Membaca merupakan kegiatan yang menyenangkan. Karena dengan membaca, kita dapat mengusir rasa jenuh, mengisi waktu luang, serta mendapatkan segudang informasi. Namun di sisi lain, membaca merupakan momok yang menjemukan bagi sebagian orang. Mereka menganggap bahwa membaca hanyalah kegiatan yang membuang waktu, biaya dan tenaga. Bagi mereka anggapan tersebut cukuplah beralasan, karena dengan membaca, waktu dianggap terbuang sia-sia. Waktu lebih baik digunakan untuk mencari uang. Uang lebih baik digunakan untuk membeli makanan daripada digunakan untuk membeli buku, majalah atau surat kabar. Dan tenaga lebih baik digunakan untuk bekerja atau bermain daripada tenaga dan pikiran terkuras hanya untuk membaca buku. Nah, bagaimana dengan anda?
Anggapan-anggapan tersebut tentunya tidak hanya berlaku pada diri orang yang bersangkutan saja, melainkan dapat mempengaruhi lingkungan terdekatnya yaitu keluarga. Jika seseorang menganggap bahwa membaca adalah hal yang merugikan, maka ia akan menularkan anggapan tersebut kepada anak/bagian keluarganya yang lain. Demikian sebaliknya, jika seseorang menganggap bahwa membaca sangat bermanfaat, maka ia akan menularkan anggapan tersebut pada keluarganya. Jika pengaruh-pengaruh negatif terjadi pada anak usia sekolah dasar maka akan berakibat buruk pada perkembangan proses belajarnya. Padahal proses belajar sangatlah penting bagi kemajuan pendidikan anak.
Membaca adalah salah satu kemampuan dasar yang harus dikuasai bagi anak usia sekolah dasar, selain berhitung dan menulis. Taraf penguasaan membaca akan mempengaruhi penguasaan berhitung dan yang paling utama adalah menulis. Membaca juga merupakan salah satu bagian dari aspek berbahasa, dan bahasa adalah sarana untuk mengekspresikan pikiran. Jadi, kemampuan membaca juga dapat mempengaruhi pola pikir dan berkomunikasi. Mari membaca!
(Komentar: Retno Purwaningsih, S.Si, guru SDN Ajung 01, tinggal di Jl. Raung Rt. 5 / Rw. 3 Ajung, Kec. Ajung, Jember)
KPO/EDISI 161/OKTOBER 2008
Anggapan-anggapan tersebut tentunya tidak hanya berlaku pada diri orang yang bersangkutan saja, melainkan dapat mempengaruhi lingkungan terdekatnya yaitu keluarga. Jika seseorang menganggap bahwa membaca adalah hal yang merugikan, maka ia akan menularkan anggapan tersebut kepada anak/bagian keluarganya yang lain. Demikian sebaliknya, jika seseorang menganggap bahwa membaca sangat bermanfaat, maka ia akan menularkan anggapan tersebut pada keluarganya. Jika pengaruh-pengaruh negatif terjadi pada anak usia sekolah dasar maka akan berakibat buruk pada perkembangan proses belajarnya. Padahal proses belajar sangatlah penting bagi kemajuan pendidikan anak.
Membaca adalah salah satu kemampuan dasar yang harus dikuasai bagi anak usia sekolah dasar, selain berhitung dan menulis. Taraf penguasaan membaca akan mempengaruhi penguasaan berhitung dan yang paling utama adalah menulis. Membaca juga merupakan salah satu bagian dari aspek berbahasa, dan bahasa adalah sarana untuk mengekspresikan pikiran. Jadi, kemampuan membaca juga dapat mempengaruhi pola pikir dan berkomunikasi. Mari membaca!
(Komentar: Retno Purwaningsih, S.Si, guru SDN Ajung 01, tinggal di Jl. Raung Rt. 5 / Rw. 3 Ajung, Kec. Ajung, Jember)
KPO/EDISI 161/OKTOBER 2008


0 komentar:
Posting Komentar