Oleh: Wayan Nita
Kiprah Radio Dunia Bokashi Raya 100,5 FM di Kabupaten Klungkung kian matang menggarap segmen budaya Bali. Hal ini terungkap dalam Evaluasi Dengar Pendapat dari berbagai komponen masyarakat Kabupaten Klungkung yang dihadiri anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali di Hotel Tower, Klungkung, Selasa (16/12).
Gede Ngurah Wididana alias Pak Oles sebagai pendiri PT. Radio Dunia Bokashi Raya turut hadir didampingi Dewa Anom Administratur Radio Dunia Bokasi Raya serta seluruh kru penyiar. Selain itu, hadir berbagai elemen masyarakat Kabupaten Klungkung di antaranya pengurus OSIS SMA dan SMP, dinas pendidikan, PHDI Klungkung, PHDI Pusat dan fans Bokashimania.
Kehadiran anggota KPID Bali dalam Evaluasi Dengar Pendapat guna menyerap aspirasi fans Radio Bokashi dan komponen masyarakat sebagai rekomendasi untuk KPI Pusat mengeluarkan keputusan kelayakan siaran. “Surat itu dikeluarkan setelah dilaksanakan dengar pendapat dengan masyarakat Klungkung. Kami akan membuat surat rekomendasi yang akan diserahkan ke KPI Pusat,” ungkap Ketua KPID Bali Komang Suarsana.
Menurut Administratur Radio Dunia Bokasi Raya Dewa Anom, radio tersebut dipancarkan luas mencakup daerah pesisir selatan Bali. Siaran radio dapat diterima di Gianyar, Klungkung, Bangli, Karangasem dan sebagian wilayah Denpasar. Luasnya jaringan siaran bertujuan untuk memberikan informasi yang berkualitas di bidang kesehatan, pertanian, pendidikan dan kebudayaan kepada masyarakat sekitar.
Visi luas salah satu radio grup Pak Pak Oles ini adalah mendukung pembangunan di daerah, mengahadirkan informasi yang mempercepat pembangunan dan menciptakan lapangan pekerjaan. “Para pengusaha lokal juga turut diuntungkan, karena bisa memanfaatkan media radio untuk memasarkan produk mereka,” sebut Dewa Anom.
Materi siaran didominasi program seni budaya Bali, terutama kesenian lokal seperti acara Masatua Bali (dongeng Bali), Dharma Wacana, dan tembang-tembang Bali. Selain itu, rutin dilaksanakan dialog interaktif baik on air dan off air.
Salah satu acara off air yang pernah digelar adalah penyuluhan safety ridding keliling Klungkung bekerjasama dengan pihak kepolisian setempat. Sedangkan dialog interaktif seperti halo polisi dan dunia otomotif juga selalu ada setiap minggu. Program-program lain seperti siaran pendidikan sukses melibatkan keikutsertaan aktif instansi pendidikan, sekolah-sekolah dan para siswa. “Yang sudah positif adalah materi siaran pendidikan untuk anak TK. Nama acaranya Kumpul Bocah” pungkas Dewa Anom.
Koran Pak Oles/Edisi 166/1-15 Januari 2009
Kiprah Radio Dunia Bokashi Raya 100,5 FM di Kabupaten Klungkung kian matang menggarap segmen budaya Bali. Hal ini terungkap dalam Evaluasi Dengar Pendapat dari berbagai komponen masyarakat Kabupaten Klungkung yang dihadiri anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bali di Hotel Tower, Klungkung, Selasa (16/12).
Gede Ngurah Wididana alias Pak Oles sebagai pendiri PT. Radio Dunia Bokashi Raya turut hadir didampingi Dewa Anom Administratur Radio Dunia Bokasi Raya serta seluruh kru penyiar. Selain itu, hadir berbagai elemen masyarakat Kabupaten Klungkung di antaranya pengurus OSIS SMA dan SMP, dinas pendidikan, PHDI Klungkung, PHDI Pusat dan fans Bokashimania.
Kehadiran anggota KPID Bali dalam Evaluasi Dengar Pendapat guna menyerap aspirasi fans Radio Bokashi dan komponen masyarakat sebagai rekomendasi untuk KPI Pusat mengeluarkan keputusan kelayakan siaran. “Surat itu dikeluarkan setelah dilaksanakan dengar pendapat dengan masyarakat Klungkung. Kami akan membuat surat rekomendasi yang akan diserahkan ke KPI Pusat,” ungkap Ketua KPID Bali Komang Suarsana.
Menurut Administratur Radio Dunia Bokasi Raya Dewa Anom, radio tersebut dipancarkan luas mencakup daerah pesisir selatan Bali. Siaran radio dapat diterima di Gianyar, Klungkung, Bangli, Karangasem dan sebagian wilayah Denpasar. Luasnya jaringan siaran bertujuan untuk memberikan informasi yang berkualitas di bidang kesehatan, pertanian, pendidikan dan kebudayaan kepada masyarakat sekitar.
Visi luas salah satu radio grup Pak Pak Oles ini adalah mendukung pembangunan di daerah, mengahadirkan informasi yang mempercepat pembangunan dan menciptakan lapangan pekerjaan. “Para pengusaha lokal juga turut diuntungkan, karena bisa memanfaatkan media radio untuk memasarkan produk mereka,” sebut Dewa Anom.
Materi siaran didominasi program seni budaya Bali, terutama kesenian lokal seperti acara Masatua Bali (dongeng Bali), Dharma Wacana, dan tembang-tembang Bali. Selain itu, rutin dilaksanakan dialog interaktif baik on air dan off air.
Salah satu acara off air yang pernah digelar adalah penyuluhan safety ridding keliling Klungkung bekerjasama dengan pihak kepolisian setempat. Sedangkan dialog interaktif seperti halo polisi dan dunia otomotif juga selalu ada setiap minggu. Program-program lain seperti siaran pendidikan sukses melibatkan keikutsertaan aktif instansi pendidikan, sekolah-sekolah dan para siswa. “Yang sudah positif adalah materi siaran pendidikan untuk anak TK. Nama acaranya Kumpul Bocah” pungkas Dewa Anom.
Koran Pak Oles/Edisi 166/1-15 Januari 2009


0 komentar:
Posting Komentar