Home » » Turis Jepang Dominasi Bali

Turis Jepang Dominasi Bali

Walau Jepang mengalami krisis ekonomi, namun turis Jepang tetap membanjiri Pulau Bali bahkan mempertahankan reputasinya sebagai wisatawan terbesar yang mengunjungi Pulau Dewata pada tahun 2008.
"Jepang tetap meneruskan tradisinya sebagai turis asing yang mendominasi kunjungan ke Bali dengan menempati urutan teratas selama tahun 2008," kata atase Imigrasi KBRI Tokyo Mirza Iskandar.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, kunjungan wisatawan asal Negeri Sakura menempati urutan teratas dengan jumlah penumpang sepanjang tahun 2008 mencapai 338.003 orang atau 18,52 persen dari total turis ke Bali yang berjumlah 1,8 juta wisatawan asing .
Peringkat kedua ditempati turis asal Negeri Kanguru,Australia, dengan jumlah 286.998 orang, diikuti Korea Selatan dengan jumlah turis 124.098 orang, Taiwan 120.810 orang, dan Cina 118.665 orang.
Selain itu, masyarakat Malaysia yang berliburan ke Bali tercatat 113.409 orang, Jerman 77.316 orang, Inggris 77.316 orang, Perancis 71.788 orang, dan Amerika Serikat sebanyak 61.770 orang atau 3,38 persen. Negara lainnya sebanyak 436.977 orang.
Menurut Mirza, pemberlakuan visa kunjungan (visa on arrival) turut mendorong turis asal Jepang tetap ke Bali yang sudah menjadikannya sebagai kunjungan "ritual" selama berlibur.
Total jumlah turis asing ke Indonesia sendiri mencapai 6,4 juta orang, yang berarti dibawah target dari program Visit Indonesia Year 2008 yang menginginkan 7 juta turis asing.
Turis Asia Timur
Sementara itu, Senior Manager Garuda Indonesia untuk wilayah Jepang, China, Korsel dan Amerika Serikat Faik Fahmi mengemukakan, pihaknya optimis untuk tetap bisa mendatangkan turis asal Asia Timur ke Indonesia, khususnya Bali.
"Kami sedang mengembangkan paket-paket khusus dalam situasi krisis seperti sekarang ini, baik dengan tarif khusus maupun pengembangan paket wisata di luar Bali," kata Faik Fahmi lagi.
Loket Garuda Indonesia di bandara Narita sejak Desember 2008 memang terlihat dipadati turis Jepang yang ingin berlibur ke Indonesia, terlebih di Jepang saat ini masih menikmati libur panjang hingga 8 Januari 2009.
Ketika ditanya dampak krisis ekonomi di sektor penerbangan, Faik Fahmi mengakui cukup terasa, walau nilai mata uang Jepang, yen, justru menguat yang bisa menjadi faktor pendorong semakin banyaknya turis Jepang bepergian ke luar negeri.
"Faktanya, warga Jepang yang bepergian ke Indonesia pada bulan November dan Desember 2008 justru menurun walau dari segi total kunjungan tetap terbesar. Ini nampaknya akibat faktor psikologis saja dari pemberitaan media massa Jepang yang gencar memberitakan pengurangan karyawan dan pengangguran besar-besaran," katanya.
Akibatnya, lanjut Faik Fahmi, warga Jepang menjadi khawatir akan masa depannya sehingga lebih baik menyimpan uangnya sebagai sikap berjaga-jaga terhadap krisis yang berkelanjutan.
Di Jepang sendiri sudah terjadi perang harga di antara maskapai penerbangan yang beroperasi di negara tersebut untuk membawa turis Jepang ke lokasi-lokasi tujuan wisata dunia.
Koran Pak Oles/Edisi 167/16-31 Januari 2009
Thanks for reading Turis Jepang Dominasi Bali

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Posting Komentar