Oleh: Wayan Nita
Beberapa produk kesehatan Ramuan Pak Oles dijual lewat jalur jaringan pemasaran multi level. MLM (Multi Level Marketing) Pandu Business Network yang terbentuk akhir September 2007 silam, terus berkembang. Jumlah anggota rekrutan di Bali, Jawa dan beberapa daerah di Indonesia terus bertambah.
Menurut Kepala Divisi MLM Pandu Business Network Ir Eko Budiyanto, perkembangan MLM Pandu Business Network paling gencar terjadi di Jakarta, Bali dan NTB. Saat ini sudah ada tiga PBC (Pandu Bisnis Center) yang terpusat di Bali, Jakarta dan Surabaya dengan total agen sebanyak 320 orang. Keberhasilan ini tak lepas dari peranan kepala cabang untuk terus memberikan penyuluhan.
Sementara rekrutmen anggota baru terus berjalan. Anggota yang sudah ada dimotivasi untuk gigih melebarkan usaha pemasaran dengan menggarap daerah domisili mereka. Ia meyakini metode menjual barang dari mulut ke mulut sangat efektif. Hal ini akan terjadi jika seorang pengguna produk telah merasakan khasiatnya. Dia tentu akan menyebarkannya kepada orang lain.
Metode itulah yang dianggap menunjang usaha MLM Pandu Business Network yang masih dalam tahapan membentuk jaringan mitra kerja. Tanpa adanya mitra kerja, tentu usaha MLM tidak akan berjalan. “Jaringan tersebut kita pilih dari konsumen pemakai produk Ramuan Pak Oles seperti Madu Putih Pandu, Madu Malen, Massker Madu Hitam, Minyak Anget Rare, Minyak Anget Lingsir, Minyak Kayu Putih Boma, Minyak Wayang Pandu dan EM Spa,” ungkap Eko, pangilan akrab Eko Budiyanto.
Dari awal berdiri, MLM Pandu Business Network sudah menjalani tiga semester. Semester pertama lebih fokus pada pembentukan dan pencarian jaringan. Semester kedua mendalami penyempurnaan kemasan produk. Hingga kini sudah mengeluarkan 8 produk. Sedangkan untuk semester tiga yang telah berjalan lebih fokus pada pembinaan jaringan dan pemenuhan target penjualan.
Salah satu kunci keberhasilan menjalankan usaha ini, papar Eko, adalah dengan tidak menganggap pekerjaan MLM sebagai pekerjaan sampingan. “Anggaplah dalam menjalankan MLM sebagai bagian dari pekerjaan utama. Dengan begitu, keuntungan yang kita peroleh juga bukan sekedar hasil sampingan,” pungkas Eko.
Saat ini, MLM Pandu Business Network sedang menggarap sebuah website online sehingga lebih mudah menjangkau semua kalangan.
KPO/EDISI 161/OKTOBER 2008
Beberapa produk kesehatan Ramuan Pak Oles dijual lewat jalur jaringan pemasaran multi level. MLM (Multi Level Marketing) Pandu Business Network yang terbentuk akhir September 2007 silam, terus berkembang. Jumlah anggota rekrutan di Bali, Jawa dan beberapa daerah di Indonesia terus bertambah.
Menurut Kepala Divisi MLM Pandu Business Network Ir Eko Budiyanto, perkembangan MLM Pandu Business Network paling gencar terjadi di Jakarta, Bali dan NTB. Saat ini sudah ada tiga PBC (Pandu Bisnis Center) yang terpusat di Bali, Jakarta dan Surabaya dengan total agen sebanyak 320 orang. Keberhasilan ini tak lepas dari peranan kepala cabang untuk terus memberikan penyuluhan.
Sementara rekrutmen anggota baru terus berjalan. Anggota yang sudah ada dimotivasi untuk gigih melebarkan usaha pemasaran dengan menggarap daerah domisili mereka. Ia meyakini metode menjual barang dari mulut ke mulut sangat efektif. Hal ini akan terjadi jika seorang pengguna produk telah merasakan khasiatnya. Dia tentu akan menyebarkannya kepada orang lain.
Metode itulah yang dianggap menunjang usaha MLM Pandu Business Network yang masih dalam tahapan membentuk jaringan mitra kerja. Tanpa adanya mitra kerja, tentu usaha MLM tidak akan berjalan. “Jaringan tersebut kita pilih dari konsumen pemakai produk Ramuan Pak Oles seperti Madu Putih Pandu, Madu Malen, Massker Madu Hitam, Minyak Anget Rare, Minyak Anget Lingsir, Minyak Kayu Putih Boma, Minyak Wayang Pandu dan EM Spa,” ungkap Eko, pangilan akrab Eko Budiyanto.
Dari awal berdiri, MLM Pandu Business Network sudah menjalani tiga semester. Semester pertama lebih fokus pada pembentukan dan pencarian jaringan. Semester kedua mendalami penyempurnaan kemasan produk. Hingga kini sudah mengeluarkan 8 produk. Sedangkan untuk semester tiga yang telah berjalan lebih fokus pada pembinaan jaringan dan pemenuhan target penjualan.
Salah satu kunci keberhasilan menjalankan usaha ini, papar Eko, adalah dengan tidak menganggap pekerjaan MLM sebagai pekerjaan sampingan. “Anggaplah dalam menjalankan MLM sebagai bagian dari pekerjaan utama. Dengan begitu, keuntungan yang kita peroleh juga bukan sekedar hasil sampingan,” pungkas Eko.
Saat ini, MLM Pandu Business Network sedang menggarap sebuah website online sehingga lebih mudah menjangkau semua kalangan.
KPO/EDISI 161/OKTOBER 2008


0 komentar:
Posting Komentar