Mengangkat Derajat Masyarakat Desa Dengan Informasi
Oleh: Wayan Nita
Tepat tanggal 11 Desember 2008, Radio Hexon genap berusia dua tahun. Sebuah usia yang masih amat muda bagi sebuah institusi media informasi. Kini radio yang bermarkas di Desa Bengkel, Banyuatis, Buleleng itu dikenal sebagai radio pedesaan. Tak banyak perusahaan yang mau mendirikan radio di tengah desa yang terpencil. Tapi berbeda dengan Radio Hexon yang dirintis Dr Ir GN Wididana, M.Agr alias Pak Oles.
Visi radio ini sangat sederhana tapi bermakna dalam: “Membangun Desa Membangun Bangsa”. Karena itu, fokus siaran Radio Hexon menukik pada informasi pertanian organik dan kebudayaan, termasuk hidangan hiburan musik Bali.
Kecepatan informasi yang disiarkan lewat radio lebih menguntungkan masyarakat desa yang jarang membeli koran. Itulah sebabnya, siaran radio menjadi pilihan masyarakat pedesaan dalam menyerap informasu. Gelombang Radio Hexon 92,8 FM dipancarkan luas meliputi Singaraja (9 kecamatan), Baturiti, Abiansemal, Kintamani, Wongsorejo, Madura dan Banyuwangi.
Menurut Administrator Radio Hexon Dewa Komang Merta, siaran radio Hexon dimulai pukul 06.00 hingga 22.00 WITA. Bentuk atau format siaran disesuaikan dengan segmen pendengar radio agar tidak lepas dari sasaran. Program-program yang bernuansa budaya lokal selalu dikembangkan. Hingga akhirnya siaran radio dapat diterima oleh semua jenis umur. “Sebagian besar acara siaran mengangkat tema seni budaya, tapi ada juga siaran tentang berita daerah dan nasional. Tak ketinggalan, informasi produk kesehatan Ramuan Pak Oles,” ungkap Dewa Komang Merta.
Banyak ilmu yang disampaikan lewat Radio Hexon ini, terutama yang berkaitan dengan dunia pertanian. Karena, sebut Dewa Komang Merta, latar belakang produk yang diracik Pak Oles adalah produk pertanian dan kesehatan berbasis teknologi EM. Apalagi mayoritas masyarakat Desa Bengkel adalah petani. Meski begitu, Radio Hexon tetap menggarap siaran hiburan yang menyasar kawula muda pedesaan. Masyarakat dilibatkan dalam acara interaktif tanya jawab seputar teknologi EM setiap hari Kamis.
Selama dua tahun mengudara, ungkap Komang Merta, Radio Hexon banyak memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Pengetahuan masyarakat tentang teknologi EM meningkat terkait teknik pengolahan sampah menjadi pupuk organik, peternakan, perikanan maupun perkebunan.
Kru penyiar direkrut dari warga desa Bengkel sebagai upaya memberdayakan masyarakat sekitar. Selain memberikan hiburan yang berkualitas, Radio Hexon diharapkan selalu dekat dengan fans sehingga interaksi antara awak Radio dengan pendengar dapat selalu terjaga dengan baik ”Siaran pesantian yang jadi unggulan dan selalu dinanti tetap disiarkan setiap hari Rabu dan Sabtu,” pungkas Dewa Ciko, sapaan Komang Merta.
Koran Pak Oles/Edisi 166/1-15 Januari 2009
Oleh: Wayan Nita
Tepat tanggal 11 Desember 2008, Radio Hexon genap berusia dua tahun. Sebuah usia yang masih amat muda bagi sebuah institusi media informasi. Kini radio yang bermarkas di Desa Bengkel, Banyuatis, Buleleng itu dikenal sebagai radio pedesaan. Tak banyak perusahaan yang mau mendirikan radio di tengah desa yang terpencil. Tapi berbeda dengan Radio Hexon yang dirintis Dr Ir GN Wididana, M.Agr alias Pak Oles.
Visi radio ini sangat sederhana tapi bermakna dalam: “Membangun Desa Membangun Bangsa”. Karena itu, fokus siaran Radio Hexon menukik pada informasi pertanian organik dan kebudayaan, termasuk hidangan hiburan musik Bali.
Kecepatan informasi yang disiarkan lewat radio lebih menguntungkan masyarakat desa yang jarang membeli koran. Itulah sebabnya, siaran radio menjadi pilihan masyarakat pedesaan dalam menyerap informasu. Gelombang Radio Hexon 92,8 FM dipancarkan luas meliputi Singaraja (9 kecamatan), Baturiti, Abiansemal, Kintamani, Wongsorejo, Madura dan Banyuwangi.
Menurut Administrator Radio Hexon Dewa Komang Merta, siaran radio Hexon dimulai pukul 06.00 hingga 22.00 WITA. Bentuk atau format siaran disesuaikan dengan segmen pendengar radio agar tidak lepas dari sasaran. Program-program yang bernuansa budaya lokal selalu dikembangkan. Hingga akhirnya siaran radio dapat diterima oleh semua jenis umur. “Sebagian besar acara siaran mengangkat tema seni budaya, tapi ada juga siaran tentang berita daerah dan nasional. Tak ketinggalan, informasi produk kesehatan Ramuan Pak Oles,” ungkap Dewa Komang Merta.
Banyak ilmu yang disampaikan lewat Radio Hexon ini, terutama yang berkaitan dengan dunia pertanian. Karena, sebut Dewa Komang Merta, latar belakang produk yang diracik Pak Oles adalah produk pertanian dan kesehatan berbasis teknologi EM. Apalagi mayoritas masyarakat Desa Bengkel adalah petani. Meski begitu, Radio Hexon tetap menggarap siaran hiburan yang menyasar kawula muda pedesaan. Masyarakat dilibatkan dalam acara interaktif tanya jawab seputar teknologi EM setiap hari Kamis.
Selama dua tahun mengudara, ungkap Komang Merta, Radio Hexon banyak memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Pengetahuan masyarakat tentang teknologi EM meningkat terkait teknik pengolahan sampah menjadi pupuk organik, peternakan, perikanan maupun perkebunan.
Kru penyiar direkrut dari warga desa Bengkel sebagai upaya memberdayakan masyarakat sekitar. Selain memberikan hiburan yang berkualitas, Radio Hexon diharapkan selalu dekat dengan fans sehingga interaksi antara awak Radio dengan pendengar dapat selalu terjaga dengan baik ”Siaran pesantian yang jadi unggulan dan selalu dinanti tetap disiarkan setiap hari Rabu dan Sabtu,” pungkas Dewa Ciko, sapaan Komang Merta.
Koran Pak Oles/Edisi 166/1-15 Januari 2009


0 komentar:
Posting Komentar