Home » » Seniman Non Akademik Punya Gaya Tersendiri

Seniman Non Akademik Punya Gaya Tersendiri

Karya kanvas yang dihasilkan seniman non akademik mempunyai gaya tersendiri dengan mutu yang dapat diperhitungkan, bukan sekedar tampil sebagai pelengkap pinggiran dalam perkembangan seni rupa.
"Seniman non jalur akademik bisa matang melalui proses magang pada seniman yang sudah andal," kata perintis sekaligus Direktur Museum Neka Ubud, Gianyar, Pande Wayan Suteja Neka dilansir ANTARA.
Ia mengatakan, pada awalnya karya seni yang dihasilkan pelukis non akademik itu tampak selalu mengekor pada guru magangnya, namun pada akhirnya mempunyai teknik dan cara sesuai gayanya sendiri.
Seni rupa dapat berkembang secara sehat, kuat dan berkesinambungan, jika mendapat dukungan dari seniman-seniman sejati yang mampu menghasilkan karya-karya bermutu. "Karya seniman sejati selalu mampu membuat kejutan, yakni sebelumnya tidak bisa diprediksi oleh pencinta maupun penikmat seni," katanya.
Pelukis sejati selalu berorientasi untuk mengejar pencapaian demi kepuasan seni, meskipun cenderung lebih egosentris. "Mereka akan mengeksplorasi rasa dan kekayaan seninya tanpa peduli dengan penilaian pasar," ujar Suteja Neka.
Hasil karya seniman sejati itu mendapat apresiasi seni yang tinggi dan secara otomatis disertai nilai harga yang sebanding.
Sebaliknya tukang lukis atau bukan seniman sejati cenderung berorientasi ke arah pasar, sehingga karya-karyanya cenderung mengikuti keinginan pasar atau dipengaruhi faktor luar dirinya. Proses terbentuknya seniman sejati itu bisa melalui jalur akademik maupun non akademik, tutur Suteja Neka.
KPO/EDISI 161/OKTOBER 2008
Thanks for reading Seniman Non Akademik Punya Gaya Tersendiri

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Posting Komentar