Dubes Inggris Martin Hatfull
Dubes Inggris untuk Indonesia Martin Hatfull menawarkan beberapa solusi dalam mengatasi berbagai persoalan menyangkut lingkungan hidup yang terjadi di Bali.
Solusi tersebut antara lain merangkul wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali untuk berperanserta secara aktif dalam menyelamatkan lingkungan, kata Dubes Martin Hatfull ketika mengadakan pertemuan dengan Gubernur Bali Made Mangku Pastika di Denpasar, Jumat (10/10).
Seperti dilansir ANTARA, Hatfull mengatakan, pelancong dari berbagai negara yang menghabiskan liburan ke Bali banyak yang "berkantong tebal" dan peduli terhadap kelestarian lingkungan. "Wisatawan yang demikian itu kita rangkul untuk bersama-sama pemerintah Bali dan masyarakat setempat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan," ujar Dubes Martin Hatfull.
Ia mengharapkan misi Gubernur Bali untuk mengentaskan kemiskinan agar menjadi prioritas yang dapat direalisasi dengan baik. Gubernur Pastika dalam pertemuan tersebut menjelaskan, upaya pelestarian lingkungan menjadi salah satu skala prioritas.
Masalah lingkungan erat kaitannya dengan kemiskinan yang harus segera dapat diatasi. Tantangan berat dalam mewujudkan Bali Mandara yakni aman damai dan sejahtera adalah masalah kekeringan yang masih melanda sejumlah daerah di Bali.
Hal itu berimbas pada terbatasnya ketersediaan air bersih, termasuk untuk konsumsi masyarakat sehari-hari. Kondisi demikian berpengaruh terhadap perilaku masyarakat yang cenderung mengabaikan lingkungan, khususnya di daerah-daerah yang tandus. Perilaku yang bertentangan itu antara lain ulah pembabatan pohon yang mengakibatkan makin menurunnya debit air.
Sedangkan di wilayah perkotaan, masyarakat terutama pelaku bisnis cenderung memanfaatkan air secara kurang bijaksana. "Semua itu ibarat mata rantai yang makin memperburuk kondisi daerah kering, akhirnya, daerah kering makin kering dan makin miskin," ujar Gubernur Pastika.
KPO/EDISI 161/OKTOBER 2008
Dubes Inggris untuk Indonesia Martin Hatfull menawarkan beberapa solusi dalam mengatasi berbagai persoalan menyangkut lingkungan hidup yang terjadi di Bali.
Solusi tersebut antara lain merangkul wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Bali untuk berperanserta secara aktif dalam menyelamatkan lingkungan, kata Dubes Martin Hatfull ketika mengadakan pertemuan dengan Gubernur Bali Made Mangku Pastika di Denpasar, Jumat (10/10).
Seperti dilansir ANTARA, Hatfull mengatakan, pelancong dari berbagai negara yang menghabiskan liburan ke Bali banyak yang "berkantong tebal" dan peduli terhadap kelestarian lingkungan. "Wisatawan yang demikian itu kita rangkul untuk bersama-sama pemerintah Bali dan masyarakat setempat untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan," ujar Dubes Martin Hatfull.
Ia mengharapkan misi Gubernur Bali untuk mengentaskan kemiskinan agar menjadi prioritas yang dapat direalisasi dengan baik. Gubernur Pastika dalam pertemuan tersebut menjelaskan, upaya pelestarian lingkungan menjadi salah satu skala prioritas.
Masalah lingkungan erat kaitannya dengan kemiskinan yang harus segera dapat diatasi. Tantangan berat dalam mewujudkan Bali Mandara yakni aman damai dan sejahtera adalah masalah kekeringan yang masih melanda sejumlah daerah di Bali.
Hal itu berimbas pada terbatasnya ketersediaan air bersih, termasuk untuk konsumsi masyarakat sehari-hari. Kondisi demikian berpengaruh terhadap perilaku masyarakat yang cenderung mengabaikan lingkungan, khususnya di daerah-daerah yang tandus. Perilaku yang bertentangan itu antara lain ulah pembabatan pohon yang mengakibatkan makin menurunnya debit air.
Sedangkan di wilayah perkotaan, masyarakat terutama pelaku bisnis cenderung memanfaatkan air secara kurang bijaksana. "Semua itu ibarat mata rantai yang makin memperburuk kondisi daerah kering, akhirnya, daerah kering makin kering dan makin miskin," ujar Gubernur Pastika.
KPO/EDISI 161/OKTOBER 2008


0 komentar:
Posting Komentar