Home » » Guruh Soekarno Putra Bidik “Pasar Gaul”

Guruh Soekarno Putra Bidik “Pasar Gaul”

OLEH: AGUS SALAM
Obsesi Guruh Soekarno Putra untuk menggali budaya leluhur seperti membatik, tak perlu diragukan lagi. Seniman serba bisa dan memiliki segudang prestasi ini, terobsesi ingin mendesain batik untuk kalangan anak muda.
Melalui tangannya, ia ingin merubah batik menjadi modern dan ‘gaul’. Bertahun-tahun Guruh mempelajari keunggulan apa yang bisa ditawarkan batik, yang kesannya konservatif. Keindahan batik selalu mengundang inspirasi perancang tanah air untuk mengekplorasinya menjadi karya seni yang memikat.
‘’Saya sudah mempopularkan batik sejak tahun 80-an dan terus dikembangkan agar dicintai oleh anak-anak muda,’’ katanya ketika mengadakan gelar fashion hasil karyanya di pameran kain unggulan tradisional nusantara di Jakarta.
Guruh juga lebih memilih pasar anak muda, yang amat dekat dengannya, bukan tanpa tujuan. ‘’Saya ingin menunjukkan pada anak muda bahwa memakai batik sudah dilakukan sejak lama oleh leluhur kita dan anak muda tak perlu merasa asing dengan budaya batik,’’ ujarnya.
Pasar anak muda itu pula yang mendorong Guruh untuk menggali dan mencipta desain yang berbeda dengan desain batik umumnya. Ia juga rajin bereksperimen dengan bahan. Koleksi terbarunya, stola, terbuat dari sutera Thailand. Di atas kain sutera tersebut Guruh memadukan motif kuno dan modern yang halus, cantik, dan mewah.
Kesabaran dan kecintaan Guruh yang dalam pada batik juga tampak dari desainnya yang rapi, teratur dan tak jarang dibuat dalam ukuran desain yang sangat kecil. Rumitnya rancangan Guruh membuat batiknya terkesan eksklusif. Guruh tak menampik hal itu. ‘’Kalau rancangan saya dibilang mahal, itu relatif,’’ katanya. Guruh menunjuk kalangan atas yang mampu merogoh kocek puluhan juta rupiah untuk rancangan Gianni Versace.
‘’Saya hendak menekankan, hasil perancang kita belum tentu kalah bagus. Saya ingin perancang busana kita juga punya wibawa di mata internasional,’’ katanya lagi.
Guruh menyebut, harga rancangannya bervariasi untuk menjangkau semua lapisan. Mulai dari hanya Rp 50 ribu untuk produk massal hingga puluhan juta rupiah untuk satu set rancangan yang terdiri dari tiga setel pakaian. Selain batik-batik eksklusif, Guruh juga membuat produk second line atau produk untuk massal. Biasanya, yang membedakan harga adalah bahan rancangan. Batik dengan cap ‘Dewangga’ dibuat dengan bahan campuran polyester dan rayon. Label ‘Guruh Soekarno’ dibuat dari bahan alami sutera.
Hasil produksi tersebut dipasarkan di Jalan Sriwijaya Raya 26, Jakarta Selatan, di jalan Teluk Betung 22, Menteng, dan Melawai X/9 Kebayoran Baru. Semuanya bernaung di bawah PT Guruh Sukarno Persada. Di samping memproduksi busana batik, PT Guruh Sukarno Persada juga memproduksi tekstil, jumputan, prada, ikat, songket, bordir, dan renda. Ia juga membuat perabotan seperti lemari, meja tulis, tempat tidur, perangkat kursi, dan kebutuhan ruang tidur seperti spresi, sarung bantal, handuk, hingga taplak meja.
Thanks for reading Guruh Soekarno Putra Bidik “Pasar Gaul”

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Posting Komentar