Home » » Gamelan Menuju Industri Kreatif

Gamelan Menuju Industri Kreatif

Seni gamelan baik asal Jawa, Sunda, Bali, Bugis atau lainnya untuk pada era globalisasi ini sangat potensial menuju ke industri kreatif, karena dalam perkembangannya musik-musik di barat kini banyak berpaling ke wilayah timur, termasuk Indonesia.
Guru Besar Kerawitan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta Prof.Dr. Rahayu Supanggah mengatakan hal itu dalam Seminar "Pertumbuhan dan Perkembangan Gong Kebyar" yang diselenggarakan Jurusan Karawitan Fakultas Seni Pertunjukan ISI Surakarta, di kampus Kentingan Solo, Sabtu (10/1).
"Dulu musik-musik barat telah dieksploitasi sedemikain kuat, tetapi sekarang sudah tidak lagi dan beralih kebudayaan timur termasuk Indonesia. Untuk itu gamelan sangat potensial menuju ke industri kreatif," katanya.
Untuk itu dalam globalisasi ini jangan hanya dipandang sebagai ancaman, tetapi dalam kenyataannya juga membuka peluang besar bagi perkembangan musik gamelan, karena sekarang ini banyak dilirik oleh dunia barat.
Gamelan di negara barat tidak hanya dijadikan inspirasi untuk mengembangkan musik-musik barat, tetapi juga diajarkan di penjara-penjara seperti di Inggris. "Melalui gamelan ini orang bisa menghilangkan dari sifat brutal, menambah kreativitas, memupuk prinsip-prinsip kerja sama, gamelan sekarang ini telah menjadi multiguna," katanya.
Pada zaman modern seperti sekarang ini tradisi menjadi penting, untuk mencari indentitas diri, untuk itu tidak mengherankan kalau para musikus barat dalam mencari jati dirinya banyak yang berpaling ke budaya timur yang masih asli itu.
Gamelan sekarang ini sudah tersebar di mana-mana, seperti di Amerika Serikat di sana ada 500 perangkat gamelan lebih, di Ingris, Jepang ada sekitar 100 perangkat gamelan, di Australia, Jerman, perancis, bahkan seperti di Singapura itu setiap sekolah dasar hampir semua memiliki gamelan.
Berdasarkan ini maka para mahasiswa yang menekuni bidang ini di Tanah Air hendaknya harus dilakukan secara serius, agar tidak ketinggalan dengan bangsa lain yang juga mempelajarinya.
Seminar tersebut juga menapilkan pembicara Dekan Fakultas Seni Pertunjukan ISI Surakarta Prof.Dr. Pande Made Sukerta, Staf Ahli Menteri Keuangan Dr. Permana Agung D, M.Sc dan Staf Pengajar ISI Yogyakarta I Wayan Senin, SST, M.Hum.
Koran Pak Oles/Edisi 167/16-31 Januari 2009
Thanks for reading Gamelan Menuju Industri Kreatif

« Previous
« Prev Post
Next »
Next Post »

0 komentar:

Posting Komentar