Home » » RS Kelas Dunia Diprioritaskan Untuk Masyarakat

RS Kelas Dunia Diprioritaskan Untuk Masyarakat

Pembangunan fasilitas pelayanan rumah sakit berkelas dunia utamanya ditujukan untuk memberikan pelayanan dengan standar kualitas internasional bagi masyarakat di dalam negeri. "Kita bikin ini bukan untuk menarik pasien dari luar negeri, tapi lebih untuk memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya kepada masyarakat," kata Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari usai menyaksikan pemancangan tiang pertama pembangunan fasilitas pelayanan kelas dunia di Rumah Sakit Umum Pendidikan Nasional (RSUPN) dr Cipto Mangunkusumo Jakarta, Senin (22/9).
Pembangunan fasilitas pelayanan rumah sakit tersebut, kata Siti Fadilah Supari, juga ditujukan untuk menekan jumlah pasien dalam negeri yang selama ini memilih menggunakan fasilitas kesehatan di luar negeri. "Ini kualitas pelayanannya akan sama bagusnya dengan di luar negeri. Harapannya ini bisa mengurangi aliran orang Indonesia yang berobat ke luar negeri," katanya.
Menkes menjelaskan, selama tahun 2008-2010 pemerintah berencana membangun fasilitas pelayanan kesehatan kelas dunia di RSUPN dr Cipto Mangunkusumo, RS Jantung Harapan Kita di Jakarta, RSUPN Sanglah di Denpasar dan RSUPN dr Kariadi di Semarang.
Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 430 miliar untuk pembangunan fasilitas pelayanan kesehatan berkelas dunia di RSUPN dr Cipto Mangunkusumo. Tahap pertama tahun 2008, dana yang dialokasikan Rp 166 miliar untuk pembangunan gedung dan penyediaan alat kesehatan.
Pembangunan fasilitas serupa akan mulai dilakukan di rumah sakit-rumah sakit lain seperti RSUPN dr.Kariadi, RSUPN Sanglah dan Rumah Sakit Jantung Harapan Kita. "Di Sanglah, bulan depan peletakan batu pertamanya," katanya.
Direktur Utama RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo Prof. Akmal Taher mengatakan fasilitas yang siap dibangun di sayap internasional berupa gedung poliklinik, ruang perawatan VIP/VVIP, kamar operasi, ruang perawatan intensif dan fasilitas parkir. "Salah satu fungsi dari layanan ini untuk menanggulangi kasus sulit dengan tingkat keberhasilan tinggi dan memberikan pelayanan yang aman, nyaman dan ramah bagi pasien," katanya.
Pembangunan sayap internasional dengan kapasitas 76 tempat tidur di rumah sakit yang dipimpinnya telah didahului dengan pembangunan sayap pelayanan publik untuk kelas III di gedung A rumah sakit tersebut. Sayap pelayanan publik yang ditujukan untuk memberikan pelayanan gratis bagi masyarakat kurang mampu, katanya, sudah beroperasi sejak empat bulan lalu. Selain membangun gedung baru untuk pelayanan publik dan pelayanan kelas dunia, maka pihaknya sudah mulai mengubah budaya pelayanan.
KPO/EDISI 161/OKTOBER 2008
Thanks for reading RS Kelas Dunia Diprioritaskan Untuk Masyarakat

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Posting Komentar