Home » » Kediaman Lebah Bisa Jadi Antibiotik

Kediaman Lebah Bisa Jadi Antibiotik

Oleh: Wayan Nita
Selama ini kita telah mengenal madu dan royal jelly sebagai produk yang dihasilkan lebah. Padahal masih banyak produk lebah lainnya yang juga bermanfaat. Salah satunya adalah propollis. Propolis adalah sejenis resin yang bentuknya lengket seperti lem disebut bee glue. Propolis sebenarnya dihasilkan lebah dengan mengumpulkan resin-resin dari berbagai macam tumbuhan. Karena sumbernya bermacam-macam maka warna, komposisi dan khasiat propolis bervariasi. Bisa berwarna kuning sampai coklat tua bahkan ada yang transparan. Komposisi kimia propolis terdiri dari flavonoid yang meliputi hampir 50% komposisi propolis, asam kafeat, asam ferulat dan mineral.
Orang Mesir selain menggunakan propolis sebagai obat juga memakainya sebagai perekat pada pembuatan kano. Bagi lebah sendiri propolis berfungsi melindungi seluruh sarang dan tempat lebah ratu menyimpan telurnya. Telur lebah disimpan untuk melindungi dari hama yang menyebabkan kebusukan. Hama itu adalah Bacillus larvae. Hal inilah yang mendasari digunakannya propolis sebagai antibiotik.
Kelebihan propolis dibandingkan dengan antibiotik lain adalah efek sampingnya yang kecil. Satu-satunya efek samping yang terjadi-dan itu pun jarang-yaitu timbulnya reaksi alergi bila digunakan secara lokal. Selain itu, tidak menimbulkan rsistensi. Antibiotik seperti penisilin dapat menimbulkan resistensi karena bakteri bisa memperbarui diri menjadi lebih kebal terhadap penisilin. Tetapi bakteri atau virus tidak menjadi kebal terhadap propolis.
Propolis sebagai antibiotik memiliki selektifitas dan hanya membunuh kuman penyebab penyakit, sedang mikroba yang berguna seperti flora usus tidak terganggu oleh propolos. Zat aktif yang diketahui bersifat antibiotik pada propolis adalah asam ferulat. Zat ini efektif terhadap bakteri gram positif dan negative yang bersifat agglutinating (berperan dalam pembekuan darah).
KPO/EDISI 161/OKTOBER 2008
Thanks for reading Kediaman Lebah Bisa Jadi Antibiotik

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Posting Komentar