Home » » Jalani Terapi Demi Masa Depan Anak

Jalani Terapi Demi Masa Depan Anak

Oleh: Wayan Nita
Keluarga yang harmonis dan bahagia tak menjamin kehidupan berjalan normal. Ada saja anggota keluarga yang berbuat menyimpang. Anak-anaklah yang mudah terpengaruh dengan pergaulan lingkungan yang bebas. Karena masa remaja yang penuh dengan rasa ingin tahu. Maka gampang sekali pengaruh dari luar merasuki pikiran mereka. Tapi kembali pada keluargalah yang bisa membawa mereka bangkit dari keterpurukan.
Hal itulah yang terjadi pada Made Sumadi, ayah satu putra ini. Masa SMA yang penuh dengan gejolak kaula muda mengubah hidupnya. Akibat salah pergaulan dalam memilih teman, dirinya terjerumus ke dunia hitam. Berawal dari rasa ingin tahu dan coba-coba menggunakan narkoba. Sumadi menjadi ketagihan dan tak bisa lepas dari putau dan heroin. Di sana, Sumadi juga mengenal istrinya yang telah meninggal karena narkoba.
Untuk mendapatkan barang haram tersebut banyak cara harus terpaksa dilakukan. Sumadi sering minta uang secara paksa dan kasar kepada orang tuanya. Dan tidak jarang, ia mencuri di rumahnya sendiri. Kala itu orang tua tidak menyadari jika Sumadi sudah pada taraf ketergantungan putaw. Seiring dengan berjalannya waktu, orang tua dan lingkungan sekitar mengetahui jika Sumadi sudah menjadi seorang pecandu. Awalnya memang mereka tidak bisa menerima dan bahkan dikucilkan dari lingkungan sekitar. Tapi orang tua dan saudara bisa menerimanya juga dengan kehadiran buah hati Sumadi. “Mereka sangat mendukung ketika tahu saya ingin berhenti pake. Dan ingin ikut terapi rehabilitasi,” ungkap Sumadi.
Bersama istrinya, Sumadi menjalani rehabilitasi di PTRM (Program Terapi Rumatan Methadone) Sandat. Usaha rehabilitasi itu dijalankan berkat saran dari sahabatnya yang juga seorang pemakai dan kini memasuki masa kesembuhan dari ketergantungan. Sudah dua tahun lebih program itu Sumadi jalankan. Tapi sayang, Tuhan tak mengizinkan istrinya bertahan lebih lama bersamanya. Meski begitu, Sumadi tetap rutin menjalani terapi. Semua itu tidak lepas dari peran anak yang kini duduk di kelas 4 SD. Bersama PTRM Sandat, kini Sumadi berusaha untuk menyongsong kehidupan yang lebih baik. Semua itu karena dirinya ingin melihat buah hatinya tumbuh dewasa. Dan juga bisa kembali ke tengah-tengah masyarakat meski banyak dari mereka yang menyambutnya dengan racun-racun cemohan.
Banyak perubahan yang dirasakan Sumadi sejak mengikuti terapi bersama Methadone ini. Selain terapi obat Methadone, di PTRM Sandat juga diberikan layanan konseling dan pemeriksaan oleh dokter. Terapi obat Methadon yang diberikan, terang Sumadi pengaruhnya di tubuh jaraknya lebih lama. Dan harganya lebih murah jika harus terapi di tempat lain atau tetap pakai putaw. Tapi harus setiap hari rutin terapi agar pengaruh narkoba benar-benar hilang. Selain itu, PTRM Sandat juga memberikan kesempatan pada Sumadi untuk berjualan. Kegiatan itu dilakukannya di kantin PTRM Sandat setiap hari.
Kegiatan tersebut, menurut dr Nyoman Hanati, SpKJ (K), psikiater PTRM Sandat, untuk memberikan ketrampilan agar tidak banyak waktu terbuang. Selain itu, lanjut dr Hanati, untuk menyiapkan agar mereka dapat kembali ke tengah lingkungan masyarakat. Jika banyak waktu mereka habiskan untuk diam, keinginan untuk kembali memakai putaw sangat besar. “Perlu juga dukungan dari keluarga dan masyarakat. Supaya mereka bisa bangkit dari keterpurukannya,” tegas dr Hanati.
Thanks for reading Jalani Terapi Demi Masa Depan Anak

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Posting Komentar