Puluhan juta orang akan meninggal akibat penyakit saluran pernafasan dan kanker paru-paru selama 25 tahun mendatang di Cina, jika tak ada yang dilakukan untuk mengurangi rokok dan penggunaan bahan bakar di dalam rumah, demikian peringatan beberapa ilmuwan. Dalam artikel yang disiarkan di The Lancet, mereka meramalkan 65 juta kematian akibat penyakit kerusakan paru-paru kronis (COPD) dan 18 juta kematian akibat kanker paru-paru antara 2003 dan 2033 akibat rokok dan pembakaran bahan bakar bio di dalam rumah.
Artinya, 19 dan 5% dari seluruh angka kematian di Cina selama masa itu, kata beberapa peneliti dari Harvard School of Public Health (HSPH). Namun, intervensi untuk mengurangi rokok dan penggunaan bahan bakar bio di dalam rumah tangga seperti kayu, arang, sisa tanaman dan kotoran hewan untuk memasak dan menghangatkan ruangan bias mengurangi angka kematian.
Dengan menggunakan model matematika, mereka mengatakan penghapusan bertahap konsumsi rokok dan penggunaan bahan bakar bio akan menghindari 26 juta kematian akibat COPD dan 6,3 juta kematian akibat kanker paru-paru pada 2033. Intervensi berupa pembuatan tungku secara tepat, tungku sirkulasi udara dengan cerobong yang berujung di luar rumah dan tungku bawah tanah yang memiliki saluran udara serta sirkulasi sulfir dioksida di dalam ruangan. "Ada cara yang terbukti mengurangi konsumsi tembakau dan memberi ruang bagi alternatif pembakaran energi bersih. Cina dapat menyelamatkan jutaan kematian pradini akibat penyakit saluran pernafasan dalam beberapa dasawarsa mendatang jika negara itu," kata Majid Ezzati, pembantu profesor di dinas kesehatan internasional di HSPH dan penulis senior studi.
Penyakit saluran pernafasan termasuk di antara 10 penyebab utama kematian di Cina. Separuh pria Cina merokok dan lebih dari 70% rumah, orang Cina memasak dan menghangatkan rumah dengan menggunakan kayu, batu-bara dan sisa tanaman. Rokok dan polusi dari pembakaran bahan bakar di dalam rumah adalah faktor resiko utama bagi COPD dan kanker paru-paru dan telah diduga berhubungan dengan tuberculosis (TB).
Secara global, lebih dari 900 juta dari 1,1 miliar perokok di dunia saat ini hidup dengan penghasilan rendah dan negara berpenghasilan menengah dan sebanyak 1,5 penghuni dunia menggunakan bahan bakar bio serta batu-bara sebagai sumber energi rumah tangga.
KPO/EDISI 161/OKTOBER 2008
Artinya, 19 dan 5% dari seluruh angka kematian di Cina selama masa itu, kata beberapa peneliti dari Harvard School of Public Health (HSPH). Namun, intervensi untuk mengurangi rokok dan penggunaan bahan bakar bio di dalam rumah tangga seperti kayu, arang, sisa tanaman dan kotoran hewan untuk memasak dan menghangatkan ruangan bias mengurangi angka kematian.
Dengan menggunakan model matematika, mereka mengatakan penghapusan bertahap konsumsi rokok dan penggunaan bahan bakar bio akan menghindari 26 juta kematian akibat COPD dan 6,3 juta kematian akibat kanker paru-paru pada 2033. Intervensi berupa pembuatan tungku secara tepat, tungku sirkulasi udara dengan cerobong yang berujung di luar rumah dan tungku bawah tanah yang memiliki saluran udara serta sirkulasi sulfir dioksida di dalam ruangan. "Ada cara yang terbukti mengurangi konsumsi tembakau dan memberi ruang bagi alternatif pembakaran energi bersih. Cina dapat menyelamatkan jutaan kematian pradini akibat penyakit saluran pernafasan dalam beberapa dasawarsa mendatang jika negara itu," kata Majid Ezzati, pembantu profesor di dinas kesehatan internasional di HSPH dan penulis senior studi.
Penyakit saluran pernafasan termasuk di antara 10 penyebab utama kematian di Cina. Separuh pria Cina merokok dan lebih dari 70% rumah, orang Cina memasak dan menghangatkan rumah dengan menggunakan kayu, batu-bara dan sisa tanaman. Rokok dan polusi dari pembakaran bahan bakar di dalam rumah adalah faktor resiko utama bagi COPD dan kanker paru-paru dan telah diduga berhubungan dengan tuberculosis (TB).
Secara global, lebih dari 900 juta dari 1,1 miliar perokok di dunia saat ini hidup dengan penghasilan rendah dan negara berpenghasilan menengah dan sebanyak 1,5 penghuni dunia menggunakan bahan bakar bio serta batu-bara sebagai sumber energi rumah tangga.
KPO/EDISI 161/OKTOBER 2008


0 komentar:
Posting Komentar