menyebabkan luka fotokimia di jaringan mata. Risiko tertinggi kerusakan akibat sinar biru terjadi pada usia dini karena pada usia 0-2 tahun, sekitar 70-80% sinar biru mencapai bagian belakang retina mata anak. “Retina bayi dan anak masih sangat rentan terhadap sinar biru dan radikal bebas. Jika sinar biru dan radikal bebas mengenai mata anak, maka penglihatan anak menjadi terganggu hingga dewasa kelak,” ujarnya.
Sebagai tindakan preventif, bayi harus mendapat ASI esklusif karena di dalam ASI jenis ini terkandung AA-DHA, vitamin A, karuten, turin dan lutein, --nutrisi penglihatan mata. Lutein sendiri berperan sebagai antioksidan, melindungi retina dari kerusakan akibat radikal bebas yang ditransfer oleh sinar biru, sekaligus sebagai filter sinar biru dan radikal bebas.
Selain ASI, lutein juga bisa diperoleh dari sayur-sayuran seperti bayam, labu kuning, wortel, brokoli, kuning telur dan kacang kapri. Kekurangan lutein dapat merusak retina mata. ”Tubuh tidak dapat membuat lutein sendiri dan harus diperoleh dari sayur-sayuran dan buah buahan. Bagi anak yang tidak menyukai sayuran dan tidak mendapat ASI maka alternative terakir adalah dengan memberikan susu formula yang memiliki kandungan lutein seperti susu Gold,” katanya.


MUTIARA KEHIDUPAN

thumbnail
Kesalahan
Ia yang tanpa kesalahan berarti dak hidup.
(J.Heywood)
Suatu kesalahan sekali disangkal berarti dua kali dilakukan.
(Thomas Fuller)
Hanya orang besarlah yang memiliki cacat yang besar.
(La Rochefoucauld)
Tidak ada kemajuan bagi yang keras kepala dan menolak untuk mengakui kesalahan.
(C.S Lewis)

Glaukoma Vs Katarak

thumbnail
OLEH: AGUS SALAM
Tidak banyak orang mengerti tentang penyakit glaukoma. Padahal penderita glaukoma sangat vatal. Penyakit ini membuat mata seorang pasien bisa mengalami kebutaan dan sulit untuk disembuhkan.
Berbeda dengan katarak, masyarakat mungkin belum akrab dengan penyakit glaukoma. Padahal keduanya sama-sama menyerang mata dan menyebabkan kebutaan. Bedanya, penglihatan akibat katarak masih bisa dipulihkan dengan operasi. Sedangkan glaukoma justru menyebabkan kebutaan sepanjang hayat. Karena itu deteksi sedini mungkin merupakan satu-satunya cara pencegahan alternatif yang bisa dilakukan seorang penderita.
Dr Ikke Sumantri, SpM menegaskan, glaukoma merupakan penyakit perusak saraf mata yang terjadi akibat tekanan bola mata atau tekanan intra okulat yang tinggi. ’’Pada mata normal, saraf berfungsi meneruskan bayangan ke otak. Di otak, bayangan tersebut akan bergabung di pusat penglihatan dan membentuk suatu sensasi penglihatan. Bila tekanan bola mata seseorang sudah di atas 21 mmHg, maka orang tersebut pantas dicurigai menderita glaukoma,” jelas dr Ikke, spesialis mata dari Jakarta Eye Center (JEC) pada sebuah seminar Glaukoma di Jakarta.
Ketua Glaukoma Center JEC itu menilai, glaukoma merupakan penyebab kebutaan nomor dua di Indonesia setelah penyakit mata katarak. Glaukoma biasanya terjadi pada mereka yang berusia di atas 40 tahun. Tekanan pada bola mata ini dipicu oleh tersumbatnya akous humor, --cairan jernih yang ada di dalam bola mata bagian depan. Cairan ini secara teratur mengalir dari tempat pembentukan ke saluran keluar seperti air keran, urai staf pengajar Glaukoma Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (RSCM/ FKUI).
Glaukoma terjadi ketika produksi dari cairan bola mata meningkat atau cairan bola mata tidak mengalir dengan sempurna sehingga tekanan bola mata tinggi, serabut-serabut saraf di dalam saraf mata menjadi terjepit dan mengalami kematian. Akibatnya, hubungan penglihatan ke otak terganggu dan terjadi kebutaan.
Pada umumnya seseorang baru menyadari adanya titik buta pada waktu kerusakan serabut saraf optik sudah parah. Bila seluruh serabut saraf rusak, maka akan terjadi kebutaan total. ‘’Sering kali para pasien baru memeriksakan matanya ke dokter ketika penglihatannya sudah terganggu,’’ katanya.
Bila sudah demikian, tindakan yang bisa dilakukan kurang memuaskan. Bila harus dioperasi, banyak penderita berharap segala masalah glaukoma pada mata akan tuntas. Padahal operasi hanya memiliki peranan 40% dari total tindakan penyembuhan glaukoma. Selebihnya, perawatan secara berkala untuk mencegah kemungkinan tumbuhnya masalah lain. ‘’Karena bisa seminggu, sebulan atau setahun setelah operasi saluran serabut mata yang sudah dibenarkan, rusak lagi,’’ tambahnya.

Bali Miliki Satu Dokter Spesialis Glaukoma

thumbnail
Oleh: Heni Kurniawati
Setelah India dan Cina, Indonesia berada di urutan ketiga sebagai negara dengan penduduknya memiliki tingkat kebutaan terbanyak di dunia. Antara lain buta karena katarak dan glaukoma mencapai 1,5% dari total penduduk Indonesia sekitar 220 juta jiwa. Di Indonesia sendiri, penyakit glaukoma menempati posisi nomor dua setelah katarak. Glaukoma lebih potensial mengintai mereka yang berusia di atas 40 tahun, yang mayoritas tinggal di daerah pedesaan.
Bagi Perhimpunan Dokter Mata Indonesia (Perdami) Bali khususnya dan Indonesia umumnya, fakta tersebut menjadi tantangan terbesar bagi dunia kedokteran mata. Karena selain masih terbatasnya fasilitas medik termasuk jumlah dokter spesialis mata.
Seperti diungkap Ketua Perdami Bali, dr I Putu Budhiastra, Sp.M, di daerah seribu pura ini baru 1 dokter spesialis glaukoma dari 25 orang dokter mata. Sementara jumlah kebutaan yang terjadi di Bali sudah mencapai 60 ribu penduduk atau 0,2% dari total penduduk Bali sebanyak 3,5 juta jiwa.
”Memang menjadi tantangan kami saat ini adalah keberadaan dokter spesialis mata yang masih sangat minim. Mengingat setiap 3,5 menit penduduk di Indonesia mengalami kebutaan. Semakin bertambahnya angka harapan hidup untuk lansia merupakan salah satu faktor penyebab glaukoma. Karena glaukoma banyak menyerang mereka yang berusia di atas 40 tahun,” katanya.
Bendahara Perdami, dr Agus Kusumadjaja, SpM menilai, banyaknya angka kebutaan di Indonesia dipengaruhi asupan nutrisi untuk mata yang sangat kurang. Selain itu minimnya pengetahuan dan persiapan masyarakat tentang penyakit mata.
Meski begitu, pengetahuan tentang glaukoma sangat penting agar penanganan dapat cepat diberikan sehingga tidak lebih parah. Untuk pelayanan medik, stadium awal dan tidak memiliki kerusakan sistem saraf mata (infeksi), dapat cepat diatasi dengan rutin memeriksakan mata. ”Pada dasarnya penyakit kebutaan dengan tingkat kerusakan yang parah tidak dapat disembuhkan secara total. Tetapi jika sejak awal mengetahui penyakit ini dan cepat tanggap serta diperiksakan atau berobat ke dokter secara rutin, penyakit ini dapat disembuhkan 100 persen. Asal saraf mata masih bagus dan tidak rusak,” tegas dr Kusumadjaja.
Di Bali, pasien yang menderita kebutaan terbanyak justru di kabupaten Karangasem, Negara dan Bangli. Untuk itu, aksi nyata yang dapat dilakukan Perdami Bali dengan bakti sosial langsung ke desa-desa sembari menggelar operasi mata.

JEC, RS Penyakit Glaukoma Indonesia

thumbnail
OLEH: AGUS SALAM
Jakarta Eye Center (JEC) yang memiliki fasilitas lengkap spesial rumah sakit (RS) mata ini tetap mempertahankan eksistensi dan imagenya sebagai RS pelopor penanganan penyakit mata terutama glaukoma. Glaukoma merupakan penyakit yang terjadi akibat tekanan mata (tekanan intra ocular) tertinggi. Biasnya, si penderita dapat mengalami kerusakan serabut syaraf mata yang memacu kehilangan lapang pandang (skotoma) dan bahkan sampai buta.
Glaukoma terjadi ketika produksi cairan bola mata meningkat. Juga cairan bola mata tidak mengalir dengan sempurna sehingga tekanan bola mata tinggi, serabut-serabut saraf di dalam saraf mata terjepit dan terjadi kematian. Akibatnya, hubungan penglihatan ke otak terganggu dan memicu kebutaan.
Guna meningkatkan pelayanan terhadap pasien glaukoma, JEC melakukan upaya terpadu untuk mencegah dan menangani secara dini penyakit glaucoma. Hal tersebut dilakukan mulai dari diagnosa, pengobatan sampai terapi laser.
JEC dilengkapi berbagai peralatan diagnostik dan medik yang modern. Untuk diagnostik ada fundus photography, humprey visual field analyzer, ultrasonography, flare cell meter, non contact tonometry, optical coherence tomography, heidelberg retinal tomography dan sebagainya. Khusus medik dan bedah tersedia alat argon laser, yag laser, micro endoscopy, glaucoma valve dan lain-lain.
Glaucoma Center merupakan salah satu pusat rujukan untuk masalah glaukoma. Selain itu, Glaucoma Center aktif melakukan sosialisasi dan edukasi glaukoma secara kontinyu karena bahaya yang ditimbulkan penyakit yang dijuluki Si Pencuri Penglihatan ini dapat menyebabkan si penderita mengalami kebutaan.
Belum lama ini, JEC menjalin kerja sama dengan Singapore National Eye Center. Kerja sama itu dilakukan dengan membuka Glaukoma Center di Jl Panjang, Kebun Jeruk, Jakarta Barat. ‘’Fasilitas dari tempat ini kami setarakan dengan standar internasional. Jadi bukan cuma alatnya tapi juga prosedurnya,’’ kata dr Donny Istiantoro, SpM.

Cetak Generasi Muda Berkarakter

thumbnail
SMP Terpadu Ma’arif Muntilan
Oleh: Hendrizal SIP*

Tak bisa kita pungkiri, awal milenium ketiga ini ditandai oleh perubahan pesat dalam tiga bidang utama. Perubahan tersebut adalah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kependudukan, dan ekologi atau lingkungan hidup. Perubahan yang sangat pesat itu mengharuskan manusia untuk belajar hidup dengan perubahan terus menerus, ketidakpastian, dan unpredictability (ketidakmampuan untuk memperhitungkan apa yang akan terjadi).
Besar kemungkinan, perubahan seperti di atas akan semakin kencang terjadi dengan didorong oleh arus globalisasi yang juga akan semakin kuat ke depan. Hal itu, jika tidak diantisipasi, akan bisa menimbulkan masalah besar. Untuk mengantisipasinya, salah satu strategi yang bisa dilakukan adalah menyiapkan generasi muda yang memiliki karakter yang kuat dan senantiasa siap menghadapi perubahan. Wahana untuk mempersiapkan hal itu adalah pendidikan. Jadi, untuk menghadapi perubahan itu, tak pelak kita juga harus melibatkan pendidikan.
Namun, persoalannya, sejauh mana pendidikan bisa atau mampu berperan mengantisipasi dan mengatasi persoalan di atas. Persoalan ini tentu menjadi tantangan besar bagi berbagai institusi pendidikan. Sebab, di antara tanggung jawab lembaga pendidikan adalah membina peserta didik supaya output-nya memiliki karakter berani berdiri sendiri. Dalam konteks inilah SMP Terpadu Ma’arif (Tema) Muntilan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, muncul dengan sejumlah idealisme yang diusungnya.
Seperti diungkapkan Kepala SMP Terpadu Ma’arif (Tema) Muntilan, HM Nurdin Syafi’i, SAg, MSI, dalam acara peresmian gedung SMP tersebut, di Gunungpring, Senin, (12/5) ‘’Visi sekolah ini adalah terwujudnya peserta didik yang mampu menjalankan amanat sebagai hamba Allah dan khalifah-Nya di muka bumi. Misinya adalah menyelenggarakan pendidikan Islam yang memadukan aspek ruhiyah, aqliyah dan jasmaniyah, sehingga dapat membentuk generasi berkarakter saleh, cendekia, dan fisik yang prima,” terangnya. Sementara tujuan sekolah ini adalah mempersiapkan generasi Islam yang bertaqwa dan memiliki akhlaqul karimah, memiliki dasar-dasar kepemimpinan kuat, memiliki kecerdasan dan ilmu pengetahuan yang luas, berkepribadian unggul, berkepribadian sebagai pembelajar mandiri, memiliki semangat entrepreneur berbasis ekonomi syariah.
Visi, misi, dan tujuan SMP Terpadu Ma’arif (Tema) Muntilan di atas senada dengan pendapat Ketua PB NU KH Dr Hasyim Muzadi. Dalam pidatonya, terkait acara peresmian SMP tersebut, Kiai Hasyim menegaskan urgennya pendidikan karakter bagi generasi muda bangsa Indonesia umumnya, dan generasi muda NU khususnya.
Sementara Katib Syuriah PB NU KH Drs Malik Madany, MA, juga dalam acara peresmian tadi, mengingatkan bahwa warga nahdliyin perlu merintis sekolah yang berwawasan keterpaduan di antara tiga aspek utama, yakni ilmu umum, ilmu agama, dan kultur jam’iah nahdliyah. Karena itu, Kiai Malik sangat menyambut baik berdirinya SMP Terpadu Ma’arif (Tema) Muntilan yang dirintis oleh Majelis Wakil Cabang (MWC) NU Muntilan tersebut.
*) Guru SMP Terpadu Ma’arif (Tema) Gunungpring, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah.

Wanita Ditantang Berkarya

thumbnail
Oleh: Heni Kurniawati
Perempuan merupakan pilar dunia. Melalui wanita lahir tokoh-tokoh dunia. Sayang, masih banyak perempuan Indonesia dan Bali khususnya belum memiliki peran di dalam kehidupan sosial masyarakat. Sebagian besar perempuan hanya berkutat di sektor bawah atau menjadi masyarakat yang tertinggal. Melalui seminar yang bertajuk “Membangkitkan Peran Wanita Dalam Kepedulian Sosial” yang diadakan Badan Amal Zakat DSM (Dompet Sosial Madani) bertempat di gedung KBPPP, Renon, Denpasar, Minggu (4/5), ingin membuka kesadaran wanita.
Ni Nyoman Masni, SH, Ketua Umum Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Bali, menganggap pada dasarnya wanita Bali memiliki etos kerja tinggi dan mampu bergerak di sektor sosial pemerintahan. Hanya saja wanita yang 61 persen mendonimasi penduduk Bali, banyak tidak memiliki keterampilan, sehingga peran wanita tidak sampai pada jenjang lebih menjanjikan. Dengan demikian, banyak perempuan yang tidak mampu untuk mengangkat derajat hidupnya dan tetap mendominasi masyarakat miskin yang ada di Bali. Peran organisai sangat penting dalam meningkatkan kualitas perempuan. ”Masyarakat Bali memiliki semangat yang tinggi dalam melakukan usaha. Tetapi keterampilan mereka sangat minim, sehingga usaha tersebut belum dapat membantu meningkatkan kesejahteraan sosial mereka. Di sinilah peran organisasi perempuan sangat dibutuhkan agar perempuan memiliki keterampilan yang memadai,” katanya.
Sementara, drs. I Gusti Made Bagiadi,Msi, Kepala TU Dinas Sosial Provinsi Bali, menyebutkan kerjasama organisasi wanita dan dinas sosial untuk meningkatkan kualitas wanita dalam mengentas kemiskinan di Bali. Angka kemiskinan tahun 2006 mencapai 147,034 rumah tangga. Sementara, pada tahun 2007 tercatat 142.699 rumah tangga miskin. ”Pemerintah akan terus berupaya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat, melalui program pemberdayaan keluarga harapan. Karena pada tahun 2008 ini, terdapat banyak keluarga miskin yang harus diperhatikan. Untuk tahun ini sekitar lima ribu rumah tangga miskin yang ingin kami entaskan,” ungkapnya.
Hadir bintang tamu Cici Tegal. Dengan banyolan khas berdialek Tegal, Cici berharap wanita Indonesia memiliki kemauan yang keras untuk berusaha. Kemauan adalah hal yang terpenting untuk menjadi sukses. Setiap orang memiliki kesempatan dan kemampuan. Tetapi jika tidak memiliki kemauan sama saja bohong. Perempuan yang bernama asli Sri Wayuningsi ini mengaku kagum dengan wanita Bali yang memiliki kreativitas untuk menjadikan apapun menjadi usaha yang menghasilkan uang. ”Dalam setiap usaha harus memiliki kemauan. Jangan ragu atau banyak mikir, kalau ada kesempatan harus segerah diambil. Dan apabila memiliki ide untuk membuka usaha harus cepat direalisasikan dan jangan ditunda-tunda. Masalah modal dapat pinjam dulu. Karena banyak organisasi atau instansi yang mau membantu usaha atau orang yang memiliki kamauan untuk maju,” sarannya.

Spontan Power Irit BBM

thumbnail
Nama : Bahroni, 48 tahun, PNS, tinggal di Magelang.
Pengalaman:
Setiap hari saya pergi ke sekolah menggunakan sepeda motor Tornado GS yang sangat boros sekali. Akhirnya saya bertemu dengan SPG Pak Oles yang menawarkan Spontan Power. Setelah saya coba gunakan benar-benar terbukti. Motor saya menjadi lebih irit BBM sampai 20% dan mesinnya pun menjadi dahsyat. Akhirnya saya tidak ragu lagi untuk memakai Spontan Power pada sepeda motor sata Tornado GS.
KPO/EDISI 151/MEI 2008

Kudo & Hexon Paling Ampuh

thumbnail
Nama : Widodo Utomo, 48 tahun, karyawan Akper Karya Husada Jogja.
Pengalaman :
Sudah dua tahun saya memakai produk otomotif produksi PT Pak Oles & Biotor Technology yakni Vitamin BBM Kudo dan Vitamin Oli Hexon untuk mobil Fiat saya buatan tahun 1959. Mobil Fiat ini seringkali ikut touring Fiat club se-Jawa & Bali. Setelah memakai dua produk itu, tarikannya jadi lebih ringan, lincah, mesin jadi awet, dan sangat irit BBM. Lajunya pun tidak kalah dengan mobil-mobil muda buatan masa kini. Hexon & Kudo ternyata sangat cocok untuk mobil kuno saya. Matur nuwun Pak Oles.

Motor Tambah Gesit

thumbnail
Nama : Suhardiman, 21 tahun, mahasiswa, tinggal di kompleks BTN Paropo, Makassar.
Pengalaman :
Melalui promosi sales Pak Oles saya kenal produk otomotif Kudo & Hexon. Dikatakan mesin bertenaga, awet dan irit BBM, menjaga karburator dan injektor tetap bersih serta mencegah karatan dalam sistem aliran BBM. Mulanya saya ragu mencampurnya pada oli mesin dan tangki BBM.
Setelah saya coba campur dalam bak oli mesin dan tangki BBM, ternyata memang hasilnya luar biasa. Motor saya yang sebelumnya sering berbunyi 'tersendak' seperti aliran BBM kurang lancar dan mungkin karburatornya kurang bersih sekarang hilang. Kini tarikan jadi tokcer, suara mesin halus, dan BBM pun irit terutama saat perjalanan jarak jauh.

Sakit Pergelangan Tangan Teratasi

thumbnail
Nama : RV Budi Sulistyo, 54 tahun, pekerjaan guru, tinggal di Sleman, Yogyakarta.
Pengalaman:
Awalnya saya masih penuh tanda tanya soal khasiat Ramuan Pak Oles. Lalu saya mencoba Kalung EM Keramik untuk menghilangkan sakit di pergelangan tangan. Walaupun sedikit mahal menurut ukuran kocekku, namun Kalung EM Keramik itu akhirnya berpindah ke leherku. Rasa sakit itu perlahan-lahan hilang. Akhirnya aku mulai memakai produk-produk Pak Oles satu demi satu dan merasakan efek positif dari masing-masing produk yang kukonsumsi. Kini saya juga mulai membaca tulisan Pak Oles di Koran Pak Oles.

Sakit Gigi Sembuh

thumbnail
Nama : I Putu Kana, 45 tahun, pedagang, tinggal di Kubutambahan, Singaraja.
Pengalaman :
Saya sering mengalami sakit gigi. Kadang-kadang dalam satu bulan dua kali gigi saya sakit. Saya percaya dan yakin Minyak Oles Bokashi produk GN Wididana itu bisa meringankan sakit gigi. Begitu gigi saya sakit langsung diolesi dengan Minyak Oles Bokashi. Sekitar lima menit sakit gigi saya langsung hilang. Akhirnya saya tetap mempunyai stok Minyak Oles Bokashi untuk keperluan keluarga dan konsumen.

Pilih EM4 Untuk Atasi Limbah Organik

thumbnail
Perusahaan Farmasi
OLEH: AGUS SALAM

Pengelolaan sampah menjadi bokashi atau pupuk organik saat ini merupakan alternatif jawaban bagi permasalahan yang dihadapi beberapa perusahaan terutama yang setiap harinya menghasilkan sampah rumah dalam jumlah yang cukup banyak. Misalnya saja perusahaan Pharos salahsatu perusahaan farmasi yang cukup terkenal di Jakarta, menjatuhkan pilihan mengatasi sampah rumah tangganya seperti hasil limbah kantin, dan limbah-limbah pekarangan seperti rumput pembuat, sampah kantor dll dengan EM4.
Karena menurut salah satu karyawan PT Pharos, Elly (50), hingga kini belum tertangani secara baik. Sampah masih dibiarkan dan dikomposkan secara konvensional sehingga tidak hanya menimbulkan gundukan sampah tetapi juga bau yang menyengat.
Karena itulah Elly mengundang PT Songgolangit Persada Cabang Jakarta untuk sosialisasi penggunaan EM4 sebagai bahan aktif pengurai bahan organik menjadi kompos yang memiliki kandungan nutrisi yang dibutuhkan tanaman.
‘’Saya mulai mengenal EM4 di Gereja dalam program bersih lingkungan. Pada waktu itu ada kegiatan gereja soal pemanfaatan limbah rumah tangga dengan menggunakan teknologi EM4, saya tertarik untuk memperaktekkannya di kantor, karena itu saya mengundang Tim Songgolangit untuk menjelaskan penggunaan EM4 pada sebagian karyawan yang khusus menangani limbah ini,’’ katanya.
Pengolahan sampah kota dilihat secara sepintas merupakan pekerjaan yang sangat mudah untuk dilaksanakan. Secara kasat mata yang dilihat oleh masyarakat kota bahwa pengelolaan sampah mudah tetapi kenyataannya kasus-kasus sampah seperti dikota-kota besar sangat rumit dan tak mudah diselesaikan.
Karena itu, sampah menjadi problem serius hampir di setiap kota, kenaikan jumlah penduduk dan peningkatan taraf hidup masyarakat, menyebabkan jumlah sampah yang dihasilkan setiap harinya juga semakin meningkat.’’ Dengan sosialisasi penggunaan EM4 di lingkungan perusahaan Pharos di Jakarta, setidak-tidaknya kami bisa mengurusi sampah kami sendiri sehingga tidak menjadi beban pemda DKI dalam mengurusi sampah,’’ kata Elly.
PT Pharos Indonesia merupakan industri farmasi yang berdiri sejak tahun 1971 dan termasuk dalam 10 besar industri farmasi di Indonesia khususnya bidang Ethical maupun OTC yang memiliki cabang cabang yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia.
OLEH: AGUS SALAM
Pengelolaan sampah menjadi bokashi atau pupuk organik saat ini merupakan alternatif jawaban bagi permasalahan yang dihadapi beberapa perusahaan terutama yang setiap harinya menghasilkan sampah rumah dalam jumlah yang cukup banyak. Misalnya saja perusahaan Pharos salahsatu perusahaan farmasi yang cukup terkenal di Jakarta, menjatuhkan pilihan mengatasi sampah rumah tangganya seperti hasil limbah kantin, dan limbah-limbah pekarangan seperti rumput pembuat, sampah kantor dll dengan EM4.
Karena menurut salah satu karyawan PT Pharos, Elly (50), hingga kini belum tertangani secara baik. Sampah masih dibiarkan dan dikomposkan secara konvensional sehingga tidak hanya menimbulkan gundukan sampah tetapi juga bau yang menyengat.
Karena itulah Elly mengundang PT Songgolangit Persada Cabang Jakarta untuk sosialisasi penggunaan EM4 sebagai bahan aktif pengurai bahan organik menjadi kompos yang memiliki kandungan nutrisi yang dibutuhkan tanaman.
‘’Saya mulai mengenal EM4 di Gereja dalam program bersih lingkungan. Pada waktu itu ada kegiatan gereja soal pemanfaatan limbah rumah tangga dengan menggunakan teknologi EM4, saya tertarik untuk memperaktekkannya di kantor, karena itu saya mengundang Tim Songgolangit untuk menjelaskan penggunaan EM4 pada sebagian karyawan yang khusus menangani limbah ini,’’ katanya.
Pengolahan sampah kota dilihat secara sepintas merupakan pekerjaan yang sangat mudah untuk dilaksanakan. Secara kasat mata yang dilihat oleh masyarakat kota bahwa pengelolaan sampah mudah tetapi kenyataannya kasus-kasus sampah seperti dikota-kota besar sangat rumit dan tak mudah diselesaikan.
Karena itu, sampah menjadi problem serius hampir di setiap kota, kenaikan jumlah penduduk dan peningkatan taraf hidup masyarakat, menyebabkan jumlah sampah yang dihasilkan setiap harinya juga semakin meningkat.’’ Dengan sosialisasi penggunaan EM4 di lingkungan perusahaan Pharos di Jakarta, setidak-tidaknya kami bisa mengurusi sampah kami sendiri sehingga tidak menjadi beban pemda DKI dalam mengurusi sampah,’’ kata Elly.
PT Pharos Indonesia merupakan industri farmasi yang berdiri sejak tahun 1971 dan termasuk dalam 10 besar industri farmasi di Indonesia khususnya bidang Ethical maupun OTC yang memiliki cabang cabang yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia.

Green Festival; Inspirasi Anak Peduli Alam

thumbnail
OLEH: AGUS SALAM
Ini tidak sekedar ajang informasi seputar pemanasan. Green Festival yang berlangsung 18-20 April lalu di parkir timur Senayan Jakarta membawa nuansa lain bagi generasi muda khususnya anak-anak. Agak salah untuk menyebut agenda itu sebagai media bermain anak-anak semata. Meski begitu, sembari bermain, anak-anak juga diberikan edukasi tentang lingkungan sehingga mereka sejak dini bisa mencintai lingkungan alam sekitar melalui petunjuk praktis dan aplikatif mengurangi laju pemanasan global.
‘’Kami ingin menginformasi bahwa pemanasan global adalah masalah yang dekat dengan kehidupan seluruh umat manusia. Siapa pun bisa berperan mengurangi lajunya pemanasan global. Anak-anak bisa mencontohnya dengan petunjuk praktis yang diperagakan,’’ kata Ketua Panitia Green Festival, Nugroho F Yudho dari Kompas Gramedia.
Sebagai program edukasi bagi masyarakat khususnya generasi muda untuk menambah pengetahuan, wawasan dan memberikan inspirasi cara berkontribusi dalam mengurangi pemanasan global. ‘’Setelah konferensi tingkat tinggi tentang perubahan iklim di Bali, banyak dibicarakan mengenai global warming, namun ada beberapa kelompok masyarakat yang belum mengetahui apa sebenarnya global warming. Karena itu tujuan festival ini melakukan kampanye tentang global warming dan membuka kesadaran terhadap itu kepada seluruh kelompok masyarakat,’’ kata Direktur Human Resources and Corporate Relations PT Unilever Indonesia Tbk, Josef Bataona yang berperan aktif menyukseskan acara tersebut.
Pegunjung sejak dari pintu masuk sudah disambut informasi seputar pemanasan global. Disusul pemaparam aktivitas keseharian di rumah terkait pemanasan global, mulai dari garasi, halaman, ruang keluarga, kamar mandi hingga dapur. Pada zona lain, pengunjung dapat menjumpai stan produk daur ulang, mainan edukatif tentang lingkungan, produk elektronik berhasis tenaga matahari, stan sepeda dan lain-lain.
Beberapa anak sekolah yang datang secara berkelompok tampak senang melihat petunjuk langsung bagaimana mengurangi laju pemanasan global. Anak-anak juga berinisiatif mencatat setiap pesan dan tips-tips yang dilakukan di dapur, di pekarangan rumah, di sekolah maupun di mana saja kala mereka berada.
Salah satu tips menarik yang pantas mereka tulis, ‘‘Tahukah Anda mencuci mobil menggunakan air dalam ember dan lap menghemat konsumsi air bersih hingga 250 liter? Jika bandingkan mencuci menggunakan air dengan selang. Soal sampah juga memikat perhatian pengunjung. Selama ini sampah dipersepsikan sebagai barang terbuang padahal bisa mendatangkan sesuatu yang bermanfaat pasca daur ulang atau mengubah sampah menjadi pupuk buat pertumbuhan tanaman.

Produksi Pupuk Organik RI Tercekal Bahan

thumbnail
OLEH: INDAH WULANDARI
hadni_wulan@yahoo.co.id
Keterbatasan bahan baku pembuatan pupuk kimia membuat produsen pupuk dalam negeri dan pemerintah Indonesia mulai melirik pupuk organik. Seteleh PT Petrokimia Gresik, Jatim menancapkan unit industri NPK organik, PT Pupuk Kujang, Cikampek, Jabar mulai mematangkan perencanaan produksi massal.
Kepala produksi PT Pupuk Kujang Sri Darmono Susilo pun kembali bertandang ke Bali guna sharing dan review keilmuan pupuk organik. Pasalnya, ia adalah salah seorang lulusan Institut Pelatihan Sumber Daya Alam (IPSA), Bali sekitar lima tahun lalu. Bersama trainer IPSA, Ir Nyoman Darma Asmara, ia menceritakan bagaimana proses mencari referensi tentang ternak sapi unggulan di luar negeri. Darmono mengakui bahwa kualitas sapi Bali-lah yang terbaik sebagai bahan mentah (raw material) pupuk organik.
Akhirnya keunggulan sapi Bali dan Swiss dipadukan lewat inseminasi buatan antara sperma dan sel telur dari kedua jenis sapi unggulan tersebut. Rata-rata sapi jantan menghasilkan kotoran 28 kg /hari sedangkan sapi betina sebanyak 18 kg/hari. Kenapa kotoran sapi dianggap sebagai raw material terbaik? Setelah diteliti ternyata kandungan sulfur dalam kotoran sapi rendah yang kemudian ditarik dengan katalis sebagai biogas. Biogas murni tadi masuk power plant dan menghasilkan Bokashi padat, pupuk cair, dan bahan bakar power plant itu sendiri. Selain itu kotorannya juga mengandung asam umate sebagai katalis pupuk.
Bila perusahaan BUMN berhasil membudidayakan sendiri akan menghemat biaya produksi dibandingkan mengimpor sari seharga US$ 4 dolar/liter. Bahan mentah yang dihasilkan berkualitas bagus. Apalagi kualitas pakan dari ampas tahu, tebu dan persilangan rumput sangat diperhatikan. ‘’Kita menggunakan standar nasional dari Dinkes dan Dephukham dengan cara meningkatkan kualitas limbah. Pakan atau silase dicampuri EM4 dan molase untuk menekan bakteri patogen dengan fermentasi sehingga aroma tak menyengat dan nafsu makan ternak meningkat,” jelas Darmono.
Basik produksi PT Pupuk Kujang masih tergantung stok bahan mentah yang baru tersedia 10 ribu ton. Dengan produksi pupuk organik sekitar 100 ribu ton/tahun disupport 800 sapi, pihak PT Pupuk Kujang sedikit kewalahan. Pasalnya, permintaan petani mulai berjalan di kisaran 150 ribu ton.
Pemerintah melalui Deptan mengalokasikan subsidi pupuk organik untuk tanaman pangan sebesar 345 ribu ton tahun ini yang produksi dan distribusinya diserahkan kepada empat BUMN pupuk, PT Petrokimia Gresik (300 ribu ton), PT Pupuk Kalimantan Timur (25 ribu ton), PT Pupuk Sriwijaya dan PT Pupuk Kujang masing-masing sebesar 10 ribu ton.
Peraturan Menteri Pertanian No:76/Permentan/O.T.140/12/2007 tertanggal 28 Desember 2007 menyebut, empat BUMN pupuk ditugasi untuk produksi pupuk organik bersubsidi. Bermodalkan teknologi produksi multi digital, PT Pupuk Kujang telah mantap berjalan. Darmono berharap usulan pemerintah untuk solusi penyediaan pupuk petani disertai tindakan nyata ketersediaan bahan produksi skala massal. Ir Nyoman Dharma mengusulkan untuk memanfaatkan urin sapi atau tanaman enceng gondok sebagai pengganti kotoran sapi.

Pupuk Organik Meningkatkan Produksi Padi

thumbnail
Oleh: Timo Teweng*
Penggunaan pupuk organik pada lahan pertanian tidak hanya berfungsi untuk mengembalikan kesuburan tanah dan ramah lingkungan, tetapi juga meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi padi, tembakau dan aneka tanaman. Selain itu sebagai salah satu solusi mengatasi masalah sampah di daerah perkotaan dan mengurangi polusi udara.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Jember, MZA Djalal pada panen raya padi hibriba jenis Long Ping di Desa Pontang, Ambulu, Jember, pada pekan pertama April. Panen raya itu dihadiri Wabub Husein Andalas, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jember, Hari Widjayadi, Direktur PT Tempu Rejo Jember, Budi Sutrisno, para dosen, pemerhati masalah pertanian, anggota DPRD dan sekitar 200 orang petani pengguna pupuk organik merk rabog. (Rabog dalam bahasa Madura berarti pupuk organik).
Menurut MZA Djalal, pupuk rabog (organik) cocok untuk segala jenis tanaman, mengandung unsur hara dan berbagai macam mikroba yang mampu meningkatkan dan mengembalikan kesuburan tanah secara alami. “Menggunakan pupuk rabog akan dapat meningkatkan produksi padi, khususnya padi hibrida jenis Long Ping yaitu sekitar 11-12 ton per hektar. Dan setiap malainya bisa menghasilkan 300 butir padi,” kata Djalal, seraya menghimbau para petani, pejabat Pemkab, DPRD, dan segenap elemen masyarakat Jember agar berusaha memasyarakatkan penggunaan pupuk rabog ini.
Pupuk rabog, kata Djalal, tidak hanya dimanfaatkan oleh para petani padi saja, tetapi juga para petani jagung dan tembakau, khususnya tembakau jenis bes nota, bes no, dan kasturi. “Saya sebagai Bupati Jember sangat mendukung penggunaan pupuk rabog karena manfaatnya sangat besar bagi para petani. Selain itu, penggunaan pupuk rabog ini merupakan salah satu solusi untuk mengatasi masalah sampah. Karena bahan baku pupuk rabog ini adalah sampah kota yang diolah oleh PT. Tempu Rejo Jember,” ujar Djalal.
Hal senada disampaikan Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan, Hari Widjayadi. Disebutkan, pupuk rabog merupakan sebuah terobosan maju untuk meningkatkan hasil pertanian plus menghindari penggunaan pupuk kimia. ‘’Penggunaan pupuk rabog ini merupakan solusi yang sangat tepat untuk mengembalikan kesuburan tanah, meningkatkan mutu dan jumlah produksi pertanian,” ujar Widjayadi.
Pemakaian pupuk dan obat-obat kimia justru akan merugikan petani. Alasannya, tanah pertanian menjadi rusak, miskin unsur hara, mudah terserang penyakit, mutu produksi menurun, juga mengganggu kesehatan. “Oleh karena itu, kita patut berterima kasih kepada PT Tempu Rejo yang telah berusaha keras mengolah sampah kota untuk dijadikan pupuk organik. Mudah-mudahan, penggunaan pupuk rabog ini akan menjadikan Jember sebagai lumbung beras Jawa Timur,” kata Widjayadi.
Direktur PT Tempu Rejo Jember, Aloysius Amarinus Budi Sutrisno menjelaskan keuntungan pemakaian pupuk rabog. Pertama, memperbaiki struktur tanah menjadi gembur sehingga akar tanaman (pagi, jagung, tembakau, lainnya) mudah menembus ke dalam tanah. Kedua; membantu penyediaan hara dalam tanah secara teratur dan seimbang. Ketiga; merangsang pertumbuhan akar, daun, batang, bunga, dan buah. Sebab, pupuk rabog mengandung mikroba azospirillium lipoverum, azotobacter beijerinckii, aspergilus niger, dan lainnya yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman.
Keempat, mengurangi penggunaan pupuk kimia hingga 70%. Kelima, mengurangi penggunaan insektisida, pestisida dan obat-obat kimia lain. Keenam, dosis dan frekuensi penggunaan rendah sehingga biaya usaha tani lebih rendah. Ketujuh tercipta keseimbangan ekologi tanah bagi tanaman akan menyebabkan hasil produksi tanaman lebih berkualitas. “Tujuan pengolahan dan penggunaan pupuk organik ini adalah adalah untuk meningkatkan kesejahtera petani dan membantu pemerintah menyukseskan program swasembada pangan,” kata Sutrisno.
*). Timo Teweng, wartawan tinggal di Jember, Jawa Timur.

Keterangan Foto:
Foto 1
: Bupati Jember MZA Djalal (pegang celurit, keempat dari kanan) memperlihatkan padi hibrida jenis Long Ping dalam acara panen raya di Desa Pontang, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Senin (7/4). Padi hibrida jenis Long Ping ini menggunakan pupuk organik.
Foto 2: Direktur PT Tempu Rejo Jember Aloysius Amarinus Budi Sutrisno (kanan) menjelaskan latar belakang dan manfaat pemakaian pupuk organik merk “Rabog” kepada Bupati Jember MZA Djalal (kiri), pejabat Pemkab, anggota DPRD, dan undangan.


Terapi Listrik, Pengobatan Alternatif Termurah

thumbnail
Oleh: Heni Kurniawati
Tawaran pengobatan alternatif nan tradisional kian subur di tengah laju pembangunan di sebuah kota besar. Masyarakat tampaknya tidak lagi sebatas terpaku pada pengobatan modern yang berbiaya tinggi. Teknik pijat yang dialiri dengan arus listrik, menjadi salah satu pengobatan yang lagi digandrungi warga kota. Pengobatan dengan cara ini sudah banyak diulas, namun karena efek penyembuhan yang unik dan bermanfaat bagi kesembuhan berbagai penyakit membuat pijat listrik tetap menarik untuk diikuti perkembangannya.
Sutaji, ahli pijat yang menggunakan tenaga listrik untuk menyembuhkan berbagai keluhan penyakit menyadari betul adanya aneka pengobatan tradisional yang sudah dikenal luas masyarakat. Teknik penyembuhan dengan muatan listrik sendiri, sebut Sutaji, tidak kalah banyak namun setiap orang memiliki kemampuan dengan cara yang berbeda pula. Dengan membuka praktek pijat listik di Jl Pendidikan 2/78 Sidakarya, Denpasar, Sutaji bisa meringankan penderitaan seseorang yang didera penyakit berat maupun ringan.
Prinsip kerja penyembuhan ini, sangat mudah karena segala penyakit yang diderita seseorang dipicu oleh aliran darah yang tidak lancar. Pijat dengan bantuan listrik yang ditransfer melalui tubuh tersebut dapat membantu mengurangi rasa sakit dan menyembuhkan penyakit. Untuk pasien yang terkategori penyakit berat, pijatan Sutaji fokus pada pusat rasa sakit.
Untuk sakit ringan, pijat diberikan ke seluruh tubuh dari ujung kaki hingga mata. Untuk terapi ini, sekujur tubuh seorang pasien dipijat dengan tangan yang dialiri listrik. “Lewat listrik, segala penyakit berat dan ringan dapat tertolong. Sebab terapi ini untuk mengencerkan darah beku akibat makanan atau aktivitas yang dapat menyumbat peredaran darah ke jantung. Dengan terapi listrik akan mudah mencairkan darah yang beku seperti es sehingga alirannya ke jantung kembali lebih lancar,” jelas pria asal Banyuwangi.
Seperti halnya pengobatan dengan teknik listrik lain, kaki sang ahli pijat menginjak besi yang dialiri listrik. Bedanya dengan pijat listrik lain, sebut Sutaji, pasien tidak merasa sakit, sengatan listrik dan tubuh pasien tidak bergetar. Aliran listrik distel sekecil mungkin agar pasien hanya merasa kesemutan di daerah bidikan alat. Hanya saja, arah pijatan harus menuju ke jantung.
Biasanya lama pengobatan dilakukan sekitar 1,5 jam. Untuk penyakit ringan, terapi pijat dilakukan sekali sampai dua kali. Untuk penyakit berat bisa dilakukan 4-5 kali. Selain pijat listrik, penyembuhan yang diusung Sutaji memadukan teknik pijat listrik dengan Reiki. “Tenaga dalam dapat mempercepat penyembuhan suatu penyakit. Segala penyakit dapat ditolong asal bukan patah tulang. Lumpuh, stroke, darah tinggi dan diabetes dapat diterapi dengan aliran listrik hingga membaik,” tuturnya.
Made Wanta (59), salah satu pasien Sutaji mengaku, selama menjalani terapi pijat sekitar tiga bulan, kondisi tubuh membaik. Wanta sendiri didera stroke selama 6 bulan dan memaksa dirinya untuk mengukir kayu guna dibuat patung. Stroke membuat sekujur tubuh tergolek lemah, kaku dan mati setengah. Pengobatan melalui medis pun ia lakukan, namun tidak membuahkan hasil. Melalui teman ia diperkenalkan dengan pegobatan listrik Sutaji.
“Setelah hampir putus asa, lewat teman saya diberitahu ada pengobatan alternatif dengan listrik yang dapat membantu penyembuhan berbagai penyakit. Selama terapi kurang lebih tiga bulan, kondisi tubuh yang dulunya tidak dapat bergerak sudah kembali lancar. Tangan yang dulunya terbujur kaku pun dapat bergerak dengan lebih baik,” ujar pria asal Singapadu, Gianyar itu.

Cinta Kasih, Media Penyembuh Penyakit

thumbnail
Oleh: Wayan Nita
Shamballa Light Dimention Healing, ternyata sudah mulai dipopulerkan ke masyarakat luas sebagai salah satu teknik penyembuhan penyakit. Seperti apakah Shamballa?
Ir Rukmini Devi D, pengarang buku Shamballa Light Dimention Healing berusaha untuk mengaca cara dan teknik penyembuhan tersebut melalui sebuah buku yang baru saja diluncurkan di Gramedia Denpasar, Sabtu (26/4).
Di dalam buku tersebut dikupas tuntas cara penyembuhan dengan teknik Unconditional Love (cinta kasih tanpa pamrih). Metode Shamballa adalah bentuk utuh dari penyembuhan alternatif yang kini dikenal dengan sebutan Reiki berintikan cinta kasih tanpa pamrih, --sebuah cara penyembuhan murni yang berasal dari sang pencipta.
Buku tersebut, lanjut Rukmini diterbitkan untuk orang-orang yang ingin belajar Shamballa, -- cara menyembuhkan orang lain dengan bantuan energi cahaya. Tapi Shamballa bukan hanya sebuah metode penyembuhan semata tetapi juga cara mempercepat perkembangan spiritual praktis. Teknik Shamballa dapat dipelajari siapa saja karena bersifat lintas agama. Teknik itu tidak mengajarkan orang untuk terkondisi dengan berbagai tradisi dan pengaturan, tetapi untuk mengikuti intuisi (suara hati).
Orang yang mendalami Shamballa, tambah Rukmini, akan jadi lebih sehat, bisa mencegah sebelum sakit dan memancarkan energi positif. Karena itu, seseorang yang melihat akan merasakan kedamaian dan secara tidak langsung menjauhkan mereka dari penyakit. Karena penyakit dapat muncul jika mengumbar emosi untuk bisa mengendalikan amarah.

Sereh, Tanaman Rumput Multi Khasiat

thumbnail
Oleh: Wayan Nita
Siapa tak kenal dengan sereh? Tanaman rumput-rumputan yang dapat tumbuh dimana saja dan menebarkan bau harum. Maka banyak juga orang yang menyebutnya dengan ‘Sereh Wangi’. Bagian tanaman yang sering digunakan adalah bagian batang atau bonggolnya. Masyarakat sering menanamnya di pekarangan rumah sebagai tanaman obat. Atau banyak juga kita temui di pinggir-pinggir sawah dan tegalan juga di sepanjang jalan.
Baunya yang harum membuat tanaman ini sangat banyak khasiatnya. Masyarakat memanfaatkannya untuk bumbu penyedap masakan, minuman dan juga untuk pengobatan. Minuman yang berbahan batang/bonggol sereh ini cukup populer. Jika di tanah Pasundan dinamakan bandrek, di tanah Jawa dikenal sebagai serbat. Sebagai campuran minuman, sereh menjadikan tubuh terasa hangat. Masakan yang menggunakan campuran sereh akan menimbulkan aroma harum. Rasanya juga menjadi lebih gurih dan meningkatkan nafsu makan.
Aroma harum ditimbulkan dari kandungan senyawa minyak atsiri. Baik yang terdapat pada daun maupun batang sereh. Dalam dunia pengobatan tradisional, sereh sering digunakan sebagai obat yang berhubungan dengan usus. Dan minyaknya dapat digunakan sebagai bahan urut rematik. Batangnya dapat digunakan sebagai peluruh ari seni, peluruh keringat, peluruh dahak/obat batuk, bhan untuk kumur dan penghangat badan. Sedangkan daunnya dapat digunakan sebagai peluruh angina kentut, penambah nafzu makan, pengobatan pasca persalinan, penurun panas dan pereda kejang.
Bagi wanita yang haidnya tidak teratur dapat membuat ramuan herbal dengan sereh ini. Caranya gunakan 15gr batang sereh, 30gr daun dewa, 20gr kunyit, 25gr kencur, 25gr temu hitam dan 15gr bangle. Cukup direbus dengan 600cc air hingga tersisa 200cc, kemudian disaring dan diminum. Jika ingin menggunakan sereh sebagai peluruh keringat, dibutuhkan 15gr akar sereh, 10gr daun sereh yang masih muda. Ditambah 20gr jahe dan direbus dengan 500cc air hingga tersisa 200cc. Saring ramuan hernal tadi dan ambil airnya untuk diminum hangat-hangat.

Wortel Mampu Melawan Kanker

thumbnail
OLEH: AGUS SALAM
Wortel merupakan jenis sayuran yang banyak dikonsumsi masyarakat untuk kesehatan. Di antara jenis sayur lainnya, wortel termasuk jenis sayuran yang paling digemari, tak hanya di Indonesia dibelahan dunia wortel menjadi sayuran faporit.
Seperti dilansir BBC News, Dr Kirsten Brandt dan beberapa peneliti dari University of New Castle menemukan adanya senyawa yang bias menurunkan resiko perkembangan kanker. Hasil penelitian menyebutkan umbi akar yang tumbuh baik di daerah pegunungan dengan ketinggian 1200 dpl itu mengandung komponen pestisida alami yang disebut falcarinol. Melalui uji coba pada 24 tikus dengan tumor pra-kanker hingga sepertiga dari biasanya.
Kesimpulan dibuat setelah 18 minggu tikus-tikus yang mengonsumsi wortel dan suplemen falcarinot dalam pakan mereka, perkembangan tumornya sepertiga lebih kecil jika dibandingkan tikus yang hanya mendapatkan pakan biasa. Falcainot bukan senyawa kimia yang berbahaya dan daalm jumlah tertentu mempunyai kemampuan merangsang mekanisme tubuh untuk melawan kanker.
Akibat fatal dari mengonsumsi falcarinot hanya akan terjadi kalau seseorang memakan 400 kg wortel sekali makan. Hanya saja, karena penelitian itu menggunakan wortel mentah, peneliti belum bisa merekomendasikan apakah mengonsumsi wortel matang dan jus wortel juga akan memberikan efek yang sama.
Cita rasanya manis dan teksturnya renyah. Cocok sekali dijadikan camilan yang menyehatkan bahkan juga cocok untuk asinan. Untuk memperoleh manfaat wortel secara maksimal yang harus diperhatikan adalah jeli memilih wortel. Pilih wortel yang berwarna agak muda dan terang. Ini menandakan bahwa wortel tersebut masih muda dan segar.
Tak hanya untuk kanker, wortel juga mampu mengatasi bahaya penyakit hipertensi. Caranya, ambil 500 gram wortel cuci bersih kemudian potong-potong, beri sedikit air matang, lalu diblender. Saring, dan minum segera. Usahakan untuk rutin meminum air wortel ini 3 kali dalam sehari.
Untuk mengatasi demam pada anak, caranya ambil 200 gram wortel kemudian cuci bersih. Parut dan peras sampai keluar sarinya. Rebus air perasannya, minum selagi hangat. Tak hanya itu, wortel juga bisa untuk menyakit luar misalnya mengatasi luka bakar. Caranya, wortel ditumbuk hingga halus dan dioleskan pada luka bakar. Lakukan sesering mungkin sampai luka tidak terasa panas.
Untuk menyembuhkan batuk, sebatang wortel diparut, beri beberapa sendok air panas dan peras. Tambahkan sedikit gula aren, aduk sampai rata. Minum 2 kali dalam sehari. Mengatasi nyeri haid dan mengatasi sembelit, juga bisa bahkan untuk menghaluskan wajah yang berfungsi sebagai masker.

Lomba Busana Anak Bersama Pak Oles

thumbnail
OLEH: WAYAN NITA
Hari Kartini identik dengan wanita cerdas, sukses berkarier di luar rumah, tetap anggun dengan pakaian kebaya. Secuil potret itulah yang dapat direkam dalam Lomba Busana Anak Bersama Ramuan Pak Oles, Minggu (20/4). Lomba yang bertetap dengan HUT RA Kartini ini diikuti 23 anak berusia 4-6 tahun dengan tempat gelaran di Ruko Pak Oles, Jl Letda Kajeng 21 Denpasar. Mereka berlenggak-lenggok penuh percaya diri di panggung. Mereka mengekspresikan gaya kreatif dengan mengenakan busana adat.
Fokus penilaian lebih pada keserasian pakaian, make-up, cara berjalan dan keberanian anak tampil di depan umum. Untuk skill modeling, dipercayakan kepada Lestari, yang lebih menyasar keunikan busana setiap peserta. Pemenang favorit diraih Agasta Belinda Dewani. Sedangkan Kadek Dwi Maeka Trisnawati menempati podium tertinggi, menyusul Dita (juara II) dan Putu Ananda (juara III). Mereka berhak atas uang pembinaan, piagam dan piala. “Peserta yang menjadi juara adalah anak-anak yang lincah dan percaya diri,” kata Lestari mewakili tim juri.
Bingkisan lain berupa Madu Geruh, Minyak Oles Bokashi dan EM Spa menjadi milik para pemenang. Semua itu untuk mendukung pertumbuhan dan menjaga kesehatan anak, di samping meningkatkan nafsu makan anak.

Unit Malang Pilih Rangsangan Hadiah

thumbnail
OLEH: WURI WIGUNANINGSIH
Memotivasi seorang marketing untuk mendapatkan penjualan harus dilakukan seorang pemimpin. Sebagai salah satu cara, memberikan hadiah bagi yang melampaui target penjualan. Itulah solusi alternatif yang dibidik unit Malang guna mendukung tim marketing dan TL. “Intinya adalah memicu supaya mereka lebih giat bekerja. Cara ini dilakukan secara rutin. Setiap bulan kita rutin melakukan pertemuan. Selain memberikan hadiah, juga ada pengajian rutin,” jelas Kepala Unit Malang, Djinda.
Pengajian atau siraman rohani bagi seluruh marketing, sebut Djinda, untuk menyeimbangkan kebutuhan dalam hidup. Setelah sebulan bekerja, pasti ada kejenuhan. Untuk menghibur atau menghapus kejenuhan, antara lain dengan mengadakan kegiatan rohani berupa pengajian. Hal yang sama dilakukan unit Sidoarjo dan Gresik. “Kadang setelah pengajian kita diskusi tentang kesulitan atau hambatan yang dihadapi marketing di lapangan. Sebuah masalah pasti akan mendapat jalan keluarnya, bila kita bicarakan bersama. Satu meja dengan satu pikiran yang dingin,” tambah Djinda.

Tim Marketing Perlu Rileksasi dan Konsentrasi

thumbnail
OLEH: AGUS SALAM
Konsentrasi dan rileksasi merupakan upaya seseorang untuk mempertahankah motivasi diri dan tim agar focus pada cita-cita dan target. Demikian penekanan Pak Oles di hadapan kru marketing Cabang Jakarta di Wisma Perlebahan Sukatani, Cimanggis, Depok. Jika ingin sukses dalam dunia marketing, perlu konsentrasi yang sudah dan bakal terjadi agar terbuka selalu solusi jitunya. ’’Bagaimana merencanakan, mengatur strategi dan bagaimana pula endingnya. Semua terprogram dengan seefisien mungkin. Setiap kepala unit dan TL fokus yang bermasalah diberi obat berupa motivasi,’’ katanya.
Dengan fokus, pemasaran dipastikan jauh lebih berkembang. Ibarat sedang perang, pasukan selangkah demi selangkah tetap maju. ’Tak perlu berhitung terlalu jauh misalnya jumlah penduduk di Jadebotabek. Penjualan yang nilainya terus maju dan mencapai target sudah merupakan prestasi.
Marketing juga diminta untuk rileksasi. Rileks menikmati pekerjaan sehingga tidak stress, yang nantinya bermuara pada peraihan kesuksesan. Ibarat seorang petinju, jika tampil tidak tenang dan panik menghadapi lawan tanding apalagi sampai tidak percaya diri, jelas banyak energi yang terkuras, sekalipun sudah berusaha untuk pukul sana-sini.
Hasilnya tetap nihil dan bahkan roboh akibat pukulan lawan. Kalau petinju yang tenang dan punya skiil, pasti meraih sukses dengan merobohkan lawan. Sedangkan untuk menjadi pimpinan yang suksess, seorang kepala unit dan TL harus memiliki seni memimpin guna lebih memberdayakan bawahan. Caranya, melalui motivasi, komunikasi dan pelatihan.