Home » » Pengrajin Makanan Khas Bekasi Berkurang

Pengrajin Makanan Khas Bekasi Berkurang

Jumlah pengrajin makanan khas Kota Bekasi seperti bir pletok, keripik emping, keripik jengkol dan minuman jahe, makin berkurang akibat kesulitan mendapatkan bahan baku.
Kepala bidang agribisnis, Dinas Perekonomian Rakyat Kota Bekasi, Dede Rahmat, di Bekasi, mengatakan kepada ANTARA, pasokan dari petani emping, jengkol dan jahe sudah sangat minim, hingga pengrajin mendapatkan bahan baku dari pasar.
Jumlah pengrajin juga terus menyusut dari sebelumnya lebih seratusan orang kini hanya tinggal sepertiganya.
Pasar untuk makanan khas tersebut cukup besar, bahkan permintaan dari pedagang, rumah makan hingga mal masih rutin, namun pengrajin kesulitan memenuhinya.
Dede mengatakan, pengrajin yang masih bertahan menghadapi kesulitan untuk mengembangkan usaha akibat minimnya modal kerja, namun dengan adanya program pemerintah dalam bentuk pinjaman lunak dari BUMN, kredit usaha rakyat dan sebagainya sebagian pengrajin bisa meningkatkan volume usahanya.
Dalam meningkatkan kualitas produk pengrajin, Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi telah memberikan bantuan berupa kemasan serta mendorong pengrajin mencantumkan merek, tanggal kadaluarsa serta jaminan kualitas produk dari Depkes serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Seorang pengrajin emping di kawasan Pekayon Kota Bekasi, Badri, mengatakan, harus berebut dengan pedagang lain dalam mendapatkan bahan baku emping di pasar seperti Jati Asih dan Pondok Gede.
Ia mengatakan, tidak lagi mendapat pasokan bahan baku dari petani, karena hasil produksinya makin sedikit sementara ketika bahan baku emping siap panen sudah ada pedagang penampung yang datang.
Setiap hari, ia bisa menghabiskan bahan baku emping sebanyak 50 kg dan produknya dipasarkan ke pelanggan rumah makan, warung hingga toko-toko di seputar Bekasi Barat dan Bekasi Selatan. "Penjualan emping cukup lancar. Sering kali kita ditelpon pemilik rumah makan dan toko minta diantarkan barang namun akibat sulitnya bahan baku, tidak semua pesanan bisa dipenuhi," ujarnya.
KORAN PAK OLES/EDISI 175/16-31 MEI 2009
Thanks for reading Pengrajin Makanan Khas Bekasi Berkurang

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Posting Komentar