Kurang Vitamin D Picu Resiko Sakit Jantung

thumbnail
Kekurangan kronis vitamin D mungkin menjadi penyebab sakit jantung, tekanan darah tinggi dan sindrom metabolis, demikian hasil suatu studi baru. Kekurangan sinar matahari selama musim dingin mungkin menghilangkan tingkat vitamin D di dalam tubuh dan membahayakan kesehatan jantung dan pembuluh darah, demikian studi yang dilaksanakan oleh peneliti di Marcella Niehoff School of Nursing di Loyola University di Chicago. Tubuh memerlukan sinar matahari untuk menghasilkan vitamin D, tapi proses itu melambat pada musim dingin akibat kurangnya sinar matahari dan orang lebih banyak berada di dalam ruangan.
Para peneliti mengkaji sejumlah studi yang berhubungan dengan kekurangan vitamin D hingga sakit jantung. Studi itu menyatakan rata-rata penyakit jantung parah atau kematian mungkin 30%-50% lebih tinggi pada pasis sakit jantung yang tak mendapat sinar matahari.
Makanan saja tak cukup untuk mempertahankan tingkat vitamin D, kata studi tersebut. Pilihan perawatan, seperti vitamin D2 atau D3, mungkin mengurangi resiko sakit jantung parah atau kematian. Tingkat yang dianjurkan untuk tubuh ialah 30-60ng/mL dari 25 (OH) vitamin D. ‘’Kebanyakan dokter tidak secara rutin memeriksa kekurangan vitamin D. Namun, sebagian besar ahli akan sepakat bahwa orang dewasa yang beresiko menderita sakit jantung dan orang lain yang mengalami kelelahan, nyeri sendi, atau depresi mesti mengukur tingkat vitamin D mereka,’’ kata penulis studi tersebut Sue Penckofer. Studi itu disiarkan dalam jurnal Circulation, terbitan November.
Koran Pak Oles/Edisi 164/Desember 2008

Konsep Unik Foof Market “Eat And Eat”

thumbnail
Sajikan Makanan Tempo Dulu
Pendirian tempat makan dan jajan yang menampilkan makanan dan minuman tradisional khas berbagai negara ternyata berhasil menarik minat para pecinta kuliner untuk menikmati berbagai makanan tradisional mulai dari nasi lemak, pepes goreng, nasi guling, gado-gado hingga minuman kopi ala tempo dulu.
Di Mal Kelapa Gading(MKG) ini yang sejak pertengahan September 2008, disediakan "Eat and Eat Food Market, terdaoat 34 counter yang siap menawarkan berbagai jenis makanan dari berbagai daerah serta sejumlah masakan khas" peranakan" mulai dari Indonesia sendiri, China peranakan Indonesia , Malaysia dan Singapura.
"Kehadiran Eat and Eat Food Market semakin memperkaya dan menggenapi kekayaan pilihan kuliner di Mal Kelapa Gading . Selain itu, Eat and Eat merupakan sebuah upaya kita melestarikan warisan budaya," kata Direktur Eksekutif Sentra Kelapa Gading Anwar Arifin Salim pada acara syukuran Eat and Eat Food Market di Kepala Gading, Jumat.
Karena acara ini sangat unik, maka datang berbagai tokoh terkemuka kulinet termasuk Bondan Winarno..
Di tempat ini, tidak akan ditemukan minuman soda yang identik dengan minuman modern, karena para pengunjung hanya bisa menemui minuman tempo dulu .Akibatnya selama 1,5 bulan mulai diperkenalkannya tempat makanan dan minuman lama ini, maka Mal Kelapa Gading tidak pernah sepi.
Anwar Arifin Salim mengatakan untuk membuat para pengunjung bisa mengenang tempo dulu, maka tempat makan dan minum ini dilengkapi dengan dekorasi pasar tempo dulu yang diltambah dengan pernik-pernik sangat unik.
Para tamu ini misalnya dapat menemukan berbagai foto usang, tempelan potongan pintu kayu yang sudah dimakan usia, hingga pernik-pernik lama seperti teko antik , kaleng krupuk , hingga baskom dengan seng alumunium
Para pengunjung tempat makan ini tidak melakukan pembayaran tunai setelah menikmati berbagai jenis sajian disini, tapi mereka membeli kartu ulang yang diisi dengan sejumlah uang dengan nilai nominal tertentu.
Setelah memiliki kartu ini, para tamu bisa berbelanja secara bebas di semua counter dalam Eat and Eat Food Market ini .
"Bahkan setelah selesai menikmati berbagai sajian disini dan kemudian masa ada sisa uangnya , maka para tamu kami dapat menukarkannya kartunya itu dengan sisa uangnya," kata Direktur Utama PT Marche Internasional Iwan Tjandra.
KPO/EDISI 164/DESEMBER 2008

Orang Gemuk Tidak Nikmati Makanan

thumbnail
Orang yang bertubuh sangat gemuk sesungguhnya tak menikmati makanan yang disantapnya dan mereka menyantap makanan yang lebih banyak kalorie guna mengimbangi kenikmatan yang hilang. Temuan itu muncul dari studi pencitraan otak seketika pada orang yang berbadan sangat gemuk dan perempuan kurus oleh Eric Stice, PhD dari Oregon Research Institute, dan rekannya, demikian laporan media pada Minggu ketiga November. ‘’Kami mulanya mengira orang yang kegemukan akan memperoleh imbalan lebih besar dari makanan. Tetapi orang yang berbadan sangat gemuk hanya mengharapkan imbalan lebih besar; mereka memperoleh imbalan yang lebih sedikit. Ini adalah proses yang ironis,’’ kata Stice.
Dengan menggunakan teknik yang disebut fungsi Magentic Resonance Imaging (fMRI), para peneliti mengkaji 43 mahasiswi yang berusia 18 hingga 22 tahun dan 33 remaja yang berumur 14 sampai 18 tahun, sewaktu mereka minum coklat atau susu atau cairan tanpa rasa.
Sel-sel di pusat ‘hadiah’ di otak mengeluarkan dopamine ketika mereka makan, sehingga menimbulkan rasa nikmat, pata para peneliti. Pengamatan otak memperlihatkan kegiatan di daerah dorsal striatum di otak jauh lebih lemah pada perempuan gemuk. Nmaun setelah satu tahun, para peserta yang memperlihatkan reaksi tumpul lebih mungkin untuk menambah berat badan. ‘’Para peneliti tersebut mengungkapkan orang yang bertubuh sangat gemuk mungkin memiliki lebih sedikit reseptor dopamine, sehingga mereka makan berlebihan untuk mengganti kekurangan hadiah,’’ kata Stice, yang telah mempelajari gangguan makan dan kegemukan selama hampir dua dasawarsa.
Meski penelitian pada waktu lampau memperlihatkan, faktor biologi memain peran penting pada kegemukan, studi tersebut sebagai salah satu yang pertama yang secara positif mengidentifikasi berbagai faktor yang meningkatkan resiko orang bertambah gemuk pada masa depan. Hasil itu tersebut menjadi kunci memahami penambahan berat badan dan membantu orang beresiko jadi gemuk.
Koran Pak Oles/Edisi 164/Desember 2008

Penderita Gagal Ginjal Meningkat

thumbnail
Kurangnya fasilitas berupa mesin pencuci darah (hemodialisis) menjadi salah satu penyebab meningkatnya pasien penderita gagal ginjal di Indonesia. ‘’Untuk wilayah Jawa Barat saja, kenaikan pasien gagal ginjal hingga saat ini mencapai 300 sampai 400 pasien,’’ kata dokter ahli nefrolog (ahli penyakit ginjal), Robin Surachno G, di Gedung Penyakit Dalam RSUD Hasan Sadikin Bandung lantai 4, Senin (24/11). Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hasan Sadikin saja masih kekurangan dalam pengadaan mesin pencuci darah (hemodialisis).
Jumlah keseluruhan mesin pencuci darah yang dimiliki oleh RSUD Hasan Sadikin baru 20 unit mesin hemodialisis. Karena itu, pihak RSUD Hasan Sadikin mengalami overload dalam pelayanan kesehatan bagi pasien yang akan melakukan proses cuci darah. Sehari ada sekitar 35-40 pasien cuci darah yang telah memiliki jadwal rutin cuci darah, 12-20 pasien yang belum memiliki jadwal rutin cuci darah di RSUD Hasan Sadikin.
Mahalnya harga satu unit mesin pencuci darah menjadi kendala pemerintah dalam pengadaan fasilitas kesehatan bagi pasien gagal ginjal. ‘’Coba anda bayangkan satu unit mesin hemodialisis, harganya bisa mencapai 13 ribu dolar AS,’’ kata dr Robin.
Salah satu cara agar terhindar dari penyakit gagal ginjal, menurut dr Robin ialah dengan menghindari makanan yang berpotensi menyebabkan penyakit asam urat atau diabetes. Upaya lain yang dilakukan untuk penanganan penyakit gagal ginjal ialah menggelar Kongres Nasional X renefri dan Annual Metting 2008 yang rencananya akan digelar di Bandung pada tanggal 28-30 November, kata dr Robin yang menjabat sebagai Ketua Pelaksana kegiatan tersebut.
Koran Pak Oles/Edisi 164/Desember 2008

Bali Miliki 171 Usaha Wisata Tirta

thumbnail
Daerah tujuan wisata Pulau Bali memiliki 172 unit usaha wisata Tirta yang beroperasi di sejumlah pesisir pantai, dengan menawarkan keindahan panorama pantai, terumbu karang serta fauna dan flora di dasar laut.
Usaha wisata tirta tersebut terdiri atas rekreasi air (diving) 144 unit, arung jeram (rafting) 12 lokasi, kapal pesiar 15 perusahaan dan tambat kapal satu lokasi, kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Drs I Gde Nurjaya kepada Antara.
Sarana wisata tirta tersebut sebagian besar terdapat di perairan pantai pinggiran Kota Denpasar, yakni mencapai 72 unit, Kabupaten Badung 59, Karangasem 24, Buleleng 11, Klungkung empat dan Tabanan dua tempat.
Atraksi wisata yang cukup diminati pelancong tersebut mengalami perkembangan cukup menggembirakan. Tahun 2000 tercatat 76 unit, dua tahun kemudian melonjak mencapai 159 lokasi, tahun 2007 bertambah menjadi 167 tempat dan sekarang tercatat 172 unit.
Nurjaya menjelaskan, daerahnya memiliki pantai sepanjang 430 km, yang 177,8 km di antaranya berpotensi untuk dikembangkan sebagai wisata bahari.
Pengembangan wisata tirta di Bali mempunyai prospek yang cukup cerah dengan telah dibangunnya pelabuhan khusus kapal pesiar di Kabupaten Karangasem, daerah ujung timur Pulau Bali.
Pembangunan yang sedang digarap itu diharapkan bisa beroperasi tahun 2010. Selain pelabuhan khusus dirancang untuk kapal pesiar, juga dua pelabuhan lainnya masing-masing Benoa (Denpadar) dan Celukan Bawang (Buleleng) juga dilengkapi fasilitas untuk kapal pesiar, ujar Nurjaya.
Nurjaya menjelaskan, usaha wisata tirta kini tercatat 172 buah yang terdiri atas rekreasi air (Diving) 144 buah, arum jeram (rafting) 12 buah dan kapal pesiar 15 buah.
Usaha wisata tirta sebagian besar terdapat di perairan pantai Kota Denpasar 72 buah, menyusul Kabupaten Badung 59 buah, Karangasem 24 buah, Buleleng sebelas buah, Klungkung empat buah dan Tabanan dua buah.
Atraksi wisata yang cukup diminati wisatawan tersebut mengalami perkembangan yang cukup menggembirakan, karena pada tahun 2000 tercatat 76 unit bertambah menjadi 159 unit pada tahun 2003 dan bertambah lagi menjadi 167 unit pada tahun 2007 dan sekarang tercatat 172 unit.
Bali memiliki pantai sepanjang 430 km, 177,8 km diantaranya berpotensi untuk dikembangkan sebagai wisata bahari.
KPO/EDISI 164/DESEMBER 2008

Puri Bunda Layani Laparoscopy Gratis

thumbnail
Oleh: Wayan Nita
Perkembangan dunia kesehatan seiring dengan munculnya beragam penyakit. Kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan turut meningkatkan pelayanan kesehatan. Kecenderungan penyakit kandungan dan infertilitas yang kian banyak diderita kaum wanita dapat menyulitkan sebuah pasangan suami istri untuk mendapat keturunan. Antara lain penyakit yang menyerang organ reproduksi wanita yakni radang (infeksi), kelainan bawaaan dan tumor (tumor jinak indung telur dan tumor rahim atau myoma.
Bagi seorang wanita yang menderita penyakit ini tak perlu khawatir karena sudah ada teknologi Laparoscopy sebagai solusinya. Seperti yang diungkapkan dr IB Putra Adnyana, SpOG (K) dalam jumpa wartawan jelang HUT RSIA Puri Bunda, teknologi Laparoscopy merupakan layanan unggulan RSIA Puri Bunda. Teknologi itu dikembangkan pertama di AS.
Laparoscopi merupakan teknik pembedahan (operasi minimal invasive) yang dilakukan dengan membuat lubang di sekutar perut pasien. Saat ini laparoskopi banyak dimanfaatkan dalam bidang obgyn, --untuk mengangkat tumor (kista). Di bidang infertilitas untuk mengevaluasi status fertilitas pasien dan mengoreksi bila ada kelainan.
“Keuntungan penggunaan teknik ini adalah penyembuhan lebih cepat kareana luka sayatan kecil, masa rawat inap lebih pendek, pemulihan pasien lebih cepat sehingga pasien lebih cepat dapat beraktivitas. Resiko pendarahan kecil juga operasi bisa lebih teliti dan resiko infeksi lebih sedikit. Soal biaya memang relative lebih mahal dibanding operasi konvensional, tapi perbedaannya tidak begitu jauh dengankeuntungan yang didapatkan,’’ ujar Ketua Indonesian Gynecologic Endoscopy Society (IGES) cabang Bali ini.
Menurut jenisnya, ada dua jenis penggunaan laparoskopi yaitu diagnostic dan operatif. Untuk diagnostic, untuk menilai apakah saluran telur buntu atau tidak. Untuk operatif untuk melepas perlekatan. Dalam sebuah operasi dengan teknik laparoskopi, sebut Adnyana, hanya perlu tiga tusukan sebesar spidol. Satu dari tiga tusukan untuk kamera yang memandu pelaksanaan operasi. Kamera ini memiliki resolusi tinggi. Selama ini laparoskopi masih dimanfaatkan untuk mengangkat kista (tumor jinak indung telur), myoma (tumor rahim) dan melepas perlekatan pada organ reproduksi serta tubektomi (sterilisasi).
Sebagai wujud social RSIA Puri Bunda, maka dalam rangka HUT V RSIA Puri Bunda, bekerjasama dengan BKKBN Propinsi Bali dan IGES Cabang Bali, mengadakan operasi sterilisasi laparoskopi gratis untuk masyarakat kurang mampu. Operasi yang diberikan kepada 12 pasien ini dilakukan oleh dokter-dokter spesialis obgyn dari RSIA Puri Bunda. Diantaranya dr. Made Suyasa Jaya, SpOG(K), dr AAN Anantasika, SpOG(K), dr Putu Doster Mahayasa, SpOG (K) dan dr IB Putra Adnyana, SpOG (K).
Koran Pak Oles/Edisi 164/Desember 2008

Makanan Khas Betawi Masih Dinikmati

thumbnail
Makanan khas Betawi seperti soto dan asinan Betawi saat ini masih diminati masyarakat luas dan berdasarkan pemantaun di beberapa lokasi, sejumlah penjual mengaku konsumen dari luar Jakarta hampir setiap hari selalu berdatangan.
Hj. Saripah (53), pedagang makanan khas Betawi mengatakan, tidak hanya warga Betawi yang menggemari masakannya namun juga dari beberapa masyarakat non Betawi dari luar Jakarta. Masyarakat yang menggemari soto Betawinya berasal dari daerah Bekasi, Depok, dan Bogor. "Kemarin ada orang dari Bekasi yang memesan soto Betawi dalam jumlah yang cukup besar untuk acara keluarganya," kata Hj. Saripah yang telah memulai usahanya sejak 1999 di Condet, Jakarta Timur.
Selama ini soto Betawi identik dengan rasa kuah dan daging sapi babat. Kelebihan itu menjadi daya tarik para konsumen. Harga pun menurut Hj. Ipah bervariasi tergantung dari jenis pesanan dari konsumen.
Jenis-jenis yang ditawarkan ada soto mie, soto daging babat, dan juga soto kaki sapi.
Harga yang dijual cukup terjangkau yaitu Rp9.000,- hingga Rp16.000. Dari usaha tersebut, Hj. Saripah mengaku bisa meraih omzet sekitar Rp150 ribu sampai Rp400 ribu perhari. "Kalau ada acara seperti pernikahan, atau khitanan, Alhamdulillah omzet bisa lebih dari itu," akunya kepada Antara.
Beberapa konsumen pun mengaku alasan tertariknya memilih makanan soto Betawi. Mereka mengaku sudah menggemari makanan ini karena rasa kuah dan dagingnya.
Seperti diungkapkan Sumiati (54) warga Condet yang menggemari soto Betawi. "Saya sudah lama mengemari makanan ini. Apalagi rencananya Minggu nanti ada acara kithanan cucu saya. Jadi pengen pesan yang cukup banyak buat tamu," katanya.
Hal senada juga diungkapkan oleh pemilik warung lain soto Betawi di Meruya, Jakarta Barat, Jamhari (56).
Ia mengungkapkan, dengan keunikan yang ditawarkan dalam masakan soto betawinya kini mendapat tempat di masyarakat.
Menurutnya masakan soto yang ditawarkan dan menjadi keunggulan warungnya adalah soto kulit kaki sapi dengan daging sapi yang kenyal juga campuran bumbu dari rempah serta rasa susu untuk kuahnya.
Soto kulit kaki sapi ini dijual dengan harga Rp15 ribu sampai Rp20 ribu.
"Kalau kita punya citra rasa tersendiri dalam mengolah masakan soto Betawi, masyarakat konsumen akan datang dengan sendirinya untuk membeli," ujar pria yang sudah memulai usaha warung soto Betawi bersama istrinya sejak 1975.
Jamhari mengatakan para konsumennya selain dari masyarakat Jakarta juga berasal dari Tanggerang dan Bekasi.
Ia pun senang masakannya masih digemari oleh masyarakat luas. Menurutnya penting untuk melestarikan makanan khas budaya asli daerahnya.
"Selama ini masyarakat sudah terkontaminasi dengan masakan impor dari luar. Kita sering merasa tidak bangga dengan masakan budaya daerah kita. Padahal ini penting," paparnya.
Sementara itu, pemilik warung asinan Betawi di Jalan Kamboja, Rawamangun, Jakarta Timur, Mansyur Munas (45), menuturkan usahanya saat ini mengalami kemajuan dan cukup dikenal masyarakat
Mansyur menjelaskan usaha asinan betawinya adalah usaha turun temurun keluarganya yang dimulai sejak 1968 oleh neneknya. Sekarang makanan asinan khas Betawinya terbagi dua yaitu asinan buah dan asinan sayur.
Menurut Mansyur, masyarakat menggemari asinan sayurnya karena variasi sayuran yang segar seperti salada, timun, dan kol serta campuran tahu putih, kacang tanah, juga kerupuk.
Menurut meskipun bahan ini sudah umum, namun kelebihan rasa asinan sayurnya yang pedas, manis, dan asem jadi perbedaannya.
Ia pun dengan usaha asinan khas Betawi, omzet yang bisa diraih mencapai Rp200 ribu hingga Rp450 ribu perhari. Ia juga bangga mampu membudayakan makanan budaya daerahnya.
"Alhamdulillah saya bangga bisa membudayakan makanan khas Betawi dan sekarang pun masih digemari masyarakat banyak," pungkas Mansyur.
Namun, para penggemar asinan Betawi berharap makanan ini bisa lebih meluas. Penjualannya tidak hanya di daerah tertentu, tapi di berbagai daerah Jakarta cabangnya sudah ada. Hal ini menurut beberapa warga disebabkan makanan khas asli Betawi ini masih sulit dicari.
"Kalau bisa saya sebagai penggemar asinan Betawi, makanan khas ini mempunyai cabang yang banyak. Jadi tidak sulit dicarinya," kata salah seorang pembeli asinan Betawi Mansyur, Hendra (26) yang bermukim di Cipinang, Jakarta Timur.
KPO/EDISI 164/DESEMBER 2008

Tasikmalaya Andalkan Wisata Alam Situ Gede

thumbnail
Pemerintah Kota Tasikmalaya hanya mengunggulkan kawasan wisata alam Situ Gede, pasalnya wisata alam yang ada di Kota Tasikmalaya hanya Situ Gede yang cukup menarik dan sering dikunjungi wisatawan. "Untuk wisata alam yang ada di Kota Tasikmalaya hanya Situ Gede yang diunggulkan oleh pemerintah Kota Tasikmalaya," kata Walikota Tasikmalaya, Syarif Hidayat kepada Antara.
Ia mengatakan, Situ Gede akan dikelola secara serius dari mulai pembenahan sampai perawatan sehingga dapat lebih menarik para pengunjung. "Nanti untuk Situ Gede akan diperindah supaya tempatnya lebih menarik," katanya.
Wisata alam Situ Gede, keindahan danaunya serta pemandangan alam yang masih asri sangat menarik, untuk itu akan dilakukan pembenahan dan perawatan. "Pemkot akan membantu pengembangan Situ Gede agar masyarakat dapat menikmatinya," katanya.
Menurut walikota, perahu yang menjadi ciri khas di Situ Gede juga akan dilakukan pembenahan supaya Situ Gede terlihat kesan yang lebih menarik. "Termasuk perahu yang ada disana akan dilakukan pembenahan," katanya.
Sementara itu wisata kuliner di Kota Tasikmalaya juga akan dikembangkan karena banyak tempat makan yang menjadi sisi menarik di Kota Tasikmalaya bagi para wisatawan. "Saat ini di Kota Tasikmalaya yang lebih dikembangkan yaitu Wisata kuliner," katanya.
KPO/EDISI 164/DESEMBER 2008

Korupsi Sektor Kesehatan, Negara Merugi Rp 128 Miliar

thumbnail
Indonesia Corruption Watch (ICW) menemukan data bahwa kerugian yang diderita negara akibat tindak korupsi di sektor kesehatan mencapai Rp128 miliar. ‘’Dari hasil pemantauan ICW, kasus korupsi kesehatan yang sedang diusut pihak penegak hukum menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 128 miliar,’’ kata peneliti ICW, Ratna Kusuma, di Jakarta.
Ratna memaparkan, jumlah tersebut dihimpun dari sebanyak 49 kasus. Sedangkan sebenarnya terdapat 54 kasus korupsi kesehatan yang sedang diusut baik oleh kejaksaan, KPK maupun kepolisian. Soal lembaga tempat terjadinya korupsi kesehatan tersebut, ujar Ratna, yang terbesar dilakukan oleh berbagai dinas kesehatan tingkat provinsi yang merugikan negara hingga Rp 57,9 miliar, lalu diikuti antara lain oleh dinas kesehatan tingkat kotamadya (Rp 23,1 miliar), beragam rumah sakit (Rp 17,5 miliar), dan dinas kesehatan tingkat kabupaten (Rp 16,9 miliar).
Sementara modus korupsi di sektor kesehatan yang paling besar mengakibatkan kerugian negara adalah mark up atau penggelembungan data yang mencapai Rp 102,9 miliar. Jumlah korupsi dengan modus mark up jauh lebih besar dibanding modus lain seperti manipulasi data obat (Rp 9 miliar) dan obat fiktif (Rp 1 miliar).
Sedangkan dilihat dari letak korupsi kesehatan, provinsi yang menderita kerugian negara paling besar adalah DKI Jakarta (Rp 32,1 miliar), yang disusul antara lain oleh Jawa Barat (Rp 26,1 miliar), Kalimantan Timur (Rp 26,1 miliar) dan Lampung (Rp 8 miliar). Faktor utama yang mendorong korupsi di sektor kesehatan adalah rasionalisasi mental, adanya kesempatan, dan tekanan dari luar individu yang menjadi pelaku korupsi.
Dari ketiganya, adanya kesempatan merupakan faktor dominan yang paling mendorong pelaku untuk melakukan korupsi. Selain itu, tingkat transparansi, akuntabilitas dan partisipasi warga yang rendah juga telah ikut membuat kesempatan untuk melakukan korupsi di sektor kesehatan menjadi semakin meningkat.
Korupsi di sektor kesehatan ternyata berdampak buruk terhadap berbagai indikator kesehatan yang terkait ragam faktor indeks pembangunan manusia. ‘’Korupsi kesehatan terindikasi berdampak buruk terhadap indikator kesehatan seperti angka kematian bayi dan angka harapan hidup,’’ jelas Ratna, peneliti ICW.
Semakin besar kerugian negara akibat korupsi di sektor kesehatan di suatu daerah, maka daerah tersebut juga berpotensi untuk mendapatkan angka kematian bayi yang lebih tinggi. Semakin tinggi kerugian negara akibat korupsi di sektor kesehatan di suatu daerah, daerah itu juga berpotensi mendapat angka harapan hidup yang lebih rendah.
Semakin rendahnya indikator tersebut juga disebabkan bahwa korupsi kesehatan juga berdampak kepada meningkatnya biaya tarif berobat di rumah sakit serta buruknya layanan kesehatan di rumah sakit dan puskesmas. Selain itu, korupsi kesehatan juga terindikasi membuat harga berbagai obat-obatan yang beredar di masyarakat juga menjadi semakin mahal. ‘’Ini karena hampir sebagian besar komponen harga obat berasal dari biaya yang rentan dikorupsi, katanya.
Penelitian ICW juga menemukan bahwa kerugian yang diderita negara akibat tindak korupsi di sektor kesehatan mencapai Rp 128 miliar. Jumlah tersebut dihimpun dari 49 kasus. Sedangkan sebenarnya terdapat 54 kasus korupsi kesehatan yang sedang diusut pihak kejaksaan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) maupun kepolisian.
Koran Pak Oles/Edisi 164/Desember 2008

39.080 Anak NTB Masih Bergizi Buruk

thumbnail
Sekitar 39.080 anak di Nusa Tenggara Barat (NTB) masih menderita gizi buruk sehingga perlu upaya khusus untuk menangani anak-anak. ‘’Sementara jumlah anak-anak yang berada di Bawah Garis Merah (BGM) tercatat 716.317 anak,’’ kata Gubernur NTB, KH M Zainul Majdi, di Mataram, Senin (24/11).
Salah satu strategi untuk mengatasi masalah gizi buruk tersebut adalah melalui program percepatan diversifikasi konsumsi pangan yang dapat mendorong terciptanya peningkatan konsumsi pangan masyarakat yang beragam, bergizi dan berimbang berbasis sumber daya lokal. Program tersebut, lanjut Zainul Majdi, khususnya untuk ibu-ibu hamil, ibu-ibu menyusui, balita dan anak-anak Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI). Ia berharap program itu juga dapat mendorong berkembangnya usaha bidang pangan di NTB.
Gubernur mengakui, pola makan masyarakat NTB masih sulit diubah diri beras ke aneka ragam makanan lainnya seperti jagung, ubi, singkong serta jenis lainnya. ‘’Bagaimana pun kenyang jika belum makan nasi, belum dikatakan sudah makan,’’ jelasnya.
Tradisi makan beras bagi masyarakat NTB didukung oleh produksi padi yang cukup berlimpah. Pada 2008 produksi padi NTB mencapai 1,7 juta ton Gabah Kering Giling atau setara 900.000 ton beras, sementara konsumsi beras bagi masyarakat hanya 555 ribu ton, sehingga terdapat kelebihan (surplus) beras sekitar 300.000 ton. Untuk itu, orang akan merasa heran jika di NTB masih terjadi gizi buruk, karena NTB kelebihan pangan.
Koran Pak Oles/Edisi 164/Desember 2008

Penyulingan Minyak Tradisional Digagas Jadi Obyek Wisata

thumbnail
Penyulingan minyak secara tradisional di lokasi penambangan minyak mentah (crude oil)Bojonegoro, Jawa Timur, digagas bisa dikembangkan menjadi obyek wisata. "Menjadikan kawasan ladang minyak di Bojonegoro sebagai obyek wisata, merupakan salah satu solusi pemecahan berlarutnya sengketa pengelolaan minyak mentah di sini," kata seorang pemilik sumur minyak mentah di Desa Hargomulyo Kecamatan Kedewan, Djoni Sumartono di lokasi ladang sumur minyak peninggalan Belanda itu.
Djoni menjelaskan, ladang minyak mentah di Desa Hargomulyo, Wonocolo dan Beji di Kecamatan Kedewan, seharinya mampu memproduksi minyak mentah 30 kiloliter dari 40 buah sumur.
Dengan dilegalkannya penyulingan minyak mentah dan menjadikan kawasan ladang minyak menjadi obyek wisata, akan semakin meningkatkan perekonomian masyarakat di kawasan ladang minyak di Bojonegoro itu.
Adanya penyulingan minyak mentah dalam dua tahun terakhir, orang luar dari Jakarta juga Surabaya mulai berdatangan ingin melihat proses penyulingan minyak secara tradisional.
Bagi orang luar, penyulingan tradisional dianggap unik, karena prosesnya. Sebuah drum yang berisi minyak mentah, cukup dibakar yang sebelumnya ditimbun tanah.
"Proses pembakaran berlangsung tiga jam," katanya. Setiap sulingan satu drum minyak mentah, yang pertama keluar premium warna putih 10 liter , menyusul kemudian minyak tanah dan solar yang biasanya dicampur menjadi 150 liter.
Menurut Djoni, kalau memang Pemkab Bojonegoro merekomendasi kawasan ladang minyak mentah tersebut menjadi kawasan obyek wisata, tetap dibutuhkan penataan agar penyulingan bisa dilakukan dengan tertib dan rapi.
Disamping itu, pengunjung kawasan itu, di sepanjang perjalanan bisa melihat pemandangan kawasan hutan jati sebelum mencapai kawasan ladang minyak mentah. "Pulangnya mereka bisa membawa oleh-oleh minyak sulingan tradisional," katanya menjelaskan.
Selain disuling, produksi minyak mentah lainnya di kawasan itu tetap harus disetorkan kepada Pertamina Cepu.
Berdasarkan peta peninggalan Belanda, jumlah sumur minyak mentah di Desa Wonocolo dan Hargomulyo, diperkirakan mencapai 250 buah sumur dan di Desa Beji sekitar 25 buah sumur.
KPO/EDISI 164/DESEMBER 2008

Farhan Pompa Jiwa Bisnis Mahasiswa

thumbnail
Artis yang juga presenter terkenal, Farhan, memompa jiwa bisnis mahasiswa Surabaya dalam acara bertajuk Campus Community: Seminar Entrepreneur di Graha 10 November Institut Teknologi Surabaya (ITS) Surabaya. Pada kesempatan itu Farhan berbagi pengalamannya hingga menjadi orang sukses saat ini kepada ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya dan sekitarnya.
Pria beralis tebal yang juga kondang sebagai penyiar radio ini mengingatkan, untuk memulai suatu usaha sebaiknya dimulai sejak menjadi siswa atau mahasiswa yang disebutnya sebagai siswa usahawan.
Menurut dia, keuntungan dengan menjadi siswa usahawan antara lain pada usia pelajar merupakan masa yang paling tepat, risiko tidak terlalu besar, belum ada tanggungan hidup, pilihan bidang usaha masih sangat luas dan modal tidak besar. “Kalau masih masih merintis usaha, cukup modal kecil-kecilan dulu bahkan bisa juga tanpa modal," katanya kepada Antara.
Selain itu, kata dia, bisa lebih mudah kompromi waktu kuliah dan usaha, bisa membangun jaringan lebih mudah karena pergaulan juga masih lebih luas, dan yang utama lagi tidak memerlukan transkrip atau pun "curriculum vitae" (CV) atau daftar riwayat hidup.
"Kalau bisa usaha sendiri, kita tidak perlu ditanya transkrip atau ijazah, mau nilai IPK cuma satu koma juga nggak apa-apa. Coba bandingkan kalau harus melamar di sebuah perusahaan," kata pria kelahiran Bogor itu.
Alumni Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran (Unpad) ini juga menyarankan kepada semua peserta yang hadir agar tidak takut ide-ide kreatifnya dibajak orang lain.
"Kalau memang punya ide lemparkan saja semua yang ada, karena tidak semua orang bisa paham dengan ide kita. Jadi jangan takut dibajak idenya," kata ayah dua anak ini.
Pria yang juga dikenal piawai berinvestasi ini cukup komunikatif dengan para peserta. Dia tidak segan-segan turun dari pangung dan menjawab semua pertanyaan langsung di tengah-tengah peserta.
Akibatnya, pria yang juga dikenal kocak ini langsung jadi bidikan kamera HP para peserta yang ada di sekitarnya. Bahkan tak jarang yang mencuri-curi minta foto bareng dadakan.
Acara yang di sela-selanya digelar festival band akustik antarmahasiswa ini ditutup dengan tampilan memesona dari grup band anak muda papan atas, Ada Band.
KPO/EDISI 164/DESEMBER 2008

Karya Cipta Perlu Didaftar Ke Lembaga HKI

thumbnail
Karya cipta perlu didaftar ke lembaga hak kekayaan intelektual (HKI) guna menghindari karya tersebut diakui oleh orang lain. Konsultan Lembaga HKI, T. Estu Indrajaya di Sanur, Bali, mengatakan, adanya lembaga itu dimaksudkan sebagai upaya untuk melindung hasil karya budaya diakui oleh orang lain.
"Masih banyak warga yang memiliki hasil karya enggan untuk mendaftar ke HKI, setelah ada yang mempatenkan baru mereka sadar bahwa hasil karyanya diambil orang lain," katanya dikutip Antara di sela penandatangan lembaga HKI kesepakatan dengan Bali Creative Community.
Ia mengatakan, untuk biaya mendaftar ke lembaga tersebut tidaklah terlalu mahal. Untuk hak cipta sebesar Rp200 ribu, desain industri Rp600 ribu, merek RpRp450 ribu dan paten biasa Rp575 ribu.
Sedangkan biaya pendaftaran substansi hak paten sebesar Rp2,5 juta masing-masing hasil karya. Dia juga tidak menampik dalam pendaftaran hasil karya ada kelompok atau individu melalui jalur belakang atau melalui biro jasa. Tindakan itu masih dianggap wajar sepanjang tidak merugikan pihak lain.
"Petugas dari HKI sebelum memberikan sertifikat melakukan uji material dan kelengkapan administrasi. Selain itu juga mengklasifikasi melalui katalog," ucapnya.
Langkah itu guna menghindari terjadi penggandaan produk atau hasil karya yang didaftar. "HKI sangat selektif untuk memberi sertifikat, maka dari itu proses yang diperlukan dalam uji material dan kelengkapan membutuhkan waktu 18 bulan hingga tiga tahun," katanya.
KPO/EDISI 164/DESEMBER 2008

Pemberdayaan Perempuan Kekuatan Baru Keluarga

thumbnail
Perempuan kini menjadi kekuatan baru dalam pemberdayaan dan upaya lebih mensejahterakan kehidupan keluarga. "Ketika suami dianggap gagal, maka perempuan menjadi tonggak tumpuan dalam kesejahteraan keluarga," kata Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Suryadarma Ali pada Lokakarya Kongres ke-18 Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) di Sanur, Bali, pekan lalu.
Ia merasa yakin apabila perempuan diberikan kesempatan dan kepercayaan, maka akan mempunyai kualitas yang sekurang-kurangnya sama dengan kaum lelaki.
Menurut Suryadarma Ali, dalam keluarga yang tergolong miskin, maka semakin tinggi pula ketergantungan anggota keluarga pada sang ibu.
"Keluarga miskin adalah bagian dari kegagalan suami dalam mensejahteraan keluarganya. Kemudian istri menjadi tumpuan yang lebih besar di dalam keluarga," ucapnya.
Keadaan inilah yang mendorong Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah memberdayakan perempuan melalui program `Perkassa` atau Perempuan Keluarga Sehat Sejahtera.
Melalui program ini diharapkan muncul kesadaran perempuan untuk dapat berbuat minimal sama, bahkan lebih baik dari kaum laki-laki.
Suryadarma Ali mencontohkan kini banyak perempuan yang berhasil mengelola usahanya sendiri, bahkan mampu memberdayakan wanita di lingkungannya.
anita Katolik RI adalah organisasi kemasyarakatan yang dalam kiprahnya memperjuangkan harkat dan martabat manusia khususnya perempuan.
WKRI didirikan pada 26 Juni 1924 di Yogyakarta atas prakarsa R. Maria Soelastri Soejadi Sasraningrat Darmosapoetro.
Kongres ke-18 ini mengangkat tema "Wanita Katolik RI Berperan Aktif Meningkatkan Kualitas Hidup dan Kehidupan dengan Mengentaskan Kemiskinan dan Meniadakan Kekerasan".
KPO/EDISI 164/DESEMBER 2008

Semua Warga Miliki Hak Berobat

thumbnail
Oleh: Ella Syafputri
Sebuah kabupaten yang berjarak tempuh sekitar sembilan jam berkendara mobil dari Jakarta tengah bertekad menjadi daerah yang pertama menerapkan amanah Undang-Undang (UU) Sistem Jaminan Sosial Nasional alias SJSN. Undang 40 tahun 2004 tentang SJSN, yang disahkan pemerintah pada 19 Oktober 2004 mengamanatkan agar pemerintah dapat memberikan jaminan sosial kepada seluruh masyarakat terutama yang miskin dan kurang mampu.
Namun hingga empat tahun bergulir, kemantapan sistem jaminan sosial di skala nasional belum juga tampak. Tarik ulur tentang bagaimana sistem ini berorientasi non-profit dan bisa mencakupi semua masyarakat miskin seolah tak kunjung menjadi benang lurus. Sementara di kabupaten yang berjarak tempuh ratusan kilometer dari Jakarta, yakni Purbalingga, sudah mematok target 100 persen penduduknya bakal tergabung dengan asuransi kesehatan sehingga tidak perlu khawatir lagi bila harus berobat.
Kebijakan pembangunan bidang kesehatan di Kabupaten Purbalingga diarahkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, agar kualitas sumber daya manusia sebagai modal utama pembangunan semakin kuat. Seperti dikutip dari buku "Best Practice; Kebijakan Pembangunan Purbalingga", untuk mendapatkan derajat kesehatan masyarakat yang tinggi, setidaknya dibutuhkan pemenuhan terhadap empat aspek; demografi, lingkungan, perilaku, dan pelayanan kesehatan yang berkualitas.
Sedangkan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, setidaknya ada tiga aspek yang harus diperhatikan yakni ketersediaan sarana prasarana kesehatan yang berkualitas, ketersediaan sumber daya manusia bidang kesehatan yang berkapasitas, dan sistem pelayanan kesehatan yang mantap. Namun dalam prakteknya, sistem kesehatan masih dirasa tidak efisien dan efektik, baik dari sisi upaya, pembiayaan, pemberdayaan masyarakat, dan mutu pelayanannya. “Ini akibat belum terpadunya peran pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam penyelenggaraan upaya layanan kesehatan,” kata Bupati Purbalingga Triyono Budi Sasongko menjelaskan.
Menurut dia, berbagai nama untuk program layanan kesehatan di Indonesia seperti Kartu Sehat dan Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) kurang optimal jangkauannya terhadap masyarakat miskin. “Justru program ini kurang dapat membangun kemandirian masyarakat, dan tidak terjamin pula kelestariannya terutama jika di tengah jalan pemerintah tidak punya uang untuk membiayainya,” kata dia.
Selain itu, banyak terjadi di daerah alokasi dana pemerintah yang terbatas untuk bidang kesehatan diutamakan hanya untuk upaya-upaya kuratif, sementara alokasi dana masyarakat masih bersifat perseorangan dan dirasakan mahal sebab dijadikan pos biaya servis. Padahal, di tingkat nasional pemerintah sudah mematok sasaran Indonesia Sehat 2010. Berangkat dari kendala-kendala penyediaan layanan kesehatan bagi masyarakat, Pemerintah Kabupaten Purbalingga sejak tahun 2001 pun mulai memberlakukan Program Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM). “JPKM merupakan upaya membangun pelayanan kesehatan yang berkualitas dan berkelanjutan dengan filosofi si kaya membantu si miskin dan si sehat menolong si sakit (subsidi silang),” ujar Bupati Triyono.
JPKM adalah sistem asuransi kesehatan yang menargetkan semua warga Purbalingga menjadi anggota. Masyarakat yang ikut dalam program ini dibagi menjadi tiga strata, disesuaikan dengan kemampuan ekonomi mereka. Nilai premi JPKM dari tahun ke tahun terus berubah. Pada tahun 2001 premi untuk Strata III adalah Rp25.000 per tahun, Strata II Rp10.000 dan pemerintah memberi subsidi Rp 15.000, sementara Strata I preminya Rp 25.000 sepenuhnya dibayari oleh pemerintah. Pada tahun 2002 angka premi penuh ditetapkan di angka Rp 30.000. Tahun 2003 premi dinaikkan menjadi Rp40.000, tahun 2004 dinaikkan lagi jadi Rp 50.000 dan tahun 2007 menjadi Rp 100.000.
Sementara kriteria keluarga miskin JPKM mengacu kepada Surat Edaran Bupati No. 460/453 tahun 2001. Keluarga dikategorikan miskin bila penghasilan keluarga di bawah Rp5.000 per hari, karena alasan ekonomi keluarga tidak dapat makan dua kali sehari, karena alasan ekonomi terdapat anggota keluarga yang kurang gizi, karena alasan ekonomi anggota keluarga tidak mempunyai sedikitnya tiga stel pakaian yag layak, dan karena alasan ekonomi terhadap anak usia wajib belajar 9 tahun sekolah tidak bersekolah atau putus sekolah. ‘’Tidak seperti program BLT (Bantuan Langsung Tunai) atau Kartu Sehat, JPKM sama sekali tidak melibatkan kepala dusun, kepala desa, atau lurah,” kata Triyono.
JPKM didukung 5.500 kader kesehatan desa yang tidak dibayar alias tanpa honor. “Kader kesehatan desa inilah yang menentukan siapa yang masuk ke kategori Strata I, II, atau III. Dalam JPKM, tidak ada layanan di pusat kesehatan yang digratiskan. Semua layanan di Puskesmas tidak ada yang gratis, tapi pembayarannya dilakukan menurut sistem subsidi silang. “Mekanisme pelayanan JPKM dimulai dari peserta yang berobat ke Polindes/Pustu atau Puskesmas, kemudian dari Pustu atau Puskesmas memberi rujukan ke RSUD Purbalingga,” katanya.
Peserta JPKM bisa mendapatkan pelayanan kesehatan dasar di semua Polindes/PKD dan Puskesmas sesuai dengan stratanya. Pelayanan kesehatan yang dijamin oleh JPKM adalah rawat jalan dan rawat inap di PPK I. Untuk persalinan peserta JPKM Strata I dijamin penuh, Strata II dijamin Rp80.000, dan strata III Rp90.000.
Namun untuk kasus gawat darurat, peserta JPKM bisa langsung berobat ke RSUD Purbalingga sebagai pengecualian. Pengembangan JPKM di Kabupaten Purbalingga dibagi menjadi empat tahap. Tahap pertama yang merupakan sosialisasi dan inisiasi dilakukan pada tahun 2001-2005. Tahap berikutnya adalah penguatan instalasi pada tahun 2006-2009, tahap kemantapan tahun 2010-2012, dan tahap kemandirian sejak tahun 2012 hingga seterusnya. Sejak dimulai pada tahun 2001, cakupan pesertaan JPKM terus bertumbuh. Pada tahun pertama, 35,8 persen warga Purbalingga menjadi peserta program, dengan rincian 67.707 Kepala Keluarga (KK) dari 189.943 KK yang ada di kabupaten tersebut.
Tahun kedua, yakni 2002, angka kepesertaan meningkat jadi 38 persen. Tahun 2003 menjadi 50,1 persen dari total 199.920 KK. “Hingga saat ini kepesertaan JPKM telah mencapai 52 persen penduduk. Apabila ditambah dengan kepesertaan Asuransi Kesehatan lainnya seperti Jamsostek, Askes, dan Pepabri maka sekitar 72 persen masyarakat Purbalingga telah memiliki jaminan sosial berupa asuransi kesehatan,” kata dia. Lewat program JPKM, Triyono ingin menggugah agar pemerintah tidak tumpul memperdayakan masyarakat yang mampu untuk membayar premi kesehatan. Sementara masyarakat yang tidak mampu, bukan lantas artinya tidak berdaya sama sekali sehingga harus selalu mendapat segala layanan secara gratis. “Saya mau rakyat saya tidak cengeng, mereka bisa menyelesaikan masalah mereka sendiri bila disediakan mekanismenya,” ujar Triyono penuh keyakinan.
Mekanisme JPKM yang berazaskan subdisidi silang ini pun mulai terbukti bisa mandiri dari dana pemerintah pusat. “Pada tahun 2008 dana dari masyarakat yang terkumpul untuk program JPKM sudah mencapai 3,726 miliar rupiah, sementara APDB Rp2,876 miliar. Dan dana dari APBN sudah 0 persen sama sekali. JPKM menargetkan pada tahun 2012 dana JPKM bisa dipenuhi semuanya dari dana masyarakat, bukan lagi dibantu dana APBD apalagi APBN.
Ia menilai saat ini kebijakan-kebijakan pemerintah di bidang kesehatan hanyalah kebijakan yang populis dan terlalu meninabobokan masyarakat baik yang miskin maupun yang kaya. Apakah orang miskin itu benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa Harus menunggu program gratis dari pemerintah. Bagaimana bila pemerintah tidak punya uang untuk membayar program tersebut. ‘’Memang..kita mempunyai masyarakat yang miskin. Tapi jangan anggap mereka sama sekali tidak berdaya. Mereka punya kemampuan,’’ ujarnya. “Lihatlah di Purbalingga, tiap Januari mereka yang miskin dan yang mampu berbondong-bondong membayar premi JPKM. Kenapa karena mereka merasa terjamin bila kelak sakit, ada dana yang akan meringankan beban berobat mereka,” sambungnya.
Koran Pak Oles/Edisi 164/Desember 2008

Pengusaha Produk Makanan Sasar Pasar Inggris

thumbnail
Pengusaha produk makanan Indonesia seperti produk makanan tuna kaleng, tepung kelapa, minyak goreng, serta jamu mengikuti pameran World Food Market (WFM) yang digelar di gedung pameran Excel, London dari 26 sampai 27 November. "Keikutsertaan kami dalam pameran produk makanan WFM adalah dalam upaya mencari peluang pasar di Kerajaan Inggris," ujar Micky Hartono Lai, Direktur PT Nagindo International kepada koresponden Antara di London.
Dikatakannya dengan keikutsertaan perusahaannya di pameran makanan terbesar di London yang difasilitasi oleh Atase Perdagangan KBRI London diharapkannya produk tepung kelapa dapat memasuki pasar Inggris. Menurut Micky, selama pameran produk makanan berlangsung yang khusus ditujukan untuk para produsen sudah ada beberapa kontak potensial buyer yang diharapkannya bisa direalisasikan.
Diakuinya produk tepung kelapa yang diproduksi di Manado yang menghasilkan kelapa dengan mutu tinggi itu lebih dari 90 persen diekspor ke berbagai negara diantaranya Amerika Utara, Eropa Timur, Afrika, Timur Tengah dan Asia Tenggara. Hingga saat ini Nagindo memproduksi 350 ton tepung kelapa perbulan dan diharapkan dalam waktu singkat akan meningkat sampai 750 ton perbulan. Diakuinya untuk memasuki pasar Inggris perlu dilakukan pembenahan dalam upaya memenuhi izin untuk masuk pasar Inggris yang dinilainya cukup ketat dan harus memenuhi berbagai persyaratan.
Tidak mudah
Sementara itu Danny Surya Dharma dari PT Astra Agro Lestari Tbk. berusaha menembus pasar Inggris dengan produk minyak goreng Palm Oil yang diakuinya tidak mudah. Apalagi dengan kencarnya berbagai lembaga LSM di Inggris yang memprotes Palm Oil, ujar Danny yang merasa yakin dengan usaha Menteri Pertanian dan Dubes RI di Kerajaan Inggris yang mengikuti seminar internasional mengenai Sustainable Palm Oil yang digelar di London belum lama ini.
Danny mengharapkan adanya dukungan semua pihak terhadap usaha yang dilakukannya dalam upaya menembus pasar Eropa seperti Belanda, Jerman, Swedia dan Italia. Saya harap dengan keikutsertaan pihaknya dalam pameran kali ini maka usaha nya akan dapat berkembang dikemudian hari dan akan menimbulkan citra positif di masyarakat Eropa khsusnya Inggris. Dikatakannya ia akan terus berusaha meyakinkan Dunia Internasional bahwa produk Palm Oil adalah minyak yang alami (natural palm oil ) meskipun minyak membeku dalam udara dingin tetap dapat di konsumsi tanpa mengurangi atau merusak komposisi dari minyak tersebut. Selain itu, Danny juga berharap Palm Oil untuk BioDiesel di Eropa juga dapat mendapat tempat di masyarakat Eropa.
KPO/EDISI 164/DESEMBER 2008

Obat Palsu Dan Ilegal Disita

thumbnail
Oleh: Albert Kin Ose M
bantaleon@yahoo.net.id
Kinerja Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di seluruh Indonesia, betul-betul diuji selama November 2008. Selain bergerak petugas BPOM pusat juga ditindaklanjuti oleh aparat dari setiap Balai POM propinsi. BPOM sendiri seolah-olah menabuh genderang perang terhadap terus merebaknya pemasaran obat-obat yang terkategori obat palsu, obat yang mengandung bahan kimia keras, dan obat-obatan yang masuk ke Indonesia secara ilegal, termasuk yang sudah kedaluwarsa.
Seperti yang dilansir ANTARA, dalam razia yang digeber selama November itu, BPOM menarik 22 item obat tradisional dan suplemen obat kuat berbahan kimia obat keras. Targetnya, semua produk itu harus bersih dari pasaran jamu dan obat-obatan di Indonesia. ‘’BPOM tidak akan berhenti dan terus-menerus melakukan razia obat ini di pasaran. Kita tarik dan nanti kita lakukan pemusnahan,’’ kata Ketua BOPM, Husniah Rubiana Thamrin Akib di Jakarta, Senin (17/11).
Penarikan terhadap 22 obat kuat itu sesuai instruksi BPOM pada 14 November 2008. Semua obat yang ditarik dari peredaraan, sebut Husniah, merupakan obat tradisional dan suplemen yang mengandung bahan kimia obat keras. ‘’Ini untuk melindungi masyarakat agar tidak membeli obat yang tidak terdaftar di BPOM maupun dengan resep dokter. Kita tidak mau disalahkan kembali seperti kasus susu formula bayi beberapa bulan yang lalu,’’ tegasnya.
Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Kosmetik dan Produk Komplemen BPOM, Ruslan Aspan menilai, obat tradisional maupun suplemen lebih banyak beredar di toko obat, dan ada juga obat kuat yang terjual di apotek. ‘’Kita harapkan dalam waktu satu bulan, produk yang tercantum dalam Public Warning No.KH.00.01.43.5847 tertanggal 14 November 2008, bersih dari pasaran. Kita mengharapkan masyarakat tidak mengkonsumsi lagi, kalau ragu bisa menghubungi BPOM,’’ lanjutnya.
Menurut Ruslan, produk yang beredar di pasaran dan sudah berhasil ditarik tersebut antara lain tripoten yang mengandung Tadalafil dan Maca Gold yang mengandung Sildenafil Sitrat, yang dapat menyebabkan kematian.
Berdasarkan instruksi 14 November 2008 tersebut (BPOM) menyita 157.749 kotak. Produk sitaan yang mengandung bahan kimia obat keras jenis Sildenafil Sitrat dan Tadalafil tersebut berupa 22 jenis dari 14 merek lokal, 5 jenis obat tradisional pasokan luar negeri dan suplemen yang positif mengandung bahan kimia keras. Kandungan produk sesuai hasil uji laboratorium BPOM Januari hingga November itu positif mengandung bahan-bahan kimia keras. ‘’Kita akan memanggil produsen untuk menanyakan cara pembuatannya,’’ kata Husniah kepada wartawan.
Husniah menjelaskan, obat tradisional dan suplemen yang mengandung Sildenafil Sitrat dan Tadalafil hanya bisa dikonsumsi dengan resep dokter. ‘’Penggunaan yang tidak tepat atas Sildenafil Sitrat dapat menyebabkan sakit kepala, pusing, mual, nyeri, gangguan penglihatan dan menyebabkan kematian.
Tadalafil dapat menimbulkan efek nyeri otot, sakit kepala, kehilangan potensi sex permanen dan bersifat melebarkan pembuluh darah yang menyebabkan penurunan tekanan darah. Akibat lanjutan Tadalafil, pasokan oksigen dan darah ke dalam otot jantung menurun, nyeri dada yang tidak stabil, irama jantung tidak normal dan menimbulkan serangan stroke.
Obat-obatan dan suplemen berbahaya itu sebagian besar disita aparat BPOM dari para pedagang di pinggir jalan, khususnya Jl Gajah Mada Jakarta. ‘’Bila masyarakat yang memerlukan info lebih lanjut dapat menghubungi Unit Layanan Pengaduan Konsumen Badan POM di Jakarta dengan Nomor 021-4263333 atau Balai POM seluruh Indonesia,’’ pesan Husniah.
Kegiatan memproduksi dan mengedarkan obat tradisional dan suplemen makanan yang mengandung bahan kimia melanggar UU Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan dengan pidana penjara lima tahun, denda maksimal Rp 100 juta. Juga melanggar UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dengan sanksi pidana penjara paling lama lima tahun (denda maksimal Rp 2 miliar). BPOM terus melakukan penertiban di pasaran-pasar dan menarik produk yang bisa membahayakan stamina pria untuk dimusnahkan.
Lima Ton
Perang terhadap obat-obat ilegal juga semarak digelar BPOM di hampir setiap daerah. Bahkan di Semarang, Jawa Tengah, aparat yang melakukan operasi selama dua hari (18-19/11) berhasil menyita lima ton lebih obat ilegal. ‘’Operasi digelar di seluruh daerah di Jawa Tengah baik itu distributor pangan, toko, distributor kosmetik, sarana distribusi kosmetik dan rumah atau gudang,’’ kata Kepala Balai Besar POM Semarang, Maringan Silitonga, Jumat (21/11).
Jumlah tersebut didapat dari 22 tempat, yakni distributor pangan (3), distribusi atau toko pangan (8), distributor kosmetik (1), sarana distribusi kosmetik (4) dan rumah atau gudang (6). Aparat menyasar Kabupaten Cilacap, Magelang, Solo, Purbalingga, Semarang dan Tegal justru paling banyak ditemukan jenis obat keras. Sedikitnya, tercatat 193 jenis obat keras yang diangkut dengan dua truk berbobot 5 ton. Obat tanpa izin edar (11 jenis), obat tradisional asing tanpa izin edar (42 jenis), obat tradisional tanpa izin edar (5 jenis) dan kosmetik tanpa izin edar (51 jenis), rinci Maringan.
Di Cilacap dan Magelang, yang paling banyak ditemukan obat ilegal. Cilacap ada 2,5 ton dan di Magelang 2,25 ton. Jadi total di dua tempat itu tercatat 4,75 ton. ‘’Di Cilacap dan Magelang biasanya distributor gelap tidak memiliki izin menjual yang seharusnya tidak berwenang sebagai penyalur,’’ tegas Maringan.
Tindak lanjut dari hasil operasi tersebut, lanjut Maringan, projustisia empat tempat, pemusnahan di tempat (4 tempat) setengah truk, pengamanan sementara (10 tempat), izin edar meragukan (1 tempat), dan tidak ditemukan masalah (3 tempat). Mengedarkan kosmetik atau obat tradisional asing tanpa izin edar adalah melanggar Pasal 81 ayat (2) huruf c UU Nomor 23 Tahun 1993 tentang Kesehatan. Ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun (denda Rp 140 juta. Sedangkan melakukan kefarmasian tanpa keahlian dan kewenangan melanggar Pasal 82 ayat (1) huruf d UU Nomor 23 Tahun 1993 tentang Kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama lima tahun (denda Rp 100 juta).
Koran Pak Oles/Edisi 164/Desember 2008

Kerang Dilapasi Perak Laku Ke Pasaran Ekspor

thumbnail
Perajin Bali dinilai kreatif menciptakan aneka jenis kerajinan kerang yang dilapisi perak dengan ukiran khas Bali banyak diminati konsumen asal Eropa terutama ke Italia, Jerman dan Inggris.
Kerang yang banyak didatangkan dari luar daerah itu, setelah pinggirannya dilapisi perak berukir ternyata kelihatannya unik dan laku keras di pasaran ekspor, tutur Nyoman Sutarmi, pedagang di Denpasar kepada Antara.
Mata dagangan jenis baru itu, pemesannya cukup lumayan oleh rekan bisnisnya di luar negeri bahkan banyak wisatawan asing yang sedang berlibur di pulau Dewata tertarik untuk memiliki dan membelinya, kata dia.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali, Drs Ngurah Sutedja, membenarkan semakin ramai realisasi perdagangan aneka kerajinan kerang sehingga perolehan devisanya bertambah banyak selama 2008.
Ia mengatakan, realisasi ekspor kerajinan aneka jenis kerang menghasilkan devisa sebenyak 2,3 juta dolar AS selama 2008 hingga September, naik 30 persen jika dibandingkan perioda sama 2007 hanya 1,8 juta dolar.
Semua pihak mengakui perajin di Bali memang kreatif menciptakan aneka barang seni sehingga mata dagangan yang dihasilkan tidak terlalu monoton tetapi mampu mengikuti perkembangan jaman dan sesuai selera pasar.
Pelancong dalam negeri terutama para ibu-ibu dari Jakarta, banyak pula tertarik untuk bisa memiliki aneka barang bernilai seni itu, dengan harga berkisar antara Rp500.000 hingga Rp5 juta per biji tergantung ukuran dan motifnya.
Perajin Bali kreatif menciptakan aneka barang seni berbahan baku kerang dikombinasikan selain perak, juga kulit menggunakan rancang bangun (desain) yang bernilai seni dan unik sehingga laku ke pasaran ekspor.
Sutarmi mengatakan, berkat keuletan perajin Bali berproduksi dengan motif terbarunya maka aneka kerajinan kerang yang dikombinasikan dengan perak dan kulit mampu memikat para wisatawan untuk memilikinya.
Memilih kerang untuk bahan baku kerajinan harus berhati-hati, karena tidak bisa sembarangan apalagi untuk ekspor, kata Nyoman sambil menyebutkan beberapa jenis kerang tidak boleh diperdagangkan karena dilindungi.
KPO/EDISI 164/DESEMBER 2008

Pertumbuhan Industri Makanan Diproyeksi 5%

thumbnail
Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) memproyeksikan pertumbuhan industri makanan dan minuman sebesar lima persen. "Kita sih menargetkan ada pertumbuhan di 2009 sebesar lima persen. Tapi itu semua dapat tercapai jika pasar lokal tetap bergerak," kata Ketua Bidang Kerjasama dan Advokasi Gapmmi, Adhi Siswaja Lukman kepada Antara.
Saat ini pasar domestik menjadi pasar terbesar industri makanan dan minuman dengan nilai penjualan mencapai Rp350 triliun pada tahun 2008, sedangkan nilai ekspor tahun 2008 turun sebesar 20 persen sehingga hanya mencapai Rp30 triliun.
Menurut dia, produksi makanan dan minuman bulan November 2008 telah mengalami penurunan sebesar 30 persen. Berdasarkan laporan dari anggota Gapmi, penurunan produksi sendiri telah terjadi sejak krisis keuangan didengungkan.
Penyebab penurunan produksi, menurut dia, akibat penetrasi produk makanan dan minuman di pasar global mulai melambat. Selain itu, masalah produk Cina membuat permintaan menurun. "Ekspor ke Amerika yang biasanya sampai enam triliun rupiah diperkirakan sampai Desember nanti turun 20 persen. Belum lagi dari negara lain," ujar Adhi Siswaja Lukman.
Lebih lanjut, dia mengatakan, penurunan permintaan drastis terjadi pada produk makanan "secondary" seperti makanan ringan, sedangkan penurunan permintaan pada produk makanan utama tidak terlalu besar.
Selama ini, dia mengatakan, produsen produk makanan dan minuman mencoba mensiasati kenaikan harga bahan baku makanan dengan mengurangi ukuran, sehingga konsumen dapat tetap membeli produk yang disukainya dengan harga yang sama hanya saja ukuran lebih kecil.
KPO/EDISI 164/DESEMBER 2008

Surabaya Amankan 65.910 OT Impor

thumbnail
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Surabaya berhasil menyita ribuan ribuan obat tanpa izin dan berbahaya. Kepala Bidang Pemeriksaan dan Penyelidikan BP POM Surabaya, Harlina Samadi di Surabaya, Selasa (18/11) mengatakan, ribuan obat tersebut didapatkan saat pihaknya menggelar operasi di sejumlah toko obat di Surabaya. ‘’Itu sidak khusus perintah dari Kepala BP POM Pusat langsung,’’ katanya.
Menurut dia, dari operasi tersebut, BP POM berhasil menyita 35.230 Obat Tradisional (OT) yang mengandung BKO (Bahan Kimia Obat) dan mengamankan 65.910 obat Tradisional Impor (TI) berbentuk kapsul tanpa ijin.
Sidak tersebut merupakan bagian dari program pengamanan dan penyelidikan terhadap 22 jenis obat yang dianggap terlarang, termasuk obat palsu, obat keras, obat mengandung BKO dan obat tak berizin. Dalam sidak itu, BP POM menurunkan empat tim yang disebar dengan pembagian tugas di delapan titik yang dijadikan sasaran operasi. Antara lain sebuah gudang obat kosmetik Jl Bratang Binangun, Toko HOKKY, perusahaan jamu di Jl Kapasan dan distributor jamu di Jl Bintoro. Di toko HOKKY diamankan 12 troli makanan dan obat-obatan tanpa izin dan tanpa label. Karena itu, masyarakat diminta untuk perhatikan label lisensi atau izinnya.
Dari Jambi, ANTARA melaporkan, BPOM Kepri mengamankan puluhan jamu mengandung bahan kimia obat berbagai merk dari sejumlah distributor dan toko di Batam. ‘’Jamu tidak boleh mengandung bahan kimia sehingga kami sita demi keselamatan konsumen. Jamu hanya boleh mengandung ramuan alami. Jika ada bahan lain di dalamnya, maka itu dilarang. Merek jamu yang disita dari sejumlah toko obat di Kawasan Nagoya adalah Morinda Kapsul, Kuda Liar PJ Raga Prima, Kempak Alam, Obat Asam Urat Flu Tulang Alam Makassar, Alur Mujarab, Guna Sehat, Ramuan Cina, Guna Sehat, Liang Cha, Wijaya Kusuma, Qian Yan, Lo-Han-Kuo Infusia dan Obat Asam Urat plus Buah Merah,’’ kata Kepala BPOM Kepri, I Gede Nyoman Suwandi.
Menurut Suwandi, setelah didata, jamu berkimia obat langsung dimusnahkan. Hanya saja, sebut Suwandi, BPOM tidak dapat memberi sanksi kepada toko dan distributor sebagai penjual bahan itu. Untuk sanksi merupakan wewenang dinas kesehatan, baik sanksi administratif atau pencabutan izin.
Selain jamu berkimia, BPOM Kepri menyita puluhan minuman berenergi Red Bull yang tidak terdaftar di Indonesia. Ria, seorang pelayan toko obat di Kawasan Nagoya menyatakan, tidak tahu jamu yang terjual dilarang pemerintah. Toko membeli jamu tersebut dari pedagang keliling. ‘’Kami juga hanya membeli sedikit, karena belum tentu banyak yang berminat. Tidak setiap hari jamu berkimia dibeli pelanggan. Kadang seminggu baru laku,’’ kata Ria.
Sementara di Jambi, BPOM mengeluarkan surat public warning (peringatan) terhadap bahaya penggunaan obat tradisional dan suplemen makanan berkhasiat penambah stamina pria yang berbahan kimia. Kepala BPOM Jambi, Wirda Zein melalui Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen, Armeni mengatakan, surat peringatan diedarkan kepada seluruh agen (distributor) obat-obatan untuk segera menarik produk yang beredar di pasaran. Peringatan tersebut sesuai instruksi BPOM tertanggal 14 Nopember 2008 tentang obat tradisional dan suplemen makanan berkhasiat penambah stamina pria yang mengandung bahan kimia obat. Tercatat, 22 jenis obat atau jamu yang dilarang untuk dikonsumsi masyarakat, khususnya kaum pria.
Ke-22 obat tradisional (suplemen) penambah stamina pria yang dilarang pemerintah itu antara lain Blue Moon diproduksi (diimpor) PT Pacific Healthcare Indonesia Jakarta yang mengandung tadalafil, Caligula Kapsul, PJ Air Madu Malang yang mengandung sindenafil sitrat.
Cobra X Kapsul diproduksi (diimpor) PJ Ragil Sentosa Cilacap yang mengadung sildenafil sitrat, Kuat Tahan Lama Serbuk oleh PD Jamu Moro Sehat Banjar Negara yang mengandung sildenafil sitrat, Tripoten (PT Dexa Medica Palembang) yang mengandung tadalafil dan Urat Perkasa Kapsul oleh PJ SM Jaya Cilacap yang mengandung sildenafil sitrat).
Koran Pak Oles/Edisi 164/Desember 2008

Internet, Sarana Perbaiki Kesejahteraan

thumbnail
Internet dapat dijadikan sebagai salah satu sarana untuk memperbaiki dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. "Internet adalah alat yang efektif untuk membangun hubungan dan jejaring perjuangan dari kelompok terkecil di masyarakat," kata Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM) Amien Rais pada diskusi publik "Democratization without Governance" di Yogyakarta, Kamis.
Menurut Amien yang juga menjabat sebagai Ketua Wali Amanat UGM tersebut, kondisi bangsa Indonesia yang masih belum sejahtera meski sudah merdeka selama 63 tahun disebabkan oleh kutukan sumber daya alam selain korupsi yang seolah sudah menjadi budaya.
"Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah tetapi kehidupan masyarakatnya tidak sejahtera karena dikeruk oleh pemodal asing," katanya.
Kutukan sumber daya alam tersebut merembet pada akibat lain seperti semakin meningkatnya angka kemiskinan. Menurut standar Bank Dunia, sekitar 50 persen dari penduduk Indonesia berada di bawah garis kemiskinan.
Korupsi yang disebut Amien sebagai pembajakan negara karena dilakukan oleh kaum eksekutif, legislatif dan yudikatif dan seolah dilindungi oleh kebijakan yang berlaku.
"Skala korupsi di Indonesia sudah jauh lebih besar dari yang kita bayangkan," katanya.
Demokrasi yang bertujuan menyejahterakan rakyat Indonesia juga tidak dapat dijalankan karena pada dasarnya, demokrasi yang digembar-gemborkan pemerintah baru sebatas bentuk, belum menyentuh substansi dasarnya.
Sementara itu, menanggapi kondisi perekonomian Indonesia saat ini, Amien mendesak pemerintah memberikan keterangan sebenar-benarnya kepada masyarakat, mengingat rupiah yang semakin melemah namun pemerintah justru menyatakan bahwa rupiah masih aman dan fundamental ekonomi Indonesia kuat.
Amien khawatir, jika pemerintah tidak menyatakan kondisi perekonomian yang sebenarnya, akan menimbulkan protes sosial yang lebih besar.
KPO/EDISI 164/DESEMBER 2008

Tangkal Resesi Global Dengan Efisiensi

thumbnail
Oleh: Beny Uleander
Krisis ekonomi yang menerjang negara-negara maju mulai mengkhawatirkan negara-negara berkembang. Akar krisis ekonomi global lebih dipicu oleh pertumbuhan ekonomi spekulatif. Sementara pengembangan dan pertumbuhan sektor ekonomi produktif terabaikan. Beberapa perusahaan besar yang selama ini terkenal mapan mulai goyah dan ada yang mulai merumahkan karyawan mereka.
Menurut Dirut PT Karya Pak Oles Tokcer Dr Ir GN Wididana, M.Agr, kemunduran beberapa perusahaan besar di dunia menjadi pelajaran penting bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia. Salah satunya, lanjut Wididana, mencegah dan mengevaluasi penggelembungan biaya-biaya tinggi pada sektor-sektor non efektif. “Saya terus mempelajari kenapa saat krisis global ini banyak perusahaan besar bangkrut. Akhirnya saya menemukan jawaban yaitu tidak efisien dan boros,” ungkapnya saat rapat manajemen bersama Humas Pak Oles Center, Rabu (26/11). Rapat dihadiri Direktur Agus Urson, Manajer Keuangan, M Ayu Lidyawati, Manager Personali, Komang Juliarsana, Kacab Pemasaran Bali, Gede Ginarka dan Pemred Koran Pak Oles & Montorku Albert Kin Ose Moruk.
Kunci bertahan di tengah badai resesi ekonomi global, papar Wididana yang diakrabi Pak Oles, adalah menciptakan penjualan yang efisien, meningkatkan servis kepada pelanggan demi kepuasan konsumen dan investasi di sektor produktif. “Profit harus ada meski kecil. Intinya kita mempertahankan kestabilan di tiga bidang yaitu pejualan, biaya produksi maupun pemasaran dan keuntungan,” jelas pria yang mengembangkan aplikasi Teknologi Effective Microorganisms (EM) di bidang pertanian, kesehatan dan otomotif.
Lanjut Pak Oles, sosialisasi produk, branding dan promosi Ramuan Pak Oles terus ditingkatkan dari segi kontent maupun kuantitas. Penyebaran informasi Ramuan Pak Oles, pupuk organik dan produk Biotor tidak pernah mencapai titik jenuh. Sebaliknya, informasi yang gencar dan tepat sasar justru kian memperkuat citra produk sekaligus menciptakan pemasaran.
Sementara Kacab Pemasaran Bali Gede Ginarka menilai SPG Ramuan Pak Oles di berbagai daerah selama ini amat terbantu dengan aneka informasi produk Ramuan Pak Oles yang dimuat di Koran Pak Oles dan Tabloid Otomotif Montorku. Apalagi selama ini, pengayaan materi berita di dua media tersebut sudah merambah berita-berita lokal di beberapa daerah yang menjadi wilayah pemasaran Ramuan Pak Oles. “Kami merasa terbantu bila setiap edisi Koran Pak Oles dan Montorku selalu ada informasi berita tentang manfaat maupun khasiat sebuah produk kita. Sehingga konsumen dapat mengetahui produk kesehatan mana yang akan mereka beli,” ungkap Ginarka.
KPO/EDISI 164/DESEMBER 2008

Unit Banyuwangi Sasar Bengkel

thumbnail
Pasarkan Produk Biotor
Oleh: Putu Wirnata

Indonesia telah menjadi pasar berbagai produk otomotif, termasuk pemasaran berbagai jenis oli pelumas mesin. Penjualan kendaraan bermotor yang meningkat setiap tahun dilihat sebagai peluang besar menciptakan jaringan pemasaran produk teknologi pengirit BBM yang diproduksi PT Pak Oles & Biotor Technology.
Optimisme tersebut menginspirasi Kepala Unit Banyuwangi Adi Yusmara untuk fokus menggarap pasar Biotor di Banyuwangi dan sekitarnya. Ia menugaskan team leader (TL) untuk menugaskan SPG memperkenalkan produk teknologi pengirit BBM yaitu Spontan Power, Kudo (vitamin BBM) dan Hexon (vitamin oli mesin) ke Organda (organisasi angkutan daerah) Banyuwangi, nelayan, dan bengkel otomotif. Spontan Power, misalnya, sebagai produk penghemat BBM dapat digunakan untuk semua jenis kendaraan roda dua dan empat, termasuk mesin genset maupun mesin spead boat yang digunakan para nelayan dalam menangkap ikan.
Alhasil, penjualan produk Biotor di Banyuwangi mencapai 7%, Ramuan Pak Oles 49% dan sisanya aneka produk madu racikan Pak Oles 30%. Pada bulan Ramadhan lalu, penjualan produk Biotor sempat tembus angka 60%. Karena itu Adi Yusmara yakin penjualan produk Tri Biotor bakal meningkat di unit pemasaran yang dipimpinnya.
Meski diakui suami I Kadek Suti ini, tantangan terbesar adalah rekrutmen SDM. Adi terus memotivasi SPG dan TL untuk perdalam pengetahuan soal manfaat dan khasiat berbagai produk Ramuan Pak Oles termasuk produk Biotor.
“Selain informasi produk lewat Koran Pak Oles dan Montorku, kami juga memasang iklan di radio dan memberikan kuis berhadiah untuk menarik minat konsumen,” ungkap pria yang merintis karir sebagai SPG Pak Oles pada tahun 2000. Saat ini, unit Banyuwangi memiliki 33 SPG yang dipandu 5 team leader (TL), 3 konter Ramuan Pak Oles/Biotor dan seorang salesman. “Setiap hari, kami menyiapkan tiga mobil untuk mendukung pemasaran tim SPG yang didampingi TL,” ujar ayah satu anak.
KPO/EDISI 164/DESEMBER 2008

Nonton TV, Remaja Cenderung Seks Dini

thumbnail
Terlalu banyak menonton televisi, rendahnya penghargaan terhadap diri sendiri, tingginya tingkat kekecewaan dan buruknya hubungan keluarga dapat menjadi rumus yang meningkatkan prilaku seks dini di kalangan remaja, demikian hasil suatu studi baru. ‘’Jika anda mengumpulkan semua faktor tersebut, anda dapat memperoleh perkiraan yang lebih kuat mengenai siapa yang melakukan hubungan seks dan siapa yang tidak,’’ kata Dr Janet Hyde, dari University of Wisconsin, pimpinan tim penelitian tersebut.
Hyde dan timnya mempelajari 273 remaja yang berusia antara 13 dan 15 tahun. Sebanyak 15% dari mereka telah melakukan hubungan seks dini. ‘’Anak-anak yang melakukan perbuatan seks dini sangat tak mungkin untuk menggunakan pelindung sehingga menambah besar resiko kehamilan di kalangan remaja dan menderita penyakit yang menular melalui hubungan seks,’’ kata Hyde.
Salah satu faktor terbesar bagi hubungan seks dini oleh remaja adalah menonton televisi, sebagian karena program televisi menggambarkan tingkat seksualitas yang lebih tinggi buat remaja dan orang dewasa dibandingkan dengan yang ada dalam kenyataan, kata para peneliti itu. ‘’Banyak ahli komunikasi mengatakan bahwa sewaktu kita menonton banyak bahan seperti itu, kita dibuat percaya bahwa itu nyata. Dalam kasus ini, anak-anak yang banyak menonton TV percaya bahwa semua anak sebenarnya melakukan hubungan seks, sehingga mereka akan melakukannya juga atau mereka akan merasa terasing,’’ kata Hyde --yang melaporkan temuan timnya di dalam Journal of Youth and Adolescence.
TV juga sering tidak menggambarkan konsekuensi negatif hubungan seks, seperti kehamilan yang tak dikehendaki atau penyakit yang menular melalui hubungan seks. Tetapi itu bukan satu-satunya faktor resiko bagi remaja untuk memulai hubungan seks sebelum berusia 15 tahun.
Anak perempuan yang telah melakukan hubungan seks secara dini memiliki penghargaan diri yang lebih rendah, hubungan yang buruk dengan orang-tua mereka, hidup bersama ibu tunggal atau orang-tua tiri, memperlihatkan tanda gangguan hiperaktif kekurangan-perhatian (ADHD), tak berprestasi di sekolah, dan lebih banyak menonton televisi.
Anak laki-laki yang melakukan hubungan seks dini lebih lauh melewati masa puber, memiliki penghargaan diri yang rendah, memperlihatkan tanda ADHA dan gangguan pembangkangan (ODD), memiliki hubungan buruk dengan orang tua dan lebih banyak menonton telvisi dibandingkan anak laki-laki lain.
Para peneliti menyarankan, semua faktor resiko mengenai seks dini oleh remaja ditangani dengan melibatkan peran orang tua, guru dan pembimbing. Mereka juga menyerukan dilancarkan program pendidikan seks menyeluruh sehingga remaja dapat melindungi diri jika melakukan hubungan seks.
Koran Pak Oles/Edisi 164/Desember 2008

Ketika Jamu Disalahgunakan

thumbnail
Obat dan jamu yang beredar bebas di pasaran, ternyata banyak yang disalahgunakan konsumen, terutama untuk mengakhiri kehamilan yang tidak diinginkan dengan melipatgandakan dosis. Chatarina Wahyurini dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) dalam seminar hasil studi Aspek Psikososial Subjek yang Menggunakan Obat/Jamu sebagai Upaya Mengakhiri Kehamilan di Semarang, Sabtu (22/11).
‘’Saya minum Ginecosit tiga hari, terus obat Cina tiga hari, Menses satu hari, Kiranti tujuh hari, pil Tuntas tiga hari, nanas ditambah ragi tiga hari, dan terakhir dipijat dukun,’’ kata Wahyurini mengutip keterangan seorang responden dari Yogyakarta berusia 34 tahun.
Chatarina juga mengungkapkan penuturan wanita berusia 30 tahun di Medan yang mengatakan, ‘’Saya minum pil Tuntas tiga hari, pil Kates tiga hari, jamu rumput Fatima 10 hari dan terakhir M Kapsul 10 hari’’.
Studi psikosisial tersebut dilakukan terhadap 132 subjek dengan kriteria sebelumnya sudah minum obat dan jamu peluntur, telat haid dan menggunakan cara medikal. Sebelumnya dilakukan studi terhadap 31.697 klien yang ingin melakukan pemulihan haid.
Awalnya studi kualitatif dilakukan di sembilan provinsi, namun hanya dilanjutkan di tujuh daerah yakni Jakarta, Jawa Barat, Jateng, Yogyakarta, Jatim, Sulut dan Sumut selama Juli-Desember 2007. Dengan alasan teknis, Bali dan NTB tidak diteruskan.
Konsumsi obat dan jamu itu kadang sama sekali tidak ada hubungan dengan masalah kandungan. Misalnya obat sakit kepala Paramex dan obat mag. Selain itu, untuk mengakhiri kehamilan mereka juga banyak yang konsumsi bahan yang diyakini mampu memulihkan haid seperti makan nanas muda, air tape, air kencur, air ragi dan bubuk merica sebagai bahan tambahan.
Ada sejumlah alasan untuk mengakhiri kehamilan seperti sosial, kesehatan, pekerjaan dan gagal KB. Namun alasan mayoritas adalah ekonomi.
‘’Sebenarnya saya menginginkan anak ini, tapi bagaimana lagi karena kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan,’’ kata seorang konsumen berusia 27 tahun dari Jakarta.
‘’Saya sudah punya tiga anak, saya tidak sanggup lagi membiayai kalau melahirkan anak lagi,’’ kata konsumen lain berusia 35 tahun asal Semarang.
Dari sebanyak 132 subjek, 84% atau 111 subjek berstatus kawin, sedangkan 15 orang (11,4%) belum kawin, dan 6 subjek berstatus janda atau hidup bersama. Sebagian besar responden memutuskan hal itu atas kehendak sendiri. ‘’Hanya sebagian kecil yang merupakan desakan dari pacar/suami, teman dan terpicu oleh informasi dari media,’’ jelas Wahyurini.
Ia juga menyoroti adanya iklan terselubung di media bertuliskan Perempuan hamil dilarang minum (jamu/obat ini, --Red), bisa mengakibatkan gugurnya kandungan. Iklan ini sebenarnya ditujukan bagi wanita yang ingin menggugurkan kandungan.
Narasumber lain, Prof Agnes Widanti mengatakan, aborsi bukan pilihan perempuan. Aborsi merupakan senjata ampuh bagi laki-laki untuk memaksakan kehendaknya pada fungsi reproduksi. Alasan aborsi bukan hanya pertimbangan medis tetapi juga ekonomi, budaya, politik, perkosaan dan KB yang gagal.
Koran Pak Oles/Edisi 164/Desember 2008

Pabrik Jamu Palsu Digerebek Polwil Madium

thumbnail
Jajaran Satuan Resersemobile (Satresmob) Polwil Madiun menggerebek sebuah rumah di Jl Pasar Tepas, Desa Tepas, Kecamatan Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur karena diduga telah digunakan untuk produksi jamu palsu bermerk Pring Tukul. Saat penggrebekan, petugas mengamankan pemilik pabrik, Yenes Kurniawan (32), yang merupakan warga Perum Karangsari Tentrem, Ngawi berikut sejumlah barang bukti.
Kasubag Reskrim Polwil Madiun, Kompol Rony R Kimbal, Selasa (25/11) saat dikonfirmasi ANTARA membenarkan peristiwa tersebut. Bahkan, pihaknya sudah mengamankan seorang yang diduga telah membuat dan mengedarkan jamu palsu, berikut pabrik tempat produksi. ‘’Tersangka berikut barang bukti sudah kita amankan. Tersangka dijerat pasal 82 ayat (1) atau pasal 81 ayat (2) UURI 23 tahun 1992 tentang Kesehatan,’’ kata Rony.
Disebutkan, penggerebekan dilakukan (24/11) setelah polisi menerima pengaduan masyarakat, terkait dengan peredaran jamu merek Ping Tukul yang diduga palsu. Petugas langsung turun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan. Petugas akhirnya mencurigai sebuah rumah di Jl Pasar Tepas dijadikan pabrik pembuatan jamu palsu.
Dari penggerebekan itu, polisi menemukan sejumlah mesin yang dipakai membuat jamu palsu, 161 dos kecil jamu Pring Tukul Reumatik, 95 dos kecil Pring Tukul Asam Urat dan satu dos kecil Pring Tukul Sesak Napas. Setiap dos kecil berisi jamu 15 sachet. Guna penyidikan lebih lanjut, jelas Rony, tersangka dan barang bukti diamankan di Mapolwil Madiun. Hasil penyidikan sementara, tersangka mengaku meracik jamu palsu dengan bahan obat-obatan dan empon-empon (tanaman toga). Meski begitu, tersangka sendiri tidak memiliki pengetahuan tentang kefarmasian.
Sementara di Banyumas, Kepolisian Wilayah (Polwil) setempat menangkap Sodikin (31), warga Dusun Rawaseser, Desa Mujur Lor, Kroya, Cilacap yang diduga sebagai perajin jamu kuat palsu yang mengandung bahan kimia obat (BKO) berikut barang bukti. ‘’Tersangka berikut barang buktinya telah kita amankan untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Kepala Sub Bagian Reserse dan Kriminal Polwil Banyumas, Komisaris Polisi Syarif Rahman, di Purwokerto Selasa (25/11).
Selain meracik jamu dan obat kuat yang mengandung BKO, tersangka Sodikin juga memalsukan berbagai label jamu yang sedang laris di pasaran. Sejumlah barang bukti yang turut disita polisi antara lain ribuan kapsul jamu, vitamin B1 dan vitamin B12, puluhan kardus obat kuat palsu merek Seki, Wantong dan Urat Madu. ‘’Penyitaan dilakukan karena berbahaya dan tidak disertai izin,’’ kata Syarif Rahman.
Secara terpisah Kapolwil Banyumas, Komisaris Besar Boy Salamudin mengatakan, penangkapan tersebut sebagai upaya perlindungan bagi masyarakat. Menurut Kombes Boy, pihaknya berulang kali menyampaikan kepada perajin jamu untuk melindungi warisan budaya bangsa. ‘’Jamu-jamu tradisional merupakan warisan budaya bangsa. Demikian pula dengan Polri wajib melindungi kepentingan konsumen apabila usaha-usaha jamu tersebut menggunakan bahan kimia yang merugikan kesehatan,’’ katanya.
Penangkapan tersebut sebagai langkah awal bagi perlindungan konsumen karena terbukti ada oknum-oknum perajin yang masih menggunakan bahan-bahan kimia. Barang bukti itu siap diuji di laboratorium untuk membuktikan sangkaan polisi terhadap perajin yang menggunakan BKO dalam jamu buatan. ‘’Kita berkomitmen untuk mengambil tindakan tegas bagi siapa saja yang berbuat merugian masyarakat,’’ tegas Boy.
Koran Pak Oles/Edisi 164/Desember 2008

Dinkes Temukan Obat Kuat Jenis Okura

thumbnail
Karanganyar
Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar, merazia ribuan tablet obat kuat yang melanggar keputusan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BP POM) saat melakukan inspeksi di sejumlah apotik, di Karanganyar, Rabu (19/11). Dari operasi itu, jelas Anik Dwiyanti, Kasi Farmasi dan Obat-Obatan Dinkes Karanganyar, pihaknya menemukan obat kuat Tripoten dan Okura. ‘’Jika sering dikonsumsi ataupun terlalu lama mengkonsumsi akan menimbulkan efek samping yang berbahaya bagi tubuh,’’ kata Anik.
Menurut Anik, obat-obat yang ditemukan positif mengandung tadafil dan sildenafil sitrat yang berbahaya bagi kesehatan. Razia dilakukan di Apotek Pasar Palur, Apotek Ari Farma, Apotek Jaten dan kios jamu Air Mancur Karanganyar Kota. ‘’Ada beberapa apotek yang sudah mengetahui tentang larangan ini, sehingga barang-barang tersebut disegel sendiri dan akan dikirimkan ke distributor yang bersangkutan,’’ ujar Anik.
Sementara Ali S, penjual obat di kios jamu Air Mancur, Karanganyar Kota, mengaku, pihaknya mendapat obat-obat kuat dari distributor di Pasar Gede dan Pasar Legi, Solo. Permintaan obat kuat saat ini relatif standar dan tidak bisa dikatakan ramai. ‘’Masih ada permintaan obat kuat tersebut, namun tidak banyak seperti dulu,’’ kata Ali.
Dari Tulungagung, Jawa Timur, ANTARA melaporkan, Dinkes setempat menyita sebuah mobil boks yang sedang mengangkut obat-obatan dan jamu ilegal dalam razia yang digelar Dinkes bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Kepolisian Resor (Polres) Tulungagung. Petugas melihat mobil boks sedang diparkir di Jl Pangeran Antasari Tulungagung. ‘’Saat itu mobil tersebut hendak menurunkan muatannya di depan Toko Jamu Rahayu. Setelah kami selidiki, ternyata obat-obatan dan jamu di mobil itu ilegal,’’ kata Kasi Farmasi Dinkes Tulungagung, Masduki.
Awalnya pengemudi mobil boks menolak barang-barang untuk diperiksa petugas. Setelah diberi pengertian, petugas mendapat obat-obatan dan jamu yang diimpor secara illegal seperti Jamu Sehat Buah Naga, Jamu Asam Urat Flu Tulang dan Jamu Tradisional Gatal. Setelah diteliti, semua nomor registrasi sudah dipalsukan. Mobil boks dan obat-obatan yang diduga ilegal itu dibawa ke Mapolres Tulungagung untuk diproses secara hukum.
Di Yogyakarta, razia yang digelar Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM), menyasar toko obat, kios, distributor dan penjual obat kuat, termasuk restoran. Razia dilakukan serentak oleh empat tim yang terjun ke Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Gunungkidul dan Kulonprogo, kata Kabid Pemeriksaan dan Penyidikan BBPOM Yogyakarta, Zulaimah.
Obat-obatan yang berhasil ditarik adalah Tripoten, Maca Gold, Rama Stamin, Urat Perkasa Kapsul, Lavaria, Blue Moon, Manovel, Lak Gao, Sari Madu Kapsul, Cobra X Kapsul, Sanomale, Otot Madu dan Kuat Tahan Lama Serbuk.
Sementara Dinkes Bojonegoro meminta semua penjual jamu tradisional untuk tidak menjual jamu tradisional dan suplemen penambah stamina pria yang dilarang beredar oleh BPOM. ‘’Kami sudah mengirimkan surat kepada Assosiasi Pedagang Jamu Tradional di Bojonegoro, lengkap dengan daftar puluhan obat tradisional dan suplemen penambah stamina pria yang dilarang beredar,’’ kata Kadis Kesehatan Bojonegoro, Anik Yuliarsih.
Di dalam surat itu, kata Kasi Obat Tradisional Dinks Bojonegoro, seluruh pedagang jamu tradisional di Bojonegoro diminta tidak memasarkan obat dan jamu tradisional yang mengandung bahan kimia berupa sildenafil sitrat dan tadalafil dan mengembalikan obat tersebut ke distributor. ‘’Pengamatan kami, baik obat tradisional juga suplemen penambah stamina pria yang mengandung zat berbahaya itu masih dipasarkan penjual jamu tradisional di Bojonegoro, termasuk juga di apotek-apotek,’’ kata Anik.
Surat himbauan Dinkes disampaikan kepada 36 apotek di Bojonegoro, termasuk Puskesmas untuk melakukan pemantauan. Assosiasi Pedagang Jamu Tradisional Bojonegoro, jumlah pedagang jamu di daerah tersebut sebanyak 300 pedagang. Setelah surat himbauan, Diknes Bojonegoro melanjutkan dengan pemantauan, sebelum operasi dan razia sebagai langkah penertiban.
Koran Pak Oles/Edisi 164/Desember 2008

Gratis Pijat Strategi Jualan

thumbnail
Siti Rochma
Pekerjaan paling sulit adalah menjual sebuah produk atau jasa. Sedangkan pekerjaan yang membuahkan penghasilan atau gaji tertinggi di dunia adalah pekerjaan menjual barang dan jasa. Hal ini menginspirasi Siti Rochma, perempuan kelahiran Klojen, Lumajang 27 Februari 1985, banting setir menekuni dunia pemasaran alias menjadi SPG Ramuan Pak Oles.
Sebelumnya, Siti Rochma pernah bekerja selama dua tahun di Singapura sebagai perawat pengasuh orangtua di sebuah panti jompo. Sepulangnya ke Indonesia, Siti dihadapkan pada tekanan ekonomi keluarga yang kuat. Hidup harus terus berjalan. Akhirnya Siti memilih menjadi SPG Ramuan Pak Oles. “Ternyata menjadi SPG itu susah, terutama memperkenalkan sebuah produk kepada masyarakat. Selain itu ya saya sering digoda konsumen,” ujarnya.
Namun Siti pantang mundur. Sebaliknya, Siti menemukan jurus ampuh memasarkan produk kesehatan asal Bali itu. Seorang SPG harus mempunyai keberanian dan kemampuan untuk mendekati konsumen. Ia memanfaatkan keahlian memijat untuk mendekati konsumen. Sambil memijat konsumen secara gratis, Siti menjelaskan berbagai khasiat produk yang ditawarkan. “Agar konsumen langsung merasakan khasiat Ramuan Pak Oles seperti Minyak Oles Bokashi. Pasti konsumen itu tertarik untuk mencoba,” katanya.
Kini banyak pelanggannya yang minta untuk dipijat dengan Minyak Oles Bokashi. Yang jelas, Minyak Oles Bokashi paling laris. Konsumen juga sering membeli Madu Jamur untuk mengatasi gejala rematik atau asam urat. Setiap bulan, Siti dapat mencapai target penjualan yang dibebankan kepada setiap SPG. “Hasil kerja saya pakai untuk membantu keluarga. Saya juga ada rencana untuk mencicil sepeda motor agar lebih mudah jualan Ramuan Pak Oles,” tambah Siti. (Putu Wirnata)
KPO/EDISI 164/DESEMBER 2008

Setia Geluti Rempah Bokashi

thumbnail
Kadek Budanya
Banyaknya pengunjung Usadha Oles tidak sekedar menginginkan kebugaran. Ketertarikan pengunjung lebih pada manfaat Bokashi Terapi. Selain pengunjung baru yang pengen mencicipi terapi yang berbeda, ada juga pengunjung tetap yang selalu kembali untuk mengembalikan stamina tubuh. Di balik pesona kenikmatan Bokashi Terapi, ada salah satu orang yang tetap setia melayani pengunjung.
Kadek Budanya (28 tahun), tenaga yang setiap hari mengaduk rempah dan ‘menanam’ tamu di Bokashi terapi. Sudah hampir delapan tahun ayah dua anak ini bergelut dengan rempah Bokashi. Tak ada kata lelah dalam menjalankan tugas dari pukul 08.00 hingga 16.00 WITA. Pendidikan mengolah rempah dan ‘menanam’ tamu diperoleh secara otodidak.
Melalui masa training selama tiga bulan, tidak menyulitkan pria ini meracik fermentasi rempah Bokashi. Hanya perlu waktu seminggu untuk belajar. “Saya senang bekerja di sini, meski setiap hari bergelut dengan rempah tapi bahagia karena bisa bertemu dengan orang yang berbeda-beda,” ungkap pria kelahiran Buleleng ini.
Kelelahan bukan menjadi halangan bagi ayah satu putri ini untuk terus menggeluti pekerjaan di Bokashi Terapi. Dengan berada dan mengaduk rempah Bokashi sudah sama dengan terapi. Karena, sebut suami Luh Nopi Wahyuni ini, uap Bokashi yang terhirup dan pekerjaan yang selalu membuatnya berkeringat, membuat tubuh jadi jarang sakit. Setiap ada tamu harus menggali dan menutup lubang. Setelah tamu selesai terapi, rempah diratakan dan diaduk lagi.
Pekerjaan paling susah adalah saat harus merombak total bak berisi rempah. Karena harus membuang semua rempah yang lama dan diganti dengan yang baru. “Bagi saya tak ada kata karena saya bekerja dengan senang hati. Selain tubuh tetap sehat, saya juga bisa menafkahi keluarga dan menyekolahkan anak,” katanya. (Wayan Nita)
KPO/EDISI 164/DESEMBER 2008

Memelihara Kesehatan Dengan Malen

thumbnail
Produk Malen (Madu Pollen) diramu dari bahan baku madu asli dan tepung sari bunga, yang juga sudah duluan menjadi produk dan laris di pasaran dengan sebutan Pollen. Malen merupakan ramuan khusus Pak Oles yang terdiri dari madu asli dan tepung sari bunga atau Pollen. Komposisi tersebut sangat menyerupai madu super yang telah terkenal khasiatnya untuk mencegah, mengobati penyakit dan memelihara kesehatan agar tubuh selalu dalam kondisi sehat, segar dan bersemangat.
Madu alami umumnya terbuat dari nektar yaitu cairan manis di dalam mahkota bunga yang diserap lebah dan dikumpulkan di dalam sarangnya untuk diolah menjadi bahan persediaan makanan utama yang mengandung berbagai macam enzim, levulose, dektrose, dekstrin, vitamin, air dan berbagai macam mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Pollen adalah serbuk sari yang dikumpulkan oleh lebah sebagai cadangan makanan yang sedikitnya mengandung 10 jenis asam amino, asam lemak essensial, mineral, vitamin, hormon pertumbuhan, hormon reproduksi dan zat sejenis alkaloid yang berfungsi untuk menstabilkan proses regenerasi dan rehabilitasi sel.
Malen ini mengandung komposisi madu asli 95% dan pollen 5% yang berkhasiat; memenuhi kebutuhan mineral alami untuk memperlancar proses metabolisme tubuh, meningkatkan daya ingat, meningkatkan fungsi imunitas atau kekebalan tubuh, menjaga keseimbangan proses pencernaan dan melindungi saluran pencernaan serta menghilangkan rasa lemas, mempercepat proses penyembuhan pasien dan memperlambat proses penuaan.
Kenapa Pak Oles menyatukan dwi produk dan memberi nama Malen? “Dalam epos Mahabarata, Malen adalah seorang tokoh yang sudah tua, yang setiap pemikiran, petuah dan sarannya selalu didengarkan oleh berbagai kalangan baik muda atau tua. Pola pikir dari seorang Malen ini selalu up to date dan menguntungkan. Diharapkan Malen yang diproduksi PT Karya Pak Oles Tokcer, bisa membuat masyarakat kuat dan menjadikan kondisi masyarakat lebih sehat,” ungkap Pak Oles.
Aturan pemakaian Malen yakni diminum 3 kali sehari satu sendok makan dengan mengocok terlebih dahulu, sebab konsentrasi Pollen dalam madu Malen cukup tinggi sehingga terbentuk lapisan di permukaan atas madu. (Beny Uleander)
KPO/EDISI 164/DESEMBER 2008

Daerah Ramai-Ramai Sidak Obat Kuat

thumbnail
Sikap tegas yang diambil Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk menghadang peredaran obat kuat dan obat-obatan tradisional berbahan kimia masih gencar dilakukan. Meski begitu, di beberapa daerah, masih tetap beredar produk yang termasuk dalam 22 item obat-obatan seperti tersurat dalam Public Warning No. KH. 00. 01. 43. 5847 tertanggal 14 November 2008 itu.
Dari Medan, ANTARA melaporkan, sampai tanggal 23 November, obat kuat dan minuman suplemen berbahaya masih banyak beredar di pasaran terutama di daerah pinggiran kota meski Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan telah melakukan razia secara besar-besaran. ‘’Razia yang dilakukan BBPOM Medan hanya terpusat di tengah kota saja, sementara di daerah pinggiran sama sekali belum tersentuh. Padahal masih banyak toko penjual obat dan jamu yang menjual obat yang mengandung obat berbahaya,’’ kata Panarimo (40), salah seorang warga di Medan, Minggu (23/11).
Menurut Panarimo, jika pemerintah memang serius memberantas peredaran obat kuat dan minuman yang mengandung bahan berbahaya, baik produksi dalam maupun luar negeri, seharusnya razia juga diintensifkan hingga ke daerah pinggiran.
Sementara Marniati (38), salah seorang pemilik toko obat di Medan mengaku, pihaknya belum menerima pemberitahuan resmi dari BBPOM tentang obat-obatan maupun minuman suplemen yang dilarang beredar di pasaran. ‘’Saya tidak tahu apa saja jenis dan merek obat kuat dan minuman bersuplemen yang dilarang beredar itu,’’ kata Marniati.
Sebelumnya, pada Jumat (21/11) BBPOM Medan menyita ribuan butir obat dan suplemen yang mengandung bahan kimia obat keras (BKO) dari berbagai lokasi. Obat-obatan yang disita berupa tripoten, samonella, gali-gali dan produk asal Cina. Kepala BBPOM Medan, Supriyanto Utomo MKes melalui Kabid Pemeriksaan dan Penyidikan Djamidin Manurung Apt MM mengatakan, razia yang dilakukan sesuai surat perintah rahasia Badan POM Pusat untuk menarik peredaran obat dan suplemen yang mengandung BKO di pasaran. Selain 22 produk yang mendapat warning BPOM Pusat, juga disita produk sejenis yang sebelumnya sudah dilarang beredar, karena mengandung zat sildenafil sitrat dan tadalafil.
Di Pamekasan, Pulau Madura, Jawa Timur, obat kuat merek Tripoten masih tetap beredar di pasaran. Jenis jamu kuat pria yang merupakan satu dari 22 obat terlarang itu banyak dijual pedagang dan bakul jamu di Pamekasan. Para pedagang jamu mengaku belum mengetahui, jenis obat kuat tripoten itu terlarang. ‘’Saya tidak tahu mas. Soalnya belum ada pemberitahuan dari toko tempat saya kulakan,’’ kata Yatik, salah seorang pedagang jamu di Pamekasan.
Selain Tripoten, jenis jamu yang juga dinyatakan terlarang adalah jamu pelangsing ayu sing ayu. Jenis jamu ini masih dijual pedagang bakul jamu keliling di Pamekasan. Kepala Dinas Kesehatan Pamekasan, dr Hendro Santoso menyatakan, Dinkes belum melakukan operasi terkait peredaran jamu terlarang. Hanya saja, pihaknya pasti menggelar operasi terhadap sejumlah kios jamu di Pamekasan dengan terlebih dahulu melakukan sosialisasi tentang jenis-jenis jamu yang dinyatakan terlarang oleh BPOM.
Di Cianjur, Jawa Barat, jajaran Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) belum bisa melakukan razia perdagangan obat kuat karena masih menunggu surat edaran, baik dari BPOM maupun Disperindag propinsi. Sembari menunggu perintah dan surat warning BPOM, Kasie Konsultasi dan Advokasi Sengketa Konsumen Disperindag Cianjur, Cupi Kanigara kepada ANTARA menegaskan, pihaknya secara berkala melakukan pengawasan ke lapangan untuk melindungi para konsumen. Kegiatan itu dilakukan empat kali dalam satu tahun. ‘’Terakhir, kita lakukan pada bulan Oktober, saat merazia makanan dan minuman yang berasal dari Cina,’’ tuturnya.
Dilema yang sama dialami Disperindag Kota Tasikmalaya. Kepala Disperindag Kota Tasikmalaya, Tantan Rustandi kepada ANTARA, Senin (24/11) mengatakan, pihaknya akan melakukan sidak obat kuat tapi menunggu koordinasi dari BPOM. Namun menurut Tantan jika badan POM cepat memberikan koordinasi masalah obat kuat dan memberikan publik warningnya maka Disperindag juga akan secepatnya melakukan Sidak. ‘’Saat ini masih belum ada koodinasi ke daerah kabupaten maupun kota Tasikmalaya masalah obat kuat yang berbahaya,’’ katanya.
Sementara Ketua LSM perlindungan konsumen Kota Tasikmalaya, Dodi Suwandi menyesalkan lambannya pemerintah Kota Tasikmalaya untuk Sidak obat kuat yang beredar di pasaran. ‘’Saya sudah ada data publik warning dari badan POM masalah bahaya obat kuat, tetapi pemerintah belum melakukan Sidak dengan alasan masih menunggu koordinasi dari pusat,’’ kata Dodi.
Alat Bantu Seks
Di Sulawesi Tengah, Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Palu, melibatkan Polda Sulteng dan Dinas Kesehatan Kota Palu dalam gelar razia terhadap produk larangan BPOM Pusat itu. Aparat menyita puluhan dos obat kuat dan alat bantu seks. Puluhan obat kuat ditemukan dari sebuah rumah milik Odik di kawasan Jl Bakuku 11, Kecamatan Palu Barat. Kepala Seksi Pemeriksaan dan Penyidikan Balai POM Palu, Drs M Jabbar Rasyid Apt menjelaskan, penyitaan dilakukan setelah diadakan penyelidikan selama beberapa hari.
Menurut Rasyid, pada kemasan produk tidak ada nomor register dan masa akhir pemakaian, serta petunjuk pemakaian dengan bahasa Indonesia. Produk itu buatan luar negeri seperti Cina, Amerika, Jerman dan Jepang.
Berdasarkan pengakuan Odik, produk itu dijual melalui iklan di salah satu media cetak lokal. Hanya saja, barang tersebut tidak ada di tempat penjualan seperti yang tertera di iklan karena baru segera diambil dari gudang, jika sudah ada kepastian dari pembeli. Adapun produk sitaan tim gabungan adalah Handsome Up (buatan Cina), Cobra Oil Super, Butooks Cream (Amerika), Sex Drops (Jerman), Fengruqi (pembesar payudara), Crystaling Gover (kondom) dan Plasenta Body (Jepang). ‘’Yang bersangkutan kita kenakan pasal 81 ayat (2) huruf (c) UU No 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan dengan ancaman di atas lima tahun penjara,’’ tegas Rasyid.
Selain itu, kata Rasyid, pihaknya juga menyita ratusan dos produk pangan ilegal dari sebuah gudang milik UD Sinar Sampiri dengan pemilik, Lily Theyser di Jl Sungai Moutong, Kecamatan Palu Barat. Dari gudang itu ditemukan Lolipop Stick Permen, Big Sword, Whistle Frog (MS), Sharp Ship No 1, Deming Daguandao, QQ Dog, Whistle Bird Fruit Juice dan Whistle Frog (Spini). Sekitar 360 dos produk asal Cina itu disita karena tidak mencantumkan nomor register dan masa kadaluarsa. Kepada petugas, Lily Theyser, pemilik ratusan produk pangan itu mengaku telah menjual barang tersebut sejak satu tahun terakhir dan didistribusikan di seluruh wilayah Kota Palu. Dalam kasus ini, Lily terancam pasal 58 huruf (k) junto pasal 36 ayat (2) UU No 7 Tahun 1996 tentang Pangan, dengan ancaman hukuman kurungan di atas tiga tahun.
Di Manado, Sulawesi Utara, Disperindag dan BPOM menyita ratusan jenis obat dan kosmetik impor dari 11 negara. Obat dan kosmetik yang tidak terdaftar itu berasal dari Cina, Amerika Serikat, India, Italia, Inggris, Perancis, Jerman, Singapura, Malaysia dan Thailand,’’ kata Kepala Seksi Perlindungan Konsumen Disperindag Sulut, Jemmy Kawengian di Manado, Selasa (25/11).
Ratusan produk itu ditemukan di enam apotek dan toko obat di Kota Manado. Keenam pemilik toko obat dan apotik telah diberikan peringatan keras atas tindakan mereka karena dengan sengaja mengedarkan produk tidak memenuhi syarat seperti bunyi Pasal 82 ayat (2) UU Nomor 83 tahun 1992 tentang Kesehatan. Produk yang ditarik karena tidak terdaftar antara lain maybeline expert finishing (Cina), Coloured Sumblock for Kids Blueberry (AS), Protein Shampoo With Conditioner Normal Hair (India), Intensive Body Expolint (Italia), Purple Heart Edp (Perancis), Aiguer in Leather Women Edt (Jerman).
Koran Pak Oles/Edisi 164/Desember 2008

Buktikan Janjimu Hai Pemimpin

thumbnail
Oleh : Pak Oles
Di zaman yang serba gonjang-ganjing ini, hidup di negeri Indonesia semakin susah. Yang dimaksud dengan kemiskinan sudah semakin tidak dimengerti oleh pemimpin dan orang kaya, karena mereka sudah terbiasa. Kelompok masyarakat miskin sudah terbiasa hidup miskin, dan kelompok masyarakat kaya sudah terbiasa hidup kaya. Kalau ada kelompok masyarakat yang menganggap hidupnya miskin, dan kemiskinan itu bisa diturunkan seperti genetik, tentu ada sebabnya. Pemimpin mungkin bingung mengenyahkan penyebabnya, karena kadang-kadang kemiskinan itu juga diperlukan untuk bisa dibuat proyek oleh pemimpin.

Dalam jangka pendek mungkin bantuan kemiskinan itu bisa diberikan secara langsung oleh pemerintah, tetapi sampai kapan pemerintah bisa dan sanggup memberikan bantuan langsung itu. Bukan bantuan ecek-ecek itu yang diharapkan untuk menolong masyarakat miskin, tetapi bagaimana tercipta lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran. Dengan cara demikian kemiskinan akan berkurang.

Bolehlah kita sebagai masyarakat awam bertanya, kenapa sekelompok masyarakat bisa miskin. Dan tentunya saya mencoba menjawab sendiri. Apakah kemiskinan timbul karena kemalasan? Belum tentu. Karena banyak kelompok masyarakat miskin harus bekerja sangat keras dan rajin untuk bertahan hidup. Apakah masyarakat miskin tumbuh karena mereka tidak berpendidikan atau bodoh? Ya. Karena tidak ada orang bodoh hidupnya kaya, dan tidak ada orang pintar hidupnya miskin. Apakah masyarakat miskin hidupnya karena terpencil atau terisolasi? Ya. Karena hidupnya yang terisolasi dan terpencil itulah yang membuat mereka menjadi miskin.

Kenapa hidup jadi miskin? Jawabannya bisa jadi banyak dan bisa dikombinasikan, sehingga menjadi semakin banyak, yaitu: karena malas, sakit, judi, serakah, bodoh, kondisi alam kritis, terisolasi, dan masih banyak lagi penyebabnya. Apakah masyarakat miskin bisa dibantu dengan bantuan langsung tunai seratus ribu rupiah per bulan? Pasti jawabannya tidak bisa. Mungkin bantuan senilai itu cukup untuk hidup lima hari sekeluarga dalam taraf hidup orang miskin.

Pemimpin yang mengaku peduli terhadap pengentasan kemiskinan ternyata belum peduli, atau dalam bahasa spiritualnya belum memiliki rasa, mungkin karena dia belum pernah menjalani hidup sebagai orang miskin. Betapa sakitnya hidup miskin perlu juga dirasakan secara lahir batin oleh pemimpin, sehingga mereka bisa cepat dan tanggap untuk mencari jalan keluar, yaitu bagaimana agar bisa membantu masyarakat lepas dari belitan kemiskinan. Kemiskinan ibarat penyakit kanker yang harus dibongkar penyebabnya dan dicari obatnya. Bukan seperti memberi obat sakit kepala bagi penderita kanker, yang hanya memberikan kesembuhan sesaat, padahal sakitnya masih sangat parah.

Berkali-kali pemilu diadakan secara berkala. Setiap lima tahun caleg (calon legislatif) dan juga capres (calon presiden) menjual kemiskinan sebagai produk yang perlu diselesaikan dan dicabut akarnya. Akan tetapi, setelah mereka itu duduk menjabat sebagai anggota DPRD, DPR, menteri, kepala dinas, bupati, gubernur atau presiden justru mereka lupa akan produk jualannya. Memang melupakan janji itu gampang, bahkan sangat gampang. Lupa bisa dilakukan secara berpura-pura atau benar-benar lupa.

Untuk saling mengingatkan, pemimpin antar lawan politik, antara yang dikalahkan dan yang mengalahkan bisa saling bersilat lidah agar masyarakat tetap lupa dan juga tetap ingat akan janji pemimpin yang sudah diikrarkan, yaitu: mengentaskan kemiskinan. Pemimpin yang satu dituduh memakai jurus poco-poco, karena masyarakat tetap di tempat kemiskinan walaupun pejabat sudah sibuk bergerak. Pemimpin yang lain dibilang memakai jurus tebar pesona, karena pemimpin itu terlihat ikhlas membantu mengentaskan kemiskinan, padahal tujuannya adalah untuk bisa terpilih di pemilu nanti, dan hasilnya tetap saja masyarakat miskin. Pemimpin yang lain dibilang memakai jurus undur-undur, yaitu sejenis serangga yang terbangnya mundur, karena masyarakat miskin jumlahnya bertambah banyak semakin tahun, artinya kesejahteraan masyarakat semakin mundur.

Jika antar pemimpin saling menyalahkan mungkin masyarakat menjadi bingung. Memang itu jurus yang paling ampuh untuk melempar tanggung jawab, yaitu dengan membuat semua bingung. Apakah tidak ada jurus yang lain? Mungkin tidak ada. Budaya tidak tahu malu dan pengecut memang masih mendarah daging di dalam tubuh pemimpin. Semuanya itu membuat masyarakat muak, sakit perut karena terlalu sering muntah. Mereka sakit hati karena terlalu sering ditipu. Mereka tidak bisa tidur karena selalu menunggu janji-janji palsu pemimpin.

Saat menjelang pemilu, jumlah partai dan jumlah caleg tumbuh ibarat jamur di musim hujan, semuanya dengan visi dan misi yang sama, hanya kalimatnya saja lain, yaitu: untuk menciptakan kesejahteraan rakyat, mengubur kemiskinan. Semuanya itu dibungkus dengan bahasa mantap dan puitis, retorika, patriotis, dengan foto cerah terpampang di baliho jalanan, berwajah tulus, rendah hati, dan tatapan mata bersemangat memperjuangkan nasib masyarakat, agar bebas dari kemiskinan. Apakah masyarakat percaya dengan model bunglon itu?

Saya yakin tidak. Kenapa? Karena janjinya telah membikin hatinya muak dan sakit hati. Masyarakat bertanya, kenapa janji yang dulu belum kau tepati tapi kau tega berjanji lagi? Masyarakat menjadi apatis dan pragmatis, ogah-ogahan, patah semangat dan ingin cepat panen. Masyarakat berpikir, “Boleh kau berjanji, tapi bayar tanda jadi dulu dong! Ada hal yang harus diingat, tanda jadi itu juga belum berarti aku memilih kau. Soalnya janji kamu palsu sih! Perutku mules makan janji –janji busukmu!”

Lantas apa mau dikata? Masyarakat kita sakit karena pemimpinnya sakit. Pemimpin yang sakit muncul dari masyarakat yang sakit. Ibarat ayam dan telor, mana yang lebih dulu? Diantara telor-telor yang busuk dan prematur masih bisa dipilih yang baik untuk bisa melahirkan anak ayam yang baik. Demikian juga di antara masyarakat yang sakit masih ada juga masyarakat yang sehat. Dari sanalah harapan kita untuk bisa melahirkan pemimpin yang baik. Kesadaran itulah yang harus dimunculkan. Kesadaran masyarakat akan kemampuannya melahirkan pemimpin yang baik, dan ketidaksadaran masyarakat untuk bisa melahirkan pemimpin yang buruk.

Nasib suatu bangsa ada di tangan pemimpinnya. Maka hati-hatilah memilih pemimpin, yang bukan hanya berjanji, tetapi terbukti dalam karya, yaitu mengentaskan kemiskinan, mewujudkan kesejahteraan rakyat dan kemandirian bangsa, yang bukan asal omong dan asal nampang! Memang banyak yang mau menjadi pemimpin, tapi belum tentu mereka sadar, tahu, mampu, dan bertanggung jawab. Semoga selamat dan sukses menjalani pemilu 2009.
Koran Pak Oles/Edisi 164/Desember 2008

Spontan Power Irit BBM

thumbnail
Nama: Agung Yulianto, 34 tahun, dosen, tinggal di Bandarjo Ungaran, Semarang.
Pengalaman:
Awalnya saya merasa jengkel sekali dengan kendaraan saya yang semakin hari semakin boros bensin. Sudah berbagai solusi hemat BBM saya jalani seperti rutin servis, namun tetap saja boros bensin. Namun sejak kendaraan saya menggunakan Spontan Power, pemakaian bensin menjadi lebih irit dan tarikan motor menjadi lebih kuat. Dulu waktu belum menggunakan Spontan Power, pemakaian bensin 4 liter : 52 km. Setelah menggunakan SP menjadi 1 liter : 60 km.
KPO/EDISI 164/DESEMBER 2008