Oleh: Putu Wirnata
Hidup, kesehatan dan pekerjaan adalah anugerah Sang Pencipta yang patut disyukuri. Kesadaran ini mendorong staf manajemen dan kru pemasaran Ramuan Pak Oles cabang Bali menggelar acara persembahyangan (tirta yatra) ke tiga pura, Sabtu (27/12). Dirut PT Karya Pak Oles Tokcer GN Wididana ikut serta didampingi Kacab Bali Nyoman Ginarka dan Kepala Personalia Komang Yuliarsana.
Persembahyangan pertama di Pura Ulun Danu Batur yang berlokasi di Desa Kalangganyar, Kecamatan Kintamani, Bangli. Lalu rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pura Puncak Penulisan, Kintamani, Bangli. Pura terakhir yang dikunjungi adalah Pura Pucak Bukit Sinunggal yang merupakan salah satu Pura Dang Kahyangan di Bali utara, tepatnya di Desa Tajun, Kubutambahan, Singaraja.
Usai persembahyangan, Pak Oles, sapaan akrab GN Wididana, memberikan motivasi spiritual kepada kru pemasaran. “Kita sebagai umat beragama harus mau melestarikan budaya dan tidak terlepas dari ikatan Palemahan, Pawongan, Pahrayangan (hubungan manusia dengan manusia, hubungan dengan masyarakat sekitar, dan hubungan dengan alam lingkungan),” pesan Pak Oles.
Tirta yatra ini, papar Pak Oles, juga dimaksudkan untuk mencari jati diri. Saat monumental untuk mengevaluasi hidup pribadi, mematangkan tekad untuk berbuat baik, menghindari godaan untuk berbuat jahat dan berupaya menyucikan pikiran. “Jika ketiga hal ini dilaksanakan dengan baik niscaya jati diri yang dicari pasti tercapai,” ungkap pengusaha asal Singaraja itu.
Koran Pak Oles/Edisi 166/1-15 Januari 2009
Hidup, kesehatan dan pekerjaan adalah anugerah Sang Pencipta yang patut disyukuri. Kesadaran ini mendorong staf manajemen dan kru pemasaran Ramuan Pak Oles cabang Bali menggelar acara persembahyangan (tirta yatra) ke tiga pura, Sabtu (27/12). Dirut PT Karya Pak Oles Tokcer GN Wididana ikut serta didampingi Kacab Bali Nyoman Ginarka dan Kepala Personalia Komang Yuliarsana.
Persembahyangan pertama di Pura Ulun Danu Batur yang berlokasi di Desa Kalangganyar, Kecamatan Kintamani, Bangli. Lalu rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pura Puncak Penulisan, Kintamani, Bangli. Pura terakhir yang dikunjungi adalah Pura Pucak Bukit Sinunggal yang merupakan salah satu Pura Dang Kahyangan di Bali utara, tepatnya di Desa Tajun, Kubutambahan, Singaraja.
Usai persembahyangan, Pak Oles, sapaan akrab GN Wididana, memberikan motivasi spiritual kepada kru pemasaran. “Kita sebagai umat beragama harus mau melestarikan budaya dan tidak terlepas dari ikatan Palemahan, Pawongan, Pahrayangan (hubungan manusia dengan manusia, hubungan dengan masyarakat sekitar, dan hubungan dengan alam lingkungan),” pesan Pak Oles.
Tirta yatra ini, papar Pak Oles, juga dimaksudkan untuk mencari jati diri. Saat monumental untuk mengevaluasi hidup pribadi, mematangkan tekad untuk berbuat baik, menghindari godaan untuk berbuat jahat dan berupaya menyucikan pikiran. “Jika ketiga hal ini dilaksanakan dengan baik niscaya jati diri yang dicari pasti tercapai,” ungkap pengusaha asal Singaraja itu.
Koran Pak Oles/Edisi 166/1-15 Januari 2009


0 komentar:
Posting Komentar