Oleh: Heni Kurniawati
Banyak kejadian traumatik yang menyebabkan semakin menurunnya fungsi tubuh, baik setelah ada penanganan di RS maupun tidak. Jika tulang yang patah tidak bisa diperbaiki, akan menimbulkan penyakit orthopaedi dan trumatologi yang semakin parah.
Menurut dr I Ketut Suyasa, SpB,SpOt, tercatat 70% angka orthopaedi dan traumatologi yang ditangani di UGD RS Sanglah didominasi usia produktif. Penyebab utama karena kelalaian para remaja saat berkendara. Hingga kini kasus trauma masih mendominasi kunjungan pasien ke UGD RS.
“Karena itu dokter sebagai insan profesional diharapkan selalu mengembangkan diri dan meningkatkan kemampuan untuk menangani kasus-kasus trauma khususnya musculosketel. Kasus orthopaedi yang dijumpai di masyarakat makin beragam seperti kelainan cogential, penyakit degeneratif, penyakit metabolisme, penyakit infeksi pada tulang dan persendihan serta tumor muskuloskeletal,” katanya.
Sistem muskuloskeletal mencakup semua struktur tulang, sendi, otot dan struktur terkait seperti tendon, ligamen dan sistem syaraf perifer. Kelainan muskuloskeletal mencakup kelainan bawaan seperti radang dan infeksi, trauma, neoplasma, osteoporosis, rematik, degeneratif, penyakit metabolisme, penyakit postpolio dan cerebral pals. Penyakit Orthopaedi juga banyak terjadi pada usia lanjut.
Yang sering terjadi pada lansia meliputi penyakit rematik atau osteoporosis. Di Bali, pada tahun 2005 usia lanjut tercatat 12,61 ribu orang dan tahun 2015 diprediksi meningkat 16,71 ribu orang. Di Indonesia 8,4% penduduk merupakan lanjut usia. “Penyakit rematik sulit dideteksi gejala awalnya. dan minimnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit menjadi kendala dalam menangani penyakit secara dini. Masyarakat cenderung menganggap rematik penuaan atau osteoporosis dengan asam urat. Dalam pengobatan mereka juga cenderung salah konsumsi obat. Akibat yang ditimbulkan penyakit semakin meradang,” katanya
Untuk mencegah penyakit Osteoporosis yang lebih cenderung dialami usia lanjut, selain menghindari dari cedera akibat jatuh, juga pengobatan, mencegah pemberian nutrisi yang buruk dari segi muskuloskeletal dengan makanan yang berhubungan dengan penyakit seperti gout. Karena faktor-faktor resiko osteoarthritis bisa berupa trauma, obesitas dan genetik. Yang terpenting dalam edukasi, penderita mengerti tentang osteoarthritis. Usia lanjut memiliki tiga faktor penyebab yaitu umur, beban dan kualitas yang mencakup hidup dan makanan.
Banyak kejadian traumatik yang menyebabkan semakin menurunnya fungsi tubuh, baik setelah ada penanganan di RS maupun tidak. Jika tulang yang patah tidak bisa diperbaiki, akan menimbulkan penyakit orthopaedi dan trumatologi yang semakin parah.
Menurut dr I Ketut Suyasa, SpB,SpOt, tercatat 70% angka orthopaedi dan traumatologi yang ditangani di UGD RS Sanglah didominasi usia produktif. Penyebab utama karena kelalaian para remaja saat berkendara. Hingga kini kasus trauma masih mendominasi kunjungan pasien ke UGD RS.
“Karena itu dokter sebagai insan profesional diharapkan selalu mengembangkan diri dan meningkatkan kemampuan untuk menangani kasus-kasus trauma khususnya musculosketel. Kasus orthopaedi yang dijumpai di masyarakat makin beragam seperti kelainan cogential, penyakit degeneratif, penyakit metabolisme, penyakit infeksi pada tulang dan persendihan serta tumor muskuloskeletal,” katanya.
Sistem muskuloskeletal mencakup semua struktur tulang, sendi, otot dan struktur terkait seperti tendon, ligamen dan sistem syaraf perifer. Kelainan muskuloskeletal mencakup kelainan bawaan seperti radang dan infeksi, trauma, neoplasma, osteoporosis, rematik, degeneratif, penyakit metabolisme, penyakit postpolio dan cerebral pals. Penyakit Orthopaedi juga banyak terjadi pada usia lanjut.
Yang sering terjadi pada lansia meliputi penyakit rematik atau osteoporosis. Di Bali, pada tahun 2005 usia lanjut tercatat 12,61 ribu orang dan tahun 2015 diprediksi meningkat 16,71 ribu orang. Di Indonesia 8,4% penduduk merupakan lanjut usia. “Penyakit rematik sulit dideteksi gejala awalnya. dan minimnya pengetahuan masyarakat tentang penyakit menjadi kendala dalam menangani penyakit secara dini. Masyarakat cenderung menganggap rematik penuaan atau osteoporosis dengan asam urat. Dalam pengobatan mereka juga cenderung salah konsumsi obat. Akibat yang ditimbulkan penyakit semakin meradang,” katanya
Untuk mencegah penyakit Osteoporosis yang lebih cenderung dialami usia lanjut, selain menghindari dari cedera akibat jatuh, juga pengobatan, mencegah pemberian nutrisi yang buruk dari segi muskuloskeletal dengan makanan yang berhubungan dengan penyakit seperti gout. Karena faktor-faktor resiko osteoarthritis bisa berupa trauma, obesitas dan genetik. Yang terpenting dalam edukasi, penderita mengerti tentang osteoarthritis. Usia lanjut memiliki tiga faktor penyebab yaitu umur, beban dan kualitas yang mencakup hidup dan makanan.


0 komentar:
Posting Komentar