Pijat Refleksi Atasi Stres

thumbnail
Menunggu kepastian dalam perhitungan surat suara pemilu legislatif 2009 dapat melelahkan kerja otak dan otot bagi para peserta pemilu atau para Calon Legislatif (Caleg) sehingga mempengaruhi psikolginya dan mengakibatkan stres. "Stres itu akibat terlalu keras berpikir dan capek bekerja seperti caleg yang stres karena banyak berpikir dan lelah bekerja melebihi kapasitas kerja tubuhnya," kata pemijat tuna netra juga Ketua Dewan Pertimbangan Persatuan Tuna Netra Indonesia, cabang Tasikmalaya, Muhammad Rahmat, kepada ANTARA.
Ia menilai terapi pijat refleksi mampu memberikan relaksasi pada otot yang tegang, dan tingkat dampak stres akan berkurang.
Ia menjelaskan terjadinya stres karena jantung yang memompa darah ke seluruh syaraf terhambat karena tegangnya otot. Untuk itu agar stres bisa diatasi maka perlu pemijatan yang khusus seperti dilakukannya pemijatan bagian paha sebelah kiri yang akan mampu mengimbangi kerja jantung lebih optimal.
Selain itu kata Rahmat, para penderita stres akan dilakukan pemijatan telapak kaki, karena di daerah tersebut merupakan titik utama dari seluruh organ tubuh termasuk lelahnya kerja otak dan rasa capek. "Refleksi itu dapat mengaktifkan kembali syaraf organ di dalam tubuh dengan memijat-mijat bagian telapak kaki," katanya.
Selain dengan obat dan terapi khusus oleh dokter psikolog, seharusnya diimbangi dengan cara pijatan supaya upaya penyembuhannya cepat teratasi. Ia menjelaskan pemijat yang diasuh olehnya sesuai dengan metode yang mengetahui cara mengatasi berbagai keluhan yang dirasakan penderita.
Namun jika dilakukan pemijatan asal dan tidak menggunakan metode pendidikan pemijatan yang resmi, maka akan terjadi kesalahan dalam pemijatan. "Jika dipijat bukan sama orang ahlinya, nanti jantung kaget, bahayanya bisa pingsan," katanya.
Sementara itu kata Rahmat, stres bisa menimpa kepada semua kalangan, untuk itu pemijatan refleksi sangat dibutuhkan tubuh dalam mengembalikan stamina dengan pemijatan secara rutin satu kali dalam sebulan. Selain itu dilakukannya pemijatan bagi orang stres mampu meningkatkan konsentrasi, mengurangi rasa tegang, gelisah dan kondisi tubuh dan perasaan akan lebih nyaman. "Saya bisa membuktikan dengan cara pemijatan, para penderita stres akan merasa lebih tenang, saya yakin karena kami di sini menggunakan metode sesuai dengan teori yang dipelajari," katanya.
KORAN PAK OLES/EDISI 174/1-15 MEI 2009

Rahasia Mencapai Usia 100 Tahun

thumbnail
Panjang umur dan sehat dapat diperoleh orang dengan mempraktikkan pola hidup seimbang dalam kegiatan sehari-hari, antara lain dengan tidak sering mengonsumsi obat atau makanan yang mengandung bahan kimia buatan.
Untuk sembuh dari flu, misalnya, makanlah bubur dan minum air hangat lalu badan diselimuti supaya keringat keluar, kata dokter Hu Nai Wen, ahli pengobatan metode barat dan timur.
Selain itu, ada titik akupuntur di bagian depan siku tangan yang manjur untuk menghilangkan sesak nafas penderita asma.
Dua pendekatan itu dikatakannya akan lebih baik untuk kesehatan daripada mengonsumsi obat-obatan berbahan kimia buatan.
Usia panjang di atas 100 tahun dan sehat, menurut Hu, bukan suatu impian bila orang ketat menerapkan pola hidup seimbang dan menghindari makanan yang sudah diberi bahan pengawet formalin atau melamin. Hindari makanan-minuman penyebab peningkat kolestrol, kadar gula darah dan darah tinggi.
Ia menganjurkan orang untuk rutin berolahraga, bermeditasi, punya waktu istirahat yang cukup dan sering menikmati mewangian serta musik dan lukisan.
Mengenai lukisan, ia mengemukakan, selain harus yang baik dan bermoral juga dapat dimengerti oleh penikmatnya, antara lain pemandangan yang indah.
Tentang jenis olahraga, Hu berpendapat, baik lama maupun jenisnya tidak ada pastikan karena kebutuhan dan kemampuan masing-masing orang berbeda.
Ia menyatakan, orang yang mampu mengangkat beban berat atau lari jauh, memang kuat, tetapi belum tentu yang berlebihan akan selalu baik bagi kesehatan yang bersangkutan.
KORAN PAK OLES/EDISI 174/1-15 MEI 2009

Minum Teh Panas Picu Kanker Tenggorokan

thumbnail
Minum teh panas pada temperatur 70 dejarat celsius atau lebih dapat secara mendasar meningkatkan resiko kanker tenggorokan, demikian pernyataan beberapa peneliti Iran. Penelitian itu, yang disiarkan di dalam British Medical Journal, dilakukan di Iran utara, tempat sejumlah besar teh panas dikonsumsi setiap hari.
Oesophagus (kerongkongan) cancer menewaskan lebih dari 500.000 orang di seluruh dunia setiap tahun dan "oesophageal squamous cell carcinoma" (OSCC) adalah jenis yang paling umum.
Beberapa studi terdahulu telah mengaitkan alkokol dan tembakau dengan kanker tenggorokan, yang lebih umum menyerang pria dibandingkan wanita, dan kini meminum minuman panas juga diduga menyebabkan kanker semacam itu, kata penelitian tersebut, demikian laporan kantor berita resmi China, Xinhua.
Provinsi Golestan di Iran utara memiliki angka OSCC paling tinggi di dunia, tapi konsumsi alkohol dan angka perokok rendah, dan kaum perempuan memiliki kemungkinan diagnosis yang sama dengan kaum pria. Namun minum teh tersebar luas di daerah tersebut, jadi para peneliti menetapkan untuk menyelidiki kemungkinan hubungan antara kebiasaan minum teh dan resiko oesophageal squamous cell carcinoma.
Mereka meneliti kebiasaan minum teh sebanyak 300 orang yang diagnosis menderita OSCC dan satu kelompok pembanding sebanyak 571 pria dan wanita dari daerah yang sama. Hampir semua peserta minum teh hitam secara rutin, dan rata-rata mengonsumsi lebih dari satu liter teh setiap hari.
Dibanding minum teh hangat atau suam kuku pada temperatur 65 derajat celsius atau kurang, meminum teh panas, antara 65 dan 68 derajat celsius, berkaitan dengan dua kali resiko kanker tenggorokan, dan meminum teh yang sangat panas pada 70 derajat celsius atau lebih berkaitan dengan peningkatan delapan kali lipat.
Kondisinya sama, dibandingkan dengan meminum teh empat menit atau lebih setelah dituangkan, meminum teh kurang dari dua menit setelah dituangkan berkaitan dengan resiko lima kali lipat lebih tinggi. "Hasil kami memperlihatkan peningkatan kuat resiko OSCC yang berhubungan dengan meminum teh panas atau sangat panas," kata para peneliti itu. Mereka menyarankan orang mesti menunggu beberapa menit sebelum meminum satu satu gelas teh yang baru diseduh dengan air mendidih.
Laporan itu juga memberi dukungan kepada pendapat bahwa cedera karena tersengat hawa panas mungkin menjadi penyebab kanker epithelium, kendati cara panas meningkatkan perkembangan tumor belum diketahui.
KORAN PAK OLES/EDISI 174/1-15 MEI 2009

Pakaian Wanita AGB Kian Seronok

thumbnail
Remaja era digital menjadi korban mode, terutama dalam hal pemilihan busana. Mereka cenderung berlomba-lomba mengenakan busana tanpa memperhatikan norma kesopanan. Tanpa disadari wanita Anak Baru Gede (ABG) yang menjadi korban mode mengenakan pakaian yang seronok di tempat umum.
"Saya merasa prihatin melihat perempuan muda ABG berpakain sexy di tempat umum," kata ketua PKK Kota Tasikmalaya, Hj Roosye Syarif Hidayat, kepada ANTARA.
Ia melihat remaja wanita di Kota Tasikmalaya memang banyak mengenakan pakaian yang serba ketat seperti celana leging ataupun celana pendek di atas lutut sehingga lekukan badan bawahnya terlihat jelas.
Hj Roosye Syarif Hidayat menilai wanita yang berpakaian tersebut akibat korban mode yang sekarang ini terus berkembang. Bahkan terlihat semakin fulgar model pakaian yang dikenakan oleh perempuan muda di Kota Tasikmalaya.
Namun masalah pakaian seronok tersebut, kata Rossye, tidak jadi masalah kalau dikenakannya tidak di tempat umum dan disarankan dipakai ketika santai di rumah.
"Ya boleh saja berpakaian seperti itu asalkan jangan dipakai di tempat umum karena saya nilai tidak pantas digunakannya," katanya.
Ditambahkannya Tasikmalaya itu merupakan kota yang dikenal dengan kota santri sehingga diharapkan anak perempuan ABG sebaiknya mengenakan pakaian yang rapih dan sopan.
Menilai permasalahan itu Rossye sebagai ketua ibu PKK akan berupaya mengimbau kepada anggotanya melalui program Bina Keluarga Remaja (BKR) agar anak muda yang tergabung dalam BKR tidak salah gaul termasuk masalah pakaian yang seronok.
Dengan program tersebut, kata Rossye, diharapkan anggota BKR bisa mengajak anak muda lainnya agar dapat meminimalkan terjadinya anak muda yang salah gaul dalam kehidupan sosialnya. "Kami harap upaya itu bisa berhasil sesuai dengan harapan kami, untuk membangun citra baik Kota Tasikmalaya," katanya.
KORAN PAK OLES/EDISI 174/1-15 MEI 2009

Komunikasi Intim, Dorong Anak Cinta Lingkungan

thumbnail
Keintiman komunikasi antara orangtua dengan anak dalam sebuah keluarga menjadi penting dan sebagai faktor pendorong membentuk anak-anak yang memiliki kecintaan terhadap lingkungan hidup dimulai dari sekitarnya.
"Keintiman komunikasi keluarga telah terbukti banyak manfaatnya, dan yang juga tidak kalah penting dalam mendorong anak menjadi mencintai lingkungan," kata Siti Kamilah, selaku ketua acara peringatan Hari Bumi di lingkungan Taman Kanak-kanak (TK) Assalam Bandung, Rabu pekan lalu.
Peringatan Hari Bumi 2009 TK Assalam bertajuk "Kegiatan Hari Bumi dan Kartini" berlangsung meriah melibatkan para anak TK dan para orangtua mereka.
Menurut Siti Kamilah yang juga pengasuh anak TK Assalam, dengan mengajak anak berpikir kreatif dalam mengolah limbah menjadi barang berguna setidaknya dapat mengail kecintaan akan lingkungan dan lebih merekatkan hubungan orangtua dan anak.
Selain lingkungan dan institusi pendidikan, pentingnya hubungan baik dan peran orangtua dalam menciptakan kesadaran akan lingkungan kepada anak.
Sebagai bentuk upaya untuk meretas kesadaran tersebut, maka diadakanlah sebuah program yang digela rutin setiap tahun sejak 2006 untuk memperingati hari bumi di TK Assalam. Programnya bersifat tematik. Setiap tahun memiliki tema-tema yang berbeda.
Tema untuk tahun ini adalah "Kreatif Mendaur Limbah Menjadi Barang Berguna".
Acara digelar mulai Rabu pagi itu diikuti 250 anak TK yang melakukan karnaval mengenakan busana dari bahan daur ulang yang mereka buat bersama orang tuanya masing-masing. Melalui proses pembuatan busana tersebut diharapkan adanya keintiman komunikasi antara orangtua dan anak,sekaligus mengasah anak untuk lebih kreatif dan mencintai lingkungan sekitar.
Sementara Meiana, salah seorang orangtua siswa, mengatakan bahwa dengan mengikuti program semacam ini, komunikasi dirinya dan anaknya menjadi sangat dekat, sehingga ajakan-ajakan untuk berpikir lebih kreatif dan mencintai lingkungan dapat lebih mudah disampaikan. "Acara semacam ini sangat positif sekali, terutama guna mendekatkan hubungan orangtua, anak dan guru," katanya.
Dengan didampingi orangtua dan dan guru mereka masing-masing, para peserta nampak antusias dan ceria untuk karnaval mengelilingi jalan Sasak Gantung, Balonggede, Pendopo Dewi Sartika, dan Alun-alun.
KORAN PAK OLES/EDISI 174/1-15 MEI 2009

Komunikasi Intim, Dorong Anak Cinta Lingkungan

thumbnail
Keintiman komunikasi antara orangtua dengan anak dalam sebuah keluarga menjadi penting dan sebagai faktor pendorong membentuk anak-anak yang memiliki kecintaan terhadap lingkungan hidup dimulai dari sekitarnya.
"Keintiman komunikasi keluarga telah terbukti banyak manfaatnya, dan yang juga tidak kalah penting dalam mendorong anak menjadi mencintai lingkungan," kata Siti Kamilah, selaku ketua acara peringatan Hari Bumi di lingkungan Taman Kanak-kanak (TK) Assalam Bandung, Rabu pekan lalu.
Peringatan Hari Bumi 2009 TK Assalam bertajuk "Kegiatan Hari Bumi dan Kartini" berlangsung meriah melibatkan para anak TK dan para orangtua mereka.
Menurut Siti Kamilah yang juga pengasuh anak TK Assalam, dengan mengajak anak berpikir kreatif dalam mengolah limbah menjadi barang berguna setidaknya dapat mengail kecintaan akan lingkungan dan lebih merekatkan hubungan orangtua dan anak.
Selain lingkungan dan institusi pendidikan, pentingnya hubungan baik dan peran orangtua dalam menciptakan kesadaran akan lingkungan kepada anak.
Sebagai bentuk upaya untuk meretas kesadaran tersebut, maka diadakanlah sebuah program yang digela rutin setiap tahun sejak 2006 untuk memperingati hari bumi di TK Assalam. Programnya bersifat tematik. Setiap tahun memiliki tema-tema yang berbeda.
Tema untuk tahun ini adalah "Kreatif Mendaur Limbah Menjadi Barang Berguna".
Acara digelar mulai Rabu pagi itu diikuti 250 anak TK yang melakukan karnaval mengenakan busana dari bahan daur ulang yang mereka buat bersama orang tuanya masing-masing. Melalui proses pembuatan busana tersebut diharapkan adanya keintiman komunikasi antara orangtua dan anak,sekaligus mengasah anak untuk lebih kreatif dan mencintai lingkungan sekitar.
Sementara Meiana, salah seorang orangtua siswa, mengatakan bahwa dengan mengikuti program semacam ini, komunikasi dirinya dan anaknya menjadi sangat dekat, sehingga ajakan-ajakan untuk berpikir lebih kreatif dan mencintai lingkungan dapat lebih mudah disampaikan. "Acara semacam ini sangat positif sekali, terutama guna mendekatkan hubungan orangtua, anak dan guru," katanya.
Dengan didampingi orangtua dan dan guru mereka masing-masing, para peserta nampak antusias dan ceria untuk karnaval mengelilingi jalan Sasak Gantung, Balonggede, Pendopo Dewi Sartika, dan Alun-alun.
KORAN PAK OLES/EDISI 174/1-15 MEI 2009

Peran Ibu Efektif Cegah Anak Terjebak Narkoba

thumbnail
Peran orangtua terutama ibu menjadi sangat penting dalam menjaga agar anak dan remaja tidak terjebak dalam jeratan narkoba. Hal ini terungkap dalam Sosialisasi Optimalisasi Penyuluhan Narkoba, Penyuluhan Obat-obatan dan Makanan yang Banyak Dikonsumsi dan Perlindungan Anak di Denpasar.
"Para orangtua sebaiknya waspada, sesibuk apapun mari sempatkan berkomunikasi dengan anak, jangan pernah mencela dan mencerca. Tapi alokasikan waktu untuk anak," kata Kasat Bimbingan dan Penyuluhan Dit. Narkoba Polda Bali, Wayan Sri Yudayatni.
Yudayatni menekankan perlunya perhatian lebih kepada anak terutama anak yang beranjak remaja. Tanda-tanda ketergantungan pada narkoba secara fisik yakni badan panas, mata mulai sering berair, menghindari sinar matahari hingga diare, muntah-muntah, dan nafsu makan menurun. Sedangkan secara psikologis sang anak akan sering merasa ketakutan, cemas berlebih, malu, rasa bersalah, emosi tidak terkontrol hingga berhalusinasi.
Peranan orangtua terutama ibu dalam mewaspadai penyebaran dan penggunaan narkoba sudah terbukti efektif. Yudayatni mengatakan dua negara Asia seperti Thailand dan Jepang sudah terbukti sukses menekan peredaran narkoba.
"Mari kita waspada, terutama kaum ibu. Hal ini terbukti di dua negara yang melibatkan ibu dalam menekan peredaran narkoba di negara masing-masing," kata Yudayatni.
Yudayatni juga mengatakan untuk melawan narkoba, dapat dengan cara selalu doa, dan berusaha mencari informasi guna mengisi waktu.
Yudayatni juga menekankan adanya dampak panjang dari ketergantungan dari narkoba yakni terancamnya keamanan dan ketahanan negara. "Apabila tidak ditekan sejak awal, maka dapat merambat pada tingginya tingkat kejahatan dan terganggunya keamanan," katanya.
KORAN PAK OLES/EDISI 174/1-15 MEI 2009

Masih Rentan Posisi Perempuan

thumbnail
Selain harus tetap berkarya, kaum perempuan adalah tiang negara. Hanya saja, mereka masih berada pada kondisi yang rentan dalam menikmati hak-hak dasarnya sebagai manusia, sebab hingga kini mereka masih berada dalam posisi subordinat dan inferior di masyarakat.
Direktur Legal Resources Center untuk Keadilan Jender dan Hak Asasi Manusia (LRC-KJHAM) Semarang, Evarisan, Selasa (21/4) mengatakan, salah satu hak dasar sebagai manusia yang masih belum diperoleh kaum perempuan adalah hak kesetaraan memperoleh pendidikan. ‘’Masih ada sebagian masyarakat yang apriori dan berpandangan bahwa untuk memperoleh pendidikan sampai taraf tinggi adalah prioritas untuk anak laki-laki,’’ tegas Eva.
Ia mengatakan, hal tersebut disebabkan karena laki-laki selalu dianggap sebagai penerus kedudukan sosial keluarga dalam masyarakat. Akibat dari pandangan itu, terus berdampak terhadap tingginya angka perempuan yang mengalami buta huruf.
Hak dasar lain yang juga belum terpenuhi hingga kini adalah hak perempuan berkaitan dengan kesehatan. Sebab, angka kematian ibu (AKI) dan perempuan yang menderita penyakit berkaitan dengan fungsi organ reproduksinya masih tetap tinggi, akibat minimnya akses perempuan untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Berdasarkan pantauan LRC-KJHAM Semarang, pada tahun 2008 terdapat 383 kasus kekerasan terhadap perempuan, dengan jumlah korban 1017 orang dan 39 orang di antaranya meninggal dunia. Hal tersebut menunjukkan bahwa kasus kekerasan ternyata masih terus dialami kaum perempuan.
Berkaitan dengan Hari Kartini, ia menuntut penghapusan terhadap segala tindakan diskriminatif terhadap perempuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, termasuk peraturan perundang-undangan yang berlaku diskriminatif. Antara lain, UU Nomor 44/2008 tentang Pornografi, UU Nomor 1/1974 tentang Perkawinan, dan Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terhadap uji materi terhadap UU Nomor 10/2008 tentang Pemilu, kata Eva memberi contoh.
Wagub Jawa Tengah, Rustriningsih menilai, perempuan saat ini sudah mampu berkarya dan berprestasi seperti kaum pria. Artinya, sebenarnya kaum perempuan dapat berbuat lebih dibandingkan dengan kaum pria,. Buktinya, perempuan juga bisa menjadi wakil gubernur, menjadi menteri, menjadi bupati dan menjadi wakil rakyat. ‘’Itu merupakan prestasi yang hebat,’’ tegas Rustriningsih.
Meski begitu, sebut Wagub Rustriningsih, kaum perempuan dalam beberapa hal memang belum sejahtera. Misalnya soal isu poligami dan nikah siri yang menandakan kaum perempuan masih belum merasa nyaman dan sejahtera.
Perjuangan Panjang
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X menilai, perjuangan kaum perempuan masih panjang, bukan untuk menjadi apa-apa, tetapi untuk memberikan pilihan dalam kehidupan. ‘’Mau jadi ibu rumah tangga, manajer, arsitek, menteri atau presiden, terserah masing-masing perempuan untuk memilihnya,’’ kata Sri Sultan.
Meski begitu, sebut Sri Sultan, zaman baru dengan paradigma baru sedang berubah dan memihak kaum perempuan. Banyak tokoh perempuan tampil dalam panggung politik, dari desa, kecamatan, kota, kabupaten, propinsi sampai presiden. ‘’Semua itu menunjukkan emansipasi bukan barang langka lagi,’’ kata Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Kelompok-kelompok perempuan, semakin gigih melakukan pendampingan atas korban-korban perkosaan dan tindak kekerasan. Mereka berani melakukan pelatihan, pendidikan politik dan penyadaran kepada perempuan di daerah-daerah rusuh. Juga ikut aktif jembatani rekonsiliasi nasional melalui pendekatan baru yang lebih cerdas atas dasar kemanusiaan dan kecintaan akan perdamaian. Semua membuktikan bahwa solidaritas, simpati dan empati perempuan atas penderitaan perempuan lain tidak bisa diredam atau dimatikan dengan cara yang paling represif sekalipun.
Kartini dikenang karena menuntut persamaan hukum untuk perempuan dan mengawali penyadaran hak perempuan. Sebaliknya banyak tokoh perempuan yang malah perkuat peran domestik untuk kaumnya. Buktinya, lebih banyak peringatan Hari Kartini dalam warna feminisme seperti pameran pakaian daerah, lomba masak, merias rambut atau kontes kecantikan ketimbang sebagai gerakan penyadaran hak-hak perempuan. Saat peringatan Hari Kartini, kaum perempuan harus menarik hikmahnya untuk kepentingan perempuan, bangsa, dan negara.
KORAN PAK OLES/EDISI 174/1-15 MEI 2009

Memaknai Peran Perempuan

thumbnail
Masyarakat hendaknya tidak latah dan kebablasan memaknai arti kesetaraan gender karena perempuan dan laki-laki miliki peran yang sama. ‘’Perlakuan diskriminatif terhadap perempuan memang tidak sesuai dengan hak asasi manusia. Namun, jangan lantas semua disamakan,’’ kata dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Prof Dr Yunahar Ilyas MAg di Yogyakarta, Senin (20/4).
Pada diskusi Peran Perempuan Di Era Globalisasi, sebut Prof Ilyas, masih ada pekerjaan yang dapat dilakukan bersama-sama antara perempuan dan laki-laki, namun ada yang khusus dilakukan perempuan dan sebaliknya. ‘’Kesetaraan gender merupakan upaya untuk memperjuangkan keadilan dan menentang diskriminatif terhadap manusia, dalam hal ini mengenai kesetaraan perempuan,’’ katanya.
Dalam era saat ini banyak ditemui perempuan yang memutuskan untuk bekerja sampai larut malam. Karena itu, beberapa di antaranya mengabaikan peran sebagai seorang istri dan ibu. Dalam kasus tersebut memang banyak hal yang menjadikan perempuan bekerja hingga larut malam. Hal itu dimungkinkan karena motif ekonomi di mana perempuan perlu membantu suami untuk mencukupi kebutuhan hidup yang dianggap masih kurang.
Selain itu, adanya keinginan perempuan untuk beraktualisasi diri atas dasar semangat kesetaraan perempuan. Namun, perempuan hendaknya tidak melupakan fitrahnya dalam memainkan peranan sebagai istri dan ibu bagi keluarga. Untuk itu, agar semangat kesetaraan perempuan tidak menjadi suatu hal yang latah dan kebablasan harus dengan saling melengkapi antara peran perempuan dan pria sehingga keseimbangan antara hak dan kewajiban pun dapat terwujud.
Sementara Kepala Pusat Studi Wanita (PSW) UMY, Yoni Astuti mengatakan, pada dasarnya perempuan miliki dua peran peran, publik dan domestik. Dalam era globalisasi, sebut Astuti, banyak perempuan yang berperan publik, namun tidak diiringi dengan menjalankan fungsi domestik. ‘’Untuk itu, perempuan saat ini dituntut untuk menjalankan kedua peran tersebut secara seimbang,’’ katanya.
Pemahaman masyarakat Bandung terhadap kesetaraan dan keadilan gender masih rendah sehingga terjadi diskriminasi dalam segala hal. Pendapat tersebut disampaikan Wiewiek Idaryati MPd pada seminar Hari Kartini bertajuk Wahai Ayah dan Bunda, Amankah Makanan Yang Kita Konsumsi? di Aula Graha Sanusi Universitas Padjadjaran (Unpad), Selasa (21/4).
Saat ini perempuan masih terdiskriminasi dalam segala hal. Dikatakannya, hal tersebut dapat dilihat dari rendahnya kualitas hidup perempuan, rendahnya perlindungan terhadap perempuan dan kesenjangan gender. ‘’Karena pemahaman masyarakat terhadap kesetaraan gender masih rendah, maka masyarakat tidak dapat berpartisipasi dalam peningkatan pemberdayaan perempuan,’’ ucapnya.
Berdasarkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Bandung pada 2007 sudah menunjukkan kondisi yang cukup baik, yaitu 78,09. Meski begitu, Wiewiek menjelaskan IPM belum menunjukkan adanya kesetaraan dan keadilan gender terutama bila memperhatikan Indeks Pembangunan Gender (IPG) yaitu 75,78, yang masih berada di bawah IPM. Kesenjangan gender kian terasa di sektor publik. Saat ini perempuan yang duduk sebagai anggota legislatif hanya 11,11%, menjabat sebagai esselon IV dan II hanya 26,64%, sementara laki-laki sebanyak 70,36%.
Hal serupa juga terjadi di bidang pendidikan dan kesehatan. Dikatakan Wiewiek, Angka Partisipasi Sekolah Perempuan (APSP) hanya 40,91% dengan rata-rata lama sekolah 10,44 tahun. Dalam bidang kesehatan, angka kematian ibu karena persalinan cukup besar, yaitu 35,99%. Memperhatikan fakta tercecer ini, upaya pemberdayaan atau peningkatan peran perempuan di Indonesia perlu dilakukan. Antara lain melalui peningkatan pendidikan, kesehatan, ekonomi, partisipasi politik kaum perempuan, menciptakan kondisi sosial budaya dan lingkungan yang kondusif.
Peningkatan kualitas hidup perempuan dan perlindungan anak merupakan program multi sektoral, terpadu, dan terkoordinasi yang harus dilaksanakan oleh pemerintah bersama masyarakat. Keluarga mempunyai peranan dan kedudukan yang sangat strategis untuk diintervensi dalam rangka mencapai keberhasilan peningkatan kualitas hidup perempuan dan kualitas hidup masyarakat secara umum.
Perempuan memiliki peran besar dan menentukan dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga, selain fungsi perempuan juga memberikan perlindungan kepada anak. ‘’Peran perempuan itu besar dan penting dalam keluarga,’’ tandas Wiewiek.
Dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga, perempuan menjalankan fungsi-fungsi keluarga dan memberikan perlindungan kepada anak. Peran perempuan dalam perlindungan anak sangat erat kaitan dengan kedudukannya sebagai ibu rumah tangga. Dalam keluarga, seorang ibu berperan dalam keagamaan, sosial budaya, ekonomi, lingkungan, cinta kasih, melindungi, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan.
Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga, yaitu dengan meningkatkan indeks pembangunan manusia dan indeks pembangunan gender. Menurut Wiewiek, peran perempuan dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga dapat terealisasi secara optimal bila ada pemberdayaan terhadap perempuan sendiri melalui upaya peningkatan kualitas hidup dan perlindungan terhadap perempuan. ‘’Perempuan Indonesia perlu meningkatkan kesadaran dan pemahaman serta keterampilan tentang fungsi keluarga dan perlindungan terhadap anak.
KORAN PAK OLES/EDISI 174/1-15 MEI 2009

Wanita Bali Dalam Panggung Politik

thumbnail
Oleh: I Ketut Sutika
Wanita Bali yang dulu lebih banyak memilih terjun ke dunia kesenian dan merangkai janur (canang) untuk keperluan ritual keagamaan, kini mulai sadar untuk terjun ke medan politik. Sosoknya yang sejak lama dikenal justru miliki kehalusan jiwa, gigih dan iklas membantu suami serta bekerja keras demi menopang ekonomi keluarga. Semangat wanita Bali tidak pernah pudar saat menghadapi rintangan dan persaingan yang kian ketat termasuk dalam panggung politik seperti pada pemilu legislatif (Pileg) 9 April.
Wanita Bali, menurut pengamat politik Tjokorda Gede Atmaja, SH, MM memiliki kesadaran tentang etos kerja sehingga di pentas politik itu sanggup dilakoni dan bersaing dengan pria, --mereka bisa duduk sejajar dengan pria dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Wanita yang dipercaya menjadi wakil rakyat, dari segi kemampuan intelektual dan keberanian adu argumentasi tidak diragukan, meski masih mengedepankan sosok seorang ibu yang penuh kasih sayang. Wanita Bali yang kini lolos ke kursi DPRD Kabupaten/kota maupun DPRD Bali siap menyingsingkan lengan baju untuk bekerja keras, perjuangkan nasib rakyat agar lebih sejahtera. Hal itu didasarkan atas pengalaman dan kenyataan, wanita Bali sanggup melakoni bidang pekerjaan apa saja yang produktif dengan cara-cara profesional.
Meski belum mampu memenuhi kuota 30% perempuan di kursi DPRD Kabupaten/kota dan DPRD Bali, namun mereka tidak gagal pada Pileg 9 April lalu, kata Atmaja. Hasil perhitungan KPU Bali dan KPU kabupaten/kota, sekitar 28 caleg perempuan lintas parpol berhasil menembus kursi wakil rakyat, empat ke DPRD Bali dan 24 orang di DPRD Kabupaten/kota se Bali.
Hening Puspita Rini (35), satu dari empat wanita yang lolos ke DPRD Bali tidak lepas dari kerja keras dan perjuangan untuk meraih 20.000 suara. Tiga wanita lain, Tutik Kusuma Wardhania (Demokrat) daerah pemilihan Kabupaten Buleleng meraih 11.296 suara, Ni Made Sumiati (PDIP) daerah pemilihan Kabupaten Karangsem dengan 7.890 suara dan Utami Dewi Suryadi (Demokrat) daerah pemilihan kota Denpasar meraih 4.269 suara. Empat kursi DPRD Bali untuk wanita itu sama dengan hasil Pemilu 2004. Mereka adalah Anak Agung Sagung Anie Asmoro (Golkar Kota Denpasar), Anak Agung Ariana Saraswati Hardy (Golkar Gianyar), Ni Putu Mediastari (Demokrat Badung) dan Zubaidah Yuhana (PPP Jembrana).
Kader
Dari 28 caleg perempuan yang lolos ke DPRD Kabupaten/kota se Bali dan DPRD Bali 13 orang di antaranya dari kader PDIP, yang terdiri atas sebelas orang di DPRD Kabupaten/kota dan dua orang ke DPRD Bali. Partai Golkar mengantarkan enam kader perempuan ke DPRD Kabupaten/kota, Partai Demokrat dua orang untuk DPRD Kabupaten/kota dan dua orang ke DPRD Bali.
Partai Hanura, Gerindra, PIB, PKB dan PPP masing-masing satu kursi untuk DPRD Kabupaten/kota. Sementara perempuan gagal menembus kursi DPR-RI maupun Dewan Perwakilan Daerah (DPD) pada Pemilu kali ini.
Padahal pada Pemilu 2004 lalu berhasil mengantarkan tiga tokoh wanita Bali ke Senayan. Mereka terdiri atas I Gusti Ayu Sukmadewi Djaksa (PDIP) dan Ni Nyoman Tisnawati (Golkar) keduanya jadi anggota DPR-RI serta Ida Ayu Agung Mas (DPD-RI).
Ketiga calon incumbent itu pada Pemilu 9 april lalu bertumbangan, tidak lolos seleksi ketat yang dilakukan oleh pemegang kartu suara pada pesta demokrasi lalu.
Wanita Bali dalam aktivitas keseharian, termasuk di panggung politik tidak pernah diam, berperan secara aktif dalam berbagai aspek pembangunan serta meningkatkan kemampuan, keterampilan dan produktivitas kerja, tanpa mengabaikan keluarga. Dengan keluguan wanita Bali mengarungi kehidupan, ternyata sanggup beradaptasi dengan perempuan modern seperti yang pernah diungkapkan W. Gerard Holker, seorang wisatawan yang sudah puluhan kali berkunjung ke Pulau Dewata. Turis yang juga seorang seniman lukis itu, menggambarkan sosok wanita Bali mengenakan pakaian adat serat bunga emas yang gemerlapan sambil membawa sesajen dalam bokor.
Demikian pula perintis seni lukis Pita Maha di Ubud, Rudolf Bonnet sering kali menuangkan karya seninya di atas kanvas, yang inspirasinya dari sosok perempuan Bali yang polos dengan rambut panjang dikepang dan bunga kamboja terselip dipangkal ekor kepang rambutnya.
Mario Antonio Belanco (alm), pelukis kelahiran Spanyol yang puluhan tahun menetap di perkampungan seniman Ubud, tidak luput menggambarkan perempuan Bali dari segi estetisnya, keluguan, kepolosan dan kodratnya. Wanita Bali tidak hanya dikenal sebagai ibu rumah tangga, memanfaatkan waktunya seefektif mungkin untuk meningkatkan pendapatan keluarga, juga sanggup melakoni pentas pangung politik, ujar Tjok Atmaja.
KORAN PAK OLES/EDISI 174/1-15 MEI 2009

Penjual Jamu Gendong Jadi Inspirator

thumbnail
Kiswanti, penjual jamu gendong yang tak lulus SMP, termasuk salah seorang dari 100 perempuan yang pantas menjadi inspirasi bagi kaumnya. Bukan penampilan maupun jejak karier cemerlang yang menjadikan Kiswanti termasuk 100 perempuan terinspiratif versi Majalah Kartini, tapi soal kepedulian sosial.
Pada acara penyerahan Kartini Award di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (28/4), Kiswanti mendapatkan trofi penghargaan karena jerih payahnya berjualan jamu gendong sambil membawa buku-buku untuk dipinjamkan kepada anak-anak. Perempuan itu pertama kali meminjamkan buku kepada anak-anak pada 1997 dengan 180 judul buku koleksiannya. Kini, ia telah memiliki 7.000 buku dalam taman bacaan Warabal yang didirikan sendiri.
Pada malam penganugerahan Kartini Award yang disaksikan oleh Ibu Ani Yudhoyono, Kiswanti yang anak dari pasangan ayah penarik becak dan ibu penjual jamu gendong itu tampil sederhana dan tampak malu-malu menerima trofi di atas panggung.
Selain Kiswanti, pada malam Kartini Award juga diberikan penghargaan kepada enam perempuan lain mewakili bidang politik yaitu kepada Anggota DPD dari Kalimantan Barat Maria Goreti, bidan Suryani Soepardan untuk bidang profesi, perajin kain songket dan jumputan khas Palembang, Tria Gunawan, untuk bidang usaha, ahli antiaging (menghambat proses penuaan-Red) Deby Susanti Vinski untuk bidang ilmu pengetahuan, dan Mia Siscawati untuk bidang lingkungan.
Menurut Ketua Pantia Kartini Award dari Majalah Kartini, Endang Werdiningsih, 100 perempuan terinspiratif yang dimuat dalam Majalah Kartini edisi Hari Kartini 21 April 2009 itu dipilih berdasarkan pengamatan redaksi Majalah Kartini selama 2008-2009 dan masukan dari para pembaca serta panelis.
Endang mengatakan tidak mudah memilih 100 perempuan terinspiratif meski saat ini banyak perempuan Indonesia berkarya dalam berbagai bidang. ‘’Karena yang kita cari adalah perempuan berkarakter. Meski seorang perempuan berkarya cemerlang di bidangnya namun tidak berkarakter dan tidak bisa dicontoh oleh keluarganya, maka tidak akan kita pilih,’’ tuturnya.
Majalah Kartini untuk memperingati Hari Kartini juga memberikan penghargaan khusus citra perempuan Indonesia kepada artis Widyawati. Widyawati dalam kesehariannya dianggap sebagai sosok yang mewakili citra perempuan Indonesia. Selain sukses berkiprah dalam bidang perfilman juga dikenal luas sebagai isteri yang setia mendampingi suami, Sophan Sophian selama 36 tahun. Penghargaan kepada Widyawati tampil mengenakan kebaya hitam diberikan oleh Ibu Ani Yudhoyono.
KORAN PAK OLES/EDISI 174/1-15 MEI 2009

‘Kartini’ Itu Di Pedalaman Baduy

thumbnail
Oleh: Mansyur Suryana
Eros Roswita (38), seorang bidan di pedalaman Suku Baduy Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, tak kenal lelah, meskipun sehari-hari dia harus melintasi jalan setapak dan jurang terjal Pegunungan Kendeng di kawasan Baduy. Perjalanan naik gunung turun gunung memasuki perkampungan Baduy Luar dan Baduy Dalam, ia lakukan dengan jalan kaki untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat setempat.
Eros Rosita yang akrab dipanggil "bidan" itu, mulai bertugas di Puskesmas Cisimeut sejak 1997 hingga kini. Ia melanjutkan profesi ayahnya Rasidi (60) sebagai mantri yang juga bertugas di pedalaman kawasan Baduy. Ayahnya itu kini sudah pensiun sebagai petugas Puskesmas Cisimeut. Kawasan Baduy yang berpenduduk 10.941 jiwa tersebar di 59 perkampungan, masuk wilayah tugas kerja Puskesmas Cisimeut. "Saya setiap hari menempuh perjalanan antara lima sampai enam jam untuk melayani kesehatan warga Baduy," kata Eros Rosita, saat mendatangi Posyandu Cipaler, kawasan Baduy Luar, Selasa.
Dia mengabdikan diri demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Baduy, yang masih kuat memegang teguh adat dan kepercayaan mereka. Bahkan, ia rela meninggalkan suami dan dua anaknya yang masih balita, untuk memberikan pelayanan kesehatan, dengan mendatangi tujuh Posyandu yang ada. Ia bersama kader Posyandu setiap Minggu mengadakan kegiatan penyuluhan kesehatan, keluarga berencana, penimbangan balita, pemeriksaan kesehatan ibu hamil, membantu persalinan, imunisasi, dan pemberian makanan tambahan.
Selain itu, ia memeriksa tekanan darah ibu-ibu dan anak-anak di posyandu tersebut. "Dengan adanya penyuluhan kesehatan di posyandu itu, tentu angka kematian ibu dan anak semakin berkurang," katanya. Eros, lulusan Sekolah Perawat Kesehatan Rangkasbitung dengan pendidikan D1 Kebidanan tahun 1994, mulai bertugas sebagai pegawai negeri sipil (PNS) dengan golongan II C di Puskesmas Cisimeut Kabupaten Lebak.
Ia sudah 12 tahun mengabdikan diri di kawasan Baduy dengan menerima gaji (terakshir) Rp 1,4 juta per bulan. Gaji sebesar itu tentu tidak mencukupi biaya kehidupan sehari-hari, bahkan jika mendatangi posyandu setidaknya dia harus mengeluarkan uang sendiri antara Rp 30 sampai Rp 50 ribu. Eros yang bersuamikan seorang guru SMP Leuwidamar itu tinggal di Kampung Ciboleger, tepat di samping Puskesmas Cisimeut, bersama dua anaknya.
Puskesmas Cisimeut lokasinya berbatasan dengan Kampung Kaduketug, pintu masuk Desa Kanekes, tanah ulayat masyarakat Baduy. Daerah tugas Eros meliputi Desa Bojong Menteng dan Desa Kanekes. Desa Kanekes terdiri atas 59 kampung yang tersebar di sekitar hutan lindung. Kampung terjauh adalah Cikeusik di wilayah Baduy Dalam, berjarak sekitar 25 km dari Ciboleger dari Puskesmas Cisimuet. Untuk sampai ke kampung itu perlu setidaknya enam jam jalan kaki dari Ciboleger, melintasi hutan yang masih perawan. "Jika hujan kami terpaksa harus menginap karena perjalanan tidak bisa seharian," katanya.
Posyandu
Ia menjelaskan, saat ini di kawasan Baduy Luar terdapat tujuh posyandu yang masih aktif melakukan kegiatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Baduy. Setiap posyandu memiliki kader sebanyak lima orang, yang direkrut dari warga setempat. Mereka sangat aktif membantu Eros untuk melayani kesehatan. Eros, setiap mendatangi posyandu, selalu membawa vitamin A, makanan tambahan ASI, serta obat-obatan lainnya.
Selama ia bertugas di wilayah puskesmas Cisimeut, kini kesadaran kesehatan warga Baduy cukup baik, karena saat ini telah banyak warga Baduy yang pergi berobat ke puskesmas atau posyandu. Begitu pula ibu hamil kini sudah mulai percaya terhadap petugas bidan dan sedikit demi sedikit mereka sudah meninggalkan `paraji` atau dukun beranak. "Saya hingga kini tak kenal lelah untuk memberikan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat terasing Baduy," ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lebak, H Sukirman, mengaku perjuangan Ibu Kartini ternyata telah diwariskan kepada Eros Rosita sebagai generasi penerus kaum perempuan. Ia selain perempuan melayani keluarga juga melayani kesehatan masyarakat Baduy dengan melaksanakan tugas berat yang seharusnya dikerjakan seorang laki-laki. Eros setiap hari menempuh perjalanan hingga puluhan kilometer dengan menembus hutan serta perbukitan yang curam di kawasan Baduy. "Saya sangat berterima kasih atas dedikasi bidan Eros untuk meningkatkan derajat kesehatan warga Baduy tanpa mengenal lelah. Kiranya `Kartini` yang satu ini layak untuk diteladani," ujarnya.
KORAN PAK OLES/EDISI 174/1-15 MEI 2009

Agustina Listiawati Sukses Kembangkan Bunga Bangkai

thumbnail
Peneliti Anggrek dan Tanaman Hutan dari Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Ir Agustina Listiawati, MP, berhasil mengembangkan bunga bangkai jenis Amorphophallus warna ungu endemik dari Pulau Kalimantan. ‘’Setahu saya bunga bangkai jenis Amorphophallus warna ungu termasuk jarang ditemukan sehingga saya berminat mengembangkannya sejak tiga tahun lalu,’’ kata Agustina Listiawati di Pontianak.
Ia mengatakan, tiga tahun lalu mendapat umbi atau bibit dari bunga bangkai dari teman sesama pencinta bunga langka dari Jakarta. ‘’Karena dia mengetahui saya termasuk pencinta anggrek, ia lantas memberikan satu umbi bunga bangkai untuk ditanam,’’ katanya.
Setelah menunggu selama tiga tahun, bunga bangkai itu pun mekar dalam tiga hari ini. Bunga itu menimbulkan bau busuk dan dikerumuni lalat berukuran besar. ‘’Sebelumnya saya menanam umbi bunga di pot. Tetapi ukurannya terlalu besar, jadi saya pindahkan ke halaman rumah. Setelah sempat tidak muncul ke permukaan, tanaman hidup kembali dan berbunga pada Selasa (14/4),’’ katanya.
Sekarang, Agustina juga sedang mengembangkan bibit tanaman itu agar menghasilkan umbi dan dapat ditanam kembali. ‘’Mudah-mudahan berhasil agar dapat dikembangkan lagi,’’ ujarnya. Bentuk bunga bangkai milik dosen Fakultas Pertanian Untan itu berdiameter 30 cm dan berwarna ungu. Saat ini kondisinya sudah mulai menguncup, setelah beberapa hari lalu kelopaknya terbuka lebar dan menimbulkan bau bangkai.
Dari beberapa situs di internet disebutkan, Amorphophallus merupakan tumbuhan tropikal dan sub tropikal berasal dari suku (family) talas-talasan (Araceae) yang terdiri dari ratusan sepesies. Di Indonesia spesies Amorphophallus yang terkenal adalah Amorphopallus Titanum atau bunga bangkai endemik dari Pulau Sumatera.
Disebut bunga bangkai karena dari bunganya mengeluarkan bau seperti bau bangkai membusuk yang dimaksudkan untuk mengundang kumbang dan lalat sebagai penyerbuk bunganya. Tanaman bunga bangkai merupakan tumbuhan dengan bunga majemuk atau jantan dan betina dalam satu bunga, terbesar di dunia dan hidup didaerah hutan hujan.
KORAN PAK OLES/EDISI 174/1-15 MEI 2009

‘Kartini’ Rambut Pirang Pilihan Rakyat

thumbnail
Oleh: IK Sutika dan PK Yanes Setat
Dulu, masyarakat tidak banyak yang bisa menerima kehadiran orang berambut pirang, atau yang sengaja disemir dengan warna mencolok seperti merah, kuning atau gading. Namun kini, pemahaman masyarakat seperti itu tampaknya telah berubah, terbukti dengan banyaknya calon anggota legislatif (caleg), baik pria maupun wanita yang berambut pirang, ternyata fotonya dicentang pada kartu suara suara pemilihan umum (Pemilu) 9 April lalu.
Salah satu contoh yang cukup mencolok, ialah tampilnya "Kartini" berambut pirang dari Kabupaten Bangli yang berhasil tercatat lolos ke kursi DPRD Bali untuk periode lima tahun ke depan. Nyonya Hening Puspita Rini (35), satu-satunya caleg wanita dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu mampu meraih 20.000 suara, cukup besar dibanding sederet caleg sejenis dari kabupaten lain di Pulau Dewata.
Dengan perolehan suara sebanyak itu, istri dari Nyoman Susrama (40) yang selama ini tampil dengan rambut dicat merah kekuning-kuningan itu, dipastikan meraih satu dari tiga kursi untuk DPRD Bali hasil pemilihan Kabupaten Bangli. Dua dari tiga kursi DPRD Bali untuk pemilihan Kabupaten Bangli dikuasai PDIP. Selain si rambut pirang yang dipercaya masyarakat, juga tercatat nama Nyoman Sedana Arta yang mampu meraih dukungan 28.000 suara. Satu kursi lagi diraih Drs Wayan Gunawan incambent DPRD Bali dari Partai Golkar yang meraih dukungan 14.000 suara.
Ny Hening Puspita Rini, ibu dari lima anak itu meraih dukungan suara di luar dugaan, karena dia mampu mengungguli Ketua DPC PDIP Bangli Kutha Parwata, caleg nomor urut satu yang sama-sama bersaing merebut kursi DPRD Bali. Semula, banyak pihak yang memprediksikan ketua DPC PDIP Bangli yang selama dua periode duduk di DPRD Bangli, 1999-2004 dan 2004-2009 itu akan hijrah ke DPRD Bali.
Nyatanya Ketua DPRD Bangli itu hanya mampu mengumpulkan 10.000 suara sehingga disingkirkan pendatang baru Ny Hening Puspita Rini yang baru setahun terakhir bermukim di Bangli mengikuti suami yang pulang kampung. Sebelumnya, pasangan suami istri Nyoman Susrama-Hening Puspita Rini bersama anak-anaknya bermukim di Jakarta sebagai pengusaha. Nyoman Susrama dengan tekad yang bulat kembali ke tempat kelahiran di Bangli untuk mengembangkan usaha bisnis. Namun, belum sempat menggeluti usaha itu secara serius, suami-istri itu lebih tertarik ke bidang politik.
Hal itu didasarkan atas dorongan, belum banyak perempuan yang berniat menjadi caleg di Bali. Padahal, kuota yang tersedia untuk wanita di dewan mencapai 30%. Selain Ny Hening Puspita Rini, wanita lain yang sudah pasti melangkah ke DPRD Bali, antara lain tercatat nama Luh Putu Rumyati (PDIP) dari Kota Denpasar, Ni Made Sumiati (PDIP) dari Kabupaten Karangasem dan Tutik Kusuma Wardani (Partai Demokrat) dari Kabupaten Buleleng. Kehadiran keempat "Kartini" Bali dalam kancah politik itu diharapkan mampu membawa aspirasi kaum wanita yang jumlahnya separuh dari 3,5 juta jiwa penduduk Bali.
Tidak Kenal Lelah
Ny Puspita, alumnus S-2 Universitas Manajemen Indonesia (UMI) Jakarta itu mampu menarik simpati masyarakat Kabupaten Bangli, berkat perjuangannya yang tidak mengenal lelah menemui warga di berbagai pelosok pedesaan. Selama beberapa bulan, ia aktif menyambangi satu desa ke desa lainnya untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat, dengan harapan memperoleh dukungan pada pesta demokrasi. ‘’Meskipun ada hubungan keluarga dengan Bupati Bangli Nengah Arnawa, namun selama saya ke desa-desa tidak pernah dibarengi oleh Pak Bupati,’’ ucapnya.
Ny Puspita adalah adik ipar bupati, sehubungan suaminya adalah adik kandung Nengah Arnawa. Demikian pula soal dana untuk berbagai kepentingan pencalonan dan kampanye, ia mengaku sepenuhnya menggunakan dana sendiri. Untuk sosialisasi diri ke masyarakat dan berbagai kepentingan lain selama kampanye, Ny Puspita mengaku menghabiskan dana Rp 300 juta.
Dana sebesar itu hanya untuk konsumsi saat mengadakan pertemuan dengan masyarakat di masing-masing banjar atau desa. ‘’Mana cukup dana sebesar itu untuk membantu masyarakat untuk berbagai keperluan,’’ ujar Ny Puspita yang mengaku akan memperjuangkan aspirasi masyarakat Bangli di lembaga yang digelutinya nanti.
Perjuangan yang tidak mengenal lelah itu akhirnya membawa berkah, karena baru setahun terakhir tinggal di tempat kelahiran suaminya di Kabupaten Bangli, ia dipercaya warga setempat untuk duduk di DPRD Bali. Dia semula berencana untuk mengembangkan usaha bisnis di "Gumi Sejuk", namun belum sempat merintis usaha bisnis, "Kartini" berambut pirang ini mendapat tanggung jawab yang lebih besar untuk memperjuangkan nasib rakyat melalui DPRD setempat.
Bahkan, putri sulung dari tiga bersaudara pasangan suami-istri Sugito-Nency Haryani itu, meraih keberuntungan ganda, karena pada Pemilu 9 April lalu suaminya pun, Nyoman Susrama, juga lolos ke DPRD Kabupaten Bangli dari partai yang sama.
KORAN PAK OLES/EDISI 174/1-15 MEI 2009

Wisata Perkawinan Diminati Turis Asing

thumbnail
Paket wisata perkawinan dan kesehatan di Bali memiliki prospek yang cerah untuk terus dikembangkan karena akhir-akhir ini banyak diminati oleh turis asing.
Kepala Pusat Penelitian Kebudayaan dan Kepariwisataan Universitas Udayana, Dr. Ir. Agung Suryawan Wiranatha, MSc, berharap, bukan hanya kalangan swasta, tapi pemerintah juga ikut menfasilitasi pengembangan wisata perkawinan dan kesehatan tersebut.
"Misalnya pemerintah melakukan `road show` ke luar negeri untuk berpromosi. Pemerintah ikut berpromosi bahwa Bali sangat cocok untuk menggelar pesta perkawinan. Saya kira semua fasilitas tersedia di hotel-hotel di Bali, termasuk untuk perkawinan bernuansa agama," ujarnya.
Ia menjelaskan, selama ini umumnya wisatawan mancanegara itu banyak melakukan pesta perkawinan di pantai. Mereka menggelar pesta di Bali hanya untuk "mengejar" suasananya di pantai, sedangkan adatnya tetap sesuai dengan yang ada di negaranya masing-masing. "Paket ini menurut saya perlu digarap secara serius karena jumlah wisatawan yang datang cukup banyak. Mereka biasanya menggelar pesta perkawinan dalam grup," ujar Agung Suryawan.
Mengenai wisata kesehatan berupa spa, dalam beberapa tahun terakhir juga terasa banyak peminatnya, bahkan bisa dikatakan saat ini sedang "booming" di Bali. "Boleh dikatakan saat ini Bali merupakan pusat spa internasional. Wisatawan asing tertarik dengan spa di Bali yang menggunakan bahan-bahan tradisional berupa rempah-rempah yang diambil dari tradisi Bali dan Jawa. Wisatawan asing juga tertarik dengan pijat dan lulur," katanya.
Menurut dia, paket wisata lain yang perlu dikembangkan di Bali adalah kapal pesiar. Saat ini, paket wisata tersebut masih belum berjalan secara kontinyu dan seringkali hanya "muncul tenggelam". "Bali ini belum memiliki pelabuhan memadai untuk wisata ini, kecuali kalau di Padang Bay sudah selesai dibangun dermaga. Biasanya paket wisata semacam ini hanya mampir di Bali setelah mereka keliling dunia. Mereka biasanya hanya turun siang hari dan malamnya kembali ke kapal," ujar dia.
KORAN PAK OLES/EDISI 174/1-15 MEI 2009

Festival Kuliner Jatim Di Cito

thumbnail
Oleh: Musyawir
Jawa Timur telah lama terkenal dengan ragam kulinernya yang khas, penggemarnya pun tersebar di seantero negeri, bahkan mancanegara. Melihat besarnya potensi pasar tersebut, kini pusat belanja City of Tomorrow menjalin kerja sama dengan Citibank untuk menciptakan wisata kuliner ala Jawa Timur, yang dirangkai dalam program Cito-Citinak Food Festival mulai Jumat (16/4) sampai 17 Juni 2009. "Kegiatan ini merupakan apresiasi bagi pengunjung Cito yang selama ini berbelanja di sini. Untuk itu, kami menyapa dan mengajak mereka untuk ikut meramaikan program ini," kata General Manager Cito, Riza I Wibowo, di Surabaya.
Ia menyatakan bisnis makanan tak mungkin terimbas krisis ekonomi saat ini. "Makan adalah kebutuhan vital bagi manusia untuk melanjutkan hidupnya," katanya.
Ia optimistis, programnya saat ini akan mendatangkan banyak pengunjung. "Bisnis makanan selalu terserap pasar dan orang terus membutuhkannya," katanya.
Sebenarnya, kata dia, wisata kuliner tersebut bisa ditemui di setiap sudut mal di Surabaya. Namun, selama ini pengelola mal hanya menyediakannya di "foodcourt". Bahkan, sajian di sana nyaris tanpa konsep yang khas atau sesuai asal makanan yang ditawarkan ke konsumen. "Memang, selama ini hampir setiap pusat perbelanjaan di Surabaya memiliki `foodcourt` dan gerainya memiliki kemiripan antara mal satu dengan lainnya," katanya.
Untuk itu, lanjut dia, diperlukan langkah kreatif dari setiap manajemen gedung mal itu terhadap program "foodcourt" nya, sehingga masyarakat yang datang mendapatkan manfaat berbeda dari penampilan mal lain.
Melalui Food Festival ini,masyarakat bisa makan sepuasnya dan membayar semaunya. "Selain itu, dalam Food Festival ini, kami tidak hanya mengundang masyarakat menikmati beragam masakan. Namun, juga mengedukasi tentang wisata kuliner khas Surabaya dan Jawa Timur," katanya.
Tingkatkan Volume Pengunjung
Ia optimistis, program "Food Festival" yang diadakan juga untuk menyambut program Surabaya Shopping Festival ini bisa meningkatkan pengunjung 25-30 persen, dibandingkan hari biasa tanpa program. "Untuk memanjakan pengunjung, Food Festival tersebut diikuti 18 restoran dengan program makan sepuasnya dan bayar semaunya dan 20 restoran dengan program `buy one get one`. Total jumlah tenantnya mencapai 50 gerai," katanya.
Sampai saat ini, kata dia, jumlah pengunjung Cito ketika hari biasa berkisar antara 15 ribu orang. Namun, saat akhir pekan dan libur nasional bisa meningkat menjadi 20 ribu orang. "Biasanya, hampir 56 persen pengunjung Cito berasal dari Surabaya, selebihnya menyebar dari Sidoarjo, Gresik, Pasuruan, dan Mojokerto," katanya.
Terkait keterisian di Cito, tambah dia, kini sekitar 70 persen. "Pada akhir tahun ini, diharapkan meningkat menjadi 85 persen. Selain itu, kami juga akan menambah tenant makanan dalam waktu dekat," katanya.
Hari Jadi Surabaya Ke-716
"Promotion Head" Cito, Dorothe Novita, mengatakan, hari ini Citibank mengumumkan keikutsertaannya dalam meramaikan Surabaya Shopping Festival 2009. Acara tersebut merupakan rangkaian perayaan hari jadi kota Surabaya ke-716 yang jatuh setiap tanggal 31 Mei. "Sekaligus, menjadi ajang promosi untuk wisatawan domestik dan mancanegara agar semakin mengenal budaya, hasil kerajinan, dan makanan asli Surabaya," katanya.
Ia melanjutkan, sebagai ibukota Jatim dan kota kedua di Indonesia, Surabaya termasuk pusat bisnis dan keuangan terbesar di negeri ini.
"Untuk menarik kunjungan wisatawan dalam `Surabaya Shopping Festival`, sebanyak 15 mal di Surabaya akan berpartisipasi dengan memberikan diskon sampai dengan 70 selama bulan Mei 2009," katanya.
"Vice President Card Business Manager Citibank" Jawa Timur, Djoesianto Lukas, menjelaskan, partisipasi dalam kegiatan ini lebih pada penguatan kepercayaan "customer" dan meningkatkan kepuasan masyarakat. "Dalam acara ini, kami ingin memberikan nilai tambah bagi nasabah. Selain bisa mengikuti makan sepuasnya dan bayar semaunya, dengan menggunakan kartu kreditnya mereka mendapat diskon 50 persen untuk `Food and Beverage` di CiTo," katanya.
Ia menerangkan, festival ini merupakan kesempatan menikmati belanja hemat dan berkualitas bagi warga Surabaya dan wisatawan. "Untuk itu, `Food Festival` dan `Surabaya Shopping Festival` yang dicanangkan Pemkot Surabaya sangat butuh dukungan dari berbagai pihak," katanya. (Anspek)
KORAN PAK OLES/EDISI 174/1-15 MEI 2009

Wisata Sejarah Malang Sepi Pengunjung

thumbnail
Wisata sejarah terutama ke museum Mpu Purwa yang berlokasi di kawasan Mojolangu Kota Malang dan mengoleksi benda-benda sejarah seperti arca dan situs itu sama sekali tak diminati wisatawan, baik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Malang, Rr Diana Ina WH, selama kurun waktu 2008 sama sekali tak ada kunjungan wisata yang tercatat di museum tersebut.
Padahal, katanya, koleksi museum Mpu Purwa cukup banyak dan mampu menambah wawasan sejarah para wisawatan. "Entah kenapa belum diminati wisatawan," katanya.
Kondisi di Museum Mpu Purwa itu berbeda sekali dengan lokasi-lokasi wisata lainnya seperti Taman Rekreasi (TR) Senaputra, Tlogomas Permai dan Taman Rekreasi Kota (Tarekot) yang jumlah kunjungannya mencapai ratusan ribu.
Berdasarkan data dari Disbudpar Kota Malang, selama semester pertama tahun 2008, kunjungan wisata di daerah itu mencapai 240.250 orang dengan rincian 239.907 adalah wisatawan domestik dan 343 lainnya adalah wisatawan mancanegara.
Dari lima obyek wisata yang sebenarnya menjadi andalan Kota Malang yakni Tlogomas Permai, Museum Brawijaya, Tarekot, TR Senaputra dan museum Mpu Purwa, kata Diana, hanya museum sejarah Mpu Purwa saja yang angka kunjungan wisatawannya nol.
Museum sejarah Mpu Purwa yang mengoleksi 121 arca dan situs penting cikal bakal berdirinya kerajaan Kanjuruhan dan Gajayana beserta peninggalannya itu berlokasi di kawasan Kelurahan Mojolangu Kecamatan Lowokwaru yang sulit dijangkau kendaraan umum.
Gedung museum memang belum representatif, karena hanya memanfaatkan beberapa bekas ruang kelas SDN Mojolangu II, sehingga tidak terlihat sama sekali kalau bangunan tersebut adalah museum yang menyimpan benda-benda sejarah.
Ketika jabatan wali kota masih dijabat Suyitno dan dilanjutkan oleh Peni Suparto pernah digagas lokasi museum sejarah berdampingan dengan gedung perpustakaan kota yang berlokasi di Jalan Ijen agar mudah dijangkau masyarakat.
Selain 121 situs dan arca maupun prasasti yang tersimpan sebagai koleksi museum Mpu Purwa, masih banyak peninggalan sejarah yang tercecer dibeberapa lokasi terutama di kawasan Merjosari, Dinoyo dan Tlogomas, dimana kawasan itu pernah berdiri kerajaan Gajayana dan Kanjuruhan.
KORAN PAK OLES/EDISI 174/1-15 MEI 2009

Turis Australia Belum “Lirik” Luar Bali

thumbnail
Sekitar 70 persen wisatawan Australia yang datang ke Indonesia selama ini hanya mengunjungi Bali dan belum "melirik" daerah-daerah lain di Indonesia walaupun banyak tempat wisata menarik lain di luar Pulau Dewata, kata Direktur Promosi Luar Negeri Depbudpar, I Gde Pitana.
Untuk menarik kunjungan wisatawan Australia pada 2009 yang ditargetkan sebesar 480 ribu orang, para pemangku kepentingan industri pariwisata di daerah-daerah di luar Bali perlu memahami karakteristik pasar Australia yang dinamis, katanya pada acara misi penjualan pariwisata Indonesia di Brisbane 16 April.
Beberapa daerah kunjungan wisata menarik di luar Bali yang layak dikunjungi adalah Raja Ampat di Papua dengan pesona bawah lautnya, Pulau Komodo, Bunaken (Sulawesi Utara), dan Danau Toba (Sumatera Utara).
Bagi wisatawan Australia yang menggemari wisata spa misalnya, mereka tidak hanya dapat menikmatinya di Pulau Bali yang sudah menjadi "ibukota" spa dunia tetapi juga di kota-kota lain seperti Yogyakarta dan Surabaya.
Namun kemampuan daerah lain di luar Bali untuk menarik para wisatawan Australia ini menuntut kerja dan pemahaman yang baik tentang karakteristik pasar wisata negara itu, katanya.
Dilihat dari aspek keamanan, Pitana mengatakan, Indonesia sudah diakui komunitas dunia sebagai negara yang aman, terbukti dari banyaknya kegiatan internasional yang diadakan di Indonesia berlangsung dengan aman. Bahkan Amerika Serikat dan Kanada telah pun mencabut status larangan perjalanannya.
Pitana berada di Brisbane pada 15 dan 16 April bersama delegasi misi penjualan pariwisata Indonesia yang terdiri atas beberapa staf Depbudpar RI dan 18 orang pelaku bisnis pariwisata nasional. Sebelum ke Brisbane, Pitana dan rombongan telah pun merampungkan misi penjualan di Sydney.
Pada misi bertema "Bali and Beyond" di Sydney 14 April lalu itu, 18 orang "penjual" Indonesia bertemu dengan 119 agen wisata Australia, sedangkan saat di Brisbane 16 April, mereka bertemu dengan 98 agen wisata setempat.
Misi penjualan pariwisata RI itu berlanjut di Melbourne (20/4) serta Wellington (22/4) dan Auckland (23/4). Indonesia menargetkan kunjungan 6,25 juta sampai 6,5 juta orang wisman sepanjang Tahun Kunjungan Wisata (VIY) 2009.
KORAN PAK OLES/EDISI 174/1-15 MEI 2009

Indonesia Perlu Pusat Informasi Pariwisata

thumbnail
Indonesia perlu membuka pusat informasi pariwisata di mancanegara untuk mendukung promosi potensi semua objek wisata. "Pemeritah harus mempertimbangkan membuka pusat informasi pariwisata di mancanegara khususnya di setiap Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI)," kata Ketua Forum Silaturahmi Insan Pariwisata (Fosipa) Indonesia, H Sarbini.
Ia mengatakan, pertimbangan membuka kembali pusat informasi tersebut sebagai upaya mendatangkan lebih banyak wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. "Ini juga sebagai bagian dari promosi pariwisata Indonesia yang diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisman," katanya.
Menurut dia, pemerintah saat ini sudah berupaya meningkatkan jumlah kunjungan wisman, sehingga peran pusat informasi pariwisata di luar negeri menjadi penting dan mendesak untuk direalisasikan.
Ia mengakui untuk membuka pusat informasi pariwisata perlu dana cukup besar, sementara pemerintah menghadapi masalah keterbatasan dana.
Meski demikian, kata dia, perlu dicari jalan keluarnya agar pusat informasi pariwisata di luar negeri dapat terwujud dan berperan menjadi ujung tombak promosi objek wisata di negeri ini. "Memang promosi pariwisata tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri, harus dalam satu kesatuan yang dilakukan oleh para pemangku kepentingan pariwisita, apalagi jika dilakukan di luar negeri " katanya.
Ia mengatakan, embangunan pariwisata di Indonesia harus diikuti kesiapan dalam pengelolaan objek wisata di berbagai daerah agar mampu menarik minat kunjungan wisman. "Selain itu, sarana dan prasarana pariwisata juga harus disiapkan untuk memberikan kemudahan kepada wisman yang berkunjung ke objek wisata tersebut, sehingga wisatawan merasa nyaman dan aman selama mengunjungi objek wisata tersebut," katanya.
KORAN PAK OLES/EDISI 174/1-15 MEI 2009

Pesona Vila Mewah Di Bali Utara

thumbnail
Wisatawan mancanegara mulai banyak yang tertarik menikmati sarana akomodasi vila mewah yang dibangun di kawasan perbukitan menghadap Pantai Lovina-Seririt, Kabupaten Buleleng, wilayah utara Bali.
ANTARA yang melakukan pemantauan ke kawasan yang tengah tumbuh menjadi destinasi kelas atas itu, Rabu melaporkan, walaupun kamar-kamar vila mewah tersebut kini masih lebih sering kosong, namun sudah banyak turis yang pesan untuk liburan Juli - Agustus 2009.
Seperti Royal Residence Rangdu yang berjarak sekitar 20 kilometer dari Pantai Lovina, sudah banyak melakukan kontak dengan asosiasi maupun agen perjalanan wisata di negara-negara Eropa maupun lainnya untuk pemesanan kamar musim liburan mendatang.
Seperti Nyhavn Reyser, asosiasi agen perjalanan (rholesaler) di Denmark, menurut Winni Wissendorf, selaku konsultan Royal Residence Rangdu, segera datang melakukan penjajakan ke vilanya Juli mendatang.
Kepada Ratna N Soebrata, dari agen perjalanan di Bali yang bermitra dengan Nyhavn, dijelaskan bahwa pihaknya sudah menyiapkan enam vila, masing-masing memiliki dua-empat kamar tidur dilengkapi dapur, kolam renang, kendaraan bermotor, perpustakaan mini, hingga seorang pelayan dan aneka sajian makanan dan minuman alami.
Sarana akomodasi yang masih terus melanjutkan pembangunan vila baru di atas lahan perbukitan seluas lebih dua hektar itu, menawarkan tarif paket hingga 1.995 dolar AS untuk dua orang, maksimal tambah dua orang dengan tambahan biaya 595 dolar AS untuk selama 10 hari.
Sementara Richard Hood, pemilik Rambutan A Boutique Hotel, Kalibukbuk, Lovina, juga mengaku sudah banyak menerima pesanan kamar untuk musim liburan Juli-Agustus nanti. "Tamu saat ini memang belum ramai, tapi mulai Juli mendatang akan banyak. Bahkan untuk hari-hari tertentu sudah `full booked`. Terutama dari Eropa dan juga Australia," kata pria yang sudah 20 tahun menetap di Bali.
Suami dari Suartini, SH, yang dikaruniai dua putri yang sudah remaja itu, berharap kunjungan tamu ke depan akan semakin membaik, walaupun Maret lalu sempat turun.
Vila-vila mewah yang semula berkembang di kawasan selatan Bali, terus merambah daerah tengah seperti daerah perbukitan sekitar danau Buyan dan Beratan, kawasan Pantai Pemuteran hingga ke daerah Seririt-Lovina.
General Manager Sunari Villas & Spa Resort, Made Suarda, didampingi Gede Prapta, sales & marketing sarana akomodasi di kawasan Pantai Lovina itu, mengakui bahwa belakangan semakin marak pembangunan vila mewah yang bisa merebut konsumen sarana akomodasi yang sudah ada.
Meski begitu, ia merasa optimis kunjungan tamu ke Bali, terutama dari Perancis, Italia, Jerman dan negara Eropa lainnya serta dari Australia dan Jepang akan terus tumbuh pesat. "Saat ini saja peningkatan kunjungan tamu sudah lumayan. Pada musim liburan nanti tentu akan semakin membaik. Di tempat kami sudah banyak pemesanan kamar untuk musim liburan nanti," ucap Made Suarda seraya berharap kondisi Bali semakin aman dan nyaman.
KORAN PAK OLES/EDISI 174/1-15 MEI 2009

Padukan Industri Kreatif Dengan Teknologi

thumbnail
Industri kreatif sangat potensial dikembangkan di berbagai daerah terkait beragamnya budaya dan seni nusantara, sehingga perguruan tinggi harus mampu mendorong berkembangnya ekonomi kreatif ini melalui riset dan inovasi.
"Kita kaya akan budaya, seni dan agama. Karena itu, industri kreatif menjadi hal yang sangat potensial dikembangkan.Meski demikian, industri ini jangan sekedar sebagai kerajinan semata dan harus dikembangkan dengan teknologi," kata Dirjen Pendidikan Tinggi Depdiknas, Fasli Jalal.
Dengan riset dan teknologi, lanjut dia, perkembangan industri kreatif akan menjadi jauh lebih baik dan akan memiliki daya saing cukup tinggi dibanding negara lainnya.
Karena itu, ujarnya, pada puncak Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2009 yang akan diselenggarakan di Sasana Budaya Ganesha Kampus ITB, Bandung pada Minggu 14 Mei 2009 akan ditonjolkan berbagai informasi bagaimana pendidikan tinggi mendorong industri kreatif. "Kami akan beri contoh yang telah dihasilkan berbagai perguruan tinggi kita dan memamerkan bagaimana tersedianya banyak potensi di berbagai daerah, baik potensi kelautan, kehutanan, termasuk potensi sabana di daerah Nusa Tenggara," katanya.
Dirjen Dikti, ujarnya, akan mendanai penelitian-penelitian di daerah untuk mengembangkan industri kreatif ini dan menjanjikan dana riset teknologi itu hingga Rp 250 juta per orang.
Sementara itu, Rektor ITB, Prof Dr Djoko Santoso, mengatakan, Peringatan Hardiknas yang akan dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan pejabat tinggi lainnya itu akan menggelar pameran, berbagai lomba ilmiah, bakti sosial, pemberian penghargaan, olahraga, ziarah, serta peresmian hasil-hasil pembangunan di bidang pendidikan.
Djoko mengatakan, pada puncak peringatan Hardiknas itu akan ditonjolkan bagaimana hasil dari Wajib Belajar Sembilan Tahun, bagaimana pendidikan melalui teknologi bisa mendukung pertumbuhan industri kreatif dan bagaimana mendorong ekonomi kreatif melalui riset. "Contohnya di seni kriya, untuk menggambari logam memerlukan zat kimia tertentu. Zat kimia ini dibuat dengan teknologi tertentu," kata Djoko.
KORAN PAK OLES/EDISI 174/1-15 MEI 2009

Radar Buatan Anak Negeri Diluncurkan

thumbnail
Radar produksi anak negeri diluncurkan di Bandung, bersamaan digelarnya sebuah seminar bertajuk Radar Nasional 2009, Kamis (30/4). Peluncuran dilakukan bersama Pusat Penelitian Eletronika dan Komunikasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (PPET LIPI) bekerjasama dengan Sekolah Teknik Elektro dan Inforatika Institut Teknologi Bandung (STEI ITB) dan International Research Centre for Telecommunication and Radar Belanda.
Dalam program mewujudkan bangsa dan ketahanan nasional dengan radar dalam negeri adalah agar potensi yang dimiliki oleh anak negeri bisa membanggakan Indonesia.
Dikarenakan Indonesia adalah negara dengan potensi becana alam maka PPET LIPI membuat radar dengan nama INDERA (Indonesian Radar), INDERA sendiri adalah Radar pertama kali yang diproduksi oleh Indonesia. Sampai saat ini INDERA masih dalam pengembangan agar bisa menyaingi radar-radar buatan luar negeri.
Radar buatan Indonesia ini mempunya keunikan dari beberapa radar yang sudah ada, dengan menggunakan teknologi Frequency Modulated Continuous Wave (FM-CW), sehingga konsumsi daya dan ukuran radar menjadi lebih kecil dari ukuran radar pada umumnya. Tetapi tanpa mengurangi keunggulan yang mengikuti perkembangan jaman.
Selain acara seminar yang diadakan oleh PPET LIPI ini, juga sebuah acara peluncuran produk radar buatan Indonesia.
Dalam peluncuran radar buatan Indonesia terdapat dua buah produk radar hasil litbang oleh anak bangsa yaitu Radar Pengawas Pantai dan Radar Navigasi Kapal.
Mengingat peranan radar yang sangat penting, maka perlu dilakukan suatu inventarisasi kebutuhan dan kemampuan Indonesia dalam penyediaan radar secara mandiri.
Dalam seminar dan peluncuran radar buatan Indonesia yang pertama kali ini, dihadiri oleh para pembuat keputusan. Turut hadir staf ahli MENRISTEK bidang HANKAM dan perwakilan TNI AU yang diwakili oleh Marsekal Pertama TNI Wasito. Selain itu turut hadir pula pembicara dari Belanda yaitu Prof Dr Ir Leo P Ligthart, seorang ahli Radar dari IRCTR-TU Delft.
KORAN PAK OLES/EDISI 174/1-15 MEI 2009

"The Dream Stick" Raih Medali Perak

thumbnail
"The dream stick" atau alat bantu jalan berupa tongkat yang ditujukan bagi penderita tunanetra meraih medali perak dalam lomba karya ilmiah yang diadakan 11-13 April 2009 di Ankara, Turki. "Tongkat tersebut diciptakan oleh dua siswa kelas dua SMA Semesta, Semarang yaitu Yossy Amiko Subagia dan R. Aqsa Aditya Gunadarma," kata Kepala Sekolah SMP-SMA Semesta, Moh. Haris.
"The dream stick" merupakan sebuah tongkat yang dibuat khusus bagi penderita tunanetra dalam menentukan arah jalan mereka, tongkat ini telah dilengkapi dengan komponen-komponen berupa sebuah sensor gelombang ultrasonik yang terdapat pada ujung tongkat dan akan memancarkan sinyal berupa getaran kepada penderita tunanetra jika didepannya ada sesuatu yang menghalangi.
"Dalam jarak setengah meter, penderita tunanetra yang menggunakan tongkat ini akan menyadari ada tidaknya sesuatu yang menghalangi tanpa menyentuhnya," ujarnya.
Dan yang lebih hebatnya lagi, lanjut dia, sebagian besar komponen tongkat ini terbuat dari barang bekas, kecuali pada bagian sensor ultrasonik.
Menurut Yossy dan Aqsa, ide pembuatan tongkat tersebut berawal dari keinginan mereka untuk membantu penderita tunanetra agar dapat berjalan sendiri tanpa bergantung pada orang lain.
Dengan adanya "The dream stick" ini diharapkan dapat membantu kehidupan penderita tunanetra dari berbagai segi, terutama dari segi sosial yang terkadang menjadikan sebuah kendala tersendiri dalam kehidupannya.
Sedangkan manfaat yang diperoleh dari penggunaan tongkat ini antara lain, memudahkan penderita tunanetra untuk berjalan, mengurangi tingkat kecelakaan yang terjadi pada penderita , dan mengasah kemampuan indera pendengaran dan indera perasa penderita tunanetra. "The dream stick" berhasil meraih medali perak dalam lomba "Dreamline Project Olimpiade", yang diikuti 707 sekolah dari 28 negara. Sedangkan juara pertama diraih perwakilan dari Rumania.
Moh. Haris mengaku bangga dengan keberhasilan kedua anak didiknya dalam lomba bertaraf internasional ini. "Sebagai pihak sekolah, kami akan selalu mendukung para siswa yang memiliki potensi pada bidang apapun. Kebetulan banyak siswa kami yang tertarik pada bidang teknologi dan beberapa kali memenangkan lomba tingkat dunia, sehingga mengangkat nama Indonesia di mata dunia dalam bidang pendidikan," ujarnya.
KORAN PAK OLES/EDISI 174/1-15 MEI 2009

Sulam Jadi Produk Kreatif

thumbnail
Kaum perempuan diharapkan dapat memanfaatkan seni sulam sebagai produk ekonomi kreatif unggulan. "Pada tempo dulu ketrampilan menyulam hanya untuk diri sendiri, misal untuk menghiasi sapu tangan, seiring berjalannya waktu seni sulam makin berkembang sehingga dapat menjadi bagian dari ekonomi kreatif," kata Ibu Ani Yudhoyono saat membuka pameran Gebyar Adikriya Sulam Indonesia di Jakarta, pekan lalu.
Pada pameran bertema "Kriya Sulam Indonesia sebagai Produk Kreatif Masa Kini dan Masa Datang" di Museum Nasional itu, Ibu Ani mengatakan, seni sulam saat ini telah menjadi bagian dari industri yang lebih besar seperti industri kerajinan dan industri mode.
Oleh karena itu, kata dia, pada pameran tersebut diharapkan dapat terjadi pertukaran informasi mengenai seni sulam di antara para pengrajin dan peminat sehingga seni sulam Indonesia makin berkembang.
Ibu Ani yang siang itu mengenakan kebaya merah dengan hiasan sulaman di ujung lengan dan dada itu percaya seni sulam sebagai khasanah kebudayaan Indonesia akan tetap terjaga kelestariannya. "Apalagi selain menggelar pameran untuk mengenalkan produk sulam warisan budaya dan `masterpiece` karya pengrajin, Gebyar Adikriya Sulam Indonesia juga menyelenggarakan lomba kreatif sulam nusantara yang diikuti penyulam dari seluruh provinsi di indonesia," katanya.
Dengan pameran-pameran seperti ini, lanjut Ibu Ani, masyarakat akan lebih digugah minatnya terhadap sulam. "Sehingga pemasaran hasil sulam dapat dperluas lagi," ujarnya.
Ketua Umum Yayasan Sulam Indonesia Triena Wacik mengatakan, acara itu diharapkan dapat memperkenalkan bermacam-macam jenis sulam Indonesia. "Kami berharap acara ini menjadi ajang transaksi dan mendapatkan wawasan dan inspirasi untuk meningkatkan produktivitas, kreativitas, serta mutu sulaman indonesia sehingga menghasilkan produk yang disukai, dibeli, dan dipakai oleh semua lapisan masyarakat," katanya.
Bahkan, lanjut dia, di masa mendatang seni sulam diharapkan bisa menjadi komoditi ekspor yang kompetitif dan memiliki daya saing.
Kriya sulam sesungguhnya telah lama tumbuh dan berkembang di berbagai daerah di Indonesia namun keberadaannya belum sepopuler kain batik dan tenun songket yang sudah dikenal luas hingga ke mancanegara.
Padahal bangsa Indonesia dikenal kaya dengan seni sulam antara lain sulam kasab dari Aceh, sulam suji cair dan sulam kepalo samek dari Sumatra Barat, sulam manik-manik dari Sumatra Utara dan NTT, sulam terawang dari Gorontalo, serta sulam tapis dan usus dari Lampung. Termasuk sejumlah seni sulam yang sedang marak beberapa waktu terakhir yaitu sulam mesin atau bordir, sulam pita, sulam payet dan sulam rajut.
Dalam pameran tersebut juga ditampilkan sejumlah karya seni sulam dari sejumlah negara tetangga seperti Vietnam, Thailand, Cina dan beberapa negara Eropa.
KORAN PAK OLES/EDISI 174/1-15 MEI 2009

Gerakan Kreatif Cegah PHK

thumbnail
Gerakan kreativitas sosial dan inovasi berpotensi menyelamatkan perekonomian Indonesia dari guncangan krisis finansial global. "Perekonomian Indonesia yang sedang terguncang oleh krisis global sangat mungkin terselamatkan oleh gerakan kreativitas sosial dan inovasi yang dihasilkannya," kata Faculty Member of UI sekaligus Coach & Fasilitator in Strategic Management & Innovation, Avanti Fontana, Ph.D.
Dalam Seminar Innovation Series Seminar bertajuk Mengatasi Krisis dengan Kreativitas & Inovasi di Kampus The Joseph Wibowo Center Bina Nusantara, ia mengatakan, menjadi suatu perusahaan yang inovatif memang bukanlah pekerjaan yang mudah.
Oleh karena itu, katanya, dibutuhkan energi dan semangat yang tinggi untuk mampu menjalankan aspek-aspek yang mendukung. "Sejumlah penyelidikan menyebut tiga aspek kunci yang layak digenggam dalam perlombaan sang jawara inovasi," katanya seperti dilansir ANTARA.
Aspek yang pertama adalah penciptaan iklim inovasi dalam suatu perusahaan. Avanti mengatakan, iklim tersebut hanya dapat berkembang melalui sistem pengelolaan manajemen yang demokratis, bergerak cair dalam lintas departemen, dan diusung melalui pola kepemimpinan yang terbuka terhadap beragam ide baru, betapa pun radikalnya ide baru itu.
Ia menambahkan untuk aspek kedua adalah adanya visi dan arah yang jelas mengenai strategi perusahaan menghadapi pasar masa depan. Tanpa strategi yang jelas, proses inovasi yang telah dimunculkan hanya akan berputar-putar di tempat tanpa mampu diterjemahkan menjadi produk unggul yang menguntungkan dan menang di pasaran.
"Aspek yang terakhir yang juga layak diperhatikan ketika perusahaan hendak berinovasi adalah kepekaan mengantisipasi kebutuhan masa depan pelanggan," katanya.
Avanti menekankan pentingnya proses inovasi bagi kelangsungan hidup sebuah organisasi baik organisasi bisnis maupun organisasi publik. "Dengan kata lain, tanpa inovasi sebuah perusahaan hampir pasti akan tersisih dalam arena persaingan bisnis yang kian ketat," katanya.
Fakta di lapangan saat ini banyak perusahaan yang mengambil jalan pintas dengan cara melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebagai dampak dari krisisi finansial global. Padahal PHK bukanlah satu-satunya jalan keluar yang efektif sebab menyatukan kreativitas untuk melakukan inovasi merupakan alternatif terbaik menghadapi persaingain di tengah krisis saat ini. "Inovasi diperlukan terutama bagi perusahaan yang baru berdiri dan perusahaan yang tidak mau terjerat krisis," kata Avanti.
Inovasi memberikan sisi penawaran sekaligus sisi produksi yang saat ini tampak sedang tidak bergairah, demikian Avanti Fontana.
KORAN PAK OLES/EDISI 174/1-15 MEI 2009

Ciptakan Pasar Investasi Strategis

thumbnail
Buktikan Jamu Berkualitas
Konsultan Frost and Sullivan menyarankan agar pengusaha menciptakan pasar investasi yang strategis dalam bidang riset, pengembangan produk, dan strategi pertumbuhan untuk meraih keuntungan maksimal di dalam pemulihan ekonomi.
"Jika pemulihan ekonomi terjadi seperti pada resesi pada tahun 2002, maka dipastikan ekonomi dunia akan membaik dengan cepat. Langkah penciptaan pasar investasi yang strategis tentu akan membuat perusahaan lebih siap bertanding," kata Country Director Frost and Sullivan Indonesia, Eugene van de Weerd.
Ia mengatakan tingkat pertumbuhan menjadi fokus utama para CEO perusahaan dalam menjalankan bisnis sekarang ini. "Respon alami dari 50 lebih perusahaan dengan memangkas anggaran mereka dan pengurangan pegawai seharusnya dihindari," ujar dia.
Ia menyarankan agar pengusaha di tanah air untuk memperluas jam kerja manajemen, menyamaratakan tanggung jawab untuk setiap tim kerja, dan lebih fokus pada pendukung layanan purna jual, membimbing dan memonitor jalur penjualan serta hanya memangkas biaya operasional untuk dapat mempertemukan permintaan minimal.
Menurut van de Weerd, krisis sebenarnya dapat menciptakan kesempatan bagus untuk perusahaan di Indonesia, terutama untuk strategi peningkatan ekonomi. Perusahaan harusnya fokus pada titik tolak peningkatan dan menjadi yang pertama bergerak, melompat, berkompetisi, dan menciptakan kondisi pasar yang kondusif yang sebenarnya sulit dicapai di keadaan ekonomi normal.
Sementara itu, Businees Development Manager Healtcare Practice Frost and Sullivan Indonesia, Steve Aditya, mengatakan, faktor perubahan regulasi, krisis finansial, dan berkembangnya teknologi informasi mempunyai peran penting dalam menciptakan perubahan yang dinamis di pasar farmasi sendri.
Ia menambahkan potensi pengembangan investasi bagi industri farmasi yang memproduksi herbal sangat besar saat ini. Hanya saja industri ini perlu bekerja keras dalam pembuktian kualitas produk di pasar global. "Riset lebih penting dari pada cerita sukses. Ini memang mahal, namun ini akan sangat mendukung perkembangan industri farmasi herbal untuk dapat meyakinkan pasar global," katanya.
Di lain pihak, bisnis di bidang herbal jauh lebih menjanjikan mengingat produk ini menggunakan lebih dari 60 persen bahan baku lokal, sedangkan untuk industri farmasi kimia, 90 persen bahan baku masih impor. "Dunia saat ini bergerak mencari alternatif pengobatan dan produk herbal atau jamu yang merupakan obat tradisional Indonesia juga akan mampu menembus pasar global apabila industri berani melakukan riset untuk membuktikan bahwa produk tersebut berkualitas," ujar Steve.
KORAN PAK OLES/EDISI 174/1-15 MEI 2009

Kebijakan Sentralistik Gagal Berantas Kemiskinan

thumbnail
Kebijakan yang sentralistik sudah tidak cocok lagi diterapkan untuk menanggulangi kemiskinan karena kompleksnya akar masalah kemiskinan di Indonesia.
"Kebijakan penanggulangan kemiskinan sudah seharusnya dilakukan secara desentralisasi dengan menguatkan peran pemerintah daerah," kata Wakil Direktur Pusat Studi Kependudukan dan Kebijakan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Pande Made Kutanegara dalam seminar kebijakan penanggulangan kemiskinan, di Yogyakarta.
Menurut dia, beberapa program penanggulangan kemiskinan yang masih sentralistik di antaranya beras untuk warga miskin (raskin) serta bantuan langsung tunai (BLT).
Sistem penanggulangan kemiskinan yang bersifat sentralistik seperti yang dilakukan sekarang, katanya, akan berakibat negatif, yaitu hilangnya kreativitas dari pemerintah daerah untuk membuat sebuah kebijakan penanggulangan kemiskinan yang sesuai dengan karakter wilayahnya. "Basis penanggulangan kemiskinan seharusnya berada di wilayah, karena wilayah adalah pihak yang paling mengerti kebutuhan wilayahnya. Prosesnya harus "bottom up"," ujarnya.
Kebijakan yang sentralistik untuk menanggulangi kemiskinan dikhawatirkan tidak akan tepat sasaran sehingga tidak akan memberikan manfaat maksimal, padahal dana yang digulirkan cukup banyak.
Menurut dia, salah satu daerah yang sudah melakukan penanggulangan kemiskinan dengan berbasiskan pada unsur kewilayahan adalah Kota Yogyakarta. Hal tersebut tercermin dari kebijakan Pemerintah Kota Yogyakarta dalam menentukan parameter warga miskin yang berbeda dengan kriteria yang dibuat oleh Badan Pusat Statistik (BPS) serta beberapa program yang berbeda lainnya seperti kartu menuju sejahtera (KMS).
Tim koordinasi penanggulangan kemiskinan yang biasanya hanya bergerak di tingkat kota/kabupaten, kata dia, kini juga bergerak aktif di tingkat kelurahan di Kota Yogyakarta. "Adanya peran nyata tim di tingkat kelurahan akan mempercepat mengurai masalah kemiskinan, tetapi dengan tetap melibatkan unsur masyarakat," ujarnya.
Ia juga menekankan pada penguatan keterlibatan perempuan dalam program penanggulangan kemiskinan mengingat beberapa sifat dasar yang dimiliki kaum perempuan. "Kaum perempuan lebih bisa mengatakan tidak dari pada kaum laki-laki, dan biasanya di rumah tangga perempuan bertindak sebagai pengelola dan mengetahui kondisi kesejahteraan rumah tangganya," kata dia.
KORAN PAK OLES/EDISI 174/1-15 MEI 2009

Waralaba Lokal Perlu Stimulus Khusus

thumbnail
Pemerintah dinilai kurang serius mendukung perkembangan waralaba lokal dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.
Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar kepada ANTARA, mengatakan sektor waralaba bisa menjadi penggerak ekonomi terutama dalam penciptaan lapangan pekerjaan baru sehingga sudah seharusnya mendapat dukungan pemerintah.
"Seharusnya ada stimulus khusus, kalau di Malaysia ada kredit lunak 100.000 ringgit atau setara Rp 280 juta. Di Singapura, pemerintahnya membayar 75 persen biaya konsultan bagi pengusaha waralaba lokalnya," ujar Anang.
Pemerintah Malaysia juga memberikan potongan bunga kredit perbankan bagi usaha kecil dan menengahnya termasuk waralaba. UKM di Malaysia mendapat bunga maksimal lima persen, sementara bunga pinjaman yang normal sekitar 6,5-8 persen.
Besarnya dukungan pemerintah negara tetangga itu telah menarik perusahaan waralaba lokal Indonesia untuk pindah dan memulai bisnisnya di Singapura.
Anang mencontohkan waralaba Coffee Club yang awalnya tumbuh di Kota di Palembang telah terdaftar sebagai perusahaan waralaba di Singapura. "Sekarang mereka ada di Indonesia tapi hanya sebagai terwaralaba saja,"ujar Anang.
Menurut dia, keputusan untuk pindah ke Singapura itu kemungkinan dilakukan untuk mempermudah perkembangan usaha perusahaan waralaba mengingat banyaknya fasilitas yang dimiliki oleh negara tersebut. Saat ini, perusahaan waralaba di Indonesia berjumlah 950 termasuk yang menawarkan "business opportunity" (BO/pola kemitraan) dengan total gerai mencapai 40.000 unit. Sebanyak 260 perusahaan waralaba di antaranya adalah waralaba asing.
KORAN PAK OLES/EDISI 174/1-15 MEI 2009

Brem Tingkatkan Ekonomi Warga Madiun

thumbnail
Brem, salah satu jajanan khas Madiun yang terbuat dari beras ketan, dinilai mampu menjadi salah satu sektor peningkatan ekonomi warga.Salah satu perajin brem, Prihartini, kepada ANTARA, mengatakan, industri rumah tangganya dilakukan dengan proses produksi yang sebagian besar masih tradisional.
Jajanan ini umumnya dibuat di Desa Kaliabu dan Desa Bancong Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun. Sejak puluhan tahun silam, daerah ini dikenal sebagai sentra industri rumah tangga brem, yang dinilai mampu menghidupi warga desa sekitar.
"Kami masih melakukannya dengan cara tradisional. Selain untuk mempertahankan cita rasa, hal ini merupakan usaha turun-temurun dari kakek nenek kami jaman dulu. Alhamdulillah, bisa bertahan sampai sekarang," ujarnya.
Menurut dia, meski hanya berupa industri rumah tangga, namun usaha yang ia geluti selama bertahun-tahun ini mampu mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Demikian juga, dengan perajin brem lain di desa setempat. "Lumayan bisa menghidupi kami sekeluarga. Demikian juga dengan belasan pekerja yang lain," ujarnya.
Prihartini mengaku, setiap hari ia menghabiskan 1 hingga 2 kuintal beras ketan untuk dimasak menjadi brem. Ketan ini dimasak dalam empat panci besar yang terbagi dalam dua tungku.
Setelah masak, ketan tersebut didinginkan dan dimasukkan ke dalam bak plastik besar dan dicampur dengan ragi. Takaran yang dipakai, untuk 1 kuintal ketan akan dicampur dengan 1 kantong plastik ragi tape, kemudian ditutup plastik selama seminggu.
Setelah didiamkan seminggu, bahan dimasukkan ke alat pemeras yang dibuat sendiri dari kayu untuk diambil sari atau airnya. Sari tersebut lalu direbus hingga matang, baru dimasukkan ke mixer sesudah diberi campuran soda hingga berwarna putih kekuning-kuningan.
"Bahan itu kemudian dicetak dalam papan selebar 40 cm dan panjang 3 m dan diratakan agar ketebalannya merata, lalu didiamkan selama satu malam agar padat. Setelah padat baru dipotong-potong sesuai dengan selera untuk dikemas," katanya menerangkan.
Bagi perajin yang sudah maju, umumnya memanfaatkan tenaga pemasaran yang berkeliling ke kota-kota di luar Caruban. Namun ada juga yang hanya menunggu di rumah sekaligus tempat usahanya karena pedagang akan datang sendiri.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kabupaten Madiun, Suhardi, mengungkapkan, meski hanya bersifat industri rumah tangga, brem di Kabupaten Madiun mampu meningkatkan sektor ekonomi di desa atau daerah sekitarnya. "Saat ini ada sekitar 56 unit usaha brem dari jumlah total 306 usaha yang ada di Kabupaten Madiun. Dari 56 unit usaha tersebut mampu memproduksi 495 ribu kg per tahun dengan nilai produksi sebesar Rp 5,1 miliar," katanya.
Karena bersifat industri rumah tangga atau industri kecil dan menengah (UKM), untuk perkembangannya dibutuhkan investasi yang besar. "Masalah umum yang dihadapi oleh UKM biasanya, selain modal yang "minim, juga teknologi dan pemasaran yang terbatas. Apalagi jika tidak ditunjang dengan inovasi produk," katanya.
Masalah lain yang dihadapi adalah semakin banyak jenis UKM brem. Namun para UKM ini tidak mau bersatu dalam pengelolaan dan pemasaran, sehingga menyulitkan dinas dan lembaga terkait untuk membinanya. "Mereka lebih memilih jalan sendiri-sendiri termasuk pemasarannya. Hal ini menyulitkan pemda untuk mengembangkan brem di Kabupaten Madiun ke wilayah yang lebih luas," katanya menerangkan.
Menyikapi hal tersebut, dinas koperasi bekerjasama dengan pihak terkait berupaya memberikan bantuan modal, baik melalui lembaga bank dan non bank, ataupun melakukan promosi seperti pameran lokal, regional, maupun nasional. "Selain itu, perajin brem juga dituntut untuk mempertahankan kualitas produk dan inovasi produk, sehingga konsumen lebih tertarik. Saat ini telah banyak diproduksi brem dengan beraneka rasa, seperti coklat, stroberi, dan durian. Sehingga konsumen bisa memilih sesuai selera," kata Suhardi.
Sementara itu, dinas koperasi setempat, telah menyediakan dana bergulirnya untuk penambahan modal UKM-UKM yang menjadi anggotanya. "Tahun ini jatah dana bergulir untuk UKM dari APBD Kabupaten sebesar Rp 600 juta, yang akan dibagikan kepada 58 UKM termasuk UKM brem. Bantuan ini lebih besar dari pada jatah tahun 2008 yang hanya Rp 500 juta," ungkap Suhardi.
Ia menambahkan, saat ini ada sekitar 30 ribu UKM di seluruh wilayah Kabupaten Madiun dengan berbagai jenis usaha yang telah terdaftar menjadi anggota dinas koperasi. Setiap anggota dilengkapi dengan kartu anggota untuk menghindari pemalsuan.
KORAN PAK OLES/EDISI 174/1-15 MEI 2009

Kekuatan Jaringan LPD Di Bali Luar Biasar

thumbnail
Semakin berkembangnya lembaga perkreditan desa di Bali yang kini mencapai sekitar 1.300 unit usaha, bisa menjadi kekuatan ekonomi luar biasa jika dibangun dalam kerjasama satu sistem jaringan online dengan menyediakan berbagai layanan.
"Bayangkan, satu LPD di Denpasar yang kami kunjungi bersama lembaga konsultan, dalam setahun mampu meraih keuntungan Rp 1,2 miliar. Belum lagi LPD Kuta yang juga berkembang luar biasa. Asetnya triliunan rupiah," kata pengamat ekonomi, Rahmat Mulyana, yang juga Direktur Keuangan LKBN ANTARA.
Rahmat Mulyana yang didampingi konsultan keuangan, Yusar, dalam program ADB, baru saja menjadi pembicara di depan piminan LPD di Gianyar, berharap, pemerintah, khususnya Pemprov Bali, bisa mendukung perkembangan LPD itu, misalnya dengan membantu komputerisasi disertai jaringan online ke seluruh LPD yang tersebar di seluruh desa adat.
Jika hal itu dilakukan, disertai penyiapan konsep dan program berbagai layanan, misalnya untuk pembayaran listrik, air, telepon, dan dilengkapi anjungan tunai mandiri, maka akan menjadi kekuatan yang dahsyat dalam mendukung perekonomian masyarakat dan daerah.
Mengenai sikap Bank Indonesia yang masih mempermasalahkan LPD sebagai bentuk usaha di luar perbankan, Rahmat Mulyana berharap pemerintah bisa bersikap arif dan bijaksana, misalnya dengan merangkul LPD dalam kelompok bisnis tersendiri yang diberikan izin seperti perbankan.
"LPD di Bali yang dikembangkan dengan mengadopsi usaha serupa di Padang, Sumatera Barat, perlu kita lihat sebagai lembaga yang potensial dalam mendukung perekonomian daerah. Sepanjang fisibel, kenapa tidak kita arahkan saja menjadi usaha formal semacam perbankan," katanya.
Ia berharap LPD di Bali yang tetap eksis di masa krisis finansial global ini, yakni perputaran uang lancar dengan terus melayani masyarakat serta dipercaya nasabah di desa adat masing-masing, bisa menjadi contoh lembaga perekonomian desa di daerah lain.
Mengenai kekhawatiran bank konvensional, bank unit mikro, termasuk bank perkreditan rakyat, bahwa semakin berkembangnya LPD akan menjadi pesaing berat, Rahmat Mulyana yang berpengalaman sebagai konsultan keuangan, mengingatkan bahwa LPD memiliki segmen pasar tersendiri. "Bank Pembangunan Daerah Bali sebagai pembina LPD, juga tidak perlu khawatir akan tersaingi jika LPD mampu membangun jaringan online dengan berbagai layanan. BPD kan juga punya segmen pasar tersendiri. Menjadi banknya pemerintah daerah dan memiliki nasabah kalangan pengusaha seperti kontraktor," katanya.
Karena itu tidak ada alasan melakukan pengekangan terhadap LPD dengan tidak memfasilitasi program komputerisasi disertai akses jaringan online melalui kerjasama dengan semua LPD, tambahnya.
KORAN PAK OLES/EDISI 174/1-15 MEI 2009

Komunitas Kreatif Cetak Pengusaha Kreatif

thumbnail
Komunitas Kreatif Bali akan mencetak pengusaha kreatif yang mampu menghadapi persaingan global melalui kegiatan lokakarya dan forum pengusaha kreatif.
Ketua Komunitas Kreatif Bali, Arief Budiman menjelaskan, lewat forum tersebut, pihaknya ingin membentuk pelaku usaha kreatif yang berwawasan bisnis serta memiliki jiwa kepemimpinan mandiri.
"Krisis global saat ini merupakan tantangan bagi Indonesia. Karena itu pemerintah mencanangkan tahun 2009 sebagai Tahun Indonesia Kreatif untuk mendorong aktivitas perekonomian berdaya saing, bersumber daya terbarukan dan berbasis pada olah kreativitas," katanya.
Program pemerintah tersebut, katanya, menjadi perhatian dari Komunitas Kreatif Bali untuk bisa dikembangkan dan ditularkan kepada masyarakat secara luas. "Komunitas ini beranggotakan kelompok masyarakat yang kreatif dan menaruh perhatian terhadap pengembangan industri kreatif sebagai penggerak ekonomi di Bali," ujarnya.
Menurut dia, komunitas tersebut didirikan sebagai forum sosial yang diharapkan mampu menjadi wadah bagi terciptanya budaya kreatif dengan mendorong semangat kewirausahaan dan sikap-sikap inovatif. "Lokakarya dan peluncuran forum ini terlaksana berkat kerjasama dengan Pemerintah Kota Denpasar. Kebetulan Pemerintah Kota Denpasar telah mencanangkan program kreatif untuk tahun 2009 dan 2010," kata Arief.
Ia menjelaskan, pada lokakarya tersebut, pihaknya akan menyampaikan presentasi, antara lain mengenai program Kota Denpasar Kreatif 2010, sosialisasi kompetisi internasional pengusaha muda kreatif dan lainnya.
KORAN PAK OLES/EDISI 174/1-15 MEI 2009

Usai Kampanye, Banyak Percetakan Merugi

thumbnail
Masa kampanye pemilihan legislatif (pileg) yang baru saja berakhir, ternyata banyak membuat usaha percetakan di Kota Semarang yang merugi. "Ketika masa kampanye tiba banyak tim suksesi calon legislatif (caleg) dan pengurus partai politik (parpol) yang memesan berbagai macam atribut parpol ke usaha kami, namun saat ditagih pembayarannya selalu mengelak," kata Kepala Operasional Percetakan Agra Ina Jaya, Suyono kepada ANTARA.
Akibatnya, usaha percetakan yang terletak di Jalan Veteran Semarang ini menderita kerugian hingga puluhan juta rupiah. Untuk menutup biaya operasional setiap harinya, pemilik percetakan terpaksa menjual sepeda motor agar usahanya bisa tetap berjalan.
Kerugian serupa juga menimpa Rajawali Sablon, di Jalan Wolter Monginsidi No. 8 Kelurahan Bangetayu, Semarang Timur. Pengelola usaha, Puji Handoko, mengatakan kerugian yang diderita tempat usahanya akibat banyak pengurus parpol yang tidak membayar pesanan atribut pada masa kampanye mencapai Rp 50 juta.
Ia menjelaskan, pada awalnya pembayaran berbagai pesanan atribut parpol terbilang lancar dengan sistem ambil-bayar tapi lama kelamaan tim suksesi dari berbagai parpol tersebut menghindar saat akan ditagih pembayarannya. "Jumlah spanduk yang belum dibayar sebanyak 200 lembar dengan panjang lima meter, sedangkan bendera parpol berjumlah 600 buah dengan berbagai ukuran," katanya.
Percetakan tempat dirinya bekerja tersebut saat ini kesulitan untuk menutup biaya operasional dan membayar gaji para karyawannya karena mengalami kerugian yang cukup besar. "Pimpinan saya sempat stres dengan keadaan seperti ini," ujarnya.
KORAN PAK OLES/EDISI 174/1-15 MEI 2009

Berat Badan Berkurang

thumbnail
Nama: Rachma Suzan Akb, 25 tahun, guru, tinggal di Semarang.
Pengalaman:
Awalnya saya memiliki berat badan yang membuat saya tidak percaya diri. Namun setelah mengonsumsi Madu Sekar, saya merasakan badan lebih enteng, tubuh agak ringan, berat badan pun berkurang. Di samping itu, saya juga menggunakan Masker Madu Hitam yang membuat kulit wajah saya terasa kencang dan segar. Terima kasih Pak Oles. Saya berharap dapat terus tampil sehat dan bugar bersama Ramuan Pak Oles.
KORAN PAK OLES/EDISI 174/1-15 MEI 2009

Maag Berangsur Sembuh

thumbnail
Nama: Sulistyowati, 44 tahun, tinggal di Magelang.
Pengalaman:
Sudah lama saya menderita sakit maag. Semua obat telah saya coba. Terakhir saya mencoba minum Madu Geruh yang dicampur dengan Minyak Oles Bokashi. Alhamdulillah, maag saya berangsur-angsur sembuh. Begitu juga ketika dada saya terasa sakit, saya minum Madu Putih Pandu dicampur Minyak Oles Bokashi. Alhamdulillah dada saya tidak sakit lagi.
KORAN PAK OLES/EDISI 174/1-15 MEI 2009

Madu Putih Pandu Cerdaskan Anak

thumbnail
Nama: Heryati, 40 tahun, pekerjaan petani, tinggal di Sumba, NTT.
Pengalaman:
Saya pernah merasakan ngilu pada lutut dan juga anak saya kurang nafsu makan. Setelah saya memakai Balsem Rempah Kresno, produk Pak Oles, lutut saya menjadi sembuh. Selain itu, nafsu makan anak saya bertambah setelah minum Madu Putih Pandu. Kini berat badannya sudah naik serta kecerdasannya bertambah.
KORAN PAK OLES/EDISI 174/1-15 MEI 2009

Sakit Kepala Berkurang

thumbnail
Nama: Nuryanti, 40 tahun, pedagang, tinggal di Gangga, Lombok Barat, NTB.
Pengalaman:
Saya pernah menderita sakit kepala sebelah (migren). Kalau terserang migren, pinggang dan sendi-sendi terasa sakit. Setelah saya memakai Kalung EM Keramik, sakit kepala sebelah hilang. Saya juga minum Minyak Oles Bokashi 3 tetes dicampur dengan air putih, pagi dan malam. Sakit pinggang dan sakit di daerah persendian kini lenyap. Dan kalau anak saya batuk, saya suruh minum Minyak Oles Bokashi. Terima kasih Pak Oles, mudah-mudahan tetap jaya!
KORAN PAK OLES/EDISI 174/1-15 MEI 2009

Rasa Kesemutan Hilang

thumbnail
Nama: Nanik Mulyani, 50 tahun, PNS UNDIP, tinggal di Semarang.
Pengalaman:
Awalnya saya sering merasakan sakit kesemutan di bagian tungkai tumit dan nyeri di bagian-bagian tubuh tertentu. Sudah lama saya mencari obat untuk mengatasi keluhan ini. Sampai akhirnya saya menemukan Kalung EM Keramik produksi Pak Oles. Setelah saya rutin memakai Kalung EM Keramik, rasa kesemutan itu berlahan-lahan hilang. Dan, saya terus memakainya agar tidak terkena asam urat, rematik atau nyeri sendi.
KORAN PAK OLES/EDISI 174/1-15 MEI 2009

Tubuh Terasa Enteng

thumbnail
Nama: M. Mudi Mutholib, 47 tahun, pekerjaan guru, tinggal di Semarang.
Pengalaman:
Meski baru pertama kali menggunakannya, saya sudah merasa sangat cocok dengan Minyak Oles Bokashi. Rasa sakit dan nyeri saya berkurang setelah saya oleskan minyak racikan Pak Oles itu di bagian tubuh yang sakit. Tubuh saya pun terasa enteng dan sehat kembali. Semua anggota keluarga saya kini ikut mengunakan Minyak Oles Bokashi. Terima kasih Pak Oles, semoga Minyak Oles Bokashi dapat bermanfaat bagi orang banyak, terutama orang yang sudah lanjut usia.
KORAN PAK OLES/EDISI 174/1-15 MEI 2009

Keloid Kempes Dan Mengecil

thumbnail
Nama: Siti Nikmatur Rohmah, 34 tahun, wiraswasta, tinggal di Kebumen, Jateng.
Pengalaman:
Saya mempunyai keloid (bekas luka) di perut bekas operasi ceasar. Menurut dokter, saya harus rutin disuntik agar bekas luka tersebut bisa kempes. Saya iseng mengoles Minyak Oles Bokashi pada luka bekas operasi menjelang tidur. Saya tidak menyangka luka tersebut kempes dan mengecil. Saya sangat senang sekali. Ternyata Minyak Oles Bokashi benar-benar minyak yang sangat ampuh. Selain murah harganya, juga sangat besar manfaatnya buat keluarga saya. Terima kasih sekali Pak Oles
KORAN PAK OLES/EDISI 174/1-15 MEI 2009

Gelang EM Keramik Atasi Kaku Di Pergelangan Tangan

thumbnail
Nama: Ismaini, 23 tahun, pekerjaan guru, tinggal di Kuripan, Lobar, NTB.
Pengalaman:
Pergelangan tangan saya sering kesemutan dan terasa kaku. Terasa susah kalau digerakkan, malah hampir tidak bisa digerakan. Saya bertemu dengan SPG Pak Oles yang menawarkan Gelang EM Keramik. Saya langsung saja mencobanya. Benar saja setelah rutin memakainya, tangan saya yang tadinya sering kesemutan sudah berangsur pulih.
KORAN PAK OLES/EDISI 174/1-15 MEI 2009

EM4 Pacu Greenhouse Pabrika Berbuah Lebat

thumbnail
Oleh: Wayan Nita
Keterpurukan perekonomian tidak lantas membuat kita berhenti berkarya menghasilkan sesuatu. Terlebih demi kepentingan masyarakat luas, bisa memberikan nilai tambah bagi orang disekitarnya. Hal itulah yang mendasari Kadek Budiartawan (35) menciptakan terobosan baru dengan bertanam paprika. Pria yang juga kepala desa (prebekel) ini membuat konsep greenhouse untuk berbudidaya paprika. Bahan baku, media tanam dan perawatannya pun menggunakan bahan organic yang ramah lingkungan.
Cara budidaya tergolong berbeda dengan kebiasaan masyarakat sekitar, yaitu mengusung konsep hydroponik. Yaitu tanaman paprika tidak ditanam dalam bedengan tetapi ditanam dalam polybag dengan perlakuan yang sama. Meskipun menggunakan dana pribadi, konsep yang dijadikan percontohan ini ditujukan untuk masyarakat luas, khususnya petani kecil. Dengan lahan terbatas dan dana juga terbatas, sebut Budiartawan, budidaya paprika bisa memberikan hasil yang besar. Baik segi untung maupun produksi buahnya juga besar-besar.
Hanya, dibutuhkan ketekunan dalam perawatan. Hanya dengan luas lahan 4 are bisa ditanami 1700 polybag tanaman paprika. Perawatan tanaman paprika dalam sistem hydroponik dilakukan Budiartawan dengan metode organic ramah lingkungan. Teknologi EM4 ikut membantu dalam memfermentasikan urine sapi yang digunakan untuk menyiram tanaman paprika. Dalam kurun waktu tujuh bulan berjalan, sudah empat bulan Budiartawan panen paprika.
Produksi paprika melimpah, dari bulan ke bulan meningkat jumlahnya. Satu minggu sekali sudah bisa panen dengan hasil sebanyak 300-350kg buah paprika. Dimana satu kilo hanya berisi 3-4 butir buah paprika, yang perkilonya dihargai berkisar antara 15.000 hingga 30.000 rupiah. “Tak hanya itu, kualitas produksi juga lebih baik, hal ini dapat dilihat pada penampilan luar buah paprika yang mengkilap dan mulus,” ungkap Budiartawan sembari tersenyum.
Pasar yang dituju dari hasil produksi paprika ini sudah ada yang mengontrak. Setiap kali panen sudah ada pengepul yang datang untuk menambil hasil panennya. Buah paprika ini memang tidak semua orang yang konsumsi. Akibatnya sebagian besar dijual ke swalayan, hotel dan restauran. Karena pasar sudah ada, misi Budiartawan untuk memajukan sektor pertanian yang berbasis pariwisata mulai tersebar. Keberhasilan menerapkan pertanian tanaman pangan berbasis pariwisata diharapkan jadi contoh bagi para petani sekitar. “Setidaknya petani bisa mendapat sedikit keuntungan dengan pesatnya perkembangan dunia pariwisata di Bali,” ujarnya.
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009

Rentetan Tragedi, Salah Siapa?

thumbnail
Belum hilang duka atas jebolnya tanggul Situ Gintung, menyusul kecelakaan pesawat Fokker TNI AU yang menewaskan 24 anggota pasukan Khas TNI AU. Begitu gampang kecelakaan pesawat terjadi di negeri ini. Pesawat Fokker-27 dengan nomor A-2703 milik TNI AU terjatuh di bandara Husein Sastranegara, Bandung. Sedianya korban terjun untuk keperluan kualifikasi. Seperti biasa, penjelasan atas kecelakaan pesawat sangat standar. Pesawat layak terbang. Pengecekan sudah dilakukan rutin. Karena itu, kecelakaan diduga akibat faktor cuaca buruk. Saat itu, Bandung sedang hujan deras.
Kalau benar karena faktor cuaca, nalarnya adalah begitu kejam alam Indonesia, sehingga amat murah menimpakan kecelakaan pada pesawat terbang. Mengapa alam negara tetangga, Singapura dan Malaysia, yang letak geografisnya kurang lebih sama lebih ramah? Mengapa di Singapura dan Malaysia yang serupa dengan kita jarang terjadi kecelakan pesawat? Sekali lagi, jangan hanya bisa menyalahkan alam! Sungguh, apologi seperti itu hanya bisa dikemukakan oleh orang-orang yang tak mau belajar dari pengalaman. Betapa tidak secara tak langsung tragedi jebolnya tanggul Situ Gintung yang terbangun sejak masa Belanda, apa juga akan dikatakan sebagai kesalahan alam?
Bukankah tragedi serupa sudah sering menimpa pesawat TNI AU. Coba kita tengok misalnya, 30 Desember 2007 pesawat patroli maritim jenis nomad P 833 jatuh di pantai Batee Daun, Sabang, NAD. Tiga orang tewas. Kemudian, 7 Januari 2008 Helikopter Twin Pack nomor HA 3406 produksi tahun 1958 jatuh di desa Lubuk Agung, Kec Gandar, Sikijang Mati. Kab Pelalawan, Riau dan 1 orang tewas. Pada 2 Februari 2008 Tank pendarat Amphibi Marinir BTR 50 P produksi tahun 1961 tenggelam di lepas Pantai Banongan, Kab Sitobondo dan 7 orang tewas. Tidak hanya itu, 26 Juni 2008 Pesawat Casa 212 produksi tahun 1978 jatuh di hutan Tegal Hilir, Ds Gunung Malang, Bogor, Jabar. Sebanyak 12 anggota TNI AU dan 6 warga sipil tewas. Disusul kemudian, 6 April 2009 pesawat Fokker 27 produk tahun 1976 jatuh dan meledak di pangkalan udara Husein Sastranegara, BAndung. (Kompas 8/4) Masih menyangkal!
Sama halnya tanggul Situ Gintung, Pesawat F-27 juga berumur cukup tua. Memang, kejadian tersebut dibarengi hujan deras dan sama bertempat di wilayah Jabar. Lantas logiskah jika dikaitkan uzurnya usia dan faktor cuaca alam, sebagai penyebabnya? Mengutip tulisan Marsekal Muda (purn) Djoko Poerwoko di harian Kompas 7 April, ia menyatakan ‘murni kecelakaan’. Mungkin bisa diterima.
Peralatan alutsista yang dimiliki TNI AU mungkin juga TNI AL dan TNI AD, kondisinya banyak yang memprihatinkan dan sudah selayaknya dipensiunkan. Sekitar 40 persen dari kekuatan awal yang bisa digunakan atau setara dengan 40 pesawat tempur, 50 pesawat angkut, 50 helikopter dan 100 pesawart latih (Djoko Poerwoko, 2009). Bahkan sebagian di antaranya sudah di atas 20 tahun seperti, jenis Hawk Mk-53. Pengajar teknik penerbangan di Institut Teknologi Bandung, Hari Muhammad menyatakan ‘pesawat F-27 sebaiknya tak dipakai lagi karena terlalu beresiko. Walau dilakukan aging (penambahan usia melalui perawatan yang baik), usia pemakaian pesawat jenis itu normalnya 15-20 tahun. Sedangkan pesawat F-27 buatan Belanda tahun 1975 itu, baru dimiliki TNI AU tahun 1976. Bayangkan!
Dalam sejarah penerbangan, kondisi alam seperti cuaca buruk tercatat relatif sedikit pengaruhnya terhadap keselamatan terbang. Juga, faktor teknis amat sedikit sebagai penyebab utama musibah yang menimpa penerbangan. Yang justru terjadi adalah human error (kesalahan manusia). Terlepas dari berbagi persepsi yang mengemuka, tragedi ini tak boleh terjadi kembali. Mendatang, jajaran TNI AU harus lebih baik dalam memberikan sarana dan layanan dalam tiap penerbangan. Dan kalau perlu TNI AU mengganti semua alutsista yang tak layak pakai.
Selain itu, otoritas penerbangan sipil dan militer harus jujur menjelaskan pada masyarakat apa sesungguhnya penyebab utama dari begitu mudahnya pesawat terbang sipil dan militer di Indonesia mengalami kecelakaan? Kalau prosedur dan keselamatan terbang sudah dijalankan, jika pengecekan teknis sudah dilakukan secara rutin, dan jam terbang pesawat masih dalam interval yang dimungkinkan, perlulah otoritas penerbangan mengotak-atik kemungkinna faktor manusianya.
Benar. Dalam kasus jatuhnya pesawat F-27 atau tergelincirnya MD-90 Lion di Bandara Soekarno Hatta dan Hang Nadim, cuaca memang sedang buruk. Tapi, bukankah ada petugas tower yang tugasnya menyampaikan informasi clear untuk landing? Kalau benar clear, mengapa pesawat masih celaka juga. Tak ada yang lain, faktor manusia menjadi penentu utama keamanan dan keselamatan bagi kehidupan kita di masa sekarang dan mendatang. Pada kemungkinan humam error itulah, harus kita akui. Jangan hanya asal semprot, seolah rentetan tragedi yang selama ini telah terjadi merupakan ‘mutlak kesalahan cuaca Alam.’ Sadarlah wahai semua!
(Komentar: Santoso Rukatam, Peneliti pada The Hasyim As’ari Institude Yogyakarta).
KORAN PAK OLES/EDISI 173/16-30 APRIL 2009