Model Bersanding Dengan Bajaj & Chopper
Oleh: Beny Uleander
Pesona kecantikan ragawi dalam akrobat seni dan desain selalu melahirkan selebaran keindahan. Wanita cantik dengan tubuh seksi di tangan pengarah gaya membuat kesan pencitraan penuh kreasi dan sensasi. Itulah sketsa visi dirajut Tabloid Montorku setiap edisi dengan menampilkan aneka pose model otomotif.
Di penghujung tahun 2008, Montorku menggandeng Agency Belby Enterprise menggelar pemotretan model di tiga lokasi berbeda, Rabu-Kamis (17-18/12).
Ada 12 model Belby Enterprise yang didampingi owner, Pipiet Fitria dan dipandu pengarah gaya Buyung tampil atraktif dalam setiap sesion pemotretan. Di antaranya Feby Shinta Dewi (19), Theodora Ajeng S K (22), Anedda Sindy Intan Pandini (19), Raden Ajeng Rina Purnamasari (16), dan I Gusti Ayu Audra Indira (19). Lokasi pemotretan pertama di Main Dealer Motor Bajaj, Jl Malboro Denpasar. Lokasi kedua dan ketiga terkesan eksentrik milik Chopper Heaven di Jl Dewi Sri dan Jl Melasti, Kuta.
Menurut pendiri Agency Belby Enterprise, Pipiet Fitria, model yang siap ditampilkan di Montorku justru model senior. Selama ini, model Belby Enterprise kerap tampil dalam event pameran produk maupun acara hiburan di daerah wisata Kuta dan Nusa Dua. Di dunia otomotif bukan hal baru bagi para model. “Model kami sebelumnya pernah dipotret sebagai model motor besar,” ujar Pipiet yang merintis Belby Enterprise sejak tahun 2002.
Buyung, salah satu instruktur Belby Enterprise yang menjadi pengarah gaya mengaku para model bisa cepat menyesuaikan diri dengan gerak dan karakter motor yang ingin ditampilkan. “Mereka sudah memiliki basic, dan tinggal dipoles saja,” tegasnya.
Menyinggung penampilan model terganjal UU Pornografi, Buyung dengan lugas mengatakan, dalam dunia model yang ditampilkan adalah aktivitas seni. “Apalagi kegiatan in door dengan seni menjadi mediasi. Mereka tampil causual tapi seksi,” ujarnya.
Di mata model Andda Sindy Intan Pandini (19), pengalaman pemotretan dengan latar motor besar terbilang baru tapi menantang. Awalnya Sindy, demikian sapaannya, merasa canggung. Tapi akhirnya mahasiswi New Media yang bergabung dengan Agency Belby Enterprise sejak 2006 bisa cepat beradaptasi.
Oleh: Beny Uleander
Pesona kecantikan ragawi dalam akrobat seni dan desain selalu melahirkan selebaran keindahan. Wanita cantik dengan tubuh seksi di tangan pengarah gaya membuat kesan pencitraan penuh kreasi dan sensasi. Itulah sketsa visi dirajut Tabloid Montorku setiap edisi dengan menampilkan aneka pose model otomotif.
Di penghujung tahun 2008, Montorku menggandeng Agency Belby Enterprise menggelar pemotretan model di tiga lokasi berbeda, Rabu-Kamis (17-18/12).
Ada 12 model Belby Enterprise yang didampingi owner, Pipiet Fitria dan dipandu pengarah gaya Buyung tampil atraktif dalam setiap sesion pemotretan. Di antaranya Feby Shinta Dewi (19), Theodora Ajeng S K (22), Anedda Sindy Intan Pandini (19), Raden Ajeng Rina Purnamasari (16), dan I Gusti Ayu Audra Indira (19). Lokasi pemotretan pertama di Main Dealer Motor Bajaj, Jl Malboro Denpasar. Lokasi kedua dan ketiga terkesan eksentrik milik Chopper Heaven di Jl Dewi Sri dan Jl Melasti, Kuta.
Menurut pendiri Agency Belby Enterprise, Pipiet Fitria, model yang siap ditampilkan di Montorku justru model senior. Selama ini, model Belby Enterprise kerap tampil dalam event pameran produk maupun acara hiburan di daerah wisata Kuta dan Nusa Dua. Di dunia otomotif bukan hal baru bagi para model. “Model kami sebelumnya pernah dipotret sebagai model motor besar,” ujar Pipiet yang merintis Belby Enterprise sejak tahun 2002.
Buyung, salah satu instruktur Belby Enterprise yang menjadi pengarah gaya mengaku para model bisa cepat menyesuaikan diri dengan gerak dan karakter motor yang ingin ditampilkan. “Mereka sudah memiliki basic, dan tinggal dipoles saja,” tegasnya.
Menyinggung penampilan model terganjal UU Pornografi, Buyung dengan lugas mengatakan, dalam dunia model yang ditampilkan adalah aktivitas seni. “Apalagi kegiatan in door dengan seni menjadi mediasi. Mereka tampil causual tapi seksi,” ujarnya.
Di mata model Andda Sindy Intan Pandini (19), pengalaman pemotretan dengan latar motor besar terbilang baru tapi menantang. Awalnya Sindy, demikian sapaannya, merasa canggung. Tapi akhirnya mahasiswi New Media yang bergabung dengan Agency Belby Enterprise sejak 2006 bisa cepat beradaptasi.
Koran Pak Oles/Edisi 166/1-15 Januari 2009


0 komentar:
Posting Komentar