Home » » Luh Putu Ikha Widari; Kita Lebih Banyak Bekerja Tanpa Dibayar

Luh Putu Ikha Widari; Kita Lebih Banyak Bekerja Tanpa Dibayar

OLEH: HENI KURNIAWATI
Kompleksnya permasalahan yang mendera pemuda saat ini melahirkan aktivis-aktivis untuk tergabung dalam sebuah LSM. Lewat sentuhan hangat para aktvis, kaum mudapun berani bangkit dari keterpurukan hidup. Bekerja dengan hati menjadi pedoman baggi hampir setiap aktivis.
Luh Putu Ikha Widari, salah satu aktivis HIV/AIDS, merasa terpanggil melihat keadaan kaum muda mudi di Bali yang terpuruk hidupnya karena menderita dan mengidap HIV/AIDS. Menurutnya berkecimpung dalam dunia sosial harus dilakukan dengan hati. Bercengkrama dengan para penderita HIV/AIDS atau kerap disebut ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) sejak akhir tahun 2004. Bergabung dengan Bali Plus, Ike pangilan akrabnya terjun langsung dalam pendampingan penderita di rumah sakit.
“Sebagai pemuda kita tidak boleh hanya berdiam diri saja. Kalau bukan kita yang bangkit untuk menolong penderita, siapa lagi yang akan peduli. Meskipun tanpa dibayar, kita harus rela. Karena kita bekerja dengan hati dan tanpa pamrih,” kata wanita Singaraja, Bali.
Dia bergabung dalam berbagai LSM yang fokus pada nasib perempuan yang menderita HIV /AIDS, mulai dari IPPI, BKBI, Kisara dan Bali Plus. Karena potensi perempuan lebih rentan tertular virus HIV terutama usia produktif atau remaja. Lebih dari 4 ribu remaja yang mengidap HIV positif dan 70% adalah perempuan. ”Perempun memiliki potensi yang lebih besar daripada laki-laki. Hal ini karena wanita memiliki organ reproduksi yang rentan terkena HIV. Adanya kekerasan seksual pada wanita pun menjadi pemicu terinveksi HIV. Permasalahan wanita memang kompleks karena lebih mempedulikan keluarga daripada diri sendiri,” ungkapnya.
Baginya, menjadi pengidap HIV bukan berarti harus menerima nasib dengan pasrah. Tantangan yang masih terus dipecahkan adalah menepis anggapan masyarakat yang tidak peduli dan mendiskriminasikan ODHA. Selain itu, pemberian informasi, motivasi dan semangat kepada pengidap HIV positif yang baru, cukup sulit. ”Saya selalu memberikan motivasi agar mereka percaya diri, kembali bangkit dan bersemangat dalam menghadapi hidup. Semangat agar terus optimis saya tanamkan, sebab HIV bukan akhir segalanya. Selain itu, saya selalu menanamkan bahwa kita yang mengendalikan virus dan bukan virus yang menang,” tandasnya.
Thanks for reading Luh Putu Ikha Widari; Kita Lebih Banyak Bekerja Tanpa Dibayar

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Posting Komentar